Sunrise di Hutan Bakau Pantai Mundu.

Mengejar Sunrise sendiri di Hutan Bakau.

CIREBON, akwnulis.com. Tatkala mentari hadir di garis cakrawala, di situlah salah satu keindahan dunia hadir untuk menentramkan rasa. Apalagi jauh dari hiruk pikuk pembicaraan, bisingnya lalu lalang kendaraan ataupun teriakan perselisihan termasuk bisikan unfaedah yang terkadang tumbuh menjadi gosip yang menjatuhkan.

Memang perjalanan pagi ini berliku dan tidak direncanakan, tetapi takdir tuhan adalah suatu kenyataan yang tidak bisa dihindarkan.

Memasuki jalan kecil alias gang sesuai arahan gugelmep tidak jadi halangan, ternyata jalan hanya cukup satu body mobil sehingga dibelokan pertama terpaksa berkeringat karena harus manuver maju mundur di belokan yang super sempit.

Photo : Mentari mengintip / dokpri.

Berhasil disitu dilanjutkan menyusuri jalan gang padat penduduk, hingga menerima tatapan heran warga yang melihat mobil maksa masuk ke wilayahnya… tapi tanggung ah, lanjutkaaan… moga moga ada sesidikit tanah lapang di dalam sana.

Benar saja, jalan semakin mengecil dan pas bodi mobil… pengen nangis tapi gengsi, pedal gas tetap diinjak dan, “Krek!”… “Adduh” body kiri nyangkut di beca yang lagi santai di depan rumah. Apa daya maju kena mundur kena, ya udah maju ajah….. kreek.. srett.. oh terasa sobekannya menyayat hati, mengucur darah kesedihan akibat tidak teliti dan kesembronoan.

Tapi, itu pilihan yang harus diambil kali ini. Maafkan semuanya. Besok lusa ke sininya pake motor atau sepeda saja.

Setelah berbasa basi sejenak dengan seorang ibu pemilik rumah, mobil dijugrugin parkir disamping lapangan dan bergegas menuju pantai mengejar hadirnya mentari melewati batas cakrawala.

Alhamdulillah, kehadiran yang tepat waktu sehingga bisa menghasilkan gambar sesuai harapan dan doa. Sebuah siluet sunrise yang ditemani dengan kesunyian adalah treatmen diri yang mendamaikan.

Lalu sambil mengumpulkan keberanian memasuki hutan bakau Mundu ini dengan kegelapan memudar karena cahaya pagi sudah mulai hadir. Meskipun tetap saja suasana sepinya cukup membangunkan buku kuduk. Jangan takut, baca Basmalah dan bergeraklah.

Menapaki jalur jalan dari serpihan kayu yang ditata rapih, tetap saja harus hati-hati jangan sampai terjerembab ke lumpur pantai yang lumayan 1 meter hingga 2 meter dibawah sana. Asli suasana sunyi, dan… sedikit menegangkan.

Alhamdulillah tiba juga di tepi pantai dan bisa bercengekrama dengan sunrise sepuasnya ditemani tarian pucuk pohon bakau yang hijau menenangkan. Photo sana sini dan sesekali mencoba photo selpi sebagai bukti jikalau ada yang nggak percaya karena mengusung aliran NPH (No Photo, Hoax).

Rekomendasi klo moo cari vitamin Sea disini lebih aman pake motor atau sepeda, sehingga aman menyusuri jalan sempit dan gangnya. Tapi kalau maksa pake mobil ya lebih baik simpan di pinggir jalan besar dan jogging sekitar 1 km ke arah pantai.

Photo : Sunrise dance / dokpri.

Selamat pagi semua, Vitamin Sea kali ini sangat memuaskan karena bisa dinikmati sendiri dan kesendirian. Memang butuh perjuangan tetapi hasilnya luar biasa menguatkan jiwa dalam mensyukuri karunia Illahi sekaligus mewarnai tujuan pencarian makna kehidupan yang hakiki. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :

Hutan Bakau Pantai Mundu Cirebon
Jawa Barat.

Kopi Pagi

Yuk ah…. ngopay lagi.

Photo : Kopi pagi / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Dikala mentari hadir dengan kehangatan hakiki, disitulah sinergi abadi terulang setiap hari. Apalagi hari ini, birunya langit begitu memukau dengan aura ketenangan yang tiada tara. Sungguh nikmat karunia kehidupan dari Allah SWT yang wajib disyukuri dan ditafakuri.

