Main air yuuk…..

Masuk ke area kolam renang mau ngapain guys?

Photo : Kolam renang Siliwangi Bandung / Dokpri.

Disaat melihat birunya air di kolam renang maka dua pilihan besar terpampang, nyebur atau tidak. Klo pilihan yang pertama yang diambil, berarti ada banyak cabangnya. Ada yang nyebur karena memang mau berenang, ada juga yang mau belajar renang…… tetapi mayoritas yang ketiga yaitu nyebur ke kolam renang itu untuk main air… bener khaan?.

Nah klo yang ngambil keputusan nggak nyebur, udah jelas berarti cuman nganter doang trus ditinggalin dan ntar dijemput lagi, atau bisa juga ditungguin dipinggir kolam renang sambil nongkrong cemal cemil dan mainin hape hingga yang ditunggu kelar bermain airnya.

Tapi agak disayangkan klo udah masuk area kolam renang trus nggak nyebur karena pasti udah bayar tiket khaan?… kecuali emang niat awalnya udah cuman nganter dengan segala konsekuensinya, ya udah itu mah terserah. Tapi klo saya yang kadang itungan, harga tiket masuk kolam renang mulai dari 45rebu di kolam renang Cipaku hingga 75rebu di kolam renang Siliwangi (semuanya di Bandung) kerasa sayang bingit klo nggak nyebur.. ya minimal main air.

Photo: kolam renang Hotel Horison Bandung / Dokpri.

Bisa juga menikmati fasilitas kolam renang di Hotel Horison Bandung di daerah lingkar selatan – buah batu atau di tengah kota Bandung ada kolam renang di hotel Preanger.. tapi ini mah syaratnya kudu nginep dulu.

Yang penasaran tentang kolam renang Cipaku silahkan klik aja KOLAM RENANG CIPAKU.

Atau klo yang di Jakarta, kebeneran dapet dinas luar atau liburan sama keluarga di ibukota negara dan pingin renang di hotel sambil menikmati fasilitas bisa menjadi pilihan nginap di hotel sekaligus renang. Bisa di Kolam renang Aryaduta Tugu Tani atau Kolam Renang Merlynn Park Hotel di daerah Petojo, Jakarta Pusat. Penasaran?… klik aja tulisan tadi.

Nah balik ke yang milih buat nyebur, yuk kita bahas atu atu….

Photo : Kolam renang Hotel Preanger Bandung / Dokpri.

Pertama yang niatnya berenang berarti udah bisa berdamai dengan air dan badannya ngambang. Minimal menguasai satu gaya yaitu gaya bebas.

Jangan salah ya guys, gaya bebas itu bukan bebas segala-galanya. Bebas teriak-teriak atau gangguin orang lain, atau nggak pakai celana… bukan bebas begitu. Tetapi gerakan renang yang sudah umum diajarkan dimana tangan kanan dan kiri bergantian mengayuh serta kaki ikut bergerak simultan. Klo nggak gitu soalnya berubah jadi gaya batu… itu tuh gaya diam dan tenggelam heu heu heu….

Gaya lain banyak variasinya tetapi penulis batasin aja untuk gaya yang umum yaitu gaya dada dan gaya kupu-kupu. Ntar dibahas dech.. sekarang mah ngobrolin turun atau enggak ke kolam renang padahal udah bayar (dasar tukang itungaaan…).

Photo : Siliwangi Swimming park / dokpri.

Kedua adalah yang motivasinya belajar berenang. Artinya umur tidak sejalan dengan kemampuan berenang karena kemampuan ini harus dilatih. Anak kecil bisa mahir tapi orang dewasa tidak bisa berenang, itu mah biasa.

Jadi klo yang belum bisa berenang, jangan berkecil hati. Turun dulu ke kolam renang untuk sekedar main air dan mengenal suasana dulu, sambil perhatikan di kolam… dipastikan ada yang sedang berlatih dan otomatis ada pelatih. Dekati dan tanya-tanya klo moo belajar berenang gimana aturan mainnya. Beragam pelatih dan beraneka tatacara pelatihan yang bisa kita pilih, caranya tanya-tanya dan diskusi.. sambil berendamm. Pertanyaan nggak bakal jauh-jauh, seputar biaya, waktu latihan, kelengkapan… baru bicara teknik berlatih. Tapi klo moo nggak banyak budget keluar… bisa juga dengan gaya nekad… loncaat aja ke kolam renang. Klo tenggelam ntar juga banyaak yang bantuin hehehehe… trus diajarin dech cara berenang.

