Brunch at Sensa Hotel

Perjalanan rasa di area Cihampelas Walk Bandung..

Photo : 2 mini salad tersaji / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Variasi sajian makanan menjadi ilmu tersendiri. Meskipun ini tidak berdiri sendiri, diawali dengan pemilihan bahan makanan yang tepat, cara pengolahan yang benar dan pelaksanaan penyajian yang menarik dengan rasa yang mudah dinikmati banyak orang.

Di masa SLTP SLTA dulu, mulai mengenal dengan mata pelajaran tata boga. Sebuah mata pelajaran yang berhubungan erat dengan makanan serta minuman. Jauh sebelum itu, di masa kecil sebenernya sudah mulai beraktifitas seperti ini dengan istilah ‘papasakan‘ alias masak pura-pura tapi beneran… eh gimana siih?

Maksudnya masaknya sambil bermain dengan kawan, membuat perapian darurat, pake ketel kecil atau penutup kaleng kue, mentega dan minyaknya ambil dari dapur orangtua. Yang dipasaknya biasanya nasi dengan potongan bawang putih merah tanpa ukuran jelas plus garam. Yang paling sering masak eh goreng kerupuk… gampang dan dapat dinikmati bersama-sama.

Kalau sekarang, anak-anak mungkin babakaran dengan marsmallow dan barbeque, sementara di masa lalu adalah bakar jangkrik dan belalang yang begitu mudah di dapat dari kebun sekitar tempat bermain untuk menu penuh protein dengan rasa yang tak kalah dibanding daging ayam (pada waktu itu yaaa).

Pengalaman masa kecil yang menyenangkan.

Photo : Appetizernya buah potong / dokpri.

Hari ini, sajian makanan yang dibuat dengan ilmu tata boga yang terus berkembang, membuat tampilan yang lucu untuk dipandang, pas di mulut dan yang pasti rasanya harus lezaaat.

Begitupun dengan hari ini, berjumpa dengan sajian makanan dan buah-buahan yang menarik sajiannya juga penasaran dengan rasanya… kemoon.. cobian.

Sebagai pembuka, senampan buah iris eh buah potong dengan kesegaran dan aneka warna menarik plus 2 buah bunga kuning bikin sajian lebih semarak. Yummy.. segerr.

Photo : Sajian Aneka salad yang menawan / dokpri.

Lalu beraneka salad mini tersaji dengan apik, pengen ngambil semua… tapi khan harus ingat orang lain juga kapasitas perut ini. Sehingga pilihannya jatuh kepada 2 sajian salad. Satu sajian salad sayuran seafood dan satu lagi salad mayonies… kecil tapi enak lho.

Giliran makan beratnya tentu saja sayuran dan goreng ikan yang menjadi pilihan. Tak lupa tahu goreng aci pedas dan sapi lada hitam menjadi pelengkapnya. Yang jadi pembeda, si potongan daging ikannya itu mirip cireng, penganan jajanan makanan ringan yang ngehits di Bandung. Pas dimakan… ya tetep ikan goreng, yaitu daging ikan dori.

Photo : Sajian main course / dokpri.

Beraneka sajian makanan dan buah-buahan yang ditampilkan, diolah dan disajikan dengan berbagai teknik berdasarkan keilmuan dan tentu pengalaman sang Chef di meja dapur hingga sajian apik sang pelayan menjadi salah satu momen tasyakur binnikmah hari ini. Betapa berkah Illahi tiada henti, dengan segala kesempatan dan kemudahan ini. Alhamdulilah.

Selamat menjalani hari dengan tetap bersyukur dan menata hati. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Restoran Lt.3 Sensa Hotel, Cihampelas Walk Bandung.

Berenang eh Bekerja di Fave Hotel Tasikmalaya

Bekerja dan berenang di Kota Tasikmalaya…

Photo : Kolam renang di pagi hari / dokpri.

TASIKMALAYA, akwnulis.com. 2 minggu lalu mengulas salah satu kolam renang di Hotel Metro Tasikmalaya, ternyata perintah tugas kembali mewajibkan diri untuk menjejakkan kaki kembali disini. Alhamdullillah, dengan momen yang berbeda bisa kembali menjelajah di kota bordir dan baso ini.

Tetapi tentunya kembali kepada tagline ‘Ngopay dan Ngojay’, maka sasaran terdekat adalah keberadaan kolam renang di hotel ini, Hotel Fave Tasikmalaya.

