Nambah Penghormatan.

Sesuatu yang dihormati bertambah.

CIKONDANG, akwnulis.com. Ternyata penghormatan dalam kehidupan terjadi pergeseran kawan. Penyebabnya jelas karena pandemi yang berkepanjangan. Jika selama ini sangat jelas diajarkan bahwa nilai-nilai moral sangat penting sehingga diajarkan di sekolah formal yaitu pelajaran PMP (pendidikan moral pancasila)…. “Uluhh ketauan umur kakak, sekarang udah nggak ada pelajaran itu”

“WHAT?”

Tapi tenang saja, secara kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah dasar saat ini dengan basis kurtilas (kurikulum 2013) penguatan moral tetap menjadi salah satu bahan ajar wajib, tapi namanya bukan PMP lagi….

Ohhhh” hela nafas sedikit lega mewarnai turunnya tensi kegalauan yang khawatir terkait urusan permoralan yang semakin berbeda dalam proses edukasi anak ini, apalagi dengan adanya pandemi corona19 maka pembelajaran di rumah menjadi tantangan bagi orangtua, apalagi jika kedua orangtua bekerja…. “Curhaaat yaaa, moo ngomongin apa sih?”

Photo : Hormati Televisi / dokpri.

Eh iya kok jadi agak melebar, sebenernya hanya ingin menulis tentang kenyataan saat ini dimana penghormatan itu bertambah lho, bukan hanya kepada orangtua, guru, orang yang lebih tua, pasangan hidup, sebaya, bawahan, anak juga orang yang umurnya lebih muda… pokoknya semua memang harus dihormati sesuai proporsinya… meskipun orangtua adalah yang paling utama. Karena miliki hak veto dalam bentuk doa yang bisa membuat Allah SWT merubah nasib atau malah takdir kehidupan kita.

Udah ah jangan banyak teka teki, jadi yang musti dihormatin sama kita nambah?.. emangnya siapa?”

“Bukan siapa kawan, tetapi apa?”

“Hah?”

Tidak usah penasaran lagi kawan, seiring rangkaian Hari Ulang tahun kemerdekaan Republik indonesia ke75 dan dirangkaian 2 hari kemudian dengan hari jadi provinsi jawa barat maka yang banyak dihormatin oleh warga jawa barat baik masyarakat umum, tokoh masyarakat, berbagai unsur pemerintah pusat, ormas, parpol, dprd dan banyak lagi… eh juga khususnya pegawai negeri ada 5 buah yang sekarang nambah…. dihormati bareng2 lho…. enam malah, nambah satu dari om lucky.. aslinya 6 hal yang harus dihormati.

Photo : Hormati Laptop / dokpri.

Yaitu……….. 1.Komputer PC, 2. laptop, 3.Televisi, 4. Layar putih dan atau 5. Dinding yang disembur gambar dari proyektor atau infokus …. dan satu lagi 6. HP/Smartphone. Semuanya menjadi benda-benda yang sangat dihormati di minggu ini. Dihadapan kelima benda ini, semua terdiam dan serius serta diakhiri dengan penghormatan tertinggi dengan mengangkat tangan kanan dan meletakkannya diatas alis kanan dengan diawali aba-aba, “Hormaat Graaak!”

Iya bener juga, malah aku mah menghormatinya dengan menggunakan jas dasi dan baju putih berkopeah tapi bawahannya pake sarung tanpa alas kaki.

Lhoo nggak sopan ih”

Aman atuh, khan yang masuk dilayar hanya perut ke atas hehehehe….

Oke deh, yang penting tetap saling menghormati.

Itulah celoteh receh tentang sesuatu yang menjadi tambahan penghormatan dalam minggu ini. Happy wikend kawan, udah sekarang kembali ke rutinitas kebersamaan dengan keluarga, jangan melulu sikap sempurna dan menghormati terus laptop atau televisimu hehehehe, Wassalam (AKW).

LONCAT MERDEKA 75

Merdeka dan loncatlah….

BANDUNG, akwnulis.com. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun ini, 2020 dilaksanakan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan upacara di setting sedemikian praktis dari sisi tata upacara dengan tetap berpegang kepada tata cara upacara hari besar nasional. Yang paling menonjol adalah kehadiran peserta, hanya sedikit orang yang ada di tempat upacara. Ini semua ihtiar kita semua dalam menjalani protokol kesehatan di masa pandemi virus corona19 yang terus mengobrak abrik sendi-sendi kehidupan masyarakat dunia.

Tetapi tidak usah berkecil hati kawan, pelaksanaan upacara tetap bisa berjalan, tetap khidmat dan menyebarkan aura cinta bangsa dan semangat mengisi kemerdekaan dengan slogan nasional INDONESIA MAJU. Tentu dengan kehadiran disebar ditempat yang berbeda demi prinsip phisical distancing dan jaga jarak… eh eta eta keneh. Nah.. dengan kemajuan teknologilah kita semua bisa tetap ber-Upacara meskipun sebagian besar menatap layar televisi atau layar putih infokus juga layar laptop masing-masing.

