Kopi Zain – Tretes

Menikmati si hitam harum sambil B-gadang.

Dikala sebagian tetangga sudah terlelap dalam mimpi masing-masing. Penulis masih termangu di ruang makan, sambil memandang ke luar jendela yang sudah dipastikan gelap gulita.

“Ngapain begadang mas bro?..”

Sebait kalimat yang standar, tapi perlu diberi penjelasan agar menghindari mispersepsi yang bisa berakibat diluar kendali.

“Jagain ibu mertua yang lagi sakit sambil ‘anyang-anyangan’… meracik kopi dengan seduhan manual ala V60”

“Ohh… gitu. Yo wis lanjutkeen…” Suara sedikit puas menggema dan beberapa detik kemudian menghilang dibalik neocortec yang terus bekerja.

Bubuk kopi yang terbungkus kertas alumunium voil hitam disajikan, ditimbang dulu…. ada 20gram. Sambil menunggu air panas mencapai tingkat kepanasan 93 derajat celcius yang diinginkan. V60 yang sudah terpasang filter dikucuri air panas dispenser. Baru kopi bubuk dimasukan ke V60 yang dilafisi kertas pilter…. eh kebalik… dilapisi kertas filter.

Air mendidih sudah siaap…. ujung gooseneck secepatbya ambil peran, berputar indah searah jarum jam. Diawali proses blooming lalu prosesi brewingpun berjalan perlahan tapi pasti….. tetesan cairan hitam nikmat menebar aroma keharuman yang mempesona… Yummy.

Srupuut… kumur dikit… tahan dibawah bibir…

Glek

Body yang strong alias kepahitan yang mendalam, dengan aroma mendekati harum cempedak. Acidity medium disertai sedikit fruity… ueenak tenan.

Inilah hasil manual brew kopi Zain Prembon-Tretes.

Alhamdulillah, ibu mertuapun tidak banyak keluhan meskipun tadi minum air rebusan cacing tanah/kalung demi alasan pengobatan diagnosis penyakit Typhusnya. Wassalam (AKW).

Sibuk vs Ngopay

Biar sibuk yang penting ngopay… nggak percaya?… ya baca lanjutannya.

Betapa waktu yang 24 jam serasa menyempit karena berbagai aktifitas bejibun dan beraneka macam pisan. Daan….. waktu menulispun terpaksa tersendat dulu karena dapet tugas khusus buat sedikit rehat dari aktifitas dan diberi aktifitas lain… ntar ceritanya yaa..

Sekarang mah moo ngobrolin kopaaay… eh kopiii.

Jadi meskipun tulisan tentang ‘unboxing coffee’ agar tersendat bukan berarti ngopinya brenti bro.. tapi postingannya aja yang tertunda 🙂

Nggak percaya?…..

Nich buktinya, kopi gayo di manual brew V60 tersaji dibuat Barista Cimahi. Rasa body yang strong, aroma sedang plus acidity sedang mendaki bikin nempel rasa agak tebal di rongga mulut kehidupan.

Trus nggak lupa juga coldbrewnya ‘WestJava’ dari 238 coffee & roastery… dingin dari kulkas… diminum..

Glek
Glek
Glek….

Nikmat pisan lur.

Lha itu mah kopi dibikinin orang… yang nyeduh sendirinya mana?

Bentaaar…..

Hihihi.. ternyata yang bikin sendiri terbatas bingit dokumentasinya.

Ya udah ini aja dulu…. hasil manual brew V60 Kopi Lestari Java Preanger… nggak tanggung langsung di brew untuk 4 porsi jadi 50 gram langsung sikat 400 ml air panas 90 derajat celcius… jossss…

Hasilnya tersaji kopi nikmat yang mewarnai hari itu… maaf bukan hari inih.

Wilujeng ngopi lur. Wassalam (AKW).

….

Kopi Bonteng Cimanong

Menikmati seduhan kopi ‘Diq Coffee’ Cimanong, sajikan rasa dan sebuah kata, Ceria.

Biji kopi arabica yang tersaji sudah ready untuk dihaluskan menjadi remah-remah biji kenikmatan oleh Willman grinder kesayangan. Biji kopi Java Preanger dari dataran tinggi Bandung Selatan tepatnya wilayah Cimanong Ciwisey dengan merk dagang ‘Diq coffee.’

