Algoritma Specialty Coffee.

Karena Algoritma, kita bersua.

CILEUNYI, akwnulis.com. Dikala jemari menari di keyboard virtual smartphone, sebuah algoritma mengintai tanpa disadari. Merekam jejak digital kita dan mengambil kesimpulan canggih bahwa sebuah minat telah tertata dan mengerucut menjadi segmentasi yang bisa disuguhi janji berupa iklan ataupun penawaran sesuatu yang menarik hati (Iya… itu maksudnya iklan cuy).

Memasuki ranah media sosial seperti stalking status instagram, geser noongin status whatsapps orang lain, hingga dilanjut berselancar di lama facebook dan ujung-ujungnya ikut bergoyang di aplikasi tiktok… sang algoritma mengintai kawan.

Di laman facebook dan instagramlah hadir secara silent tetapi presisi untuk menarik minat dan hati dalam bentuk iklan yang ‘sesuai dengan kebiasaan kita’…. tiap individu beda-beda. Itulah kehebatannya.

Nah jemari inipun terpaku oleh sebuah iklan di facebook yang memang menarik hati, apalagi setelah sebulan lalu bulan september mengikuti PUKOTAPTI (puasa kopi tanpa alasan pasti) alias berhenti total menikmati kopi selama sebulan dan tanpa alasan, pokoknya pengen berenti aja, titik.

Kok bisa?”

“Ya bisa atuh, ini kenyataannya bisa kok”

Kembali ke iklan tadi, yaitu sebuah penawaran produk kopi siap saji yaitu menggunakan metode cold brew. Dikemas pake botol yang gaul dan menggunakan biji kopi pilihan dengan label specialty coffee dan diolah dengan fermentasi maksimal sehingga menghasilkan biji kopi wine…. wah menarik nich, patut dicuba… eh dicoba.

Jempol seakan paham bisikan hati, tanpa banyak pertimbangan langsung klik order, klik isi form pemesanan, dapet balasan via whatsapps musti bayar ke rekening mana… daan otomatis klik mobile banking, tring… transfer terjadi dan di menit berikutnya notifikasi hadir dan barang siap kirim…. ajaibbb…. sebuah rasa syukur menyeruak, semua kemudahan ini hadir atas ijin perkenan dan rahmat Illahi Robb.

***

Tak sampai 24 jam, pesanan kopi spesial ini datang seiring teriakan khas, “Pakeeeet

Langsung dusnya dibuka, ternyata dipacking rapih lengkap bubble wrap untuk melindungi botol -botol tak berdosa ini… (naon siih). Botol berisi cairan kopi siap saja, kopi murni tanpa gula, tanpa susu, tanpa madu, tanpa pemanis apapun….. karena sesuatu yang pasti, sang calon peminumnya ini sudah maniiiez… ahaay.

Cold brew winety, itu nama pemasarannya kawan. Eh salah ding, itu adalah label dari perusahaan yang bikinnya, lokasinya di Lembang – Bandung Barat (soalnya di tanya dulu via WA, eh ternyata masih di bandung yang bikinnya). 1 botol isinya 250 ml, 4 botol berarti 1 liter “Nah klo 4 liter berapa botol?”…. halah kok jadi tanya jawab perkuisan seeeh…..

Hayu kita nikmati. Ambil gelas kaca mini kesayangan, currr.. dituangkanlah cairan kopi ini dan… srupuuut.

Woiiih enaak, aciditynya high alias keasaman tinggi, kurang cocok untuk pemula, apalagi yang punya penyakit lambung, khawatir lambungnya kaget dan berteriak hehehehe.

Bodynya sih medium, lebih didominasi oleh keasaman hasil fermentasi bijinya dan aftertastenya…. eummm bentaar… semoga tidak salah, rasa dominannya tamarind, ditemani selarik cocoa dan kacang tanah (duh sotoy kayak expert aja, padahal cuman mencoba jujur melalui lidah ini)… moo percaya monggo, moo enggak juga egepe, ikhlas kok.

Jadi untuk penikmat pemula mah produk ini belum recomend karena keasaman yang mengagetkan. Kalaupun mau nyoba pelan-pelan, setetes demi setetes lama-lama jadi mau. Klo buat penikmat kohitala garis keras, ini bisa jadi pilihan bagi pengusung kepraktisan. Tinggal sruput atau simpan dulu di kulkas untuk di sruput kemudian.

Selamat pagi, selamat order dan selamat menikmati efek iklan algoritma yang bisa membaca kebiasaan kita.

Klo rutin posting, bahas, search, nulis dan hal-hal tentang kopi maka algoritma bekerja memghasilkan sajian iklan produk kopi yang menarik hati.

