Kopi Kamojang Sasak Koneng.

Menikmati Kopi Arabika Kamojang.

Photo : Kopi Arabica Kamojang / dokpri.

CIMAHI  akwnulis.com. Sebuah pemberian yang hadir dalam tahapan kehidupan adalah rejeki yang harus disyukuri. Meskipun proses masing-masing rejeki berbeda, tetapi yakinlah bahwa untaian doa setelah shalat dhuha tentu didengar oleh Allah SWT.

Kali inipun akhirnya sempatlah mencoba menikmati kiriman kopi yang hadir karena berbalut silaturahmi. Hatur nuhun kintunanna pak Yan.

Dari label yang tertera bertuliskan Kopi Arabica Sabilulungan Kamojang dengan cap Sasak koneng.

Karena memang cara terbaik (bagiku) menyajikan kohitala adalah menggunakan V60, maka peralatan di gelar dan bungkus kopi dibuka.

Hanya saja ternyata kopi kiriman ini sudah berbentuk butiran lembut yang lebih cocok untuk dinikmati langsung di cangkir atau gelas dan diseduh air panas. Kadung semua sudah dipersiapkan maka lanjutkan saja proses manual brew ini demi sebuah kebiasaan yang hakiki.

Dengan perkiraan perbandingan bubuk kopi dengan air panas adalah 1 : 15 maka prosesi penyeduhan langsung dilakukan…. currrr…. air panas membasahi bubuk kopi yang sudah stanby di atas corong v60 dilapisi kertas filter yang setia menjaga penyeduhan ini.

Photo : Sajian Kopi V60 siap eksekusi / dokpri.

Maka tanpa basa basi, cairan kehitaman menetes ke dalam bejana server dan berkumpul menjadi sebuah cairan siap minum yang menggiurkan.

Tuntas semua prosesi manual brew maka langsung dituangkan ke gelas kecil kaca dan….. dibawa ke halaman belakang demi kepentingan dokumentasi… jaman sekarang memang jadi berbeda. Photo dan video menjadi kewajiban sebelum akhirnya dinikmati dengan seruputan perlahan.

Srupuut…… hmmm.

Sudah dapat diperkirakan bahwa dengan gilingan lembut ini maka yang akan hadir menonjol adalah body pahitnya sementara aciditynya akan tertutup oleh kepahitan yang ada. After tastenyapun agak kesulitan hadir, karena sudah tercerai berai dalam bentuk bubuk halus ini.

Tidak mengapa, bagi pencinta kopi tanpa gula tetap bisa menikmatinya dengan rasa pahit maksimal yang mendera.

Seruput lagi ah….. pahiiit, meskipun tidak sepahit dikala seseorang pergi padahal sedang sayang-sayangnya…. addduh kok jadi belok kesinih.
Tapi itulah sebuah kenyataan hidup,  prosesi manual brew dan hasil akhir adalah sebuah gambaran bahwa kehidupanpun butuh proses dan sesekali harus siap menghadapi kenyataan pahit. Yakinlah bahwa dibalik kepahitan maka hikmah yang bisa diambil dan menjadi pelajaran penting untuk lebih dewasa dan bijaksana serta hati-hati dalam melanjutkan anugerah kehidupan ini. Have a nive weekend guys, Wassalam. (AKW).

Nikmatnya Kong Djie Coffee.

Yuk nyeduh kopi Kong Djie…

Ngoopi yuuuk….

Jangan lupa photo dulu tuh penampakan kopi dan bungkusnya.

Bungkus alumunium foil keemasan melindungi bubuk kopi bermerk ‘Kong Djie Coffee’ pemberian pa Doktor Bambam sudah berpose…. cekrék….. photo dulu.

Kemoon, nggak pake lama.. breweek bungkus kopi keemasan disobek paksa.

V60 + kertas filternya + air panas + gooseneck ketel udah ready…

Dengan menggunakan otomatisasi gramasi alias kira-kira, karena timbangan elektroniknya ketinggalan di kantor. Maka kopi bubuk sudah siap diseduh… eh jangan lupa basahin dulu kertas filter V6pnya supaya meluruhkan sisa-sisa bahan kimia di kertas filter tersebut.

***

Proses seduhan berlangsung dan musti sabar menunggu air kopinya menetes. Karena bentuk kopinya sudah bubuk halus maka manual brew pame V60 agak lama nembus kerapatan kopi bubuknya. Harum rasa menyambar ujung hidung yang tak sabar menyecap rasa.

Tes

Tes

Tes…..

Akhirnya kesabaran berbuah hasil. Cairan hitam misterius tersaji. Ready to drink….

***

Sruputt…. kumur dikit… glek.

Body jelas bold alias pekat menghitam, aroma cukup harum memikat dan ada sedikit aroma amis sisik ikan…. kenapa ya?

Tapi selarik aroma sisik ikan nggak bikin mual, malah memberi kesegaran serasa minym kopi di pinggir pantai..

Bukan lebay lho, tapi kopi dan imajinasi adalah kawan karib sejati.

Mungkin karena sumber kopi ini dari Pulau Belitung sehingga muncul sensasi itu…. ah cocokologi atau bisa juga bener.

…. nggak usah dipikirin…. nikmati aja… enak kok. Apalagi dapet gratis.. Alhamdulillah.

Wilujeng ngopiiii lur. Wassalam (AKW).