Disaat berjumpa dengan penjualnya seorang ibu yang gesit melayani pertanyaan dari para pengunjung standnya di acara Ngopi saraosna Volume 5 yang di gelar di sabuderan gedung sate beberapa waktu lalu (11-12 Mei 2018). Kalau Arabica Java sudah relatif akrab di lidah dan terdapat karakteristik umum yang memiliki kemiripan dengam merk lain yang berbasis kopi jabar.

Ibu ini.. penjual kopi Cimanong.. aduh lupa namanya. Mengklaim bahwa kopinya miliki unique taste yaitu klo nyeduhnya tepat akan mengeluarkan taste bonteng.

Tau bonteng nggak?.. itu bahasa sundanya sahuran yang pasti banyak orang suka yaitu bonteng… eh kok bonteng lagi. Maksudnya Mentimuuun… yang buat kids jaman old pasti akan inget sama si Kancil. Kenapa ingat?.. karena si Kancil sering mencuri ketimun hehehehehe.

Beli aja yang ukuran 250 gram, bean siap dinikmati.

***

Penasaran dengan obrolan tersebut maka akhirnya saat ini bisa dicoba sensasi rasa yang katanya muncul bonteng… eh mentimun atau timun. Senjata andalan siap : V60 – filter paper – goosseneck ketlle – termometer dan air mendidih. Setelah dibiarkan beberapa menit, air raksa di termometer bergerak ke 91 derajat celcius…. saatnya tibaa….

Currr…. puterrr pelan searah jarum jam… puterr. Brenti dulu, biarkan proses blooming bereaksi sebelum terjadi proses extraksi dan jikalau di nikmati, proses ini menjadi atraksi tersendiri.

Curr lagi… puteeer.
Curr…..

Extraksi terjadi dan… tetesan cairan penuh keharuman mulai mengisi bejana benong.. eh bening, menetes perlahan tapi pasti. Tetesan berkumpul berama teman-temannya sehingga menyatu dan menghasilkan sajian minuman sehat yang menenangkan..

Kupiiii… kupiiiii… ayah kupiiik, ah jadi inget si kecil yang sudah terlelap dalam tidurnya didalam dekapan istri tercinta. Nggak kebayang klo masih bangun, pasti ikut sibuk ikut ngatur dan ingin megang semua yang ada…

***

Setelah kopi tersaji dalam gelas mini kesayangan, saatnya ritual terakhot untuk menikmatinya. Menyeruput… terus membiarkan tergenang di lidah dan bawah lidah agar bisa dicecap sensasi rasa yang ada.

Emmh…
Emmh… enaak.

Bodynya lite, Acidity medium high, Aroma oke dan tastenya yang di dapat ada sedikit cocoa serta brown sugar. Untuk rasa yang lebih spesifik… sruput segelas lagii….. biarkan menggenangi mulut… ada rasa asam seger, tapi agak sulit mendefinisikan. Coba konsentrasi dan membayangkan rasa buah mentimun alias bonteng yang menyegarkan……

Tapi belum muncul,… ya sudahlah mungkin cara manual brewnya kurang sempurna sehingga sang rasa tak bisa bersua… yang penting mah kopinya enak… suwerr dech.

***

Karena masih penasaran dengan rasa mentimun maka diabadikanlah kopi hasil menyeduh malam ini bersama irisan bonteng/mentimun yang kebetulan termasuk dalam skuad buka puasa tadi pas magrib…

Supaya lebih lengkap sesuai kearifan lokal, bahwa jodohnya mentimun atau bonteng itu adalah kerupuk…. tanpa ragu dihadirkan juga… cetreek.

Selamat ngopi guy….
Wassalam (AKW).

Excelso Arabica Gold

Sekarang manual brew dulu Arabica Gold Excelso ah… bener nggak rasanya sesuai yang tertera di kemasannya.

Sebuah merk excelso Arabica Gold memberi sensasi malam ini. Spicy and Tangy menjadi tagline produksi PT Santos Jaya Abadi, Sidoarjo Indonesia ini. Body 60%, Acidity 60% itu yang tercantum dibungkusnya.

Percaya?… jangan ah. Mening coba dulu.

Seperti biasa, berV60 dengan seduhan air 90 derajat celcius. Tidak lupa filternya di basahin dulu dan airnya dibuang untuk membersihkan dulu larutan yang mungkin masih tersisa di filter sebelum dilakukan manual brew. Putaran standar searah jarum jam hasilkan cucuran air kopi yang aduhai.

