Weureu Pérprés 16

Maksad diajar kalah ka ….

Photo : Énjing-énjing di Cipageran / doklang.

CIMAHI, akwnulis.com. Nangkeup harigu tuluy tatanggahan nataan mèga nu keur otél jeung katumbiri, kabita. Angin pasosoré ngupahan diri, ngahiliwir tuluy ngélég, sugan waé jadi marahmay deui. Béntang masih nyumput kahalangan méga jeung layung nu keur nguyung.

Lambey teu tiasa dionggét-onggét, samutut bari uteuk mulek, boga kahayang.

“Silaing téh kunaon, jamedud bari ngaheneng tara-tara ti sasari” Mang Koko naros kanu jadi alo. Ocid ngabetem, norékeun manéh.

“Kasebeleun budak téh!!!” Mang Koko kekerot, culang cileung. Nempo émbér sésa ngepél. Gep!… byurrr!!, cai ledrek urut ngepél dibanjurkeun ka Ocid.

Photo : Pemandangan ti loténg / doklang.

“Astagfirulaah… nanaonan ari Amang?… Aing nuju ngapalkeun Péprés 16/2018, isuk rék ujian…. kalah ka dibanjur, musnah ideu.. musnaaah!!” Ocid molotot.

“Hampura lo, sugan téh kaasupan jurig, da teu ngawaro titatadi dicalukan téh”

Ocid ngusap beungeut bari ngarenghik, “Hésé capé konséntrasi, kalah ka leungit, …….nasiiib.” Mang Koko ngembang kadu, asa dosa tapi kumaha. Ocid tungkul tuluy mulungan pasal jeung ayat dina kalangkang katumbiri. Cag. (AKW).

Kopi Reuni Diklat

Reuni pasca diklat ditemani kopi java wine.

Photo : Bean Puntang wine eh salah nulis Pangalengan wine / dokpri

BOGOR, akwnulis.com, Sebuah sentuhan rasa ditambah dengan bumbu cerita akan memberikan nuansa berbeda dibandingkan dengan penyajian apa adanya. Begitupun sebuah pertemanan.

Perkenalan di saat melaksanakan tugas diklat dan bersama-sama selama 4 bulan. Berinteraksi saling berbagi dan melengkapi. Menjadi catatan penting sehingga langsung bisa klop adalah….. tujuan awal dari keinginan mengikuti diklat ini begitu sederhana, yaitu : “Udah lama nggak ikutan diklat nich.”

Gitu aja.

Tidak terlalu banyak berfikir bahwa dengan ikutan diklat ini akan lebih mulus untuk naik tingkat jabatan atau minimal lebih diperhatikan oleh bos-bos. Itu mah efek lanjutan, efek yang utama adalah upgrade wawasan pengetahuan, menambah jaringan pertemanan plus yang terpenting adalah sesaat bisa menghela nafas ditengah hiruk pikuk rutinitas kerja dalam suasana suksesi kepemimpinan yang begitu membahana.

Pola diklat saat ini dengan sistem on-off ada plus minusnya, tetapi bukan untuk dibahas detail disini. Satu saja dari sisi hikmah, pola diklat on-off akan sangat menantang bagi peserta diklat adalah dikala off-class. Secara status adalah kembali bekerja sesuai amanah jabatan yang sedang diemban disisi lain tugas diklat dari kampuspun bejibun. Disini ilmu manajemen tata waktu dan penghindaran berpadu menghasilkan kematangan strategi berperilaku bekerja sekaligus sebagai siswa. Menantang bangeet tuh.

Kembali ke urusan pertemanan, sekarang mengkristal menjadi persaudaraan, serasa senasib sepenanggungan.

Itulah hasil diklat yang hakiki. Sehingga hubungan lebih lanjut menjadi teu asa-asa/nggak canggung lagi. Baik membahas urusan dinas, pribadi ataupun terkait tindak lanjut diklat lalu yang pada prinsipnya tidak pernah berakhir…

***

Hari ini kesempatan berjumpa itu tiba, tentunya berbalut acara kedinasan yang disetting sesuai tugas dan kewenangan ahaay.

