Berenang di Pandeglang

Berenang di sini, sebagai hiburan dalam perjalanan.

Photo : Kolam renang dini hari / dokpri.

PANDEGLANG, akwnulis.com. Adzan shubuh berkumandang dikala menjejakkan kaki di lobby hotel Horison Altama Pandeglang Provinsi Banten, setelah perjalanan selama 6 jam menyusuri pekatnya malam melintasi 3 provinsi (Jabar-Jakarta-Banten).

Lelah bukan untuk berkeluh kesah, tapi sesaat mendesah untuk selanjutnya musnahkan resah dan hasilkan sesuatu yang bernilai berkah.

Salah satu yang bikin semangat adalah kecipak air menyegarkan dari kolam renang yang segera menyambut dikala raga ini tuntas cek in dan bergerak menuju kamar. Sayangnya sang kolam masih dalam proses pembersihan sehingga harus bersabar dikala ingin bercengkerama dalam basah yang menyegarkan.

***

Tuntas meeting adalah saat yang tepat untuk mencoba bercengkerama dengan segarnya rasa dan biru kemilau kolam renang di hotel ini.

Photo : Kolam renang di sore hari / dokpri.

Memang bukan infinity pool, ataupun berukuran olimpic yang panjang dan luas. Tetapi mensyukuri kesempatan sekecil apapun adalah nilai hakiki dalam kehidupan.

Jadi segeralah berubah, menyesuaikan kostum agar cocok dengan kolam renang. Bukan pake solempak yang terlalu minim, bukan pula pake jas dasi trus loncat nyebur ke kolam sementara peserta dan panitia rapat lainnya masih bergerombol di sekeliling kolam renang.

Bersabarlah…..

Biarkan waktu bernafas sejenak, melepaskan sisa resah yang mungkin masih tersimpan di ujung dada pengharapan.

Photo : slice fruit with hot lemon / dokpri.

Akhirnya sore haripun menyapa, sepi suasana membuka peluang untuk bercengkerama dalam kesegaran kolam berkelok dengan kedalaman 1,2 meter ini.

Ditemani payung-payung warna warni penghibur lara hati, cukup sebagai penggugah raga memberi modal kesegaran sebelum berjibaku kembali dengan kepadatan lalu lintas Pandeglang – Jakarta – Bandung.

Gejebur!!!!!

Selamat #ngojay, Wassalam. (AKW).

Pod Rail Transit Suite Gambir

Mencoba kamar super mini di Gambir, ternyata….

Photo : Dalam Pod room / dokpri.

SERANG, akwnulis.com. Perjalanan pagi dari Stasiun Gambir menuju Wilayah Provinsi Banten, terasa begitu nyaman. Semenjak keluar dari Gambir, Nissan grand livina 1500 cc ini tidak menemui kemacetan berarti. Melesat lancar menuju tol kota dan terlihat bertolak belakang dengan arus lalu lintas menuju pusat jakarta. Terlihat kemacetan mengular meskipun sudah digunakan metode contra flow.

Pak Pri Hartono, sopir GoCar dengan tenang mengemudikan kendaraannya membelah suasana sunyi di satu sisi ditemani sinar mentari yang mulai hadir menghangati bumi.

Perjalanan yang begitu tenang dan damai, termasuk melewati kebon jerukpun tidak ada kemacetan berarti, Alhamdulillah pilihan waktu keberangkatan yang tepat, tadi pas pukul 06.00 wib mulai start dari Stasiun Gambir setelah beristirahat sejenak di PODnya Rail Transit Suite Gambir

“Apa itu PODnya Rail Transit Suite Gambir?”

Photo : Ayo mau dimana? / dokpri.

Nah inilah pengalaman yang perlu dicoba. Kebetulan memang dengan waktu yang begitu ketat dengan penjadwalan padat merayap maka praktis dalam 1 minggu ini pergi kesana kemari, atau istilah kerennya ‘ijigimbrang‘ kesana kemari.

Jangan tanya lelah, karena itu adalah realitas. Jangan tanya cape karena itu bikin bete. Tapi jalani saja semua dengan tetap berusaha menyeimbangkan antara kepentingan kerja dengan perhatian kepada keluarga.

