Meditasi di Sensa Hotel Swimming Pool

Main air dan mencoba meditasi, disini.

Photo : Pemandangan jembatan layang paspati / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Iseng nulis tentang kolam renang yang pernah dilihat, dinikmati dan dirasakan ternyata ada hikmah yang tidak terhingga.

Yang paling utama adalah belajar konsentrasi dan menjaga ketenangan serta akhirnya belajar berdamai dengan alam dan memperkuat makna kesendirian dalam hakikat hidup yang sebenernya… “Hiiy kok sendirian bro?”

Maksudnya dari sisi makna hakiki, coba saja berenang dengan tenang. Meluncur dari pinggir kolam, biarkan wajah berada di dalam air dan bergerak perlahan dengan menikmati sentuhan air yang menyegarkan. Jangan diangkat kepalanya untuk ambil nafas, tapi tahan sampai paru-paru hampir tidak kuat menahan keinginan alami mengambil oksigen.

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri

Coba dalam hati berdzikir dan bersyukur atas makna hidup ini. Nah, rasa sendirian akan dirasakan, sepi tidak ada suara lain selain gerakan air yang menenangkan sekaligus bisa menenggelamkan…. itulah suasana kesendirian yang bisa dimaknai sebagai cara memaknai indahnya berkehidupan.

Jikalau sudah tidak kuat, ambillah nafas dan ulangi. Tidak usah takut untuk tiba di ujung kolam selanjutnya, tetapi biarkan air kolam ini mengantar raga hingga tiba ditujuan…. insyaalloh rasa segar bukan ada di phisik saja tetapi jiwa dan pikiran semakin lebih tertata.

Nggak percaya?”… ayo cobaaa…

Jadi mirip meditasi yang sarat dengan konsentrasi. Cuman klo sambil berenang, konsentrasi buyar langsung terasa atau terlihat dari gerakan tubuh yang nggak selaras dan ujung-ujungnya raga perlahan tapi pasti akan tenggelam menuju dasar kolam renang… cobaa geura.

Nah.. kali ini kolam renang di salah satu hotel di jalan Cihampelas Kota Bandung, tepatnya di lantai 3 Sensa Hotel Bandung.

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Sebuah hotel yang mengambil konsep unik futuristik serta menyatu dengan akses mall yaitu Cihampelas Walk atau Ciwalk, serta akses belanja ke toko-toko di sepanjang jalan Cihampelas, plus juga skywalk yang memanjang diatas jalan Cihampelas menambah keunikan Kota Bandung.

Kolam renang yang tersedia, ukurannya sedang dan memang hanya ditujukan untuk tamu hotel yang menginap saja. Ada satu kolam renang anak berbentuk lingkaran dan satu lagi kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter..

Yang menarik adalah salah satu sisi kolam renang ini menghadap langsung ke arah jalan layang pasupati dan pemandangan sebagian lanskap kota bandung sehingga ada beberapa media online yang memasukan kedalam golongan ‘infinity pool’.

Infinity pool itu adalah kolam renang yang tepiannya dirancang menimbulkan kesan memanjang sampai tak terhingga dan seolah menyatu dengan alam sekitarnya. Biasanya dibangun di tebing atau di tepi pantai sehingga menyatu dengan alam, bisa juga menyatu dengan lanskap kota kali yaaa……

Menikmati kolam renang di Sensa Hotel, bicara jenisnya maka masuk ke dalam kategori privat pool dengan bentuk yang geometris. Satu sisi yang langsung bisa melihat pemandangan kota yang dianggap masuk ke kategori infinity pool. Kata aku mah belum, tapi yaa gpp…. asyik juga kok, berenang terus nyantey sambil lihat deretan mobil yang berjajar di atas jembatan layang pasupati karena tersendat kemacetan.

Disisi kolam renangnya ada kursi santai, rumah-rumahan plastik untuk bermain anak dan meja kursi untuk menikmati pemandangan kota bandung juga ada akses tangga ke lantai lain menuju ruang fitnes.