Beda lagi kalau kita rutin berselancar dengan pilihan kata tertentu, maka iklan yang hadirpun segmentasinya tertentu. Jadi jangan salahkan laman website jikalau muncul iklan obat kuat atau judi online, tapi introspeksi diri saja karena algoritma susah berbohong.

Selamat Ngopay kawan, Wassalam (AKW).

Menikmati Biji Kang Yuda.

Menikmati bijinya…

CIMAHi, akwnulis.com. To the point saja, setelah disruput maka hadirlah rasa kopi dengan body strong, acidity tinggi dan kenikmatan yang hakiki. Apalagi disajikan masih dingin karena baru keluar dari kulkas. Kekuatan citarasa arabica HaLu begitu berkarakter dan memiliki rasa yang unik.

Yup sebotol kaca gede ukuran 1 liter, cold brew kopi buatan cafe biji-rakyat di jalan Supratman no. 90 Kota Bandung sudah tiba di rumah dengan selamat.

Yang bikin senyum dikulum adalah label botol kopinya yang didesain kreatif dengan kata-kata yang agak absurd alias multi tafsir, yaitu : ‘Anda menikmati Biji Kang Yuda, Single Origin Gununghalu Jawa barat‘ dan photo seseorang yang sudah lama diriku mengenalnya sebagai pengusaha muda yang pantang menyerah menanam kopi hingga akhirnya menghasilkan satu kopi khas yang memiliki citarasa unik sekaligus bisa melanglang buana karena kecintaan dan ketekunannya dalam dunia perkopian jawa barat.

Dalam suasana WFH dan kekhawatiran penyebaran wabah ini, maka pesan kopi yang sudah jadi siap minum dengan kualitas terbaik adalah pilihan tepat. Tentu beda orang beda selera, seperti cold brew ini, sajian kopi yang hadir dengan suhu dingin memberi sensasi berbeda bagi penikmat kopi dimanapun berada. Bisa diminum perlahan sambil rapat virtual video conference ataupun membuat konsep dan laporan harian serta mingguan sebagai bagian dari kewajiban ASN, insyaalloh lebih semangat dengan sensasi SPA (segar – pahit – asem)nya.

Lalu jangan lupa, senantiasa berbagi, minimal dengan saudara serumah atau yang dekat jaraknya, karena 1 liter cold brew untuk sendiri itu terlalu banyak… ya iya lah, ah kamu mah suka macam-macam.

Trus jangan lupa, pas orderan kopinya datang maka berlakukan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Bisa botolnya dicuci atau disemprot hand sanitizer lalu di elap dengan tisu bersih…. atau botolnya dijemur?…. semua untuk jaga-jaga demi kebaikan bersama.

Klo pas minumnya supaya awet pakailah masker hehehehehe…. salah, atuh nggak bakalan bisa nyruput… yang pasti berdoa dulu sebelum meminumnya dan senantiasa bersyukur atas nikmat hidup ini serta doa khusus kepada Allah SWT agar pandemi covid-19 ini segera sirna dan denyut kehidupan kembali seperti sedia kala. Happy wekeend, Wassalam (AKW).

Cold Brew Klapa muda.

Menikmati sajian kopi dingin segar dan unik…

SUBANG, akwnulis.com. Pertemuan tidak sengaja dengan sajian kopi yang unik adalah takdir dari Allah SWT, sehingga rasa syukur adalah syarat utama.

Awalnya hanya tertarik dengan tampilan beberapa bean kopi yang dibungkus dan dijejerkan di meja dekat dapur di RM Abah Subang, karena tujuan utamanya memenuhi undangan kolega untuk makan siang bersama sambil bercerita tentang beraneka rupa perjalanan kehidupan di dunia.

Kopi yang terbungkus langsung menjadi sasaran untuk segera diproses menjadi sajian kopi tanpa gula meskipun metode yang digunakan menyeduh hanya kopi tubruk biasa.

Nama kopinya Kopi buhun Hanjuang alam… sunda bingittz… semoga rasa yang dihasilkan dengan seduhan tubruknya bisa memberi kenikmatan tersendiri.

Nah…. sambil iseng memperhatikan kopi yang berjajar di meja sekaligus melihat aktifitas dapur restoran yang terbuka… terlihat kesibukan khas dapur.. pak pik pek…

Tapi…. ada yang menarik adalah sebotol cairan coklat terang yang terlihat menarik hati, apakah itu?…

Tanpa sungkan, segera mendekati bapak berambut panjang.. jangan-jangan pendekar lagi nyamar…

“Bapak punten, itu yang di botol isinya apa?”

“Kopi jang, kolbru dari kelapa”

Woaaah… cold brew.. eh tapi kelapa?..

