GALAU?.. Posting aja di Medsos.

Jangan galau ah…. biarkan saja atuh.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah rasa adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada mahluknya. Meskipun tidak semua bisa memaknai bahwa dibalik rasa ada sejumput cerita yang terkadang rumit jika harus dibagikan dalam bentuk cerita. Karena tidak semua orang bisa lantang menyuarakan kata dan menyampaikan secara gamblang apa yang dirasa. Itulah salah satu dinamika kehidupan yang nyata.

Nah, media sosial bisa menjadi jembatan kegawalauan.. eh typo.. kegalauan rasa dari setiap individu. Menjadi tempat berbagi yang ternyata bisa ditentukan sendiri oleh pemilik akun. Apakah memang ingin dilihat publik atau sebatas lingkaran bestie saja, atau malah hanya sebagai catatan pribadi sehingga privat akun menjadi pribadi… tinggal memilih.

Meskipun mayoritas dikala galau dan sedih, kepengennya tuh dilihat orang lain di medsos dan diperhatikan atau dipedulikan oleh teman-teman dengan taburan jempol dan komentar. Terlepas yang ngasih jempol itu memang murni hadir dari hati atau iseng dan juga karena belas kasihan, yang penting sebuah jempol adalah bentuk atensi apalagi komentar yang senada, tentu menjadi penyemangat untuk kembali bangkit dan lupakan kegalauan.

Kalau kamu sendiri gimana?”

Nah, saya sih lebih berusaha mengubah energi sedih ini dan rasa galau itu menjadi bentuk lain yang berbeda tapi tentu bikinnya sederhana. Baru diposting di medsos pribadi. Biasanya gabungan gambar dan kata-kata bias yang miliki banyak makna sehingga membebaskan siapapun yang melihatnya untuk mengartikan perasaan yang sedang melanda.

Apakah peduli dengan jempol dan komentar?”

Saya sadar diri bukan influencer atau orang terkenal, jadi hadirnya jempol – jempol dan like like serta komentar di media sosial lebiih dimaknai general saja. Jadi mengalirlah seiring takdir menggiring mahluk dan cerita masing-masing.

Yang penting apa yang diposting tidak menyinggung orang atau pihak lain. Ada sentuhan seni dan permainan kata serta terdapat kedalaman makna. Itu kata penulis sih, terserah kata orang lain. Serta yang paling utama adalah mengalihkan kegalauan dan kesedihan dari diri ini ke postingan medsos yang bakal dilihat banyak orang. Jadi khan nggak bete lagi…. gituuu.

Udah ah, mau posting dulu di medsosku yach. Wassalam (AKW).

Americano Inkspirasi & Kruk penyangga.

Sruput Kopi dan berharap sembuh seperti sediakala.

BANDUNG, akwnulis.com. Memasuki pelatarannya relatif sepi, begitupun disaat keluar kendaraan dengan ditemani kruk untuk menjadi aksesoris di lengan kanan, sebagai pertanda bahwa ada sesuatu yang berbeda, sementara.

Inilah akibat dari terlalu memforsir diri dengan segala keceriaan dan kesenangan karena berbagai momentum yang dilewati sehingga satu hal penting terlupa. “Apa itu yang terlupa?”

Kondisi kaki kiri yang patah pada tulang jari atas kiri, patah menyilang TULANG KAKI PATAH 6 bulan yang lalu. Ternyata lupa, sehingga begitu aktif di acara menyemarakkan HUT RI ke 77 di kantor bersama seluruh rekan-rekan keluarga besar Disparbud Jabar.

Eh dilanjutkan dengan mengikuti latihan rutin tari tradisional ketuk tilu yang rencananya dipentaskan flashmob seribu penari pada hari puncak HUT Jabar ke 77 juga, meskipun pada hari H ternyata harus berdamai dengan kehadiran masyarakat yang begitu banyak sehingga para penari asli dan penari dadakan terpaksa berdamai dengan keadaan dan menari di hati masing-masing. Kaki kanan yakni telapaknya mulai terasa tidak normal, ada linu – linu yang timbul tenggelam.

