Ngopay Ngojay (lagi).

Ngopay lagi.. ngojay lagiii.

SEMARANG, akwnulis.com. Kombinasi tema tulisan blogku kembali terjadi disini, yaitu bergabungnya kata Ngopay dan Ngojay.

Ngopay itu kata gaul dari Ngopi alias minum kopi dan Ngojay itu bahasa sunda yang artinya berenang. Ngopaynya diwakili secangkir kopi yag siap di sruput dan ngojaynya sudah jelas terwakili oleh kolam renangnya… “Trus berenang nggak?”

Itu sih relatif, tergantung moodnya. Tetapi yang pasti, kolam renangnya sudah tersedia.

Kolam renangnya agak kecil sebagai kelengkapan dari fasilitas hotel, tetapi cukup lumayan dan agak tertutup meskipun aksesnya dari restoran tetapi tidak terlalu terbuka.. kmh sih?..

Kopinya standar hotel saja, cukup melengkapi prinsip kohitala meskipun rasanya jauh dibanding manual brew V60 sendiri, tetapi inilah yang ada dan mari kita nikmati dan syukuri.

Oh iya, hadir juga laptop sebagai kawan setia yang mengawal keberhasilan tugas dan tuntasnya pekerjaan selama ini. Apalagi dikala ide mengalir maka penuangan kata (mungkin) lebih tertampung oleh laptop karena besar dibandingkan smartphone yang berukuran dimensi kecil…. tapi klo nulis tulisan ini mah tetep aja di smartphone dengan metode 2 jempol… maksudnya yang ngetiknya jempol kanan dan jempol kiri.

Selamat ngopay dan ngojay serta Selamat pagi dan selamat berkarya kawan, Wassalam (AKW).

****

Lokasi :
Hotel Pesonna Semarang
Jl. Depok No.33 Kembangsari, Kota Semarang Jawa Tengah.

Infinity pool & wild animal

Bercengkerama dengan kesegaran ditemani hewan liar yang eksotis di bumi pasuruan.

Photo : Berenang di temani si leher panjang / dokpri.

PRIGEN, akwnulis.com. Kolam renang yang berbatasan langsung dengan alam adalah sebuah dambaan. Bagaimana tidak, jernihnya air berpadu dengan kesegaran pagi ditemani binatang liar yang hanya berjarak selemparan batu.

Kolam renangnya terbagi menjadi 2 bagian yang disetting seperti menyatu. 1/4nya untuk kolam renang anak dengan kedalaman 80 cm dan sebagian besarnya adalah kolam renang remaja eh dewasa dengan kedalaman 1,4 meter. Airnya dingin tetapi menyegarkan dan tidak ada bau kaporitnya. Dengan bentuk kolam renang melengkung berkelok dan langsung berbatasan dengan tebing sekaligus pembatas taman satwa liar maka memberikan nuansa ‘infinity pool‘ yang khas karena bukan saja lanskap alam yang terasa menyatu tetapi begitu dekat dengan binatang liar adalah sebuah pengalaman penuh syukur yang tidak bisa dijumpai setiap hari.

Photo : Infinity pool with wild animal / dokpri.

Jerapah dengan leher jenjangnya menemani aktifitas renang di pagi ini, begitupun kijang dan burung unta hilir mudik sambil gangguin zebra serta badak yang asyik mengunyah sarapannya. Beda dengan hippo si Kudanil, masih bermalas-malasan di kolam renangnya sendiri.

Lokasinya memang cukup menantang, tetapi pengalaman yang didapatkannyapun memang sebanding dan menjadi kenangan tak terlupakan. Suasana alam sekitar dan keakraban kolam renang yang seolah tanpa batas ini bisa memberi ketenangan dan kedamaian meskipun hanya sesaat, dan membebaskan jiwa untuk keluar dari cengkeraman rutinitas kerja yang tiada pernah ada habisnya.

Photo : Bersantai sama Binar / pic by MRY

Petugas penjaga kolam renang sekaligus sebagai petugas yang memberikan pinjaman fasilitas handuk hotel siaga selama kolam renang ini bisa digunakan oleh penginap di hotel Baobab Safari Resort, termasuk bersikap tegas jikalau ada kemungkinan potensi bahaya tenggelam terutama anak-anak yang tanpa sadar bergeser ke kolam renang dewasa yang memang tidak diberi pembatas khusus. Maka dampingilah anak anda jika berenang atau bermain air disini, klo anak orang lain mau didampingi juga, lihat dulu apakah ada ayah ibunya atau tidak… jangan sampai niat baik jadi salah.