Karena apa, kerja keras dalam bekerja tentu berharap mendapat penghasilan untuk keluarga. Disisi lain bukan hanya penghasilan tetapi juga perhatian bagi keluarga menjadi unsur penting yang harus diseimbangkan.

Photo : 20 kamar pod room / dokpri.

Metodenya?….. itu mah terserah masing-masing. Yang pasti, diskusikan dengan pasangan dan anak bahwa konsekuensi pekerjaan menuntut seperti ini. Disisi lain, luangkan waktu untuk tetap berjumpa dengan keluarga meskipun hanya sebentar. Bercengkerama lalu pamit mengejar kereta, tertawa bersama dirumah lalu terbang dengan pesawat berbujet murah. Tugas negara di jalankan, keluarga tetap terperhatikan…

“Ih kok jadi curcol, kamar pod-nya gimana?”

Ini ceritanya…. jeng jreng….

Kamar pod itu ternyata berasal dari istilah bahasa sunda, yaitu ‘nyemPOD‘ alias nyempil di tempat sempit… heuheuheu, maksa ih.

Tapi aslinya, kamar POd ini memang seukuran badan alias segede kotak peti mati atau tempat kremasi dech (klo liat di film-film). Dengan model dormitory asrama, ranjang bertingkat maka harga yang ditawarkan jauh lebih murah, via aplikasi traveloka dapet harga 200ribu untuk 1 hari. Kalau direct ke hotelnya bisa pake 12 jam atau 6 jam dengan harga lebih murah… tapi tidak dijamin ready, karena penuh terus.

Pod room (male only, share room), itu tulisan di keterangan aplikasi. Soalnya penutup kamar nyem-Pod ini hanya tirai….euh kerai belaka, khan klo ada perempuan trus salah kamar bisa berabe, sementara posisinya berjejer dan bertingkat.

Photo : kopi item fasilitas hotel / dokpri.

Overall, ruangannya bersih, AC dingin meskipun berbagi. Kamar PoDnya pake kartu untuk nyalakan lampu, ada kotak penyimpanan dibawah kaki lengkap dengan kunci. Handuk, sikat gigi dan sebotol air mineral tersedia sebagai fasilitas. Kasur dan bantalnya empuk dan bersih.

Nah, kamar mandinya sharing juga, 2 buah wc dan 3 shower, cukup untuk penghuni kamar Pod ini, khan maksimal 20 orang, tinggal giliran aja.

Oh ya mushola juga ada… juga pas pagi harinya ada fasilitas sarapan dalam bentuk nasi kotak, lumayaan… Alhamdulillah.

Meskipun penulis hanya menikmati sekitar 4 jam saja. Karena tiba jam 01.00 wib dengan KA argo Parahyangan dan disambut suasana temaram serta lomba dengkuran dari para penghuni memberi sensasi tersendiri dan jam 05.00 wib sudah bangun, mandi dan shalat karena pagi harinya harus sudah berangkat ke Banten diantar pak Pri sang Driver Gocar. Tidak lupa sebelum berangkat, ngopay dulu fasilitas hotel. Yaa.. kopi ala kadarnya hehehehe.

Pengalaman ini menambah wawasan dan hikmah, dimana nanti di alam kubur akan lebih sempit dari ini dan gelap gulita kecuali kita bisa membawa amalan-amalan yang baik, shodaqoh yang ikhlas, serta ibadah lainnya yang bernilai berkualitas di hadapan Illahi robbi serta doa-doa dari anak sholehah serta siapapun yang mendoakan kita kelak. Amiin Yaa Robbal alamiin, Wassalam (AKW).

Swimming Pool Crown Hotel Bandung

Berenang di lantai 5, seggeer

Photo : Suasana kolam renang Crown Hotel Bdg / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Tagline yang disusun yakni ‘Ngopay dan Ngojay’… yang terjemahan bebasnya adalah ‘minum kopi dan berenang’… ternyata sejalan dengan aktifitas yang dijalani.

Ngojay (artinya berenang ; bahasa sunda) bukan berarti harus ikutan berenang saja. Tetapi pada tahapan awal adalah informasi keberadaan kolam renangnya itu sendiri yang menjadi penting.

Jemari penulis sedang menari diatas virtual keyboar smartphone sambil memandang kolam renang di lantai 5 Crown Hotel Bandung.

Photo : Papan info kolam renang / dokpri.