Hasilnya dituang dalam dua gelas kecilku dan ditemani sisa bean yang ada segera diabadikan dengan Samsung A5.. cetreek… jadi dech photo diatas tadi.

Oh iya nggak lupa untuk latar belakang dan alasnya digunakan bekas kalender berwarna putih… jrenggg.

Setelah di icip-icip kumur dikit.. lumayan aciditynya medium-high dan Body medium, aroma juga lumayan. Tastenya ada sedikit fruitty tapi tidak mengarah rasa tertentu, agak sulit mendefinisikan.

***

Satu kesimpulan adalah dibalik kepahitan itu ada aneka rasa yang menyenangkan. Dan yakinlah bahwa pahitnya kopi bisa mengalihkan pahit getirnya kehidupan ahaaay…

Sebuah proses tidak akan menghianati hasil. Prosesnya panjang dan pake hati, hasilnyapun tidak mengecewakan.

Hatur nuhun. (AKW).

Kopi & Kolam Renang di Mason Pine Hotel

Kopi dan Kolam renang menjadi paduan yang menyenangkan dan so pasti…. sama-sama punya efek menyegarkan.

Photo : Segelas Espresso siap minum / dokpri.

Birunya air di kolam renang ditambah cuaca wilayah bandung barat yang sejuk betapa memanjakan rasa dan menyegarkan fikir. Mengundang raga untuk segera nyebur dan menikmati sensasi kesegaran air sekaligus menjadi sarana meditasi jiwa. Karena di dalam air hanya mata dan otak yang bisa difungsikan sempurna. Hidung dan telinga harus istirahat sejenak dan momen inilah yang menjadi momen untuk bertafakur, merasakan keterbatasan diri untuk berserah kepada ciptaan Allah yaitu air yang melingkupi.

Kesempatan sekarang mencoba mengulas fasilitas kolam renang di Hotel Mason Pine di Area Kota Baru Parahyangan Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Kolam renang ukuran olimpiade yaitu panjang 50 meter dan lebar 25 meter dengan kedalaman 1,2 meter ditambah dengan di sisi depan terdapat kolam persiapan sedalam 60cm cocok buat bersantai sebelum atau sesudah berenang.

Selain itu terdapat juga kolam permainan anak dengan berbagai fasilitasnya, di jamin anak-anak pasti menyukainya. Apalagi klo dapetnya kamar tidur yang akses langsung ke taman trus ke kolam renang… nikmat banget dech.

Untuk fasilitas kolam renang udah pasti handuk tersedia, shower outdoor ada trus moo sambil pesen makanan juga bisa. Tetapi tidak ada lifeguard, jadi musti hati-hati apalagi bersama anak. Sebagai peralatan darurat terdapat pelampung bertali yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk menolong.

Kolam renang ini posisinya sangat strategis, masuk lobby hotel langsung lurus menuju restoran, turun ikuti tangga ya sudah sampai di tepi kolam renang. Buat pengunjung non hotel dikenai biaya Rp 55rb senin sd kamis dan Rp 70rb di hari jumat-sabtu-minggu. Kolam udah bisa digunakan mulai jam 06.00 wib sd 18.00 wib.

Photo : Suasana dalam kamar / dokpri.

Klo buat yang nginep apalagi yang kamarnya akses langsung taman, ya tinggal bergegas menuju kolam renang. Jangan lupa berpakaian renang tentunya. Soalnya klo bugil, ntar ditangkap satpam.

Photo : Akses dari kamar menuju taman dan kolam renang/dokpri.

Buat yang nggak bisa berenang tapi pengen main air berarti pilihannya bisa gabung dengan area kolam anak atau di kolam standar olimpiade, jalan-jalan aja dalam air. Egepe klo ada yang liat, kaki kaki kita kenapa juga… klo pengen ya ikutin buka baju, nyebur dech. Susah amaat.

***

Eh satu lagi belon dibahas, nggak lupa urusan kopi nich, di Cafenya ada coffee makernya jadi yang moo cappucino, cafe latte, macchiato, americano and double espresso tinggal order aja. Mereka pake bean kopinya house blend arabica-robusta merk Piaza Doro Espresso.

