Akhirnya rekor terpecahkan..

Waktu dan keadaanlah yang memaksa untuk lakukan ini. ikuti aturan main dan tak perlu banyak bertanya. Jalani takdir dengan ceria.

Photo : Gedung sate di malam hari/dokpri.

Berada di lingkungan gedung sate total hampir 8 tahun, merasakan suasana kerja yang nyaman dan penuh kekeluargaan. Ditunjang dengan berbagai fasilitas yang mendukung produktifitas.

Fasilitas internet yang mumpuni, gedung kantor dan ruang kerja yang hangat serta bernilai sejarah. Kantin terbaik di lingkungan kantor pemerintahan, Kantor kas & ATM, lapang tenis, ruang parkir yang luas serta beraneka taman yang indah, tertata rapih penuh keasrian bikin adem dan relax… atuh kapan kerjanya klo rilek terus?…. atuh jangan suudzon dulu, justru kerjaan mah bejibun disini tapi suasana asri dan beraneka fasilitas inilah yang bikin mood kerja kita ‘terpelihara‘…. ahay.

Photo : Kesayangan lagi di museum gedung sate/dokpri.

Ditambah lagi di akhir tahun 2017 telah diresmikan Museum Gedubg sate yang kerenn abis. Penggabungan jalinan sejarah pembangunan gedung sate di tahun 1822 secara lengkap plus sentuhan teknologi ter-anyar yang bikin keunggulan museum ini. Ada mini video mapping, blue print pembangunan gedung sate versi touchscreen, Virtual reality, dan banyak lagi…. pokoknya nggak nyesel dech klo moo berkunjung kesini. Tiket masuk Gratis dan sekarang ada kedai Ngopi Saraosna…. tapi jangan datang hari senin, pasti tutup untuk maintenance‘.

Fasilitas terbaik lainnya adalah Mesjid AlMuttaqien, Gedung eks ruang Sidang paripurna DPRD yang disulap menjadi Rumah Allah SWT. Mesjid yang ciamik, bersih dan harum penuh keagungan. Senantiasa ramai di waktu shalat wajib plus kegiatan majlis taklim yang rutin diadakan jugaaa…. shalat shubuh berjamaah dilanjutkan pengajian setiap hari senin pagi semakin menyemarakkan kehadiran mesjid ini… alhamdulillah.

Salah satu fasilitas yang tidak dimanfaatkan keberadaannya adalah….. Klinik Gedung Sate. Padahal sekarang setiap hari pintu masuknya terlewati…

Kenapa tidak dimanfaatkan?.. karena syaratnya musti Sakit dulu heu heu heu. Bisa juga main ke situ.. tapi bade naon coba?… ujung2nya urusan penyakit. Bisa juga timbang badan atau cek tekanan darah… tapi nggak ah.

Alhamdulillah diberi sehat dan prima, meskipun bukan berarti nggak pernah sakit, tetep ngerasa drop dan kena penyakit yang istilahnya penyakit kampung seperti salesma/flu, gohgoy/batuk, sakit nelen, pusing, juga muriang panas dingin, atau komplikasi rorombéheun dengan arateul… biasanya diobati dengan 4B.

Mau tau 4B?…

4B itu terdiri dari 4 komponen yaitu :…
1) Banyak Makan,
2) Banyak Minum,
3) Banyak Istirahat dan
4) Banyak Duit….. heuheuheu.

Yang rumit mah poin 3 dan poin 4. Tapi minimal 2 poin awal bisa dijaga dan dilaksanakan karena memang dasarnya RW06 alias rewog (seneng makan).. sehingga klo nemu makanan, pilihannya hanya 2 yakni makanan enak dan enak bangeeeettzz.

***

Namun setelah 8 tahun disini.. akhirnya pecah telor dech. Harus menghadap dokter di Klinik Gedung Sate ini, diperiksa dan di cek tekanan darah ternyata tekanan darahnya rendah 100/80 serta musti di teraphi karenaa…… Teu tiasa ngalieuk (Nggak bisa nengok ke kiri), leher kaku dan punggung sakiit rasanya. Bahasa gaulnya urat ngajepret, salah tidur, motah teuing, sawan bantal. Tapi diagnosis dokter dan memang begitu adanya adalah akibat ‘terlalu‘ diforsir sehingga badannya ‘protes‘.

Alhamdulillah terapi udah dijalani dan dapet surat sakit dari dokter untuk istirahat 3 hari… asyiiik..

Tapi.. hanya 1 hari yang berlaku, karena beban kerja yang cukup padat dan tugas pak Bos untuk mewakili hadir rapat di luar kota, yaa… hari kedua kembali bekerja. Semoga segera membaik dan sembuh sehat seperti sediakala.

Maafkan kawan-kawan klo beberapa hari ini agak somse, nggak nengok klo dipanggil dari arah kiri.. maklum lagi akiit nggak bisa nengok 🙂

Kesimpulannya udah lengkap dech fasilitas di gedung sate digunakan. Tinggal besok-besok jalan keliling taman di sini sambil photo selpi untuk diunggah ke medsos pribadi. Ciaooo. Wassalam. (AKW).