Ternyata di hari sabtu dan minggunya mendapat titah untuk pergi ke sukabumi tepatnya di kaki gunung Halimun salak untuk menghadiri acara sakral tahunan kasepuhan ciptagelar SEREN TAHUN 2022 yang ditempuh dengan berbagai cara termasuk berjalan kaki menempuh jalan tanah merah dan berbatu untuk mencapai lokasi, disinilah kesakitan semakin menjadi. Tetapi kembali, semangat untuk menuntaskan tugas tetap membara sampai akhirnya kembali ke bandung hampir senin dini hari.

Dan pagi hari harus kembali bergabung dalam apel senin pagi yang merupakan bukti komitmen dalam balutan aplikasi TRK kebanggaan semua. Meski tertatih tapi itulah kenyataannya, ternyata kaki kiri semakin sakit dan harus beristirahat di ruangan. Maka untuk antisipasi hal – hal yang tidak diinginkan, segera kontak penyewaan alat kesehatan Griya Kami dan  sepasang kruk penyangga tubuh meluncur untuk menjadi teman beberapa waktu ke depan.

Esok harinya segera menuju pelataran rumah sakit, menuju lantai 3 dan disinilah raga yang ringkih terdiam menanti hasil rontgen serta titah dokter terhadap semua yang dirasakan.

Alhamdulillah tidak ada yang serius di kaki kiri hasil operasi, titanium tetap kokoh mencengkeram tulang. Hanya saja beberapa otot menegang akibat dipaksa beraktifitas melebihi kemampuan. Disinilah pesan yang penting bahwa kendalikan keinginan dan ingatlah bahwa kaki kirimu bukan kaki kirimu yang dulu, tetapi punya catatan cidera dan perbaikannya.

Maka pertemuan dengan Americano di cafe inkspirasi ini menambah rasa percaya dili.. eh diri untuk segera kembalikan kesembuhan diri meskipun dalam 2 minggu ke depan harus kembali berakrab ria dengan kruk si tongkat penyangga.

Sruput dulu ah kohitala hasil mesin kopi ini, kepahitannya tidak terasa karena rasa syukur atas kondisi kaki kiri yang bukan kembali cidera tapi kelelahan dari beberapa otot saja. Wassalam (AKW).

DRAGON Breathe Snack vs CIKBUL.

Sebuah dilema antara kewaspadaan dan memuji atas kreatifitas penamaan.

CIMAHI, akwnulis.com. Perkenalan dengan makanan ringan jajanan anak yang sekarang menjadi viral ini belum lama, baru sekitar 1 – 2 bulan lalu. Itupun karena ikut-ikutan anak semata wayang dan temennya yang pengen nyoba jajanan yang bisa bikin kayak naga.

Jadi bisa menyemburkan asap dari mulut dan hidung sepeti seekor naga yang begitu perkasa di dalam film – film yang beredar dengan berbagai versi.

Nama jajanannya adalah dragon breathe atau dragon smoke (asap naga alias nafas naga kali yeee….).. atau ice smoke itupun ternyata di korea sana sudah lebih dulu menyasar kebiasaan jajan anak negeri ini dengan sebutan pong pong korean snack. Soft diplomacy yang perlu diwaspadai selain lagu Kpop, busana hingga berbagai ungkapan bahasa korea yang ternyata sudah menjadi bagian keseharian anak-anak kita.

Nah pas nyobain jajanan ini, memang sensasi bernafas bagai naganya berhasil guys. Dari mulut menyembur asap dan jika lebih seru lagi. Setelah snack atau chiki ini ditelan, mulutnya tutup, maka pas bernafas, keluarlah asap putih dari lobang hidung.

Seruuu….

Tapi ternyata, tak berapa lama tenggorokan terasa perih dan kering serta sedikit batuk. Ah mungkin karena udara dingin di dataran tinggi. Ternyata dari situ batuk – batuk kecil terus hadir hingga malam harinya tenggorokan begitu gatal dan batuk hampir tiada henti.

