Coffee Neng INCEES

Nikmati INCEES duyu ah…

Photo : Penampakan Kopi INCEES / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Sabtu malam saatnya bersama dengan keluarga dan…. aktifitas pribadi yang menenangkan hati.

Apa itu?”

“Biasa bro, nyeduh kopi pake v60

Si kecil antusias menemani prosesi manual brew ini, sambil tangan mungilnya sesekali memegang ujung server, atau ambil sendok buat ikutan ngudek kopi yang sedang meneteskan diri…. hampir saja merusak tahapan demi tahapan dalam rangka menyeduh kopi malam ini.

Diingatkan dengan kata lembut ternyata nggak mempan, tapi jikalau dengan suara keras, khawatir memberi contoh kekerasan sejak dini…. jadi tetap berkata lembut dengan mata melotot….. atuh sama ajah heuheuheu.

Kali ini manual brew v60nya menggunakan kopi dari garut dengan merk dagangnya ‘Neng INCEES‘, entah ada hubungan apa dengan Syahrini sang Artis, tapi kalau melihat bungkusnya ada gambar mata yang menggunakan alis cetar anti baday. Apakah ini punya sang artis ataupun memang strategi marketing dari penghasil kopi, nggak masalah. Terpenting adalah mari kita coba saja bagaimana rasanya.

Makasih buat Abang Bismark yang berkenan mengantarkan sendiri Kopi Neng INCEES ini, nuhun pisan. Semoga dibalas perhatian ini berlipat ganda.

Bismillah….

Photo : Like father like daughter / dokpri.

Bungkusnya dibuka dan harum semerbak menerjang muka. Air panas sudah siap di atas kompor, kertas filter sudah nangkrong eh nangkring di corong v60…. tinggal diambil bubuk kopi dengan ukuran kira-kira.

Lha nggak pake gramasi?”

“Gramasi feeling aja ya, soalnya timbangan digitalnya pecah, terjatuh”

Maka empat sendok makan plastik… eh lima sendok mucung, kira-kira 35gram yang diseduh pake air panas 400 ml (jangan protes dengan komposisi ya…. tapi klo komen sih boleh…. )

Tetesan kopi hasil ekstraksi menjadi atraksi tersendiri. Anak semata wayangku tak sabar menantikan prosesi ini tuntas. Bukan apa-apa, bekas seduhan kopi ini yang menjadi bahan anyang-anyangan (bermain) anak kesayangan, ditambah air dan seakan-akan bikin kopi sendiri… like father like daughter.. kitu ceunah.

Setelah dipindah di gelas kaca kopiku, perlahan tapi pasti mendekati bibir daan…..Sruputtt.. srupuuut.

Photo : Prosesi ekstraksi tampak atas / dokpri.

Hmmm…. Bodynya bold euy… tebal dan pahit menghangat, acidity high… bikin nyengir dan sekilas nyereng.. euh apa ya bahasa indonesianya?…. ya nyereng aja dah, sekilas tapi… kayak mendekati arabica wine lho aciditynya dan aftertasenya (moga-moga nggak zalah eh salah) hadir rasa lemon kolot, kacang tanah dan gula merah serta sekilas dark chocholate.

Jadi dengan komposisi tadi, lebih cocok untuk penikmat kohitala saja, untuk yang belum siap menerima keasaman dan kepahitan hidup.. eh kopi, baiknya banyakin aja air panas seduhnya atau… turunin gramasinya sehingga dapetnya lite meskipun mungkin bisa terjebak dalam rasa watery (loba cai : b.sunda).

Nikmat pisan, sebuah prosesi seduh kopi sambil ngasuh anak dan ngasuh diri sendiri di malam minggu yang penuh arti. Selamat jam segini, Wassalam (AKW).

***

Manual Book Kehidupan.

Jangan lupa baca manual booknya…

Photo : Lentera Kehidupan / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Perjalanan hidup memang menarik dan penuh kejutan, bersiaplah kita dengan dua senjata kebanggaan yaitu syukur dan sabar.

Syukur digunakan dikala kita mendapatkan kesenangan, kebahagiaan, keceriaan, kemudahan, keramahan dan keadaan yang berlimpah rejeki dari Allah. Sementara sabar dihadirkan pada saat suasana duka, sedih, merana, kenyataan jauh dari harapan kita hingga berbagai kondisi yang menyesakkan dada, hati, pikiran dan semua indera perasa. Insyaalloh perjalanan hidup kita akan berjalan baik-baik saja.