Oh iya.. ke lokasi ini bisa diakses dari Kota Malang atau dari Kota Surabaya, atau yang luar kota, bisa dari Bandara Juanda Sidoarjo yang pake pesawat dengan perkiraan perjalanan 2 jam menggunakan tol.

Kalau kami sekeluarga setelah menempuh perjalanan 16 jam dari bandung menggunakan KA Malabar dan tiba di kota malang tepatnya di stasiun kota malang, dilanjutkan dari stasiun kota malang menggunakan mobil sewaan plus sopir menempuh perjalanan 55 menit hingga tiba di hotel Baobab safari resort ini.

Cukup jauh memang, tapi terbayarkan dengan pengalaman yang didapatkan.

Selamat berlibur, salah satunya dengan aktifitas berenang di infinity pool berlatar belakang suasana hutan dan ditemani hewan-hewan liar. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Baobab Safari Resort
Prigen Kab Pasuruan Provinsi Jawa Timur.

Kopi & Kawan Sejati.

Kopi dan Udud, apakah kawan sejati?

CIREBON, akwnulis.com. Sebuah persahabatan dan pertemanan memiliki kadar kekentalan variatif, banyak faktor yang melingkupi. Kawan menjadi lawan, musuh menjadi sekutu bukanlah hal yang baku. Tetapi pertemanan abadi juga bukan hal yang tidak pasti, malah inilah yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

“Ngomongin apa sih kamu?.. lagi kecewa ya?”

“Nggak brow, aku mah lagi fine fine aja”

Sebuah jawaban singkat sambil menyusun puzzle kehidupan yang diwakili oleh sebungkus rokok dan panekernya, sebungkus kopi arabica cawene garut, kunci mobil plus remote dan sebuah tanda no smoking sekaligus penanda tempat dimana semua barang ini berada (pada saat diphoto maksudnya).

Dari photo tersebut adalah sebuah frame persahabatan yang kental antara kopi dan rokok atau disebut juga Udud (b. sunda). Betapa akrabnya kopi dan udud ini, dimana ada segelas udud maka akan hadir sebatang kopi… eh tibalik… yaa gitu deh maksudnya.

Betapa nikmatnya nyruput kopi sambil merokok… itulah gambaran umum yang terjadi.

Padahal tidak semua kopi berteman dengan udud. Kopi dinikmati sendiri dan tentu tanpa hadirnya rokok alias udud.

Bisa gitu?”

“Bisa pisan 😀😀😀 ”

Jadi yang tertarik menikmati kopi tidak perlu khawatir jadi musti merokok. Kopi dan rokok bukan sahabat sejati, tetapi kopi dan rokok sesekali bersua untuk silaturahmi, khususnya seperti yang tertera di photo awal tulisan ini.

Maka kembali kepada rumus kawan, berkawanlah biasa tanpa perlu berlebihan, apalagi terlalu menggantungkan harapan kepada mahluk yang fana… bersiaplah kecewa.

Selamat menambah kawan dalam setiap momentum yang ada, kawan sejati yang akrab di dunia tetapi juga merajut pahala untuk bekal di akherat sana. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Hotel Patra Cirebon.

Swimming Pool Santika Cipanas.

Mengejar kesegaran di kaki gunung Guntur.

GARUT, akwnulis.com. Sebuah pemandangan segar membiru membentang penuh keanggunan. Mengajak siapapun yang datang untuk bercengkerama dalam jalinan keakraban penuh sukacita.

Kembali ke hamparan kaki gunung guntur di daerah Cipanas Kabupaten Garut Jawa Barat tepatnya di sebuah hotel yaitu Hotel Santika Cipanas.

Kesegaran begitu menggoda dengan air kolam renang yang jernih, udara segar serta mentari pagi yang hangatkan badan serta harapan.

Photo : Kolam anak dan kolam dewasa Hotel Santika / dokpri.

Dengan jam operasional yang panjang yaitu mulai 07.00 pagi hingga jam 21.00 wib dimana terdapat petugas lifeguard yang standby maka akan terasa lebih tenang memilih waktu ataupun membawa sang anak berenang eh bermain air di kolam. Sementara diluar jam tersebut, tidak ada petugas meskipun tidak dilarang untuk kokojayan (berenang-b.sunda).