Gawat nich, kayaknya gegara nelen nitrogen cair yang jadi campuran chiki tadi, supaya bersensasi nafas naga”

Obat batuk pilihan segera dicari, di minum dan sedikit tenggoroka  lega, meskipun batuknya belum ilang. Iseng searching di google tentang jajanan ini, dan terperangah…

Ternyata di Amrik sana sama BPOM Amriknya sudah dilarang lho, penggunaan nitrogen cair di jajanan anak karena dianggap berbahaya (Liputan6.com). Ditambah juga belum lama ini ada anak yang luka bakar di ponorogo terkait erat dengan jajanan ini (detiknews, 220722).

Jadi sarannya, hati-hati dengan jajanan anak. Beri pengertian tentang kemungkinan bahayanya, sehingga tidak menyesal dikemudian hari karena sakit dan membuat tidak nyaman.

Nah, ternyata pas kemarin mendapat tugas ke daerah kabupaten kuningan jawa barat, jenis makanan ini sudah diduplikasi atau replikasi atau diubah versi muatan lokal. Disini terjadi dilema antara memuji karena kreatifitas tapi juga khawatir penyebaran jajanan anak yang menggunakan nitrogen cair ini makin masif beredar.

Nama jajanan dragon breathe versi jawa barat ini yang bikin senyum simpul. Namanya adalah CIKBUL, singkatan dari Chiki Ngebul atau chiki yang berasap. Wah makin banyak saja jajanan anak yang berasal dari kata CI, seperti cireng, cilor, cipluk, cilok dan sebagainya ditambah dengan cikbul ini hehehehehe.

Ya gitu deh, senang dengan kreatifitas penamaan jajanannnya tapi harus waspada bagi orangtua untuk mengingatkan anaknya. Terima kasih, happy weekend. Wassalam (AKW).

KOK TONG – Kopi Hitam & Kucing Hitam

Hitam itu ada 2 yaitu kucing dan kopi.

CIMAHI, akwnulis.com. Hari minggu sore kali ini menjadi spesial karena bisa ngariung bersama anak semata wayang juga beberapa ponakan yang bertempat di halaman belakang. Gelak tawa dan kejar-kejaran adalah kenyataan, dilengkapi dengan teriakan khas dari sang nenek yang khawatir salah satu cucunya terpeleset.

Udaaah jangan lari – lari”

Tapi mana ada yang mendengar, semua senang dengan kebersamaan dan aksi kejar – kejaran sambil berteriak riang.

Disinilah peran kopi menjadi penting untuk mengendalikan keributan ini.

Maksudnya gimana?”

Jadi begini caranya, bawa sebungkus besar kopi merk KOK TONG dan perlengkapannya. Kertas filter V60 dan corong pink kesayangan, bejana kaca dan gelas kecil dua model serta tidak lupa air panasnya…. eh belum air panas belakangan, khan ini tangannya cuma 2 atuh.

Nah anak – anak curinghak…. eh apa ya bahasa indonesianya.. kaget dan waspada serta perhatian… walah kok jadi panjang?..

Jadi lari-larinya berhenti dan semua berkumpul mengelilingi peralatan kopi yang sudah ready di meja.

Hayu kita bikin kopiiii” Seru anak kesayangan.

Maka orkestra dadakan segera tercipta, anak kesayangan sibuk meyiapkan corong V60 dan kertas filternya, ponakan yang paling besar menata gelas dan ponakan satu lagi yang dari tadi nggak mau diem begitu serius memegang bungkus kopi merk KOK TONG.

Ayo kita bikin kopiiii……” teriak si kecil sambil memaksa kakaknya menuangkan bubuk kopi ke corong yang sudah dilapisi kertas filter.

Eits jangan dulu, ini kameranya belum siap” teriakan kembali menggema dari ponakan lainnya yang ambil tugas jadi videographer. Sang ponakan tertua jadi aktornya, sok jago minum kopi hitam tanpa gula… ternyata nyicip dikit langsung senyum pengecut eh kecut.

Keseruan semakin lengkap dengan hadirnya bleki si kucing hitam. Ikutan jadi artisnya, karena warna hitamnya matching dengan hitamnya kopi yang tersaji.