Tiba di hotel segera menuju resepsionis dan mendapatkan kunci kamar masing-masing. Lalu bergerak ke lift dan menuju lantai yang sudah ditentukan. Menyusuri lorong dalam kondisi mata dan badan yang terasaaaa…. remuk setelah melewati perjalanan di tengah malam selama 3 jam.

Yup karena bejibun tugas sehingga maksain berangkat jam 22.30 wib, tapi itulah jalannya kehidupan… hingga tiba tepat jam 01.00 wib di hotel Fave Tasikmalaya ini.

Pas buka pintu kamar, masukan kartu kunci kamar.. dan bray… lampu menyala… agak melongo karena dua tempat tidur yang disediakan sudah terisi. Yang satu melotot dan satu lagi berkacamata.

Photo : Senyum ceria menyambut di kamar hotel / dokpri.

Omaygaad…. buru2 tarik nafas dan kucek-kucek mata…. ternyata hanya bantal lucu bertema wajah dengan warna2 yang ceria… sugan teh naon.

***

Pagi hari saatnya menyapa hari tanpa banyak tanya, segera meluncur ke lantai 2 dimana kolam renang itu berada… Tadaaa.

Kolam renang berbentuk geometris dan masuk kategori sedang mengecil…. “Jiaaah ukuran apaan tuh?”

Ukuran suka-suka aku ah, usil amat.

Kolam renang ini hanya diperuntukkan bagi tamu yang menginap saja dan disampingnya adalah ruang meeting serta terdapat kedai mini untuk sekedar minum alakadarnya.

Photo : Mengintip kolom renang dari kamar hotel / dokpri.

Yaa… lumayan buat refresh di Tasikmalaya, itupun klo sempet dengan bejibun agenda tugas memang sangat kecil kemungkinannya. “Tapi wajar khan diusahakan…..?”

Terdapat dua kolam yang sebenernya bersatu memanjang, tetapi terbagi untuk area kolam renang anak dengan kedalaman 0,5 meter dan kolam renang dewasa kedalaman 1,2 meter.

“Kok tahu sih?… nyebur yaaa?”

“Ih kepo, emangnya gue meteran, bisa otomatis ngukur kedalaman” jawabku agak ketus.

“Hahahahaha”.... tawa puas menggema, diriku cemberut, tapi perlahan tersenyum dan tertawa bersama.

Saling ejek sesama teman mah biasa… ntar dibalas ah.

Oh iya, airnya dingin yaa…. tetapi airnya terlihat bening dan bisa lihat ke dasar kolam yang membiru dengan jelas. Water tesnya stabil di ph 7,0-7,6 dan cl 1,5. (Keren khan bisa hafal sampai angka-angka, padahal khan tinggal baca di papan indikator hehehehehehe).

Hayu ah berenang dulu… eh salah, hayu kita bekerja dulu. Wassalam (AKW).

Meditasi di Sensa Hotel Swimming Pool

Main air dan mencoba meditasi, disini.

Photo : Pemandangan jembatan layang paspati / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Iseng nulis tentang kolam renang yang pernah dilihat, dinikmati dan dirasakan ternyata ada hikmah yang tidak terhingga.

Yang paling utama adalah belajar konsentrasi dan menjaga ketenangan serta akhirnya belajar berdamai dengan alam dan memperkuat makna kesendirian dalam hakikat hidup yang sebenernya… “Hiiy kok sendirian bro?”

Maksudnya dari sisi makna hakiki, coba saja berenang dengan tenang. Meluncur dari pinggir kolam, biarkan wajah berada di dalam air dan bergerak perlahan dengan menikmati sentuhan air yang menyegarkan. Jangan diangkat kepalanya untuk ambil nafas, tapi tahan sampai paru-paru hampir tidak kuat menahan keinginan alami mengambil oksigen.

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri

Coba dalam hati berdzikir dan bersyukur atas makna hidup ini. Nah, rasa sendirian akan dirasakan, sepi tidak ada suara lain selain gerakan air yang menenangkan sekaligus bisa menenggelamkan…. itulah suasana kesendirian yang bisa dimaknai sebagai cara memaknai indahnya berkehidupan.

