Bastaa Coffee Stand – Cianjur

Belajar ikhlas dan jangan lupa ngopi kohitala.

Photo : Suasana Cafe & v60 Gununghalu / dokpri.

CIANJUR, akwnulis.com. Nilai sebuah perjalanan kembali kepada tata nilai yang dianut sang pengembara. Jikalau dijalani tanpa keikhlasan maka bukan hasil optimal yang dicapai tetapi malah sebaliknya, Hasilnya belum tentu, badan cape juga lelah secara mental karena hanya gerutu dan penyesalan yang menghiasi perjalanan.

Maka cara terbaik adalah awali dengan niat keikhlasan dan semangat untuk menjadi bagian dari problem solving. Ibarat tutup pentil, meskipun sangat kecil dan remeh tetapi memiliki fungsi strategis untuk menjaga tekanan udara di ban mobil tetap terjaga dan perjalanan kendaraan akan selamat plus lancar.

Jadi bukan berarti harus menjadi penentu, karena semua ada waktunya. Kerjakan saja tugas yang diemban dengan baik, optimal penuh kerelaan… insyaalloh hasilnya lebih baik… malah melampaui perkiraan yang bisa di ukur.

“Nggak percaya?… coba ajaa guys”

***

Begitupun kali ini, dengan segala sisa tenaga setelah beredar di Pangandaran, …. iya pangandaran, ceritanya klik aja PANGANDARAN 1, PANGANDARAN 2, PANGANDARAN 3,…..

Maka dari pangandaran segera bertolak ke cianjur demi menjadi bagian problem solve ‘sesuatu‘, karena ini adalah tugas maka berusaha ikhlas dan menjaga semangat agar tetap stabil, meskipun kondisi badan mulai labil….. cemunguut.

Alhamdulillah tahapan proses bisa dijalani meskipun langkah panjang menanti, tetapi itulah kehidupan. Dikala berbuat kesalahan dan ada momen untuk memperbaiki, tunjukanlah dengan sebaik-baiknya, kami tunggu dan monitor secara berkala.

Photo : Sajian kopi Arabica Manglayang / dokpri.

Energy boosternya tiada lain, selain jelas keikhlasan dan kebersamaan juga ditambah menikmati sajian kopi manual brew di Bastaa Coffee Stand. Berlokasi di jalan Siliwangi 20 kp. Pasar baru Cianjur.

Dengan metode V60 dan beraneka biji kopi pilihan, kehadiran secangkir kopi ini membuat perjalanan panjang Pangandaran – Bandung – Cianjur tidak terlalu melelahkan… hanya ringsek aja hehehehe.

Arabica Gununghalu Jabarnya maknyus meskipun disajikan dalam cangkir biasa berwarna kuning, terus terang saja menjadi cepat dingin dibandingkan dengan pake botol kaca server…. maka harus segera disrupuuut dan habis… lalu pesen lagiii……

Sajian kedua adalah arabica manglayang diolah natural, hadir kembali dengan cangkir biasa tapi rasa luarbiasa….. langsung sruput lagi…. habis lagi, alasannya takut keburu dingin hehehehe.

Pas moo pesen yang ketiga, beberapa pandangan mata rekan kerja terlihat agak gimana gitu…. urunglah pesannya. Tapi minimal semangat bisa kembali hadir membara.

Eh ada sedikit lagi diujung cangkir… srupuut… Tandass. Wassalam (AKW).

***

Mesjid & Pendopo Cianjur

Menjejak di rumahMu dilanjutkan berdiskusi tentang sesuatu.

Photo : Interior mesjid agung Cianjur / dokpri.

CIANJUR, akwnulis.com Perjalanan pagi memberi nuansa kesegaran, juga cenderung masih lengang melewati rute Padalarang Rajamandala.

Mau kemana kawan?”

“Beredar donk, masa kalah sama dodol. Dodol aja piknik”

“Ah basiii!!!, dodol sekarang nggak hanya piknik, tapi sudah bersinergi dengan coklat dan berubah sebutan menjadi chocodot.”

“Iya maaf, aku mau ke Cianjur”

“Gitu donk, jawab gitu aja susah”

Nggak ada sanggahan lagi selain sunggingan senyum penuh arti yang menemani pagi hari ini.

***

Tanpa banyak rintangan, perjalanan Ke Cianjur berjalan lancar hingga tiba di sisi bangunan bersejarah yaitu mesjid agung Cianjur. Dalam waktu yang singkat sebelum meeting berlangsung, sujud munajat menjadi cara mujarab untuk meraih ketenangan dan mengumpulkan keberanian karena segala tampilan dalam kehidupan, segala kemampuan berdiplomasi harus atas ijin Allah sang Maha Pencipta.

Photo : Mesjid agung Cianjur / dokpri.

Ornamen mesjid agung mensiratkan keagungan, ketenangan dan kedamaian. 2 rakaat menjadi nikmat, membuat tenang rasa dan raga untuk menjalani kehidupan di dunia fana serta (semoga) menjadi bekal nanti di akherat sana.

Tak lupa dari luarpun, mencoba mengabadikan sisi mesjid dengan sudut ala-ala, yang penting bangunan mesjid dan menara dapat masuk dalam satu frame gambar kamera.

Tuntas dari situ, segera bergerak menuju pendopo, rumah dinas bupati yang anggun dan penuh nilai ornamen bangunan kerajaan masa lalu, disitulah sebuah acara akan terlaksana.

Photo : Kereta kencana / dokpri.

Tetapi sebelum memasuki pendopo, ada 2 kereta kencana yang terparkir eh berada di samping kanan depan pendopo dilindungi bangunan beratap joglo. Yang menarik adalah ukiran di depan kereta tersebut adalah replika kepala binatang yang dibuat dengan presisi dan kelembutan.

