Berenang & Bimbimbab.

Antara lamunan dan kenyataan terseliplah harapan.

Photo : Bandara Incheon / dokpri.

DI LANGIT, akwnulis.com. Raga yang menembus waktu melewati langit angkasa dengan kecepatan 942 km/jam di ketinggian 10.363 meter tentu memerlukan relaksasi…… Harapannya adalah setiba di tanah air disambut dengan rebahan di kasur yang empuk lalu menuju area whirpool yang menjadi salah satu fasilitas hotel di jakarta sanah….

Berendam sambil pejamkan mata.. kehangatan air whirpool yang memberikan pijatan lembut namun terukur, terasa menenangkan dan memberi sensasi kesegaran terbaru….

Segala kesegaran raga bisa kembali dengan segera dan bersiap melakukan aktifitas rutin di senin pagi.

Pilihan lainnya adalah berenang santai di kolam renang ukuran olimpic sambil membebaskan pikiran dari segala macam permasalahan atau urusan yang ternyata (klo dipikirin doang) … nggak bakalan selesai-selesai.

Pilihannya cukup 2 saja, pertama pikirkan dan lakukan langkah-langkah penyelesaian dan kedua, biarkan saja jangan dikerjakan… seperti pepatah sesat yang sering berseliweran di jagad medsos kita dalam bentuk meme, atau kata-kata di status WA, Fb, Telegram, Line, WeChat dan lainnyah…. Bunyinya :

“Pekerjaan akan menjadi mudah manakala tidak dikerjakan.”

Photo : Kolam renang Hotel Borobudur Jkt / dokpri

Klo dipikir-pikir bener juga lho, tapi konsekuensinya adalah… Memang (seolah) lebih mudah… tapi kepercayaan kepada kita dari pemberi pekerjaan (client or bos) akan luntur dan musnah… ujung-ujungnya pekerjaan menjauh dan pergi menjauh… begitupun dengan rejeki, salary dan bonusnyah heuheuheu…. alias nggak punya pekerjaan heuheuheuheu.

Jadi segimana beratnya beban tugas dalam pekerjaan, kerjakanlah dengan semangat ikhlas dan menahan emosi meskipun mungkin ada hal yang mengganjal di hati.

Ingat kepada orang lain yang tidak seberuntung kita punya pekerjaan dan penghasilan, maka kembali ke laptop…. kerjakan saja sesuai kemampuan kita, bismillah… nah kerjakan tugas dengan penuh keikhlasan….

Ahay kok jadi ngelantur begini?… efek naik pesawat kali yaa… jadi pengennya turun pesawat langsung menuju hotel, lalu mandi air hangat dan rebahan…. ntar udah segeran lanjut ke whirpool dan dipijat aliran air hangat sambil berendam.. ahhh kabayang nikmatnyaa..

Tapi…… kenyataan nggak begitu. Ntar pas mendarat bakalan langsung kordinasi dengan sopir sang penjemput, dan setelah itu langsung menuju Bandung melewati jalur tol Jakarta cikampek lalu cipularang…. semoga kemacetan tidak terlalu parah dan bisa tiba di rumah pada senin dini hari… I hope.

Sambil menunggu kenyataan terjadi, kembali terlarut dalam lamunan berendam di whirpool hotel aryaduta ataupun berenang santai di lantai 8 kolam renang Hotel Merlyn Park juga di kolam renang ukuran olimpic Hotel Borobudur Jakarta…. lumayan membuat hati senang sambil perlahan tapi pasti mencoba menyantap sajian bimbimbab di kabin pesawat korean Airlines ini. Sambil nengok ke sebelah … takut salah cara penyajian dan cara makannya….. dan buka saus odolnya….. tuangkan ke nasi dan sayuran, maka aduk-aduklah semua……

Photo : Bimbimbab di Korean Airlines / dokpri.

“Gimana rasanya?”

“Enak, alhamdulillah” menjawab dengan wajah agak meringis karena rasanya sedikit asing di lidah, tapi karena urusan rasa ada kemiripan dengan lotek atau lecel, maka sang lidah relatif mudah menyesuaikan… dan sekaligus mulut mengunyah dan menelan untuk menghabiskan….

Habis tandas dan dibonusin senyum pramugari mirip personil blackpink… pas dia ambil nampanku… terlihat makanannya bersih semua alias habis.