Catatan penting, usahakan klo moo berenang diluar jam makan guys. Karena ntar malah jadi tontonan orang, soalnya kolam renang ini berbatasan langsung dengan restoran, terutama meja kursi yang outdoornya. … boro-boro bisa konsentrasi apalagi meditasi, yang pasti jadi ngobrol hepi-hepi. Kecuali memang kamu seneng berenang sambil diliatin orang-orang, itu mah beda lagiiih.

Itulah sekelumit kisahku dengan kolam renang di Sensa hotel. Selamat bersenang-senang, Wassalam (AKW).

Berenang di Aston Tropicana Hotel Bandung

Bercengkerama mesra dalam kesegaran rasa, disini.

Photo : Kolam renang anak dan bola aneka warna / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Jaman baheula eh jaman dulu tempat ini menjadi tempat kawula muda bergaul mencari hura dan jati diri, namanya studio east. Yang hafal dan inget dijamin bukan generasi millenial dan umurnya dapat ketebak hehehe.

Sekarang bangunan itu tetap berdiri dan berganti rupa menjadi hotel, namanya Hotel Aston Tropicana di Jalan Cihampelas Kota Bandung.

Moo promo hotel?”

“Bukan pren, moo lihat kolam renangnya”

Gubraag!!!… “walah berenang lagi toh”

Tanpa terganggu dengan kebingungan penanya, bergegas masuk lift yang pintunya telah terbuka. Dengan keyakinan mantab, pijit nomor enam untuk membawa raga ini melihat dan menikmati kolam renang di hotel yang indah ini.

***

Photo : Kolam renang Hotel Aston Tropicana / Dokpri.

Kolam renang dengan air membiru dil lantai 6 ini cukup menarik selera untuk segera berkecibak mesra. Terdapat 2 kolam renang, yakni untuk anak-anak demgan kedalaman 60 cm. Kolam satu lagi diberi sekat sebagai pembeda kedalaman, yaitu kedalaman 1,2 meter dan 1,5 meter.

Disamping kolam terdapat kursi-kursi bersantai sambil menghirup kesegaran udara Bandung ini. Terdapat juga mini cafe dan meja kursi yang memanjakan penikmat kolam renang dengan sajian minuman dan kudapan yang yummy.

Oh iya, jam operasionalnya mulai 06.00 wib sd 18.00 wib.

Photo : Cafe samping kolam renang / dokpri.

Kolam renang ini relatif tenang dan tidak terlalu ramai, karena berdasarkan kebijakan manajemen hanya bisa diakses oleh tamu hotel yang menginap saja. Tapi minimal info ini bisa nambah-nambahin referensi jikalau pas di Bandung dan nginep disini, jangan lupa berenang eh main air bersama keluarga.

Karena dengan berenang melatih konsentrasi dan menikmati ketenangan dalam kesunyian…

maksudnya?….

ntar diulas ditulisan selanjutnya.

Gak sabar pengen segera turun aah…. Wassalam (AKW).

***

Menghijau di California

Nama itu bermakna, sesuatu itu bermaksud tertentu, lalu?

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah nama tempat tentu memiliki arti dan tujuan tersendiri, begitupun penamaan manusia yang sering diistilahkan dalam bahasa sunda, sebuah nama adalah hasil dari proses penggodokan dan diskusi yang alot disebut dengan istilah ‘ngabubur bodas ngabubur beureum‘ …. atau pengertian bebasnya adalah sudah dipikirkan matang-matang dan penuh perhitungan serta pertimbangan, seperti dibuat dengan memasak bubur beras putih dan bubur ketan hitam.

Coba iseng perhatikan nama masing-masing, resapi makna dan ketahuilah artinya. Ada yang berdasarkan nama bulan kelahiran seperti : Agus, karena lahir bulan agustus, septi, okti, novi hingga desi. Bisa juga kombinasi nama hari dan tanggal seperti ‘saptuji‘ artinya lahir hari sabtu tanggal hiji(satu-bhs sunda). Ada juga yang diberi nama sesuai situasi, contoh ‘Aldino‘ sebuah nama agak internasional ternyata sebuah singkatan dari ‘Alhamdulillah dia nongol’, karena memang pas proses kelahirannya agak sulit… nah gitu lho, banyak sekali arti nama lainnya yang berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat dilahirkan.

