Ngopay di Green Kamojang.

Menikmati kopi di Resto Teripta, Kamojang Garut.

Photo : Kohitala di Resto Teripta / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Setelah bercengkerama dengan segarnya air kolam renang dan pemandangan pegunungan yang meng-adem-kan hati maka perlu kiranya dilanjutkan dengan mencari suasana lain yang tersedia di tempat ini, Green Kamojang Resort.

Silahkan baca : KOLAM RENANG Green Kamojang.

Jika melihat di aplikasi wisata online maka akan terlihat sebuah bangunan besar ditengah kolam yang sepintas mirip perahu dengan dominasi warna warni birunya langit semburat merah mentari serta kehijauan dan pantulan cahaya di air kolam begitu indahnya.

Kenyataannya memang tidak persis tetapi secara nyata itu semua ada, hanya memang seni photografi memberi editan yang lebih manis tentunya agar para calon pengunjung dan penginap akan tertarik… itulah iklan hehehehehe.

Diriku menulis apa adanya, jadi maafkan jikalau ada yang tidak tepat dalam penyajiaannya. Tetapi memang menulis itu yang paling nikmat adalah melihat, merasakan sendiri dan segera menuangkan dalam jalinan kata sederhana dan mudah untuk memahaminya.

“Trus klo berbeda gambar dengan kenyataannya gimana?”

Berbeda itu relatif, bisa saja paa photo diambil adalah di musim semi (autum)…”Ada gitu musim semi di garut?”

“Ada atuh, khan sewaktu rasa ini bersemi padamuh… “

“Adaaw gombalisme”

Maksudnya tentu photo yang diambil di musim hujan tetapi kita datang di musim kemarau, maka suasana berbeda. Tetapi secara keseluruhan, konsep yang disajikan cukup menarik. Bungalow/villa, suasana alam untuk tracking atau outbound, meetingbroom, kolam renang, resto dan tentu fasilitas kolam yang penuh ikan-ikan plus bisa digunakan paparahuan dengan sangat menyenangkan.

Photo : Latte at Kamojang / dokpri.

Nah… urusan kohitala, ternyata di cafenya ada.. namanya cafe Teripta, dengan desain meja kursi pinggir kolam… menghadirkan sensasi alami sambil minum kopi bercengkerama dengan ikan koi.. eh ikan emas kΓ©tang.

Sayangnya kopi untyk manual brewnya habis, jadi hanya bisa pesan kopi tubruk biasa dan ditemani kopi latte sebagai pemanis suasana. Tidak lupa sejumput iga bakar nasi kebuli… ahaay sejumput, itu mah porsi maksimal… menemani siang hari menjelang sore ini.

Srupuut…
Amm….

Alhamdulillah raos bin nikmat.

Seiring gemericik air yang dipermainkan sekumpulan ikan mas, saat berpisahpun tiba dan lokasi yang asri ini harus ditinggalkan dengan penuh keikhlasan. Wassalam (AKW).

Kolam renang Green Kamojang.

Berenang segar dipadu suasana alam priangan.

Photo : Kolam renang dewasa Green Kamojang / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Gunung Guntur menjulang menjadi latar belakang pemandangan yang menyenangkan. Riak air kolam mengharu biru berpadu serasi dengan kehijauan dan deretan patung hewan penyembur air… ahhh segarnya, tak tahan untuk segera ikut bercengkerama.

Kolam renang dewasa dengan segala fasilitasnya memanjakan rasa mulai dari kolamnya itu sendiri, kursi santai, ruang bilas, handuk dan juga angin segar pegunungan yang senantiasa bertiup membawa harapan dan kenangan, begitupun kolam anak dengan kedalaman 60 cm menjadi pilihan untuk ‘ngasuh‘ sang buah hati.

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Apalagi pagi hari masih sepi, sehingga kolam renang serasa milik sendiri… Alhamdulillah.

Pilihan perjalanan kesini jika diestimasi sekitar 65 km dari bandung jika menggunakan akses tol cileunyi – rancaekek – ibun – kamojang – lokasi… ya klo tanpa kemacetan sekitar 2 jam, tetapi beberapa titik macet di jalan rancaekek – ibun perlu menjadi perhatian.

Pilihan lainnya adalah akses jalan nasional ke arah kota garut dan setelah itu menuju Green Kamojang resort, agak memutar tapi relatif kemacetan (kemungkinan) di daerah rancaekek pas bubrik (bubar pabrik) serta di Nagreg. Kalau sudah sampai kota Garut tinggal 10 km lagi menuju lokasi.