Sayangnya manual brewnya blum ada, padahal suasana mendukung banget buat nikmatin manual brewnya….. tapi sedikit terobati dengan secangkir espresso dan secangkir americano. Urusan harga ya menyesuaikan dengan hotel berbintang di kisaran Rp 40rb sd 50rb per sajian.

Udah ah gitu aja dulu ulasannya. Moo balik ke kamar nich, ngantuuk. Wassalam (AKW).

Coffee KPBU sesi 1

Segelas Espresso dan segelas lagi Dopio, balikin mood dan semangat lageee… Go pengadaan BUP KPBU hari ke1.

Datang agak sedikit terlambat untuk mengikuti diklat di hari pertama bukan karena malas atau sengaja telat, tapi musti hadir di acara rapat yang lain. Yakni Sosialisasi tentang SKP Online 2018, kenapa ini penting? Karena berurusan dengan hajat hidup dan kinerja bulanan… penasaran?.. Klik aja Sosialiasi SKP Online 2018.

Sekarang moo ngobrolin dulu diklat atawa pelatihan tentang Pengadaan dalam proyek KPBU.

Terus terang aja, pas dateng ke tempat pelatihan langsung dengerin fasilitatornya nyeritain bla-bla-bla.. tentang pengadaan KPBU… loading brow… melongo bingung tapi tetep kobe (kontrol beungeut) kayak yang ngarti hahay.

Setelah perlahan mengumpulkan pangacian.. eh konsetrasi, sambil buka-buka bahan yang ada di meja.. tapi kok beda ya?… clingak clinguk larak lirik… ternyata itu handout sesi satu, sementara yang dibahas udah masuk sesi II…. pantesaaaan. Kebayang nggak?.. udah mah bingung, baca bahannya beda… makin gelaaaap dech.

Untungnya sekarang jaman canggih, selama nggak fakir kuota atau wifi connected… amann, tinggal manfaatkan jempol menari di keyboard smartphone… cari regulasinya… nggak pake menit, dalam itungan detik segera muncul peraturannya yakni Peraturana Kepala LKPP No.19 Tahun 2015 Tentang Tata cara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

Jreng….. tebel euy. Tapi musti dipelajari, khan pengen pinter.

Ya udah baca-baca dech, tulisan mini di layar smartphonepun dibaca pelan-pelan sambil dengerin fasilitator yang pembahasannya sudah masuk ke materi teknis.

Ternyata pantesan loli alias loading lila, karena otak ini masih mencoba mempelajari solicited dan unsolicited yang merupakan tahapan persiapan KPBU, sementara pelatihan sekarang sudah masuk ke sesi tahapan transaksi KPBU… ampyun dech.

Tapi jangan berpikir dulu transaksi itu seperti dagang eh jual beli yang berarti sudah nego-nego harga, tapi transaksi itu adalah tahapan kedua dalam KPBU yang merupakan rangkaian kegiatan Pengadaan Badan Usaha Pelaksana, penandatanganan perjanjian KPBU, dan pemenuhan pembiayaan Penyediaan Infrastruktur oleh Badan Usaha Pelaksana (Ps1.5).

Nah klo yang ada di pikiran tadi baru Tahapan awal yaitu tahapan persiapan KPBU, merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Direksi BUMN/Direksi BUMD selaku PJPK yang menghasilkan antara lain Pra Studi Kelayakan, Rencana Dukungan Pemerintah dan/atau Jaminan Pemerintah, Penetapan Tata Cara pengembalian investasi dan Pengadaan Tanah untuk KPBU (Ps1.4).

Mulek we tah….

Untungnya kepusingan itu terobati oleh… sajian kopi yang berkelas. Memang bukan manual brew, tetapi dengan tampilan mesin yang relatif meyakinkan dengan pilihan untuk black coffeenya ada espresso, dopio dan offcourse black coffee.… alhamdulillah ngembaliin mood nich.

Sebenernya si mesin juga bisa bikin latte dan cappuchino tapi khan beda aliran… jadi bolak balik espresso dan dopio udah kerasa keren banget. Enak dan gratisss…. Thx LKPP & MCAI.

Ya udah itu dulu ya pren. Ntar dilanjut, Sekarang moo dengerin materi dulu tentang Prakualifikasi Pengadaan KPBU. Ciaoooo.

Crown Hotel Bandung, 060318. (AKW).