Trus yang dirasakan oleh penulis, nama itu adalah doa dan juga arah karier ke depan, terlepas itu kebetulan atau cocokologi tetapi menjadi sebuah momen kebetulan yang harus disyukuri.

Namaku ANDRIE dan dengan kenyataan saat ini pas sekali, yaitu diawali dengan sekolah kedinasan, trus lulus mengabdi di kabupaten selama nyaris sembilan tahun lalu pindah ke pemerintah provinsi dan menjadi pegawai negeri atau ASN di daerah provinsi yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga Andrie itu singkatan dari Anak Negara Daerah Republik Indonesiaaaa…….

Bener khaan?……”

Udah ah urusan nama pribadi, sekarang moo nulis tentang sebuah nama di benua amerika sana yaitu daerah California.

Lha ngapain ngebahas California?”

California itu nama…. nama tempat”

Photo : Hidroponik at California / dokpri.

Jadi….. California itu adalah negara bagian terbesar di Amerika Serikat dan di negara bagian inilah terletak kota-kota menarik seperti Los Angeles, San Diego dan San fransisco. Negara bagian ini memiliki luas wilayah 423.970 km persegi dengan jumlah penduduk 39,4 juta jiwa (2017, source : biro sensus AS)…. wadduuh ternyata lebih banyak penduduk provinsi jawa barat yaaa?… provinsi jawa barat jumlah penduduknya 48 juta jiwa dengan luas wilayahnya 35ribu km persegi.. 8% dari luas California.

Lha ngapain ngitung-ngitung itu?”

“Ya biarin aja, peduli amat sih”

“Ih galakkkk…..”

***

“Gini pren, Ini aku lagi di California, tepatnya di rooftop hotel California Jalan Wastukencana Bandung..” belum tuntas berbicara, langsung diserobot komentar, “Jiaah gubrak, dasar luu… kirain beneran di Amrik, trus ngapain disitu?”

Tanpa banyak membuang waktu, segera dijelaskan tentang sekelumit kondisi California versi hotel ini. Klo fasilitas hotel sih biasa saja, hotel dengan kelengkapan meeting dan menginap serta coffeshop yang belum sempet icip-icip.

Photo : Dibalik tulisan nama hotel / dokpri.

Tadinya moo liat kolam renangnya, eh ternyata nggak tersedia. Jadi coba cari lagi objek lain yang menarik….

tadaaa….

Ternyata rooftopnya seger banget. Serba menghijau, tanamannya banyak sekali dan ada gazebo yang berisi aneka tanaman hidroponik.

Photo : Hamparan Bandung dilihat dari California / dokpri.

Begitupun pemandangan lepas ke hamparan Kota Bandung, termasuk menikmati keanggunan gunung tangkuban perahu.

Yang pasti mah menjadi bahan buat tafakur, dimana semua keindahan ini adalah rejeki dan nikmat serta berkah kasih sayang Allah Swt. Suasana menghijau di atap kota juga kemampuan indra penglihatan dan seluruh fungsi tubuh untuk merespon ini semua, pada hakikatnya harus menjadi bagian tasyakur bin nikmah dalam menjalani kehidupan ini.

Gitu aja?”

“Iyah….”

Hening sesaat, Wassalam (AKW).

***

Source :
1. Wikipedia/wiki/California
2. Biro sensus AS

Kolam Renang Aryaduta Bandung

Berenang disini disela tugas dan harapan.

Photo : Bersama bunga di lantai 13 / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Terdiam sejenak sambil memandang lanskap Kota Bandung ke arah utara, Gunung Tangkuban Perahu dan gundukan bukit di bandung utara menjadi latarnya. Gedung sate hanya terlihat bangunan tertingginya saja, dilihat dari sini menjadi salah satu elemen bangunan diantara bangunan lainnya yang berlomba menampilkan keunikannya.