Teringat kembali simulasi sederhana dari Kang Asep RK minggu lalu, sebuah permainan singkat yang seperti main-main, iya atuh da namanya juga permainan.. ternyata menyimpan makna mendalam setelah di renungi bersama, tentu dengan fikiran terbuka.

Pertama, pelajari aturan main. Sebelum melakukan apapun, cari dulu dan buka manual booknya, pelajari dengan seksama dan sesingkat-singkatnya.

Pertanyaannya, “Permainan apa yang akan kamu jalani?” Lalu “Apa tujuan dari permainan ini?”

Jawaban akan bervariasi, dengan kecenderungan adalah masing-masing ingin berhasil meraih kemenangan. Nah karena tergesa-gesa, maka manual booknya nggak tuntas dibaca sehingga di akhir permainan semuanya dalam posisi kurang berhasil, ada yang rugi banget dan ada yang rugi sedikit… usut punya usut, ternyata semuanya menerapkan konsep win-loss, karena khawatir pihak lain yang mengambil keuntungan…. disinilah kebersamaan diuji, karena ternyata egois diri berakhir kepada rugi dan dirasakan oleh semuanya yang seharusnya saling berbagi.

Photo : Wajah lelah mencari manual book / dokpri.

Semoga permainan ini mengingatkan kita bahwa berfikir win-win dengan berkorban, bukan berarti kita akan dirugikan. Tetapi bersama-sama meraih keberkahan dan kesuksesan sebagaimana tertera dalam manual book permainan…. baca dulu yang lengkaaap….

Abis di buru-buru sama Motivator nya” sebuah kalimat lirih terdengar, itulah kehidupan, selalu ada komentar yang membela kekurangan.

Bagi yang ingin kehidupannya sukses dan penuh keberkahan, khususnya umat islam maka manual booknya adalah Alqur’an dan Hadits dilengkapi penjelasan imam dan ulama serta cendekia. Sementara sabar dan syukur adalah tools praktis dalam menjalani kenyataan hidup ini, Bismillahiroohmannirrohimm (AKW).

#ARK

#motivator

#AKW

#2020

Kopi Tupoksi.

Kerja dulu baru sruput… eh sruputt dulu, baru kerjaa.

GARUT, akwnulis.com. Secangkir kopi hadir mengawal pagi, secercah harap berkumpul dalam tumpukan data yang lengkap dikelilingi kerangka pekerjaan yang relatif tetap.

Sebelum map pekerjaan dibuka maka sajian kopi dulu yang lebih dulu berhadapan dengan muka. Biarkan sruputan perdana menjadi penyemangat rasa dan selanjutnya berjibaku dalam diskusi penuh makna.

Jadi, jangan ragu bahwa seiring pekerjaan yang rutin sepanjang hari selalu ada sisi-sisi penting yang wajib disyukuri. Selain rasa syukur memiliki pekerjaan yang pasti, sekaligus rasa syukur bisa menyeruput kohitala berulang kali…. gratis lagi hehehehe.

Selamat pagi kawan, selamat bergelut dengan tupoksi*) serta jangan lupa ngopi. Wassalam (AKW).

***

*)Tupoksi : Tugas Pokok & Fungsi.

Ngopay di MINI Coffee.

Yuk Ngopay di Kota Dodol.

GARUT, akwnulis.com. Terkadang kalau sudah ketemu kedai atau cafe yang menyajikan Kohitala (kopi hitam tanpa gula), langsung pesan dan dikala telah tersaji langsung sruput dinikmati…. sementara ada yang terlupa yaitu ambil photo untuk dokumentasi.

Kenapa dokumentasi photo menjadi penting?”

Karena memang trend jamannya begitu. Dari mulai kualitas smartphone yang makin berkualitas, kemudahan upload di media sosial dan menghasilkan rasa bahagia karena melihat jempol (like) dan komen dari photo atau video unggahan kita di belantara ramatloka.

Begitupun di cafe ini, sajian V60 arabica papandayan lanang berry-nya langsung di sruput dan cuman jepret 2 buah photo…. eh yang satunya blur, alhasil ada satu photo yang bisa ditampilkan, Alhamdulillah.

Tempatnya nyaman dan cukup strategis dengan berbagai menu pilihan diantaranya cemilan yang dicoba adalah dimsum dan singkong keju…. awww pantesan kagak kurus, lha wong cemilannya berrat…

Nggak dimakan sendiri juga, tapi bareng-bareng. Menu lainnya banyak juga, tapi tentu yang dibahas tetap urusan sruput kopay ya guys.