Urusan kerjaannya nggak usah dibahas disini yaa… sekarang mah urusan pertemanan yang disinergikan dengan prosesi nyeduh kopi bareng.

Diriku cuman bawa sebungkus bean puntang wine dan peralatan manual brewnya sudah tersedia oleh tuan rumah…. ternyata… bedaaa…

Tapi gpp…. nggak ada rotan ya akarpun jadi.

Grinder manual beraksi, menghancurkan bean arabica puntang wine menjadi serpihan kecil yang siap diekstraksikan.

Sambil berbincang akrab bersama om Ajay dan Om Bams maka prosesi penyeduhan berlangsung.

Sett…. currr…

***

Pas dicobain, srupuut… “kok biasa aja ya?”

Agak terdiam, “Kenapa ya?”….”Musti belajar lagi nich urusan kopi.”

“Mau tau nggak kenapa nggak sesuai harapan, padahal puntang wine gitu lho?”

Pulang reuni ini menembus kemacetan di tol sambil agak murung memikirkan bean kopi yang dibawa ternyata rasanya tak seberapa. Sambil googling di mobil, goyang-goyang, lama-lama pusing.

Telepon rekan yang pencinta kopi, siapa tau dia paham.

Ternyata….

Kopi hasil roasting itu ada masa jeda dulu, jangan langsung digrinder dan diseduh…. minimal diamkan 2-3 minggu sehingga beannya siap dieksekusi.

Ohh…. kupeer. Pantesan setelah digrinder manual susah payah.. trus diseduh.. kok biasa aja. Padahal puntang wine. Inilah akibat kurang pengetahuan.

Ya sudah.. disimpen dulu ah. Wassalam (AKW).

Diary Coffee 3

Catatan puisi ke-3 ku tentang Kerja-Kopi-Kerja.

Bolak balik order dopio
Juga tak lupa single espresso
Sambil diklat atau pas ngaso
Ngopi teruss hilangkan nelongso

Ikuti diklat modernisasi pengadaan
Jadi tantangan ditengah kesibukan
Ternyata penuh perjuangan untuk paham
Apalagi yang digunakan bukan bahasa awam

Untungnya mesin kopi setia menemani
Espresso dan dopio segera tersaji
Black coffeepun standby menanti
Diklatpun jadi penuh arti

Makasih LKPP dan MCAI
PWC membagi ilmu hakiki
Meski terkadang kernyitkan dahi
Karena bahasa asing jadi pengantar hampir tiap sesi

Berlari ke Hotel Horison ruang burangrang
Forum OPD bidang ESDM berkumandang
Nikmati kopi sambil berdendang
Kopi hitam enak dipandang

Disaat harus bergerak ke Kertajati
Mampir sesaat di rest area Cipali
Cobain Espresso-KFC se-sloki
Ngecash agar semangat kembali.

***
Beranjak menuju ibukota
Tugas lain membawa kesana
Berjibaku tentang sanitasi sebagai pokja
Agar jabar sehat terus berjaya

Senyum berseri di KA Priority
Membawa sebotol cold brew sejati
Kiwari farmer sajikan janji
Manglayang Karlina yang bikin pasti

Tiba di Gambir mencari kopi
Temukan pilihan di sudut kiri
Dunkin black coffee adem sendiri
Nikmati rasa tak perlu sensasi

Di Arya duta tugu tani
Cold brew kembali beraksi
Bersanding dengan espresso satu sloki
Tak takut dengan apa yang terjadi

Belum tuntas hilangkan resah
Karena ternyata harus berpindah
Akhirnya ke meja ini hijrah
Bersama kolam renang yang basah

Kembali ke ruang rapat, Kopi hitam ala panitia tersaji
Rasa sederhana tapi nambah lagi
Semua harus disyukuri
Barulah berkah menanti.

Minggu I-II Maret 2018 (AKW).

Coffee KPBU sesi 1

Segelas Espresso dan segelas lagi Dopio, balikin mood dan semangat lageee… Go pengadaan BUP KPBU hari ke1.

