KOLAM RENANG & MOMENTUM.

Menangkap momentum memaknai kata.

Photo : Mentari pagi di Kolam renang Hotel Preanger / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah kesempatan terkadang hadir tanpa di duga, dan yang terbaik dari kesempatan yang hadir adalah menangkap kesempatan itu.

Emangnya bentuknya phisik bisa ditangkap?”

Jangan kaku kawan, menangkap di sini adalah melakukan tindakan sesuai momentum kesempatan yang ada”

Anggukan singkat menandai kesepahaman, jangan sampai kata ‘menangkap’ malah bermakna objek benda seperti bola atau piring, gelas, ballpoin, buku yang sedang beterbangan tertiup angin atau terlempar karena gerakan emosional… “Duh duh duh, siapa lempar siapa?”

Kalem saja, ini hanya istilah. Bukan berarti beterbangan pring dan gelas serta barang-barang lainnya. Tetapi bagaimana menangkap momentum yang hadir dalam kesempatan pertama.

Trus kamu sekarang nangkap momentum apa?”

Ah jadi pertanyaan terus, Gini deh jawabnya. Momentum yang ditangkap kali ini adalah mewujudkan janji kepada diri sendiri bahwa blog pribadi ini mengusung tema inti NGOPAY dan NGOJAY.

Nah tulisan ngopay alias ngopi sudah banyak, dan tulisan terakhir adalah KOPI KESEMPURNAAN.

Giliran tulisan tentang NGOJAYnya ini yang terkait dengan momentum. Bukan aktifitas berenang yang ingin ditampilkan, tetapi momentum hadirnya sang mentari pagi dan prosesi terbenamnya sang surya yang diabadikan melalui jepretan lensa kamera hape dengan suasana kolam renang, itulah momentum yang ada.

Photo : Senja di tepi kolam renang Hotel Preanger / Dokpri.

Jika mentari pagi menyeruak diantara gedung dan pepohonan merambatkan cahaya berpadu dengan kolam anak yang membulat dan seakan timbul, maka hadirlah keindahan.

Begitupun di sore hari dikala mentari siap menenggelamkan diri di balik gedung-gedung di sebelah barat Hotel Preanger. Maka semburat keindahan sore melengkapi ekspresi kolam renang dewasa yang terdiam tanpa kata.

Itulah tangkapan kamera dan sejumput olah kata, melengkapi makna menangkap momentum yang penuh makna. Selamat berkarya, Wassalam (AKW).

TEPANG DINA LIFT – fbs

Sebuah cerita, singkat tapi mungkin bermakna. berbahasa sunda.

CIMAHI, akwnulis.com. Selamat pagi semua, ini saatnya menulis kembali sebuah cerita fiksimini singkat berbahasa sunda. Tentu hanya fiksi alias rekaan tapi mungkin saja terjadi.

Selamat membaca…

***

Fikmin # TEPANG DINA LIFT #

Lebet kana lift di hotel ……….Jakarta, karaos lalega tur modèrn. Pas badè nutup pantona, aya nu ngiringan ogè. Hiji wanoja rancunit nganggè span rok pondok nyolèndang tas.

Kulem didieu aa?” Pertarosan nu matak ngarènjag.

Sumuhun, dupi Ètèh ogè sami?” Nyobi ngawaler sanaos rada geumpeur, kumargi ieu pangalaman munggaran ameungan ka jakarta. Pèdah wè bapak Bupati nyuhunkeun disarengan.

“Henteu aa, simkuring kaleresan nuju aya padamelan”

Ohh sumuhun”

Bilih engkin badè kontak, tabuh 8 wengi mah rinèh”, saur èta wanoja bari ngasongkeun kartu namina. Uing rikat nampi, bagja.

Saatos bèbèrès bahan sambutan, lungsur ka lobby nepangan Bapak Bupati. Katingal nuju ngaleueut kopi di cafe hotèl.

Langsung laporan padamelan ditambih perkawis tètèh geulis dina lift tadi. Teu hilap kartu namina didugikeun ka bapak bupati.