Akhirnya mencoba terlelap, dan membayangkan kembali berenang di air hangat, sebelum akhirnya….. harus berdamai dengan kenyataan dan menyiapkan diri melanjutkan perjalanan darat sekitar 4-5 jam… untuk kembali meriung dengan keluarga tercinta juga tugas-tugas negara yang telah menanti dengan setia untuk penyelesaiannya. Wassalam (AKW).

Kolam renang Green Kamojang.

Berenang segar dipadu suasana alam priangan.

Photo : Kolam renang dewasa Green Kamojang / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Gunung Guntur menjulang menjadi latar belakang pemandangan yang menyenangkan. Riak air kolam mengharu biru berpadu serasi dengan kehijauan dan deretan patung hewan penyembur air… ahhh segarnya, tak tahan untuk segera ikut bercengkerama.

Kolam renang dewasa dengan segala fasilitasnya memanjakan rasa mulai dari kolamnya itu sendiri, kursi santai, ruang bilas, handuk dan juga angin segar pegunungan yang senantiasa bertiup membawa harapan dan kenangan, begitupun kolam anak dengan kedalaman 60 cm menjadi pilihan untuk ‘ngasuh‘ sang buah hati.

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Apalagi pagi hari masih sepi, sehingga kolam renang serasa milik sendiri… Alhamdulillah.

Pilihan perjalanan kesini jika diestimasi sekitar 65 km dari bandung jika menggunakan akses tol cileunyi – rancaekek – ibun – kamojang – lokasi… ya klo tanpa kemacetan sekitar 2 jam, tetapi beberapa titik macet di jalan rancaekek – ibun perlu menjadi perhatian.

Pilihan lainnya adalah akses jalan nasional ke arah kota garut dan setelah itu menuju Green Kamojang resort, agak memutar tapi relatif kemacetan (kemungkinan) di daerah rancaekek pas bubrik (bubar pabrik) serta di Nagreg. Kalau sudah sampai kota Garut tinggal 10 km lagi menuju lokasi.

Balik lagi ke kolam renangnya, posisinya agak unik karena terletak di lantai 2, jadi aksesnya dari restoran naik tangga ke atas, ada ruang pertemuan dengan kapasitas sekitar 60 orang (maaf kira-kira)… nahhh depannya adalah kolam renang.

Untuk penginapan tersedua cottage-cottage… ah udah ah, entar disangka di-endorse sama Green Kamojang resort hehehe.

Ini mah hanya berbagi cerita dari apa yang ‘kebetulan‘ dialami. Selamat berlibur wiken bersama keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Green Kamojang… eh Kamojang Green Resort.
Jalan Raya Kamojang No.KM.3, Samarang, Kec. Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44161

V60 Toraja di Djournal Cafe.

Djournal cafe tempat ngopi hilangkan cape.

Photo : V60 Arabica Toraja / dokpri.

TANGERANG akwnulis.com. Secangkir kopi menghadirkan kembali semangat untuk terus bergerak lagi, meski sesaat eh dua hari harus bersabar dengan segala prosedur dan perilaku personal yang beraneka rupa.

Pertemuan dengan sang barista, neng Glesnea di Djournal cafe dilanjutkan dengan memilih beraneka bean yang tersaji untuk nantinya segera diseduh tanpa banyak pancakaki. Agak sedih setelah dipilih ternyata tidak ada bean kopi dari jawa barat, adanya Papua, Kintamani, Mandailing dan Toraja.

Photo : Sang baristi dan pilihan kopi / dokpri.

Ya sudah, pilihannya adalah kopi Toraja yang akan segera di eksekusi dengan metode seduh manual V60.

Dengan perbandingan 1: 15 dan gramasi 16gr serta temperatur air 90° maka menghadirkan sebuah sajian kopi yang segar dan mencerahkan malam ini.

Body medium menuju strong, Acidity medium dan Aftertastenya hadir rasa berry plus tamarind memberikan kesempatan rasa untuk ninggal sesaat di ujung lidah dan memberi kesan memori akan sebuah rasa tersendiri.

Photo : Cafe Djournal SHIA / dokpri.