Datang agak sedikit terlambat untuk mengikuti diklat di hari pertama bukan karena malas atau sengaja telat, tapi musti hadir di acara rapat yang lain. Yakni Sosialisasi tentang SKP Online 2018, kenapa ini penting? Karena berurusan dengan hajat hidup dan kinerja bulanan… penasaran?.. Klik aja Sosialiasi SKP Online 2018.

Sekarang moo ngobrolin dulu diklat atawa pelatihan tentang Pengadaan dalam proyek KPBU.

Terus terang aja, pas dateng ke tempat pelatihan langsung dengerin fasilitatornya nyeritain bla-bla-bla.. tentang pengadaan KPBU… loading brow… melongo bingung tapi tetep kobe (kontrol beungeut) kayak yang ngarti hahay.

Setelah perlahan mengumpulkan pangacian.. eh konsetrasi, sambil buka-buka bahan yang ada di meja.. tapi kok beda ya?… clingak clinguk larak lirik… ternyata itu handout sesi satu, sementara yang dibahas udah masuk sesi II…. pantesaaaan. Kebayang nggak?.. udah mah bingung, baca bahannya beda… makin gelaaaap dech.

Untungnya sekarang jaman canggih, selama nggak fakir kuota atau wifi connected… amann, tinggal manfaatkan jempol menari di keyboard smartphone… cari regulasinya… nggak pake menit, dalam itungan detik segera muncul peraturannya yakni Peraturana Kepala LKPP No.19 Tahun 2015 Tentang Tata cara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

Jreng….. tebel euy. Tapi musti dipelajari, khan pengen pinter.

Ya udah baca-baca dech, tulisan mini di layar smartphonepun dibaca pelan-pelan sambil dengerin fasilitator yang pembahasannya sudah masuk ke materi teknis.

Ternyata pantesan loli alias loading lila, karena otak ini masih mencoba mempelajari solicited dan unsolicited yang merupakan tahapan persiapan KPBU, sementara pelatihan sekarang sudah masuk ke sesi tahapan transaksi KPBU… ampyun dech.

Tapi jangan berpikir dulu transaksi itu seperti dagang eh jual beli yang berarti sudah nego-nego harga, tapi transaksi itu adalah tahapan kedua dalam KPBU yang merupakan rangkaian kegiatan Pengadaan Badan Usaha Pelaksana, penandatanganan perjanjian KPBU, dan pemenuhan pembiayaan Penyediaan Infrastruktur oleh Badan Usaha Pelaksana (Ps1.5).

Nah klo yang ada di pikiran tadi baru Tahapan awal yaitu tahapan persiapan KPBU, merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Direksi BUMN/Direksi BUMD selaku PJPK yang menghasilkan antara lain Pra Studi Kelayakan, Rencana Dukungan Pemerintah dan/atau Jaminan Pemerintah, Penetapan Tata Cara pengembalian investasi dan Pengadaan Tanah untuk KPBU (Ps1.4).

Mulek we tah….

Untungnya kepusingan itu terobati oleh… sajian kopi yang berkelas. Memang bukan manual brew, tetapi dengan tampilan mesin yang relatif meyakinkan dengan pilihan untuk black coffeenya ada espresso, dopio dan offcourse black coffee.… alhamdulillah ngembaliin mood nich.

Sebenernya si mesin juga bisa bikin latte dan cappuchino tapi khan beda aliran… jadi bolak balik espresso dan dopio udah kerasa keren banget. Enak dan gratisss…. Thx LKPP & MCAI.

Ya udah itu dulu ya pren. Ntar dilanjut, Sekarang moo dengerin materi dulu tentang Prakualifikasi Pengadaan KPBU. Ciaoooo.

Crown Hotel Bandung, 060318. (AKW).

Bersua dengan Dewan Nasional KEK

Reportase sesi II bertemu dengan Dewan Nasional KEK bersama pengusul dan Tim KEK jabar

Pertemuan antara Sekretaris Dewan Nasional KEK dengan Calon pengusung KEK Aerocity Kertajati yaitu AerocityDev BIJB didampingi Tim KEK Jabar berlangsung di Gedung MR 21 Jalan Menteng Raya No. 21 Jakarta Pusat pada hari rabu, 12 Juli 2017 pukul 14.00 Wib sampai 16.00 Wib.