Diskusilah kami bagaikan para master kopi dengan membahas komposisi, bean, air kelapanya yang gimana, disimpan di kulkasnya berapa lama juga kopi apa yang menjadi materi dasarnya… apakah kopi arabica atau kopi robusta, atau malah kopi paste dari resep yang sudah ada.

Ternyata…. standar pembuatan coldbrewnya sama, tapi yang menjadi pembeda adalah kualitas kemurnian air kelapa muda juga kesegarannya ditambah tempat pembuatan coldbrewnya sebuah wadah keramik putih yang menjadi ‘kameumeut‘ Pak Ade… beliau adalah pembuat cold brew kalapa ini… dan sekaligus penggiat dan pengrajin eh petani kopi yang menghasilkan kopi buhun hanjuang alam.

Jadi ingat, istriku pernah memesan via gofood kopi dingin denvan bahan air kelapa… dan icip-icip hingga habis setengah botol hehehehe…

Jadi penasaran dengan rasa cold brew kelapa muda ini….

Langsung coba ahh….

Srupuut….

srupuutt…

Suegeerrrr…

……

Urusan rasa jangan banyak tanya, segera coba karena nggak bakal nyesel deh…. rasa kopinya dapat, manis segar air kelapa mudanya begitu akrab di lidah ditambah metode seduh dingin dan suhu kulkas yang melengkapi kesegaran rasa ini….

Ruar biasa… kopi hitam tanpa gula yang diracik unik dengan seduh dingin yang hasilkan rasa mempesona, Alhamdulillahirobbil alamin. Wassalam (AKW).

Kopi terakhir di korea.

Menikmati si hitam di injury time.

Photo : Botolnya dibawa pas sarapan / dokpi.

SEOUL, akwnulis.com. Malam menjelang waktu pukul 23.00 wako (waktu korea) dikala raga baru sampai di hotel setelah seharian berjibaku dengan agenda yang padat merayap dari pagi hingga malam. Pakaian jas dasi kemeja lengkap masih melekat di tubuh ini dengan tas punggung yang selalu melekat. Tidak ada keringat yang hadir karena cuaca dingin menahan keluarnya keringat, jadi berjas dasi seharian sambil bertas punggung serta banyak melakukan jalan kakipun tidak masalah, seger seger aja.

Setelah kemarin ngopi ‘pembagian rapat’di Caonan Asan Station dilanjutkan Double espresso-nya di acara sarapan pagi, maka kesempatan terakhir malam ini ingin mencoba kopi yang berbeda, kangen kopi puntang dan gununghalu atau kiwari manglayang dengan metode manual brew V60… tapi nggak ada disini.

Jadi agak nyesel nggak bawa corong V60, filter dan beannya… tapi apa daya, penyesalan itu selalu datang terlambat karena kalau datang diawal rasa sesal itu maka itu namanya Pendahuluan eh.. kata pengantar atau executif summary ya??…. apa sih inih, kok kayak lagi nyusun disertasi.

Maka…. meskipun tas punggung masih melekat dan jas dasi masih erat melingkari leher, maka bersama partner sekamar berjalan kaki keluar hotel mengitari jalan raya blok gangnam kota seoul dengan tujuan mencari kedai kopi yang menyajiKan manual brew..

Alhasil… tiada kedai kopi manual brewnya… Akhirnya mendarat di toko minimarket 24 jamnya korea. Mencari-cari kopi kemasan yang tentu tanpa gula…. banyak pilihan tapi sedih karena kohitala (kopi hitam tanpa gula) tidak tampak di rak minimarket, adanya pasti kopi bergula, kopi berkrimer atau malah air gula berkopi saking manisnya…..

Alhamdulillah, diujung kanan atas bertengger kopi kaleng cold brew… ambiiil… Alhamdulillah

Bayar segera dengan sisa duit won yang ada dan beringsut menuju hotel karena penasaran ingin menikmati cold brew yang ada.

Tidak lupa sebelum dinikmati, maka dokumentasi adalah tindakan pasti. Jejerin di kasur hotel bealaskan selimut.. jepret.. jepret… jadi deh.

Lalu dibuat captionnya yang berbunyi, “Bukan masalah pilih yang mana, tapi bisa #Ngopay itu Bahagia“.

Bener khan?”

Langkah terakhir adalah, buka kemasannya.. dan srupuut… srupuut.. tandaskan..

Nikmat …kannn?”…..

Tuntas minum kopi, mungkin menjadi kopi terakhir di Negeri Ginseng ini, karena besok pagi harus sudah kembali ke tanah air dengan perjalanan selama 7 jam.

Ahnyong asiong
Khamsa hamnida.

Wassalam (AKW).