Oh ya, kopi merk KOK TONG ini adalah kopi unggulan yang sudah terkenal berasal dari Pematangsiantar – sumatera utara. Rasanya nikmat dengan metode seduh manual V60 tanpa gramasi dan diseduh langsung oleh air panas yang  dituangkan dari gelas ukur supaya praktis.

Rasanya enak dan unik lho, ada sedikit rasa manis yang menyapa ujung pengecap rasa. Hmmm…. pahit yang begitu manis.

Maka permainan kejar-kejaran berubah menjadi tim solid yang bekerjasama membuat konten video dengan tema ‘kopi hitam dan kucing hitam’, tentu untuk finishing diserahkan kembali…. dan anak serta ponakan kembali main kejar-kejaran.

Inilah hasil videonya dan di upload di channel youtube yang berjudul : Kopi Hitam & Kucing Hitam.

Terima kasih sudah membaca cerita anak ponakan dan kopi hitam, juga jangan lupa tonton video youtubenya. Wassalam (AKW).

JEMPOLKU & SABAR

Cerita dari sang Jempol yang sedang ngalalakon.

BANCOR, akwnulis.com. Sederet kalimat tanya memecahkan keheningan yang melingkupi suasana malam yang temaram.

Mengapa beberapa hari ini begitu malas menggerakkan jemari diatas tuts keyboard virtual di smartphone ini untuk -menulis- seperti biasa?”

Sebuah tanya menggema dalam dada, padahal jikalau dilihat banyak momentum yang menarik untuk ditulis, dicatat dan akhirnya menjadi sebuah produk tulisan.

Mengapa?”

Maka perlahan tapi pasti mulailah introspeksi dari hulu ke hilir… eh dari hulu ke suku*) yang ternyata banyak sekali alasan yang hadir dengan berbagai kelengkapannya. Seperti rasa cape karena ternyata raga belum stabil dalam masa pemulihan ini, sehingga berbaring sejenak tanpa ngapa-ngapain lebih penting dibanding menulis, daripada berakibat pada hadirnya rasa sakit di kaki kiri pasca operasi sebulan lalu.

Atau bisa saja dengan hadirnya kerjaan yang bejibun sehingga tak sempat waktu untuk sekedar menulis meskipun hanya satu mini paragraf… udah mah satu paragraf dan mini lagi… berarti hanya terdiri dari beberapa kata saja.

Namun jangan salah kawan, beberapa kata ternyata bisa menjadi wakil dari hadirnya sebuah rasa, misalnya ‘I miss u’, hanya 3 kata dan singkat, tapi ternyata bermakna begitu mendalam sangat….. atau ‘Terserah saja’, ini 2 kata sakti yang memiliki beraneka makna tergantung siapa yang berucap, dimana berkatanya dan bersama siapa dia berkata itu.

Nah… supaya lebih praktis mini paragraf ini diperas kembali, menjadi hilang vokal dan konsonan berganti gambar kecil emoticon yang mewakili kegundahan jiwa. Ini lebih praktis lagi, meskipun hati-hati bisa salah klik jadi menampilkan emoticon yang aneh-aneh atau tidak pas dengan apa yang akan disampaikan.

Disinilah peran sang jempol begitu besar dan di posisi strategis, meskipun dibayang-bayangi oleh ‘typo’ akibat jempolnya gemoy atau tinggi ke samping hehehehehe.

Maka latihlah jempol kita tidak hanya bisa menari di keyboard virtual saja tetapi juga rutin berolahraga ringan seperti ngupil, korek kuping ataupun bermain hahayaman atau paciwit-ciwit lutung dan jikalau level advance ya gunakan untuk panco. Untuk aktifitas yang lebih menghasilkan maka bisa ditingkatkan dengan ngurek belut di pinggir sawah atau kolam juga menangkap ikan dengan tangan kosong, maka jari jemari akan terasah lincah.

Ada lagi kalau nggak mau basah – basahan mah, belajar nangkap cicak, ular atau nyamuk dan lalat dengan tangan kosong…. wah ini mah butuh konsentrasi, kelihaian dan kecepatan serta akurasi tertinggi plus ke-tidakgeuleuh-an memegang cicak yang geunyal tapi unyu-unyu serta teman – teman lainnya.

Nangkap cicak pake jempol?”