Ketiga…. nach ini yang paling gampang tapi strategis. Karena tinggal main air… iya mainin air. Tapi disarankan tetap berpakaian atau celana renang. Awalannya bisa sambil jongkok pinggir kolam renang trus duduk dipinggir kolam dengan kaki berendam…. klo udah nyaman ya sudah coba berendam… untuk kolam dewasa biasanya dimulai dari 1,3 meter.

Atur nafas… karena yang nggak biasa mah suka kerasa sesek dan agak panik. Padahal di kolam renang itu jangan takut tenggelam karena tenggelam itu suatu keharusan. Wahhh?. Ehh nggak percaya, berenang itu 90 sd 100 % badan dalam posisi tenggelam lho.. nggak percaya?.. cobian geura.

Jadi saran kami mah… ke kolam renang itu tujuannya ‘main air’, sambil main air bisa ngasuh anak baik bayi atau anak-anak, juga ngasuh anak orang heuheuy…. jangan lupa awasi anak kecil apalagi bayi oleh orang dewasa. Karena kolam renang bisa berbahaya.

Lalu main air sambil belajar renang juga bisa, dan akhirnya main airnya sambil menggunakan berbagai gaya baik gaya bebas, gaya dada, gaya kupu-kupu plus gaya batu dan ada juga gaya lumba-lumba hehehehe.

Nah gitu dech 3 pilihan yang bisa diambil disaat kita beli tiket masuk kolam renang. Selamat nyebur guys, Wassalam. (AKW).

Liburan & Benkrush

Macet itu bikin lelah otak dan pegal hati, untung ada ‘benkrush’.

Bunderan leuwigajah tinggal selemparan batu untuk tiba dirumah. Setelah dari ba’da shubuh tadi beredar ke ibukota, sebuah perjalanan PP yang lancar. Berangkat jam 06.00 wib dari Cimahi Selatan dan tiba di bilangan Kelapa Gading jam 8 pagi, lanjut ke Pejaten Jaksel hingga tuntas sholat jumat. Balik kanan ke arah Bandung via JORR lancar jaya. Bekasi yang biasanya adalah area kemacetan yang menyesakkan dada dan memegalkan kaki serta melelahkan jiwa (pernah lewat pas sore di hari kerja terjebak hingga 5 jam.. hanya di tol bekasi aja) sekarang lancar jaya. Tapi…

Di daerah karawang tersendat hingga terdiam.. “Siap2 kaki pegal dan pinggang panas”.. tapi tetap doa dalam hati berharap agar segera melewati kemacetan ini…

Tiba-tiba terdengar sirine, dan di kaca spion kanan terlihat sebuah ambulan bergerak menyeruakkan antrian kemacetan… “Kesempatan nich!” Segera agak ke kiri memberi jalan sambil siap-siap menggabungkan diri dengan ambulan dan rombongannya.

Settt!!!! … Mobil ambulan diikuti satu bis kecil dan dua avanza putih melewati.. ada celah.. segara sein kanan dan….. setttt!!! Segara ikutan bergabung dengan rombongan. Tak lupa lampu hazzard dinyalakan.

Memang tidak nyaman ikut-ikutan rombongan ditengah kemacetan, perlu konsentrasi tinggi agar tidak terjadi tabrakan atau nyenggol kendaraan lainnya. Trus rem mendadak dan gas mendadak plus ganti perseneling secepat kilat adalah kewajiban yang harus dipahami, dikuasai dan dipraktrekkan. Eits tidak lupa juga berdoa khususnya untuk yang diambulan, “Semoga Allah segera memberi kesembuhan” atau bagi yang sudah menjadi jenasah, “Allahummagfirlahu Warhamhu Waafihi wa’Fuanhu..”

Sehingga kemacetan bisa tersuay… eh tersibak dan bisa lebih cepat melewatinya. Melewati karawang perjalanan lancar hingga… keluar pintu tol Baros-Cimahi, senangnyaah..

Ehhh…. ternyata keinginan untuk tiba di rumah segera harus sirna karena tiba di bunderan leuwigajah, kemacetan mendera. Semua kendaraan terdiam termasuk ratusan roda dua yang juga terjebak dalam kemacetan…. disinilah kesabaran di uji.