Kopi Arabica Papandayan Garut Lanang menjadi pilihan, dan diproses manual brew menggunakan V60 oleh sang baristi, namanya neng Dita dengan komposisi kopinya 1: 15 dan gramasinya 18gr dengan suhu 85° celcius menghasilkan sajian kopi hitam tanpa gula yang ber acidity dan body medium dengan tastenya berry.

Sajian kedua adalah arabica papandayan honey dengan komposisi dan gramasi manual brew V60 yang sama tetapi suhu ditingkatkan 90° celcius pada saat penyeduhan. Body medium ninggal dan acidty high….. cocok nich.

Panasnya pas pisan… srupuut lagii. Ditemani cemilan singking keju yang renyah rangu juga dimsum yang keburu abis dimakan sehingga yang tersisa hanya senyum.

Itulah sejumput momen di kota dodol, menikmati kopi di sela tugas kerja yang hadir tanpa pernah berhenti. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
MINI COFFEE,
Jl. Patriot No. 46 Sukagalih Garut West Java.

Kopi Briefing.

Senin pagi antara kemacetan, kopi dan tugas mendadak.

Photo : Kopi Briefing / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Senin pagi begitu penuh tekanan, karena minggu adalah hari bersama keluarga dan lupakan (sementara) kerjaan…. senin pagi semua kembali harus dikerjakan dilengkapi dengan hadangan kemacetan di beberapa titik perjalanan plus sebelum berangkat masih ingin berlama-lama menggendong anak kesayangan.

Tapi, show must go on…

Brengkooot… (baca : berangkat), …. cusss.

Benar saja, kemacetan langsung menghadang di depan komplek perumahan, kelihatannya semua janjian berangkat pada waktu yang sama.. jadi weh numpuk….

Kesabaran dan ketenangan yang menjadi kendali, begitupun google map juga dibuka untuk menghasilkan prediksi waktu untuk tiba di tempat apel bersama….. bersenandung lagu kesayangan yang nggak jelas kedengarannya tapi bagi diriku begitu merdu…..

La.. lala… laa..
Du du du…. duduuuuu….

Alhamdulillah, apel pagi sempat dihadiri dan dilanjutkan briefing pagi di kantor sementaun (sementara beberapa tahun) yang berjarak 3 km ke arah utara dari area gedung sate.

Bukan materi briefingnya saja yang menarik tetapi sajian kopi paginya yang mendamaikan hati…. serta sebuah perintah selanjutnya adalah harus bergerak pergi menuju Kota Garut untuk tunaikan tugas di hari ini. Wassalam (AKW).

Kopi Sore di Sampireun.

Kopi sore di ujung senja.

GARUT, akwnulis.com. Angin semilir membelai wajah lelah yang sedang bersandar santuy di kursi kayu setelah berlari-lari kecil mengelilingi eh mengitari keindahan danau alami yang memiliki daya tarik tersendiri.

Sambil menarik nafas panjang, hadirlah secangkir kopi hitam yang masih mengepulkan asap kesempurnaan. Berlatar pagar tanaman (bukan pagar makan tanaman yaaa) dan suasana sore yang menuju temaram, keberadaan secangkir kohitala melengkapi ke-santuy-an ini dan memberi aneka makna.

Jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota, terhindar dari hinggar bingar klakson karena kemacetan lalulintas dan gerutu penumpang yang terjebak dalam labirin jalan di kota Bandung… disini tenang dan tentram kawan.. meskipun memang harus mengorbankan waktu dan sebagainya… tapi itulah kehidupan.. ada pengorbanan dan hadirlah suatu harapan. Meskipun itu semua adalah secuil fragmen kehidupan yang memberi pelajaran bahwa apapun yang terjadi senantiasa di syukuri dan ditafakuri.

Photo : Danau Kampung Sampireun / dokpri.

Pahitnya kopi hitam yang menyapa indera perasa di ujung lidah ternyata bisa berpendar menjadi gula-gula kehidupan dengan rasa manis alami yang sulit membuat definisi, inilah salah satu dari unlimited-nya nikmat Illahi yang (kembali) wajib disyukuri.

Kembali semilir angin sore membawa berita bahwa sebentar lagi Adzan mahrib akan menggema. Sungguh tidak terasa, serasa sekejap bersandar di kursi dan menikmati kopi ini… ternyata waktu begitu cepat berlalu.