Meskipun beberapa anggota Tim Pendamping dan Perintis KEK Jabar ada yang harus balik arah di daerah Taman Ismail Marzuki karena gedung pertemuannya kelewat. Tetapi sesuai jadwal semua bisa berkumpul tepat waktu di lantai 13 Gedung MR 21 dimana Sekretariat Dewan Nasional KEK bermarkas.

Acara diawali pembukaan oleh pa Enoh S selaku sekretaris Dewan Nasional KEK dilanjutkan dengan pemaparan pendahuluan dari Ketua Tim Pendamping KEK Jabar (Pa AsdaEkbang) yang membahas tentang konsepsi pembangunan Jawa Barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran.

Setelah memperkenalkan Tim KEK Provinsi Jawa Barat, AsdaEkbang menjelaskan terkait rencana pengusulan beberapa kawasan di provinsi jawa barat untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), ada 6 wilayah yang sedang berproses yaitu :

1. KEK Aerocity BIJB di Kertajati Kab. Majalengka.

2. KEK Walini TOD KCIC di Kabupaten Bandung Barat.

3. KEK Pangandaran.

4. KEK Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi.

5. KEK Jatiluhur Kabupaten Purwakarta; dan

6. KEK Jatigede Kabupaten Sumedang.

dan…….. hari ini adalah pembahasan awal terkait usulan KEK Aerocity yang diusung oleh AerocityDev sebagai anak perusahaan dari PT BIJB sebagai salah satu BUMD milik Pemprov Jabar yang dihadiri langsung oleh Dirut PT BIJB bp Virda Dimas beserta Tim.

Pa Virda Dirut PT BIJB menjelaskan bahwa pihaknya melalui AerocityDev mengajukan KEK dalam konsep aerotropolis, kota terpadu yang menggabungkan fungsi Bandara dengan investasi usaha, kawasan bisnis, residensial, taman bermain kelas dunia seta fungsional lainnya dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Progres pembangunan bandara hingga awal Juli 2017 total mencapai 48,6% yang meliputi 3 segmen yaitu 1) Infrastruktur utama (runway-taxiway-jalan layang dst), 2) Terminal utama dan 3) Infrastruktur penunjang. Direncanakan seluruh konstruksi rampung di bulan desember 2017 dan Triwulan I Tahun 2018 bisa dilakukan soft launching.

Juga paparan pendukung untuk memotret kesiapan Tim Aerocity dalam proses menjadi Kawasan Ekonomi khusus.

Tanggapan dari Sekretaris Dewan Nasional KEK cukup menyejukkan dan bisa memberi semangat bagi calon pengusul dan Tim KEK Jabar untuk segera melengkapi dan memenuhi 17 item prasarat yang harus dimiliki oleh pengusul.

Terdapat 3 poin penting yang harus dicermati yaitu :

1. Legalitas lahan yang akan diusulkan.

2. Rencana Bisnis, dan

3. Pengusung usulan KEK (PT BIJB)

Saran selanjutnya adalah terkait konsep bisnis yang akan dibangun di aerocity sebaiknya tidak mengganggu bisnis-bisnis yang sudah ada di Jawa barat, memiliki keunikan tersendiri, atau diajukannya sebagai KEK yang pertama dengan tema ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Anggota Dewan Nasional KEK lainnya mengingatkan bahwa KEK ini adalah fasilitas untuk menarik minat investor, jangan dibiarkan setelah PPnya terbit. Tetapi dimanfaatkan segera. Termasuk juga sinergi dengan pemerintah daerah terutama terkait pembangunan infrastruktur regional plus komitmen Pengusung dalam proses usulan dan pelaksanaan yang memerlukan waktu cukup panjang.

Diskusi ringan menjadi tambahan dalam acara pertemuan perdana ini, tak terasa adzan ashar sudah berlalu 30 menitan. Tim penggiat KEK jabarpun berangsur bubar jalan, kembali ke bandung melalui jalur jalan tol dan kereta api.

*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam,

@andriekw Gajahenam 150717