Kopi Kotjok.

Dingin…. kotjok dulu.

Photo : Kopi Kotjok mini Americano / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Dikala jadwal makan tiba dan posisi sedang di sekitar jalan braga maka coba cari pengganjal perut yang cepat dan dipastikan enak.

Sebenernya banyak pilihan, sekaligus ngopi bin ngopay, tetapi waktu sangat terbatas sehingga harus segera diambil keputusan tuntas sebelum berlanjut ke meeting berikutnya yang harus dimulai tepat waktu.

Kebetulan ingat ada roti enak di jalan braga ini, salah satunya di toko French…. meluncurrr… eh melangkah tergesa menuju tempat yang dituju.

Tanpa basa-basi langsung pesan roti cheesenya dan segelas americano si kopi hitam tanpa gula.

Sambil menuju tempat duduk, mata tertuju ke etalase kaca kulkas… eh ada yang menarik… mendekatlah… dan dibaca perlahan.. k-o-p-i-k-o-t-j-o-k.. kopi kotjok… oh kopi kocok.. pake ejaan lama tho….xixixixi.

Nggak pake lama, buka kulkasnya, ambil botolnya brrrrrr…. dingin, dan dibawa ke meja dimana semuanya akan dinikmati… segera.

Lucu dech…. botol plastiknya berbalut tulisan ‘Kopi Kotjok Mini Americano’…. dingin lagi. Langsung dibuka, baca Basmalah… sruput dikitt…

Segeer dingin… rasa kopi hambar bergula hadir menyapa lidah yang dahaga…. hanya berani seteguk saja, lalu diberikan kepada rekan yang ternyata juga mau alias kabita… monggo… es kopi bergula berpindah raga… tapi nggak apa-apa karena rasanya ‘sangat biasa‘… minimal bisa merasakan ngotjok dulu sebelum ngopay hehehehe…. ngotjok botol kopi yaaaa…. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : French Bakery, Jl. Braga N0.35 Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, 40111.

Banana ripped brownies peanut butter.

Menemani istri membuat sajian kue bergizi…

Photo : Brownies karya Ibu negara / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Baca judulnya dipastikan eh kemungkinan besar muncul pertanyaan, “Kok nggak nulis kopi lagi? atau “Kehabisan bahan tulisan tentang kopi yaa?” dan berbagai pertanyaan lain yang semakna.

Apakah perlu dijawab?

Nggak usah, mendingan silahkan jempol menari diatas keyboard virtual smartphone dan menghasilkan barisan kata yang mungkin diperlukan oleh seseorang, mungkin dekat ataupun di tempat yang jauh dan berbeda.

Kali ini mendokumentasikan sebuah aktifitas ibu negaraku (baca : istriku) dalam sebuah acara pembuatan kue yang mungkin berguna bagi yang memerlukannya… cekidot… namanya Banana ripped brownies peanut butter atau lebih singkatnya Bikin BROWNIES CAU-PLUS.

Resepnya nyomot dari applikasi tasty di internet, dan inilah bahannya :

Bahan :
Pisang ambon 4 buah
Gula pasir 350 gram
Gula semut 50 grm
Melted butter 200 gr
Terigu 150-180 gr
Cocoa powder 60gr
Vanilla dan garam secukupnya

Bagaimana caranya :
Pertama berdoa dulu yaa, memohon kemudahan kelancaran dan keberkahan serta rasa enak nikmat dari brownies yang akan dibuat. Lalu dibuka kulit pisangnya trus si pisang dibejek bejek sambil perlahan tapi pasti tambahin sugar.

Photo : Browniesnya mateeng / dokpri.

Butter yang beku di kulkas di cairkan dulu dan si melted butter juga dimasukin perlahan ke adonan, diaduk pelan penuh perasaan. Selanjutnya terigu mulai bergabung sedikit demi sedikit, dilanjutkan ocoa powder, garam dan bubuk vanill secukupnya.

Adonan yang sudah jadi bersiap masuk ke loyang tapi jangan lupa cetakannya diolesin mentega dulu biar nggak lengket gimana gituuh.