Iya atuh, jempol dan 4 jari lainnya. Sebuah pertanyaan yang aneh pisan, padahal tinggal gunakan logika dilengkapi imajinasi maka akan hadirlah sensasi. Karena nggak mungkin jempol bekerja sendiri tanpa sinergi dengan keempat jari lainnya, “betul khaaan?…..”

Sementara jika bergeser ke arah bawah dan bersua dengan jempol kaki, maka kembali tersadar bahwa pasca operasi patah ruas tulang telapak kaki perlu penuh sabar dan fokus dalam menjalani penyembuhan.

Khusus jempol kaki juga menjadi strategis karena ternyata perlu treatment khusus dan penuh kehati-hatian untuk menyentuhnya, apalagi memotong kuku jempol kaki… ngurunyud penuh sensasi.

Sesi terapi dengan pemanasan oleh lampu infra red dan sesi getar – getar dijalani semakin menguatkan telapak kaki dan jempol serta semua jari jemari….. terrrrrr… terrrrr.

Maka cara terbaik adalah bersabarlah dan ikuti sesi terapi dengan sepenuh hati dan jangan lupa prokes ketat dikala memasuki rumah sakit karena omicron terus menggila.

Selamat malam dan selamat memegang jempol masing-masing. Wassalam (AKW).

***

Catatan : Ternyata cara terbaik agar kembali menulis adalah…. menulislah apapun itu.

*) kepala ke kaki.

SALAD & CITRA

Menu maksi menyegarkan dan (belum) mengenyangkan..

RIAU209, akwnulis.com. Siang yang panas terasa berubah menjadi teduh dikala sajian makan siang sehat terhidang didepan wajah. Salad roll dan butiran buah anggur yang berbaris rapih membentuk formasi siaga. Bersiap untuk dimakan tanpa banyak tanya.

Ucapan Basmallah menjadi pembuka dilanjutkan dengan suapan pertama, terasa potongan sayuran bercengkerama dengan gigi geraham yang senang karena ada kerjaan mengunyahnya untuk hadirkan kelembutan.

Kriuk kriuk… potongan sayuran segar memberi sensasi segar dan tentu hadirkan alasan tentang  semangat kesehatan. Dilanjutkan dengan butiran buah anggur segar yang melengkapi menu sayur buah siang ini..

Tapi….. perut masih kukuruyuk… nggak kenyanggg hehehehehe…

Jadi kesegaran belum sebanding dengan kebutuhan, apalagi aktifitas padat dari mulai apel pagi hingga siang ini. Perlu protein sebagai pengawal kekuatan diri.

Akhirnya dilanjutkanlah dengan mekdi (mekel di imah) berupa misting kecil berisi nasi, potongan sosis dan telor dadar… nyam nyam.

Biarlah gambar sayur buah hadir sebagai citra, menemani makanan karbo dan protein yang tak sempat di dokumentasikan karena tergesa.

Selamat makan kawan. Wassalam (AKW).

Makna SUASANA KEBATINAN

Sesekali, perlu diberi definisi…

CIMOHAY, akwnulis.com. Senja menghilang digantikan dengan gelap yang beranjak menjangkau malam. Sementara suasana di kantor masih ramai dengan sorak dan senda gurau, saling menertawai dalam rangka menjaga dan meningkatkan imunitas diri masing-masing.

Suasana yang relax dan menenangkan, sehingga tak terasa pergerakan waktu yang terus berjalan maju dan meninggalkan kenangan di setiap detik yang berhamburan.

Tetapi ada hal lain yang harus juga dilaksanakan dan itu berarti mengajukan ijin lisan kepada pimpinan untuk segera meninggalkan markas besar demi sebuah komitmen kehidupan yang sedang dibangun dengan landasan kepercayaan dan kasih sayang.

Sang rembulan yang telah hadir di angkasa fana, tersenyum menghiasi keindahan malam

Ijin ya bos, mendahului keluar kantor, jemput istri”

Bos tersenyum dan meng-iya-kan, lega rasanya. Teman-teman lain yang sedang berkumpul, memperhatikan raga ini, sambil masih tertawa kecil mengingat joke – joke yang hadirkan malam ini.