Bupati muncereng bari ngadegungkeun tarang, “Kuper sia mah ajudan tèh, nu kitu tèh Ungkluk!!”

Uing tungkul, reuwas tur èra. Untung teu acan dikontak kanggè manjangkeun silaturahmi.

***

Terima kasih, nantikan penjelasan lebih lengkap dalam bahasa indonesia di channel youtube  : @andrie kw dengan keyword : fbs, fikmin,fiksimini. Wassalam (AKW).

BERBAGI KAMAR MANDI.

Dengan berbagi maka masalah bisa teratasi.

Photo : Suasana Kota dari jendela kamar hotel / dokpri.

akwnulis.com. Memasuki lobby hotel dan menanyakan posisi restoran dimana sebuah jadwal janjian tersusun sedari tadi. Ternyata cukup naik tangga atau via lift, supaya sedikit membakar kalori dan mengurangi berat badan yang bertahan, eh bertambah saban hari.

Meeting sambil makan siang yang tertunda ternyata nikmat juga. Berbincang dan membahas beberapa tema pentung serta rencana tindaklanjut kegiatan yang akan dilaksanakan bersama-sama.

Setelah selesai berdiskusi, maka kembali ke lantai lobby dan melakukan check in untuk mendapatkan kunci kamar. Prosesnya cepat karena kamarnya  sudah dipesan sebelumnya via traveloka.

Lantai 13 menjadi pemberhentian pintu lift dan setelah keluar maka dicari nomor kamar yang tertera di bungkus kunci kamar. Kamarnya deket dengan lift, jadi mempermudah gerakan jika naik turun lobby dan kamar. Sambil melirik jam ditangan, waktu shalat magrib hampir usai.

Memasuki kamar, disambut dengan suasana muram dan tembok kamar yang terlihat kusam. Agak jengah dan kecewa karena berbeda dengan tampilan di traveloka, tetapi apa mau dikata. Minta pindah hotel tentu diperlukan tambahan dana.

Ya sudahlah, kita nggak usah mikirkan pindah hotel, lagian cuman 1 hari. Syukuri saja apa yang ada.

Simpan tas yang sedari tadi bertengger di punggung dan segera mengambil wudhu untuk menunaikan shalat magrib. Disinilah sesuatu yang berbeda terasa. Suasana kamar mandinya temaram dan pada saat sedang berwudhu serasa ada yang memperhatikan. Langsung dalam hati membaca doa perlindungan dan melihat ke sekeliling kamar mandi, kosong tidak ada siapa-siapa, hanya memang lampunya tidak terlalu terang. Ah mungkin ini hanya perasaan saja, setelah capek seharian melakukan perjalanan darat dan dilanjutkan marathon rapat.

Setelah shalat magrib dilanjutkan dengan membuka laptop dan membuat revisi bahan paparan esok hari. Kembali jemari terlarut dengan keyboard untuk menghasilkan kata-kata, gambar dan info grafis yang saling melengkapi. Hingga tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 22.00 wib.

Photo : Kamar mandi tempat berbagi / dokpri.

Nah, karena kegerahan juga serta sisa keringat tadi siang. Diputuskan mandi dulu sebelum beranjak tidur. Kembali masuk kamar mandi dan membuka pakain yang melekat di badan. Kamar mandinya memang terbatas karena tipe kamar hotel standar. Wastafel dan WC serta tempat terpisah untuk mandi dengan shower atas yang siap mengguyur badan ini.
Pas menginjak lantai tempat mandi, kembali terasa ada sesuatu yang beda. Bulu-bulu halus di kaki dan tengkuk sedikit meremang. Ada apa ya?

Ah paling juga sugesti, jangan takut, udah mandi aja…..

Badan telanjang diguyur aliran air shower yang berlimpah dari atas kepala menyegarkan raga dan rasa. Secara reflek mata terpejam dan menikmati sensasi kesegaran yang ada. Butiran air membelai kulit begitu menenangkan, tetapi…..

Dikala mata terpejam dan guyuran air membasahi kepala hingga sekujur badan, konsentrasi terpusat dalam ketenangan. Ternyata disamping kanan sekitar 30 sentimeter saja, sesosok mahluk sedang berdiam sambil memandang…. Astagfirullohal adzim. Langsung matikan shower.