Kolam renangnya ada 2, satu untuk dewasa dengan ukuran mini olimpic dan satu lagi berbentuk lingkaran adalah kolam renang anak-anak dengan kedalaman 60cm dengan kondisi airnya dingin… mau yang hangat alami harus merapat ke arah lebih dekat kaki gunung salah satunya di Hotel Tirta Gangga Cipanas.

Photo : Ini Kolam ikan / dokpri.

Juga jangan terkecoh, jika sang anak malah main air di kolam lain. Di depan restonya ada kolam ikan berbentuk persegi panjang yang sepintas bisa saja disangka sang anak adalah kolam renang hehehehe

Cuma aku sih merasa nggak private, pas berenang bisa ditonton banyak orang dari balkon kamar ataupun dari tempat meeting di lantai 2, kecuali emang yang seneng diperhatikan orang lain… beda cerita itu mah.

Selamat berbasah-basah di Cipanas Garut. Happy Wikeend, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Hotel Santika Cipanas Garut
Jl. Cipanas Baru, Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151

Kopi Harmoni.

Ngopay dan sedikit bersantay… sebelum kembali berjibaku dengan segala macam kerjaan.

Photo : Ngopay & Nonton Ngojay / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Pembahasan angka-angka prediksi tahun depan terus bergulir hingga tadi malam. Tak kalah dengan waktu yang semakin larut, pembahasan terus berlanjut. Terkadang hadir sebuah tanya, “Ngapain siih sampe.malem-malem begini bahas kerjaan?”

Tiada jawaban yang lugas, karena semuanya hadir dalam momentum yang pas. Tugas harus tuntas dalam waktu yang terbatas, jadi…. lanjuttt di gasss…..

Meskipun kekuatan phisik dan otak ada batasnya, …. jadi ada saatnya harus rehat sejenak menarik nafas dalam tenang tanpa ditekan oleh beban tugas yang ternyata tak pernah ada habisnya…. ya begitu resiko bekerja bro…. berbahagialah, diluar sana banyak orang yang memdambakan posisi kita, tapi mereka tidak bisa… jadi mari kita bekerja bersungguh-sungguh meskipun tidak lupa sedikit rilex adalah keharusann juga.

Caranya?”

Aku sih gampang, keluar ruang rapat, menuju coffeeshop dan pesanlah sajian kopi hitam tanpa gula (kohitala)…. lalu cari spot skitar coffeeshop. Bisa nongkrong di bar atau di meja yang tersedia. Tapi pilihan kali ini berbeda, ngopinya dipinggir kolam renang yang diclaim airnya hangat… yaa hangat-hangat aiir kuku dech.

Jadilah rehat yang berkualitas, lumayan bisa mengurangi beban otak yang dibanjiri variasi angka realita dan forecasting setahun kedepan. Kopi yang dibuat dengan tubrukan perlahan ini adalah arabica garut (ceunah kata pelayannya)… lumayan acidity khas garutnya hadir…. srupuuuut.

Setelah itu beranjak menuju kamar dan menyempatkan mandi sebelum rebahan hingga tertidur hingga hari pagi.

Photo : Ngopi & Meeting / dokpri.

Esok hari diawali sarapan dan basa-basi, maka dimulailah meeting finalisasi. Pertemuan tertinggi bagi lembaga ini, mengusung tema optimis realistis maka angka yang disajikan naik turun tipis-tipis. Tidak lupa kopi arabica wine papandayan mendampingi dalam cangkir putih bersih berseri.

Selamat berdiskusi angka prediksi dengan berbagai asumsi, yang pasti akhirnya semua harus diputuskan dalam bentuk legalisasi. Wassalam (AKW).

Swimming pool Hilton Bdg

Memandang Kolam renang dan menulislah…

Photo : Swimming pool Hilton Bandung 11.00pm / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Garis pantulan lampu malam menyambut tuntasnya malam meeting malam ini diatas permukaan air kolam renang yang tenang namun menghanyutkan. Suasana lelah phisik karena aktifitas full dari pagi hari hingga hampir menjelang tengah malam ini ditambah ikut berfikir mempengaruhi kelelahan psikis yang juga harus dinetralkan lagi.

Memandang kolam renang adalah langkah awal penyegaran, idealnya adalah buka pakaian formal dan dengan celana renang langsung ngjebur kedalam kolam renang lalu bercengkerama dalam balutan kesegaran.