Sebuah kolam renang yang berbentuk persegi empat dengan pengaturan kedalaman yang menarik. Ditengah adalah kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,2 meter sementara disamping kanan-kiri dan depan melingkupi kolam renang dangkal untuk anak-anak sehingga seolah menyatu serta menjadi luas.

Shower outdoor tersedia ataupun ruang bilas tertutup. Pemandangannya indah, bisa melihat lanskap Kota Bandung.

Photo : Resto di dekat kolam renang / dokpri

Di dekat penulis adalah resto yang menghadap kolam renang dengan penataan kursi dan meja yang cukup menarik, bisa menjadi pilihan bersantai dengan keluarga.

Photo : Kids area lt 5 / dokpri.

Oh ya tambahannya juga terdapat kids area, anak-anak dijamin betah. Mainan-mainan premium dan prosotan tersedia disini. Ini semua adalah fasilitas untuk yang menginap di hotel ini, tetapi jikalau ada yang tertarik berenang disini bisa langsung hubungi resepsionis hotel. Biasanya dibuat paket dengan brunch (breakfast & lunch, alias aktivitas sarapan dan makan siang disatukan dalam satu waktu… tentunya jangan makmak mekmek… tapi bertahap hehehehe) dengan harga 200Rb/pak.

Photo : “Disini berenangnya yaaa” / dokpri.

Suasana kolam renang di saat weekend cukup ramai seiring banyaknya penginap di hotel ini. Weekday bisa menjadi pilihan karena pengunjung kolam renang ini relatif terbatas.

Tinggal klik lantai 5 di lift, keluar dari lift sudah terlihat resto dan kolam renangnya. Gituuu…. go go go ngojaaay… eh berenang. Wassalam (AKW).

Kolam Renang Hotel Borobudur – Jakarta

Birunya air bisa mendamaikan panasnya Ibukota, tapiii…..

Photo : Kolam renang Hotel Borobudur / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Sebuah harapan terkadang hanya angan yang tak bisa membumi dengan kenyataan. Begitupun dengan kejadian hari ini.

Luas kolam renang biru membentang, airnya jernih mengajak untuk bercengkerama dalam kesegaran. Dengan ukuran olimpic alias panjang 50 meter dan lebarnya 25 meter (standar ukuran federasi renang internasional), kedalaman kolam minimum 1,35 meter hingga 6 meter dihitung dari dinding kolam.

Nah disini, di kolam renang Hotel Borobudur Jakarta, kedalaman kolam renangnya dimulai dari 1,4 meter, 1,5 meter, 1,6 meter dan terakhir paling ujung timur kolam kedalamannya 3,8 meter.

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Di arah kanan barat tersedia juga kolam renang anak kecil dengan ukuran bujur sangkar 10 × 10 meter tapi ada lekukan tajam (kayaknya), soalnya nggak bawa meteran, trus pas nyoba diukur pake jengkalan tangan… keburu pegel heuheuheu, trus mas mas safeguardnya ngeliatin terus. Mungkin dalam hatinya dia berkata, “Orang ini kenapa ya?, kayaknya baru ke kolam renang”

Maka di otak segera disusun rencana, kapan bisa nyebur disini. Bukan untuk berenang di kedalaman 3,8 meter tetapi cukup bercengkerama di pinggir kolam sambil menikmati pemandangan.

“Lho kok gitu, kamu mau berenang atau cuman liat yang berenang?… atau jangan-jangan kamu nggak bisa berenang?”

Photo : Salah satu private garden Hotel Borobudur / dokpri.

Pertanyaan bertubi-tubi menohok diri, menyudutkan harapan yang semakin menyempit.

Pertanyaan itu tidak untuk dijawab. Hadirku disini bukan untuk bercengkerama dengan segarnya air kolam renang ukuran olimpic ini saja tapi banyak hal penting yang harus dikerjakan.

“Apaan tuh?”
“Sttttt.. rahasia” perlahan berbisik sambil menempelkan jari telunjuk di jidat…. eh di bibir.

***

Oh ya, kolam renang disini full fasilitas. Handuk jelas ada, shower buat mandi dan berbilas tersedia. Bilas di luar juga tersedia di dekat kolam renang anak… atau buat anak2 kali ya?

