Nikmatnya Kong Djie Coffee.

Yuk nyeduh kopi Kong Djie…

Ngoopi yuuuk….

Jangan lupa photo dulu tuh penampakan kopi dan bungkusnya.

Bungkus alumunium foil keemasan melindungi bubuk kopi bermerk ‘Kong Djie Coffee’ pemberian pa Doktor Bambam sudah berpose…. cekr├ęk….. photo dulu.

Kemoon, nggak pake lama.. breweek bungkus kopi keemasan disobek paksa.

V60 + kertas filternya + air panas + gooseneck ketel udah ready…

Dengan menggunakan otomatisasi gramasi alias kira-kira, karena timbangan elektroniknya ketinggalan di kantor. Maka kopi bubuk sudah siap diseduh… eh jangan lupa basahin dulu kertas filter V6pnya supaya meluruhkan sisa-sisa bahan kimia di kertas filter tersebut.

***

Proses seduhan berlangsung dan musti sabar menunggu air kopinya menetes. Karena bentuk kopinya sudah bubuk halus maka manual brew pame V60 agak lama nembus kerapatan kopi bubuknya. Harum rasa menyambar ujung hidung yang tak sabar menyecap rasa.

Tes

Tes

Tes…..

Akhirnya kesabaran berbuah hasil. Cairan hitam misterius tersaji. Ready to drink….

***

Sruputt…. kumur dikit… glek.

Body jelas bold alias pekat menghitam, aroma cukup harum memikat dan ada sedikit aroma amis sisik ikan…. kenapa ya?

Tapi selarik aroma sisik ikan nggak bikin mual, malah memberi kesegaran serasa minym kopi di pinggir pantai..

Bukan lebay lho, tapi kopi dan imajinasi adalah kawan karib sejati.

Mungkin karena sumber kopi ini dari Pulau Belitung sehingga muncul sensasi itu…. ah cocokologi atau bisa juga bener.

…. nggak usah dipikirin…. nikmati aja… enak kok. Apalagi dapet gratis.. Alhamdulillah.

Wilujeng ngopiiii lur. Wassalam (AKW).

Nge-unboxing Kopi Amrik

Yukk kita Un-boxing Biji Kopi Arabica dari Pegunungan Andes yang dikemas oleh Trader joe’s.

Duhh kangen unboxing kopi bro… tapi di bulan ramadhan ini kesempatan waktunya kudu pinter-pinter. Soalnya klo terburu-buru, rasa dan suasananya bakal kabur dan hanya tersisa kepahitan semata…

Bukan karena tadarus dan shalat tarawih berjamaah tapi si kecil yang makin meningkat usia.. semakin lengket sama ayahnya. Makin manja dan banyak ngatur serta segala pengen tau dan dipegang. Sehingga beberapa kali unboxing kopi.. gagal, karena V60, filter, termometer, timbangan dan gelas ukurnya di pake main sama anak kesayangan.

***

Malam ini disaat jarum jam hampir berhimpit di angka 12, saatnya tiba untuk unboxing setelah sang anak tidur dibuaian ibunya. Itupun penuh perjuangan karena harus bermain dulu, lari kejar-kejaran ataupun baca buku dan mendongeng tentang Omar & Hana versi priangan.

Sambil sedikit berjingkat, peralatan manual brew ditata rapih. Pelan tapi pasti karena jangan sampai terjadi kegaduhan dan bangunkan penghuni rumah lainnya… berabe khan?…

“Kopi apa yang akan dinikmati sekarang?”…. itulah bahasan intinya.

Sekaleng kopi sebanyak 397 gram sudah ready di hadapan…

Kalengnya mirip kaleng susu dancow, dengan label kuning dan hijau..eh biru, tak sabar segera tutup plastik atasnya dibuka… tapp!!!. Ternyata masih ada lagi lapisan perak alumunium foil… pelan-pelan dibuka…

Jrengg….

Harum khas kopi arabica menyambar penciuman, rasa khas yang menyenangkan. Biji kopi arabica menyambut dengan hangat… siap di grinder untuk memecahkan biji hasilkan sensasi kopi yang penuh arti.

Unboxing kopi tengah malam ini cukup spesial karena kopi yang sedang di oprek-oprek berasal dari benua Amrik nun jauh disanah… klo di globe sih cuman sejauh dua jengkal tapi kenyataannya sangat jauh… bisa mencapai waktu 1 bulan lebih karena yang lama itu ngurus visanya hehehehe… atau malah bisa tahunan karena harus nabung dulu untuk biaya perjalananya yang selangit.