Tapi, kenyataan berkata lain. Terkadang harapan bertentangan dengan kenyataan. Malam ini cukup memandang saja tanpa bisa bercengkerama. Selain jam operasionalnya memang sudah habis, juga tak mungkin tiba-tiba maksain loncat ke kolam sementara bos melenggang sendiri menuju lobby hotel, khan nggak sopan.

Jadi selama ini nulis tentang kolam renang itu belum tentu berenang?

Tiba-tiba pertanyaan menohok muncul dihadapan. Yaa… disenyumin ajaa.. eh orang yang nanya dijawab dengan jawaban universal saja.. senyummmm.

Tapi juga sambil mikir…. jangan-jangan pertanyaan itu bener, maka otak segera merunut pengalaman masa lalu, merunutkan dalam tabel virtual kehadiran di kolam renang dengan posisi ngjebur atau tidak……. srettt….tik tok tik tok.

Photo : Temaram di kolam renang / dokpri.

Well…. overall terjadi perbandingan signifikan antara tulisan kolam renang yang sambil ngjebur dengan tulisan kolam renang yang hanya memandang, photo dan tulis dengan perbandingan 85% vs 15%…. masih jauh lebih banyak ngejeburnya.. berarti yang di swimming pool ini masuk 15%nya…. langsung aja disampaikan secara lisan jawabannya.

Ah nggak percaya, itu mah akal-akalan kamu aja, dasar pembual!”

Wuih ada yang marah, karena argumentasinya terpatahkan. Tapi buat apa berdebat?…. lagian mau orang lain berpendapat apapun tentang tulisan ini…. ya monggo.

Beda pendapat itu khan biasa, apalagi beda pendapatan hehehehe.

Ya sudah ah, mari kita pulang,.. eh anter ibu bos dulu hingga masuk ke mobilnya…. baru bergerak ke basement, ambil mobil dan cusss…… bergerak menembus keramaian lalulintas malam di kota bandung menuju rumah tinggal di perbatasan kota.

Sebuah nilai hari ini adalah, tidak perlu reaktif dengan pendapat orang. Hadapi dengan tenang dan lengkapi dengan analisis singkat berdasarkan data pribadi yang memiliki akurasi tinggi…

Apa seeh ngomong apa? hehehehe

Sambil menyetir akhirnya senyum-senyum sendiri, terbebas dari tugas hari ini dari pagi hingga malam ini. Semoga esok tidak sesibuk hari ini, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Hotel Hilton Bandung
Jl. HOS Cokroaminoto No.41-43 Arjuna, Kec. Cicendo Kota Bandung Jawa Barat.
Telp : 022-86066888

Check Out – fbs

Pangalaman nu munggaran..

GARUT, akwnulis.com. Lungsur ti lantai 18 muru ka lobby mung sakolépat da numpak lift nu canggih. Saatos panto lift muka, teras muru ka resepsionis, badé nyanggakeun konci kamar.

“Barang-barang di kamar parantos kosong pak?” Padamel hotél naros.

“Teu acan Kang, sakedap urang bérésan” Gura-giru muru ka kamar deui, sakumaha pituduh ti petugas hotel, ulah aya nu kakantun di kamar, kedah kosong saurna.

Uah uih 3 kali ti basement ka lantai 18 karaos pisan rada répot, padahal teu nganggo tangga darurat tapi kana lift canggih téa. Alhamdulillah teu aya barang-barang di kamar nu kakantun, diakut sapuratina, metet minuhan mobil éspas kameumeut.

Saatos réngsé sadayana, nepangan deui ka petugas hotel di resepsionis, nyanggakeun konci kamar sakantenan wawartos wiréhna kamar parantos kosong teu aya anu kakantun. Ayeuna tiasa kaluar hotél muru ka lembur nu énjing pagéto janten ibur.

3 dinten ti harita, pulisi nepangan ka bumi, naroskeun korsi, kasur, AC sareng tivi nu dicandak kamari. (AKW).

Maksi dori & Peppermint tea.

Cari kopi jadinya maksi.

Photo : Sajian Jhon Dori Almo at Square resto / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Datang ke Hotel Novotel ini dalam rangka ‘sesuatu‘ pastinya, ada maksud dan ada tujuan. Biarkanlah latar belakang hadirnya raga ini menjadi misteri, tetapi hasil kehadirannya siapa tahu bisa menjadi referensi.