Balik lagi ke kolam renangnya, posisinya agak unik karena terletak di lantai 2, jadi aksesnya dari restoran naik tangga ke atas, ada ruang pertemuan dengan kapasitas sekitar 60 orang (maaf kira-kira)… nahhh depannya adalah kolam renang.

Untuk penginapan tersedua cottage-cottage… ah udah ah, entar disangka di-endorse sama Green Kamojang resort hehehe.

Ini mah hanya berbagi cerita dari apa yang ‘kebetulan‘ dialami. Selamat berlibur wiken bersama keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Green Kamojang… eh Kamojang Green Resort.
Jalan Raya Kamojang No.KM.3, Samarang, Kec. Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44161

Air Panas Alami Hotel Tirta Gangga.

Sekilas tentang kolam renang di Tirta Gangga Hotel.

Photo : Kolam renang air panas Tirta Gangga / dokpri.

CIPANAS, akwnulis.com. Beredar di sekitar kaki gunung Guntur kabupaten Garut tepatnya di daerah Cipanas tentu akan dimanjakan dengan bejibun hotel, villa, penginapan hingga rumah-rumah penduduk yang memiliki akses menikmati air panas alami.

Bisa langsung di kamar hotel masing-masing (tentu dengan harga yang lumayan), atau bergabung di kolam renang yang tersedia di hotel, atau bisa juga di ruangan-ruangan bak air panas private yang bisa disewa untuk berendam dalam kepanasan… tinggal memilih saja, disesuaikan dengan kebutuhan.

Apakah berlibur atau berjalan-jalan bersama keluarga?... atau kebetulan harus bekerja dalam bentuk rapat, seminar dan sebagainya, serta hanya tempat relaksasi setelah seharian menjadi konsultan/pemateri dalam acara di garut kota. Tinggal sesuaikan dengan budget dan kebutuhannya. Buat pesan hotel, villa atau penginapan saat ini sangat dimudahkan dengan adanya aplikasi dan jangan lupa rupiah yang ready di mobile banking, jadi cepet semuanya… transaksi cepat dan duit ludesnya cepat hehehehehe.

Tulisan singkat terdahulu tentang hotel di daerah cipanas ini adalah Hotel Harmoni dan sekarang agak bergeser ke hotel lain yang sudah berdiri sejak awal di kaki gunung guntur ini, namanya Hotel Tirta Gangga.

Photo : Twin bed room, lumayan buat istirahat / dokpri.

Meskipun tidak bisa menikmati suasana dengan santai dan sempurna, tetapi minimal ada sebuah cerita.

Cerita apa adanya dan yang dilihat serta dirasa dengan waktu yang begitu singkatnya.

Karena datang mendadak dan hampir menjelang tengah malam, maka yang penting dapet kamar dan di lantai 2 bangunan baru, itulah kamar yang masih tersedia.

Bentuk kamar lowbudget, agak L4 tetapi secara fungsional cukup lengkap, twin bed, tv, water heater, dan kelengkapan lainnya. Lumayan buat istirahat.

Ternyata jendela kecil disamping meja bisa langsung akses teriak ke warung di bawah sana, jadi selain room service juga bisa order via teriak minimal snack dan rokok… karena warungnya memang buka 24 jam.

Photo : Meja praktis minimal, jendelanya bisa dibuka dan akses order teriak ke warung di jalan raya / dokpri.

Esok paginya sarapan di bangunan lama lantai 2, dengan beberapa pilihan sarapan, scramble egg, sosis, nasgor, mie goreng, irisan mentimun dan kopi atau teh ditambah tumis-tumisan serta kentang goreng, cukup lumayan lengkap.

Nah sebelum cabut karena musti beresin kerjaan di kota Garut, sempetin mengabadikan kolam renangnya yang mulai ramai padahal masih pagi lho.

Kolam renang dewasa dengan kedalaman mulai 1,5 meter hingga 2 meter dengan temperatur air hangatnya cukup panas lho…. jadi klo moo masuk kolam renang ya alon-alon supaya nggak kaget… mungkin karena lebih deket ke gunung guntur yaa…. jadi panasnya jauh lebih panas dibanding di kolam renang Hotel Harmoni.

“Nggak percaya?, monggo coba aja”.