Waktu menunjukan pukul 21.20 wib di Lantai 1 Dekat gate 8 Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Secangkir kopi toraja ini memberi suasana berbeda, memberi ruang hati semakin lega sebelum sebuah perjalanan panjang akan segera terlaksana. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Djournal Cafe
Terminal 3 Lt.1
Antara gate 7 & gate 8
Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Indonesia.

Harga :
V60 Kopi Toraja Rp. 40Rb
Aqua botol 600ml Rp. 27Rb
dengan pajak jadi total Rp. 74.199.

***

Menanti Janji

Belajar jurus ‘Menyepi dalam Keramaian’.

Photo : Suasana malam di Jakarta / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Menanti bukan berarti tanpa arti, tetapi bernilai tentang makna kesabaran yang hakiki. Apalagi jika sudah dilakukan ikhtiar tiada henti, maka menanti adalah sebuah seni, seni merenungi perjalanan diri dalam takdir yang sudah pasti.

“Bukankah hidup inipun adalah menanti?.. menanti antrian sambil memupuk amal sebagai bekal hidup yang sebenarnya di akherat nanti”

Terdiam sejenak dan hening menghampiri… maaf bukan pak Hening tetapi suasana tenang yang mendamaikan hati dalam sepi.

“Memang disitu sepi?”

Pertanyaan kepo yang ada benarnya, boro-boro sepi karena banyak orang yang sedang mengantri dan berbicara dengan bahasa masing-masing, termasuk dengan bahasa hati.

Patut dijelaskan disini bahwa makna sepi ini adalah persepsi. Karena sepi kali ini adalah sebuah pengejawantahan jurus masa silam yaitu ‘sepi dalam keramaian’ atau bertapa dalam keramaian…

“Bisa gitu?”

“Susah tahu, karena menurut pengertian KBBI bahwa bertapa itu adalah mengasingkan diri dari keramaian dunia dengan menahan hawa nafsu (makan, minum, tidur, birahi) untuk mencari ketenangan batin.”

Jadi yang dilakukan sekarang adalah ‘bertapa 4.0‘. Berusaha mengasingkan diri dari dunia sekitar, dunia sendiri dan fokus serta konsentrasi sehingga seakan hanya ada diri ini ditemani gadget kesayangan dan….. tetep inget urusan duniawi… tidak lupa sambil ngetik ide-ide yang dituangkan di dalam blog pribadi, sambil jangan lupa satu telinga diaktifkan, siapa tahu ada panggilan dari petugas yang sedari pagi melayani para pengantri.

“Ohhh main HP, pasti bakalan cuek yah sama dunia sekitar heuheuheu… gaya lo pake istilah -bertapa 4.0- huhuy”

“Hahahaha… 😀😁😀😁😀”

Perlahan-lahan hening kembali.

***

Mister akawenulisdotcom, ditunggu di loket 212!”

“Wuih langsung namanya dipanggil, kereen”

“Keren atuh da akuh yang mengarang dan menulisnya!”

“Ah sialan, kirain beneran”

Panggilan itulah yang mengakhiri penantian selama 2 hari ini. Sehingga dari terang berganti malam, dilanjutkan dari gulita diganti siang nan ceria… dan akhirnya semuanya tuntas pada waktunya.

Photo : Di Jakarta siang menjelang / dokpri.

Jadi nikmatilah penantian dengan tetap berbaik sangka. Menit dan jam yang seakan terasa lama adalah misteri dunia, karena sebenarnya semua sama bahwa 1 jam adalah 60 menit saja. Tetapi emosi dan rasa bisa membuat waktu begitu lama atau bisa juga begitu cepat melewati hari-hari kita.

Selamat berkarya meskipun penantian mendera, jangan biarkan raga dan jiwa terjebak antrian dunia, tapi bebaskan dalam kreasi imaginasi yang tiada batas nan pasti.

Wassalam, Jakarta awal nopember. (AKW).

Maksi dori & Peppermint tea.

Cari kopi jadinya maksi.

Photo : Sajian Jhon Dori Almo at Square resto / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Datang ke Hotel Novotel ini dalam rangka ‘sesuatu‘ pastinya, ada maksud dan ada tujuan. Biarkanlah latar belakang hadirnya raga ini menjadi misteri, tetapi hasil kehadirannya siapa tahu bisa menjadi referensi.

Investigasi pertama tentu bicara ‘ngojay‘ maka sasarannya adalah kolam renang dan kalaupun dimungkinkan tema kedua adalah ‘ngopay‘ atau minum kopi tanpa gula (kohitala)…..

