Ngopi di Rumah Pinus.

Menikmati kopi di Kota Cimahi.

Photo : Suasana resto Rumah Pinus / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Beredar di Kota Cimahi di sore hari bukan sebuah kesengajaan, tetapi perlu juga menemukan alternatif tempat kongkow baru dibandingkan harus berjibaku dengan kemacetan yang mendera di kala weekend di Bandung kota.

Sebuah tempat makan minum.. resto yang menyajikan menu lengkap daan…. didalamnya terdapat cafe coffee dengan berbagai pilihan metode pembuatan khususnya manual brew.

Tidak hanya dengan corong V60 tetapi juga terdapat kalita dan Origami…. lengkap bukan?… peralatan membuat kohitalanya kumpliit… apalagi untuk latte, capucinno, dopio.. alatnya sudah ready.

Photo : Parkiran & pintu masuk Rumah Pinus resto / dokpri.

Nah… nggak pake lama, langsung dech nongkrong depan barista. berbincang sambil sesekali tertawa, tak lupa memperhatikan tahapan prosesnya dengan seksama. Maka semakin faham bahwa menikmati kopi seduh manual bukan hanya hasil akhirnya saja, tetapi menikmati proses pembuatan dan keceriaan barista adalah juga faktor penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Namanya ‘Rumah Pinus Coffee‘ letaknya di dalam area Resto Rumah Pinus yang beralamat di Jl. Pasantren no 160 Cibabat, Cimahi Utara Kota Cimahi. Klo penasaran maka search aja di gugmap…… pokoknya klo udah deket jalan Pesantren cimahi ada tembok bertuliskan ‘Rumah Pinus’, tinggal masuk saja dan tersedia parkiran mobil dan motor yang cukup luas.

Masuk lagi ke dalam, maka tersaji suasana cozy rumput hijau dan ada kolam renang, meskipun hanya sebagai hiasan karena di pagar sekelilingnya. Nah di sebelah kirinya terdapat ‘Rumah Pinus Coffee‘ dan…. dikala didatangi ke dalam, Kang Yayan Barista beserta kawan-kawan menyambut dengan hangat dan penuh keceriaan.

Photo : Barista rumah pinus coffee beraksi / dokpri.

Jabat tangan dan bincang santai menjadi pembuka, dilanjutkan dengan pemilihan biji kopi yang tersedia, maka cerita proses manual brew segera mengalir,aneka kata tentang kopi dan prosesi penyeduhannya yang penuh dinamika, pilihannya tetap jatuh pada corong V60 meskipun Kalita dan Origami juga memang tersedia.

Inilah ulasan dari biji kopi yang bisa dinikmati… eh sudah dinikmati… makanya bisa ditulis disini hehehe, cekidot :

1. Biji Kopi Bone Arabica
Pilihan yang pertama ini langsung di proses oleh sang barista dengan berbagai celoteh tentang kopi dan prosesi manual brew yang miliki banyak dimensi. Panas air 85° celcius menjadi pilihannya, tetapi masalah gramasi itu rahasia, jadi tak bisa disebutkan perbandingan antara biji dan banyaknya air. Bagiku tidak masalah yang lebih penting adalah hasilnya yang bisa memuaskan dahaga kopi hari ini.

Photo : V60 Kopi Bone Arabica / dokpri.

Setelah berproses, maka hadirlah sajian kopi hasil manual brew di gelas kaca, siap dinikmati.

Srupuuut….. Woahhh rasanya.pas, nikmat. Panas airnya cocok dan gramasinya tepat sehingga menghadirkan sebuah rasa yang selaras dengan ekpektasi. Body-nya strong dan berkebalikan dengan acidity yang cenderung medium-less, aftertastenya yang seger nikmat, lebih cenderung ke jeruk orange dan selarik tamarind…. pokoknya enak euy.

2. Biji Kopi Garut Arabica
Pilihan sajian kedua adalah biji kopi dari papandayan garut. Tetap dengan gramasi rahasia, maka dengan deg-degan ditunggu gimana rasa hasilnya.

Ternyata, memang biji kopi jawa barat tetap luar biasa ditambah dengan keahlian racikan dari barista yang lihai, perpaduan lengkap sehingga terhidang segelas kopi harum dan aftertastenya selarik rasa buah nangka. Bodynya sih medium-medium saja.

Photo : 3 wadah biji kopi pilihan / dokpri.

Acidity yang strong, asemnya bikin ngangenin guys… oh ya, sang barista kali ini pake panas suhu airnya 90° celcius… Pas bangeed.

Dua sajian bikin segar dan penuh keceriaan… ternyata, kejutan datang di akhir.

3. Javanese Arabica Kerinci.

Bang bentar, moo coba ini?” sebuah ajakan yang mengagetkan karena ternyata hadir setelah selesai bayar di kasir.

Udah nggak usah, sayanya juga sudah bayar

Kalem bang, ini bonus, complemen, gratis dari kami

Wah… mata berbinar wajah bersinar, apalagi yang disuruh nyobanya adalah javanesse dengan biji kopinya biji kopi kerinci.

Srupuut…. wuiiih nikmat segerrr…. dinginnnnya sajian kopi javanesse menyegarkan mulut dan menambah ketenangan hati. Sebelum pamit berpisah dan esok lusa janji kembali, sebuah persaudaraan kopi telah terjadi, disebuah tempat yang indah dan asri. Nuhun Kang Yayan dan kawan-kawan, juga keramahan Bapak owner yang kebetulan berbincang singkat di tempat ngopi ini.

Selamat Ngopi di Cimahi, Wassalam (AKW).

***

372 Kopi Cimohay

Sruput kepahitan dan misteri Americano SS.

Photo : Americano Single shot / dokpri.

CIPAGERAN, akwnulis.com. Kepahitan itu memang misteri. Karena kepahitan tidak melulu bicara keprihatinan dan kesedihan, di lengkapi dengan tetesan air mata dan cucuran keringat penyesalan. Tetapi kepahitan adalah sumber kenikmatan.

“Kenapa begitu?”

Karena kepahitan ini justru menjadi sumber kenikmatan dari rasa penasaran terhadap sajian yang menggugah sebuah harapan.

Kepahitan yang tersaji sore ini adalah secangkir kopi americano plus single shot yang disajikan di tengah kerimbunan pepohonan dan beraneka bangunan kayu tradisional.

“Kok bukan sajian kopi V60?”

Photo : Menyore disini kawan / dokpri.

Tadinya itu yang dicari disini, tetapi ternyata stoknya habis, jadi pilihannya tinggal espresso, dopio, longblack dan americano. Ya sudah kombinasi americano dan single shot espresso (mungkin) bisa memberi sensasi misteri sore ini.

Sruput dulu prennn…..

Woah kepahitan menyeruak dalam mulut dan merangkul lidah dengan kegetiran alami, yup kopinya blend tetapi rasa arabicanya masih dominan meskipun minim, sang robusta dengan pahit datarnya tetap menjadi dasar fundamental sajian ini.

Photo : Cafe 372 kopi, pesen duluu / dokpri.

Semilir angin sore di Cimahi utara ini mengantarkan nada kedamaian yang berselisih dengan dedaunan dari pohon-pohon besar, meskipun akhirnya kembali terdiam di kala Adzan magrib berkumandang. Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

***

Lokasi : 372 kopi Kabuci, Jl. Kol. Masturi Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi Jawa Barat.

***

Kepahitan apa yang sore ini membuat anda penasaran?”