Dikala lalulintas libur panjang alias long wiken dipastikan menciptakan titik-titik kemacetan, Ehh… ternyata……. kena juga tuh kejebak macet ampe 1 jam terdiam, rasanya jleeb.. dongkol. Nggak bisa ubah haluan pilih jalan lain meskipun jalan memutar karena seakan jadi ikan yang terjebak dalam bubu. Nggak bisa gerak kanan kiri ataupun mundur…

Sambil memandang sekeliling terlihat wajah-wajah kesal dan lelah karena ternyata diam dan diam tak bergerak hingga 45 menit…. parah bangeett.. untung saja ada angkot yang mengalihkan ketidaksabaran ini.

Di kaca belakangnya tertera tulisan besar “Benkrush”, awalnya berfikir bahwa sopir angkot atau pemiliknya adalah nasabah yang menjadi korban dari bankrutnya sebuah bank sehingga terjadi penarikan uang nasabah secara besar-besaran (rush) tetapi ternyata tidak ada uang cash di bank nya dan terbayang kerusuhan nasabah di kantor bank tersebut (bankrush)…. eh tapi nulisnya pake hurup ‘e’ bukan ‘a’… jadi kira-kira apa ya?

Mencoba dengan pendekatan ‘Empatic sopirangkotisme’ alias mencoba membayangkan seakan menjadi supir angkot itu.. konseenntrasi.. satu detik.. dua detik… mulai terasa gerah dan lelah nyopirin angkot di tengah kemacetan. Trus membayangkan sebulan lalu pesen dipasangan tulisan itu sebagai penghias kaca belakang angkotnya.. Zlapp!!! Dapatt jawabannya.

Mau tau?… atau mau tau bingit?..

Ternyata sederhana teman2 pembaca… itu adalah salah satu kosa kata dalam bahasa sunda yaitu ‘bengras‘ artinya ‘jernih atau jelas‘. Supaya lebih modern dan gaya maka gaya penulisannya ditambah-tambahin supaya mirip kosakata bahasa inggris… jadilah ‘Benkrush’.

Alhamdulillah.. hasil menganalisis tulisan itu membantu melupakan kemacetan dan akhirnya maju perlahan hingga tiba di rumah 1 jam kemudian. (AKW).

Tolol

Sebuah ujaran yang tiba-tiba harus diterima, ada apa gerangan?

“Tolol!!”

Satu kata yang terlontar terasa menerpa wajah dengan seribu tanya. Menyerbu kalbu tanpa ba-bi-bu, dari mulut seorang pengendara motor yang dimuntahkan dari sebelah kanan kendaraan.
Hanya saja tak bisa konfirmasi karena pelontar kata itu langsung tancap gas menembus kemacetan sore.

Mobil dengan sein kiri telah mengambil posisi diam di kiri jalan. Masih termenung dengan kejadian tadi dan teriakan ‘tolol’ menjejak di memori tak mau pergi. “Apa gerangan yang terjadi?” Sebongkah tanya menelisik jiwa.

Segera otak bergerak cepat menyiapkan acara rekonstruksi, membayangkan gerakan mengemudi tadi sehingga berbuah kekecewaan dan menyebabkan seseorang meneriakan ujaran kebencian lisan yang tak sempat direkam sebagai dasar aduan dengan dalih ‘hate speech’ yang lagi ngetren di jagad pancawarna ini.

Tapi setelah melakukan virtual rekonstruksi hingga sepuluh kali, belum ditemukan adegan mana yang mengecewakan pihak lain. Belok kanan, kondisi padat merayap, pasang lampu sein kiri karena mau berhenti dulu, karena ada keperluan, sudah… “Apa yang salah ya?”

Lalu mencoba pendekatan ‘Empatic Egoistis‘, berfikir sebagai posisi pengujar. Ternyata muncul beberapa opsi pilihan, ih opsi itu pilihan.. nggak usah ditulis double sama-sama, ah sudahlah.

Pertama, “Mobil hitam ini mengganggu manuverku yang selalu mepet di kiri klo jalanan macet, khan motor bisa nyelip sana – nyelip sini.”

Kedua, “Pokoknya aku nggak suka terhalang mobil lain, aku khan naik motor, harus lancar.”

Ketiga, “Kamu nggak tau, aku udah ‘kapacirit’ alias ‘ee dikit’ jadi harus segera nyampe kost-an sebelum terjadi bencana lebih besar.”