Ternyata…. kolam renang yang tersedia di Novotel Hotel jalan Cihampelas Bandung ini hanya untuk penghuni eh penginap saja, tidak bisa diakses diluar tamu… ya sudah nggak jadi deh.

Photo : Pepermint tea / dokpri.

Tapi, karena panggilan alam sudah berbunyi yaitu suara perut kukurubukan*).. lapeer, maka opsinya bergeser menjadi mencari menu makan siang dan di lantai 1 dekat lobby hotel ini tersedia Square Resto, bergegaslah kaki kesitu dengan harapan ada makanan berat sekaligus kopi.

Setelah duduk di kursi yang tersedia, memilih menu dan memutuskan memesan ‘Jhon Dory Almo‘ ditemani Peppermint tea.

“Kok nggak pesen kopi?”

“Lagi pengen kopi manual brew, ternyata nggak ada, adanya sajian kopi dengan mesin kopi… “

Nah… sambil menunggu sajian makanan dan teh datang, berjalan-jalan di sekitar restoran juga ke arah luar melewati pintu kaca… ternyata… dipinggir kirinya dibalik rimbunnya pepohonan, disitulah kolam renang berada… cekidot.

Photo : Kolam renang Hotel Novotel jl Cihampelas Bdg / dokpri.

Wajar saja kolam renangnya hanya untuk tamu, karena ukurannya terbatas, klo umum juga bisa akses..malah jadi penuh orang dan susah berenang.

Tapi klo nginep, berenang disini ….. yaa lumayan buat sambil ngasuh anak juga olahraga menyegarkan bagi badan dan fikiran.

Kembali ke sajian makanan yang dipesan, akhirnya datang sajian ikan dori dengan nasi bumbu hijau dengan porsi mungil (memang request minta nasi sedikit) serta sayuran rebus plus bumbunya berbalut keju….. dan minumannya adalah peppermint tea yang seduh sendiri….. juga air panasnya bisa refill… lumayaaan.

Yummy…..

Harganya yach standar hotel, jadi sesekali aja… klo tiap maksi kayak gini… gajinya pasti 12 koma…
maksudnya tanggal 12 udah koma hehehehehe. Harga Jhon dory almonya 45ribu dan pepermint tea nya 45ribu, itu semua belum termasuk pajaknya.

Udah ah ntar aja ngitung dengan pajaknya….

Yuk ah.. mamam dulu… bismillah. (AKW).

***

Kukurubukan = Suara perut keroncongan.

Kolam renang House Hotel.

Menata rasa dibalik birunya air yang menggoda.

Photo : Air biru yang mengundang / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Birunya air kolam renang mengundang rasa untuk datang, meskipun dikala berniat berenang agak risih dengan banyak pasang mata yang memandang.

“Lha, cuek aja, khan memang kolam renang fungsinya buat berenang!!!”

Masalahnya sederhana, kolam renang ini dikitari oleh meja-meja dan kursi yang menyatu di pinggir kolam serta akses langsung ke lobby tamu, jadi terasa risih ajah… eh ternyata penjelasan praktis ini malah di samber lagi.

“Ya nggak usah renang klo risih mah!!!” dengan nada sewot agak meninggi.

Aku terpana sambil menatap wajah yang murka sambil di kepala di jejali tanda tanya, “Lho kenapa harus marah, lha wong saya yang mau berenang dan saya juga yang nggak jadi berenang karena risih di lihat orang.”

Ternyata…. sambil perlahan menarik nafas panjang, pertanyaan ini perlahan sirna. Berusaha hadirkan pikiran positif, “Mungkin dia memang peduli, sehingga ikut merasa perlu menjadi pengatur kehidupanku… padahal kamu siapa sih?”

***

“Jadi berenang nggak?”

“Nggak Jadi”

“Okey”

Ternyata kepeduliannya masih tinggi, luar biasa.

Kolam renang tersenyum melihat percakapan kami, kolam renang kecil yang cukup buat bercengkerama bersama keluarga. Selain kolam renang dewasa juga terdapat kolam renang ‘agak’ dangkal sedalam 60 cm. Jadi bisa sambil ngopi dan ngawasin anak yang berenang bersama ibunya. Tapi jangan lupa nanti gantian, ibunya giliran renang dan ayahnya ngopi lagi….. ups kok tetep ajaaa.

