Air mata

Hapuslah dengan senyuman…

BANDUNG, akwnulis.com. Uraian kalimat yang disampaikan begitu panjang dan tanpa jeda, meskipun dari sisi nada terkadang melemah menahan duka dan beban yang dirasa.

Akhirnya ada juga masa dimana kalimat dan kata terhenti karena mulut tercekat oleh perasaan dan menahan diri agar air mata tidak tumpah di hadapan khalayak warga.

Jikalau hanya berdua, mungkin lelehan airmata adalah salah satu cara membersihkan penglihatan dan mengurangi beban stok air mata yang tersimpan diantara kulit dan tulang kenyataan. Tetapi dihadapan banyak orang, air mata tertumpah malah menghadirkan ketidakberdayaan dan bukan dukungan yang datang tetapi tatapan sinis dan dianggap lemah mental…. mungkinn…

Bisa saja ada satu dua pihak yang merengkuh luruh untuk membantu saudaranya yang sedang jatuh. Membantu kembali berdiri tegak dengan sokongan ikhlas yang penuh pengertian.

Sebuah kata yang menjadi utama adalah sikap kita menghadapi dilema. Tahanlah airmata tertumpah dihadapan banyak manusia, simpan untuk nanti dikala bersimpuh di malam hari, sambil bernunajat kepada Robbul Izzati.

Kesedihan bukan akhir dari segalanya, karena kesedihan adalah pelengkap dari kebahagiaan yang setia mendampinginya. Berbahagialah kita yang masih bisa merasakan sedih, karena dengan merasakan sedih kita akan tahu betapa bahagianya merasakan bahagia.

Seiring uraian kata selanjutnya, ketegaran mulai terasa. Menampilkan secercah harapan diantara puing asa yang tertunda. Biarkan kesedihan itu ada, tetapi semangat bangkit kembali adalah yang paling utama.

Sebuah pantun semoga bisa mewakili keadaannya :

Berhimpun di meja menyantap ikan,
Langsung berkeringat berebut suapan’

‘Biarpun kenyataan masih menyedihkan,
Tapi semua tetap semangat untuk perbaikan’

Selamat beraktifitas di jumat sore ini kawan, Wassalam (AKW).

372 Kopi Cimohay

Sruput kepahitan dan misteri Americano SS.

Photo : Americano Single shot / dokpri.

CIPAGERAN, akwnulis.com. Kepahitan itu memang misteri. Karena kepahitan tidak melulu bicara keprihatinan dan kesedihan, di lengkapi dengan tetesan air mata dan cucuran keringat penyesalan. Tetapi kepahitan adalah sumber kenikmatan.

“Kenapa begitu?”

Karena kepahitan ini justru menjadi sumber kenikmatan dari rasa penasaran terhadap sajian yang menggugah sebuah harapan.

Kepahitan yang tersaji sore ini adalah secangkir kopi americano plus single shot yang disajikan di tengah kerimbunan pepohonan dan beraneka bangunan kayu tradisional.

“Kok bukan sajian kopi V60?”

Photo : Menyore disini kawan / dokpri.

Tadinya itu yang dicari disini, tetapi ternyata stoknya habis, jadi pilihannya tinggal espresso, dopio, longblack dan americano. Ya sudah kombinasi americano dan single shot espresso (mungkin) bisa memberi sensasi misteri sore ini.

Sruput dulu prennn…..

Woah kepahitan menyeruak dalam mulut dan merangkul lidah dengan kegetiran alami, yup kopinya blend tetapi rasa arabicanya masih dominan meskipun minim, sang robusta dengan pahit datarnya tetap menjadi dasar fundamental sajian ini.

Photo : Cafe 372 kopi, pesen duluu / dokpri.

Semilir angin sore di Cimahi utara ini mengantarkan nada kedamaian yang berselisih dengan dedaunan dari pohon-pohon besar, meskipun akhirnya kembali terdiam di kala Adzan magrib berkumandang. Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

***

Lokasi : 372 kopi Kabuci, Jl. Kol. Masturi Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi Jawa Barat.

***

Kepahitan apa yang sore ini membuat anda penasaran?”