Menuju Al Muttaqien

Ciri dan cara menuju derajat taqwa, hasil ngikutin ceramah shubuh tadi pagi 310717

Bismillahirrohmannirrohim. 

Photo : Dokumen pribadi

Shalat Shubuh berjamaah mendengarkan alunan merdu sang Imam membaca ayat AlQur’an terasa begitu syahdu dan penuh ketenangan. Maafkan penulis yang belum hafidz qur’an, jadi taunya Imam membaca Surat Alfatihah dan ayat suci Alquran untuk bacaan seterusnya. 

Photo : Dokumen pribadi

Setelah shalat shubuh berakhir, bapak Kadis SDA selaku (giliran) sohibulbait mengantar ceramah shubuh ini dengan penceramah dan sekaligus imam sholat tadi yaitu Prof. Dr. KH. Miftah Faridh.

Photo : Dokumen pribadi
Tema pengajian kali ini adalah nama mesjid kebanggaan pegawai pemprov Jabar yaitu mesjid AlMuttaqien dan yang lebih penting lagi adalah semoga seluruh hadirin dan hadirot yang hadir adalah muttaqin. *kata penceramah lho.

Dan suara, “Amminnnn” pun bergema di shubuh pagi ini.

Apa itu Almuttaqien ?…. 

Amuttaqien adalah orang-orang yang memiliki derajat taqwa. Dimana disebutkan dalam Alqur’an bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bertaqwa.

Ukuran kemuliaan seseorang bukan diukur oleh kekayaan, jabatan, kedudukan dan kepintaran tetapi ukuran kemuliaan adalah dari ketaqwaan dan sebagai petunjuknya, Allah sudah menjelaskan dalam Quran Surat Albaqarah ayat 2. Bahwa Alquran adalah petunjuk untuk mencapai taqwa.

Dilengkapi dalam Quran Surat Alhujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dan manusia yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa.

Photo : dokumen pribadi

Bagaimana ciri-ciri orang yang bertaqwa?

Pertama, jangan terkecoh dengan orang yang memakai baju tanpa kerah, itu mah baju taqwa 🙂 (senyum dulu atuh).

Ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah :

1. Iman yang mantap.

2. Ibadah yang berkualitas

3. Mengingat dosa dan senantiasa bertaubat.

4. Memiliki kesalehan sosial

Pertama, kita semua bersyukur karena islam sudah melekat sejak lahir dari rahim ibunda, itu adalah hidayah karena yang Maha memberi hidayah adalah Allah SWT. Sebagai ilustrasi di McGill University yang beralamat di 3486 McTavish street, Montreal, Quebec Kanada terdapat study islam yang terkenal dimana tokoh-tokoh islam Indonesiapun banyak jebolan dari unversitas tersebut. Mahasiswanya umat islam, yang dibahasnya tentang keislaman tetapi para pengajarnya yang sudah menyandang profesor mayoritas bukan islam, padahal kesehariannya mempelajari, mendalami termasuk praktik langsung di negara islam tetapi tidak beragama islam karena belum mendapat hidayah-Nya.

Kedua, untuk ibadah yang berkualitas maka memiliki arti bahwa ibadah kita plus plus. Contoh klo rajin shalat 5 waktu yang 17 rokaat… itu mah biasa, nilainya C, ya syarat lulus aja itu mah. Tetapi untuk mencapai taqwa harus tambah jadi 30 rakaat sehari dengan qiyamul lail, witir serta sholat sunah lainnya. Zakat tidak hanya 2,5% tetapi itu angka minimal, begitupun dengan ibadah-ibadah lainnya.

Ketiga, selalu mengingat dosa dan selalu bertaubat serta tidak mengulangi kesalahan dan dosa yang sudah diperbuat.

Keempat, memiliki kesalehan sosial. Ini yang menarik karena ternyata untuk mencapai derajat taqwa tidaj cukup hanya beribadah kepada Allah semata tetapi juga bagaimana kualitas hubungan dengan sesama manusia dalam bentuk interaksi yang bervariasi sebagaimana dijelaskan dalam Quran Surat Ali Imron 133-135 yakni :

a. Orang yang ber infak/ berbagi kepada orang lain dalam keadaan lapang maupun sempit.

b. Orang yang bisa menahan dan mengendalikan amarahnya.

c. Orang yang memaafkan kesalahan orang lain, tidak pendendam.

d. Orang yang senantiasa berbuat kebaikan, serta

e. Orang yang jika berbuat keji/dholim kepada orang lain atau diri sendiri segera mohon ampun, dan tidak melanjutkan perbuatannya.

Photo : Dokumen pribadi

Sebagai kalimat penutup, agar lebih mudah dalam menjalani semua petunjuk menuju derajat ketaqwaan, 

Rasulullah menyebutkan agar umatnya untuk menjadi pribadi yang IHSAN dengan dua ciri utama yaitu :
1. Sembahlah olehmu Allah SWT seolah-olah melihat Allah SWT.

2. Kalau tdk bisa melihat Allah SWT, kita harus yakin Allah SWT selalu melihat kita.

Wallahualam bisshowab.

Gitu dech hasil penangkapan panca indera ini yang merupakan salah satu hal yang harus senantiasa di syukuri. Wassalam. (Akw)