Maksudnya ya bergilir dan bekerjasama menjaga anaknya, …. khan dulu bikinnya barengan juga hehehe..….

Jangan lupa…. berenangnya disesuaikan dengan jam operasional kolam renang ini yaitu dari jam 06.00 wib hingga 19.00 wib.

Oh iya lokasinya di House Hotel Sangkuriang, jalan Sangkuriang nomor 1 Kota Bandung.

Selamat wiken kawan, Wassalam (AKW).

Air Panas Alami Hotel Tirta Gangga.

Sekilas tentang kolam renang di Tirta Gangga Hotel.

Photo : Kolam renang air panas Tirta Gangga / dokpri.

CIPANAS, akwnulis.com. Beredar di sekitar kaki gunung Guntur kabupaten Garut tepatnya di daerah Cipanas tentu akan dimanjakan dengan bejibun hotel, villa, penginapan hingga rumah-rumah penduduk yang memiliki akses menikmati air panas alami.

Bisa langsung di kamar hotel masing-masing (tentu dengan harga yang lumayan), atau bergabung di kolam renang yang tersedia di hotel, atau bisa juga di ruangan-ruangan bak air panas private yang bisa disewa untuk berendam dalam kepanasan… tinggal memilih saja, disesuaikan dengan kebutuhan.

Apakah berlibur atau berjalan-jalan bersama keluarga?... atau kebetulan harus bekerja dalam bentuk rapat, seminar dan sebagainya, serta hanya tempat relaksasi setelah seharian menjadi konsultan/pemateri dalam acara di garut kota. Tinggal sesuaikan dengan budget dan kebutuhannya. Buat pesan hotel, villa atau penginapan saat ini sangat dimudahkan dengan adanya aplikasi dan jangan lupa rupiah yang ready di mobile banking, jadi cepet semuanya… transaksi cepat dan duit ludesnya cepat hehehehehe.

Tulisan singkat terdahulu tentang hotel di daerah cipanas ini adalah Hotel Harmoni dan sekarang agak bergeser ke hotel lain yang sudah berdiri sejak awal di kaki gunung guntur ini, namanya Hotel Tirta Gangga.

Photo : Twin bed room, lumayan buat istirahat / dokpri.

Meskipun tidak bisa menikmati suasana dengan santai dan sempurna, tetapi minimal ada sebuah cerita.

Cerita apa adanya dan yang dilihat serta dirasa dengan waktu yang begitu singkatnya.

Karena datang mendadak dan hampir menjelang tengah malam, maka yang penting dapet kamar dan di lantai 2 bangunan baru, itulah kamar yang masih tersedia.

Bentuk kamar lowbudget, agak L4 tetapi secara fungsional cukup lengkap, twin bed, tv, water heater, dan kelengkapan lainnya. Lumayan buat istirahat.

Ternyata jendela kecil disamping meja bisa langsung akses teriak ke warung di bawah sana, jadi selain room service juga bisa order via teriak minimal snack dan rokok… karena warungnya memang buka 24 jam.

Photo : Meja praktis minimal, jendelanya bisa dibuka dan akses order teriak ke warung di jalan raya / dokpri.

Esok paginya sarapan di bangunan lama lantai 2, dengan beberapa pilihan sarapan, scramble egg, sosis, nasgor, mie goreng, irisan mentimun dan kopi atau teh ditambah tumis-tumisan serta kentang goreng, cukup lumayan lengkap.

Nah sebelum cabut karena musti beresin kerjaan di kota Garut, sempetin mengabadikan kolam renangnya yang mulai ramai padahal masih pagi lho.

Kolam renang dewasa dengan kedalaman mulai 1,5 meter hingga 2 meter dengan temperatur air hangatnya cukup panas lho…. jadi klo moo masuk kolam renang ya alon-alon supaya nggak kaget… mungkin karena lebih deket ke gunung guntur yaa…. jadi panasnya jauh lebih panas dibanding di kolam renang Hotel Harmoni.

“Nggak percaya?, monggo coba aja”.

Kolam renang air panas ini selain fasilitas hotel juga bisa diakses dari luar dengan tarif 30ribuan… juga ada kamar rendam plus pancuran umum yang juga airnya panas alami… itu yang bikin ramai semenjak pagi.

