Sedikit damai di Pantai Kuta.

Mencari sejumput damai disini..

Photo : Senja di pantai Kuta / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Menginjak pasir pantai di sore yang berangin memberikan ketenangan, bukan semilir lho… tapi hembusan kencang yang mungkin bisa menerbangkan harapan.

Memandang ke sekitar, sekian banyak mahluk yang sedang hadir bersama menikmati pemandangan alam dengan persepsi berbeda. Ada yang berbunga bersama pasangannya, ataupun yang sedang bersedih karena sekeping hatinya tertinggal disini.

Beberapa remaja bersendagurau sambil bermain air di tepi pantai, sementara remaja lainnya sibuk mengabadikan momen sunset pake kamera DLSRnya dan Smartphonenya.

Jepret… jepret.. jepret…Sepuasnya sepanjang memori mencukupi.

Jadi ingat masa lalu, dimana aktifitas mengambil gambar photo via kamera itu adalah sesuatu yang cukup butuh pengorbanan, termasuk keterbatasan pengambilan gambar karena harus sesuai dengan roll film yang dibeli. ISOnya musti pas, ada yang 200 atau 400, masangnya juga musti bener, klo nggak… semua gambar photo yang diambil akan hancur atau istilahnya ‘kebakar‘,… atau kadang photonya numpuk dan seolah ada siluet mahluk lain… hiiiy.

Belum lagi, proses cetaknya nggak sembarangan, musti ke Toko cuci cetak photo dan hasilnya ada 2 ada photo gambar dan ada negative photo….. ah.. masa lalu yang sudah terlewati.

Aih kok jadi melamun siih…. padahal khan tujuan kesinih adalah dalam rangka menenangkan pikir memberi rongga leluasa di jiwa di sela tugas yang tak rela jikalau manusia ini bersantai barang sebentar saja.

Kembali berjalan, menjejakkan hati eh…. kaki diantara kelembutan pasir pantai yang terdiam dalam kepasrahan. Sambil menikmati semburat jingga diujung pantai, menghiasi horizon langit bertabur warna.

Meskipun lalu lalang manusia yang cukup banyak tetap bergerak dengan arah masing-masing, dengan pikiran masing masing dan niat yang berbeda satu sama lain.

…….Mungkin kesamaannya adalah bagaimana menikmati suasana, menyerap rasa dan akhirnya sedikit rilex serta sejumput damai menyeruak di pantai Kuta. Wassalam (AKW).

Berenang di Aston Tropicana Hotel Bandung

Bercengkerama mesra dalam kesegaran rasa, disini.

Photo : Kolam renang anak dan bola aneka warna / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Jaman baheula eh jaman dulu tempat ini menjadi tempat kawula muda bergaul mencari hura dan jati diri, namanya studio east. Yang hafal dan inget dijamin bukan generasi millenial dan umurnya dapat ketebak hehehe.

Sekarang bangunan itu tetap berdiri dan berganti rupa menjadi hotel, namanya Hotel Aston Tropicana di Jalan Cihampelas Kota Bandung.

Moo promo hotel?”

“Bukan pren, moo lihat kolam renangnya”

Gubraag!!!… “walah berenang lagi toh”

Tanpa terganggu dengan kebingungan penanya, bergegas masuk lift yang pintunya telah terbuka. Dengan keyakinan mantab, pijit nomor enam untuk membawa raga ini melihat dan menikmati kolam renang di hotel yang indah ini.

***

Photo : Kolam renang Hotel Aston Tropicana / Dokpri.

Kolam renang dengan air membiru dil lantai 6 ini cukup menarik selera untuk segera berkecibak mesra. Terdapat 2 kolam renang, yakni untuk anak-anak demgan kedalaman 60 cm. Kolam satu lagi diberi sekat sebagai pembeda kedalaman, yaitu kedalaman 1,2 meter dan 1,5 meter.

Disamping kolam terdapat kursi-kursi bersantai sambil menghirup kesegaran udara Bandung ini. Terdapat juga mini cafe dan meja kursi yang memanjakan penikmat kolam renang dengan sajian minuman dan kudapan yang yummy.

Oh iya, jam operasionalnya mulai 06.00 wib sd 18.00 wib.

Photo : Cafe samping kolam renang / dokpri.

Kolam renang ini relatif tenang dan tidak terlalu ramai, karena berdasarkan kebijakan manajemen hanya bisa diakses oleh tamu hotel yang menginap saja. Tapi minimal info ini bisa nambah-nambahin referensi jikalau pas di Bandung dan nginep disini, jangan lupa berenang eh main air bersama keluarga.

Karena dengan berenang melatih konsentrasi dan menikmati ketenangan dalam kesunyian…

maksudnya?….

ntar diulas ditulisan selanjutnya.

Gak sabar pengen segera turun aah…. Wassalam (AKW).

***