Trek.

Segera mata dibuka, tidak ada apa-apa. Hanya temaram kamar mandi yang sekarang terasa mencekam. Baca doa dalam hati sambil mempercepat membasuh badan karena sabun dan busa shampo masih menempel di rambut dan badan.

Tapi penasaran, jangan jangan memang masih ada. Sambil dada berdegup lebih kencang. Kembali menyalakan shower dan air hadir lagi mengguyur kepala….. tidak ada apa-apa, tentu dengan mata tetap terbuka.

Masih penasaran, coba mata dipejamkan lagi sambil menikmati guyuran air dari shower.

Ternyata…. mahluk itu masih adaaaa……  wajahnya hanya berjarak 30 sentimeter dari wajahku. Sesosok wajah tanpa ekspresi dengan seluruh tubuhnya berbungkus kain putih yang sudah kotor terkena tanah disana-sini.
Astagfirullohal adziim…. Hiiyyy…. kali ini reflek meloncat keluar kamar mandi sambil tak lupa menyambar handuk putih yang sudah tersaji. Keluar kamar mandi dengan degup jantung yang tak karuan, Ya Alloh ternyata mahluk itu terlihat nyata dan begitu dekatnya….. hiiiiiy.

Melihat jam di hape, jam setelah sebelas malam. Haduuh… pantesan udah malam. Tapi apa mau dikata kesegaran berbalut kekagetan…. ada ada saja.

Setelah mengenakan pakaian maka dengan menguatkan diri kembali memasuki kamar mandi untuk memgambil air wudhu untuk persiapan shalat isya.

Perlahan membuka pintu kamar mandi, aura mencekam ternyata masih melekat. Tetapi memang tidak ada apa-apa yang terlihat kecuali sisa uap air dari shower yang tertinggal.

Berwudhu tanpa memejamkan mata, khawatir terlihat kembali sosok menakutkan yang tadi ada.

Meskipun tetap saja terasa bahwa kehadiran mahluk itu masih ada, atau memang sudah lama ada disitu… entahlah.

Tapi…. penasaran juga… di coba ah.

Sambil berdiri didepan pintu kamar mandi, pejamkam mata perlahan dengan konsentrasi….

Walaaah…. segera membuka mata kembali dan bergerak menutup kamar mandi, karena ternyata mahluk berbungkus kain putih dengan kepala terikat diatas serta beberapa bagian tubuhnya pun terikat masih berdiri di tempat tadi. Tersenyum sih… tapi sekali lagi…. mengerikaaaan.

Ada pikiran pindah kamar atau keluar hotel pindah ke tempat lain, tapi tanggung udah mau tengah malam… dilema.

Akhirnya diputuskan berbagi saja, silahkan berada di kamar mandi tetapi jangan keluar kamar mandi selama diriku ikut tidur semalam ini disini.

Tuntas shalat isya dilanjutkan dengan membuka quran dan mengaji sebisa-bisa. Lalu diteruskan dengan lantunan murottal dari laptop hingga akhirnya diriku terlelap dibuai mimpi.

Esok hari kembali berwudhu dengan kewaspadaan tinggi, tetapi relatif tidak mencekam lagi karena sebentar lagi akan terbit pagi, Alhamdulillah.

Itulah sekelumit kisah nyata di sebuah hotel berbintang yang berada di sebuah kota di provinsi Jawa Tengah di bulan desember lalu.

Ditulis sekarang sambil berkumpul bersama keluarga tercinta.

Selamat long weekend di rumah saja ya kawan. Jangan lupa jaga protokol kesehatan. Wassalam (AKW).

TAKTIK KENCINGku..

Pengen kencing?… ada Tips nya Bro.

Photo : Refleksi Kaca Toilet Intercontinental Hotel / dokpri.

DAGO, akwnulis.com. Tatkala rasa ingin buang air kecil mendesak, maka otak bekerjasama dengan mata untuk mencari toilet terdekat. Harapannya jelas, agar segera membuang air kencing dan memberi kelegaan tersendiri.