Keempat, “Apes banget hari ini bos marah-marah, bonus ditahan, eeh ini mobil item malah brenti ngehalangin gua yang lagi galau, Toloool!!!”

Akhirnya ada sebuah kesimpulan yang rasional bahwa sumber kata ‘tolol’ itu karena ketololan pengendara motor yang merasa kenyataan tidak adil dikerjaan plus terganggu di perjalanan dengan gerakan mobilku ke pinggir, padahal sesuai aturan berlalulintas.

Ini cerminan bahwa dalam hidup, tidak semua tindak tanduk atau kelakuan kita yang baik atau berusaha baik dengan mengikuti aturan itu langsung disukai oleh orang lain. Belum tentu.

Meskipun mayoritas manusia pasti suka dengan orang yang berbuat baik. Yang ikutin aturan dan norma kehidupan.

Sekarang jiwa ini tidak merasa penasaran lagi dengan lontaran kata ‘tolol’ tadi, tapi ikut prihatin dan berdoa semoga sang pengendara motor diberi keselamatan dan ketenangan hati. Amiiin.

Yuk tetep istiqomah dan berusaha menjadi baik… baiklah. Wassalam. (AKW).

Diary coffee 4

Diary Coffee berlanjut… volume 4 yaa.

Pagi baru menjelang
Disaat panggilan datang
Perintah langsung Bos dalbang
Menghadap tanpa bayang-bayang

Tersaji Kopi Florist Naganingrum
Masih bean sudah harum
Di grinder manual makin ranum
Rasa nikmat sudah tercium

Kopi arabica memikat rasa
Apalagi undangan tak terduga
Dua sloki tidak terasa
Meresap jiwa kuatkan raga

Kopi Rumput

Variasi menikmati kopi butuh kreasi dan juga hati, siapa yang bisa mengungkap makna maka dia yang bisa menjadi penikmat nyata.

Sebuah kreasi memang terkadang menghasilkan sesuatu yang berguna bagi umat manusia. Tapi bisa juga menjadi penghancur peradaban… wadduh eta bahasanya begitu ekstrim. Eiiy nggak percaya.. contoh : penemuan nuklir, sangat membantu manusia untuk bidang kesehatan dan energi tapi disisi lain radiasinya sangat berbahaya apalagi dibuat menjadi senjata massal pembunuh manusia.

Nah ngomongin kreasi disini tentu tidak lepas dari si hitam menyehatkan. Apa coba?

Norit?
Arang?…

Ih bukann… ini mah masih ngobrolin tentang kopi… coffee guys.

Ohh… kopi, sugan téh naon.

Eits tapi itu tadi, setelah hampir setahun menjadi PasPenKoHit alias Pasukan Penikmat Kopi Hitam dan mulai bisa merasakan bedanya kopi arabica dingin dengan kopi arabica panas…. yach itu mah siapapun bisa.

Maksutttnya bisa merasakan sensasi pahit dari kopi yang seduh manual baik pake V60, Chemex, blue bottle dan kawan-kawannya ataupun gara-gara nyeduhnya pake putaran melawan jarum jam… terasa ada beda rada beda sensasi.

Makanya dicoba praktek olangan dirumah dengan alat sederhana. Bermodalkan grinder, filter dan V60 plus air panas mah tinggal dijerang di kompor… oh iya termometer buat ngukur suhu plus teko berleher panjang dan kecil sehingga bisa nyeduh dengan paripurna.

Kali ini, biji kopi arabika dari PT Agro Jabar yang dieksekusi, digrinder di putaran 2 dan segera diseduh diatas filter V60 yang udah dibasahin terlebih dahulu.

Nah sebagian dinikmati sesaat setelah diseduh dan sisanya masukin ke botol, simpen di kulkas untuk dinikmati esok hari dengan sensasi dingin yang ngangenin.

Masalah rasa dijamin pahit, tapi pahit yang miliki rasa.

Dari sisi aroma memang low, juga aciditynya medium tetapi untuk body dijamin strong, nendang pahit pisan. Tapi bukan karena roastingnya mode ‘tutung’ tapi memang beannya miliki komposisi body yang strong. Untuk pemula nggak disaranin, takutnya kaget dan kapok minum kopi asli giling seduh langsung… sayang khan?

“Trus judulnya ‘kopi rumput’ kok nggak ada korelasinya dengan tulisan ini?”