Begitupun dengan tugas dan pekerjaan yang hadir dari pagi hingga petang, sudah dituntaskan sebelum mengajukan ijin pulang duluan.

Tiba-tiba bos berkata, “Istri kerja tinggal dikasih mobil dan sopirnya, nggak usah dijemput”

Suasana kebatinan bos” jawaban spontan yang hadir tanpa berfikir.

Bos tersenyum dan raga ini pamit meninggalkan keriuhan kantor menuju sebuah janji yang berlandaskan komitmen diri

Nah suasana kebatinan… dua kata yang menjadi jawaban tadi jika dibedah akan menghadirkan beraneka perspektif, dan sebuah tanya ini bisa terjawab melalui dialog dengan jiwa  dan rasa yang masih dalam satu raga.

Pertama, suasana kebatinan ini adalah hadirnya rasa tenang dan nyaman karena ingin memberikan sebuah makna perhatian kepada pasangan hidup, bahwa bisa dijemput di saat pulang kerja itu adalah sebuah kasih sayang. Meskipun tidak bisa setiap hari, minimal 1 atau 2 hari dalam satu minggu.

Kedua, suasana kebatinan yang hadir adalah model dukungan kepada pasangan hidup yang sudah cukup lama bertugas di salah satu rumah sakit pemerintah serta hampir 2 tahun ini rentan terpapar virus covid-19 karena statusnya sebagai nakes (tenaga kesehatan). Maka sewajarnya diungkapkan dukungan dengan cara kehadiran dikala pulang kerja.

Ketiga, suasana kebatinan yang hadir adalah sebuah kenyamanan disaat pulang bersama dan diperjalanan bisa ngobrol dan diskusi apa saja berdua. Nah ternyata ini juga momentum berharga, karena jika sudah sampai di rumah, anak cantik kesayangan yang akan menguasai ayahnya. Harus main dan berbagai aktifitas lain versi anak-anak hingga larut malam.

Keempat, suasana kebatinan ini adalah memberikan rasa aman dikala pasangan tercinta mendapatkan tugas shift sore dan malam. Otomatis pulang kantornyapun setelah menggelap, dengan posisi rumah sakit yang berada di kaki gunung Burangrang, sudah selayaknya memberikan dukungan rasa aman dengan kehadiran, itu memiliki makna besar nilai kehidupan (menurutku).

Jadi itulah suasana kehadiran yang dirasa. Meskipun ada juga pendapat lain yang melabeli suasana kebatinan ini karena takut sama istri hehehehe….. bebas klo pendapat mah, termasuk berbedapun itu biasa, karena memang masing-masing beda pendapatan hehehehe.

Ya udah ah, cuss…. jemput istri dulu.

Malam temaram semakin gelap, menemani raga ini menembus perjalanan. Ditemani sang rembulan yang setia berbagi tempat bersama mentari untuk menjaga keindahan dan keselamatan malam yang indah ini. Wassalam (AKW).

CUKUR PPKM darurat.

Akhirnya bisa dirapihkan… tapi..

BOJONGHALEUANG, akwnulis.com. Setelah satu bulan lebih berusaha menghindari kontak dan kerumunan dalam kerangka PPKM darurat termasuk para tukang cukur langganan, maka hari ini akhirnya menguatkan hati dan melengkapi prokes (protokol kesehatan) untuk bertemu demi tujuan tertentu.

Kenapa ke tukang cukur takut?” Sebuah tanya melengkapi kerinduan ini, rindu rambut kelimis dan terasa dingin di kala angin sepoi-sepoi melewati perlahan… ya pasti perlahan atuh, khan namanya juga angin sepoi-sepoi, klo kenceng mah namanya angin ribut hehehehe.

Dalam pembatasan PPKM darurat serta berbagai kemungkinan penularan si virus covid-19 delta maka interaksi intim dengan tukang cukur terpaksa ditunda-tunda. Karena pertemuan yang terjadi lebih dari 15 menit serta begitu dekat dan seringnya nggak sopan lho. Kepala orang dipegang-pegang, nggak pake minta maaf, seenaknya.