Masukan adonan ke cetakan dan sebelum masuk mesin open pemanggang, olesin dulu atasnya adonan dengan peanut butter denga model random tapi harus hati-hati agar tidak terlalu melarut dengan adonan browniesnya.

Nah adonan di cetakan yang sudah rapih langsung dimasukan ke open pemanggang dengan suhu 180° selama 30-40 menit… Sebelumnya panasin dulu open pemanggangnya 30menit… memanaskan open pemanggang bisa dilakukan sambil bikin adonan awal.

Masukan open pemanggang..

Tunggu yaaaa…

***

Setelah 35 menit berlalu, maka saatnya menemani ibu negaraku (baca : istriku), mengambil brownies hasil pemanggangan tadi… dan hasilnya.. woaaaw sebuah brownies yang cantik dan harum menyeruak, membuat ingin segera menikmati meskipun tetap harus bersabar.

Sabar itu karena 2 hal, pertama masih panas dan kedua wajib di photo untuk dokumentasi di dunia narsisitasi.

Cetrek.
Cetrek….

Photo : Brownies cauplus + tomatillo / dokpri.

Sudah ah, saatnya menikmati. sebuah piring kecil eh tatakan cangkir berisi potongan brownies sudah hadir di depan mata, tak lupa sebagai hiasannya 1 buah tomatillo menemaninya.

Rasa browniesnya maniees menggugah selera, rasa pisangnya hadir melengkapi sensasi rasa dan ditutup oleh peanut butter di permukaan browniesnya… enaak pisan.

Tapi maaf buat yang baca, cuman cerita dan gambar saja. Klo moo menikmati yaa… silahkan coba bikin hehehehe… maaf.

Selamat mencoba membuat brownies ini kawan, makasih istriku atas usaha dan perjuangannya menghasilkan brownies yang nikmat rasanya. Wassalam (AKW).

***

Rehat di Klapa manis.

Rehat sesaat yaaa….

Photo : Sajian teh poci / dokpri

CIREBON, akwnulis.com. Memeras otak dan mencurahkan perhatian dalam suatu forum pertemuan harus didukung oleh phisik yang prima dan suasana hati yang nyaman. Meskipun kenyataannya sering tidak sesuai, ada kalanya hati nyaman dan siap berfikir… eh tapi phisik lelah… jadi ajah lemot nggak bisa mikir.

Begitupun sebaliknya, disaat raga bugar sebugar-bugarnya tetapi hati sedang rapuh maka beresiko emosional atau baper (bawa perasaan) menghadapi perdebatan yang terkadang hadir dalam suasana tegang dan saling menyerang atau bertahan (dengan kata-kata yaa… bukan dengan jurus beladiri)… jikalau harus bersilat, cukuplah lidah yang bersilat… namanya silat lidah hehehe.

Trus gimana klo situasinya lagi baperan atau pusing dengan tekanan kerjaan sementara meeting tetap harus dilaksanakan?

Ini butuh treatment tertentu, ada penyeimbang dan pendamai perasaan yaitu dengan rehat sejenak dan tarik nafas panjang sambil sedikit memejamkan mata dan mengingat Allah Subhanawataala…. jangan lupa, cari tempat rehat yang nyaman dan tenang… seperti kali ini.

Tempatnya luas, pemandangan yang tersaji adalah kerlap kerlip lampu kota udang cirebon serta pilihan menu makanan dan minuman yang bervariasi.

Karena judulnya rehat jadi tidak memilih makanan berat, cukup kudapan dan minuman yang cenderung sehat. Maka jatuhlah pilihan kepada sajian teh poci panas dan kelapa muda yang menjadi simbol dan nama restoran ini yaitu Kelapa manis.

Kudapannya terlihat tidak mengenyangkan yaitu stik tape, ternyata sajian segitu memang tidak mengenyangkan tetapi menenangkan.

Photo : Kelapa muda di Klapa manis / dokpri.

Urusan rasa dari minuman dan makanan yang disajikan cukup memuaskan, karena memang untuk makanan dan minuman hanya ada dua pilihan dari lidah ini, rasa enak dan enak bangeeet hehehe 😀😀😀.