Hembusan angin yang lembut menyapa wajah hingga ke hati, menenangkan nurani dan memberikan tambahan semangat berbakti sesuai dengan tugas dan target hari ini, besok dan lusa lagi.

Maka jangan disia-siakan momentum ini, ambil kesempatan dengan meraih smartphonemu, bidik… abadikan…

Cekrek!…

Frame indahnya pagi yang membiru sudah berhasil terdiam di memori handphone. Dengan sentuhan kasih sayang teknologi, maka tanpa berlama-lama akan segera berkelana di dunia maya melalui proses upload di media sosial dengan beraneka tagar dan caption serta tring…..

…..menanti respon siapapun didunia sanaaa.

Eh ada yang lupa, ambillah secangkir kopi hitam tanpa gula dan abadikan bersama pagi yang ceria.

Hati-hati dengan penantian respon di medsos berupa like, jempol dan juga komentar. Biarkan itu berproses, jangan terjebak oleh banyaknya jempol dan komentar di medsos kita, karena itu adalah kenikmatan semu belaka.

Paling penting adalah sebuah nikmat syukur atas lukisan tuhan pagi ini sudah diabadikan dan tentu disyukuri dengan dzikir serta kerendahan hati.

Selamat pagi, selamat menyeruput kopi dan memaknai pahitnya kopi ternyata menyimpan manisnya rasa syukur yang sangat berarti. Wassalam (AKW).

Biru di Hilton

Akhirnya bisa lihat lagi…

Photo : Swimming Pool Hotel Hilton Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Pagi cerah mengharu biru, mengantarkan raga menuju kawah candradimuka. Biarpun baru pada tahap pendakian pertama tetapi ternyata segumpal khawatir hadir menemani ketidaktahuan.

Itulah kehidupan, perjalanan menuju sebuah titik yang sudah ditentukan seyogyanya adalah memulai titik baru perjalanan yang nantinya perlu pendalaman, percepatan dan tentu saudaraan.

Nah daripada kegalauan malah datang mendera tanpa belas rasa, lebih baik bercerita tentang sebuah suasana damai yang ada di lantai 6 hotel ternama.

Kehadiran disini memang bukan untuk bercengkerama dengan kesegaran air bening penuh suka, tetapi menghadiri meeting perdana yang dilaksanakan di hotel semenjak merebaknya pandemi corona.

Berbagai protokol kesehatan diberlakukan dari semenjak masuk area hotel hingga ruangan meeting yang sulit melakukan bisik-bisik karena posisi duduknya masing-masing berjarak 1,5 meter, padahal banyak rahasia kehidupan yang ingin di curhatkan heuheuheu.

Handsanitizer juga disediakan masing-masing satu botol kecil begitupun di pintu masuk ada juga hand sanitizer untuk umum plus tissu dan bunga, pengen liat photo dan tulisannya klik DISINI.

Dilantai 6 lah kedamaian terasa, semilir angin bercengkerama dengan gemericik sendu air kolam renang memberi sensasi keindahan yang sulit untuk dilukiskan. Andaikan tidak ada batas policeline… eh covidline kali yaa… karena bentuknya hanya seutas maka sudah dipastikan meloncat dan byuuur….. bergabung dan bercengkerama dengan kesegaran tiada tara sambil menghirup oksigen dengan bebas….. segaaarnyaaah.

Terima kasih Ya Allah atas kemudahan bernafas, kebebasan menghirup oksigen sepuasnya dan tentunya kenikmatan semuanya tiada hingga dalam menjalani kehidupan fana ini.

Selamat tinggal kolam renang lantai 6, raga ini harus kembali ke tempat meeting dilantai 3. Selamat menjalani hari ini kawan. Wassalam (AKW).

Sedikit damai di Pantai Kuta.

Mencari sejumput damai disini..

Photo : Senja di pantai Kuta / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Menginjak pasir pantai di sore yang berangin memberikan ketenangan, bukan semilir lho… tapi hembusan kencang yang mungkin bisa menerbangkan harapan.

Memandang ke sekitar, sekian banyak mahluk yang sedang hadir bersama menikmati pemandangan alam dengan persepsi berbeda. Ada yang berbunga bersama pasangannya, ataupun yang sedang bersedih karena sekeping hatinya tertinggal disini.