“Mana kopinya?”

“Hush…. diem dulu, baru nulis cerita udah ditanya kopi”

***

Menikmati lanskap kota bandung dari ketinggianpun tidak bisa berlama-lama karena waktu ternyata bukan milik kita. Segera harus kembali bergelut dengan tugas dan bejibun kegiatan yang harus dijalani dan tentunya dituntaskan.

Tapii….. tulisan ini bukan mengulas beratnya tugas dan banyaknya beban pekerjaan, itu mah resiko profesi yang harus dijalani.

Lebih baik bercerita sesuatu yang sederhana dengan kata-kata dan kalimat yang sederhana, tentu pembahasannya tentang Ngojay-Ngopay-Ngeteh-Nyalad dan aneka bahasan yang ringan tapi sopan. Sederhana tapi bermakna.

***

Setelah tugas agak longgar, maka lantai 3 menjadi tujuan. Lantai 3 Hotel Aryaduta Bandung.

“Moo kemana mas?”
“Jalan-jalan ajaaa”

Photo : Kolam Renang Hotel Aryaduta Bdg / Dokpri.

Tadaaa…… setelah keluar lift, belok kiri sedikit dan belok kanan ikuti lorong hingga menemukan jalan keluar….. menuju restoran outdoor dan terdapat taman menghijau yang bikin hati adem.

Lewati aja.

Ada tangga sekitar 10 anak tangga, segera naik dan akhirnya berjumpa dengan kolam renang hotel Aryaduta, senangnya.

Kolam renang berbentuk persegi empat dengan kedalaman berstrata dari mulai 1,1 meter sampai 1,7 meter. Diujung barat terdapat kolam anak berbentuk lingkaran.

Nah disekelilingnya terdapat korsi santai yang unik, kursi kayu dihias dengan kain-kain putih. Bisa dipakai bersantai meskipun tidak harus berenang ataau….. nonton yang renaaang.. ups. Yang pasti buat ngisi Instagram, insyaalloh photo-photo yang dihasilkan akan ciamik karena suasana dan pemandangan yang instagramable.

Photo : Beberapa Gazeebo dan bangunan Kids Club / dokpri.

Jam operasionalnya 06.00 Wib sd 22.00 wib, bagi penginap ya jelas gratis. Untuk yang tidak menginap, bayar aja langsung di petugas, 77ribu untuk dewasa dan 45ribu untuk anak.

Disamping kanan kolam renang, terdapat kids club, operasional pukul 08.00 sd 17.00 wib, nah ini fasilitas khusus penginap.

***

“Mana kopinya?”

“Astagfirullohal adzim, udah atuh jangan nanya kopi mulu”

Photo : Petugas Kolam Renang Aryaduta / dokpri.

Itulah percakapan terakhir sebelum raga ini menceburkan diri, bergabung dengan segarnya air kolam renang yang sudah menanti sedari tadi. Bercengkerama dalam damai dan memberi celah ketenangan dikala raga menyelam menyentuh dasar kepastian. Wassalam (AKW).

Kopi Koboi

Nyobain kopi dan bir kopi, disini.

Photo : Pilihan kopi di Cafe Koboi / dokpri.

BANDUNG, akwnulis com. Sore yang sendu mengantarkan diriku untuk mampir dan bercengkerama dengan suasana khas bernuansa coklat alami disini. Sebuah cafe kopi yang memiliki keunikan tersendiri, sebuah kafe kopi yang konsisten dengan metode seduh kopi tubruk.

Jadi harus kuat badan kita karena sebelum nyuruput kopi maka siap-siap ditubruk sesuatu… hehehehe just kidding frend!!

Sajian kopinya diseduh dengan cara yang sudah biasa kita lakukan… dua sendok makan bubuk kopi ditimpa oleh air panas mendidih diatas gelas almunium, kudek.. eh aduuk pake sendok…. jreeeng jadi.

Trus disajikannya pake gelas almunium tertutup, maksutnya ada tutupnya. Sebelum minum harus di ditutup agar rasanya betul-betul keluar.