Nyam… nyam.. nyam, mulut mengunyah sambil berbincang dengan teman-teman seperjalanan, menapaki menit demi menit rehat, memberi kesegaran baru yang berguna untuk menyeimbangkan rasa dan konsentrasi bekerja.

Semangaaaat, begitulah sebuah dinamika bekerja, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
RM Klapa Manis, Jl. Gronggong, Patapan Kec. Beber Kabupaten Cirebon Jawa barat.

Kenalan sama KakTus.

Mencoba mengenal yang lain…

LANGIT, akwnulis.com. Dikala sang mentari masih berselimut awan pagi, raga ini telah mencoba menggapai langit diatas pesawat Wings Air IW-1876 yang sedang menanjak menuju ketinggian 15ribu kaki…. nggak kebayang kakinya ada 15ribu kawan, berarti sebanding dengan 15 ekor kaki seribu, khan 15 ekor x 1 kaki seribu jadi 15 ribu kaki…. tuh kan mulai ngaco ah.. ayo sarapan dulu ah.

Lanjut yaaa..

Tulisan kali ini ingin berbagi tentang sebuah rasa syukur melihat salah satu ciptaan Allah SWT dari jenis tumbuh-tumbuhan.

Nama latinnya ‘Cactaceae‘ atau kita kenal dengan nama pohon kaktus. Sebuah jenis tanaman yang memiliki keunikan tersendiri dan masuk ke jenis tanaman sukulen, yaitu tanaman yang berkemampuan menyimpan air di batang dan daun.

Kenapa tertarik dengan kaktus?

Sebuah tanya yang tentu miliki variasi jawaban, tapi itulah indahnya momentum. Bisa hadir kapanpun tanpa perlu dilarang atau dipaksakan. Sudah sejak lama senang dengan pohon kaktus terutama yang tidak berduri, bukan apa-apa karena tertusuk duri kaktus itu sakit kawan. Nggak percaya?… yaa cobain aja.

Lalu seiring waktu semakin tahu bahwa selain kaktus berduri, terdapat juga varian kaktus yang tanpa duri serta beraneka rupa dan warna… makin menarik nich.

Puncak ketertarikan ini muncul setelah diskusi dengan istri yang ternyata.. sudah lama menyukai tanaman yang kuat ini dan sangat mudah perawatannya…. apalagi pas berbincang tentang bunga kaktus yang sangat spesial….

Makin penasaran…. segera searchinglah di laman dunia maya dan semakin banyak pengetahuan tentang kaktus-kaktus ini beraneka rupa, warna dan tentunya harga. Termasuk tentang bunga kaktus yang indah dan mekar secara misterius dengan waktu terbatas dan menebarkan wangi khasnya…

Apalagi di rumah sudah ada beberapa pot kecil kaktus, souvenir mengunjungi grace rose farm di Cisarua Lembang. Makin segera ingin hunting berbagai kaktus yang mungkin menarik hati.

Minggu pagi dikala sang istri harus berdinas pagi, maka mengantar jemput adalah kesempatan strategis untuk saling mendukung dan menguatkan ikatan kebersamaan ini..

Kaktus yang pertama berwarna merah berkarakter, ukurannya kecil tetapi memberikan bakalan calon pesona di masa depan. Dilengkapi duri-duri halusnya. Ada juga merah tua berbentuk lingkaran munu’u dan sudah muncul kemungkinan bunga.

Agak sulit melukiskan keindahannya, karena ukiran tuhan tidak dapat terbantahkan. Tinggal bagaimana kita memaknai seluruh keindahan ini dalam bentuk tasyakur dan rasa tiada daya dari seorang hamba terhadap Tuhan.

Semua tertata dalam pot kecil yang berisi kaktus berbagai warna, rupa dan harga. Warna hijau menjadi dominan selanjutnya merah tua dan merah cerah, juga putih bersaput lembaran duri atau oranye dan sedikit biru….

Semua keindahan ini didukung suasana pagi yang cerah dan segarnya udara pegunungan dibandung utara, melengkapi kebahagian dan rasa syukur ini.