Kolam renang air panas ini selain fasilitas hotel juga bisa diakses dari luar dengan tarif 30ribuan… juga ada kamar rendam plus pancuran umum yang juga airnya panas alami… itu yang bikin ramai semenjak pagi.

Sayangnya kami tak sempat menikmati kepanasan air panas alami gunung guntur ini, hanya bisa memandang, merekam dengan mata dan dituangkan dalam cerita, kasian yaa…..

Ga papa, besok lusa bisa datang lagi dan bisa bercengkerama dengan air panas alami sesuka hati, selamat wiken kawan. Wassalam. (AKW).

Berenang di Harmoni Hotel.

Relaksasi di kaki Gunung Guntur.

Photo : Kolam renang air agak hangat / dokpri.

CIPANAS, akwnulis.com. Pagi yang cerah di kaki gunung Guntur memberi kesegaran tak terperi. Jangan terus berdiam di kamar, tetapi gerakkan raga dan kuatkan kaki agar melangkah menuju lantai bawah, disana kesegaran lainnya menanti.

Photo : Kolam renang dewasa & kolam renang anak / dokpri.

Gunung Guntur masih sembunyi di balik awan pagi, berselimut dingin yang merayu untuk kembali ke haribaan selimut di kamar lantai 2. Tapi daya tarik kesegaran kolam renang tidak bisa dilupakan, apalagi ada sedikit kehangatan yang akan memanjakan badan, maksudnya kolam renangnya airnya hangaat…. “Iya gitu??”.

Ternyata bener kawan, kolam renangnya bertemperatur hangat-hangat kuku, yach lumayan dibandingkan hanya berdiam di pinggir kolam dan di terpa angin pagi yang menggemaskan.

Jeburr!!!!…

Kolam renang satu lagi untuk bermain anak-anak, lengkap dengan seluncuran dan ember tumpahnya. Cuma anaknya nggak ikut…. yaa… nggak jadi bermain-main disitu.

Photo : Suasana kamar hotel / dokpri.

Kesegaran dan kehangatan air kolam renang memberi rasa nyaman, kombinasi alami yang menghasilkan relaksasi. Sementara kamar yang hangat ditinggalkan dulu, sofa yang luas silahkan menunggu, sementara raga ini bersantai dulu serta semoga jiwapun bisa lebih membumi tanpa terbebani pikiran tugas pekerjaan yang selalu hadir dalam labirin pikiran dan selasar neocortec.

Photo : Sofa & Sajadah / dokpri.

Sebuah pilihan tempat yang pas untuk jeda sejenak, beristirahat di sela beban pikiran dan tugas yang terus di-gas. Kerjaan kelar, istirahatpun bukan hanya kelakar.

Yang kepo, ini namanya Hotel Harmoni di daerah Cipanas Garut.

Hayu ngojay bray, Wassalam (AKW).

Ngopay di Warung Garut.

Menikmati sajian kopi garut di warungnya.

GARUT, akwnulis.com. Dikala malam mulai menjelang, sebuah rasa menyeruak membuka peluang. Setelah lelah bekerja seharian tibalah saatnya menikmati pemandangan sambil bersantai tanpa gangguan.

“Tapi ini sudah malam kawan”

Ya gimana lagi, tugas pekerjaan tetap harus dituntaskan meskipun melewati jam yang sudah diikat aturan. Nggak usah itung-itungan, Allah Maha Tahu, kerja aja, insyaalloh mendapat rejeki yang berkah dan insyaalloh melimpah.. Amiin.

Bergeraklah raga menyusuri jalanan di kota garut jawa barat, mencari sesuap kopi yang masih bisa didatangi, meluncuur….

Photo : Arabica halimun selatan V60 / dokpri.

Dengan bantuan gugelmep plus waze serta silaturahmi dengan penguasa lokal, maka tidak sulit menemukan cafe yang menyajikan kop dengan berbagai pilihan bean serta model pemprosesan lokal dari mulai aeropress, v60, calita dan kawan-kawannya.

Sajian pertama, Arabica halimun selatan garut full wash. Tangan terampil barista Warung Garut yakni kang Away bergerak sinergis memproses pesanan manual brew dengan cekatan.

Photo : Kang Away Barista Warung Garut / dokpri.

Bodynya lite tetapi acidity medium high dengan after taste ada selarik rasa manis… Sruput dulu..