Yup… kopi ini adalah kopi organik produksi Trader Joe’s Organic dengan nama ‘breakfast blend’ merupakan 100% arabica whole bean coffee yang berasal dari pegunungan Andes di South America. Tapi nggak dapet tuh keterangan di tanam di ketinggian berapa… yang pasti pegunungan Andes adalah sistem pegunungan yang sangat tinggi di Amerika Selatan.

“Emang kenapa butuh data ketinggian?” .. ada dech.. ntar dibahas di tulisan selanjutnya yaa…

***

Nggak pake lama, manual brew pake V60 dengan panas air 91 derajat celcius dan perbandingan 1 : 14 menghasilkan se teko kopi yang haruuum…. jangan kaget dengan se-teko. Karena yang diseduhnya langsung 48 gram… otomatis air panasnya pun memyesuaikan.

Tuntas sudah kopi dari pegunungan Andes ini berextraksi, Makasih Mr.Endi yang ngasih gratis nich kopi… langsung dibawa dari Amrik sono.. jangan bosen yaaa… sekali lagi makasih.

Nggak pake lama, gelas kaca kesayangan segera diisi cairan kopi yang udah ready…. surupuut… kumur dikit… glek..

Enak?… enaaaaak atuh. Kopi item manual brew panas2 di tengah malem yang sunyi… Fabi ayyi alaa irobbikuma tukadziban… gratis deuh hehehehehe.

Karakter arabicanya dapet, acidity medium, aroma harum, bodynya lite dan ada taste floral serta mint yang muncul… yang pasti rasanya ringan dqn menyenangkan tetapi selarik body membekas di lidah dan memang cocok dengan taglinenya ‘breakfast blend’ … bisa menemani sarapan kita dengan nyaman karena rasa bodynya tidak terlalu tebal tetap harum kopi dan profile taste mint serta floralnya yang bikin ketagihan.

Nggak kerasa se-teko kopi panas amrik tinggal tersisa setengahnya… menemani malam yang sudah menuju dini hari. Alhamdulillah berkesempatan meng-unboxing kopi malam eh menjelang pagi dini hari ini.

Hayu ngopi sobaaaat. Wassalam (AKW).

Kopi Luwak Tanpa Luwak

Sebuah cara berbeda menghasilkan cita rasa yang mirip adalah sebuah ihtiar yang perlu dimaknai bersama

Sebuah perjumpaan berbuah pengetahuan, tapi tentu harus ada pengantar kata untuk membuka dan selanjutnya terserah anda.

Ngomongin kopi pasti tiada habisnya karena mau tidak mau dan suka tidak suka terdapat sisi misteri dari kopi yang tersaji. Mengapa disebut misteri ?… karena sebuah rasa yang tersaji belum tentu sesuai persepsi padahal metodenya sesuai dengan resep yang dilakoni.

Banyak bingit faktor yang mempengaruhi… eiit tapi ini bicara kopi asli tanpa gula tanpa susu ya guys.

Ntar kita bahasnya yaa….

Sekarang moo ngobrolin dulu kopi luwak tanpa luwak.

Pasti pada tau khan klo kopi luwak itu the bestnya kopi dan harganya selangiit.

Tapi aku mah secara pribadi sedikit kurang suka dengan kopi luwak dengan dua faktor penyebab. Pertama karena rasa aciditynya tinggi yang kedua serasa nggak mood pas inget bean ini ngbrojol dari pantat luwak…. awww gimana gitu… dan mungkin ketiga urusan harga hehehehe. Tapi klo ada yang ngasih gratisan… pasti diterima dengan senang hati, itu mah rejeki.. Alhamdulillah.

Seperti kopi luwak sukirya pemberian bos Zanettera Mr Steven… pasti diseduh dan dinikmati. Makasih ya bos.

***

Nah hari minggu lalu tanggal 6 mei 2018 ada acara Wirausaha baru tuh di halaman gedung sate, pa Gubernur dan jajarannya hadir dan ada stand bazaar para wirausaha baru termasuk tentunya stand kopi. Disinilah bisa bersua dan dapet wawasan baru tentang kopi LTL (Luwak Tanpa Luwak).

Yang jadi pelaku eh… yang ngelakoninnya bapak Insinyur Oleh Supardjo dari UKM Sangrai Kopi selaku produsen ‘Java Linggarjati Coffee’ dari Desa Bayuning Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan. Beliau melakukan teknik pembuatan kopi luwak dengan cara fermentasi menggunakan enzim yang terdapat dalam usus luwak…. menarik khan?… jadi pengen liat langsung ke lokasi.

Rasa kopi yang hasilkan mirip dengan kopi luwak pake luwak, dan hasilnya itu bisa semakin mantabs jika di proses lebih dari 3 minggu bakalan muncul rasa citrus dengan metode semi wash.

