5 poin target di Bulan Ramadhan 1438 H

​Assalamualaikum Wr Wbr

Puji dan syukur milik Allah SWT, kita bersyukur atas keberkahan dan rejeki yang berlimpah.

Shalawat dan salam untuk junjunan kita Nabi Muhammad SAW.

Tinggal menghitung hari untuk menyambut bulan Ramadhan 1438 Hijriah. Sebagaimana tercantum perintah Allah pada Qur’an Surat Albaqarah ayat 183.

Sebagai persiapan menyambut bulan ramadhan dibahas pada QS Ali Imran Ayat 16-17.

5 poin target di bulan Ramadhan adalah :

1. Asshobirin; menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Istilah sabar bukan berarti berdiam diri tetapi senantiasa bergerak. Karena pafa hakikatnya seluruh aktifitas kehidupan memerlukan gerak termasuk beribadah.

2. Asshodiqin; menjadi pribadi yang jujur dalam lisan, perilaku dan tingkah laku keseharian.

Dalam Hadist disebutkan bahwa jujur akan mengarahkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke sorga.

3. Alqonitin; menjadi pribadi yang taat dalam beramal sholeh. Tentunya berperilaku disiplin. Seperti membaca Alquran paling minim 10 ayat per hari, karena akan menjadi syafaat kelak di hari akhir.

Tantangan terberat adalah konsistensi dan sikap istiqomah pasca bulan ramadhan.

4. Almumfiqin; menjadi pribadi yang lebih peduli dan perhatian.

5. Almustagfirina bil ashar; memlakukan dan memperbanyak istigfar di waktu sahur, bertobat dari segala dosa yang dilakukan. Karena kematian semakin dekat.

Doa memasuki pagi hari yg dicontohkan Rasulullah SAW :

“Allahumma inni as aluka ilman nafia warizqon toyyiban waamalan muttaqobala”

Mencakup 3 permohonan penting yaitu :

1. Ilmu yang bermanfaat

2. Rejeki yang baik dan berkah

3. Amalan-amalan yang diterima Allah SWT

Demikian intisari pengajian shubuh minggu ini.

Wallahualam bisshawab

Mesjid Almuttaqin/08 Mei 2017/penceramah Ustd Cecep Firdaus

Wassalamualaikum Wr Wbr

Belatedly falling in love

My step stopped to see my Uncle was having fun with Haji Dartam’s wife. “It was not a figment, can now see with own head”, but i’m not sure, they could just meet to keep talking.

“Assalamualaikum Uncle Haji !!”, I kind of shouted. He looks shocked, his hands immediately released from the lap of Aunt Suminem.

“Waalaikumsalam, Has not been visiting for a long time”

“Incidentally Om, had sold furniture in the market, continue at once want to meet Uncle”

“Let’s go in”, Uncle invites to enter his home, Aunt Suminem followed with a flirtatious.

” Where Aunt and sister Amah? I asked. “Going to town,  there’s a business.”

I understand, then talk about other things because it has not been met for a long time.

Before saying goodbye, I whispered, “Sorry Uncle, what happens beetween You with Aunt Suminem?”

“Nothing, we just admire each other”

Violet faded accompanied by the singing of insects in the afternoon, accompanied the pique step of seeing the old man who belatedly falling in love.

Pengajian senin shubuh.

Senin pagi yg bejibun tugas serta kerjaan,  dengan semangat pat lima, hadapi semua dengan ceria. Eittt jangan salah, hari senin diawali dengan terbangun jam 3 dan bergegas mandi. Setelah berpakaian rapih, segera beranjak ke garasi untuk menyalakan kendaraan dan mengantar diri ini menuju mesjid AlMuttaqien.

Shalat shubuh berjamaah dirangkai dengan pengajian pagi terasa menyejukkan hati dan perasaan lebih lega. Diawali Kadis Binamarga dilanjut pengarahan singkat pak Sekda, apalagi ustad yang hadir adalah DR Aam Amirudin. Semakin lengkaplah semangat menimba ilmu di majlis ini mendengar penjelasan yang lemah lembut. Intonasi variatif beserta pemahaman ayat yang begitu lugas serta komprehensif.