Sebelum pesan sajian selanjutnya, diselingi dulu mencoba satu sloki arabica garut selatan yellow cattura… gratis, milik ini mah.

Sajian kedua adalah arabica papandayan dengan metode manual brewnya tetep v60…. prosesss

Warung Garut ini adalah cafe yang cukup luas terletak di Jalan Pahlawan Garut. Tempatnya nyaman dengan berbagai variasi menu lengkap baik western ataupun asia. Tapi bukan itu tujuannya, karena sajian secangkir kopi yang akan menyelesaikan pertanyaan ini, apalagi jikalau kualitas beannya premium, komposisi seduhan yang tepat baik suhu, rasa dan suasana, maka tinggal dinikmati tanpa banyak basa basi.

Photo : Arabica Papandayan V60 / dokpri.

Sajian kedua, rasa pahit bodynya cukup kuat, dengan acidity medium cenderung low dengan aftertastenya muncul juga karakteristik profile serasa dark chocholate.

Akhirnya seiring waktu yang beranjak melewati dini hari, maka sesi mengopipun harus berakhir karena esok pagi berkutat kembali dengan berbagai tugas yang tiasa henti. Perlu istirahat dan recharge body agar tetap bugar tiada henti, Wassalam (AKW).

***

Kopi Karirot.

Wiken sama Kopi Karirot.

Photo : Kopi Karirot pake V60 / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Memandangi bungkus hitam kopi yang datang tiba-tiba karena sebuah silaturahmi, itu adalah rejeki. Kopi arabica khas garut dengan profile yang kata ownernya ‘nendang‘ bingit rasanya.

Tidak banyak tanya bagaimana rasanya, tetapi keyakinan kuat bahwa sebuah rasa akan tercipta dari bahan yang berkualitas luar biasa, proses penyeduhan yang sempurna juga sebuah rasa yakin sang penyeduhnya.. boleh disebut barista?..

Barista non sertifikasi hehehe.. alias babaristaan.

Ternyata…. baru buka bungkusnya saja, harum semerbak luar biasa, menyambar indera penciuman dan indera perasaan hingga tak sabar segera menyeruputnya. Komposisi 1 : 12 dan panas 89Β° celcius dengan manual brew v60 menghasilkan sebuah sajian kopi yang ngangenin baik rasa, aroma dan after tastenya.

Paduan tebalnya body dengan acidity (keasaman) tinggi serta after taste yang full berry dan tamarind bikin ‘ninggal‘ di lidah bawah cukup lama…. ah kepahitan yang manies, juga keasaman java preanger khas garut bikin terlena. Kopi ‘Karirot’ ini 100% asli garut dari Gunung Papandayan…

Photo : Kopi Karirot with Gundam / dokpri.

Karirot dalam bahasa indonesia agak susah cari padanan artinya, tetapi klo pakai bahasa sunda maka artinya adalah ‘tinggal minum‘ atau ‘tinggal nyurupuut’ …. jadi langsung enaaak (itu klo dibikinin baristi eh barista, klo bikin sendiri, yaa musti menkmati prosesnya dulu…. )

Srupuuut….

Nikmat pisan, hari ini semakin warna warni, bersama keluarga juga ditemani sajian kopi hasil menyeduh sendiri. Hatur nuhun kopinya Kang YG, ajibb pisan, juga tidak lupa sponsornya Mr DH, jangan bosen yaaa. Happy weekend to All, Wassalam (AKW).

***

Ngopay & Ngojay-ku.

Tak terasa nulis ngopay dan ngojay udah 2 tahunan.. sruputt.. gejebur.

Photo : Ngopay & Ngojay / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah keserasian adalah keindahan dan presisi memberi catatan ketelitian tersendiri. Meskipun atas nama seni, sebuah posisi yang tidak beraturan bisa menghasilkan keindahan. Bisa juga pola-pola yang bertabrakan baik warna ataupun bentuk akan menghasilkan aneka persepsi yang didasari dari pendapat dan opini pribadi bergabung dengan pengalaman hidup yang pernah dijalani, bahasa simpelnya adalah seni abstrak, ceunah, atau absurd… eh atau kontenporer… mohon koreksi klo salah gan.πŸ™πŸ™πŸ™.

Tapi…. secara umum, keserasian πŸ“š menjadi adalah sesuatu hal yang mudah dinikmati tanpa perlu berfikir panjang atau mengira-ngira apa sih yang ditampilkan atau tentang gambaran apa yang sedang dihadirkan.