Trus safeguard ada, kursi bersantainya banyak lengkap dengan payung peneduh. Suasana sekitarnya asri dan taman yang luas. Bisa jogging berkeliling area taman, atau bermain tennis lapangan, tinggal milih karena jumlah lapangan tenisnya banyaak.

Photo : Melihat kolam renang dari atasnya / dokpri.

Oh ya lupa, air kolam renangnya dingin. Klo kepengen air hangat ya ada jacuzzi tapi berbeda lokasi dengan kolam renang. Musti jalan dulu melewati pinggir lapang tennis.

Pokoknya lengkap deh, cuman syaratnya memang musti nginep di hotel ini.

“Woooy… ngapain nongkrong disitu?”
Gelegar suara bos memecahkan konsentrasi. Tanpa jawaban dari mulut yang ternganga, sebuah anggukan lemah mewakilinya.
Untung aja belum copot copot dan pake bikini… eh celana renang.

“Selamat tinggal kolam renang, moo meeting dulu yaaa”

“Iyaa” Kolam renang menjawab sambil mengibaskan riak air membiru, menenangkan hati mungkin bisa bersua lain kali dan menambah semangat untuk bersiap kembali menapaki perjalanan diri hari ini. Wassalam (AKW).

Kolam Renang Aston Hotel Cirebon

Air yang menyegarkan dan suasana nyaman menghijau, silahkan coba.

Photo : Kolam renang dewasa, kedalaman 1,3 m / dokpri.

CIREBON, akwnulis.com. Panasnya hawa di Cirebon ternyata tidak membuat rasa dan pikiran ikut membara. Justru menambah keinginan untuk segera bercengkerama dengan kesegaran air di kolam renang yang membiru ceria.
Apalagi kolam renang yang tersedia berpadu dengan hamparan rumput hijau semakin menegaskan keteduhan dan ketenangan.

3 kolam renang tersedia di halaman belakang Hotel Aston Cirebon memberi daya tarik tersendiri untuk menginap di hotel ini.

Untuk yang tidak menginap, maka masih bisa menikmati fasilitas ini. Tentu dengan membayar, harga di Weekday 75ribu dan weekend 100ribu rupiah. Langsung datang saja ke notaris… eh resepsionis, tapi ingat jangan datang tengah malam yaa… karena area kolam renangnya masih tutup. Jam operasionalnya tiap hari dimulai pukul 06.00 wib sampai dengan 18.00 wib.

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Masuk dari lobby hotel, lokasi pintu masuk ke area kolam renang terletak di sebelah kiri pintu masuk lobby. Tapi musti belok kanan dulu, ke resepsionis. Klo udah registrasi (buat yang nggak nginep yaa, klo yang nginep ya tinggal datang aja ke petugas dan sebutin nomor kamar)… jadi sekali lagi, masuk lobby, belok kiri, trus belok kanan ada pintu kaca.. masuk aja. Disebelah kanan ada meja putih dan petugas yang akan melayani.

***

Kolam renang anak terletak di tengah-tengah dengan bentuknya yang tidak kaku. Sebelah kiri adalah kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,3 meter dan satu lagi kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,5 meter. Semua kolam bentuknya juga menampilkan bentuk lengkung yang menarik.

Tempatnya luas disertai taman-taman yang indah menghijau. Terdapat kursi santai yang cukup banyak. Di posisi tengah sejurus dengan kolam renang anak terdapat mini zoo, beberapa binatang ada disini, akan semakin melengkapi liburan keluarga yang menyenangkan juga edukasi membangun rasa keperi-binatangan.

Photo : Kolam renang dewasa 1,5 m / dokpri

Urusan lokasi dimana, bukan hal yang sulit. Tinggal buka google map, dan ketik saja ‘Aston Cirebon Hotel & Convention Center’… jreng… langsung ada. Eh tapi tetep kuota internet musti on, atau juga manfaatin free wifi.

***

Balik lagi urusan kolam renang, sebuah tempat yang menyenangkan dan menyegarkan. Baik segar phisik juga psikis. Fasilitas shower dan kamar mandi yang lengkap. Petugas ramah serta suasana bersih dan nyaman.

Nama area ini adalah ‘Nana Land’ diambil dari nama anak owner hotel ini. Selain berenang, juga akitifitas outdoor lain yang menyenangkan.

Selamat berenang kawan, Wassalam (AKW).

