Teteh Putih

Mencoba menikmati hasil racikan kehidupan.

Photo : Teh putih / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Untuk mendapatkan hasil atau khasiat yang luar biasa, maka perlu perjuangan dan cara yang juga luar biasa. Senada dengan istilah ‘hasil tidak akan menghianati proses’, maka yakinlah bahwa berusaha dengan bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang terbaik.

Hal prinsip yang tidak boleh dilupakan adalah senantiasa berdoa dan bersyukur bahwa semua proses hingga hasil akhir itu adalah atas kehendak Allah SWT.

Maka muncul pertanyaan menggelitik, “Berarti bisa saja setelah kita berusaha bersungguh-sungguh ternyata hasilnya tidak sesuai harapan atau malah buruk?”

Bisa saja, jika Allah berkehendak”

“Jiah kumaha atuh?”

Percakapan imajiner ini tak kan berakhir karena jawaban yang muncul akan diikuti rentetan pertanyaan lain.

Disinilah keimanan berperan, memberi keteguhan dan ketenangan dalam proses perjuangan menjalani kehidupan. Begitupun dikala mencapai hasil yang diharapkan, maka rasa syukur yang harus dikedepankan.

Nah, dikala hasil yang dicapai ternyata tidak sesuai harapan padahal merasa berusaha bersungguh-sungguh. Akan muncul beberapa opsi, pertama adalah instrospeksi, jangan-jangan usaha yang kita lakukan ternyata belum optimal. Atau Kedua, memang Allah menguji kesabaran dan kepasrahan kita untuk senantiasa menerima kenyataan dengan ikhlas dan nirprasangka. Karena apa yang terbaik menurut kita, belum tentu terbaik menurut Allah, begitupun sebaliknya.

Photo : Nyeduh dulu white tea di kantor / dokpri.

Menulis beberapa paragraf tadi sambil mengamati sajian teh putih atau white tea yang dinyatakan memiliki berbagai keunggulan yang luar biasa. Hal itu terjadi karena proses yang dilakukan untuk menghasilkan sajian teh putih ini melalui proses yang panjang.

Teh putih atau teteh putih?”

“Ih kamu mah, teh putih, teh yang paling mahal dan berkhasiat”

Selidik punya selidik, proses awal pengambilan bahan tehnyapun spesial banget. Yang digunakan untuk membuat teh putih adalah 3 pucuk tertinggi dari setiap pucuk teh. Dipanen hanya dalam waktu 30 menit saja, dari jam 05.00 wib sd 05.30 wib. Begitupun dalam proses selanjutnya. Tujuannya adalah untuk menjaga antioksidan dalam pucuk teh ini tetap bertahan serta keunggulan lainnya hingga proses penyeduhan dan bisa dinikmati dengan indra perasaan… eh indra perasa.

Cerita ini hadir dari perbincangan dengan tokoh teh jabar, seorang sesepuh yang bergelut dalam dunia teh di jabar dari beberapa pukuh tahun silam, bersua di acara yang pernah digelar di halaman gedungsate beberapa bulan lalu.

Hayu kita ngeteh dulu, seduh teh putih… bersama teteh putih.. ups… kabuur.

Selamat nge-teh kawan, Wassalam (AKW).

Hasil Mudik

Salah satu hasil mudik lebaran itu adalahhhhh…….

Beberapa garis hitam menari membentuk relief tidak teratur dan menghiasi telapak kehidupan. Garis tidak teratur itu seolah berusaha berbaris menyamakan persepsi dan memadukan janji dalam suasana yang belum pasti.

Awalnya begitu mulus seluruh permukaan cinta, terbungkus kaus yang berharga. Menjaga dari lembab sekaligus kering yang mendera. Sentuhan lotionpun menjadi agenda yang terencana sehingga hasilnya mendekati sempurna.

Melindungi dan mengayomi seluruh permukaannya seakan menjadi kewajiban utama. Merawat dan menjaganya adalah rutinitas dalam balutan prioritas.

Tapi itu dulu…

Yap… waktu sebelum mudik, dikala masih rutin menyibukkan diri dengan pekerjaan yang selalu muncul tiada henti. Maka merawat diri dan menjaga hati menjadi ciri kehidupan dari hari ke hari.

Photo : Tempat favorit sewaktu mudik/dokpri.

Sewaktu mudik… rutinitas merawat diri khususnya bagian bawah terabaikan. Karena bertemu saudara dan kawan sepermainan memang melenakan. Sandal dan sepatu sering terlupakan, apalagi sekedar ulasan pelembab kulit. Berlari kesana kemari tak hiraukan alas kaki. Bermandi lumpur atau tanah kebun, menjejak aspal juga batuan pengerasan jalan.

Hasilnya terjadi benih-benih dan gejala perpecahan suku, menyerang permukaan mulus alas kakiku. Ditambah dengan komplikasi gatal-gatal, kutil, mata ikan, hileudeun dan keongeun.

Dan…. setelah kembali ke rutinitas, sisa mudik masih terpampang nyata. Disini masalah perpecahan ini disebut dengan istilah rahasia yaitu : Ro2MbĂ©heun.

Wassalam, ( AKW )