Plis sidang pembaca jangan sewot dulu, inilah yang dinamakan kreatifitas. Bikin orang penasaran dan senyum karena ekpektasi ternyata berbeda dengan kenyataan itu mungkin jadi obat stres atau malah bikin bete?… ya terserah sajah laah.

Kopi rumput itu adalah kopi yang seduh tadi malam, disimpen di kulkas dan pas sekarang nganter ibu negara berdinas di hari libur… saatnya menunggu sambil menikmati suasana menghijau sambil ngopi buatan sendiri diatas hamparan rumpuut…

Jangan merasa tertipu kawan, jadikan saja ini sekilas hiburan.

Note : Tulisan tentang review rasa kopi ini bukan pendapat ahli, tapi si aku yang lagi belajar memaknai rasa pahit yang ternyata menyimpan aneka rasa lain dengan berbagai faktor, baik faktor asal biji, juga proses yang banyak tahapnya hingga finalisasinya di teknis penyajian.

Saran paling gampang : coba – nikmati – syukuri maka makna rasa akan datang tak terduga.

Wassalam.
Cisarua 250318. (AKW).

Curug Cipanas KBB

Sebuah goresan pena tentang Air terjun / curug yang lagi hits di medsos. Dengan keunikan utama adalah air panas alaminya.Terletak di perbatasan 2 kecamatan di Bandung Barat. Selamat menikmati.

Hari libur kerja bagi ASN biasa adalah sabtu minggu, tapi bagi ASN alias PNS, khususnya yang terkait tugas sebagai pelayanan masyarakat juga pelayanan langsung pimpinan maka almanak itu hitam semua karena pola yang digunakannya adalah shif-shifan atau giliran atau piket atau apapun itu yang penting jam kerja minimal mingguannya terpenuhi sesuai aturan.

Bidang kesehatan khususnya dokter, perawat dan petugas administrasi pendukung yang ada di IGD RS pemerintah sudah dipastikan sabtu atau minggu berdinas begitupun seperti petugas pemadam kebakaran, DLLAJ yang harus siap bekerja di hari libur tak peduli libur sabtu minggu biasa ataupun pas libur nasional yang jatuh di sabtu minggu serta hari lain…. tak ada rumus menolak, terima tugas dan kerjakan dengan ikhlas.

Kompensasinya memang bisa libur di hari lain, tetapi pengorbanan yang terasa itu adalah waktu kebersamaan dengan pasangan dan keluarga yang harus dimanage sedemikian rupa. Disini diperlukan sinergi pemahaman dari suami atau istri juga anak dan orang tua bahwa ada konsekuensi kerja yang harus dijalani bersama.

“Curhat yaaa nulis dua paragraf tadi?..”

“Emang iya, kenapa gitu?.. pengen?.. ya monggo nulis curhat juga!”

Diskusi monolognya terhenti, karena mobil yang dikendarai sudah memasuki area IGD Rumah sakit pemerintah di daerah Cisarua KBB, tempat istri tercinta berbakti sebagai salah satu petugas medisnya. Tiba perlahan di pelataran IGD, mobil berhenti dan setelah berpamitan, istriku siap bertugas di hari libur. Ya itu tadi resiko tugas. Titik.

Nah… sambil menunggu, jadi inget postingan temen dan ngajak ke objek wisata baru berupa air terjun di sekitar sini yang katanya lagi hits…. karena airnya hangat secara alami bukan hangat karena dijerang eh digodog… duh jadi inget mie godhog…

Lapeer.

Nggak pake lama, kombinasi IG dan Gugel memberi informasi lengkap lokasi wisata baru ini. Gambarnya keren-keren, tapi penasaran klo nggal nengok langsung. Lagian gugel map bilang cuman 10 menit dari lokasi sekarang yaitu di dekat Umiversitas Advent Indonesia (UNAI). “Lha ngapain disitu?….”

“Ngambil duit di ATM bro, usil amat sih.”

***

Perjalanan menuju curug cipanas dimulai, klo dari arah Curug Cimahi atau UNAI ya.. ikuti jalan Kolonel Masturi arah lembang. Ntar klo ktemu pertigaan ambil arah kiri ke Lembang karena arah kanan adalah ke jalan Sersan Bajuri. Dari situ dua belokan…. aslinya dua belokan, belok kiri dulu baru belok kanan… sekitar 500 meter ada spanduk berwarna merah, “Curug Cipanas 100 m, ada parkir mobil”... kitu ceunah.