Trus mesin gunting cukur elektriknya apakah steril atau tidak, ruangan cukurnya di disinfektan atau tidak, trus yang datang ke tempat cukur itu apakah mungkin yang sedang membawa virus tapi tidak dirasa dan juga dikaitkan dengan peraturan esensial non esensial dan kritikal…. keputusan akhirnya ya ditunda dulu meskipun rambut keriting ini semakin mendekati model bulu domba yang meringkel jikalau mulai panjang, apalah daya.

Tapi itu cerita hanya bertahan 1,5 bulan saja, karena ternyata bercukur itu adalah kebutuhan. Maka hari inilah saatnya mencoba berikhtiar dan bersiap dengan segala protokol kesehatan.

Bawa handsanitizer 2 buah, ada yang gel dan cairan, siapa tahu di jalan berubah pikiran mau pake yang mana. Lalu masker bawa cadangan, agar setelah cukuran langsung ganti dengan yang baru. Oh ya maskernya double pakenya, satu masker medis dan satu lagi masker modis… jadi gaya dapet, terlindungi jugaa..

Bismillah…. datanglah ke tempat cukur langganan tepat waktu, supaya bisa yang pertama dilayani… tapii.. ternyata jam bukanya berubah, lebih telat 1 jam karena ikutan aturan… ya sudah tunggu aja, kadung sudah di sini. 1 jam cukup buat merenung dan atau buat tulisan tentang situasi ini.

Maka bergulirlah jari diatas keyboard smartphone ditemani diskusi kecil didalam kepala tentang segala macam yang berseliweran tak berbatas kata. Tapi yang pasti semakin kesini suasana kehidupan semakin berbeda, istilah adaptasi atau mati ternyata itulah kenyataan yang ada. Makna duniawi tanpa daya jikalau Sang Maha Kuasa berkehendak terasa begitu dekat dan tak ada pilihan lain selain pasrah dan ihtiar.

Om, silahkan. Di sebelah ujung”

Suara petugas pengatur lalulintas cukur mencukur memanggil dan tibalah dalam prosesi pemotongan rambut ini…. 

Potongan gimana om?”


“Model yang awet dan rapih aja”


“Oke bos”

Langsung alat cukur beraksi mengitari kepala dan membabat rambut yang tidak beraturan lagi ini.

Nah dikala rambut berjatuhan dan diambil dengan tangan, ternyata warnanya abu-abu, bukan putih atau hitam tetapi diantara keduanya… sesaat tertegun.


Kok beda?”

Pas wajah diangkat dan bertatapan dengan cermin, ternyata kerutan juga sudah hadir di wajah ini. Disini sebuah kesadaran hadir, bahwa perjalanan umur adalah kenyataan. Salah satunya dengan warna abu rambut yang hadir secara alami bukan di semprot atau diwarnai, tapi asli alami.

Alhamdulillahirobbil alamin, tanpa perlu mengecat dan reques macem-macem di salon, warna rambut abu ini menjadi unik dan menjadi penanda syukur bahwa masih diberi berkah rambut yang melengkapi kefanaan ini.

Om, cukup segini?” Sang pencukur membuyarkan lamunan. Sontak melihat kaca dan mata agak terbelalak karena kepala ini plontos abis dengan sisa minimalis.

Wadduh diabisin?”

Kata om tadi supaya awet” jawaban sang pencukur enteng.

Iya juga sih, lagian mau komplen juga nggak bakalin ngembaliin rambut abu yang sudah berserakan di lantai. Akhirnya senyumin aja dan terima keplontosan ini.

Akhirnya drama pencukuran berakhir dengan keramas air dingin dan diberi serum penyubur rambut agar cepat tumbuh.

Lha atuh cepet tumbuh, jadi nggak awet dong?”

Sang pencukur tertawa, “Gepepe atuh om, khan rejeki kami itu mah”

Ya sudah, sampai jumpa bulan depan. Lalu bayar di kasir dan berjalan tegap meninggalkan tempat cukur langganan dengan kepala plontos serasa vin diesel mini versi buncit hehehehe. Wassalam (AKW).