Mari bergegas kawan, memenuhi panggilan Illahi untuk bersujud sesuai dengan janji. Wassalam (AKW).

Swimming Pool Santika Cipanas.

Mengejar kesegaran di kaki gunung Guntur.

GARUT, akwnulis.com. Sebuah pemandangan segar membiru membentang penuh keanggunan. Mengajak siapapun yang datang untuk bercengkerama dalam jalinan keakraban penuh sukacita.

Kembali ke hamparan kaki gunung guntur di daerah Cipanas Kabupaten Garut Jawa Barat tepatnya di sebuah hotel yaitu Hotel Santika Cipanas.

Kesegaran begitu menggoda dengan air kolam renang yang jernih, udara segar serta mentari pagi yang hangatkan badan serta harapan.

Photo : Kolam anak dan kolam dewasa Hotel Santika / dokpri.

Dengan jam operasional yang panjang yaitu mulai 07.00 pagi hingga jam 21.00 wib dimana terdapat petugas lifeguard yang standby maka akan terasa lebih tenang memilih waktu ataupun membawa sang anak berenang eh bermain air di kolam. Sementara diluar jam tersebut, tidak ada petugas meskipun tidak dilarang untuk kokojayan (berenang-b.sunda).

Kolam renangnya ada 2, satu untuk dewasa dengan ukuran mini olimpic dan satu lagi berbentuk lingkaran adalah kolam renang anak-anak dengan kedalaman 60cm dengan kondisi airnya dingin… mau yang hangat alami harus merapat ke arah lebih dekat kaki gunung salah satunya di Hotel Tirta Gangga Cipanas.

Photo : Ini Kolam ikan / dokpri.

Juga jangan terkecoh, jika sang anak malah main air di kolam lain. Di depan restonya ada kolam ikan berbentuk persegi panjang yang sepintas bisa saja disangka sang anak adalah kolam renang hehehehe

Cuma aku sih merasa nggak private, pas berenang bisa ditonton banyak orang dari balkon kamar ataupun dari tempat meeting di lantai 2, kecuali emang yang seneng diperhatikan orang lain… beda cerita itu mah.

Selamat berbasah-basah di Cipanas Garut. Happy Wikeend, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Hotel Santika Cipanas Garut
Jl. Cipanas Baru, Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151

Kopi Luwak Banyu Alam.

Minum kopi lagiii….

GARUT, akwnulis.com. Setelah sesi kemarin dan hari ini adalah pembahasan angka-angka untuk masa depan, ternyata tugas selanjutnya sudah hadir membentang.

Jika sebelumnya berada di Hotel Harmoni Cipanas Garut dan bersua dengan Kopi Harmoni, maka sekarang bergeser menuju ruang Rapat di Banyu Alam Resort….. bersiap membahas angka-angka masa depan lagi…. adwaaaaww… cemunguutz eaaa.

Apakah ada mood booster si hitam manis disinih?” (Maksudnya kopi yaa… jangan salah arti).

Mari kita lihat saja….

Setelah pamitan dengan wajah dan nada suara seriuss…. kami segera cussss….. next meeting location.

Nggak nyampe 5 menit udah tiba di lokasi meeting, dekat kolam yang diatasnya terdapat saung-saung villa penginapan.

Serasa dejavu, 4 tahun lalu pernah disini, meeting juga tetapi lembaga berbeda dengan pembahasan intensif tentang remunerasinya pengurus…. sementara sekarang adalah membahas rencana kerja satu tahun ke depan saja… tentu dengan lembaga yang berbeda pula.

Nah… disinilah bersua dengan penawaran tentang sajian ‘kopi luwak’ dengan banderol harga 35ribu saja per cangkir.

Langsung saja dipesan, dengan harapan bisa merasakan nikmatnya sajian kopi spesial.

Nggak pake lama datanglah secangkir kopi, bonnya dan lengkap dengan bungkus kopi yang sudah terbuka…. ya khan isinya udah diseduh.

Tapi kok dibungkus sachet gini ya?” sebuah tanya menyeruak di dada, dan dikala menjadi sebuah kata, jawaban pelayannya adalah, “Memang sudah di bungkus perpaket Om”

Ya sudah, agak sanksi sih…. tapi moo gimana lagi.

Sebelum disruput sudah menjadi SOP untuk diposekan dulu… dan korban kali ini rekan kerjaku Mr H menjadi sukarelawan untuk berphoto memegang cangkir kopi luwak banyu alam dengan latar belakang banner kopi luwak… jepret!!.

