Arabica Java Preanger pake Chemex

Nikmati kopi pake metode chemex, nikmat.

BANDUNG, akwnulis.com, Sajian penutup setelah makan siang sehat ala Cafe Greensandbean sebenernya banyak pilihan, tapi tetep saja kurang afdol tanpa hadirnya si hitam nikmat, kopi.

Dari mulai bye bye doctor, energy booster hingga aneka teh yang bisa refill hingga 3x. Tidak bisa mengalahkan hasrat meng-kopi, menikmati kopi. Maka dari 3 pilihan kopi yang akan di buat secara manual, kali ini jatuh ke kopi Arabica Java Preanger. Flores Bajawa dan Liberica bean.

Inilah dia, sajian kopi arabica java preanger dengan metode manual brew chemex. Hadir dihadapan dengan ditemani 2 gelas kaca mini, berarti bisa buat dinikmati berdua.

Bagi yang tidak biasa ngopi dikit-dikit, kemungkinan besar akan terjadi kecanggungan. Tapi itu adalah sebuah cara, bagaimana dengan gelas kaca mini ini, kita bisa minum perlahan tapi pasti, menyecap rasa yang tersaji tanpa basa basi. Trus tidak hanya sendirian, bisa juga menikmati bersama teman. Meskipun terus terang, segitu mah klo barengan, yaa takarannya kurang. Tapi tak apa, yang penting bisa minum kopi yang dibuat manual dengan biji spesial. Wilujeng ngopay, Wassalam (AKW).

Vietnamese Noodle Salad

Menikmati menu maksi yang sehat, ceunah.

Photo : Sajian Vietnamese Noodle Salad / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com, Dikala siang menjelang, senandung nada lapar memberi sinyal dengan suara kerubuk kerubuk dari dalam perut. Ingin segera berlari menuju kantin bawah dan pesan makanan minuman segera, tetapi ternyata terhalang oleh banyaknya pengunjung yang memiliki tujuan sama.

Dan… makanan favoritku saat ini ternyata begitu banyak yang pesan. “Emangnya pesen apa?”

“Pengen lotek atau karedok dan pencok leunca ditambah tahu tempe goreng, jikalau ada yaa.. nasi merah”

“Euh itu mah favorit semua orang, ngantrinya musti dari jam 10 pagi”

Jadinya niat bergabung di kantin diurungkan lagi, kembali berkutat di ruangan, ditemani air panas dan peralatan seduh kopi manual, bikin kopi lagiii….

***

Beres shalat dhuhur berjamaah, muncul tawaran maksi (makan siang) dari kolega lama yang ingin bersua.

“Kebetulan nich, mumpung masih jam istirahat”

Meluncurrr……

Kaki bergerak menyusuri jalan Banda dan belok kanan ke Jalan Bahureksa, cukup 11 menit berjalan kaki sudah tiba di lokasi Jalan Bahureksa No. 9 Bandung, Cafe Greensandbean.

Jabat tangan dan cakap berbalas menjadi pembuka cerita. Membahas masa lalu, masa kemarin, hari ini dan mungkin urusan karir di hari esok. Masing-masing membahas prinsip, mengedit cita-cita serta menempa rasa dalam tatanan birokrasi yang semakin penuh dengan tantangan dan harapan.

Cafe Greensandbean mengusung tema makanan dan minuman sehat juga gaya hidup yang menjaga alam secara komprehensif. Secara kemasan semua menggunakan daur ulang termasuk kantong plastik telo bag yang ramah lingkungan. Sedotan plastik sudah diganti dengan sedotan bambu, yang bikin terhenyak bagi yang baru menikmati sajian di cafe ini.

Photo : ‘Hawu’ Perapian tradisional di rumahku di kampung kelahiran / dokpri.

Apalagi kayak diriku yang lahir dan masa kecil di kampung, pas dapet sedotan kayu itu langsung teringat sama ‘songsong’, alat tiup buat ngebesarin api di kayu bakar yang menjadi bahan utama perapian kampung yaitu ‘hawu’.. heu heu heu heu.

Sajian makanannya berbasis sayuran beraneka daun, lalu bahan makanan seperti telur omega 3, shorgum, roti gandum, serta banyak lagi pokoknya mah….

Pesanan pertama, ‘Vietnamese Noddle Salad’…. wow sajiannya kereen, aneka rupa dan warna warni, langsung aja ambil posisi dan photo dulu, tuntutan jaman. Isinya vermicelli, mix green, carrot, cucumber, bean sprout, tofu, coriander, chicken, roasted peanut, mint, chili, vietnamese fressing, pita chip.. (copas dari catatan menu ini mah…:))

Minumnya teh panas aja, ada 4 pilihan. Yaa pesen salah satu, pake teko kaca dan bisa refill 3x… lumayan bisa ngirit.

Sebelum dinikmati, dressing vietnamesenya dituangkan ke sajian. Lalu perlahan dicoba….

Rasa asam dressing bikin sedikit dahi mengernyit, juga ada berbagai rasa yang berbeda dengan ekspektasi menari di lidah menyajikan kesegaran. Asam, manis, harum dan segar berpadu menjadi sajian rasa berbeda. Untung saja perut ini mudah menyesuaikan dan hanya memiliki 2 opsi terhadap makanan, yaitu enak dan enak banget, jadi mari kita nikmati.

Seiring waktu istirahat yang akhirnya habis, pertemuan singkat sambil maksi inipun harus usai.

Meninggalkan kesan yang banyak, baik dari sisi pertemanan, juga pengalaman rasa makanan sehat yang berbeda, juga jangan lupa urusan harganya.

“Makasih masbro atas traktirannya, jangan kapok yaa”

Kami berpisah dan kembali memasuki ritme kerja yang meniti waktu dengan segala dinamikanya, wassalam (AKW).