“Bener nggak?”

Photo : Ini Ngopay Kotala V60 / dokpri.

Jawabannya akan variatif, meskipun feeling sih… klo di survey, kecenderungan khalayak akan sepakat dengan keserasian nan presisi yang menghadirkan keindahan.. ayoo… setuju atuuuh.

Begitupun dengan blog ini, akwnulis.com yang tak terasa sudah 2 tahun lebih hadir menjadi media curhat onlen pribadiku sekaligus ajang silaturahmi via share link rutin ke kontak-kontak WA yang ada… maaf klo ngeganggu yaaa.

Photo : Ini Ngojay / dokpri.

Beragam tanggapan yang hadir dalam kata ataupun emoticon dan juga tanpa respon apapun… tidak masalah, yang penting semangat berbagi informasi baik tetap terjaga dengan tema mengerucut tentang ‘Ngopay & Ngojay’ atau minum kopi dan berenang… meskipun cerita tentang kopi masih mendominasi, tapi renang dan kolam renangpun selalu hadir sesekali…πŸŠβ€β™‚οΈπŸŠβ€β™€οΈπŸŠβ€β™‚οΈ

Maka, gambar di awal blog ini mewakili sebuah persepsi, mewakili keserasian tema ‘ngopay & ngojay‘ sekaligus berusaha meng-capture keindahan alam Cipanas garut dalam kesegaran pagi, kebeningan kolam renang dan kenikmatan secangkir kopi hitam.

Photo : Ngopay Olangan Kopi Lanang / dokpri.

Meskipun sebenarnya agak sulit juga kalau minum kopi β˜•β˜•β˜• sambil berenang, karena yang diminum pasti lebih banyak air kolam renangnya atuh hehehe… jadi bisa juga minum kopi di pinggir kolam renang sambil menikmati kopi dan pemandangan yang berenang.. woiiiiiiii……. ups salah lagiii…

Yang paling aman adalah menikmati kopi tanpa gula🍡🍡 dengan seduhan manual dan kopinya spesialty dilanjutkan dengan menceburi eh menceburkan diri di kolam renang, apalagi jikalau kolan renangnya air hangat…. nikmat pisan, lalu jangan lupa dihadirkan dalam jalinan kata dan kalimat yang mungkin bisa memberikan manfaat, minimal bisa dibaca dengan cepat dan ada informasi penting yang didapat.

Selamat menjalani sisa wiken bersama keluarga sebelum esok hari kembali berjibaku dengan tugas-tugas masing-masing yang tak pernah ada habisnya…πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘ Alhamdulillahirobbil alamiin. Wassalam (AKW).

Ngopay di Rancasalak Garut

Sinergi dalam nyeruput kopi disini, Rancasalak Garut.

Photo : Tempat manual brew oleh para Barista / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Sebuah sinergi harus diawali dengan aksi dan semangat membuka diri, apalagi sekarang ini adalah jamannya berkolaborasi maka sebuah kerjasama adalah sesuatu yang banyak musti dilakoni.

Begitupun dengan hari ini, berdiskusi bersama membahas sebuah aplikasi yang berguna untuk membantu menyeleksi para calon direksi yang akan menjadi pemimpin di lembaga keuangan ini.

Tak lupa dengan kenikmatan menyeruput kopi, perlu suatu sinergi dari sajian yang diharapkan dengan pola pikir dan keihklasan untuk menikmati kepahitan yang akan sirna menjadi rasa nikmat yang sulit dilukiskan dengan syarat adalah penuh rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

Photo : Arabica wet hull Sunda Hejo / dokpri.

Apalagi jikalau tempat yang dituju ternyata butuh perjuangan untuk mencapainya, semakin terasa kesan dan keinginan untuk menikmatinya secara langsung di lokasi yang sebenarnya, sebuah daerah yang bernama jalan Rancasalak, Kadungora Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.

Sebenarnya menikmati hasil roasting dari cafe Rancasalak ini sudah beberapa kali dan pernah ditulis di postingan terdahulu, salah satunya yang berjudul Sunda Hejo. Yup nama cafenya Sunda Hejo, sebuah tempat kongkow ngopay yang ternyata cukup ramai dengan aneka varian menu yang menyenangkan.