Lalu baru sruput….

Hei rasanya standar, ada sih sedikit aciditynya tetapi tidak signifikan, body medium dengan aftertaste yang lempeng dan tidak muncul rasa berry atau khas kopi luwaknya… tapi yaa lumayanlah dibanding kopi sachet warungan.

Beres nyruput kopi luwak, langsung masuk ruang rapat dan memulai pembahasan angka dengan ketat. Semua semangat serta berkutat dalam coretan angka yang mendekati akurat, juga sesekali terlihat pengurus menyeka keringat padahal AC terpasang di dinding dengan kuat.

Ayoo… semangaaaat, Wassalam (AKW).

Kopi Harmoni.

Ngopay dan sedikit bersantay… sebelum kembali berjibaku dengan segala macam kerjaan.

Photo : Ngopay & Nonton Ngojay / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Pembahasan angka-angka prediksi tahun depan terus bergulir hingga tadi malam. Tak kalah dengan waktu yang semakin larut, pembahasan terus berlanjut. Terkadang hadir sebuah tanya, “Ngapain siih sampe.malem-malem begini bahas kerjaan?”

Tiada jawaban yang lugas, karena semuanya hadir dalam momentum yang pas. Tugas harus tuntas dalam waktu yang terbatas, jadi…. lanjuttt di gasss…..

Meskipun kekuatan phisik dan otak ada batasnya, …. jadi ada saatnya harus rehat sejenak menarik nafas dalam tenang tanpa ditekan oleh beban tugas yang ternyata tak pernah ada habisnya…. ya begitu resiko bekerja bro…. berbahagialah, diluar sana banyak orang yang memdambakan posisi kita, tapi mereka tidak bisa… jadi mari kita bekerja bersungguh-sungguh meskipun tidak lupa sedikit rilex adalah keharusann juga.

Caranya?”

Aku sih gampang, keluar ruang rapat, menuju coffeeshop dan pesanlah sajian kopi hitam tanpa gula (kohitala)…. lalu cari spot skitar coffeeshop. Bisa nongkrong di bar atau di meja yang tersedia. Tapi pilihan kali ini berbeda, ngopinya dipinggir kolam renang yang diclaim airnya hangat… yaa hangat-hangat aiir kuku dech.

Jadilah rehat yang berkualitas, lumayan bisa mengurangi beban otak yang dibanjiri variasi angka realita dan forecasting setahun kedepan. Kopi yang dibuat dengan tubrukan perlahan ini adalah arabica garut (ceunah kata pelayannya)… lumayan acidity khas garutnya hadir…. srupuuuut.

Setelah itu beranjak menuju kamar dan menyempatkan mandi sebelum rebahan hingga tertidur hingga hari pagi.

Photo : Ngopi & Meeting / dokpri.

Esok hari diawali sarapan dan basa-basi, maka dimulailah meeting finalisasi. Pertemuan tertinggi bagi lembaga ini, mengusung tema optimis realistis maka angka yang disajikan naik turun tipis-tipis. Tidak lupa kopi arabica wine papandayan mendampingi dalam cangkir putih bersih berseri.

Selamat berdiskusi angka prediksi dengan berbagai asumsi, yang pasti akhirnya semua harus diputuskan dalam bentuk legalisasi. Wassalam (AKW).

Ngopi di Rumah Pinus.

Menikmati kopi di Kota Cimahi.

Photo : Suasana resto Rumah Pinus / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Beredar di Kota Cimahi di sore hari bukan sebuah kesengajaan, tetapi perlu juga menemukan alternatif tempat kongkow baru dibandingkan harus berjibaku dengan kemacetan yang mendera di kala weekend di Bandung kota.

Sebuah tempat makan minum.. resto yang menyajikan menu lengkap daan…. didalamnya terdapat cafe coffee dengan berbagai pilihan metode pembuatan khususnya manual brew.

Tidak hanya dengan corong V60 tetapi juga terdapat kalita dan Origami…. lengkap bukan?… peralatan membuat kohitalanya kumpliit… apalagi untuk latte, capucinno, dopio.. alatnya sudah ready.

Photo : Parkiran & pintu masuk Rumah Pinus resto / dokpri.