Oh iya, bubuk kopinya banyak pilihan, beberapa merk terkenal di indonesia ada di list menunya tetapi proses penyajiannya semua sama, kopi tubruk.

Photo : Kopi Tubruk arabica java preanger / dokpri.

Aku memilih arabica java preanger, penasaran dengan rasa kopi yang dihasilkan versi tubruk ini. Pilihan lain ada juga gayo, sidikalang, flores, bali dan lainnya tetapi mungkin itu kesempatan lainnya.

“Sruput dulu gaan…… adduh panas banget”

Simpen lagi dech, tunggu agak turun dulu suhunya.

Cafe koboi ini awalnya dikirain bertema koboi-koboi kayak pelem amrik sono…. ternyata koboi itu singkatan. Singkatan dari Koperasi Barudak OI, OI adalah komunitas penggemar lagu2 iwan fals…. dulu, dan mendirikan sebuah unit usaha berupa cafe kopi.

Photo : Pintu Gerbang Coffee Koboi / dokpri.

Dulunya dibawah jembatan layang pasupati dan pindah di lokasi sekarang itu sekitar 2013-an yaitu di jalan Kebon Kawung 9-10-11 Bandung. Klo moo ke stasiun bandung berarti posisinya sebelum stasiun setelah belokan hotel Swiss bell Bandung dech.

Menu yang disajikan tidak melulu kopi tetapi juga snack dan makanan, jadi cocok juga buat ngisi perut sambil bercengkerama.

Ada juga pilihan minuman berbasis kopi dengan nama-nama yang menarik hati. Seperti Kopi Bir Koboi, kopi Kuda Betina, Kopi Kuda jantan dan banyak lagi lainnya…. lupa euy nama2nya.

Nah karena penasaran, kopi Bir Koboi dipesan juga… dijamin katanya tidak akan mabok, karena 0% alkohol.

***

Ngopi itu enaknya sambil ngobrol…. dan alhamdulillah ketemu dengan kang Dian yang menjelaskan sepintas tentang Cafe Koboi ini.

Ada juga kaos dan gantungan kunci dijual disini, jadi distro juga…. penasaran?… kesini ajah.

Sekarang urusan kopi, jangan lupa #tidakadaguladiantarakita (nyomot tagar diplomasi kopinya bos Azis)…. rasa kopi tubruk arabica java preangernya ajibbb….. acidity khasnya tetap terasa, body medium dan harum semerbaknya bikin makun nikmaat.

Photo : Bir Koboi ala cafe coffee koboi / dokpri.

Trus setelah habis kopi tubruknya, giliran Bir koboy disruputt…… wuiihhh segeeer, rasa kopinya tetep ada tetapi bergabung dengan segarnya rasa yang berasal dari kayu manis, kapulaga, sereh, cengkeh, dan daun jeruk.

“Tapi maaf…. kok ada manis gula disini?” Bertanya dengan agak ngeberengut.

“Itu sedikit gula om, klo tanpa gula… dijamin rasanya jamu banget, nggak bakal suka dech”

Ya sudah karena sudah tersaji, dan sudah dibayar juga…. mari kita nikmati.

Rasanya menyegarkan…. meskipun masih sedih karena harus bersua dengan manisnya gula. Soalnya jadi terlalu manis, khan akyu sudah manieez….. awwww.

Trus yang menu minuman ‘kopi kuda betina dan kopi kuda jantan’, itu khusus untuk wanita dan khusus perempuan…. tapi harus dikomunikasikan dengan pasangan yang sah, karena ada ‘efek depan”… ini kata kang Dian yang jadi partner ngobrol sore ini.

Gitu dulu ya fren… cerita ngopay di cafe kobay… eh koboy. Happy wijen.. eh wikeeen. Wassalam (AKW).

***

Swimming Pool Crown Hotel Bandung

Berenang di lantai 5, seggeer

Photo : Suasana kolam renang Crown Hotel Bdg / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Tagline yang disusun yakni ‘Ngopay dan Ngojay’… yang terjemahan bebasnya adalah ‘minum kopi dan berenang’… ternyata sejalan dengan aktifitas yang dijalani.

