Main air di Citumang

Main air di Citumang yang ternyata dalam lho….

Photo : Jernihnya air sungai Citumang / dokpri.

CITUMANG, akwnulis.com. Adzan shubuh di aplikasi smartphone membangunkan raga menenangkan jiwa. Segera beranjak wudhu meskipun rasa dingin mendera. Tadinya mau membuka gordeng dan membiarkan mata bisa memandang keindahan alam di HAU Citumang ecolodge ini…. ternyata masih gelaap. Apalagi posisi jendela dinding kontainer ini lebar dan besar sehingga jikalau gordeng dibuka dan suasana terang benderang dalam kamar kontainer maka malah jadi aquarium jikalau dilihat dari luar.

“Emang kamu nginep dimana?”

Monggo baca Nginep di Hutan Citumang, Pangandaran… atau cerita sebelumya yaitu Sunset di Batukaras.

Photo : Jalan menuju Kontainer & glamping / dokpri.

Tepat pukul 06.00 wib baru berani menjejakkan kaki keluar dari kamar kontainer, dengan stelan celana pendek dan sandal gunung karena akan mengeksplorasi alam yang begitu dekaaat dan pasti menantang.

“Sedekat apa?”

Dekat banget kawan, keluar kontainer, turun tangga.. langsung bersua dengan sungai Citumang yang airnya jerniiih bingiiit…. perlahan memasukan kaki ke dalam air bening dingin menyegarkan….

Photo : Sungai Citumang dg variasi kedalaman sd 4-5 meter / dokpri.

Oh iya lupa… diambilin rompi pelampung, fasilitas gratis dari HAU Citumang ecolodge, plus 2 perahu kano warna pink dan biru lengkap dengan dayungnya…. jadi pelampung wajib di pakai karena kedalaman sungainya sangat variatif…. dari mulai semata kaki hingga 10-15 meteran, atau lebih yach?… soalnya nggak berani ngukur kedalamannya.

Photo : Tempat bersantai di sekitar kontainer kamar / dokpri.

Perlahan tapi pasti badan mulai terendam dan…. 10 meter bergerak, kaki sudah tidak bisa menapak ke dasar sungai…. dilihat bahwa kedalaman sungai sekitar 2 hingga 3 meteran, dasar sungai bisa dilihat karena begitu jernihnya air yang mengalir ini.

Agak menegangkan tetapi tetap tenang karena banyak kawan-kawan. Bergerak lagi, air sungai mendangkal dan terdapat sebuah bendungan yang membentuk kolam buatan berkedalaman 1,5 meter. Serasa mandi berenang di kolam renanggg…..

Photo : Berpose di bendungan / dokpri.

Didepannya adalah tanggul bendungan yang diperkirakan 20 meteran tingginya. Dibalik tanggul bendungan itulah aliran sungai berwarna hijau seolah terdiam padahal menyisakan kedalaman yang cukup bikin menegangkan… dalem banget bro dan masih suasana hutan yang tenang tapi bisa menghanyutkan atau malah menenggelamkan.

Oh ya, bendungan ini juga berfungsi menjadi irigasi, mengatur aliran air untuk fungsi pengairan. Nah selokan pengairannya itu bisa digunakan untuk papalidan… palid = hanyut, euh maksudnya body rafting... tapi jangan sendirian.. khawatir ketiduran dan hanyut sendirian, apalagi terhanyut dalam kenangan para mantan….. beraat bingit kawann.

Photo : bersiap loncat ke saluran irigasi / dokpri.

Jadi bareng-bareng kawan, dijamin rame ramai, penuh canda dan gelak tawa serta menghasilkan pengalaman tak terlupakan…..

Jadi tidak ada pilihan lain, buat yang penasaran. Datanglah ke Pangandaran, selain sensasi bermain air di pantai juga bisa menikmati sensasi adrenalin dengan air tawar yang dingin menyegarkan dan dijamin jadi pengalaman tak terlupakan. Wassalam (AKW).

Rapat di Hutan Citumang

Rapatnya di pinggir hutan, nyampe malem lagi.

Photo : Ruang makan pinggir tebing sungai di sulap jadi ruang rapat / dokpri.

CITUMANG, akwnulis.com. Malam semakin larut tetapi diskusi terus berlanjut. Adu argumen berpegang regulasi bersama dengan data yang dibalut narasi, menjadikan perdebatan malam ini padat berisi.

Judulnyapun pake istilah LB.. luarbiasa karena ini adalah RUPS-LB, selain regulasi yang menyebut LB atau dalam UU 40/2007 disebut RUPS lainnya maka cocok bingit dengan suasana rapat malam yang luar biasa…

“Emangnya seluarbiasa apaan gan?”

Pertama, Rapatnya malam-malam. Bukan sengaja ingin malam hari, agendanya dari jam 14.00 wib, tetapi ternyata poin bahasannya begitu banyak dan perlu pembahasan yang cukup mendalam, maka ba’da magrib masih dilanjutkan dengan semangat kebersamaan.

Photo : Suasana sebagian peserta rapat / dokpri.

Kedua, Rapatnya di hutan, ruang rapat outdoor berbatasan langsung dengan sungai dan pepohonan besar yang begitu alami, menyegarkan tetapi semakin malam, terasa angin bertiup makin dingin dan kencang… awwww.

Ketiga, Meskipun rapat di hutan, peserta rapat datang dari berbagai penjuru angin dengan beragam kendaraan. Ada yang bermobil dan bermotor roda 2, dari bandung, tasik, ciamis dan sekitarnya.

Keempat, Fasilitas nginepnya yang ajibb… di dalam kontainer lho… di tengah hutan. Pepohonan besar melingkupi jajaran kontainer… yang disulap jadi kamar lengkap dengan tempat tidur dan kamar mandi bersih wc duduk serta shower air panas…

“Udah ah segitu dulu…. luar biasa nggak?”

“Iya bener… sensasionaaal, dimana itu teh tempatnya?”

Photo : Indolor adalah obat kedinginan di kala rapat berlangsung / dokpri.

Namanya HAU Citumang Ecolodge, sebuah kawasan wisata alami dengan model glamour camping (glamping)… menyatu dengan alam bebas tetapi tetep didukung fasilitas menginap yang memadai. Selain kontainer yang disulap menjadi lamar hotel terdapat juga lokasi glamping yang cocok buat bareng-bareng keluarga…. .1 bangunan kontainer bisa diisi hingga 10 orang dengan tidur di lantai beralaskan kasur empuk tentunya dan toilet memadai.

Tulisan tentang tempat glamping di Bandung utara, klik aja disini, Ber-Glamping di Trizara.

Berlokasi di pinggir sungai Citumang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, sekitar 30 menit perjalanan dari pantai wisata pangandaran.

Lokasi tepatnya mah… gampang sekarang, googling aja guys. Ribet amat tanya-tanya. Pasang aplikasi gugelmep, ikutin petunjuk. Meskipun harus hati-hati jikalau perjalanan malam hari, pengalaman peserta rapat yang harus memutar jauh karena salah satu akses jalannya terhambat oleh proyek pengecoran jembatan… terpaksa musti muter-muter masuk hutan dalam keheningan yang (katanya) mencekam.

Yang pernah body rafting atau tubing pasti udah tau namanya Citumang, tetapi nginep di kontainer pinggir sungainya (mungkin) belum pernah kesampaian….

***

Rapat tuntas menjelang tengah malam, hasilkan kesepakatan yang menjadi ikhtiar kemajuan bagi lembaga juga para pemilik modal demi menjadi bagian penting akses kemudahan keuangan bagi masyarakat sekitar. Wassalam (AKW).