Tapi tetap, tujuan utamanya adalah ngopay, langsung diseduh sama yang barista yang bertugas, Yi Rizal. Pilihan pertama mencoba arabica wet hulled dengan komposisi 1:12, menggunakan peralatan V60 dan panas suhu air panasnya 90Β° celcius dengan pola putar searah jarum jam.

Hasilnya sebuah sajian kopi yang harum, body serta acidity standar… cocok buat pemula dengan after taste berry ada muncul selarik waktu.

Yang menarik, setelah kami duduk di kursi sambil ngobrol, sang barista mendekat dan menanyakan kesan kami terhadap sajian kopinya.

“Gimana kakak, sajian kopinya”

“Standar, cocok untuk pemula, bisa dipilihin bean recomended supaya lebih strong?”

“Siap Kakak, saya coba arabica pitalola yaa, pake komposisi 1:10 ya, dengan panas 90Β° celcius dan putarannya tetap ke kanan, ditunggu kakak’

” Oke dik, ditunggu”

***

Percakapan ringan mengalir meskioun diselingi sholat magrib bergiliran serta ke toilet bergiliran maklum toiletnya cuman 1 buah.. eh satu pintu, didalamnya agak luas dan ad 1 wc duduk, 1 toilet kencing cowok dan wastafel.

Photo : Arabica Pitaloka sunda hejo / dokpri.

Sajian yang kedua ini cukup nendang, strong tapi nggak bitter, harumnya dapet, aftertastenya muncul juga rasa buah-buahan rumpun berry dan selarik caramel dan keharuman asap.... Buat penikmat sajian ini cocok, klo buat pemula mah khawatir kaget dan trauma minum kopi tanpa gula.

Masalah harga per sajian agak lupa, karena ternyata ada kolega yang ikut gabung dan ikut ngebayarin… baik bingit yaaaa.

Selamat menikmati kehidupan dan jangan lupa menikmati sajian kopay, dimana bumi dituju disitu menikmati kopi jangan diganggu hehehehe, Wassalam (AKW).

***

Alamat :
Cafe Sunda Hejo, Kp. Rancasalak rt/rw.02/03 Rancasalak, Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44153 Indonesia

Kopi Tubruk Kegalauan

Mengurangi kegalauan sambil ngopay, semoga semua baik-baik saja.

Photo : Kopi Tubruk Arabica Cibiuk / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Adzan magrib terasa begitu merdu dan penuh makna, di kala raga dan jiwa begitu membutuhkan kehadirannya. Menjadi penentu berhasil-tidaknya perjuangan menahan rasa menekan segala keinginan dunia dan hindari goda yang senantiasa mengintai di semua suasana…. hingga akhirnya bisa berbuka puasa.

“Berbuka puasa pake apa?”

“Kopi donk”

“Cius?”…

“Ya nggak lah, tentu air putih dan doa berbuka yang lebih utama”

“Nggak berbuka dengan yang manis?

Aku terdiam, lalu spontan menjawab dengan menampilkan sunggingan senyum terbaikku, “Enggak euy, soalnya akyu udah maniiez”…

…. g.u.b.r.a.k ….

Setelah reda dari keterjungkalan perasaan, maka dilanjutkan dengan menikmati secangkir kopi tubruk di cangkir putih dan berhias selada… tentu kopi tanpa gula.

Srupuut…. kopi arabika di salah satu rumah makan Kabupaten Garut ini menjadi pembuka semangat dan mengurangi kegalauan malam ini setelah sehari tadi berkutat dengan kesedihan yang tak bisa… tak bisa dan berat untuk diceritakan.

***

Photo : Mesjid Agung Garut / dokpri.

Tadi pagi, masih bisa menikmati udara segar yang tersaji bebas di alun-alun garut. Memandang bangga, betapa gagahnya mesjid agung garut yang menjadi tempat syiar agama islam sekaligus bangunan strategis di Kota Intan.

Lalu bercengkerama dengan air wudhu dan melaporkan kefanaan diri tanpa tendensi dalam rakaat demi rakaat yang bebas dari intervensi…. Alhamdulillah.

Tuntas dari sana, bergerak mengayun langkah menuju bangunan lain yang tidak kalah indah, kediaman pimpinan Kabupaten Garut, Pendopo Bupati…. langsung mencoba mengabadikan sebuah bangunan bernuansa kayu yang sesekali menjadi tempat berkumpul para petinggi ataupun rakyat garut dalam menyampaikan keinginan ataupun menghadirkan solusi dari beraneka rupa permasalahan.