Ahh nikmatnya….
Eh belum ketang, khan belum dapet toiletnya juga, gimana sihh.
Sambil tangan sibuk mengendalikan kemudi memundurkan kendaraan di tempat parkir, maka mata beredar melihat keadaaan, siapa tahu ada toilet terdekat atau rumpun perdu yang tersembunyi.

Ternyata tidak ada.
Ya sudah dengan sedikit tertatih berjalan menuju lobby hotel dan yakin di dekat resepsionis pasti ada toilet yang lengkap, lha ini kan hotel bintang lima.
Sesaat tiba dihadapan petugas satpam dan pegawai hotel, maka protap cek suhu dengan kamera thermal dan tampil suhu tubuh kita di layar disertai siluet tubuh kita. Juga penggunaan hand sanitizer agar semakin terlindungi, lalukan saja dengan sedikit meringis… takut ngompol di celana.

Photo : Barisan Urinour / dokpri.

Setelah ditunjukan arah toilet yang tepat maka setengah berlari menuju tempat yang sangat dinanti. Langsung buka pintu dan memilih urinoir yang agak ke sudut, lalu.. cerrrr.
(Urinour : tempat kencing)

Nah legaa…. Alhamdulillah.
Tapi kebingungan menghinggapi karena muncul kesulitan tersendiri. Sebab musababnya seolah sederhana, padahal tidak, ini menjadi masalah fundamental. Model urinoirnya yang canggih dengan sensor, ternyata mengatur air mengalir dan membilas kencing yang sudah dialirkan akan menyala manakala sensor tidak menangkap penghalang didepannya.

Dengan bahasa sederhana, manakala kita menjauhi urinoir, barulah air bilasnya keluar.
Lha nggak salah kan?… jadi bisa bilas setelah kita pergi dari urinoir?”

Dari sisi fungsi urinour mah bener, tapi dikala sebuah petunjuk yang diyakini bahwa harus membersihkan alat kelamin setelah kencing menjadi terhambat. Karena harus menjauh dulu dari urinoir, praktos musti tutup risleting celana dan mengembalikan posisi di dalam celana. Lha kapan membersihkannya??….

Inilah problem besarnya.
Tapi dengan tulisan santai ini ada beberapa tips yang ingin disampaikan, diantaranya :

Pertama, Sikap Pasrah. Ya sudah karena air bilasnya keluar setelah menjauhi urinoir maka tak perlu alat ini dibilas. Akibatnya menimbulkan keraguan dikala akan wudhu dan melakukan shalat, pertanyaan besarnya “Apakah bersih dari najis?”

Kedua, Sikap kompromi. Nah ini yang saya coba praktekkan. Jadi sebelum menuju urinoir maka bergeraklah ke wastafel dan mengambil 1-2 lembar kertas tissue.. ya tergantung kebutuhan. Basahi pake air dari keran dan bawa menuju urinoir. Setelah tuntas buang air kencing, maka kertas tissu basah ini sebagai pembasuhnya. Maka relatif lebih tenang, bahwa kemungkinan tercecer najiz sisa air kencing bisa di hindari. Lalu tinggalkanlah urinour, biarkan dia membilas dirinya sendiri.

Ketiga, Sikap Nekat. Ini masih dimungkinkan dlakukan dengan syarat di kamar mandinya sendirian. Caranya setelah tuntas mengencingi urinoir, maka sebelum tutup celana berlarilah menuju wastafel dan nyalakan kerannya lalu basuh kepunyaan dengan air yang mengalir. Jangan lupa tengok tengak kiri kanan. Jangan sampai ada orang lain yang melihat, nggak elok khan, ntar disangka kauk eksibisionis lho….

Keempat, Sikap sabar. Ini kalau masih kuat menahan kencing di urinoir, maka bisa tunggu bilik-bilik WC berpintu. Jika ada yang kosong masuk saja…. tapiii klo buat bilas airnya bukan bentuk keran dan kocoran maka… balik lagi rumus kedua. Manfaatkan kertas tissu basah yang ada

Photo : Tissu di Wastafel / dokpri.

