Kopi Casi Cielo & Tugas Negara

Kesibukan ditemani Casi Cielo Guatemala

Photo : Hasil manual brew kopi cielo / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Hari selasa yang begitu padat merayap, diawali dengan kesibukan persiapan di pagi hari hingga akhirnya menembus jam 22.00 wib…. oalaaah sebentar lagi menyentuh tengah malam.

“Serius masih di opis?”

“Aslinyah… memang belum selesai, ya mau gimana lagi”

Perbincangan ini bukan sebuah justifikasi bahwa sok sibuk dan bekerja hingga larut malam, tetapi itulah tuntutan profesi yang tak bisa dihindari.

Tenang kawan, kerja seperti ini tidak setiap hari, jadi jalani saja, simpel khan?… tapi sering… hehehe curcol.

Nah, supaya nambah semangat maka disela waktu rehat gunakanlah membuat sesuatu dengan tepat.

“Ngapain lu?”

“Penasaran yaa? Siniih!!!”

Pas mendekat terasa semerbak harum kopi yang memanjakan hidung, hmmmm nikmat banget, “Kopi apa ini brow?”

Photo : ini bijinya sebelum digrinder / dokpri.

Kopi Casi Cielo Guatemala menyambut dengan aroma harumnya yang khas, masih berbentuk biji dan segera bersiap untuk digrinder disini.

Dari dongeng dibungkusnya, kopi ini ditanam di dataran tinggi guatemala, Amerika Selatan dan dikelilingi pegunungan kuno. Pengertian Casi Cielo ini berasal dari bahasa spanyol yang artinya ‘Almost heaven’ atau hampir seperti surga. Sehingga kopi arabica biji utuh yang dihasilkan akan menciptakan rasa nikmat seperti di surga disaat meniimatinya…. kitu meureun.

Yang pasti, Alhamdulillah bisa menikmati kopi yang berasal dari berbagai penjuru dunia.

Kopi produk starbuck ini pemberian seorang kawan di Sukabumi, yang katanya selalu ingat diriku jikalau melihat produk kopi. Semoga kebaikanmu mendapat balasan lebih banyak kawan, terima kasih yaa….

Keharuman bijinya sesaat dibuka wadahnya menarik hati untuk segera menyeduhnya dengan metode manual brew V60 dengan komposisi 1 : 12 dan air panas 90° celcius. Wuiih keharumannya terasa segar.

Setelah tuntas berekstraksi dan menghasilkan cairan kopi maka saatnya untuk menikmati.

Srupuuut……
Hmmm…..

Bodynya medium dan sedikit ninggal lalu aciditynya low, tastenya yang unik, ada rasa mint yang selarik menyeruak di lidah.

Penasaran, disruput lagi gelas selanjutnya… aciditynya yang low membuat ada sesuatu yang kurang…over all nikmat.

Ditengah kesibukan yang tidak berhenti ini, maka sajian kopi dadak eh manual brew ini seakan menjadi oasis di tengah panasnya sahara tugas…. minimal mengembalikan kembali mood dan kesegaran untuk terus bekerja marathon hingga menjelang tengah malam.

Alhamdulillah, tepat pukul 22.30 wib bisa meninggalkan gedung sate. Kembali sesaat ke pangkuan anak istri, berjumpa sesaat. Meskipun mungkin mengganggu jadwal tidurnya tetapi menjadi sangat penting karena secara prinsip, bekerja itu untuk mereka, untuk keluarga.

Bercengkerama sejenak, dan setelah keduanya terlelap, perlahan berbisik, “Ayah berangkat dulu ya”.

Anggukan lemah sebuah tanda persetujuan. Pelan-pelan meninggalkan mereka, menuju mobil yang sudah datang menjemput tepat pukul 00.00 wib. Demi tugas negara selanjutnya, menuju provinsi tetangga. Wassalam (AKW).