Ngopay & Ngojay di Karawang.

Ngopay Ngojay Curhaaat……

Photo : Kolam Renang Hotel Akshaya Karawang / dokpri.

KARAWANG, akwnulis.com. Panasnya siang ini di daerah Teluk Jambe Kabupaten Karawang terobati oleh gemericik air di kolam renang yang merayu dengan aroma biru penuh kesegaran.

Dengan bentuk kolam renang yang dibuat berkelok, kedalaman flat 1,5 meter memanjakan penginap dan pengunjung untuk segera ngejebur dan bercanda ria bersama di area Hotel Akshaya.

Sayangnya, 2 agenda rapat marathon harus dijalani dan dihadapi. Semua rapat membahas tentang pertanggungjawaban tahunan, otomatis musti konsentrasi dalam melihat angka capaian dibandingkan target yang sudah ditentukan lebih dahulu.

Photo : Kolam renang anak dan dewasa / dokpri.

Apalagi mengacu pada pasal 33 ayat 1 PMDN 118/2018, sudah jelas bahwa Evaluasi itu adalah perbandingan antara target dan realisasi, titik.

Tapi dalam forum curhat tertinggi sebuah perseroan, maka diskusi hangat yang bersahutan antara reasoning dengan sanggahan akan berpadu dibalut oleh regulasi dan pembelaan….. yang penting kita kedepankan kepala dingin dengan semangat edukatif solutif…. ngomongin kepala dingin, maka berenanglah yang pas… paas bingit, tapi……

Tapi khan nggak pantas, peserta rapat keluar ruangan… eh liat kita lagi asyik berenang supaya kepala dingin meskipun hati panas dan kesel karena pengurus tidak bisa mencapai target.

Photo : Nge-Double espresso dulu yukk / dokpri.

Ada cara lain, pas break maka bergeraklah ke restoran dan pesan segelas kopi double espresso…. bawa di tepi kolam renang… angkat cangkir mininya…. srupuut… glek…… satu kali tandasss…… maka rasa mantaps kepahitan double espresso menyeruak memenuhi indera perasa dan menenangkan jiwa.

“Trus otak panas gimana?”

Sabarrr…. perlahan tapi pasti, pas jiwa sudah tenang maka syaraf ke otakpun ikutan tenang, tensi esmosi.. eh emosi akan berkurang dan otak akan kembali fresh, dingin dan rilex, percayalah.

“Kok cuma double espresso, nggak ada kopi manual brewnya?”

Belum ada ternyata, baru kopi tanpa gula versi mesin yang tersedia… it is Okey, ini juga lumayannn.

Photo : Forum curhat tertinggi / dokpri.

Akhirnya menjelang sore, 2 rapat kinerja tahunan bisa dituntaskan. Meskipun ada dinamika yang tidak terelakkan, tapi itulah bagian dari proses pembelajaran. Diskusi hangat demi status Acquit et de charge, juga melebar ke urusan masa jabatan dan mekanisme pengusulan pengurus…

Makin rameeee… meskipun akhirnya harus fatsun kepada regulasi, tetapi semua pihak menjadi mengerti dan memahami.

Selamat beraktifitas di awal minggu ini kawan. Kerja total, ngopay santai, giliran ngojay lihat-lihat kesempatan. Wassalam (AKW).

Espresso Ter-mewah.

Ternyata ini adalah sajian espresso termahal kawan…

Photo : Sajian espresso ter-mewah / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Perjalanan bandung – jakarta dengan bermobil memang butuh perjuangan, seiring dengan tangangan kemacetan di titik strategis di tol Cikampek -jakarta.

Tetapi apa mau dikata, tiket kereta habis, waktunya mepet… ya sudah bersama beberapa kru, meluncurlah menapaki jalan dengan segala kelengkapannya.

Maksudnya, isi bensin, isi e-toll card, isi perut di rest area (eh nanti inih mah), juga isi mobil dengan kresek indomaret/alfamart yang penuh dengan makanan ringan, minuman bersoda dan air mineral…. kayak piknik deh, satu lagi nyalakan aplikasi guglemap dan atau waze buat mantau perkembangan lalu lintas ke depan.

