Rehat di Klapa manis.

Rehat sesaat yaaa….

Photo : Sajian teh poci / dokpri

CIREBON, akwnulis.com. Memeras otak dan mencurahkan perhatian dalam suatu forum pertemuan harus didukung oleh phisik yang prima dan suasana hati yang nyaman. Meskipun kenyataannya sering tidak sesuai, ada kalanya hati nyaman dan siap berfikir… eh tapi phisik lelah… jadi ajah lemot nggak bisa mikir.

Begitupun sebaliknya, disaat raga bugar sebugar-bugarnya tetapi hati sedang rapuh maka beresiko emosional atau baper (bawa perasaan) menghadapi perdebatan yang terkadang hadir dalam suasana tegang dan saling menyerang atau bertahan (dengan kata-kata yaa… bukan dengan jurus beladiri)… jikalau harus bersilat, cukuplah lidah yang bersilat… namanya silat lidah hehehe.

Trus gimana klo situasinya lagi baperan atau pusing dengan tekanan kerjaan sementara meeting tetap harus dilaksanakan?

Ini butuh treatment tertentu, ada penyeimbang dan pendamai perasaan yaitu dengan rehat sejenak dan tarik nafas panjang sambil sedikit memejamkan mata dan mengingat Allah Subhanawataala…. jangan lupa, cari tempat rehat yang nyaman dan tenang… seperti kali ini.

Tempatnya luas, pemandangan yang tersaji adalah kerlap kerlip lampu kota udang cirebon serta pilihan menu makanan dan minuman yang bervariasi.

Karena judulnya rehat jadi tidak memilih makanan berat, cukup kudapan dan minuman yang cenderung sehat. Maka jatuhlah pilihan kepada sajian teh poci panas dan kelapa muda yang menjadi simbol dan nama restoran ini yaitu Kelapa manis.

Kudapannya terlihat tidak mengenyangkan yaitu stik tape, ternyata sajian segitu memang tidak mengenyangkan tetapi menenangkan.

Photo : Kelapa muda di Klapa manis / dokpri.

Urusan rasa dari minuman dan makanan yang disajikan cukup memuaskan, karena memang untuk makanan dan minuman hanya ada dua pilihan dari lidah ini, rasa enak dan enak bangeeet hehehe 😀😀😀.

Nyam… nyam.. nyam, mulut mengunyah sambil berbincang dengan teman-teman seperjalanan, menapaki menit demi menit rehat, memberi kesegaran baru yang berguna untuk menyeimbangkan rasa dan konsentrasi bekerja.

Semangaaaat, begitulah sebuah dinamika bekerja, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
RM Klapa Manis, Jl. Gronggong, Patapan Kec. Beber Kabupaten Cirebon Jawa barat.

Duduk Sejenak.

Sebuah perjalanan panjang & duduk sejenak.

KOREA, akwnulis.com. Sebuah perjalanan kehidupan masih terbentang memanjang, sebuah keharusan bagi manusia untuk terus maju dan jalani tahapan demi tahapan seiring arus waktu yang tak mau menoleh kemasa lalu.

“Bolehkah duduk sejenak?”

Pertanyaan singkat yang akan hadirkan jawaban dengan berbagai perspektif.

Pertama, Sebuah jawaban yang akan melarang melakukan itu. Tetapi untuk terus bergerak dan bergerak karena kehidupan yang dianggap terbentang luas itu adalah juga diyakini sangat singkat. Sehingga duduk sejenak bisa berakibat terlepasnya momentum kesempatan sukses yang diraih sebagai fondasi kehidupan. Pokoknya manfaatkan seluruh waktu untuk bergerak, bersiap, bekerja tanpa jeda untuk meraih sukses di waktu yang terus mendera.

Kedua, Ada juga yang mendukung dengan duduk sejenak dan mungkin lebih lama. Dilanjutkan kongkow bersama kawan sambil menyecap minuman kesukaan yang penuh citarasa. Bertabur cerita absurd dan tawa bersama, menghentikan sang waktu sehingga duduk-duduk sejenak menjadi lebih dari sehari…. tapi tidak mengapa yang penting bahagia.

Ketiga, dari dimensi ini tentu menjawab bahwa berhenti duduk sejenak dalam rangkaian perjalanan panjang adalah sebuah hal yang wajar dan perlu dilakukan. Karena sebuah perjalanan butuh rehat untuk menyeimbangkan adrenalin pengejaran tahapan kesuksesan dengan ketenangan bathin, meskipun hanya menghela nafas sesaat sambil duduk dibawah pohon rindang keemasan… hmmmmm.. Alhamdulillah.