Sungguh kebijakan pimpinan di Provinsi jawa barat yang mewajibkan kepada seluruh pejabat struktural mengikuti shalat shubuh berjamaah dan pengajian awalnya pro dan kontra. Tetapi seiring perjalanan waktu, banyak hikmah yang di dapat, diantaranya :

a. Tidak terjebak macet di senin pagi, ya iyalah… secara gituu. Ya berangkat jam 3-4 dini hari, udah dipastikan jalan lancar kodong melongpong.

b. Yang hobi ngebut bisa disalurkan, caranya bangun agak telat mepet ke adzan shubuh. Langsung bangun, cuci muka dan ganri baju…. cusss berangkat dengan dada bergetar dan hariweusweus takut apa-apa. Dijamin jadi pembalap dadakan .

c. Yang seneng ketemu temen2 pejabat struktural, disinilah tempatnya. Reuni mingguan saling bertukar cerita dan pengalaman pasca dipisah mutasi karena penugasan. 

English Course Chapter1

Waktu terus berlalu menjejak detik meniti menit, satu hal yang agak minder itu adalah penguasaan bahasa internasional.. tu dia, bahasa inggris.

Diinget-inget nilai mata pelajaran bahasa inggris nilainya nggak jelek kok. Nyampe SMU tuh nilai baik-baik aja. Meskipun memang cenderung pasif. Bisa jawab soal ujuan dan (agak) ngerti lirik lagu. Tapi giliran ngomong serasa mulut terkunci. Sehingga cas cis cus nya nggak maksimal.

Di bangku kuliah malah ikut klub bahasa inggris dan lumayan bisa ingat, “I love U, Would you like to marry me?, Please, introduce your self”… jadi lumayan tuh penguasaan bahasa. Hingga di semester 7 klo nggak salah, nilai bahasa inggrisku hampir sempurna. Tapi kenapa sekarang jadi membisu klo ada yg ngobrol bahasa inggris?…

Disadari atau tidak, kemampuan bahasa aksn terpelihara manakala selalu digunakan setiap waktu atau sesering mungkin. Dan…. kembali ke awal kerja pasca kelulusan dari bangku kuliah adalah mengabdi kepada masyarakat secara langsung yaitu di kantor kecamatan dan lingkup desa . Bahasa yang digunaksn rutin adalah bahasa rakyat khususnya bahasa sunda loma (akrab) dan nggak pernah lagi ber-inggris ria.

Terlepas dari itu semua, yang mungkin hanya sebagai justifikasi kelemahan diri. Sekaranglah saatnya belajar kembali. Mempelajari bahasa inggris dengan pendekatan praktis. Atas skenario Allah Swt dipertemukan dengan Pak Pri, pelatih private bahasa inggris yang kebetulan tetangga. Maka tanpa banyak diskusi, sudah dimulai sejak 4 minggu lalu.

Perlu kiranya pengetahuan ini ditulis dalam blog online sehingga siapapun yg butuh bisa tinggal comot gituu. Juga tidak lupa nulis inipun udah ijin sama Pak Pri.

Pertemuan pertama membahas tentang Fondasi pemahaman bahasa inggris yaitu tentang ‘Kind of Auxiliary Verb” yang terbagi atas 4 kelompok besar, yaitu :

English Course Chapter1

Kind of Auxiliary Verb

1. To be

Mengandung arti sedang.

a. S + to be + V.ing + ….

b. S + to be + being + out of Verb + …

Personal pronoun :

Subject : i, you, we, they, he, she, it

Object : me, you, us, them, his, her
2. To do

Used to make negative/interrogative sentences

Do : i, you, we, they

Does : he, she, it

With predicate must be verb

They speak english (+)

They do not speak english (-)

Do they speak english?
3. To Have

To be used to make sentences which as means : TELAH.

Have : i, you, they, we

Has : he, she, it

a. S + have/has + V3 + …..

b. S + have/has + been + out of verb + …
Have :

a. V3 : telah

b. Noun : mempunyai

c. V1 : harus
4. Modals

Can, must, may, shall, will

a. S + modals + V1 + ….

a. S + modals + be + out of V + ….