Itulah empat sikap hadapi urinoir yang begitu adanya. Trus klo perempuan gimana triknya?… lhaa kagak tau atuh, khan aku mah cowok hehehehe.

Sebagai bonus dari aktifitas ini, sebuah refleksi di kaca besar wastafel, hadirkan gambar photo yang menarik (kata aku sih) dan mengobati kebingunganku menghadapi keberadaan urinoir ini. Selamat kencing Kakak, Wassalam. (AKW).

Ngopay Ngojay (lagi).

Ngopay lagi.. ngojay lagiii.

SEMARANG, akwnulis.com. Kombinasi tema tulisan blogku kembali terjadi disini, yaitu bergabungnya kata Ngopay dan Ngojay.

Ngopay itu kata gaul dari Ngopi alias minum kopi dan Ngojay itu bahasa sunda yang artinya berenang. Ngopaynya diwakili secangkir kopi yag siap di sruput dan ngojaynya sudah jelas terwakili oleh kolam renangnya… “Trus berenang nggak?”

Itu sih relatif, tergantung moodnya. Tetapi yang pasti, kolam renangnya sudah tersedia.

Kolam renangnya agak kecil sebagai kelengkapan dari fasilitas hotel, tetapi cukup lumayan dan agak tertutup meskipun aksesnya dari restoran tetapi tidak terlalu terbuka.. kmh sih?..

Kopinya standar hotel saja, cukup melengkapi prinsip kohitala meskipun rasanya jauh dibanding manual brew V60 sendiri, tetapi inilah yang ada dan mari kita nikmati dan syukuri.

Oh iya, hadir juga laptop sebagai kawan setia yang mengawal keberhasilan tugas dan tuntasnya pekerjaan selama ini. Apalagi dikala ide mengalir maka penuangan kata (mungkin) lebih tertampung oleh laptop karena besar dibandingkan smartphone yang berukuran dimensi kecil…. tapi klo nulis tulisan ini mah tetep aja di smartphone dengan metode 2 jempol… maksudnya yang ngetiknya jempol kanan dan jempol kiri.

Selamat ngopay dan ngojay serta Selamat pagi dan selamat berkarya kawan, Wassalam (AKW).

****

Lokasi :
Hotel Pesonna Semarang
Jl. Depok No.33 Kembangsari, Kota Semarang Jawa Tengah.

Infinity pool & wild animal

Bercengkerama dengan kesegaran ditemani hewan liar yang eksotis di bumi pasuruan.

Photo : Berenang di temani si leher panjang / dokpri.

PRIGEN, akwnulis.com. Kolam renang yang berbatasan langsung dengan alam adalah sebuah dambaan. Bagaimana tidak, jernihnya air berpadu dengan kesegaran pagi ditemani binatang liar yang hanya berjarak selemparan batu.

Kolam renangnya terbagi menjadi 2 bagian yang disetting seperti menyatu. 1/4nya untuk kolam renang anak dengan kedalaman 80 cm dan sebagian besarnya adalah kolam renang remaja eh dewasa dengan kedalaman 1,4 meter. Airnya dingin tetapi menyegarkan dan tidak ada bau kaporitnya. Dengan bentuk kolam renang melengkung berkelok dan langsung berbatasan dengan tebing sekaligus pembatas taman satwa liar maka memberikan nuansa ‘infinity pool‘ yang khas karena bukan saja lanskap alam yang terasa menyatu tetapi begitu dekat dengan binatang liar adalah sebuah pengalaman penuh syukur yang tidak bisa dijumpai setiap hari.

Photo : Infinity pool with wild animal / dokpri.

Jerapah dengan leher jenjangnya menemani aktifitas renang di pagi ini, begitupun kijang dan burung unta hilir mudik sambil gangguin zebra serta badak yang asyik mengunyah sarapannya. Beda dengan hippo si Kudanil, masih bermalas-malasan di kolam renangnya sendiri.