Tidak semua orang bisa rehat sejenak dikala meniti derasnya gelombang waktu, atau ada juga yang terjebak dalam pusaran kemalasan sehingga tak bisa (tak mau) beranjak dan terus berkutat dengan waktu yang stagnan. Maka keseimbangan itu penting kawan…

Satu lagi yang paling penting adalah rehat batin yang merupakan kewajiban Umat manusia kepada Tuhannya. Aku muslim dan kewajiban bersujud rutin dengan rumus wajib pada waktu tertentu 5x sehari dengan aturan waktu tertentu.

Sebuah kewajiban hakiki agar perjalanan hidup lahir dan batin meraih sukses bukan hanya di masa depan, tetapi sukses penuh berkah dalam setiap fase kehidupan, duia & akherat.

Duduklah sejenak, bertafakur atas perjalan hidup yang sudah dilalui dan persiapan untuk tahap selanjutnya. Jangan lupa jika waktunya telah tiba, bersegera ambil wudhu dan bersujud dalam shalat kita.

Mari bersyukur sambil mengingat perjalanan kehidupan di 2019 dan bersiap menyongsong penuh Optimisme di 2020 dengan peningkatan kualitas dan kapasitas diri terutama nilai ibadah sebagai hamba Illahi. Wassalam (AKW).

Menjadi (seperti) Setrikaan

Bolak balik dan pulang pergi, jalani – hepi – beres sesuai target yang disepakati.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah analogi seolah menjadi kesepakatan dari semua insani, padahal tanpa perjanjian dan kesepahaman, berjalan begitu saja dan mayoritas atau malah semua orang setuju dan menggunakan istilah ini dengan sadar tanpa paksaan dan diluar tekanan.
“Istilah apa brow?”

“Istilah klo bolak balik di dua tempat dan dilakukan dengan durasi yang sering, maka disebut –seperti setrikaan‘-“

“Emangnya lo bolak – balik kemana hari ini?”

“Ah cuman Gesat-Pakuan-Gesat-Pakuan-Gesat… euh, kayaknya ke Pakuan lagii”

“Ih kayak Setrikaan… ups” Keceplosan…… dia merona wajahnya. Tapi jadi manis.. awwwww.

Nyambung dari cerita ‘Tugas & Kopi’, itu adalah sepenggal proses diantara bolak baliknya raga ini mengawal sebuah map yang berisi tinta dan didalamnya berdesakan kalimat yang terdiri dari barisan kata, yang mungkin suatu saat mengguncang dunia…. (lebaaay nyaa….).

Photo : Sarapan Salad 8M berlatar Gdsate / dokpri.

Yang pasti, mari jalani menjadi setrikaan di hari ini dengan ikhlas dan ceria. Pekerjaan dan tugas adalah sebuah perjalanan kehidupan yang harus diselesaikan sesuai kemampuan dan kewenangan kita. Tetapi sambil menjalaninya, perlu juga sedikit bergaya menyimpan dokumen di dunia maya atau bisa juga mengabadikan momen gambar dalam file poto dan…. di upload juga di IG plus medsos lainnya.

Selain sebagai laporan online ke pimpinan dan teman-teman, juga media ekspresi diri ditengah kesibukan yang tiada henti.

Pagi hari berjamaah dan mengaji, ditutup dengan menikmati sajian salad 8 macam serta soto panas yang ngangeni.

Pagi hari secangkir kopi di ruang tunggu pimpinan, dilanjutkan dengan secangkir americano sambil menunggu dan melanjutkan tahapan pemarafan kalimat yang saling melengkapi.

Kembali ke gedung sate lanjut ke gedung pakuan, eh gedung sate lagi dan gedung pakuan lagi….. ngaso dulu ahh dan berpose sejenak di kursi tamu pendopo.

Sebelum mentari menghilang di ufuk barat, maka mengabadikan sebuah hotel di depan gedung pakuan berpadu dengan kerimbunan dedaunan, membingkai sebuah gambar yang (mungkin) suatu saat menjadi kenangan.

Photo : Halaman depan Gd Pakuan / dokpri.

Selamat menikmati menjadi setrikaan kawan, Wassalam (AKW).