Nah… nggak pake lama, langsung dech nongkrong depan barista. berbincang sambil sesekali tertawa, tak lupa memperhatikan tahapan prosesnya dengan seksama. Maka semakin faham bahwa menikmati kopi seduh manual bukan hanya hasil akhirnya saja, tetapi menikmati proses pembuatan dan keceriaan barista adalah juga faktor penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Namanya ‘Rumah Pinus Coffee‘ letaknya di dalam area Resto Rumah Pinus yang beralamat di Jl. Pasantren no 160 Cibabat, Cimahi Utara Kota Cimahi. Klo penasaran maka search aja di gugmap…… pokoknya klo udah deket jalan Pesantren cimahi ada tembok bertuliskan ‘Rumah Pinus’, tinggal masuk saja dan tersedia parkiran mobil dan motor yang cukup luas.

Masuk lagi ke dalam, maka tersaji suasana cozy rumput hijau dan ada kolam renang, meskipun hanya sebagai hiasan karena di pagar sekelilingnya. Nah di sebelah kirinya terdapat ‘Rumah Pinus Coffee‘ dan…. dikala didatangi ke dalam, Kang Yayan Barista beserta kawan-kawan menyambut dengan hangat dan penuh keceriaan.

Photo : Barista rumah pinus coffee beraksi / dokpri.

Jabat tangan dan bincang santai menjadi pembuka, dilanjutkan dengan pemilihan biji kopi yang tersedia, maka cerita proses manual brew segera mengalir,aneka kata tentang kopi dan prosesi penyeduhannya yang penuh dinamika, pilihannya tetap jatuh pada corong V60 meskipun Kalita dan Origami juga memang tersedia.

Inilah ulasan dari biji kopi yang bisa dinikmati… eh sudah dinikmati… makanya bisa ditulis disini hehehe, cekidot :

1. Biji Kopi Bone Arabica
Pilihan yang pertama ini langsung di proses oleh sang barista dengan berbagai celoteh tentang kopi dan prosesi manual brew yang miliki banyak dimensi. Panas air 85° celcius menjadi pilihannya, tetapi masalah gramasi itu rahasia, jadi tak bisa disebutkan perbandingan antara biji dan banyaknya air. Bagiku tidak masalah yang lebih penting adalah hasilnya yang bisa memuaskan dahaga kopi hari ini.

Photo : V60 Kopi Bone Arabica / dokpri.

Setelah berproses, maka hadirlah sajian kopi hasil manual brew di gelas kaca, siap dinikmati.

Srupuuut….. Woahhh rasanya.pas, nikmat. Panas airnya cocok dan gramasinya tepat sehingga menghadirkan sebuah rasa yang selaras dengan ekpektasi. Body-nya strong dan berkebalikan dengan acidity yang cenderung medium-less, aftertastenya yang seger nikmat, lebih cenderung ke jeruk orange dan selarik tamarind…. pokoknya enak euy.

2. Biji Kopi Garut Arabica
Pilihan sajian kedua adalah biji kopi dari papandayan garut. Tetap dengan gramasi rahasia, maka dengan deg-degan ditunggu gimana rasa hasilnya.

Ternyata, memang biji kopi jawa barat tetap luar biasa ditambah dengan keahlian racikan dari barista yang lihai, perpaduan lengkap sehingga terhidang segelas kopi harum dan aftertastenya selarik rasa buah nangka. Bodynya sih medium-medium saja.

Photo : 3 wadah biji kopi pilihan / dokpri.

Acidity yang strong, asemnya bikin ngangenin guys… oh ya, sang barista kali ini pake panas suhu airnya 90° celcius… Pas bangeed.

Dua sajian bikin segar dan penuh keceriaan… ternyata, kejutan datang di akhir.

3. Javanese Arabica Kerinci.

Bang bentar, moo coba ini?” sebuah ajakan yang mengagetkan karena ternyata hadir setelah selesai bayar di kasir.

Udah nggak usah, sayanya juga sudah bayar

Kalem bang, ini bonus, complemen, gratis dari kami

Wah… mata berbinar wajah bersinar, apalagi yang disuruh nyobanya adalah javanesse dengan biji kopinya biji kopi kerinci.

Srupuut…. wuiiih nikmat segerrr…. dinginnnnya sajian kopi javanesse menyegarkan mulut dan menambah ketenangan hati. Sebelum pamit berpisah dan esok lusa janji kembali, sebuah persaudaraan kopi telah terjadi, disebuah tempat yang indah dan asri. Nuhun Kang Yayan dan kawan-kawan, juga keramahan Bapak owner yang kebetulan berbincang singkat di tempat ngopi ini.

Selamat Ngopi di Cimahi, Wassalam (AKW).

***