Lokasinya memang cukup menantang, tetapi pengalaman yang didapatkannyapun memang sebanding dan menjadi kenangan tak terlupakan. Suasana alam sekitar dan keakraban kolam renang yang seolah tanpa batas ini bisa memberi ketenangan dan kedamaian meskipun hanya sesaat, dan membebaskan jiwa untuk keluar dari cengkeraman rutinitas kerja yang tiada pernah ada habisnya.

Photo : Bersantai sama Binar / pic by MRY

Petugas penjaga kolam renang sekaligus sebagai petugas yang memberikan pinjaman fasilitas handuk hotel siaga selama kolam renang ini bisa digunakan oleh penginap di hotel Baobab Safari Resort, termasuk bersikap tegas jikalau ada kemungkinan potensi bahaya tenggelam terutama anak-anak yang tanpa sadar bergeser ke kolam renang dewasa yang memang tidak diberi pembatas khusus. Maka dampingilah anak anda jika berenang atau bermain air disini, klo anak orang lain mau didampingi juga, lihat dulu apakah ada ayah ibunya atau tidak… jangan sampai niat baik jadi salah.

Oh iya.. ke lokasi ini bisa diakses dari Kota Malang atau dari Kota Surabaya, atau yang luar kota, bisa dari Bandara Juanda Sidoarjo yang pake pesawat dengan perkiraan perjalanan 2 jam menggunakan tol.

Kalau kami sekeluarga setelah menempuh perjalanan 16 jam dari bandung menggunakan KA Malabar dan tiba di kota malang tepatnya di stasiun kota malang, dilanjutkan dari stasiun kota malang menggunakan mobil sewaan plus sopir menempuh perjalanan 55 menit hingga tiba di hotel Baobab safari resort ini.

Cukup jauh memang, tapi terbayarkan dengan pengalaman yang didapatkan.

Selamat berlibur, salah satunya dengan aktifitas berenang di infinity pool berlatar belakang suasana hutan dan ditemani hewan-hewan liar. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Baobab Safari Resort
Prigen Kab Pasuruan Provinsi Jawa Timur.

Kopi & Kawan Sejati.

Kopi dan Udud, apakah kawan sejati?

CIREBON, akwnulis.com. Sebuah persahabatan dan pertemanan memiliki kadar kekentalan variatif, banyak faktor yang melingkupi. Kawan menjadi lawan, musuh menjadi sekutu bukanlah hal yang baku. Tetapi pertemanan abadi juga bukan hal yang tidak pasti, malah inilah yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

“Ngomongin apa sih kamu?.. lagi kecewa ya?”

“Nggak brow, aku mah lagi fine fine aja”

Sebuah jawaban singkat sambil menyusun puzzle kehidupan yang diwakili oleh sebungkus rokok dan panekernya, sebungkus kopi arabica cawene garut, kunci mobil plus remote dan sebuah tanda no smoking sekaligus penanda tempat dimana semua barang ini berada (pada saat diphoto maksudnya).

Dari photo tersebut adalah sebuah frame persahabatan yang kental antara kopi dan rokok atau disebut juga Udud (b. sunda). Betapa akrabnya kopi dan udud ini, dimana ada segelas udud maka akan hadir sebatang kopi… eh tibalik… yaa gitu deh maksudnya.

Betapa nikmatnya nyruput kopi sambil merokok… itulah gambaran umum yang terjadi.

Padahal tidak semua kopi berteman dengan udud. Kopi dinikmati sendiri dan tentu tanpa hadirnya rokok alias udud.

Bisa gitu?”

“Bisa pisan 😀😀😀 ”

Jadi yang tertarik menikmati kopi tidak perlu khawatir jadi musti merokok. Kopi dan rokok bukan sahabat sejati, tetapi kopi dan rokok sesekali bersua untuk silaturahmi, khususnya seperti yang tertera di photo awal tulisan ini.

Maka kembali kepada rumus kawan, berkawanlah biasa tanpa perlu berlebihan, apalagi terlalu menggantungkan harapan kepada mahluk yang fana… bersiaplah kecewa.

Selamat menambah kawan dalam setiap momentum yang ada, kawan sejati yang akrab di dunia tetapi juga merajut pahala untuk bekal di akherat sana. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Hotel Patra Cirebon.