To be continue…

Pacilingan

Di saat kaki bergerak menapak jalan setapak yang menurun serta sedikit becek. Mata harus waspada agar terhidar dari ’tisolèdat’ (terpeleset; b.sunda). Berusaha teliti meniti penuh rasa hati, disaat harus mengikuti sebuah agenda pimpinan melakukan inspeksi pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur.

Kita bahas dalam tulisan lain tentang jembatan darurat ini. Sekarang ada yang lebih menggelitik hati adalah sebuah pemandangan khas desa yang ternyata itu yang sebenarnya ada. Yaitu keberadaan bangunan mungil yang dibuat dengan bambu dan kayu sederhana, berada diatas kolam penduduk berukuran 2 meter persegi dengan atap juga sederhana.

Disitu terdapat air yang dialirkan melalui pipa bambu dan terus mengalir hingga jatuh gemericik ke permukaan kolam menyusun ritme musik alami yang menenangkan hati.

Masyarakat menyebutnya ‘pacilingan’ dan ada juga yang mengistilahkan ‘helikopter’. Nah untuk istilah kedua agak gagal paham. Mungkin mirip heli sedang mendarat?… entahlah.

Yang pasti bangunan itu ada dan fungsional dengan jarak dari rumah variatif. Ada yang cuma 5 meter tetapi ada juga yang harus menyeberang jalan dan menuruni lembah. Digunakan sebagai fungsi jamban mandi cuci kakus (MCK).
Satu sisi terlihat bahwa keberadaan ‘pacilingan’ ini menjadi gaya hidup masyarakat pedesaan, di sisi lain berbenturan dengan konsepsi program sanitasi khususnya perilaku hidup bersih dan sehat yang salah satu syaratnya adalah memiliki jamban untuk MCK di dalam rumah.

Tak mau berdebat dengan ketidakjelasan, segera di ambil gambar saja bangunan di atas kolam itu. Dilihat jadi ciamik berpadu serasi dengan hijau sekitar. Tidak lupa hasil photonya di share kepada para punggawa sanitasi agar bisa berbagi informasi bahwa masih ada kondisi seperti ini juga diskursus kewenangan pemerintah level mana yang harus action dahulu atau secara bersama-sama.

Di saat kebelet pipis, tak ada alasan untuk bertahan. Akhirnya mencoba masuk di salah satu pacilingan, berjongkok sambil agak tegang karena lantai kayu yang licin dan terlihat beberapa pasang mata mujaer mengintai sesuatu yang mungkin akan diluncurkan. Sungguh pengalaman yang mendebarkan.

Lokasi Dusun Pamalayan Desa Cikarang Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut Provinsi Jawa barat. 

280317

Jemput ibu negara

Siang menjelang, suasana terang perlahan meredup. Lumayan nggak terlalu panas, khan bentar lagi jemput ibu negara (maksudnya istri yaw)…. 

“Lho kok hari minggu istrinya kerja?”, pasti itu pertanyaannya. Ya jawaban yang paling umum adalah, “Resiko kuli, titik.”

Padahal dalam hati bersyukur punya istri yang bekerja, saling bahu membahu mendukung fondasi keuangan keluarga. Meskipun yang wajib memberi nafkah itu suami, tetapi kalau istripun bisa menghasilkan rejeki.. kenapa tidak?

Yang penting nafkah utama dari suami, kalau istripun bekerja dan dapat penghasilan berarti disaat istri membantu keuangan keluarga dapet pahala sedekah lho.

Jadi khan win-win. Suami dapet pahala karena memenuhi kewajiban menafkahi keluarga. Istri dapat pahala sedekah karena membantu keuangan keluarga.

Trus ngapain pake istilah ‘ibu negara?’

“Lah suka-suka gue. Itu khan istriku, ya hak diriku untuk memanggil dan menyebut dengan sebutan apa saja. Bener khan?”

Soalnya ada negara kecil yang sedang dibangun yang namanya keluarga. Rakyatnya minimal 3 orang. Ayah negara, ibu negara dan anak negara… ahay kok jadi lebay. Gpp ah suka-suka.

Alhamdulillah. Perjalanan menuju wilayah bandung utara ditemani rintik hujan yang semakin menderas. Tepat waktu, sampai di tempat kerja ibu negara.

Senyumnya menyambut, hayu kita pulang.

Capcuss.. 020417