Photo : Bangunan depan Pendopo Bupati Garut / dokpri.

Giliran mendapat kesempatan memasuki lebih dalam area pendopo, wah nuansa dan rasanya beda lho…. maklum khan baru pertama kali ke sini.. (sama kamuuh…).

“Lha… katanya nggak moo cerita, kok ini panjang lebar” komentar komplen menempel di telinga kanan. Aku terdiam, lupa.

“Tapi tanggung ah… lanjut dikit” jawabku, sambil kembali merangkai angan dan memandang ruang pertemuan dengan nama ‘ruang Pamengkang.’

Penasaran dengan artinya tetapi tidak ada kesempatan menanyakan pada siapa, sehingga akhirnya mbah gugel yang ditanya via jempol menari diatas layar smartphone ini.

Ternyata ada beberapa artikel dan kamus online yang menyajikan pembahasan tentang arti kata ‘Pamengkang‘. Meskipun diriku setuju dengan sebuah penjelasan bahwa pamengkang ini dalam bahasa sunda adalah ‘ruang tunggu sebelum menghadap’…. ini cenderung yang paling cocok.

Karena artikel lainnya bicara tentang nama keris legendaris yang (katanya) bertuah dengan sebutan ‘Keris Pamengkang Jagat’… entahlah.

Serta satu artikel lagi yang menyebutkan arti ‘pamengkang’ ini berasal dari 2 kata dalam bahasa sunda yaitu ‘pameng + kang’ yang artinya ‘Tanggung Kakak‘…. jadi (mungkin), sebuah tempat untuk berhenti sejenak, tapi tanggung, jadi musti diteruskan…. gituuuuu.

“Ohhhh gitu ceritanya… tapi nggak sedih ah.. kok diawal katanya ada kejadian yang menggalaukan jiwa?”

“Sudah cukup, gitu aja ceritanya kawan” Sebuah jawaban penenang suasana, meskipun sebuah beban berat semakin bertambah setelah pertemuan ini. Semoga semua yang terjadi berhikmah berkah. Wassalam (AKW).

Kopi Arabica Sunda Hejo ‘Klasik Bean’

Kopi dalam balutan silaturahmi, kopi asli arabica klasik bean sunda hejo.

Photo : Sajian Kopi Sunda Hejo arabica / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Berkah silaturahmi itu salah satunya mendatangkan rejeki yang tidak disangka-sangka sama sekali. Begitupun dengan urusan menikmati kopi, tidak usah khawatir dengan stok yang sudah menipis, karena akan segera terganti.

Yakinlah itu.

Diawali dari sering mengganggu dengan share link tulisan blogku yang mayoritas berisi cerita tentang kopay (kopi) & ngojay (berenang) via japri kontak whatsapp kepada kolega, saudara dan teman-teman yang sudah ada di kontak smartphoneku… tentu semuanya sudah kenal duluan.

Tujuannya sangat sederhana, belajar memerangi hoax atau berita bohong/tidak jelas dengan membuat tulisan sendiri di blog dilengkapi photo hasil jepretan Smartphoneku.. sehingga hadir sebuah tulisan singkat dan ringan, …..mungkin nggak penting juga, tapi yang utama adalah…. diriku bisa bertanggungjawab atas apa yang di tulis dan dibagikan linknya kepada orang lain.

Gitu dulu yaach... oh satu lagi, rutin menulispun bisa menjaga otak tetap berfikir dan raga bergerak sehingga menghindarkan dari berbagai penyakit khususnya penyakit kepikunan lho.

Plus tulisan-tulisan ini bisa jadi warisan bagi anak cucu dan generasi selanjutnya.

Setuju khan?…. setuju aja, biar cepet.

***

Kembali ke hikmah silaturahmi tentang hadirnya rejeki, maka dalam pertulisan ini akan dibahas tulisan dengan tema ‘rejeki kopi’…....

Begini ceritanya… monggo… cekidot.

Photo : Kopi Arabica sunda hejo & prosesi V60 / dokpri.

** Rejeki Kopi **

Penulis mengenal beliau beberapa tahun lalu, sebagai pejabat di bidang audit dan pernah berinteraksi beberapa kali. Lalu sang waktu berlalu, tahun demi tahun berjalan tanpa menoleh ke belakang……. dan setahun terakhir berkomunikasi lagi karena memang nomor kontak WAnya masih tersimpan.

