White Rose – Tea

Mencoba teh putih bercampur mawar yang rasanya menawan dengan bejibun khasiat… srupuut.

Photo : Sajian White Rose – tea at KuroKoffee / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sejak mencoba menikmati beraneka rasa teh.. bukan teteh yach. Ternyata banyak pilihan yang bisa dinikmati dan memancing inspirasi.

Begitupun teh ini, teh putih yang ternyata beraroma mawar dengan nama ‘Rose White Tea’… eh White Rose tea alias teh putih mawar.. teh bodas kembang eros (maaf maksa).

Awalnya kaget juga, kok bisa rasanya ada keharuman mawar mewangi. Keren nich teh, apalagi memang rasanya nikmat.

Tetapi kelihatannya ini adalah percampuran antara teh putih dengan kelopak bunga mawar, meskipun kurang tahu kapan bercampurnya.. 🙂

Mencoba mencari literatur di mbah guggle, ternyataa banyak sekali manfaat rose white ini, diantaranya :

Banyak sekali manfaat kesehatan dari teh mawar ini termasuk kemampuannya untuk meredakan nyeri haid, mencegah penyakit kronis, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan, memperbaiki pencernaan, mendetoksifikasi tubuh, meredakan infeksi pernapasan, merangsang suasana hati dan mengatur siklus tidur Anda. Ada sedikit efek samping ketika teh ini dikonsumsi dalam jumlah sedang, tetapi penggunaan berlebihan tidak dianjurkan…. kitu ceunah.

Photo : Ini bungkusnya / dokpri.

Penasaran, pinjem dech bungkusnya.. sebuah kemasan berwarna putih dan tertulis disitu havillatea.com untuk informasi lebih lanjut.. nggak pake lama di search… tadaaa… havilla gourmet tea ternyata kantor pusatnya di Bandung bro… di Batununggal dan yang bikin bangga, ternyata pendiri atau salah satu pendirinya adalah orang indonesia dengan sertifikasi tea internasional.. kerenn.

Di website havillatea.com juga disebutkan harga rose white 125ribu dan ada white tea silver needle 130ribu serta harga-harga dari berbagai jenis teh lainnya seperti green tea, ooling tea, black tea, tisane, tea assesoris dan tea set.

Order ah… jadi makin lengkap nich informasi tentang teh putih. Bisa pesen via teteh putihyang bermarkas di Bogor atau juga nanti yang di batununggal ini dengan rose white teanya, selamat nge-teh kawan, Wassalam (AKW).

***

Sumber :

1. http://www.organicfacts.net

2. http://www.havillatea.com

Lokasi : Cafe Kurokoffee, Jl. Ciumbuleuit Bandung.

Ethiopia Flower Valley Coffee

Menikmati kopi Ethiopia, disini.

Photo : Sajian Manual V60 Kopi Ethiopia Flower / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Bergerak ke area atas Kota Bandung tepatnya di daerah Ciumbuleuit, kembali menjadi coffee hunter. “Gaya pisan nya?”…. Tapi itulah salah satu makna menjalani hidup, kerjakan rutinitas, jalani kehidupan apa adanya tapi jangan lupa jikalau kesempatan itu datang maka mampirlah ke tempat kopi… maksutnya kedai, cafe, resto atau angkringan sekalipun… yang penting ada kopinya.

“Trus yang nggak suka kopi gimana?”

“Ya nggak maksa, ini khan pilihan hobby. Moo ikutan ya monggo. Kalaupun nggak… ya sudah…”

Nah tulisan kali ini tentang… kopii lagiii, “Jangan bosen guys”

Kopi yang dinikmati sekarang adalah kopi Ethiopia flower valley, dengan Baristanya anak muda bernama Nicolas, gitu tadi pas kenalan.

Dengan metode seduh manual V60 maka sang barista beraksi. Panas air 87° celcius dan komposisi 1 : 15 maka berproseslah pembuatan kopi yang mengklaim diri membawa aroma bunga dan tentu dengan rasa khas yang membuat penasaran calon penikmat rasa.

Photo : Setelah pintu masuk, begini penampakannya / dokpri.

Tahapan pembuatan manual terus berproses, hingga akhirnya prinsip ekstraksi terus terjadi dan amenghasilkan cairan coklat kehitam terangan yang harum melegakan… kemoon ngopaaay.

“Eh ngomong-ngomong, ini dimana tempatnya?”

“Jiaa hahahaha, lupa nggak cerita, ini di cafe ‘Kopi hitam’ jalan Ciumbuleuit, diatas kampus UNPAR”

“Ada gitu Cafe “Kopi hitam” disitu?, perasaan nggak ada ah!!” Kawanku menyela sambil dahi berkerut seakan tidak suka dengan jawabanku yang dianggap seenaknya. Padahal memang dia tau banget, daerah sini karena rumahnya di area Hegarmanah.

“Nih… kopi hitam itu dalam bahasa jepang disebut ‘KURO KOFFEE’…

“Ah tipu kaaaau, kalau cafe itu aku tahu, dasar Kaaau!!!!”

Yups, Kuro Koffee adalah cafe yang cozy, tempatnya cocok buat kongkow dan belajar, atau bahas project bersama kawan-kawan. Tempatnya luas dan miliki pilihan tempat duduk tergantung kebutuhan. Ada meja besar yang bisa dipake bareng-bareng. Juga meja kecil di lantai 2 yang no skoning eh no smoking area.

Trus di area halaman belakang ternyata luas dengan hamparan rumput hijau dan beberapa pohon besar dilengkapi beberapa kursi dan meja batu yang fungsional, asyik juga.

Klo bicara akses masuk, maka ke cafe ini tidak terlihat sama sekali aktifitas di dalam. Tetapi setelah masuk… woaaah ternyata banyak oraang dan beragam aktifitas.

***

“Silahkan om Coffee ethiopianya!” Sebuah sapaan yang sudah dari tadi di nanti.

Disajikan dengan botol saji warna bening dan gelas khas, gelas bening yang simpel.

Photo : Suasana taman belakang Kuro Koffee / dokpri.

Segera dituangkan ke gelas dan… Srupuuut!!!

Wuiiih wangi floralnya bener-bener kerasa…. segerr.

Bodynya medium dan aciditynya juga menengah, after tastenya masih bisa tertinggal disudut bibir sebelum hilang melarut dalam cairan lambung. Yang pasti aroma floralnya yang bikin seger dan adem serta disitu uniknya.

Over all, rasanya nikmat dan bisa bikin sedikit relaksasi dari tekanan kehidupan yang mendera… ih apa seeh.

Gitu dech, cerita singkat ngopay di salah satu cafe di Ciumbuleuit Bandung, selamat jam seginiih. Wassalam (AKW).