Jikalau sudah tidak kuat, ambillah nafas dan ulangi. Tidak usah takut untuk tiba di ujung kolam selanjutnya, tetapi biarkan air kolam ini mengantar raga hingga tiba ditujuan…. insyaalloh rasa segar bukan ada di phisik saja tetapi jiwa dan pikiran semakin lebih tertata.

Nggak percaya?”… ayo cobaaa…

Jadi mirip meditasi yang sarat dengan konsentrasi. Cuman klo sambil berenang, konsentrasi buyar langsung terasa atau terlihat dari gerakan tubuh yang nggak selaras dan ujung-ujungnya raga perlahan tapi pasti akan tenggelam menuju dasar kolam renang… cobaa geura.

Nah.. kali ini kolam renang di salah satu hotel di jalan Cihampelas Kota Bandung, tepatnya di lantai 3 Sensa Hotel Bandung.

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Sebuah hotel yang mengambil konsep unik futuristik serta menyatu dengan akses mall yaitu Cihampelas Walk atau Ciwalk, serta akses belanja ke toko-toko di sepanjang jalan Cihampelas, plus juga skywalk yang memanjang diatas jalan Cihampelas menambah keunikan Kota Bandung.

Kolam renang yang tersedia, ukurannya sedang dan memang hanya ditujukan untuk tamu hotel yang menginap saja. Ada satu kolam renang anak berbentuk lingkaran dan satu lagi kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter..

Yang menarik adalah salah satu sisi kolam renang ini menghadap langsung ke arah jalan layang pasupati dan pemandangan sebagian lanskap kota bandung sehingga ada beberapa media online yang memasukan kedalam golongan ‘infinity pool’.

Infinity pool itu adalah kolam renang yang tepiannya dirancang menimbulkan kesan memanjang sampai tak terhingga dan seolah menyatu dengan alam sekitarnya. Biasanya dibangun di tebing atau di tepi pantai sehingga menyatu dengan alam, bisa juga menyatu dengan lanskap kota kali yaaa……

Menikmati kolam renang di Sensa Hotel, bicara jenisnya maka masuk ke dalam kategori privat pool dengan bentuk yang geometris. Satu sisi yang langsung bisa melihat pemandangan kota yang dianggap masuk ke kategori infinity pool. Kata aku mah belum, tapi yaa gpp…. asyik juga kok, berenang terus nyantey sambil lihat deretan mobil yang berjajar di atas jembatan layang pasupati karena tersendat kemacetan.

Disisi kolam renangnya ada kursi santai, rumah-rumahan plastik untuk bermain anak dan meja kursi untuk menikmati pemandangan kota bandung juga ada akses tangga ke lantai lain menuju ruang fitnes.

Catatan penting, usahakan klo moo berenang diluar jam makan guys. Karena ntar malah jadi tontonan orang, soalnya kolam renang ini berbatasan langsung dengan restoran, terutama meja kursi yang outdoornya. … boro-boro bisa konsentrasi apalagi meditasi, yang pasti jadi ngobrol hepi-hepi. Kecuali memang kamu seneng berenang sambil diliatin orang-orang, itu mah beda lagiiih.

Itulah sekelumit kisahku dengan kolam renang di Sensa hotel. Selamat bersenang-senang, Wassalam (AKW).

Berenang di Aston Tropicana Hotel Bandung

Bercengkerama mesra dalam kesegaran rasa, disini.

Photo : Kolam renang anak dan bola aneka warna / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Jaman baheula eh jaman dulu tempat ini menjadi tempat kawula muda bergaul mencari hura dan jati diri, namanya studio east. Yang hafal dan inget dijamin bukan generasi millenial dan umurnya dapat ketebak hehehe.

Sekarang bangunan itu tetap berdiri dan berganti rupa menjadi hotel, namanya Hotel Aston Tropicana di Jalan Cihampelas Kota Bandung.

Moo promo hotel?”

“Bukan pren, moo lihat kolam renangnya”

Gubraag!!!… “walah berenang lagi toh”

Tanpa terganggu dengan kebingungan penanya, bergegas masuk lift yang pintunya telah terbuka. Dengan keyakinan mantab, pijit nomor enam untuk membawa raga ini melihat dan menikmati kolam renang di hotel yang indah ini.

***

Photo : Kolam renang Hotel Aston Tropicana / Dokpri.