Sayangnya kami tak sempat menikmati kepanasan air panas alami gunung guntur ini, hanya bisa memandang, merekam dengan mata dan dituangkan dalam cerita, kasian yaa…..

Ga papa, besok lusa bisa datang lagi dan bisa bercengkerama dengan air panas alami sesuka hati, selamat wiken kawan. Wassalam. (AKW).

Melayang & Berenang di Pangandaran.

Mari melayang dan berenang kawan…. jump.. jebuur.

Photo : Melayang dulu… / dokpri.

PANGANDARAN, akwnulis.com. Bermain di pantai menjadi menu andalan di kala raga beredar disini, kawasan wisata Pangandaran. Meskipun pagi harinya sedikit galau karena bersua dengan kesedihan, tetapi terlalu terlarut dengan kesedihan bukan cara terbaik menjalani hidup, monggo baca KOPI & PILU.

Sedih dan pilu itu manusiawi tapi tak usah berkepanjangan, hayu beredar di pantai dan merengkuh kesegaran.

Move… move.. move.

Tanpa banyak basa-basi, segera berlari ke pantai disambut hembusan angin kencang dan panasnya pasir putih karena menyimpan kekuatan yang dikirim via sinar mentari sedari tadi.

Dikala akan mencapai bibir pantai, baru tersadar bahwa stelannya masih cocok buat rapat, bukan mantai…. oww dilema.🤣🤣🤣😂🤣🤣

Moo balik ke hotel pasti lama lagi, moo nyebur juga bakalan aneh, masa celana kain dan sepatu resmi dipake berenang… mikir dulu donk.

Akhirnya berubah pilihan tapi tetap mantai, segera ajarkan ilmu (seperti) terbang kepada anak magang yang cepat menyerap ilmu dan penuh keingintahuan, yuk kita levitasian.

Panasnya pasir pantai tidak menjadi halangan untuk berulang kali meloncat dan mengikuti petunjuk :

1… 2… 3… jump….

tentu dengan gaya yang seakan tidak meloncat.

…. Ribet amat sih bro’

“Kalem, no pain no gain pren”

Maka meloncatlah dengan wajah tanpa ekpsresi, seakan tidak ada aksi yang terjadi.

Jump… Cetrek

Jump… Cetrek.

Berhasill…….

Meskipun tidak bisa mengambang terlalu jauh, tetapi jarak dengan pasir pantai tercipta dan efek melayang terwujud sudah, Alhamdulillah.

***

Photo : Swimming pool Suryakencana Hotel Pangandaran / dokpri.

Setelah puas bercengkerama dengan panasnya pasir pantai, maka bergegas kembali ke hotel tempat memginap, namanya Suryakencana Hotel.

Langsung bergegas ke lantai 3 dimana kamar yang menjadi.hunian sementara berada. Gerakan pertama tentu berganti stelan, dari sepatu pantofel menjadi sendal gunung aneka situasi, celana renang, kemeja pantai warna-warni dan tidak lupa kacamata hitam.

Tapii…… ke pantai masih panas terik, jangan sampai kulit wajah hasil perawatan jadi kembali kusam….ahaaay

Berubah rencana, jadinya turun ke lantai bawah menuju kolam renang hotel saja. Tersedia kolam renang berair biru jernih, kedalaman 1,5 meter dan juga ada sisi dangkal untuk anak-anak. Ditemani kerindangan pohon yang asri, semakin mempercepat raga unyuk segera bercengkerama dengan kesegaran air tawar di kolam renang sebelum nanti dilanjutkan dengan diskusi bersama air laut yang penuh sensasi.

Jeburr!!!!

Photo : Swimming pool Hotel Suryakencana / dokpri.

Segar menyelimuti raga dan seluruh permukaan kulit serasa disentuh secara bersama-sama, hadirkan ketenangan dan mendorong kelenjar syaraf pusat dan kelenjar hipofisis memproduksi hormon endorphin lebih cepat.

Rasa senang dan bahagia hadir tanpa jeda, kesegaran juga hadir merata, kemooon… jangan lupa bahagia. Wassalam (AKW).

Kolam Renang Hotel Santika.

Berenanglah sebelum berenang itu dilarang…

Photo : Kolam renang anak di Hotel Santika Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Ini adalah kisah singkat tentang bercengkerama sehat bersama air kolam renang yang sesekali bersahabat meskipun harus hati-hati untuk hindari akibat.