Berkat perkembangan teknologi, kita bisa (dibolehkan) tahu tentang sedikit masa depan lho…. tapi bukan urusan takdir yaa… tapi urusan jalan yang akan dilewati dengan bantuan aplikasi. Maka kita akan berusaha mengambil keputusan untuk memilih jalan terbaik, tercepat dan termudah yang dibantu dengan teknologi, meskipun tak sedikit yang malah tersesat karena guglemap nggak kenal sama panggung hajatan di tengah jalan, atau pagar komplek perumahan yang di gembok…. jadi…. meskipun teknologi bisa (sedikit-banyak) menolong kita, tetapi itu hanya gambaran singkat saja…..

Hikmahnya adalah, mari kita senantiasa bertaqwa karena Allah SWT sudah tahu arah kehidupan kita kemana…. sementara kita cuman tau dikit jalan yang (akan) dilalui aja terkadang suka jumawa…. sotoy dan sombong, tapi itulah dasar sifat kita semua heuheuheu.

Kembali ke cerita perjalanan bandung – jakarta, sesuai guglemap, warna merah hati terpampang di layar smartphone, menandakan kemacetan total siap menghadang. Si gugelmap nggak ngasih alternatif, jadi ya udah jalani aja…. ternyata bener, macet semacet-macetnya.

Segera makanan ringan dan minuman di buka, musik di mobil agak kencengin…. pokoknya bersiap melawan kebosanan…. maka 5,5 jam total perjalanan harus dijalani dengan keceriaan… ya iya laah, kalaupun sambil mutung dan marah-marah plus ngegerutu bin ngegerundel… “Tetep aja macet khan sob?”

Photo : Mesin espressonya / dokpri.

Alhamdulillah, tiba di jakarta menjelang sore langsung menuju tempat acara di kawasan bundaran HI, sebuah hotel megah yang nggak masuk standar biaya level kami… tapi indahnya rejeki, ada sponsor yang memberi kesempatan kepada kami, terima kasih.

Sebuah kamar yang luas dan strategis menyambut kami, juga kamar mandi yang lengkap baik shower, bathtube, toilet dan wastafel yang elegan. Serta yang paling membahagiakan adalah hadirnya mesin kopi yang bisa menghasilkan kopi espresso, dopio, americano lengkap dengan kopinya….. Alhamdulillah lagi.

Maka sebuah sebutan dan kesan mendalam menjadikan momen ini sebagai moment ngopay termewah, karena untuk menikmati sajian segelas espresso maka angka 2 juta lebih harus dikeluarkan….. maksudnya untuk bayar hotelnya hehehehe…. Nuhun pisan Mr.T.

Kepenatan melewati kemacetan tergantikan dengan fasilitas kamar yang begitu menyenangkan, meskipun tidak sempat menikmati kolam renang dan gym-nya tetapi secara keseluruhan tugas bisa dilaksanakan dan làncar……

….. kembali lagi urusan kopi….. nikmat banget ngopay di kamar, gratis, enak dan banyaak.. Asyik… srupuuuut.

Met wiken kawan, Wassalam (AKW).

Ngopay Ngojay di Ohana Bali

Ngopay Ngojay di Ohana Kuta.

Photo : Kolam renang anak & dewasa di Ohana Hotel / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Mendarat di Bandara Ngurai Rai, trus meluncur menuju hotel adalah hal yang lumrah, tetapi yang bikin degdegan adalah memilih hotelnya begitu mendadak dan pertimbangan utamanya adalah budget, budget dan budget… baru tentang lokasi dan kenyamanan.

Awalnya memang dikala jari jemari menjelajahi aplikasi perjalanan online untuk menemukan berbagai hotel murah di sekitar Kuta Bali, tetapi tentu tidak hanya murah tetapi juga memiliki standar kenyamanan. Jadi dalam waktu yang terbatas, melototin pilihan photo-photo hotel dengan harga pas di kantong.

“Lha.. nggak dibayarin kantor mas?”

“Sttt…. jangan ribut, ini mah non-Budget”

“Ooh… xixixixi….”

Jadi petualanganpun harus di jalani, meskipun cukup pede karena dilihat dari photo-photo dan cek lokasi via gugelmep memang masih di sekitar area Kuta meskipun bukan di jalan utama…. nah lo.

***

Jam 23.58 wita, kaki menjejak di lantai hotel disambut senyuman satpam dan resepsionis. Alhamdulillah hotelnya lumayan, meskipun jauh dari area pantai (klo jalan kaki) tetapi lebih tenang karena tidak mudah tergoda oleh hiruk pikuk keramaian seperti di sekitar kuta-legian-dan sekitarnya.