Swimming Pool Santika Cipanas.

Mengejar kesegaran di kaki gunung Guntur.

GARUT, akwnulis.com. Sebuah pemandangan segar membiru membentang penuh keanggunan. Mengajak siapapun yang datang untuk bercengkerama dalam jalinan keakraban penuh sukacita.

Kembali ke hamparan kaki gunung guntur di daerah Cipanas Kabupaten Garut Jawa Barat tepatnya di sebuah hotel yaitu Hotel Santika Cipanas.

Kesegaran begitu menggoda dengan air kolam renang yang jernih, udara segar serta mentari pagi yang hangatkan badan serta harapan.

Photo : Kolam anak dan kolam dewasa Hotel Santika / dokpri.

Dengan jam operasional yang panjang yaitu mulai 07.00 pagi hingga jam 21.00 wib dimana terdapat petugas lifeguard yang standby maka akan terasa lebih tenang memilih waktu ataupun membawa sang anak berenang eh bermain air di kolam. Sementara diluar jam tersebut, tidak ada petugas meskipun tidak dilarang untuk kokojayan (berenang-b.sunda).

Kolam renangnya ada 2, satu untuk dewasa dengan ukuran mini olimpic dan satu lagi berbentuk lingkaran adalah kolam renang anak-anak dengan kedalaman 60cm dengan kondisi airnya dingin… mau yang hangat alami harus merapat ke arah lebih dekat kaki gunung salah satunya di Hotel Tirta Gangga Cipanas.

Photo : Ini Kolam ikan / dokpri.

Juga jangan terkecoh, jika sang anak malah main air di kolam lain. Di depan restonya ada kolam ikan berbentuk persegi panjang yang sepintas bisa saja disangka sang anak adalah kolam renang hehehehe

Cuma aku sih merasa nggak private, pas berenang bisa ditonton banyak orang dari balkon kamar ataupun dari tempat meeting di lantai 2, kecuali emang yang seneng diperhatikan orang lain… beda cerita itu mah.

Selamat berbasah-basah di Cipanas Garut. Happy Wikeend, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Hotel Santika Cipanas Garut
Jl. Cipanas Baru, Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151

Kopi Harmoni.

Ngopay dan sedikit bersantay… sebelum kembali berjibaku dengan segala macam kerjaan.

Photo : Ngopay & Nonton Ngojay / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Pembahasan angka-angka prediksi tahun depan terus bergulir hingga tadi malam. Tak kalah dengan waktu yang semakin larut, pembahasan terus berlanjut. Terkadang hadir sebuah tanya, “Ngapain siih sampe.malem-malem begini bahas kerjaan?”

Tiada jawaban yang lugas, karena semuanya hadir dalam momentum yang pas. Tugas harus tuntas dalam waktu yang terbatas, jadi…. lanjuttt di gasss…..

Meskipun kekuatan phisik dan otak ada batasnya, …. jadi ada saatnya harus rehat sejenak menarik nafas dalam tenang tanpa ditekan oleh beban tugas yang ternyata tak pernah ada habisnya…. ya begitu resiko bekerja bro…. berbahagialah, diluar sana banyak orang yang memdambakan posisi kita, tapi mereka tidak bisa… jadi mari kita bekerja bersungguh-sungguh meskipun tidak lupa sedikit rilex adalah keharusann juga.

Caranya?”

Aku sih gampang, keluar ruang rapat, menuju coffeeshop dan pesanlah sajian kopi hitam tanpa gula (kohitala)…. lalu cari spot skitar coffeeshop. Bisa nongkrong di bar atau di meja yang tersedia. Tapi pilihan kali ini berbeda, ngopinya dipinggir kolam renang yang diclaim airnya hangat… yaa hangat-hangat aiir kuku dech.

Jadilah rehat yang berkualitas, lumayan bisa mengurangi beban otak yang dibanjiri variasi angka realita dan forecasting setahun kedepan. Kopi yang dibuat dengan tubrukan perlahan ini adalah arabica garut (ceunah kata pelayannya)… lumayan acidity khas garutnya hadir…. srupuuuut.