Kenapa tidak?.. inilah salah satu adaptasi kebiasaan baru kita. MERDEKAA….

Pelaksanaan upacara yang dijadwalkan selama 2 jam, diawali pukul 08.00 wib hingga pukul 10.00 wib ternyata bisa dilaksanakan lebih cepat, cukup 60 menit saja semua tuntas. Jika tahun lalu lebih lama dan semua terkonsentrasi di lapangan Gasibu Bandung serta lengkap dengan kehadiran peserta yang mencapai ribuan, aneka persembahan tarian tradisional dan paduan suara dengan lagu-lagu tradisional setelah acara upacara utama, tahun ini berbeda. Tapi itulah kehidupan, dinamis dan tetap harus optimis.

Meskipun upacara virtual, kami tetap hadir bersama seluruh pejabat struktural, berpakaian resmi baik jas dasi ataupun berbaju korpri serta tak lupa peci hitam bagi laki-laki…. Hidup NKRI.

Setelah rangkaian upacara tuntas, ada jeda waktu bersama yang harus di manfaatkan sebaik-baiknya.. apa itu?… sesi PHOTO BERSAMa…. berangkaaat, cari spot photo yang keren kawan.

Lantai 5 lah yang menjadi pilihan, alias rooftop… di lantai paling atas semuanya bersiap. Awalnya tentu photo bersama dengan posisi jaim bin formal, tetapi tak butuh berapa lama… segera hadirkan pose merdeka dan diwakili dengan meloncat bersama.

Ciaaat….

Jump….

Jleng…

Huuupp…

Semua bergantian berloncatan memperlihatkan keahlian diri, atau loncat kompak dengan berbagai gaya.. yang penting semua bahagia.

Itulah ekspresi ceria meskipun kondisi pandemi melanda. Situasi ini bukan untuk diratapi, tapi mari beradaptasi dan tetap bekerja serta berbakti.

DIRGAHAYU INDONESIAKU

HIDUP NKRI

INDONESIA MAJU

HUT KE 75

TAHUN 2020.

Selesai sesi photo loncat, maka kembali ke aktifitas kerja. Wassalam (AKW).

Renungan Suci Kemerdekaan 2020

Renungan Suci Virtual 2020 & perjalanan memori.

BANDUNG, akwnulis.com. Gelapnya malam tidak menggoyahkan semangat untuk kembali mengingat jasa para pahlawan yang berjuang dengan gagah berani, penuh pengorbanan baik harta, jiwa dan raga untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa indonesia tercinta 75 tahun lalu. Tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Republik Indonesia di proklamirkan.

Malam menjelang 17 agustus tahun ini berbeda kawan. Tidak lagi menggunakan jas dasi dan kopeah hitam, berkumpul di gedung sate dan dilanjutkan perjalanan bersama menuju Taman Makam Pahlawan untuk mengikuti upacara renungan suci tepat pada pukul 00.00 wib.

Malam ini hanya perwakilan yang bisa hadir melakukan upacara terhidmat dan berbalut keheningan di tengah malam. Memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur di medan laga sekaligus seluruh pahlawan yang berjasa dalam meraih dan mengumandangkan kata ‘MERDEKA‘.

Sekaligus menguatkan diri dan mengingatkan jiwa untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya termasuk berjuang menjalani protokol kesehatan dalam masa pandemi covid19 yang menjadi masalah manusia di muka bumi kali ini.

Untuk mengobati kerinduan berkhidmat bersama dalam upacara renungan suci, maka mencari catatan digital begitu nudah adanya… yaa mudah soteh klo memang pernah menulis, kalau tidak mah yaa… bablas angine hehehehe…. ternyata arsip digital catatan pribadi dari tahun-tahun yang lalu ternyata masih ada dan tersimpan dalam arsip jagad maya.

Meskipun hanya catatan di tiga tahun terakhir, bukan berarti tahun-tahun sebelum itu tidak ikut renungan suci…. ada juga arsip catatan 2012 meskioun maaih di blog gratisan…. Alhamdulillah Tetap setia mengikuti renungan suci tetapi memang minim dokumentasi.

Inilah link catatannya :

1. Tahun 2012 berjudul ULAH SOMPRAL

1. Tahun 2017 berjudul RENUNGAN SUCI 2017

2. Tahun 2018 berjudul TMP CIKUTRA 2018

3. Tahun 2019 berjudul MERDEKA 170819

Selamat merenungi malam yang semakin menggelap, tetapi gelora semangat kemerdekaan terus bergelora dan penuh semangat menyongsong esok yang lebih siap dalam hadapi ujian pandemi covid19 setahap demi setahap. MERDEKAAAAA, Wassalam (AKW).