Diary Coffee 12

Puisi kopiku selanjutnyaa…

Kembali menjelajahi nikmatnya kopi dalam balutan puisi pribadi yang terkadang maksa supaya miliki akhiran yang senada.

Nggak kerasa udah masuk volume 12, cekidot :

Segelas kopi hasil olah V60
Menemani hari dengan memilih Kintamani
Meski terlihat kurang pekat alami
Masalah rasa lumayan bikin adem ati

Suasana alam yang tenang
Bikin sensasi ngopipun tentram
ANgin berhembus tiada kencang
Janjikan damai di dataran Lembang

***

Dua barista sibuk menata
Aneka kopi semuanya dari tatar jawa
V60 vietnam drift dan ditubruk saja
Juga criossan empuk Gesakopi tersedia

Inilah sebuah cafe
Yang berada di Gedung sate
Klo keluar area kantor bakal berabe
Disini tersaji aneka kopi penghilang bete

***

Diary Cofee 11

Puisiku tentang kopiku volume 11

Akwnulis.com. Merajut malam di Ruang Halimun
Berteman sepi menata janji
Hilangkan jenuh jangan melamun
V60 kopi Toraja sambil diuji

1 : 20 menjadi rumus komposisi
Hasilkan kopi penuh presisi
Segarkan malam hilangkan sangsi
Siap bekerja tanpa perlu bersedih hati

***

Segelas kecil Espresso segar menanti
Ditemani birunya rasa alami
Keteduhannya menjaga hati
Kepahitannya miliki arti

Satu teguk langsung tandas
Sisakan nikmat yang tuntas
Diujung gelas masih berbekas
Mercure Nexa tunaikan tugas

***

Tiga poci sedang berjanji
Memadu hati tanpa alibi
Masing-masing berisi kopi
Hasil seduhan via V60 (vi-sixti)

Dua poci Java Prinsca Ateng super
Satu lagi Brazil Sitio Tanque
Mempersembahkan kopi alami
Menjadi pengikat kebersamaan kami

***

Kopi Liong di gelas kaca
Menemani pagi di Bapenda
Bergaya dulu di meja
Berlatar belakang tulisan Puslia

Lanjut dengan gelas berbeda
Tulisan Espresso tapi beda
Ini kopinya grup preanger java
Asem dikit itu biasa

***

Diary Coffee 10

Puisi ringkas menjelajahi nikmatnya rasa dan nomena kopi.

Pagi menjelang kabut menipis
Langkah semangat dingin ditangkis
Mengitari kampus tanpa meringis
Supaya keringat lewati garis

Tuntas olahraga pagi
Dilanjut menyeduh kopi
Sudah pasti pake Vsixty
Senjata andalan untuk rasa hakiki

Pertama kopi tiam jadi pilihan
Beli di Mustafa tengah malam
Serasa murah setengah kilogram
Cukup 6 dolar sing sebagai penggantian

Ternyata rasanya biasa nian
Agak cenderung banyak campuran
Malah teman yang ikutan
Ngeluh ke lambung agak tertekan

Tapi secara keseluruhan lumayan
Buat nemenin ngopi bersama teman
Memberi sebuah pengalaman
Ngopi kopi dari seberang lautan

Kopi arabica sindoro sumbing
Menjadi pilihan penting
Dibawa pa rahmat berdaya saing
Rasanya mantab harum semriwing

Digiling khusus untuk diseduh
Manual brew semakun ampuh
Acidity medium Body tak rikuh
Bikin senang hati yang rapuh

Dilanjut kopi HS Purwakarta
Body bold acidity medium saja
Bikin kaya pengalamannya
Aneka kupi seantero nusantara

Ada lagi kopi bawaan pa Bambam
Bungkus ijo Bogorcoffee arabica
Sensasi aroma penuh warna
Acidity medium aroma ruaarbiasa

Bikin mood pagi menggelora
Segar tiada terkira
Apalagi ditambah kopi Robusta
Bikin melek semakin nyata

Itulah sejumput cerita
Tentang manual brew bersama
Di kampus kiarapayung tercinta
Hidup diklat RLA (AKW).

Diary Coffee 9

Puisi ke-9 tentang kopi hitam dan kawanannya.

Kopi hitam kembali jadi tulisan
Sajak singkat keseharian
Tak terasa sudah diary ke sembilan
Itu bukti bahwa hidup memang menyenangkan

Jumat pagi beredar di dago atas
Menemui seorang pejabat teras
Berbincang ramai dengan tema tak terbatas
Disajikan kopi hitam bergelas-gelas

Awalnya membahas pengelolaan air minum
Terus berlanjut urusan lebih umum
Ngobrolin juga persiapan shaum
Diakhiri Assalamualaikum

Costarica bean giliran dicoba
Di Noah Barn ini adanya
Sambil jumpa sang kawan lama
Sang motivator kita

Costarica bean pahit terasa
Agak sepet dan ada asamnya
Dipikir-pikir dan dirasa
Java Arabica memang jagonya

Tugas mendadak harus ke bandara
Yang akan beroperasi segera
Sebuah kebanggaan semua
Bandara Kertajati di majalengka

Espresso di Tanamera
Balikin semangat makin membara
Jalani takdir tanpa hura-hura
Srupuuut nikmat tiada tara

Menuju kertajati Majalengka
Kembali mampir di rest area
Espresso single tutup dahaga
Di tambah ayam tak cukup dua.

