Youtube & Menulis.

Nulis lagi ah, jangan kalah sama bikin konten youtube.

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah hobi baru sedikit mengancam kebiasaan menulisku. Yaitu keranjingan bikin konten youtube dengan menggunakan aplikasi kinemaster untuk proses editingnya dengan konten adalah bernyanyi dengan memetik gitar semampunya.

Yup, memetik gitar dengan kemampuan minimalis dan sisanya nekad saja untuk gunjrang genjreng menyanyikan lagu minimalis juga… tapi itulah cara menikmati dan mensyukuri hidup. Jangan banyak mikir tetapi kerjakanlah. Insyaalloh hepi dan kehidupan bisa terasa lebih indah.

Mengepit gitar dan mainkan chord sederhana dengan lagu yang agak hafal untuk dinyanyikan menjadi hiburan tersendiri. Lalu edit edit dengan aplikasi kinemaster, beri judul dan beberapa keterangan, maka uploadlah di channel youtube. Lalu bersiap dengan beragam pendapat, termasuk mengalir reques di nyanyiin lagu dengan berbagai genre…. aduh ternyata lagunya nggak hafal dan chordnya susah.. dengan segala maaf, belum bisa dipenuhi.. tapi sambil mencoba beberapa chord baru yang agak asing dan sulit di jari-jari yang bengkak ini.

Tidak ada tujuan mengikuti kesuksesan alif bata yang begitu sempurna memainkan gitarnya, tetapi lebih kepada sebuah hiburan diri belaka dalam menerima kenyataan yang ternyata penuh dinamika.

Kalaupun ternyata menjadi hiburan bagi orang lain, itu tentu nilai plusnya, apalagi jikalau bisa menyentuh syarat minimal monetize channel youtube yang musti 1.000 subscribe dan 40.000 jam penayangan maka tahapan berbeda dalam ber-youtube akan ditapaki.

Jadi, kerjakanlah dengan señang hati. Hindari tekanan tetapi yakinkan bahwa kreatifitas dan produktifitas harus tetap mengalir dalam suasana apapun dan gunakan perangkat pendukung yang ada. Bisa bermusik, bisa bernyanyi, bisa membuat cerita dan dilengkapi ilustrasi lalu edit menjadi file video dan kembali upload di youtube dengan settingan ‘publik‘ agar dunia tahu sebuah kreatifitas telah hadir untuk mewarnai kehidupan ini, sekaligus sebagai legacy online bahwa pernah melakukan sesuatu yang menghibur atau mungkin dibutuhkan oleh orang lain.

Kalaupun tidak ada yang membutuhkan, tidak usah berkecil hati. Sebuah produk kreatifitas telah hadir dan biarkan dunia menilainya. Buat, upload dan ikhlaskan, … tenang khan?…

Nah kembali ke tulis menulis, maka kreatifitas yang baru inilah yang bisa juga menjadi objek tulisan. Bisa saling melengkapi sehingga channel youtube yang ada ditambah keterangan tulisan di blog lainnya, cakep khan?…. sekali lagi jangan berhenti menulis, sekecil apapun kejadiannya, tuliskanlah selagi sempat, selagi masih diberi kesempatan Allah untuk menjadi khalifahnya di muka bumi yang fana ini.

Selamat menjalani dan mensyukuri indahnya kehidupan ini, tetap berkarya dan berkreasi serta jangan lupa dukung channel youtube kami melalui 3 klik 1 ketik jempol atau telunjuk anda. Klik like, klik subscribe dan klik loncengnya serta tuliskan komennya agar kita senantiasa terhubung dan terinfokan manakala upload terbaru hadir di dunia per-youtube-an. Wassalam (AKW).

Maksi di RM Jablogan.

Habis meeting terbitlah Jablogan…

Photo : Sajian RM Jablogan / dokpri.

CIATER, akwnulis.com. Setelah menikmati naik turun perjalanan yang menyenangkan membelah hutan tangkuban parahu hingga hamparan perkebunan teh Ciater yang begitu hijau mendamaikan hati, akhirnya tiba di tempat pertemuan yang di setting dengan ketatnya protokol kesehatan.

Ternyata, belum waktunya makan. Musti meeting dulu hihihihi…. ya sudah ikuti saja kegiatannnya, lha wong baru jam 10.00 pagi kok…

Meetingnya berjalan lancar meskipun ada sedikit pegal mendera di ujung hidung karena tertekan dudukan face shield… maklum nggak biasa ditambah masker N95 yang ternyata kebagian ukuran kecil… atuh daun telinga ikutan pegal karena tertarik oleh tali pengait maskernya…. gpp ini semua sebuah usaha demi pencegahan di masa pandemi covid-19 yang tak berkesudahan.

Photo : Cikal bakal sambel dadak / dokpri.

Oh ya satu lagi sarung tangan kesehatan yang makin melengkapi penampilan dan tentu lebih aman…. Bismillah.. meeting dimulai.

Sang perut mulai bernyanyi, tetapi tanda tanda meeting masih terlihat cukup lama… aduh gimana ini… mencoba saja berdoa dalam hati… “Ya Allah semoga meetingnya cepet selesai… laparr ih”

Jeda istirahat hanya digunakan untuk shalat dhuhur saja, dan kembali dilanjutkan meeting, tanggung katanya.

“Aduh gimana ini?”

Tapi demi profesionalisme dan integritas maka tahanlah sang cacing yang meronta-ronta di dalam perut.. sabar kalian.

Menit demi menit berlalu hingga akhirnya tepat pukul 15.30wib acara meeting berakhir, Alhamdulillah.

Photo : Jengkol dan kacang panjang / dokpri.