Terletak di lantai 2, kolam renang ini adalah fasilitas bagi penginap di Hotel Santika Bandung yang berlokasi di Jalan Sumatera Bandung. Sebuah lokasi strategis karena di seberang depan adalah Mall Bandung Indah Plaza dan di seberang sebelah utara adalah Mall Riju (Riau junction), juga akses mudah ke pusat pemerintahan Kota Bandung dan Provinsi Kawa Barat (Gedung Sate) karena memang berada di posisi yang tepat.

Kolam untuk anak dengan kedalaman 60 cm berbentuk lingkaran drmgan keteduhan terjaga karena terlindungi oleh bangunan diatasnya dan kolam dewasa dengan kedalaman mulai 1,5 meter hingga di ujungnya menjadi 2 meter,……… jadi buat yang masih belajar berenang harus hati-hati, jangan sampai pas nyentuh kedalaman 2 meter sementara tinggi badan hanya semekot (semeter setengah kotor… hehehe)... panik dan bikin keributan.

Kursi tunggu dan handuk tersedia di petugas, tinggal minta saja. Untuk toilet dan kamar bilas sedikit turun tangga dari ujung kolam dewasa (ada petunjuk yang jelas kok).

Photo : Kolam renang dewasa agak kelabu dengan kedalaman 1,5m sd 2 m / dokpri.

Kualitas air kolam standar dan terdapat pengukuran berkala tingkat kepekatan, ph ideal juga kandungan kaporitnya, yang pasti ikuti aturan mainnnya, beres berenang berbilaslah dengan air bersih dan bersabun, jangan berbilas dengan pasir karena ntar disangka keturunan kucinggg…. meoooong.

Oh iya, air kolam renangnya dingin, tapi jangan khawatir, kesegaran akan didapatkan dan kehangatan hati kembali kepada masing-masing.. eaaaaa.

Selamat bercengkerama dengan kesegaran, jangan lupa bersyukur dan bahagia. Wassalam (AKW).

Berenang di Harmoni Hotel.

Relaksasi di kaki Gunung Guntur.

Photo : Kolam renang air agak hangat / dokpri.

CIPANAS, akwnulis.com. Pagi yang cerah di kaki gunung Guntur memberi kesegaran tak terperi. Jangan terus berdiam di kamar, tetapi gerakkan raga dan kuatkan kaki agar melangkah menuju lantai bawah, disana kesegaran lainnya menanti.

Photo : Kolam renang dewasa & kolam renang anak / dokpri.

Gunung Guntur masih sembunyi di balik awan pagi, berselimut dingin yang merayu untuk kembali ke haribaan selimut di kamar lantai 2. Tapi daya tarik kesegaran kolam renang tidak bisa dilupakan, apalagi ada sedikit kehangatan yang akan memanjakan badan, maksudnya kolam renangnya airnya hangaat…. “Iya gitu??”.

Ternyata bener kawan, kolam renangnya bertemperatur hangat-hangat kuku, yach lumayan dibandingkan hanya berdiam di pinggir kolam dan di terpa angin pagi yang menggemaskan.

Jeburr!!!!…

Kolam renang satu lagi untuk bermain anak-anak, lengkap dengan seluncuran dan ember tumpahnya. Cuma anaknya nggak ikut…. yaa… nggak jadi bermain-main disitu.

Photo : Suasana kamar hotel / dokpri.

Kesegaran dan kehangatan air kolam renang memberi rasa nyaman, kombinasi alami yang menghasilkan relaksasi. Sementara kamar yang hangat ditinggalkan dulu, sofa yang luas silahkan menunggu, sementara raga ini bersantai dulu serta semoga jiwapun bisa lebih membumi tanpa terbebani pikiran tugas pekerjaan yang selalu hadir dalam labirin pikiran dan selasar neocortec.

Photo : Sofa & Sajadah / dokpri.

Sebuah pilihan tempat yang pas untuk jeda sejenak, beristirahat di sela beban pikiran dan tugas yang terus di-gas. Kerjaan kelar, istirahatpun bukan hanya kelakar.

Yang kepo, ini namanya Hotel Harmoni di daerah Cipanas Garut.

Hayu ngojay bray, Wassalam (AKW).