KOPI – beda gelas beda rasa.

CIMAHI, akwnulis.com. Dikala hujan rintik mencumbu bumi, maka wangi tanah memberi kedamaian tersendiri. Suasana sendu melingkupi diri dan akhirnya harus mengambil keputusan untuk menepi, daripada raga cipruk eh jibrug… maksudnya basah kuyup dan mungkin bisa masuk angin. Maka merapat ke suatu tempat yang menyajikan minuman kohitala hangat, disajikan tanpa gula dan tanpa berburuk sangka juga penuh hormat.

Tanpa basa – basi maka pesanan Visixti (V60) manual brew dengan stok bean yang ada langsung dinanti karena sudah menjadi agenda rutin untuk hadir disini.

Cafe kecil ini agak menjorok ke dalam dari jalan utama Leuwigajah, tetapi sekarang bukan halangan karena dengan bantuan teknologi begitu mudah menemukan tempat tanpa perlu susah payah bertanya. Tinggal bermodal smartphone, batere penuh dan sinyal serta paket internet aman plus jari jemari yang sehat.

Tring.

Langsung penunjuk arah berebut memberikan pilihan.

***

Sambil menikmati gerimis hujan, terasa pikiran hanyut ke masa silam. Dikala masih bocah yang nakal, begitu senang bermain diatas cucuran air hujan yang meluncur deras dari ujung atap rumah. Sebuah nilai bahagia begitu terasa, seolah tindakan sederhana namun penuh makna.

Silahkan sajian V60nya Kakak” sebuah suara membuyarkan cerita masa silam. Digantikan dengan kehadiran sang pelayan membawakan nampan panjang.

Agak heran karena pesanan tadi sudah jelas hanya segelas Kopi manual brew menggunakan V60, just it. Tapi kok yang datang banyak?… ya udah ikuti saja. Siapa tahu memang ada surprise malam ini, entahlah.

Sajian kopi manual brew V60 di bejana memang cuma satu. Tetapi gelasnya banyak. Wah ada apa ini, apakah ada demo?.. kenapa begitu banyak gelas yang hadir?.

Jawaban yang hadir hanya selarik senyum yang menambah tanya. Tapi harus pasrah karena memang sang pelayan meninggalkan begitu saja tanpa ada penjelasan lainnya.

Ternyata, tak berapa lama. Datanglah sang Barista, Akang Ano.

Inilah penjelasannya (mulai dari kiri) :
1. Cangkir keramik berbibir tebal ternyata menghadirkan rasa yang lebih manis. Aduh jadi inget bibir siapa ya?.
2. Gelas Duralex memberikan rasa yang lebih complex dan balance baik dari sisi aroma, sweetness dan acidity.
3. Gelas Wine memberikan sensasi aroma lebih kuat, tetapi rasa dan acidity agak melemah.
4. Gelas Lurus menghadirkan kecenderungan rasa dan aroma yang flat.

Mulut sedikit ternganga mendengarkan penjelasannya. Betapa sebuah pilihan gelas dapat hadirkan perbedaan baik aroma, rasa dan acidity segelas eh sebejana kopi hitam tanpa gula dengan manual brew V60…. sebuah momentum syukur  kembali terasa. Betapa aneka nikmat kehidupan dunia termasuk kemampuan lidah mengecap rasa, body dan acidity ajian kopi adalah nikmat yang tidak ternilai. Alhamdulillahirobbil Alamin, srupuuut… Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Cafe Kopi ABDI, Jl. H. Danudin No.4 Leuwigajah Cimahi.

Sarapan Goim-Jekisam

Mencoba sarapan dengan jenis makanan yang berkualitas, tapi kok rasanya asing?

Photo : Sajian Sarapan Goim-Jekisam/ dokri.

PURWAKARTA, akwnulis. Pagi meninggi dan mentari berseri. Ada kewajiban diri yang tak bisa dihindari. Apa itu?… makan pagi.
“Hahaha, kirain boker.. eh buang air besar”

“Ah kamu mah mikirnya itu aja, dasar obok!”

Makan pagi alias sarapan, sangat dianjurkan. Mayoritas gaya hidup dan gaya diet mensyaratkan sarapan alias makan pagi.

Ingat yaa…. makan pagi.. sarapan.. makan pagi!!!

“Bukan makan nasi?”

“Bukannn… tapi makan pagi”

“Ah nggak kenyang makan pagi mah, aku tetep makan nasi”

“Ih ngeyel kamu, cubiit geura”

***

Sarapan pagi tidak harus nasi, atau aneka karbohidrat saja. Bisa lontong, bubur, leupeut, kupat, hucap, bacang, lemper, tangtang angin, buras, jagung, kentang, talas, ubi, singkong…. trus golongan gorengan seperti bala-bala, gehu, rarawuan, comro, misro, karoket, lumpia, dan gorengan lainnyaaa…. eh semuanya karbo ya????

Iyaaaa….. 🙂 🙂 🙂

Ada juga yang sarapan dengan minum kopi doang dan rokok, atau gorengan dengan rokok, atau buah-buahan, atau dengan sereal dan banyak pilihan lain.

Tapi kembali ada hal yang hakiki dimana sarapan ini menjadi seni mensyukuri. Sebuah momen yang harus dipahami sebagai bagian penting kasih sayang Allah SWT. Karena mungkin saja, saudara kita dibelahan dunia lain atau mungkin tetangga kita masih kesulitan untuk mendapatkan sarapan di hari ini.

Eh ada juga yang tidak sarapan dengan yang disebutkan tadi, tetapi cukup teguk setetes madu dan 2 sendok teh cairan virgin coconut oil (vco), ini aliran diet ketofastosis (klo nggak salah).

Klo yang sarapan buah-buahan itu biasanya aliran diet food combining, atau memang penyuka buah yang sudah konsisten istiqomah.

Tetapi rasa bosan itu terkadang menghinggapi, sehingga perlu variasi dan inovasi dalam sarapan di pagi hari.

Menu diawal tulisan ini mencoba mewakili. Alhamdulliah rasanya jadi aneh dan menantang. Padahal dipilih potongan jeruk yang berkualitas, goreng ikan mas yang menggugah selera serta sambel dadak yang begitu menggiurkan.

“Tapi kok rasanya aneh dan asing?”

Akhirnya disadari bahwa menggabungkan sesuatu yang menurut kita enak dan baik belum tentu berujung baik manakala komposisinya tidak tepat. Kecuali emang nekat, ya monggo tanggung reskio eh resiko sendiri.

Nama sajian ini GoimJekisam (Goreng Ikan Mas Jeruk Sunkist Sambel). Rasanya campur-campur, manis asin hanyir pedas heu heu heu…..

“Berani?… silahkan cobaa!!”

Photo : Secangkir kopi luwak ala-ala / dokpri.

Tidak lupa secangkir kopi luwak ala-ala dengan metode seduh biasa, disajikan menjadi teman sarapan pagi ini.

Selamat sarapan dan makan pagi setiap pagi kawan, jangan sarapan yang macam-macam juga jangan macam-macam dengan sarapan. Wassalam (AKW).