Nggak pake lama, beres-beres secepatnya dan sesuai rencana, semua bergerak menuju TKP. Sebuah tempat makan pinggir kebun teh yang sudah direkomendasikan seorang kolega, RM Jablogan.

Meluncur…….

RM jablogan, sebuah tempat makan yang terletak di kecamatan Ciater Kabupaten Subang. Lokasinya di pinggir jalan di tengah kebun teh, yaitu jalan dari Ciater menuju wilayah Sagalaherang Kabupaten Subang.

Ini yang moo lihat video singkatnya DISINI.

Sebenernya tempatnya terbatas dan beresiko melanggar protokol jaga jarak. Tetapi beruntung kami dapat posisi duduk lesehan yang tidak perlu berdesakan dengan pengunjung lain… yaa relatif aman. Apalagi kamu semua sebelum meeting memperlihatkan dulu hasil rapid tes masing-masing dan tentunya semuanya non reaktif.

Ada juga tempat duduk dengan meja kursi sederhana serta fasilitas mushola dan tempat wudhu yang lumayan enakeun…. nah yang menarik adalah bahan-bahan makanannya terlihat fresh, ada ayam, ikan gurame, ikan nila, cumi besar, tahu, tempe juga beraneka lalapan khususnya jengkol dan pete. Sambalnya berbagai rupa, dari sambel dadak, sambel terasi, sambal kecap dan sambal balado.

Jadi sambil menunggu sajian di proses, bisa jadi tontonan yang menarik. Video singkatnya bisa dilihat DISINI.

Akhirnya, setelah menunggu sambil bersendagurau…. hadirlah diatas nampan pilihan pesanan kami semua…

SERBU….

Photo : Skuad Maksi tertunda / dokpri.

Karena semuanya kelaparan, maka langsung ambil cepat-cepat meskipun ada juga yang tidak sesuai pesanan… yang telat mah nggak dapaat…

Video singkat sajiannya silahkan klik DISINI.

Selamat makan kawan… Bismillahirrohmaniirohim… Am am.. nyam nyam.

Sajiannya nikmat bangeet ditambah menahan lapar jadwal makan siang yang tertunda…. maka begitu cepat sajian hilang dari pandangan mata dan berpindah ke perut masing-masing. Wassalam (AKW).

EVAKIN, kerja, youtube & tiktok.

Hikmah evaluasi kinerja & EOM, jadi diajar youtube dan tiktok.

SUBANG, akwnulis.com. Melanjutkan tulisan tentang evaluasi kinerja bulanan bagi 12 BPR yang dipusatkan di satu tempat di Kabupaten Subang. Banyak suka duka dan cerita meskipun terkadang menuliskan dalam kalimat dan kata masih tersendat oleh kemalasan dan alasan kesibukan. Padahal memang sibuk dan agak malas nulis xixixixi….

Yang repot adalah persiapan acara dan lokasi meetingnya karena ini acara tatap muka perdana yang penuh dinamika dengan implementasi berbagai protokol kesehatan, lengkap bisa di baca di HIKMAH EVAKIN.

Disela-sela 4 hari tersebut, muncul juga tantangan lain yaitu kewajiban membuat testimoni video yang diunggah di channel youtube sebagai prasyarat kandidat EOM (employee of month) bulan agustus 2020 dengan batas waktu yang ketat…. wadaaw semangaat kakak…. tidak ada kata lain, yaitu SEMPATKANLAH.

Maka dengan segala kesempatan yang ada digelarlah syuting mendadak pake hape….. oalaaah, ternyata nggak cukup sekali… 5x gagal…. padahal cuman disuruh ngomong maksimal 1 menit… ampyun deh.

Alhamdulillah akhirnya bisa tuntas dan di upload di channel youtube, yang penasaran monggo di klik di PRASYARAT CALON EMPLOYEE OF MONTH.

Nah, ternyata efek sampingnya adalah melirik aplikasi lain yang berbasis video singkat dan ternyata lagi booming 3 tahun terakhir lalu hingga sekarang, yaitu TIKTOK.

Dulu pernah mencoba menginstal dan ikutan, tapi ternyata banyaknya hanya video singkat joget-joget nggak jelas dengan pakaian minim seperti berbikini atau baju tidur yang mengumbar syahwat…. langsung berhenti dan uninstal… unfaedah ini aplikasi.

Tetapi sekarang, pertimbangannya beda. Pertama dari sisi konten sudah variatif dan terdapat menu-menu pilihan minat ditambah sebagai bagian dari pengawasan terhadap anak dan ponakan yang beranjak remaja. Eh salah… anak masih balita… tapi juga udah seneng tiktokan…. nah ponakan-ponakan yang mulai ABG ternyata berkiblat di tiktok semuaaah….. jadi kita bisa ikut memantau konten-konten apa yang mereka tonton.

Maka dimulailah bikin akun baru serta upload video pendek kita…. caiooooo….. dan video yang diupload adalah dokumentasi kegiatan singkat baik kedinasan ataupun tentang hobby keseharian seperti urusan menikmati kohitala dan makanan yang menggugah selera dilengkapi sedikit kata-kata dan musik yang sudah tersedia……

Yang penasaran hasilnya silahkan di klik saja di :

1. EVAKIN BPR KARYA UTAMA

2. EVAKIN BPR INTAN JABAR

3 EVAKIN BPR MAJALENGKA JABAR

4. EVAKIN BPR CIPATUJAH JABAR

5. EVAKIN BPR CIANJUR JABAR

yang lainnya masih proses…. maklum amatiran hehehehehe.

Selamat menikmati dan bersama-sama menapaki perubahan zaman terutama era me-youtube dan tiktokan. Wassalam (AKW).