Tapi hati-hati kawan, 100 meter dari jalan Kolonel Masturi itu baru nyampe ke parkiran. Sebenernya masih bentuk parkiran darurat dan dipinggir tebing, ya sekitar 12 mobil bisa masuk dengan tarif parkir flat Rp 10.000,- untuk mobil dan Rp 5.000,- untuk motor.

Disekitar parkiran ada beberapa kios sederhana yang dibangun, berjualan air mineral, minuman botol lainnya, Popmie serta ada juga kios yang jualan pisang yang dijual persikat eh pertandan. Jadi klo haus ya tinggal beli air mineral atau softdrink lainnya.

Nah dari parkiran ke lokasi… berjalan menyusuri jalan kecil pinggir selokan sekitar 600 meteran, pagi ini agak becek. Yaa…. klo untuk orangtua ataupun yang punya masalah dengan jalan kaki lebih baik urungkan niat jangan dipaksain. Karena aksesnya mirip trekking dan mencari jejak jaman pramuka baheula. Jangan salah, suasana menghijau damai, sejuk dan menenangkan.

Sambil berjalan memgikuti rombongan ibu-ibu yang menenteng rantang mau botram (makan bersama) kayaknya. Terlibat pembicaraan singkat dan akhirnya motoin ibu-ibu yang berpose di sebuah ornamen jembatan bambu yang seolah memjadi pembuka area wisata ini.

Setelah itu terlihat pemandangan yang ramai, banyak orang terutama anak-anak yang bermain di kolam berair keruh… “Kok keruh ya?” Sebuah rasa kecewa menyelip di dada, kok nggak mirip di IG temen ya?…

Masuk ke area bayar Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000,- untuk anak-anak. Fasilitas sudah mulai tertata apik, beberapa saung terbuka, penyewaan tikar, penyewaan pistol air, jajanan dan juga kamar mandi yang tradisional dengan bahan dinding nambu, tapi dijamin ada celah diantara kita hihihi…

Sumber air panasnya berasal dari Gunung Tangkuban perahu berupa air panas alami, yang di buat dengan kreatifitas karang taruna desa dan kecamatan ini untuk mengooptimalkan potensi alam ini sehingga bisa dinikmati banyak orang serta menjadi tempat berkumpul, diskusi sekaligus belajar berbisnis untuk menggerakkan peremonomian desa di dia kecamatan yang berbatasan yaitu karang taruna kampung Nagrak Kecamatan Lembang dan Kampung Kancah Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Terdapat 3 buah kolam rendam, kolam pertama yang langsung dari sumber air panasnya dengan luas terbatas ya sekitar 5 meter persegi, kolam kedua berbentuk bulat dengan diameter 10 meter dan airnya masih terasa hangat serta dari kolam kedua dibuat air terjun menuju kolam ketiga yang lebih luas tapi dangkal. Hanya saja saking banyaknya pengunjung, airnya keruh karena ter-ubek.

Jadi disarankan klo pengen ngambil photo yang keren serta kondisi airnya jernih harus diluar sabtu minggu dan tentu pagi-pagi bingitt..

Oh iya tempat ini cocok buat makan bersama komunitas ataupun keluarga. Makanan bawa sendiri atau beli disini. Termasuk tersedia juga lahan untuk berkemah dengan tarip Rp 35.000 ,-.. terbayang disaat suhu dingin? kita berendam dan beremang di air panas alami.. eh air hangat ding… nyamannnn pisan tah.

Tadinya pengen berenang, eh Ternyata banyak orang dan airnya keruh. Urung sudah mencoba berenang disini. Celana renang disimpan lagi, kacamata remangpun kembali bersembunyi.

Ah udah ah…

Ya gitu dulu kawan, sebuah cerita sudah tersaji tinggal klo yang mau yaa langsung ekskusi. Datang kesini dan nikmati keramaiannya.

Have a nice weekend guys. (AKW).

Kolam Renang Merlynn Park Hotel Jkt

Disela tugas mencoba nikmati kolam renang outdoor dan indoor di salah satu hotel ibukota.

Akwnulis.com, Jakarta. Tepat adzan magrib mulai masuk ke Hotel Merlynn Park di daerah Petojo Jakarta Pusat. Check in dilayani dengan cepat karena sudah beli via aplikasi di smartphone. Weits dapet lantai 21. Gpp ah, yang penting dapet kamar. Tapi khan ini mah nggak ngulas kamar hotel hehehe.