Kamu Lucu tapi Geli

Ah… Kamu lucuuuu…

KBB, akwnulis.com. Bersua dengan kamu memang tanpa sengaja, tetapi kerling mata dan gesture tubuh indahmu mendadak mempesona.

Photo : Taman mini bingit / dokpri.

Tak bisa mata lepas dari gemulainya, padahal jelas kamu bukan siapa-siapa.

Mencoba menahan diri untuk terdiam dan seolah tak peduli, tetapi tarikan keinginan begitu kuat untuk mendekatimu. Merasakan dan melihat lebih rinci tentang segala keindahanmu. Dilihat dan diamati seksama setiap senti tubuhmu yang mewakili betapa Maha Besarnya Illahi. Menciptakan mahluk indah yang begitu rinci dan seksi.

Tapi, setelah begitu dekat denganmu. Barulah disadari bahwa ada gelitik geli dalam hati melihat bulu halusmu dan berbagai sudut tubuhmu yang meruncing dan menghadirkan kegarangan dalam kelembutan.

Terpaksa  akhirnya menahan diri dan harus memastikan bahwa kehadiran dalam pertemuan ini harus tetapi menjaga jarak menghindari persentuhan dan menjaga perasaan.

Photo : Lucu tapi geli / dokpri.

Karena jika tidak, maka kemungkinan rasa kegelian menyebar dan mungkin ditambah panas dan gatal yang tak berkesudahan.

Selamat menghiasi taman kehidupanku dengan kehadiranmu yang lucu imut meskipun menyimpan rasa geli dan kemungkinan menyebarkan kegatalan hakiki. Ternyata keindahan akan terpancar manakala dilihat dan diamati saja, karena jika diraba maka tanggung sendiri akibatnya.

Happy wiken kawan, Wassalam (AKW).

CENTANG BIRU.

Sebuah jawaban yang dinantikan.

CIMOHAY, akwnulis.com. Jemari terdiam dan hati lega sesaat dikala melihat kiriman pesan whatsapps yang berubah dari abu menjadi biru. Sebuah notifikasi yang menenangkan hati. Bersiap mendapat jawaban dari pertanyaan yang diajukan.

Tapi… tunggu punya tunggu, harapan tinggal harapan. Centang biru tidak bergeming, bukan sebagai tanda siap memberikan jawaban, tetapi hanya bukti bahwa pesan kita sudah dibaca tanpa banyak kesulitan.

Sabar ah, kita tunggu beberapa waktu. Siapa tahu sedang sibuk dengan rutinitas, atau mungkin ada permasalahan lain yang dianggap lebih urgent. Ilmu khusnudzon di munculkan, sedikit lega rasa ini. Meskipun satu urusan belum tuntas kalau respon ini tidak ada.

Satu jam berlalu masih dianggap maklum, tapi setelah 2 jam terlewati, mulailah gundah di hati. Langsung telepon saja ah,….

Tuuut…. tuuut……. tuuut.

Nggak diangkat juga WA callnya, maka coba lagi dengan telepon biasa…. sama juga. Nada sambung menyala tetapi tiada daya untuk mengangkatnya dan memutuskan berbicara.

Lha, kenapa ya?”

Sebuah gerutu mulai menggerogoti hati, kenapa sih. Lagian ini hanya butuh jawaban singkat, Ya atau Tidak. YES or NO saja, just it. “Kenapa sulit”

Tapi….. setelah mentari berganti sang bulan, tiasa kabar jawaban dari centang biru yang sudah berlalu, mqka jelas sudah sikap yang harus diambil.

Keputusan pun dijatuhkan, memang mungkin pertanyaan YES or NO kemarin bukan prioritasnya sehingga diabaikan. Biarkan semesta yang menterjemahkan.

Ikhlaskan saja, jangan menjadi pikiran. Mungkin itu yang terbaik.

Ternyata didasar lubuk hati terdalam, sebuah bisikan halus terdengar, “Nggak dendam sih, cuman inget terus”

Wkwkwkwkw, ternyata….

Selamat bersiap untuk weekend Guys, nggak usah baper yang merasa udah centang biru tapi tidak respon. Ini mah hanya secuil cerita saja. Wassalam (AKW).