Beberapa remaja bersendagurau sambil bermain air di tepi pantai, sementara remaja lainnya sibuk mengabadikan momen sunset pake kamera DLSRnya dan Smartphonenya.

Jepret… jepret.. jepret…Sepuasnya sepanjang memori mencukupi.

Jadi ingat masa lalu, dimana aktifitas mengambil gambar photo via kamera itu adalah sesuatu yang cukup butuh pengorbanan, termasuk keterbatasan pengambilan gambar karena harus sesuai dengan roll film yang dibeli. ISOnya musti pas, ada yang 200 atau 400, masangnya juga musti bener, klo nggak… semua gambar photo yang diambil akan hancur atau istilahnya ‘kebakar‘,… atau kadang photonya numpuk dan seolah ada siluet mahluk lain… hiiiy.

Belum lagi, proses cetaknya nggak sembarangan, musti ke Toko cuci cetak photo dan hasilnya ada 2 ada photo gambar dan ada negative photo….. ah.. masa lalu yang sudah terlewati.

Aih kok jadi melamun siih…. padahal khan tujuan kesinih adalah dalam rangka menenangkan pikir memberi rongga leluasa di jiwa di sela tugas yang tak rela jikalau manusia ini bersantai barang sebentar saja.

Kembali berjalan, menjejakkan hati eh…. kaki diantara kelembutan pasir pantai yang terdiam dalam kepasrahan. Sambil menikmati semburat jingga diujung pantai, menghiasi horizon langit bertabur warna.

Meskipun lalu lalang manusia yang cukup banyak tetap bergerak dengan arah masing-masing, dengan pikiran masing masing dan niat yang berbeda satu sama lain.

…….Mungkin kesamaannya adalah bagaimana menikmati suasana, menyerap rasa dan akhirnya sedikit rilex serta sejumput damai menyeruak di pantai Kuta. Wassalam (AKW).

Berenang di Aston Tropicana Hotel Bandung

Bercengkerama mesra dalam kesegaran rasa, disini.

Photo : Kolam renang anak dan bola aneka warna / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Jaman baheula eh jaman dulu tempat ini menjadi tempat kawula muda bergaul mencari hura dan jati diri, namanya studio east. Yang hafal dan inget dijamin bukan generasi millenial dan umurnya dapat ketebak hehehe.

Sekarang bangunan itu tetap berdiri dan berganti rupa menjadi hotel, namanya Hotel Aston Tropicana di Jalan Cihampelas Kota Bandung.

Moo promo hotel?”

“Bukan pren, moo lihat kolam renangnya”

Gubraag!!!… “walah berenang lagi toh”

Tanpa terganggu dengan kebingungan penanya, bergegas masuk lift yang pintunya telah terbuka. Dengan keyakinan mantab, pijit nomor enam untuk membawa raga ini melihat dan menikmati kolam renang di hotel yang indah ini.

***

Photo : Kolam renang Hotel Aston Tropicana / Dokpri.

Kolam renang dengan air membiru dil lantai 6 ini cukup menarik selera untuk segera berkecibak mesra. Terdapat 2 kolam renang, yakni untuk anak-anak demgan kedalaman 60 cm. Kolam satu lagi diberi sekat sebagai pembeda kedalaman, yaitu kedalaman 1,2 meter dan 1,5 meter.

Disamping kolam terdapat kursi-kursi bersantai sambil menghirup kesegaran udara Bandung ini. Terdapat juga mini cafe dan meja kursi yang memanjakan penikmat kolam renang dengan sajian minuman dan kudapan yang yummy.

Oh iya, jam operasionalnya mulai 06.00 wib sd 18.00 wib.

Photo : Cafe samping kolam renang / dokpri.

Kolam renang ini relatif tenang dan tidak terlalu ramai, karena berdasarkan kebijakan manajemen hanya bisa diakses oleh tamu hotel yang menginap saja. Tapi minimal info ini bisa nambah-nambahin referensi jikalau pas di Bandung dan nginep disini, jangan lupa berenang eh main air bersama keluarga.

Karena dengan berenang melatih konsentrasi dan menikmati ketenangan dalam kesunyian…

maksudnya?….

ntar diulas ditulisan selanjutnya.

Gak sabar pengen segera turun aah…. Wassalam (AKW).

***