Sebuah Ide Dasar – tulis menulis.

yuk kita nulis, nulis apa aja yang penting nulis.

CIMAHI, akwnulis.com. Menulis adalah sebuah aktifitas sederhana yang rutun dilakukan sehari-hari. Tidak hanya dalam aktifitas formal tetapi dalam kegiatan informalpun kegiatan tulis menulis ini tidak akan lepas daru rutinitas keseharian. Terutama manakala berkaitan dengan media sosial. Update status di aplikasi whatspapp dan juga posting Instagram Story ataupun memberi komentar pada status orang lain di kanal youtube plus berbalas pantun di aplikasi twitter, atau meskipun terbatas video pendek dengan dance challenge di aplikasi tiktok dan reelnya Instagram tetap berkaitan dengan tulis menulis.

Tetapi tentu rutinitas ini harus memiliki makna manfaat lainnya, tidak hanya menebarkan aneka kata dan cerita singkat di media sosial saja atau sebatas tertuang dalam naskah surat kedinasan yang sudah jelas tata naskahnya. Tetapi bagaimana membuat aktifitas menulis ini menjadi sebuah aktifitas wajib dan membuat tulisan secara berkala dengan berbasis diary online seperti blog pribadi ataupun website yang  profesional.

Inilah ide dasar yang berusaha dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir melalui blog pribadi yang beralamat di www.akwnulis.com. jika merunut jejak digital maka aktifitas tulis menulis ini di dunia maya sudah dilakukan sejak tahun 2009 tetapi masih sporadis dengan berbasis blog gratisan seperti blogspot dan wordpress serta update status di aplikasi facebook.

Ide dasar selanjutnya adalah memikirkan tentang legacy atau warisan ilmu pengetahuan pribadi. Ide ini adalah langkah selanjutnya setelah rutin menulis secara berkala. Idealnya ODOA (one day one article), tapi dengan segala kesibukan yang berpadu dengan kemalasan maka cukup 1 minggu 1 tulisan singkat. Prinsip utamanya adalah konsistensi dan kontinyuitas, ini yang menantang, karena kecenderungan manusia itu cepat menyerah, apalagi di minta untuk rutin menulis. Lawannya adalah diri sendiri, musuh hakiki yang harus dikalahkan dan dikendalikan. Maka kumpulkanlah dalam sebuah kerangka buku yang di kemudian hari bisa dirapihkan, di lihat oleh editor dan akhirnya hadir menjadi sebuah buku baik dalam bentuk cetak ataupun online berupa e-book.

Ide dasar ketiga adalah pilih tema dari tulisan kita dalam bentuk tema besar dan sisanya baru di breakdown dalam tema-tema kecil plus serba serbi aneka tulisan yang seringnya mengikuti kata hati.

Sebagai contoh blog pribadi kami mengusung  tema besar yaitu NGOPAY DAN NGOJAY dan SALAD & SHALAT.

Tema NGOPAY DAN NGOJAY memberi ruang untuk menulis tentang seputar kopi, baik cara penyajiannya, citarasa yang dihadirkannya hingga dimana lokasi ngopi tersebut berada, dan dalam bahasa gaul istilah ngopi itu adalah ngopay. Sementara NGOJAY adalah bahasa sunda yang artinya berenang, maka tulisan yang di buat adalah seputar berenang, kolam renang, pakaian renang berbagai hal yang berkaitan dengan kolam renang.

Satu lagi hal yang sangat penting adalah murwakanti atau memiliki sebutan yang mirip sehingga mudah di ingat, seperti akhiran yang sama, ngopAY dan ngojAY.

Begitupun dengan tema SALAD & SHOLAT, ada suara sebutan akhir yang mirip meskipun tidak sama. Tema ini adalah kaitan tulisan tentang kuliner yang menyehatkan dan sisi religius yang berhubungan dengan aktifitas shalat, doa, hadits serta hal – hal baik dalam ajaran islam yang penulis anut.

Ide dasar selanjutnya adalah berbicara tentang pelestarian budaya. Kami berusaha bahwa aktifitas tulis menulis inipun tidak lepas dalam proses ikut melestarikan budaya daerah khususnya budaya sunda dari sisi pelestarian tulisan bahasa sunda. Meskipun tentu masih jauh dari ideal, namun minimal sudah ada ihtiar menuju pelestarian bahasa sunda yang semakin memudar di kalangan generasi muda. (AKW).