***

Terbang ke yogyakarta
Dalam rangka mencari makna
Malioboro kembali bersua
Kopling (kopi keliling) menyambut dengan setia

Begitupun di Bakmi Mbah Gito
Kopi tubruk sudah bersalto
Tidak lupa segera ambil photo
Dekat di hati jauh di mato

Begitulah diary pekan hari ini
Selamat memaknai hari
Jangan lupa secangkir kopi
Menemani hari meraih janji.

*)Catatan : Tulisan yang tertuang ini tiada niatan pamer. Tapi hanya mencoba berbagi minum kopi asli, kopi hitam eh item tanpa gula tanpa susu. Juga memang rejekinya, ada aja yang nyuguhin dan mentraktir sehingga kopi hitam terus tersaji. Wassalam (AKW).

Diary Coffee 8

Catatan nyruput si hitam volume 8

Hari berganti hari
Tantangan dan harapan terus berbagi
Saling memuji meski tetap hati-hati
Makna hidup adalah ketenangan hakiki

Sentani Papua diseduh perlahan
V60 tetap manual brew andalan
Hendra barista tosca berkenan
Sajikan kenyamanan dalam keharuman

Terasa mantap rasa dark coklat
Ada juga kacang tanah sedikit kuat
Yang pasti body medium tetap terhormat
Acidity low tapi tetap rasanya mantap

Kopi hitam tetap tersaji
Argo parahyangan di ruang restorasi
Satu cangkir black coffee
Perjalananpun berseri-seri

Manual brew Ahertiani
Ditemani buku sejarah kopi sejati
Mengukuhkan priangan pusatnya kopi
Masa lalu dan masa kini

Rest Area 125 Cimahi
Ada tempat kopi yang menarik hati
Sajian Cemex Kalita dan V60
Sajikan manual brew kopi asli

Pilihan kopinya masih terbatas
Hanya malabar, gayo, toraja terbungkus kertas
Silahkan memilih bebas
Dahaga kopi minimal lepas

Nongkrong sambil bawa buku
Baca situasi sampai waktu berlalu
2 kali sajian kopi membantu
Jalani hidup tak selalu syahdu

Diary Coffee 7

Cerita si hitam di Kota Surabaya terangkum dalam bait puisi DCvol7.

Panasnya Kota Surabaya
Tidak urungkan semangat berkelana
Malah jadi pengen nyoba
Sensasi kopi di Kota bu Risma

Tapi nggak bisa sebebasnya
Karena agenda acara sudah jelas adanya
Jadi ikuti semuanya
Hunting kopi di sela agenda

Memang rejeki tidak kemana
Disaat ada sesi belanja
Ibu-ibu berhamburan semua
Tuntaskan penasaran dan hasratnya

Segera menyelinap ke bangunan tua
Yang menyajikan si hitam nyata
Espresso manual dan kopi arabica
Menjadi pemuas dahaga

Rasa espresso manualnya lumayan
Kopi tubruknyapun bikin nyaman
Bersandar sambil nikmati keadaan
Terasa nikmat nian

Beranjak sore menuju bangkalan
Pulau madura jadi tujuan
Suramadu sangat berperan
Bikin lancar perjalanan

Di madurasa segera tersaji
Segelas kopi Toraja kalosi
Meski ditubruk pake air panas asli
Yang penting kopi dan kopiii

Disaat yang lain berburu batik maduratna
Daku duduk merdeka
Menikmati secangkir suasana
Menuju temaram di pulau madura

Esoknya double espresso secangkir
Bikin otak terus berfikir
Hidup ini suatu saat berakhir
Jadi inget belum berdzikir.

Garuda Indonesia sudah di udara
Datanglah sang pramugara
Tawarkan si hitam menggugah selera
Kopi hitam yang menggelora

Akhirnya selesai dulu ya
Diary coffee akan ada lanjutannya
Si hitam segar pasti menggoda
Dimanapun ia berada.

*) Edisi diary coffee sambil beredar di Surabaya (AKW).

Diary Coffee 6

Volume 6 Diary Coffeeku…

Pagi menjelang penuh harapan
Secangkir kopi bukan hanya angan
Tetapi salah satu tujuan
Karena dibalik kepahitan ada kenikmatan

Pahit itu hanya persepsi
Karena terkandung aneka sensasi
Dari secangkir kopi
Sajian yang hitam mewangi

V60 Gayo Takengon tampilkan diri
Aroma nikmat rasa sweety
Medium acidity bikin mau lagi
Di Noah Barn ini tersaji

Pagi menjejak siang
Mengantar hari dengan riang
Dari bandung bergeser sekarang
Menuju Cimahi utara selagi terang

Cafe kupu-kupu menyambut haru
Kedatangan kami yang terburu-buru
Demi menikmati sajianmu
Manual brew Arabica Gunung tilu

V60 memberi rasa tersendiri
Dilanjut double espresso lebih dini
Mengejar nikmat yang hakiki
Mengecap rasa kopi alami

Kopi hitam di Cipageran
Bikin mata agak segeran
Setelah ujian yang menegangkan
Longgar otot jalani kehidupan

Sore menjelang bersama si cayang
Dapur keraton ucap selamat datang
Sajian kuliner rasa menantang
Tak lupa espresso berwarna terang

Itulah diary coffee edisi enam
Melengkapi lanjutan perjalanan
Menikmati si hitam yang menyenangkan
Dan bikin hidup lebih ringan. (AKW).