Investigasi pertama tentu bicara ‘ngojay‘ maka sasarannya adalah kolam renang dan kalaupun dimungkinkan tema kedua adalah ‘ngopay‘ atau minum kopi tanpa gula (kohitala)…..

Ternyata…. kolam renang yang tersedia di Novotel Hotel jalan Cihampelas Bandung ini hanya untuk penghuni eh penginap saja, tidak bisa diakses diluar tamu… ya sudah nggak jadi deh.

Photo : Pepermint tea / dokpri.

Tapi, karena panggilan alam sudah berbunyi yaitu suara perut kukurubukan*).. lapeer, maka opsinya bergeser menjadi mencari menu makan siang dan di lantai 1 dekat lobby hotel ini tersedia Square Resto, bergegaslah kaki kesitu dengan harapan ada makanan berat sekaligus kopi.

Setelah duduk di kursi yang tersedia, memilih menu dan memutuskan memesan ‘Jhon Dory Almo‘ ditemani Peppermint tea.

“Kok nggak pesen kopi?”

“Lagi pengen kopi manual brew, ternyata nggak ada, adanya sajian kopi dengan mesin kopi… “

Nah… sambil menunggu sajian makanan dan teh datang, berjalan-jalan di sekitar restoran juga ke arah luar melewati pintu kaca… ternyata… dipinggir kirinya dibalik rimbunnya pepohonan, disitulah kolam renang berada… cekidot.

Photo : Kolam renang Hotel Novotel jl Cihampelas Bdg / dokpri.

Wajar saja kolam renangnya hanya untuk tamu, karena ukurannya terbatas, klo umum juga bisa akses..malah jadi penuh orang dan susah berenang.

Tapi klo nginep, berenang disini ….. yaa lumayan buat sambil ngasuh anak juga olahraga menyegarkan bagi badan dan fikiran.

Kembali ke sajian makanan yang dipesan, akhirnya datang sajian ikan dori dengan nasi bumbu hijau dengan porsi mungil (memang request minta nasi sedikit) serta sayuran rebus plus bumbunya berbalut keju….. dan minumannya adalah peppermint tea yang seduh sendiri….. juga air panasnya bisa refill… lumayaaan.

Yummy…..

Harganya yach standar hotel, jadi sesekali aja… klo tiap maksi kayak gini… gajinya pasti 12 koma…
maksudnya tanggal 12 udah koma hehehehehe. Harga Jhon dory almonya 45ribu dan pepermint tea nya 45ribu, itu semua belum termasuk pajaknya.

Udah ah ntar aja ngitung dengan pajaknya….

Yuk ah.. mamam dulu… bismillah. (AKW).

***

Kukurubukan = Suara perut keroncongan.

Kolam renang House Hotel.

Menata rasa dibalik birunya air yang menggoda.

Photo : Air biru yang mengundang / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Birunya air kolam renang mengundang rasa untuk datang, meskipun dikala berniat berenang agak risih dengan banyak pasang mata yang memandang.

“Lha, cuek aja, khan memang kolam renang fungsinya buat berenang!!!”

Masalahnya sederhana, kolam renang ini dikitari oleh meja-meja dan kursi yang menyatu di pinggir kolam serta akses langsung ke lobby tamu, jadi terasa risih ajah… eh ternyata penjelasan praktis ini malah di samber lagi.

“Ya nggak usah renang klo risih mah!!!” dengan nada sewot agak meninggi.

Aku terpana sambil menatap wajah yang murka sambil di kepala di jejali tanda tanya, “Lho kenapa harus marah, lha wong saya yang mau berenang dan saya juga yang nggak jadi berenang karena risih di lihat orang.”

Ternyata…. sambil perlahan menarik nafas panjang, pertanyaan ini perlahan sirna. Berusaha hadirkan pikiran positif, “Mungkin dia memang peduli, sehingga ikut merasa perlu menjadi pengatur kehidupanku… padahal kamu siapa sih?”

***

“Jadi berenang nggak?”

“Nggak Jadi”

“Okey”

Ternyata kepeduliannya masih tinggi, luar biasa.

Kolam renang tersenyum melihat percakapan kami, kolam renang kecil yang cukup buat bercengkerama bersama keluarga. Selain kolam renang dewasa juga terdapat kolam renang ‘agak’ dangkal sedalam 60 cm. Jadi bisa sambil ngopi dan ngawasin anak yang berenang bersama ibunya. Tapi jangan lupa nanti gantian, ibunya giliran renang dan ayahnya ngopi lagi….. ups kok tetep ajaaa.