Photo : Ruang pendopo Bupati Cianjur / dokpri.

Tiba di pendopo disambut dengan semangat kebersamaan, kehangatan yang mensiratkan kekeluargaan menjadi pembuka diskusi tentang bagaimana bersinergi. Diawali dari saling memahami, saling menghargai dan memposisikan diri dalam satu kesatuan gerak demi tercapainya maksud dan tujuan bersama.

Sinergi bukan hanya sebatas retorika janji, tetapi sekecil apapun harus ada langkah implementasi. Wassalam (AKW).

Kopi Lintas Batas.

Perjalanan memaknai kopi lintas batas wilayah kota kabupaten…. cemunguut.

Photo : Suasana pagi di Depok City / dokpri.

CIANJUR, akwnulis.com. Setelah pembatasan medsos beberapa hari lalu, maka fasting breaking medsospun disambut dengan sukacita karena om Rudiantara mencabut kembali puasa akses gunakan medsos yang sudah menjadi warna denyutan kehidupan rakyat bangsa indonesia saat ini.

Dahaga bermedsos akhirnya kembali terpenuhi dan jikalau dihitung dengan ukuran kira-kira plus rumus sekenanya, ternyata tingkatan nafsu yang paling sulit dikendalikan di bulan ramadhan penuh berkah ini adalahhhh…… nafsu bermedsos (upss maaf klo salah).

“Ah kamu mah ngawur, nggak ada haditsnya bermedsos membatalkan puasa”

“Yang membatalkan shaum itu makan minum dan bersenggama”

Sudahlah nggak usah diperdebatkan, yang pasti menahan nafsu dan mengendalikannya adalah hal WAJIB di bulan ramadhan ini, sekaligus latihan penting untuk diimplementasikan di 11 bulan selanjutnya.

Alhamdulillah sekarang bisa buka medsos lagi, ngecengin agenda para selebgram sambil tak lupa pasang status kekinian…. tuhhh khaaan… nggak kuat klo nggak ngoprek medsos barang sehari saja… kecuali dipaksa sama pemerintah 🙂 … itupun pada latah pasang VPN gratisan yang tentu miliki banyak resiko…

Pas buka IG, terlihat statusnya Taqi malik, ‘Sahur di Abu dhabi, berbuka puasa di Mesir’….. wuiih shaum lintas negara. Maka tulisan inipun musti ikutan dengan statusnya Taqi ah… supaya kekinian gaul abiiez.

Maka judulnya adalah…. ‘Sahur di Depok dan berbuka shaum di Cianjur’…. nah lintas batas negara kabupaten kota lho… batas Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, hingga akhirnya memasuki wilayah Kabupaten Cianjur…. lebih kereeen… ini melewati 4 wilayaaah. (Maaf yach klo maksa… tapi perjalanan cukup lama lho, bisa nyampe 6 jam-an).

Coba klo bandingin perjalanan dari Abu dhabi ke Mesir, klo pake Etihad airways itu cuma sekitar 4 jam perjalanan (penerbangan) menempuh jarak lurus 2624 km dengan kecepatan 700km/jam…… Sementara dari depok ke cianjur lebih lama dari itu, pake pesawat Toyota rush keluaran lawas…. kecepatan maksimal 90km/jam, sebanding khan?…. Nggak banget. Tapi itulah kondisi sekarang, sering banyak analisis perbandingan yang sebenernya nggak sebanding, tapi sudahlah….

Photo : Senja di Cianjur / dokpri.

Sahur di depok diwakili oleh sajian kopi Arabica gayo di Cafe juliet juga Noe Reborn Cafe Library yang bersua dengan si meong lucu dan seneng banget berpose dengan kopi berlatar belakang buku-buku di perpustakaannya.

Lalu setibanya di Cianjur, setelah membatali diri dengan air mineral maka dilanjutkan menikmati kopi Arabica Tangkuban parahu di AR7_coffeecorner, Alhamdulillah.

Begitulah perjalanan menikmati kopi lintas negara kabupaten kota, dari sahur hingga berbuka puasa. Selamat menikmati hari, jangan lupa ngopi. Wassalam (AKW).

AR7 coffee Cjr

Pasca berbuka dilanjut ngopay di AR7-coffeecorner Cianjur

Photo : Arabica Tangkuban parahu di AR7_coffeecorner / dokpri.

Berbuka puasa terasa bahagia
Meskipun dalam posisi berada di sebuah kota
Setelah batalin dengan setetes aqua
Dilanjutkan dengan makan bersama

Lalu beranjak mencari
Sesuai yang hakiki
Cairan hitam penuh arti
Namanya kopi yaa kopi

Ternyata gayung bersambut
Hanya selemparan batu kopi menyambut
Tanpa rame-rame dan ribut
Semuanya sudah pasti berurut

AR7_coffeecorner itu namanya
Menunya banyak tempatnya enak
Pilihan kopinyapun nikmat
Manual brew minum di tempat

Pilihannya tetep v60
Bikin rasa yang jadi pasti
Arabica Tangkuban perahu yang dinikmati
Diolah cermat oleh barista sejati

Photo : Suasana AR7_coffeecorner / dokpri.

Rasa yang hadir cukup menawan
Acidity medium dan body sepadan
Tidak ninggal dan ringan di organ
After taste berry bikin bertahan

Inilah kisah berbuka di negeri orang
Setelah hampir 3 hari nggak pulang
Demi jalani tugas yang datang
Komitmen sebagai kuli pejuang

Selamat menjalani kehidupan
Yang senantiasa bergerak penuh perbedaan
Jalani syukuri sembari bersimpuh
Nikmati adalah sikap yang ampuh.

Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Bojong, Karang tengah Cianjur.