Peminangan kaktus ini tentu akan berproses setelah nanti menjemput istri di tempat kerjanya dan balik lagi ke tempat jualan kaktus ini.

Selamat menjalani hari disenin pagi ini, Wassalam (AKW)

****

Catatan : please jangan dulu tanya nama-nama kaktusnya ya….

Lokasi :
Grace Rose Farm Garden
Jl. Kol. Masturi No. 305 Kertawangi Kec Cisarua KBB.

Si Ujang – fbs

Gorowokna matak reuwas sajagad…

Photo : Siaga / dokpri.

#fbs : fiksimini basa sunda

***

SI UJANG

Adaaaw.!!!!” Gorowokna sora mang Darman meulah simpèna janari. Jikanna teu sirikna luncat muru ka jamban, mitoha tibuburanjat ogè barudak tingkarorèjat. Ibur salembur èar sajagad, panasaran jeung rada palaur, “Aya naon?”

Jikan mang Darman rambisak bari ngagedoran panto jamban. Anak lalaki nu panggedèna langsung najong panto jamban, bisi bapana kumaonan…

Bray.

Panto jamban muka, kaciri mang Darman cingogo nangkeup tuur bari buligir, beungeutna pias jeung kawas nahan kanyeri. “Abah kunaon?” Jikan jeung budak babarengan nanya.

Tatangga ogè geus ngarumpul di tengah imah jeung di buruan, malah mah aya ogè nu mawa pakarang da bisi aya jelema jahat nu ngagunasika mang Darman.

Photo : Nuju ngarojay / dokpri.

Sanggeus anduk dirurubkeun kana awak, mang Darman ngaharèwos ka jikanna, “Tadi lulungu, sugan tèh lain cai panas, disiuk tuluy dibanjurkeun kana bobogaan… euh”

Bi Sarsih atoh tapi alum, salaki teu nanaon ngan pèdah ngabayangkeun ‘Si Ujangna” bakal istirahat heula sabab lèdèh jeung peurih sèsa dilèob ku sorangan. Cag. (AKW)

Arabica Kintamani Stasiun Purwakarta cafe.

Sruput kopi di stasiunnya kopi….

Photo : Sajian arabica bali kintamani dg V60 / dokpri.

PURWAKARTA, akwnulis.com. Sang arabica bali kintamani hadir dihadapan dalam sajian rapih bersahaja berkawan satu cookies sebagai pemanis dan gelas server untuk bersiap isinya diteguk di kala dahaga kohitala terus mendera.

Malam belum terlalu lama hadir menggantikan peran senja, tetapi gelap sudah pasti melingkupi semua alam semesta raya. Maka rehat sejenak dengan menikmati sajian manual brew v60 kopi hitam tanpa gula adalah sebuah niscaya yang memberi pengalaman berbeda serta hasilkan aneka makna.

Kang Sugih sang barista segera beraksi, meracik kopi arabica bali kintamani. Tentu dengan komposisi 1 : 15, 20gram biji kopi langsung di grinder dan bersentuhan dengan air panas 86° celcius….. currrrrr…..

Lumayan cukup lama menunggu prosesi manual brew ini, tapi ternyata memaknai prosesnya menjadi rasa tasyakur tersendiri. Bagaimana suatu komposisi dimainkan dengan peran masing-masing menghasilkan ekstraksi yang akhirnya satu rasa saling melengkapi, bagaikan sebuah orkestra pernikahan.

Suami dan istri adalah sebuah komposisi yang saling melengkapi untuk menghasilkan harmoni kehidupan berumah tangga. Jika terlalu banyak airnya maka terjadi rasa cawerang atau hambar, begitupun dengan pernikahan. Atau jikalau kopinya terlalu banyak sehingga dominan, maka kepahitan yang mengganggu perasaan.

Disinilah peran sang barista membuat prosesnya bisa saling melengkapi dan menerima. Dalam pernikahan maka peran barista ada di suami dan di istri yang senantiasa terbuka dan menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing pasangan untuk saling melengkapi dan berbagi….

Ahaaay, kok dari kopi jadi bahas suami istri?….”