Ngojay (artinya berenang ; bahasa sunda) bukan berarti harus ikutan berenang saja. Tetapi pada tahapan awal adalah informasi keberadaan kolam renangnya itu sendiri yang menjadi penting.

Jemari penulis sedang menari diatas virtual keyboar smartphone sambil memandang kolam renang di lantai 5 Crown Hotel Bandung.

Photo : Papan info kolam renang / dokpri.

Sebuah kolam renang yang berbentuk persegi empat dengan pengaturan kedalaman yang menarik. Ditengah adalah kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,2 meter sementara disamping kanan-kiri dan depan melingkupi kolam renang dangkal untuk anak-anak sehingga seolah menyatu serta menjadi luas.

Shower outdoor tersedia ataupun ruang bilas tertutup. Pemandangannya indah, bisa melihat lanskap Kota Bandung.

Photo : Resto di dekat kolam renang / dokpri

Di dekat penulis adalah resto yang menghadap kolam renang dengan penataan kursi dan meja yang cukup menarik, bisa menjadi pilihan bersantai dengan keluarga.

Photo : Kids area lt 5 / dokpri.

Oh ya tambahannya juga terdapat kids area, anak-anak dijamin betah. Mainan-mainan premium dan prosotan tersedia disini. Ini semua adalah fasilitas untuk yang menginap di hotel ini, tetapi jikalau ada yang tertarik berenang disini bisa langsung hubungi resepsionis hotel. Biasanya dibuat paket dengan brunch (breakfast & lunch, alias aktivitas sarapan dan makan siang disatukan dalam satu waktu… tentunya jangan makmak mekmek… tapi bertahap hehehehe) dengan harga 200Rb/pak.

Photo : “Disini berenangnya yaaa” / dokpri.

Suasana kolam renang di saat weekend cukup ramai seiring banyaknya penginap di hotel ini. Weekday bisa menjadi pilihan karena pengunjung kolam renang ini relatif terbatas.

Tinggal klik lantai 5 di lift, keluar dari lift sudah terlihat resto dan kolam renangnya. Gituuu…. go go go ngojaaay… eh berenang. Wassalam (AKW).

Arabica Wine & Ijen di Renjana

Menikmati V60 Arabica wine vs Ijen.

Photo : Sajian V60 Arabica wine – Renjana / dokpri

BANDUNG, akwnulis.com.Pagi yang cerah dan senyum di bibir merah, sejuta rasa bahagia….’

….”Lhaa kok jadi nyanyiin lagu mendiang Chrisye seeh?”

Tapi ini emang pagi yang cerah meskipun bibir merahnya sih relatif. Merah karena obat merah, atau bibirnya kejemur atau polesan lipstik yang mungkin harganya mahal dari mulai Estee Lauder Pure Color Envy Sculpting (400ribuan) hingga Couture Beauty Diamond Lipstick yang harganya (ceunah) 187 Milyar karena bertabur berlian.

Pagi yang cerah ini, menjadi kesempatan berharga untuk menjajal program jalan 30 menit/hari. Kebetulan ada perintah buat ngewakilin bos rapat di salah satu kantor di daerah jl Riau – jl.Laswi. “Kayaknya nyampe kesitu jalan kaki 30 menitan”

Berangkaat…..

Dengan rute Jl. Martadinata / Jl.Riau luruss aja ngikutin trotoar, dan beberapa kali menyebeberang di perempatan… ada 4 apa 5 per4tan. Mulai dari perempatan Istiqomah, Cihapit, ujung jalan Aceh, Gandapura hingga perempatan Jl. Anggrek…

Ternyata 24 menit sudah hampir tiba di TKP, wah masih ada spare 6 menit. Belok kanan dulu ke jalan Anggrek trus ke Jalan Pudak… ternyata ada 4 cafe kopi…. yang pasti ada kopi pudak, kopi Renjana dann…..halah 2 lagi lupa euy.