Setelah itu beranjak menuju kamar dan menyempatkan mandi sebelum rebahan hingga tertidur hingga hari pagi.

Photo : Ngopi & Meeting / dokpri.

Esok hari diawali sarapan dan basa-basi, maka dimulailah meeting finalisasi. Pertemuan tertinggi bagi lembaga ini, mengusung tema optimis realistis maka angka yang disajikan naik turun tipis-tipis. Tidak lupa kopi arabica wine papandayan mendampingi dalam cangkir putih bersih berseri.

Selamat berdiskusi angka prediksi dengan berbagai asumsi, yang pasti akhirnya semua harus diputuskan dalam bentuk legalisasi. Wassalam (AKW).

Swimming pool Hilton Bdg

Memandang Kolam renang dan menulislah…

Photo : Swimming pool Hilton Bandung 11.00pm / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Garis pantulan lampu malam menyambut tuntasnya malam meeting malam ini diatas permukaan air kolam renang yang tenang namun menghanyutkan. Suasana lelah phisik karena aktifitas full dari pagi hari hingga hampir menjelang tengah malam ini ditambah ikut berfikir mempengaruhi kelelahan psikis yang juga harus dinetralkan lagi.

Memandang kolam renang adalah langkah awal penyegaran, idealnya adalah buka pakaian formal dan dengan celana renang langsung ngjebur kedalam kolam renang lalu bercengkerama dalam balutan kesegaran.

Tapi, kenyataan berkata lain. Terkadang harapan bertentangan dengan kenyataan. Malam ini cukup memandang saja tanpa bisa bercengkerama. Selain jam operasionalnya memang sudah habis, juga tak mungkin tiba-tiba maksain loncat ke kolam sementara bos melenggang sendiri menuju lobby hotel, khan nggak sopan.

Jadi selama ini nulis tentang kolam renang itu belum tentu berenang?

Tiba-tiba pertanyaan menohok muncul dihadapan. Yaa… disenyumin ajaa.. eh orang yang nanya dijawab dengan jawaban universal saja.. senyummmm.

Tapi juga sambil mikir…. jangan-jangan pertanyaan itu bener, maka otak segera merunut pengalaman masa lalu, merunutkan dalam tabel virtual kehadiran di kolam renang dengan posisi ngjebur atau tidak……. srettt….tik tok tik tok.

Photo : Temaram di kolam renang / dokpri.

Well…. overall terjadi perbandingan signifikan antara tulisan kolam renang yang sambil ngjebur dengan tulisan kolam renang yang hanya memandang, photo dan tulis dengan perbandingan 85% vs 15%…. masih jauh lebih banyak ngejeburnya.. berarti yang di swimming pool ini masuk 15%nya…. langsung aja disampaikan secara lisan jawabannya.

Ah nggak percaya, itu mah akal-akalan kamu aja, dasar pembual!”

Wuih ada yang marah, karena argumentasinya terpatahkan. Tapi buat apa berdebat?…. lagian mau orang lain berpendapat apapun tentang tulisan ini…. ya monggo.

Beda pendapat itu khan biasa, apalagi beda pendapatan hehehehe.

Ya sudah ah, mari kita pulang,.. eh anter ibu bos dulu hingga masuk ke mobilnya…. baru bergerak ke basement, ambil mobil dan cusss…… bergerak menembus keramaian lalulintas malam di kota bandung menuju rumah tinggal di perbatasan kota.

Sebuah nilai hari ini adalah, tidak perlu reaktif dengan pendapat orang. Hadapi dengan tenang dan lengkapi dengan analisis singkat berdasarkan data pribadi yang memiliki akurasi tinggi…

Apa seeh ngomong apa? hehehehe

Sambil menyetir akhirnya senyum-senyum sendiri, terbebas dari tugas hari ini dari pagi hingga malam ini. Semoga esok tidak sesibuk hari ini, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Hotel Hilton Bandung
Jl. HOS Cokroaminoto No.41-43 Arjuna, Kec. Cicendo Kota Bandung Jawa Barat.
Telp : 022-86066888