***

Catatan :
No telepon Aston Hotel Cirebon & Convention Center : 0231-8298000

Kolam Renang Luxton Hotel Bandung

Melongok sejenak sang kolam renang diantara meeting ke meeting.

Photo : Kolam renang utama, kedalaman 120cm / dokpri

BANDUNG, akwnulis.com. Segarnya hari disaat bisa bersua kembali dengan birunya kamu. Meskipun belum menikmati secara utuh, tetapi sedikit menyentuhmu dan mengitarimu, tidak lupa ambil gambar dari beberapa sudut sudah bisa menenangkan rasa dan menjernihkan pikiran karena beban pekerjaan.

Kamu membentang di lantai 3 Hotel Luxton Bandung, tepatnya di Jalan Ir. Juanda No.18 Bandung atau lebih dikenal dengan Jalan Dago.

Meskipun bukan ukuran olimpik, tetapi cukup untuk menjadi tempat merenggangkan otot menyegarkan raga serta pikiran dengan bercengkerama denganmu, berkecipak gaya bebas dan kupu-kupu di kedalaman 1,2 meter. Ada juga kolam anak berbentuk bujur sangkar, tempat bermain air bersama keluarga.

Photo : Kolam renang anak / dokpri

Disamping dirimu terdapat fasilitas fitnes dan tempat bermain anak yang lumayan lengkap termasuk area mandi bola.

Tetapi ternyata, harapan menikmati pemandangan Jalan Dago sambil bercengkerama dengan segarmu harus ditunda karena panggilan tugas sudah menanti di ruang rapat lantai 2.

Segera melangkah gontai menuju pintu lift, meninggalkanmu yang terdiam kecewa. Bening airmu terlihat tegar, meskipun perpisahan harus terjadi akibat adanya pertemuan.

“Naon sih jadi mellow beginih?”
“Terbawa perasaan yaa… kalem saja, yuk jalani perubahan hidup dengan sabar dan tasyakur”

Photo : Kopat alias kopi rapat / dokpri.

Akhirnya raga kembali ke ruang meeting, membahas urusan perencanaan sebuah kawasan khusus yang diharapkan menjadi titik baru pertumbuhan ekonomi Jawa barat di koridor selatan jabar.

Alhamdulillah, kopi hotel bisa sedikit menghibur rasa getir dari perpisahan ini. Wassalam (AKW).

Double Espresso – Crown Hotel Bdg

Ngopi sambil kerja, pasti bisa.

Photo : Secangkir Double Espresso Home Blend Crown Hotel Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com, Perjalanan sebuah perusahaan tentu tidak lepas dari suka dan duka, tetapi satu hal yang menjadi sangat esensial adalah ‘Asbabun nuzul’, asal mula dari semua yang detik ini mengemuka.

Paragraf awal ini terinspirasi dari pidato Gubernur Jabar pada pembukaan acara Review Kuartal VI Bank BJB di Crown hotel, Bandung (23/01) yang menekankan tentang ‘Jas merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Poin penting bagaimana peran bank plat merah ini dalam pembangunan di Jabar, keberpihakannya kepada masyarakat mikro dan minimikro serta harapan besar menjadi Bank buku VI di Indonesia.

“Ngopinya mana?”
“Ih ntar dulu, sabaar, ini lagi dengerin pidato”

Jadi treatmen pa Gub terhadap BJB itu dengan ilustrasi cerdas, yaitu dikala terasa ada sesuatu yang salah dalam tubuh ini tentu perlu pengobatan dan dokter memberi resep lalu pergi ke apotek. Pilihannya dua, ada obat batuk rasa strawberry atau obat batuk hitam (OBH), kalau kasusnya sakit batuk.

Jadi bersiap dengan solusi yang ‘manis ala strawberry’ atau rasa pahit yang menggetirkan tetapi semua bertujuan menyelesaikan penyakit atau masalah, tentunya bertuan demi kemajuan BJB dan Jawa Barat.

Nah, untuk kopinya diwakili oleh sajian double espresso dengan beannya home blend Crown hotel. Rasanya pasti strooong dengan body yang tebal, bikin cénghar dan melotot sepanjang acara.

“Gitu aja?”
“Iyaaa….. “
“Teu puguh ah”
“Terserah”

***

..dan dua cangkir double espresso-pun tandas serta mengakhiri perdebatan penting ini. Wassalam (AKW).