Photo : Kamar di lt.3 / dokpri.

Dengan harga 350Ribuan/malam udah dapet kamar hotel yang cukup bersih dan tenang, Bed yang besar juga ada kursi luarnya di mini balkon….. tapi lorong menuju kamarnya agak sempit, jadi mirip masuk ke lorong kamar kost-kosan hehehehe….. atau mungkin lantai ini aja kali….. jadi gampang akses ke kamar.

Over all untuk ruangan dan kelengkapannya cukup baik dengan kamar mandi yang memadai.

Yang menarik adalah terdapat juga kolam renang di lantai dasar, cukup buat bermain-main dengan sang buah hati (klo ikut maksudnya)… yang memang sudah dari sonohnya anak kecil mah seneng main air. Karena sekarang sendirian, ya sudah… tidur aja segera.. eh mandi dulu deh, baru tidurrr…

Nama hotelnya adalah Ohana Hotel Kuta, liat di traveloka lebih megah dari kenyataannnya tapi ya memang iklan harus begitu… ditampilkan semenarik mungkin dengan sudut photo dan pencahayaan yang memberi hasil lebih wah… yaaa mirip kamera jahat yang bikin wajah bercorak menjadi lembut tanpa jejak… kenyataannya juga lumayan, dengan budget terbatas dapat hotel yang bisa memberikan kenyamanan, menghilangkan penat dan mengembalikan kesegaran untuk menyongsong kerjaan yang nggak kelar-kelar.

Masuk kamar, lalu mandi, sholat, nyalain tivi… dan tivi nonton diriku… alias dotonton tivi…. yaaa karena diriku yang langsung terlelap, ternyata jam dinding di kamar sudah menunjukan waktu yang melewati tengah malam.

Photo : Nikmati Kopi Hotel / dokpri.

Esok harinya turun ke lantai 1, Sarapan pagi lumayan variatif, tapi karena hanya buah potong yang boleh dimakan di pagi hari, maka potongan semangka dan melon menemani makan pagi kali ini, sambil memperhatikan anak kecil dan kakaknya yang bersiap bermain air di kolam renang (Kolam renangnya di tengah-tengah dan untuk akses ke ruang makan akan melewati pinggir kanan kiri kolam renang).

Tak lupa secangkir kopi hotel dinikmati sambil mereka-reka rencana dan mempersiapkan diri untuk bertugas hari ini, cemunguuutz…

Jebur….

“Brrrr dingiiiin!” Celoteh sang kakak, diikuti adiknya meloncat ke tengah kolam untuk bercengkerama dengan air kolam renang di pagi ceria. Mereka tertawa dan duniapun penuh dengan canda. Selamat menjalani hari di pulau bali. Wassalam (AKW).

Salad & Udon

Pilih makanan yang banyak sayurannya, yummy…

BANDUNG, akwnulis.com. Lambung kiri dan lambung kanan kosong. Perlu diisi dulu kawan.

Salad ala-ala, tambah salad yang sudah tersedia plus sajian Udon dan kawan-kawannya yang menggugah selera.

Dimana ini?…. di sebuah restoran di daerah Dago Bandung, restoran yang berada di Hotel Sheraton Bandung.

Selamat makan kawan, Wassalam (AKW).

Kolam Renang Sheraton Bandung

Menikmati segarnya suasana di Kolam renang Hotel Sheraton Bandung.

Photo : Kolam renang bentuk spinner di Sheraton Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Seiring liukan angin dan nyiur melambai, pesan kedamaian dan rasa tenang menyentuh di kalbu dan menambah kesegaran fikir di pagi yang cerah ini.

Air kolam renang yang biru membiru, melambai manja mengajak bercengkerama. Saling bersua dalam suasana pagi ceria, mengkecipakkan rasa dan gemericik air yang tak pernah bosan dalam berbagai bentuk serta keadaan.

Kolam renang dewasa dan kolam renang anak berdekatan tapi area terpisah. Kedalaman 30cm kolam anak memberi kesempatan untuk bermain air bersama si kecil. Lalu di kolam dewasa, bisa berendam atau berenang atau hanya main air saja… ah itu khan pilihan.