Sebagai sampel satu sachet kopi luwak tanpa luwak sudah ada di genggaman.

Memang belum dipublikasikan secara masif karena masih dalam posisi percobaan, tetapi idenya keren dan merupakan terobosan dalam pengolahan kopi sehingga dapet nilai tambah yang signifikan.

Sebagai produk utamanya saat ini adalah Java Linggarjati Coffee. Sudah ada di tangan, sebungkus 200gr beannya. Ntar digrinder olangan dan segera diseduh nich.

Tunggu yaa reviewnya. Wassalam (AKW).

Cold Drif Coffee Stocklot

Mencoba Colddrift Arabica di Stocklot.

Sore menjelang dijemput semburat lembayung, sesaat termenung merasakan rasa pegal dan sedikit lelah di leher dan punggung. Termasuk ada sedikit pusing diatas alis mata. Kenapa ya?….. perlahan menarik nafas dan mencoba menghembuskannya sambil berharap bisa mengurangi beban yang mendera dada menelikung rasa.

Ada sedikit kelongsongan dalam jiwa, tapi secuil pusing masih menggigit alis serta bawaannya pengen leyeh-leyeh males-malesan.

Eit.. lawan bro!!!
Enyahkan kemalasan..!!!

Teriak nurani yang selalu menjadi pelita hati dalam segala kondisi. Bangkitlah kawan!!!.

Sambil menghembuskan nafas dengan cepat. Bismillah… kedua tangan direnggangkan, kepala dan pinggang digerak-gerak tidak lupa relaksasi gerakan kaki menjadi kunci pemanasan ini… dan satu lagiii…

***

Bergegas menuju tunggangan kesayangan, stater dan bergerak menuju suatu tempat di daerah Cimahi Selatan. Rasa pusing dan pegal hilang, karena mungkin sudah teralihkan perhatiannya.

Halaman Stocklot Cafe sudah mulai dipadati motor dan mobil. Mungkin moo kongkow trus makan malam. Parkir segera dan menghambur ke dalam, suasana lapang dan penataan kursi yang variatif memberikan kenyamanan.

“Silahkan dilihat menunya dulu kaka”, tangan mungil menyodorkan buku menu sambil memberi seulas senyum.

“Black cofffee, please!!!”

“Americano, longblack, espresso, V60 atau colddrif?”

Waaah menyenangkan sekali, tak banyak basa-basi, “Cold drif please.”

Pamit sesaat dan tak pake lama tersaji sebotol cold drift coffee dan gelasnya, asyiik yuk kita icip-icip.

***

Penyajiannya simpel saja tetapi dibalik kesederhanaanlah terkandung banyak nilai kehidupan. Meskipun ada hal sederhana yang ternyata harganya tidak sederhana. Apa itu?… jawabannya adalah kalau makan sendiri di RM Sederhana dengan menu saji semeja hehehehe.

Rasanya?

Ajib… nikmaat pisan. Dingiinnya membuat tenggorokan dan pikiran seggeeer. Pusing hilang seketika dan pegal pegalpun berangsur musna..

Terasa nikmatnyaa…

Dengan body medium dan acidity yang khas, terasa juga rasa sedikit manis… dan ada rasa mintnya…

Penasaran khan?…

Ternyata beannya adalah Arabica coffee gayo Aceh yang diproses dengan cara cold drif…. alhamdulillah… kembali segar dan ceria.

Yuhhuuu…. nikmatnya kaka.

Wassalam.(AKW).

Diary Coffee 9

Puisi ke-9 tentang kopi hitam dan kawanannya.

Kopi hitam kembali jadi tulisan
Sajak singkat keseharian
Tak terasa sudah diary ke sembilan
Itu bukti bahwa hidup memang menyenangkan

Jumat pagi beredar di dago atas
Menemui seorang pejabat teras
Berbincang ramai dengan tema tak terbatas
Disajikan kopi hitam bergelas-gelas

Awalnya membahas pengelolaan air minum
Terus berlanjut urusan lebih umum
Ngobrolin juga persiapan shaum
Diakhiri Assalamualaikum

Costarica bean giliran dicoba
Di Noah Barn ini adanya
Sambil jumpa sang kawan lama
Sang motivator kita

Costarica bean pahit terasa
Agak sepet dan ada asamnya
Dipikir-pikir dan dirasa
Java Arabica memang jagonya

Tugas mendadak harus ke bandara
Yang akan beroperasi segera
Sebuah kebanggaan semua
Bandara Kertajati di majalengka

Espresso di Tanamera
Balikin semangat makin membara
Jalani takdir tanpa hura-hura
Srupuuut nikmat tiada tara

Menuju kertajati Majalengka
Kembali mampir di rest area
Espresso single tutup dahaga
Di tambah ayam tak cukup dua.