Maksudnya ya bergilir dan bekerjasama menjaga anaknya, …. khan dulu bikinnya barengan juga hehehe..….

Jangan lupa…. berenangnya disesuaikan dengan jam operasional kolam renang ini yaitu dari jam 06.00 wib hingga 19.00 wib.

Oh iya lokasinya di House Hotel Sangkuriang, jalan Sangkuriang nomor 1 Kota Bandung.

Selamat wiken kawan, Wassalam (AKW).

Melayang & Berenang di Pangandaran.

Mari melayang dan berenang kawan…. jump.. jebuur.

Photo : Melayang dulu… / dokpri.

PANGANDARAN, akwnulis.com. Bermain di pantai menjadi menu andalan di kala raga beredar disini, kawasan wisata Pangandaran. Meskipun pagi harinya sedikit galau karena bersua dengan kesedihan, tetapi terlalu terlarut dengan kesedihan bukan cara terbaik menjalani hidup, monggo baca KOPI & PILU.

Sedih dan pilu itu manusiawi tapi tak usah berkepanjangan, hayu beredar di pantai dan merengkuh kesegaran.

Move… move.. move.

Tanpa banyak basa-basi, segera berlari ke pantai disambut hembusan angin kencang dan panasnya pasir putih karena menyimpan kekuatan yang dikirim via sinar mentari sedari tadi.

Dikala akan mencapai bibir pantai, baru tersadar bahwa stelannya masih cocok buat rapat, bukan mantai…. oww dilema.🤣🤣🤣😂🤣🤣

Moo balik ke hotel pasti lama lagi, moo nyebur juga bakalan aneh, masa celana kain dan sepatu resmi dipake berenang… mikir dulu donk.

Akhirnya berubah pilihan tapi tetap mantai, segera ajarkan ilmu (seperti) terbang kepada anak magang yang cepat menyerap ilmu dan penuh keingintahuan, yuk kita levitasian.

Panasnya pasir pantai tidak menjadi halangan untuk berulang kali meloncat dan mengikuti petunjuk :

1… 2… 3… jump….

tentu dengan gaya yang seakan tidak meloncat.

…. Ribet amat sih bro’

“Kalem, no pain no gain pren”

Maka meloncatlah dengan wajah tanpa ekpsresi, seakan tidak ada aksi yang terjadi.

Jump… Cetrek

Jump… Cetrek.

Berhasill…….

Meskipun tidak bisa mengambang terlalu jauh, tetapi jarak dengan pasir pantai tercipta dan efek melayang terwujud sudah, Alhamdulillah.

***

Photo : Swimming pool Suryakencana Hotel Pangandaran / dokpri.

Setelah puas bercengkerama dengan panasnya pasir pantai, maka bergegas kembali ke hotel tempat memginap, namanya Suryakencana Hotel.

Langsung bergegas ke lantai 3 dimana kamar yang menjadi.hunian sementara berada. Gerakan pertama tentu berganti stelan, dari sepatu pantofel menjadi sendal gunung aneka situasi, celana renang, kemeja pantai warna-warni dan tidak lupa kacamata hitam.

Tapii…… ke pantai masih panas terik, jangan sampai kulit wajah hasil perawatan jadi kembali kusam….ahaaay

Berubah rencana, jadinya turun ke lantai bawah menuju kolam renang hotel saja. Tersedia kolam renang berair biru jernih, kedalaman 1,5 meter dan juga ada sisi dangkal untuk anak-anak. Ditemani kerindangan pohon yang asri, semakin mempercepat raga unyuk segera bercengkerama dengan kesegaran air tawar di kolam renang sebelum nanti dilanjutkan dengan diskusi bersama air laut yang penuh sensasi.

Jeburr!!!!

Photo : Swimming pool Hotel Suryakencana / dokpri.

Segar menyelimuti raga dan seluruh permukaan kulit serasa disentuh secara bersama-sama, hadirkan ketenangan dan mendorong kelenjar syaraf pusat dan kelenjar hipofisis memproduksi hormon endorphin lebih cepat.

Rasa senang dan bahagia hadir tanpa jeda, kesegaran juga hadir merata, kemooon… jangan lupa bahagia. Wassalam (AKW).