Kohitala versi Hotel di Kuningan.

Studi banding kopi di restoran pas breakfast… ternyata.

CILIMUS, akwnulis.com. Setelah dini hari menyeduh kopi lalu tidur dengan lelap karena raga yang lelah memang perlu beristirahat. Ba’da shubuh perlahan menuju balkon dan kembali menyeruput kohitala buatan sendiri sambil memandang suasana pagi gunung ciremai. Betapa indahnya lukisan alam ciptaan Tuhan, Alhamdulillahirobbil Alamin.

Edisi kopi asli tanpa gula buatan sendiri akhirnya habis disruput ditemani kehangatan mentari pagi yang perlahan tapi pasti menyebarkan kedamaian dan keberkahan setiap pagi di dunia fana ini.

Tulisan tentang menyeduh kopi dini harinya bisa dibaca di KOPI & GUNUNG CIREMAI.

Sebagai lanjutannya maka perlu dilakukan studi banding tentang kopi yang ada. Meskipun tidak terlalu berharap banyak dengan rasa dan kualitas kopi tanpa gulanya.

Bersegera mandi dan keringkan badan dengan handuk lalu berdandan… halah berdandan, maksudnya cuman pake body lotion dan minyak rambut saja. Cukup itu. Lalu bergegas ke lantai lobby tempat restoran berada.

Setelah berkeliling lumayan juga pilihan menu untuk sarapannya, ah jadi inget anak istri. Ntar ah diajak nginep disini. Kaki bergerak mengelilingi area restoran hingga akhirnya menemukan yang dituju. Setoples kaca bening berisi kopi bubuk dan setoples lagi gula pasir serta termos besar berisi air panas.

Tanpa perlu dinanti-nanti, segera buka toplesnya dan ambil 2 sendok mucung bubuk kopi ini lalu dituangkan di cangkir yang tersedia. Terus air panasnya dicurahkan perlahan – lahan. Maka terciptalah secangkir kopi hitam panas tanpa gula dengan keharuman yang menggoda, entah kalau urusan rasa.

Beranjak dari situ mencari meja dimana tempat berlabuh, eh tapi lebih tertarik untuk ngopaynya di samping kolam renang yang areanya diluar restoran. Lengkap sudah temanya Ngopay dan Ngojay. Bergegas pamit ke petugas restoran sekaligus ijin, karena cangkirnya akan dibawa keluar menuju pinggir kolam renang.

Udara pagi menyapa serta pemandangan indah Gunung Ciremai yang begitu menggoda. Sungguh kohitala yang penuh makna, karena bukan hanya bicara rasa tetapi juga makna dibalik lukisan alam yang nyata.

Duduk di kursi dan secangkir kopi di meja pinggir kolam renang Hotel Horison Tirta Sanita begitu mendamaikan hati dan mencerahkan pikiran serta menghilangkan kegalauan. Tapi perkara nyebur ke kolam renang terpaksa ditunda dan dikendalikan karena waktu yang tersedia begitu mepet, apalagi dapat informasi Bos besar dua akan hadir secara langsung di acara, jelas kita harus hadir lebih dulu….. semangaat.

Oh iya, sruputannya lupa. Sambil memandang jernihnya kolam renang maka prosesi bibir menyentuh cangkir lalu cairan hitam penuh sensasi ini memberikan pengalaman berbeda. Bismillah.

Srupuuut… hmmm…

Kopi hotel cenderung blend dengan mayoritas robusta yang miliki rasa flat pahitnya serta minus acidity dan aftertaste. Bodynya yang menonjol, tetapi pada kopi tubruk ini ada rasa harum yang menghibur dalam rasa yang terbatas.

Sruput lagi… suegeer.

Itulah cerita singkat kohitala versi manual brew dengan biji pilihan yakni arabica wine versus kopi tubruk breakfast hotel yang juga tanpa gula. Insyaalloh masing-masing memiliki nikmat dengan sudut pandang yang berbeda.

Selamat ngopay gaiis, jangan lupa dinikmati disyukuri dan tulis atau dokumentasikan agar menjadi warisan literasi yang (mungkin) suatu saat akan berarti. Wassalam (AKW).

Ngopay & Gunung Ciremai

Nikmati kopi dini hari, dijamin nikmat dan tunduh…

CILIMUS, akwnulis.com. Tepat tengah malam raga ini menjejakkan kaki dihalaman hotel berbintang di wilayah kabupaten Kuningan. Terasa sepi dan tenang, ya iya atuh khan tengah malam dan lokasinya jauh dari jalan utama. Lengkap sudah.

Tapi tenang kawan, ini bukan cerita horor. Tapi catatan kecil seputar kopi dan kopi yang ternyata selalu memberi ide dan menciptakan jalinan kata untuk membuat jempol bercerita dan mulut terdiam tetapi komat kamit mengunyah ide sekaligus sebait doa karena lorong menuju kamar terasa panjang dan berbeda.

Ayat kursi dan Alfatihah terus dibaca hingga akhirnya masuk ke kamar yang sudah dipesan sebelumnya, “Assalamualaikuuum”

Teriakan salam menguatkan hati memasuki kamar yang sudah dipesan sebelumnya. Terasa sepi dan dingin karena semburan udara dari AC. Nah sebelum bersiap menyeduh kopi, bersih – bersih badan dari mulai cuci tangan, cuci muka, cuci kaki hingga badan… atau lebih singkatnya disebut mandi, segera dilakukan.