Kolam renang dengan air membiru dil lantai 6 ini cukup menarik selera untuk segera berkecibak mesra. Terdapat 2 kolam renang, yakni untuk anak-anak demgan kedalaman 60 cm. Kolam satu lagi diberi sekat sebagai pembeda kedalaman, yaitu kedalaman 1,2 meter dan 1,5 meter.

Disamping kolam terdapat kursi-kursi bersantai sambil menghirup kesegaran udara Bandung ini. Terdapat juga mini cafe dan meja kursi yang memanjakan penikmat kolam renang dengan sajian minuman dan kudapan yang yummy.

Oh iya, jam operasionalnya mulai 06.00 wib sd 18.00 wib.

Photo : Cafe samping kolam renang / dokpri.

Kolam renang ini relatif tenang dan tidak terlalu ramai, karena berdasarkan kebijakan manajemen hanya bisa diakses oleh tamu hotel yang menginap saja. Tapi minimal info ini bisa nambah-nambahin referensi jikalau pas di Bandung dan nginep disini, jangan lupa berenang eh main air bersama keluarga.

Karena dengan berenang melatih konsentrasi dan menikmati ketenangan dalam kesunyian…

maksudnya?….

ntar diulas ditulisan selanjutnya.

Gak sabar pengen segera turun aah…. Wassalam (AKW).

***

Kolam Renang Hotel Metro Tasikmalaya.

Masih tentang kolam berenang, sekarang di Kota Tasikmalaya.

Photo : Kolam renang Hotel Metro Tasikmalaya / dokpri.

TASIKMALAYA, akwnulis.com. Kesana kemari menapaki bumi, senantiasa bersua dengan keagungan Illahi Rabbi. Termasuk berbagai hal yang mungkin biasa, tetapi ternyata memiliki nilai yang bisa saja sangat bermakna.

Itulah yang dicoba diriku tetap pegang dan terapkan, termasuk dalam menikmati kesegaran kolam renang.

Bukan berarti bahwa dengan hadirnya kolam renang harus segera loncat… jebuur dan berenang. Tetapi dengan indra pendengaran bersinergi suara gemericik air atau kecipak gelombang kecil orang berenangpun memberi efek ketenangan.

Bisa saja hanya duduk terdiam dipinggir kolam sambil menikmati suasana yang segar, atau… itu tadi, langsung pake celana renang, jangan lupa kacamata khusus renang…. segera bercengkerama dengan hamparan kesegaran… so simple guys.

Jadi dikala membaca tulisan-tulisanku tentang kolam renang, bukan berarti memang harus berenang atau sudah berenang disitu, tetapi informasi kolam renanglah yang perlu digaris bawahi.

“Jadi kamu nggak berenang?”

“Pasti cuman nonton yang renang yaa?”

“Ngapain mosting photo kolam renang klo nggak direnangi?”

Photo : Swimming pool dari sisi yang berbeda / dokpri.

Tiga pertanyaan umum yang mungkin melingkar di benak pembaca. “Mau tau jawabannya?”

“Mauuuuuu”

“Mau tahu atau mau tahu banget?”

“Mau tahu bangeeeet!!”

Jawabannya, “Emang gue pikirin, mau renang mau tidak yach itu khan pilihaan, terserah!!!”

Nada muram langsung mengembang, padahal jawaban sebenarnya adalah, “Saya lagi belajar berenang, jadi setiap ada kolam berusaha nyemplung untuk menikmati sensasi cengkeraman rendaman air”

Senyuman tersungging dan tawa membahana, seolah tidak percaya dengan jawaban kedua.

Ya sudah, terserah pembaca mau berpersepsi apa…. monggo, yang pasti diriku berusaha menulis apa yang dilihat dan apa yang dirasakan, juga menyajikan photo-photo hasil jepretan hp sendiri. Titik.

Eh lanjuut, nah kolam renang kali ini terletak di lantai 3 Hotel Metro Tasikmalaya. Lokasi tepatnya di Jl. K. H. Z. Mustofa No.263, Nagarawangi, Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46124 (buat tahu harga dan fasilitas lainnya klik aja traveloka, tiket.com dan sebangsanya).

Photo : Tata tertib kolam renang / dokpri.

Bentuk persegi empat dengan kedalaman flat 1,2 meter. Airnya dingin jernih membiru, disekelilingnya terdapat kursi santai dan disampingnya ada space yang sering digunakan untuk ruang pesta. Dipisah oleh tembok pembatas, terdapat kolam anak dengan kedalaman 40 cm. Tetapi wajib dengan pangawasan orang tua atau orang dewasa karena tidak ada baywatch eh… lifeguard.