Photo : Kedai stasiun Kopi Purwakarta / dokpri.

Senyuman menjadi jawaban, tapi dalam hati yang terdalam memang inilah salah satu cara diriku memaknai kehidupan, diwakili oleh cerita kopi dan menyambung dengan makna bersuami istri…. setuju khan?

Balik lagi ke arabica bali kintamani, inilah yang sekarang dinikmati… srupuuuut….

Woaah body strongnya hadir, pahitnya menggoda. Aciditynya stabil di medium serta after taste datar plus ada kepahitan yang ‘ninggal‘….. di akhir sruputan. Untuk suhu hampir pas dengan seleraku, tapi kayaknya kalau di atas 90° celcius mungkin lebih baik… ini mah masalah selera saja, overall sajiannya nikmat.

Tapi sruputannya nggak bisa lama, karena harus segera pulang dan bersua dengan istri dan keluarga tercinta. Selamat malam semua, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :

Kedai Stasiun Kopi Purwakarta, Rest Area Km72 Tol Cipularang.

Macet pagi & Avocado Coffee.

Cerita macet dan kopi bray…

Photo : Avocado Coffee at Kedai Kopi Kamu / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Keluar rumah di jumat pagi, suasana segar menanti. Meluncurlah dengan riang hati menuju tempat bekerja yang menampung raga serta pikiran setiap hari… insyaalloh bisa tiba disana lebih pagi.

Ternyata… baru saja keluar komplek perumahan…. Kendaraan di jalan terlihat diam… alamaaaak maceet… dari depan komplek perumahan… wadduh…..

Berfikir sejenak…..

Bener macettt euy.

Ya sudah mau apa dikata, eh mau dikata apa… macet ya macet, lha wong mobil ini nggak bisa tiba-tiba buka atap… nyalain baling-baling bambu dan.. wuuuutz… terbang dengan sekejap menuju kantor, meninggalkan para pengguna jalan yang bengong melihat kejadian ini… ngayal loo.

Eitt…. justru ini kesempatan menulis, udah hampir semingguan agak tersendat menulis karena kompilasi antara kemalasan dan hoream plus dibalut ke sok-sibukan.

*Jangan lupa, sebelum menulis pasang rem tangan dulu dan perseneleng netral ya bro*

Mulaii…..

Dihadapanku sudah hadir segelas tinggi sajian kopi yang ‘katanya‘ jadi andalan di tempat ini. Meskipun bukan kohitala tapi patut dicoba karena memang tanpa gula tapi ditambah alpukat karena ini memang avocado coffee ceunah…

Coba ah… srupuuuut… seger, lembut dan rasa kopinya masih terasa… Lumayaaan.

Eh tapi kok kerasa lembut dan kayak ada jellynya?…

Sebagai penghilang rasa penasaran, segera beranjak dari meja dan bergerak ke tempat kassa dimana beberapa pelayannya lagi ngumpul disana.

“Kang, avocado coffeenya pake susu ya?”

“Iya kakak, sedikit susu juga ada jelly, supaya surprise pas di sruput”

“Makasih kang”

Ada rasa galau dan senang berkecamuk di jiwa. Pembuat galaunya itu pelanggaran prinsip kohitala (kopihitamtanpagula) yang ternyata disajian yang disruput in ada unsur lain yaitu susu, alpuket dan.. jelly…. masuk pelanggaran sedang nich.

Tapi senangnya adalah mencoba varian lain sajian kopi dengan rasa unik dan tanpa gula tetapi alpuketnya yang lembuut…. eh ternyata ada peran susu disituh…. ya sudah sruput aja, jangan sering-sering tapi yaaa..

Alhamdulillah sebuah momen kemacetan di pagi hari bisa memberi kesempatan menulis kembali. Meskipun dituntaskan beberapa waktu lalu setelah terlepas dari rutinitas pekerjaan yang terus mendera. Selamat menuju wiken kawan, Wassalam (AKW).

***
Lokasi :
Kedai KOPI KAMU
Jl. Tamansari No. 66 Lb.Siliwangi, Coblong Kota Bandung.