Bastaa Coffee Stand – Cianjur

Belajar ikhlas dan jangan lupa ngopi kohitala.

Photo : Suasana Cafe & v60 Gununghalu / dokpri.

CIANJUR, akwnulis.com. Nilai sebuah perjalanan kembali kepada tata nilai yang dianut sang pengembara. Jikalau dijalani tanpa keikhlasan maka bukan hasil optimal yang dicapai tetapi malah sebaliknya, Hasilnya belum tentu, badan cape juga lelah secara mental karena hanya gerutu dan penyesalan yang menghiasi perjalanan.

Maka cara terbaik adalah awali dengan niat keikhlasan dan semangat untuk menjadi bagian dari problem solving. Ibarat tutup pentil, meskipun sangat kecil dan remeh tetapi memiliki fungsi strategis untuk menjaga tekanan udara di ban mobil tetap terjaga dan perjalanan kendaraan akan selamat plus lancar.

Jadi bukan berarti harus menjadi penentu, karena semua ada waktunya. Kerjakan saja tugas yang diemban dengan baik, optimal penuh kerelaan… insyaalloh hasilnya lebih baik… malah melampaui perkiraan yang bisa di ukur.

“Nggak percaya?… coba ajaa guys”

***

Begitupun kali ini, dengan segala sisa tenaga setelah beredar di Pangandaran, …. iya pangandaran, ceritanya klik aja PANGANDARAN 1, PANGANDARAN 2, PANGANDARAN 3,…..

Maka dari pangandaran segera bertolak ke cianjur demi menjadi bagian problem solve ‘sesuatu‘, karena ini adalah tugas maka berusaha ikhlas dan menjaga semangat agar tetap stabil, meskipun kondisi badan mulai labil….. cemunguut.

Alhamdulillah tahapan proses bisa dijalani meskipun langkah panjang menanti, tetapi itulah kehidupan. Dikala berbuat kesalahan dan ada momen untuk memperbaiki, tunjukanlah dengan sebaik-baiknya, kami tunggu dan monitor secara berkala.

Photo : Sajian kopi Arabica Manglayang / dokpri.

Energy boosternya tiada lain, selain jelas keikhlasan dan kebersamaan juga ditambah menikmati sajian kopi manual brew di Bastaa Coffee Stand. Berlokasi di jalan Siliwangi 20 kp. Pasar baru Cianjur.

Dengan metode V60 dan beraneka biji kopi pilihan, kehadiran secangkir kopi ini membuat perjalanan panjang Pangandaran – Bandung – Cianjur tidak terlalu melelahkan… hanya ringsek aja hehehehe.

Arabica Gununghalu Jabarnya maknyus meskipun disajikan dalam cangkir biasa berwarna kuning, terus terang saja menjadi cepat dingin dibandingkan dengan pake botol kaca server…. maka harus segera disrupuuut dan habis… lalu pesen lagiii……

Sajian kedua adalah arabica manglayang diolah natural, hadir kembali dengan cangkir biasa tapi rasa luarbiasa….. langsung sruput lagi…. habis lagi, alasannya takut keburu dingin hehehehe.

Pas moo pesen yang ketiga, beberapa pandangan mata rekan kerja terlihat agak gimana gitu…. urunglah pesannya. Tapi minimal semangat bisa kembali hadir membara.

Eh ada sedikit lagi diujung cangkir… srupuut… Tandass. Wassalam (AKW).

***

Kopi Sarongge Bogor

Cerita Kopi dari Pakansari.

Photo : Sajian kopi & backgroundnya kopi juga / dokpri.

BOGOR, akwnulis.com. Tiada kesan abadi jikalau tiada yang menuliskan kisah perjalanan lengkap dengan dokumentasi. Maka tulislah apa yang kamu kerjakan, tulislah apa yang kamu rasakan, jangan takut dengan bagus atau jeleknya tulisan karena tujuannya bukan perlombaan menulis, tetapi jejak indah jalinan kata memberi nuansa catatan kehidupan yang berbeda.

Dokumentasi akan semakin seksi manakala ada cerita yang bisa digali, apalagi sambil menikmati sajian kopi, lengkap sudah dan perjalanan hidup bakalan lebih indah.

Meskipun pekerjaan dan target terkadang meleset, tapi ngopi bisa menjadi penghibur hati. Dikala tugas tuntas dan sukses sesuai rencana, maka kopi juga bisa menjadi penyempurna.