Segeeer…..

Jam menunjukan pukul 01.00 wib, sudah harus terlelap dalam tidur pagi ini. Namun efek dari perjalanan yang dipenuhi suasana merem serta terkantuk-kantuk alias nundutan, eh sampai di hotel malah segar, apalagi sudah mandi. Makin fresh.

Sambil menunggu sang kantuk menghampiri, maka pagelaran peralatan kopi manual disiapkan yang sengaja dibawa dari kediaman. Kopi kali ini masih setia dengan arabica winenya Sylvasari Coffee Gununghalu, lumayan 2 X lagi nyeduh masih bisa gaiis.

Kertas filter V60, corongnya, juga gelas bejana kaca tak ketinggalan. Kalau air panasnya tenang, ada fasilitas hotel. Jadi tinggal dipersiapkan saja.

Jengjreng….

Bubuk kasar arabica wine bersatu dengan seduhan air panas dari teko hotel menghasilkan tetesan kenikmatan dan keharuman khas yang mendamaikan. Suasana dini hari terasa semakin berarti.

Setelah semua siap tersaji maka prosesi yang pasti adalah sruput dulu diawali Basmallah dalam hati. Srupuut… nikmaaaat.

Setelah 2 gelas tuntas membasahi tenggorokan, maka sisanya dimasukan ke dalam termos tabung yang sengaja bawa juga dari rumah. Tujuannya untuk dinikmati dipagi hari manakala mentari sudah terbit berbuncah cahaya dengan latar belakang gunung ciremai yang perkasa.

Ternyata 2 gelas eh ternyata masih kurang, maka segelas kecil lagi sajian kohitala ini membasahi tenggorokan. Perlahan rasa kantuk datang dan mendekati tempat tidur lalu pelan-pelan merebahkan raga yang sebenernya sudah lelah dan perlu istirahat…… zzzzzzz.

Selamat memaknai hari dan mengurai mimpi dalam rasa syukur yang tiada henti. Wassalam (AKW).

Kolam Renang Umum Sangkan Hurip

Alternatif wisata berenang di Kuningan dengan harga terjangkau.

Photo : Katak mancur di kolam anak / dokpri

KUNINGAN, akwnulis.com. ini info mungkin dianggap ‘ngabejaan bulu tuur’ alias ngasih tahu sesuatu yang diketahui umum, tapi nggak apa-apa, siapa tahu ada yang belum tahu dan pengen tahu sambil makan tahu nggak berhenti mencari tahu tentang informasi ini, supaya jadi tahu.

Cekidot buat yang lagi beredar di Kuningan Jawa barat, dengan bermodal awal 30ribu rupiah, maka bisa menikmati kesegaran kolam renang air panas sekaligus kolam renang air dingin di Sangkan Hurip Kuningan. Klo dipostingan sebelumnya Kolam renang Grage Sangkan, maka ada kewajiban nginep. Nah klo ini fasilitas yang bisa juga diakses masyarakat umum.

Lokasinya disamping Hotel Grage Sangkan Kuningan.

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri

Tinggal masuk, bayar di loket, maka langsung disambut beberapa patung kodok hitam besar yang nggak pernah pegel, mangap mulutnya sambil nyemburin kesegaran air ke kolam anak. Lalu ada juga kolam renang air dingin untuk dewasa dengan kedalaman mulai 1,5 meter – 1,6 meter hingga 1,7 meter yang bercirikan bentangan garis berbandul putih di permukaan air.

Nah disampingnya ada kolam lagi yang airnya panas, air panas alami dari gunung Ciremai Kuningan. Bisa buat berendam bareng-bareng keluarga atau bersama kawan sambil menikmati suasana tenang penuh kedamaian. Fasilitas loker dan shower juga ada. Trus sewa handuk dan kacamata renang juga ada.. eh kacamata renang dan celana renang mah musti beli dech…. intinya klo datang nggak bawa perlengkapan juga bisa menikmati fasilitas kolam renang yang air panas dan air dingin… yaa nambah modal dikit beli celana renang.

Photo : Kolam air panasnya / dokpri

Gitu sekelumit info yang mungkin ada yang butuh.

Nah di lokasi inipun ada penawaran terkait acara camping bersama keluarga, lokasinya ada di belakang kolam renang. Sekarang mah ngetrend disebut glamping (glamour camping), alias kemping atau kemah mewah…. namanya paket Camping ground, ada paket Katumbiri 215ribu/pak trus paket Hanjuang 315ribu/pak …… dan paket Keluarga cemara 1jutaan dengan fasilitas menginap 1 malam di tenda kapasitas 4 orang, matras, sleeping bag, makan pagi, makan malam, jagung bakar, apu unggun, dan tiket masuk kolam renang.

Photo : Kotak perlengkapan renang / dokpri

“Lho kok jadi info kemping mewah?”

“Ya gpp ah, khan masih nyambung sama kolam renang”

“Ohh gituu… yoo wis”

Selamat berenang sambil berkemah, trus berendam air panas alami klo pas lagi beredar di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Wassalam (AKW).