Maksi di RM Jablogan.

Habis meeting terbitlah Jablogan…

Photo : Sajian RM Jablogan / dokpri.

CIATER, akwnulis.com. Setelah menikmati naik turun perjalanan yang menyenangkan membelah hutan tangkuban parahu hingga hamparan perkebunan teh Ciater yang begitu hijau mendamaikan hati, akhirnya tiba di tempat pertemuan yang di setting dengan ketatnya protokol kesehatan.

Ternyata, belum waktunya makan. Musti meeting dulu hihihihi…. ya sudah ikuti saja kegiatannnya, lha wong baru jam 10.00 pagi kok…

Meetingnya berjalan lancar meskipun ada sedikit pegal mendera di ujung hidung karena tertekan dudukan face shield… maklum nggak biasa ditambah masker N95 yang ternyata kebagian ukuran kecil… atuh daun telinga ikutan pegal karena tertarik oleh tali pengait maskernya…. gpp ini semua sebuah usaha demi pencegahan di masa pandemi covid-19 yang tak berkesudahan.

Photo : Cikal bakal sambel dadak / dokpri.

Oh ya satu lagi sarung tangan kesehatan yang makin melengkapi penampilan dan tentu lebih aman…. Bismillah.. meeting dimulai.

Sang perut mulai bernyanyi, tetapi tanda tanda meeting masih terlihat cukup lama… aduh gimana ini… mencoba saja berdoa dalam hati… “Ya Allah semoga meetingnya cepet selesai… laparr ih”

Jeda istirahat hanya digunakan untuk shalat dhuhur saja, dan kembali dilanjutkan meeting, tanggung katanya.

“Aduh gimana ini?”

Tapi demi profesionalisme dan integritas maka tahanlah sang cacing yang meronta-ronta di dalam perut.. sabar kalian.

Menit demi menit berlalu hingga akhirnya tepat pukul 15.30wib acara meeting berakhir, Alhamdulillah.

Photo : Jengkol dan kacang panjang / dokpri.

Nggak pake lama, beres-beres secepatnya dan sesuai rencana, semua bergerak menuju TKP. Sebuah tempat makan pinggir kebun teh yang sudah direkomendasikan seorang kolega, RM Jablogan.

Meluncur…….

RM jablogan, sebuah tempat makan yang terletak di kecamatan Ciater Kabupaten Subang. Lokasinya di pinggir jalan di tengah kebun teh, yaitu jalan dari Ciater menuju wilayah Sagalaherang Kabupaten Subang.

Ini yang moo lihat video singkatnya DISINI.

Sebenernya tempatnya terbatas dan beresiko melanggar protokol jaga jarak. Tetapi beruntung kami dapat posisi duduk lesehan yang tidak perlu berdesakan dengan pengunjung lain… yaa relatif aman. Apalagi kamu semua sebelum meeting memperlihatkan dulu hasil rapid tes masing-masing dan tentunya semuanya non reaktif.

Ada juga tempat duduk dengan meja kursi sederhana serta fasilitas mushola dan tempat wudhu yang lumayan enakeun…. nah yang menarik adalah bahan-bahan makanannya terlihat fresh, ada ayam, ikan gurame, ikan nila, cumi besar, tahu, tempe juga beraneka lalapan khususnya jengkol dan pete. Sambalnya berbagai rupa, dari sambel dadak, sambel terasi, sambal kecap dan sambal balado.

Jadi sambil menunggu sajian di proses, bisa jadi tontonan yang menarik. Video singkatnya bisa dilihat DISINI.

Akhirnya, setelah menunggu sambil bersendagurau…. hadirlah diatas nampan pilihan pesanan kami semua…

SERBU….

Photo : Skuad Maksi tertunda / dokpri.

Karena semuanya kelaparan, maka langsung ambil cepat-cepat meskipun ada juga yang tidak sesuai pesanan… yang telat mah nggak dapaat…

Video singkat sajiannya silahkan klik DISINI.

Selamat makan kawan… Bismillahirrohmaniirohim… Am am.. nyam nyam.

Sajiannya nikmat bangeet ditambah menahan lapar jadwal makan siang yang tertunda…. maka begitu cepat sajian hilang dari pandangan mata dan berpindah ke perut masing-masing. Wassalam (AKW).

Kopi & Ketan.

Menikmati kopi & ketan dipagi hari.

Photo : Secangkir kopi & daun bambu / dokpri.

CIATER, akwnulis.com. Semilir angin pagi melewati dedaunan hijau yang tersenyum berseri. Secangkir kopi sudah tersaji tanpa perlu banyak prosesi karena memang ini kopi sachet kapal api…. yaa sesekali boleh ngopi non-kohitala asli.

Kenapa berhenti kawan?.. bukankah tujuanmu sudah dekat?”

Sebuah pertanyaan yang hadir tanpa tanda peringatan, menohok langsung ke hadapan, seolah memaksa untuk diberi jawaban segera.

Sebelum jawaban mengemuka, disorongkanlah secangkir kopi dan ketan bakar lengkap dengan saus sambalnya. Sang Penanya awalnya terkejut karena hadirnya ketan bakar dan sambalnya bukan jawaban yang diharapkan, tetapi setelah setengah dipaksa maka perlahan dicoba di makan pelan-pelan sambil menyeruput kopi panas yang menggoda selera.

Setelah terlihat sang penanya mengunyah sajian dengan nikmatnya, maka jawaban dari pertanyaan tadi disampaikan, “Berhenti sejenak bukan hanya sekedar rehat, tetapi menyusun strategi agar bisa melangkah lebih cepat sambil menikmati sajian kopi dan ketan yang sangat nikmat”

Photo : Kopi & Ketan Bakar / dokpri.

Senyumnya merekah sambil terus mengunyah…. ah senangnyah..

Tapi ingat, waktu tempuh ke lokasi rapat harus diukur dengan tepat, jangan sampai saking asyiknya ngopii dan makan ketan bakar yang nikmat, lupa waktu hingga jadinya datang terlambat….. hindari itu, inggaat!!!.

Ketan ketiga akhirnya menghentikan petualangan kuliner pagi ini. Bahan rapat sudah dibaca, perut kenyang juga terasa, plus sruput kopi pagi sudah terlaksana, …. Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban…

Lets gooo…. cap cuss. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Warung Kopi diantara Tanjakan emen – Gunung Karamat, Ciater Subang.