***

Terbang ke yogyakarta
Dalam rangka mencari makna
Malioboro kembali bersua
Kopling (kopi keliling) menyambut dengan setia

Begitupun di Bakmi Mbah Gito
Kopi tubruk sudah bersalto
Tidak lupa segera ambil photo
Dekat di hati jauh di mato

Begitulah diary pekan hari ini
Selamat memaknai hari
Jangan lupa secangkir kopi
Menemani hari meraih janji.

*)Catatan : Tulisan yang tertuang ini tiada niatan pamer. Tapi hanya mencoba berbagi minum kopi asli, kopi hitam eh item tanpa gula tanpa susu. Juga memang rejekinya, ada aja yang nyuguhin dan mentraktir sehingga kopi hitam terus tersaji. Wassalam (AKW).

Excelso Arabica Gold

Sekarang manual brew dulu Arabica Gold Excelso ah… bener nggak rasanya sesuai yang tertera di kemasannya.

Sebuah merk excelso Arabica Gold memberi sensasi malam ini. Spicy and Tangy menjadi tagline produksi PT Santos Jaya Abadi, Sidoarjo Indonesia ini. Body 60%, Acidity 60% itu yang tercantum dibungkusnya.

Percaya?… jangan ah. Mening coba dulu.

Seperti biasa, berV60 dengan seduhan air 90 derajat celcius. Tidak lupa filternya di basahin dulu dan airnya dibuang untuk membersihkan dulu larutan yang mungkin masih tersisa di filter sebelum dilakukan manual brew. Putaran standar searah jarum jam hasilkan cucuran air kopi yang aduhai.

Hasilnya dituang dalam dua gelas kecilku dan ditemani sisa bean yang ada segera diabadikan dengan Samsung A5.. cetreek… jadi dech photo diatas tadi.

Oh iya nggak lupa untuk latar belakang dan alasnya digunakan bekas kalender berwarna putih… jrenggg.

Setelah di icip-icip kumur dikit.. lumayan aciditynya medium-high dan Body medium, aroma juga lumayan. Tastenya ada sedikit fruitty tapi tidak mengarah rasa tertentu, agak sulit mendefinisikan.

***

Satu kesimpulan adalah dibalik kepahitan itu ada aneka rasa yang menyenangkan. Dan yakinlah bahwa pahitnya kopi bisa mengalihkan pahit getirnya kehidupan ahaaay…

Sebuah proses tidak akan menghianati hasil. Prosesnya panjang dan pake hati, hasilnyapun tidak mengecewakan.

Hatur nuhun. (AKW).

Diary Coffee 7

Cerita si hitam di Kota Surabaya terangkum dalam bait puisi DCvol7.

Panasnya Kota Surabaya
Tidak urungkan semangat berkelana
Malah jadi pengen nyoba
Sensasi kopi di Kota bu Risma

Tapi nggak bisa sebebasnya
Karena agenda acara sudah jelas adanya
Jadi ikuti semuanya
Hunting kopi di sela agenda

Memang rejeki tidak kemana
Disaat ada sesi belanja
Ibu-ibu berhamburan semua
Tuntaskan penasaran dan hasratnya

Segera menyelinap ke bangunan tua
Yang menyajikan si hitam nyata
Espresso manual dan kopi arabica
Menjadi pemuas dahaga

Rasa espresso manualnya lumayan
Kopi tubruknyapun bikin nyaman
Bersandar sambil nikmati keadaan
Terasa nikmat nian

Beranjak sore menuju bangkalan
Pulau madura jadi tujuan
Suramadu sangat berperan
Bikin lancar perjalanan

Di madurasa segera tersaji
Segelas kopi Toraja kalosi
Meski ditubruk pake air panas asli
Yang penting kopi dan kopiii

Disaat yang lain berburu batik maduratna
Daku duduk merdeka
Menikmati secangkir suasana
Menuju temaram di pulau madura

Esoknya double espresso secangkir
Bikin otak terus berfikir
Hidup ini suatu saat berakhir
Jadi inget belum berdzikir.

Garuda Indonesia sudah di udara
Datanglah sang pramugara
Tawarkan si hitam menggugah selera
Kopi hitam yang menggelora

Akhirnya selesai dulu ya
Diary coffee akan ada lanjutannya
Si hitam segar pasti menggoda
Dimanapun ia berada.

*) Edisi diary coffee sambil beredar di Surabaya (AKW).