Photo : Barista Renjana beraksi / dokpri

Dari Jalan Pudak langsung balik badan dan kembali kepada jalan yang benar eh.. jalan yang menuju tempat rapat….. 35 menit akhirnya waktu berjalan dari daerah Istiqomah hingga ujung jalan Martadinata-Ahmad Yani. Keringat lumayan mengucur, tapi segar… aslinya segeerr. Yaa kalaupun ada sedikit bau keringet pas ntar rapat, itu mah resiko. Namanya juga jalan kaki, ya keringetan.

—- Cerita rapatnya nggak dibahas

Naaaah… jam 2 siang baru beres rapatnya…… setelah bubar…. jalan kaki lagi menuju jalan anggrek tadi… kemooon.

Photo : Sebungkus arabica wine / dokpri

Namanya Kafe Renjana, kata sang duo barista artinya ‘Rencana‘ tapi diwujudkan jadi cafe. Nama baristanya Rio dan Diki. Menunya banyak, dan ruangannya cozy serta rapih. Ada juga ruangan private buat meeting, itu mah musti booking dulu….. lha kok jadi iklan cafe seeeh!!.

Yang penting kopinya bro, manual brew V60 tea geuning….

Tanpa perlu lama, pilihan biji kopi yang ada dibaca satu persatu. Ah pilihan mah nggak boleh terlalu banyak, lagian yang lainnya udah tau karakter rasanya… wheleeeh wheleeh kayak yang udah nyicip ratusan kopi aja, sombong lu!!

Pertama, Arabica wine. Katanya beannya dari gunung manglayang. Oke deh gpp, ditunggu racikan manual brew V60nya.

Sambil duduk di meja sebelah dalam, mencoba menikmati suasana cafe Renjana dalam waktu yang sangat terbatas ini. Enak juga buat nongkrong, eh tapi jauh dari kantor. Ya sudah sesekali aja.

Tak berapa lama sajian kopi manual brew V60 Arabica wine ala Renjana cafe telah tiba dihadapan. Sebelum dinikmati tak lupa didokumentasi, wajiib itu!!

Ouuww…. bodynya bold dan ninggal di seputar bibir, aromanya oke dan ada taste fruitty yang ninggal plus selarik rasa karamel.

Kata baristanya pake perbandingan 1:15 alias 100ml dengan 15gr bean persajian… cucook deh.

Nggak pake lama, disruput habis tuh sajian kopi arabica wine. Eh sang pelayan lewat, sambil tersenyum berkata, “Om kayak minum air putih aja, teguk teguk habis.. itu khan pahit bingiit”

Senyum tersungging, salah besar. Ini sajian nggak pahit, justru nikmat dan bisa sesaat melupakan pahit getirnya kehidupan… ahaaay.

“Pesen lagi neng, Manual brew V60, kopinya Ijen”
“Oke Kakak”

Ahay kok berubah panggilannya dari Om jadi Kakak….

Photo : Sajian V60 kopi ijen / dokpri

Sajian kedua, manual brew V60 kopi Ijen. Sajiannya sama dengan gelas botol saji transparan dengan gelas kecil. Tanpa embel-embel, polos saja.

Perlahan disruput, kumur dikit dan glek.. glek.. glek… aroma harum dengan body lite, cocok buat pemula. Serta acidity medium. Taste tidak terlalu jelas, sangat tipis rasa fruittynya.. “Eh atau jangan-jangan efek arabica wine-nya belum hilang?”

Nggak usah dipikirkan. Biarkan kopi arabica wine dan kopi ijennya bersepakat di dalam lambung untuk menghasilkan MOU perikekopian yang akhirnya akan keluar dari tubuh ini dalam bentuk yang relatif sama.

Photo : bean kopi Ijen / dokpri

Yang pasti keduanya nikmat dengan segmentasi peminat ya g berbeda. Mau yang strong atau medium, itulah pilihan.

Akhirnya sang waktu jua yang memaksa raga ini hengkang dari Cafe Renjana. Kembali ke alam nyata dan berpetualang menapaki jalan kehidupan yang terbentang sepanjang hayat. Wassalam (AKW).

***