Fasilitas shower dan kamar mandi terletak di belakang kolam renang dibatasi dinding motif garis yang menjadi penghias fasad di lantai 3 Hotel Metro Tasikmalaya ini.

Photo : Baso Laksana Yamien Manies komplit / dokpri.

Naah… malam harinya, usahakan beredar di Kota Tasikmalaya untuk icip-icip kulinernya. Sebenernya banyak pilihan, tetapi untuk bakso khas tasik ya segera meluncur ke RM Baso Laksana di dekat Mesjid Agung Tasik trus dilanjut Ngopay… eh menikmati Kopi Papua di Warung Kopi Lawas dengan metode vietnam drip.

Wilujeng Ngojay dan Ngopay, Wassalam. (AKW).

Berenang di Pandeglang

Berenang di sini, sebagai hiburan dalam perjalanan.

Photo : Kolam renang dini hari / dokpri.

PANDEGLANG, akwnulis.com. Adzan shubuh berkumandang dikala menjejakkan kaki di lobby hotel Horison Altama Pandeglang Provinsi Banten, setelah perjalanan selama 6 jam menyusuri pekatnya malam melintasi 3 provinsi (Jabar-Jakarta-Banten).

Lelah bukan untuk berkeluh kesah, tapi sesaat mendesah untuk selanjutnya musnahkan resah dan hasilkan sesuatu yang bernilai berkah.

Salah satu yang bikin semangat adalah kecipak air menyegarkan dari kolam renang yang segera menyambut dikala raga ini tuntas cek in dan bergerak menuju kamar. Sayangnya sang kolam masih dalam proses pembersihan sehingga harus bersabar dikala ingin bercengkerama dalam basah yang menyegarkan.

***

Tuntas meeting adalah saat yang tepat untuk mencoba bercengkerama dengan segarnya rasa dan biru kemilau kolam renang di hotel ini.

Photo : Kolam renang di sore hari / dokpri.

Memang bukan infinity pool, ataupun berukuran olimpic yang panjang dan luas. Tetapi mensyukuri kesempatan sekecil apapun adalah nilai hakiki dalam kehidupan.

Jadi segeralah berubah, menyesuaikan kostum agar cocok dengan kolam renang. Bukan pake solempak yang terlalu minim, bukan pula pake jas dasi trus loncat nyebur ke kolam sementara peserta dan panitia rapat lainnya masih bergerombol di sekeliling kolam renang.

Bersabarlah…..

Biarkan waktu bernafas sejenak, melepaskan sisa resah yang mungkin masih tersimpan di ujung dada pengharapan.

Photo : slice fruit with hot lemon / dokpri.

Akhirnya sore haripun menyapa, sepi suasana membuka peluang untuk bercengkerama dalam kesegaran kolam berkelok dengan kedalaman 1,2 meter ini.

Ditemani payung-payung warna warni penghibur lara hati, cukup sebagai penggugah raga memberi modal kesegaran sebelum berjibaku kembali dengan kepadatan lalu lintas Pandeglang – Jakarta – Bandung.

Gejebur!!!!!

Selamat #ngojay, Wassalam. (AKW).

Pod Rail Transit Suite Gambir

Mencoba kamar super mini di Gambir, ternyata….

Photo : Dalam Pod room / dokpri.

SERANG, akwnulis.com. Perjalanan pagi dari Stasiun Gambir menuju Wilayah Provinsi Banten, terasa begitu nyaman. Semenjak keluar dari Gambir, Nissan grand livina 1500 cc ini tidak menemui kemacetan berarti. Melesat lancar menuju tol kota dan terlihat bertolak belakang dengan arus lalu lintas menuju pusat jakarta. Terlihat kemacetan mengular meskipun sudah digunakan metode contra flow.

Pak Pri Hartono, sopir GoCar dengan tenang mengemudikan kendaraannya membelah suasana sunyi di satu sisi ditemani sinar mentari yang mulai hadir menghangati bumi.

Perjalanan yang begitu tenang dan damai, termasuk melewati kebon jerukpun tidak ada kemacetan berarti, Alhamdulillah pilihan waktu keberangkatan yang tepat, tadi pas pukul 06.00 wib mulai start dari Stasiun Gambir setelah beristirahat sejenak di PODnya Rail Transit Suite Gambir

“Apa itu PODnya Rail Transit Suite Gambir?”