Bentuk kolam renang yang tidak kaku, seperti bintang segitiga dengan setiap ujungnya membulat, sehingga seolah ada 3 kubu sudut cengkerama yang bisa digunakan. Mirip spinner, mainan anak yang pernah booming beberapa waktu lalu, yang diputer-puter di telapak atau di jemari dan memunculkan warna warni sesuai lampunya... “Kebayang nggak?…?

Kedalamannya ada 2 variasi, 1,3 meter dan 1,5 meter….. buat orang dewasa (yang belum lancar berenang) nggak usah khawatir…. kaki masih bisa napak kok, nggak bakalan minta tolong karena ternyata harus ‘tenggelam‘ seperti tulisan fiksi terdahulu yang berjudul ‘TULUNG-fbs*).’

Kolam renang ini terletak di Jl. Ir. H. Juanda No.390, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135, yaitu Hotel Sheraton Bandung & Tower. Fasilitas kolam renang ini merupakan bagian dari tempat menarik yang bisa digunakan bagi penginap di hotel ini. Tetapi jangan khawatir, yang tidak menginappun boleh menggunakan kolam renang ini dengan biaya 150K/person, baik weekday dan weekend harganya sama. Dengan duit segitu, paketnya tidak saja akses ke kolam renang, tetapi juga sauna dan jacuzi, jadi satu paket gitcu….

Photo : Kolam renang dari arah lobby hotel / dokpri.

Suasana alami penuh keasrian dan hijau menentramkan memberi kesempatan jari jemari mengetikkan untaian kata yang rebutan dengan keinginan untuk loncat ke kolam renang dan bercanda dengan kesegaran.

Tapi itulah kenyataan, keseimbangan mengetik oleh jemari dan keinginan segera berenang dapat dipahami sebagai bagian proses memilih dan bermain di tataran skala prioritas. Jadi tinggal berfikit rasional saja, jus do it. Yang penting jangan kebalik,.. loncat ke kolam dulu sambil ngetik di layar keyboard virtual di smartphone… dijamin berabe dan berpeluang memberenangkan smartphone di kolam renang…. fatal pisan tah.

Jam operasional kolam renang selama 12 jam, mulai 06.00 wib sd 18.00 wib saja, dan di kolam dewasa dibatasi umur anak minimal 12 tahun. kalau di kolam anak, tidak dibatasi umur, silahkan saja…. cuman piraku we orang dewasa kukucuprakan di situ, kecuali dengan judul ‘lagi ngasuh’.

Satu lagi, tidak ada lifeguard jadi betul-betul mengamankan diri sendiri dan keluarga, karena kolam renang menjadi tempat berbahaya, baik anak kecil apalagi balita yang tak tahu bahaya besar mengintainya.

Jadi, segera berubah…. menggunakan pakaian renang dan kacamatanya. Lalu perlahan masuk ke kolam renang ini…. berendam aja sambil jongkok, hingga air memenuhi batas leher. Maklum belum lancar berenang. Heu heu heu... yang pasti naungan alam daun nyiur melambay memberikan aura ketenangan ditengah hiruk pikuk kegalauan yang tak berkesudahan.

Selamat beraktifitas hari ini, Wassalam (AKW).

Tulung – fbs*)

Ningali kolam renang, janten aya ideu carita, cag.

Photo : Kolam renang Sheraton Hotel Dago Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sampulurna awak matak ngahudangkeun kahayang, basa ningal Anjeun hanjat tina cai nu hérang ngagenclang. Pinareup sareng tarangbaga nu dihalangan ukur ku lawon ipis tur sakedik, matak hélok tur pikabitaeun.

Angin isuk ngagelebug maksa rumasa ngariutkeun kahayang, tapi panon teu bisa ngiceup, ngadon molotot. Mapay sampulurna kulit ti luhur sausap rambut dugi ka handap sausap jeungkal, sanajan ukur ti kajauhan.

“Kadieu…”

Gebeg!!! reuwas nataku, Anjeun ngagupayan. Uing buru-buru ngadeukeutan, “Aya pikersaeun naon Enéng”

“Manawi teu kaabotan, tiasa nyuhunkeun bantosan Aa?”

Duh soanten nu halimpu, matak ngagebrukeun kalbu ngempraykeun haté, bungah pisan atoh teu aya hingga.

“Punten manawi tiasa pangmilarikeun geulang, bilih murag tadi waktos kokojayan”

“Mangga geulis”

Teu antaparah deui, langsung ngadeukeutan sisi balong, gajleng.. gejebur!!!

Photo : Kolam renang anak di Sheraton Bdg / dokpri.