Jadi, biarkan kopi bicara….

Photo : Biji kopi Sarongge Bogor / dokpri.

Kali ini mencoba salah satu kopi arabica yang (kata pelayannya) asli dari bogor, dinamainya ‘Arabica Sarongge Bogor‘, lets try guys…

Prosesnya tetep pake manual brew V60 dan hasil diskusi singkat dengan barista di Kavez Coffee Roastery yang terletak di area Stadion Pakansari Kabupaten Bogor ini menggunakan air 90° celsius untuk proses penyeduhan dengan perbandingan 1:13.

Sambil menunggu proses manual brew kopi, maka berkeliling sambil mendokumentasikan suasana cafe yang mulai ramai ini. Cafe yang nyaman dengan pilihan tempat No-Smoking, juga lebih luas smoking areanya baik di dalam cafe juga outdoor. Termasuk di lantai 2, tapi hanya buka malam minggu saja untuk lantai 2 ini.

Photo : Pilihan biji kopi siap disaji / dokpri.

Pas balik ke meja, eh sajian kopinya sudah ada, langsung photo (maklum kekinian) baru disruput-kumur-telan…. yummy nikmaaat. Acidity dan bodynya stabil. yach medium, meskipun aftertastenya tidak terlalu kentara tetapi selarik citrun muncul malu-malu.

Photo : Kavez Coffee Roastery / dokpri.

Inilah sejumput kalimat tentang cerita menikmati kopi di tanah bogor ini, beberapa tulisan terdahulu tentang kopi bogor ini ada Kopikir, juga Kopi Mandailing di cafe Migliore. Selamat wiken sahabat, Wassalam (AKW).

Loncati pagi.

Ada waktu dan berjumpa saat terbatas, loncatt.

Photo : Mentari disela pagi / dokpri.

DAGO, akwnulis.com. Semilir angin pagi dan hijaunya dedaunan menyambut kedatangan tanpa basa basi berlebihan. Semua sepakat berbagi kesegaran pagi dalam limpahan cahaya mentari yang selalu berseri-seri.

Berkelilinglah melihat-lihat kesana kemari sambil mengamati suasana pagi yang masih senyap dan sepi.

“Kepagian ini kayaknya” celoteh dalam hati, tapi juga menjadi kesempatan untuk bisa menikmati suasana sambil sedikit melamun yang masih cuma-cuma, nikmatnyaaa…..

Setelah sedikit puas berkeliling maka kembali ke tempat pertemuan yang sudah dijanjikan dan memang sudah dipersiapkan dengan semua kelengkapan, termasuk tulisan kertas yang tertempel di pintu ruang pertemuan.

Tapi….. waktu menunggu masih ada, yuk manfaatkan untuk sedikit berolahraga sambil membuat photo yang berbeda.

“Maksudnya gimana?”

Giniii…..!

Photo : Sedikit terbang / dokpri.

Raga berdiri tegak dengan kuda-kuda nyaris sempurna, dihadapan kawan yang sudah siap membidik dengan kamera samrtphonenya…

“Satu… dua… tigaaa!!”

Raga meloncat dan ditangkap oleh tajamnya lensa kamera, menghasilkan sajian gambar (sedikit) terbang yang pengennya ikutan aliran levitasi hihihi…. tapi berat badannya hahahaha….

Ulangi!!!

Loncaat….

Ulangi!!!…… 1..2..3.. jump!!!

Unsur olahraganya adalah…. berulangkali meloncat demi mendapatkan hasil yang diharapkan. Karena memang tidak menggunakan mode kamera burusut… eh brust, tetapi photo kamera biasa dengan pendekatan luckyshoot saja.

Photo : Menunggu di koridor BPIP / dokpri.

“Pak… maaf, sudah ditunggu di ruangan” Sebuah suara yang hadir tiba-tiba membuyarkan konsentrasi yang ada. Keringat yang mulai membanjiri raga bukti bahwa loncat-loncatnya lebih dari selosin kali hehehehe… no pain no gain.

Segera keringat di seka agak sempurna, sisir rambut sedikit dan melangkah beranjak menuju ruang assesment psikologi yang sudah menanti dari tadi…. Cemunguuutz, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Biro Pelayanan Inovasi dan Psikologi (BPIP) Unpad
Jl. Ir H Juanda Bandung No 438-B Coblong Kota Bandung.