Masuk kamar, ganti baju dan sedikit rebahan di sofa kamar….. dan tak berlama-lama, segera keluar kamar menghambur ke lift menuju lantai 7. Apa sebab coba?…. karena jadwal operasional kolam renangnya ampe jam 9 malem dan sekarang jam sudah hampir jam 8 malem.

Photo : Swimming pool at night / dokpri

Jreng… pintu lift lantai 7 terbuka disambut dengan pemandangan tempat gym yang cukup luas serta beberapa orang sedang olah tubuh ngatur raga. Segera belok kanan dan kolam renang hotel menyambut penuh keceriaan.

Takjub juga melihat kolam renang berbentuk memanjang semi oval dengan dinding berkelok-kelok serta birunya air diterangi lampu didasar kolam memberi sensasi penuh kedamaian. Yang lebih menyenangkan adalah lanskap ibukota menjadi background disaat kita bermain air disini.

Oh iya lupa…. lapor dulu donk sama petugasnya supaya dapet handuk besar serta kunci loker. Jangan lupa liatin nomer kunci kamar… eta keukeuh.

Disini kolam renangnya banyak lho gusy. Semuanya air dingin, tapi khan cocok dengan cuaca jakarta yang relatif panas.

Kolam pertama yang menyambut tadi, posisinya indoor jadi klo siang aman dari sengatan mentari ataupun tetesan air hujan. Panjang kayaknya nyampe 50 meter.. hahaha nggak keburu bawa meteran. Dinding kiri kanannya kelok-kelok tapi kalau di tengah bisa digunakan untuk trek berenang lurus dengan kedalaman 1,6 meter. Terdapat undak-undak di ujung selatan untuk masuk ke kolam… dan segeralah meluncurr.

Photo : Kolam renang 1 lagi / dokpri

Kolam kedua juga kedalaman 1,6 meter dengan bentuk kotak dan satu sisinya menjorok ke depan serta berdinding kaca, bisa dilihat dari bawah lobby hotel. Kelebihan kolam renang outdoor ini adalah seakan menyatu dengan lanscap ibukota, lampu-lampu dan gedung tinggi. Bersama temaram malam yang dikedipi oleh bintang malu-malu.

Trus menyatu dengan kolam renang outdoor untuk dewasa, terdapat kolam dangkal memanjang bagi anak-anak dengan kedalaman 40 cm, tapi karena salah satu ujungnya menyatu dengan kolam renang dewasa, pengawasan orang tua sangat diperlukan. Berbahaya.

Satu lagi ada kolam lonjong dengan diameter 3 meter khusus untuk anak-anak. Untuk fasilitas pembilasan ada yang terbuka atau juga masuk ke dalam kamar mandi yang terpisah laki-laki dengan perempuan. Terdapat 10 kamar mandi dengan shower dan 2 WC dengan kloset duduk.

***

Esok paginya setelah sarapan di restorannya yang cukup luas, bersiap juga kembali menjajal kolam renangnya. Tapi teh panas dan kopi item jangan dilewatkan, sajian makanan lain cukup lengkap termasuk ada sushi dan mpek-pek.. eits khan bukan bahas kulinernya.. ingaat konsistensi.

Habis sarapan segera menuju lantai 7 dan kembali menikmati kolam renang sambil berjemur dipijit oleh hangatnya mentari pagi ibukota. Setelah lelah main air….. berjemur di kursi santai tepi kolam sambil melihat pemandangan pagi kota jakarta.

Photo : pagi bingit di kolam renang / dokpri.

Terbayang khan nikmatnya?... ini bukan pencitraan, tapi ini bentuk kompromi dalam menjalani tugas yang penuh tantangan dan kesulitan. Tak usahlah kerepotan kerja dicurhatin di blog, sudah cukup dirasakan dan dijalani. Nah berbagilah sesuatu yang menyenangkan…

Jadi…. kerja kerja kerja itu terus lanjut.

Makanya nggak bisa lama bermain air, beranjak ke kamar hotel, mandi, dandan dan segera check out. Lalu pake taksi menuju tempat acara yang dipastikan jam 09.00 wib dimulai… jeng jreng.

Wassalam. (AKW).

***

Baca juga : Kolam Renang Aryaduta Jakarta.