Photo : Ayo mau dimana? / dokpri.

Nah inilah pengalaman yang perlu dicoba. Kebetulan memang dengan waktu yang begitu ketat dengan penjadwalan padat merayap maka praktis dalam 1 minggu ini pergi kesana kemari, atau istilah kerennya ‘ijigimbrang‘ kesana kemari.

Jangan tanya lelah, karena itu adalah realitas. Jangan tanya cape karena itu bikin bete. Tapi jalani saja semua dengan tetap berusaha menyeimbangkan antara kepentingan kerja dengan perhatian kepada keluarga.

Karena apa, kerja keras dalam bekerja tentu berharap mendapat penghasilan untuk keluarga. Disisi lain bukan hanya penghasilan tetapi juga perhatian bagi keluarga menjadi unsur penting yang harus diseimbangkan.

Photo : 20 kamar pod room / dokpri.

Metodenya?….. itu mah terserah masing-masing. Yang pasti, diskusikan dengan pasangan dan anak bahwa konsekuensi pekerjaan menuntut seperti ini. Disisi lain, luangkan waktu untuk tetap berjumpa dengan keluarga meskipun hanya sebentar. Bercengkerama lalu pamit mengejar kereta, tertawa bersama dirumah lalu terbang dengan pesawat berbujet murah. Tugas negara di jalankan, keluarga tetap terperhatikan…

“Ih kok jadi curcol, kamar pod-nya gimana?”

Ini ceritanya…. jeng jreng….

Kamar pod itu ternyata berasal dari istilah bahasa sunda, yaitu ‘nyemPOD‘ alias nyempil di tempat sempit… heuheuheu, maksa ih.

Tapi aslinya, kamar POd ini memang seukuran badan alias segede kotak peti mati atau tempat kremasi dech (klo liat di film-film). Dengan model dormitory asrama, ranjang bertingkat maka harga yang ditawarkan jauh lebih murah, via aplikasi traveloka dapet harga 200ribu untuk 1 hari. Kalau direct ke hotelnya bisa pake 12 jam atau 6 jam dengan harga lebih murah… tapi tidak dijamin ready, karena penuh terus.

Pod room (male only, share room), itu tulisan di keterangan aplikasi. Soalnya penutup kamar nyem-Pod ini hanya tirai….euh kerai belaka, khan klo ada perempuan trus salah kamar bisa berabe, sementara posisinya berjejer dan bertingkat.

Photo : kopi item fasilitas hotel / dokpri.

Overall, ruangannya bersih, AC dingin meskipun berbagi. Kamar PoDnya pake kartu untuk nyalakan lampu, ada kotak penyimpanan dibawah kaki lengkap dengan kunci. Handuk, sikat gigi dan sebotol air mineral tersedia sebagai fasilitas. Kasur dan bantalnya empuk dan bersih.

Nah, kamar mandinya sharing juga, 2 buah wc dan 3 shower, cukup untuk penghuni kamar Pod ini, khan maksimal 20 orang, tinggal giliran aja.

Oh ya mushola juga ada… juga pas pagi harinya ada fasilitas sarapan dalam bentuk nasi kotak, lumayaan… Alhamdulillah.

Meskipun penulis hanya menikmati sekitar 4 jam saja. Karena tiba jam 01.00 wib dengan KA argo Parahyangan dan disambut suasana temaram serta lomba dengkuran dari para penghuni memberi sensasi tersendiri dan jam 05.00 wib sudah bangun, mandi dan shalat karena pagi harinya harus sudah berangkat ke Banten diantar pak Pri sang Driver Gocar. Tidak lupa sebelum berangkat, ngopay dulu fasilitas hotel. Yaa.. kopi ala kadarnya hehehehe.

Pengalaman ini menambah wawasan dan hikmah, dimana nanti di alam kubur akan lebih sempit dari ini dan gelap gulita kecuali kita bisa membawa amalan-amalan yang baik, shodaqoh yang ikhlas, serta ibadah lainnya yang bernilai berkualitas di hadapan Illahi robbi serta doa-doa dari anak sholehah serta siapapun yang mendoakan kita kelak. Amiin Yaa Robbal alamiin, Wassalam (AKW).