Komunikasinya bukan urusan dinas, tetapi mengomentari artikel di blogku yang dominan urusan kopi dan kopi dan kopi…. dan kopi.

“Kenapa sihh nulis kopi?”

Bentaar…..

“Emmmmm….. tema tentang kopi itu universal dan sangat luas, sehingga bisa dikaitkan dengan berbagai hal. Juga emang seneng kopi dan intensif sejak 2 tahun lalu”

Wadaw jawabannyaah….

Ternyata….. sekarang beliau sekarang mendapat amanah tugas di Kota Intan Garut, dan…….. yang cocok pisan adalah… sama-sama penyuka eh penikmat kopi.

“Mau nyoba kopi sunda hejo?, minta alamat lengkapnya”

Photo : Kiriman Kopi Sunda Hejo dan kawan-kawannya / dokpri.

Pesan via WA dari beliau, dijawab segera dengan memberi alamat lengkap…. ta-daaaa

Sehari kemudian sebuah dus besar JNE datang ke rumah dan diterima istri tercinta.

Awalnya bingung juga, tiba-tiba ada paket. Tetapi pas inget penawaran beliau, kayaknya kiriman kopi nich
.. Alhamdulillahirobbil alamin.

“Udah buka aja say, itu kiriman dari Pak bos,…. teman di Garut”

***

Malam hari baru tiba di rumah, dan setelah mandi serta tarawih… teringat untuk mencoba kopi kiriman beliau.

Melewati dus merah dan penasaran lihat isinya…. wadduh kok banyak banget ya?…

Kebayang nggak fren…. isi utamanya adalah sebungkus kopi arabica sunda hejo klasik bean, sebungkus kopi robusta dan sebotol kopi cold brew IPQ coffee... ditambah dengan beraneka makanan ringan oleh-oleh khas garut seperti kerupuk cungur, kripik bawang, dodol piknik original dan campur, dorokdok, kerupuk kulit, rangginang, roti bagelen plus baso aci instan….

Jadi prinsipnya adalah… kopinya ada, ditemani balad-baladnya banyak bingit…. bikin meriah.

Photo : Aneka kopi Klasik Bean Sunda hejo / dokpri.

Maka perjalanan di saat pengiriman, sang kopi tidak merasa kesepian, tetapi bersendagurau dengan kawan-kawan oleh-oleh keringan lainnya. Membawa kehangatan dan kebersamaan hingga tiba di tempat tujuan.

Alhamdulillah, hatur nuhun Pak Is atas kirimannya. Semoga kebaikan ini tergantikan dengan rejeki yang lebih banyak dan penuh berkah… serta suatu saat bisa kongkow bareng di Rumah Kopi Rancasalak 771 Kadungora Garut, bercengkerama sambil menikmati racikan manual brew di situ, Insyaalloh.

***

Prosesi yang pertama adalah manual brew pake V60 Arabica Sunda Hejo klasik bean semi wash dengan komposisi 1 : 15, menggunakan air panas bersuhu 90Β° celcius..

cuuurrr…. pelan tapi pasti.. menetes di tabung server.

Setelah tertampung semua, dituangkan ke gelas kaca mini merk duralex (gelas kesayangan… cuman itu yang dipunyai hehehehe).

Srupuut……

Uenaaak euy… rasa kopinya yang khas dan segar menyeruak di rongga mulut, seluruh lidah dan menyebar ke aneka arah sambil yang pasti meluncur ke lambung untuk berkumpul dan berproses.

Kopi arabica ini di roasting pada tanggal 30 april 2019 lalu… berarti 12 hari lalu, … pas banget tuh. Bisa munculkan rasa dan karakter kopi yang sebenarnya.

Aroma harum menyeruak indera penciumanku, acidity medium dengan rasa buah-buahan… berefek zegaar.. eh zegaaar… eh segaaar.

Body medium dan ada sedikit after taste ninggal di belakang lidah dengan menyisakan sejumput rasa lemon dan tamarind…. yang bikin asyik adalah rasa segarnya spesial sehingga tak perlu berlama-lama 200 ml yang tersajipun tandas di seruput tanpa syarat.

Yang robusta besok lagi ah nyeduhnya, sekarang udah hampir tengah malam….. udah ngantuk moo bobo dulu, bersiap menjalani puasa di esok hari.

Xie xie, merci beaucoup Pak Bos, Pak Is…

Mantabs kiriman kopinya, Haturnuhun, Wassalam (AKW).