Mimitina mah karasa seger awak panggih jeung cai, ngan hanjakal geuning suku téh teu bisa ngadampal balong, mangkaning ngojay can lancar. Satekah polah leungeun jeung suku pakupis, awak diancul-ancul. Tungtungna leuleus, eungap, ranyay tuluy poék, “Tuluuung…”

***

Lalaunan kongkolak soca dibuka, “Ieu dimana, geuning loba jelema?”

“Alhamdulillah Jang, manéh salamet. Ari can bisa ngojay, ulah ngajago ngagejebur dina kolam nu 3 meteran” Sorongot life guard, Uing tungkul, éra. Nu awak sampulur duka kamana, tinggal Uing teu walakaya. (AKW).

***

*)fbs : fiksimini bahasa sunda.

Catatan : Cerita ini hanyalah fiksi khayalan, tetapi mungkin terjadi. Dengan settingan berada di pinggir kolam renang tentu menikmati keindahan ciptaan Tuhan adalah keniscayaan, yaitu badan-badan mulus dengan balutan swimsuit.

Saking terpesonanya, sehingga disaat Eneng syantik memanggil dan minta tolong, tanpa pikir panjang segera dipenuhi dengan meloncat ke dalam kolam renang. Untuk mencari gelangnya yang hilang.

Masalahnya adalah : Kolamnya berkedalaman 3 M dan ternyata peloncat ini belum lancar berenang….

Akibatnya hampir fatal, untung segera diberikan pertolongan.

Nilai pentingnya adalah jangan silau dengan kecantikan dan keseksian perempuan sehingga permintaannya langsung dipenuhi tanpa berfikir rasional tentang kenyataan dan kemampuan.

Selamat berhari Senin kawan, Wassalam (AKW).

Berenang di Hotel Margo

Berbasah ria di The Margo hotel, baru meeting.

photo : Swimming pool Margo Hotel / dokpri.

DEPOK, akwnulis.com. Di kala sang mentari masih malu-malu menampakkan diri, raga ini sudah bergerak sendiri menuruni titian janji, berjingkat perlahan tapi pasti menjauhi peraduan dan akhirnya menuju lantai yang telah ditentukan.

Tepatnya lantai 3 yang menjadi tujuan, keluar dari lift belok kanan langsung disambut oleh si belang putih merah ati yang akan menemani dalam prosesi pengeringan nanti.

Melewati pintu kaca dan berjumpa dengan gemericik air kolam renang yang menenangkan jiwa dan mengajak raga untuk bercengkerama.

‘Jangan lupa buka baju dulu’

Jeburrrr!!!….

Kesegaran menyeruak menyentuh pori yang butuh kesegaran. Adrenalin meningkat seiring lamanya badan menahan nafas, lantai kolam renang yang biru menghasilkan siluet indah hasil kolaborasi cahaya dan gerakan air yang dinamis optimis.

Swimming pool Hotel Margo di jalan Margonda Kota Depok ini memang nyaman, meskipun ukurannya bukan kelas olimpic, tapi lumayan buat hiburan dan bersantai sambil melihat pandangan ke arah jalan raya dan mukanya mall margonda.

Kolam dewasa dengan kedalaman 160 cm dan kolam anak 60 cm, dilengkapi air yang menyemprot dari ujung kanan kiri, memberi kesan meriah dan menyenangkan.

Cuman musti hati-hati berenangnya, jangan sambil mangap, ntar nggak sengaja neguk air kolam dan dilanjutkan neguk lagi…. maka kerugian buat kita, pertama shaumnya batal trus kedua rasanya nggak enak karena sudah diberi kaporit ehh mentah lagi airnya..

Berenang kesana kemari akhirnya berhenti karena memgingat di bulan ramadhan ini musti jaga stamina serta bersiap ikutan meeting pagi ini.

“Lha emang sekarang jam brp?”

“Jam 06.15 mas”

“Busyeet niat banget kamu…”

Hanya senyum dan gejebur yang menjawabnya. Tidak ada niat berlebihan, tapi sedikit menikmati fasilitas di sela kerjaan yang bejibun dan injury time moo libur…. khan hal yang wajar.

Selamat beraktifitas dan bersiap menjalani libur panjang Idul Fitri 1440 H. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
The Margo Hotel, Jl. Margonda Raya No.358, Kemiri Muka, Kec. Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424.