Ngopay Ngojay di Ohana Bali

Ngopay Ngojay di Ohana Kuta.

Photo : Kolam renang anak & dewasa di Ohana Hotel / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Mendarat di Bandara Ngurai Rai, trus meluncur menuju hotel adalah hal yang lumrah, tetapi yang bikin degdegan adalah memilih hotelnya begitu mendadak dan pertimbangan utamanya adalah budget, budget dan budget… baru tentang lokasi dan kenyamanan.

Awalnya memang dikala jari jemari menjelajahi aplikasi perjalanan online untuk menemukan berbagai hotel murah di sekitar Kuta Bali, tetapi tentu tidak hanya murah tetapi juga memiliki standar kenyamanan. Jadi dalam waktu yang terbatas, melototin pilihan photo-photo hotel dengan harga pas di kantong.

“Lha.. nggak dibayarin kantor mas?”

“Sttt…. jangan ribut, ini mah non-Budget”

“Ooh… xixixixi….”

Jadi petualanganpun harus di jalani, meskipun cukup pede karena dilihat dari photo-photo dan cek lokasi via gugelmep memang masih di sekitar area Kuta meskipun bukan di jalan utama…. nah lo.

***

Jam 23.58 wita, kaki menjejak di lantai hotel disambut senyuman satpam dan resepsionis. Alhamdulillah hotelnya lumayan, meskipun jauh dari area pantai (klo jalan kaki) tetapi lebih tenang karena tidak mudah tergoda oleh hiruk pikuk keramaian seperti di sekitar kuta-legian-dan sekitarnya.

Photo : Kamar di lt.3 / dokpri.

Dengan harga 350Ribuan/malam udah dapet kamar hotel yang cukup bersih dan tenang, Bed yang besar juga ada kursi luarnya di mini balkon….. tapi lorong menuju kamarnya agak sempit, jadi mirip masuk ke lorong kamar kost-kosan hehehehe….. atau mungkin lantai ini aja kali….. jadi gampang akses ke kamar.

Over all untuk ruangan dan kelengkapannya cukup baik dengan kamar mandi yang memadai.

Yang menarik adalah terdapat juga kolam renang di lantai dasar, cukup buat bermain-main dengan sang buah hati (klo ikut maksudnya)… yang memang sudah dari sonohnya anak kecil mah seneng main air. Karena sekarang sendirian, ya sudah… tidur aja segera.. eh mandi dulu deh, baru tidurrr…

Nama hotelnya adalah Ohana Hotel Kuta, liat di traveloka lebih megah dari kenyataannnya tapi ya memang iklan harus begitu… ditampilkan semenarik mungkin dengan sudut photo dan pencahayaan yang memberi hasil lebih wah… yaaa mirip kamera jahat yang bikin wajah bercorak menjadi lembut tanpa jejak… kenyataannya juga lumayan, dengan budget terbatas dapat hotel yang bisa memberikan kenyamanan, menghilangkan penat dan mengembalikan kesegaran untuk menyongsong kerjaan yang nggak kelar-kelar.

Masuk kamar, lalu mandi, sholat, nyalain tivi… dan tivi nonton diriku… alias dotonton tivi…. yaaa karena diriku yang langsung terlelap, ternyata jam dinding di kamar sudah menunjukan waktu yang melewati tengah malam.

Photo : Nikmati Kopi Hotel / dokpri.

Esok harinya turun ke lantai 1, Sarapan pagi lumayan variatif, tapi karena hanya buah potong yang boleh dimakan di pagi hari, maka potongan semangka dan melon menemani makan pagi kali ini, sambil memperhatikan anak kecil dan kakaknya yang bersiap bermain air di kolam renang (Kolam renangnya di tengah-tengah dan untuk akses ke ruang makan akan melewati pinggir kanan kiri kolam renang).

Tak lupa secangkir kopi hotel dinikmati sambil mereka-reka rencana dan mempersiapkan diri untuk bertugas hari ini, cemunguuutz…

Jebur….

“Brrrr dingiiiin!” Celoteh sang kakak, diikuti adiknya meloncat ke tengah kolam untuk bercengkerama dengan air kolam renang di pagi ceria. Mereka tertawa dan duniapun penuh dengan canda. Selamat menjalani hari di pulau bali. Wassalam (AKW).

Kopi IFC

Kerja jalan Ngopay juga… lets go.

Photo : Secangkir Esspre-Americano / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Pagi buta mengejar jadwal kereta, dan tiba di Jakarta berjibaku dengan macetnya ibukota,… dengan segala daya upaya hingga akhirnya bisa hadir di tempat meeting meskipun terlambat beberapa menit berharga, tapi apa mau dikata itulah kondisi nyata, yang penting semua berlalu melalui nilai usaha dan pengorbanan bangun dini hari demi sebuah jadwal kereta…. eh macetnya dari gambir ke tempat acara.

Siang menyore diskusi menjadi begitu berisi, confident dan seru mewarnai perdebatan yang akhirnya saling melengkapi… meskipun tentu masih ada aneka gagasan yang belum tereksplorasi.

Lantai 9 gedung BEI menjadi tempat beradu argumentasi, antara kami dan pihak IFC – World bank, tentang sebuah harapan besar yang harus disingkronkan demi wujudkan BUMD juara.

Tahapan dan penentuan tanggal adalah sebuah keniscayaan, karena sebuah cita hanya akan tertahan di batas angan jika tidak di bumikan, maka suatu keharusan di breakdown menjadi kegiatan konkrit, dimana siapa berbuat apa bagaimana…

…..bener khan?

Benerr….

Photo : Belajar terbang di area SCBD / Pic by Hanif.

Tapi tetap, kopi hitam tanpa gula ternyata hadir dalam keseruan ini. Meskipun ini bukan kopi manual brew V60 tetapi dengan peralatan mesin kopi tersajilah espresso americano yang harum dan menenangkan hati. Didukung perhatian tuan rumahlah yang menjadikan kopi ini menjadi semakin penuh makna, apalagi boleh refill…. ahay…. nikmatnyaa.

Srupuuuut… Kopi IFC dinikmati sambil berdiskusi tentang blueprint BUMD Jabar, berbasis prioritas dalam RPJMD 2018-2023 maka mengerucutlah shortlist yang harus segera ditindaklanjuti.

Cemunguut…
Cerupuut.. nikmaat.

Selamat menjalani hari yang cerah kawan, Wassalam (AKW).

***

Kantor IFC :

Indonesia Stock Exchange Building Tower 2, 9th Floor, Jalan Jendral Sudirman No.Kav 52-53, RT.5/RW.3, Senayan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190

Swimming pool near Kuta Beach

Menikmati kesegaran kolam renang di hari terakhir..

Photo : Kelapa Pool / dokpri.

KUTA, akwnulis.com. Perjalanan ke pulau dewata PP melalui bandara baru kertajati KJT tentu memberikan nuansa berbeda, masing-masing individu akan mendapatkan pengalaman berbeda tergantung dari sudut pandang dan nilai prinsip hidup yang diamininya.

Terus terang, butuh waktu lebih lama untuk tiba di bandara kertajati sebelum terbang, begitupun dikala pulang, diperlukan 2,5 jam perjalanan lagi hingga akhirnya tiba di rumah bersua dengan keluarga jika dibandingkan dengan penerbangan melalui bandara husein sastranegara…

Tetapi jangan salah kawan, banyak hal baru yang ditemukan, dirasakan, dimaknai dan akhirnya disyukuri maka perjalanan penerbangan inipun memiliki banyak arti penuh nilai-nilai hakiki.

Tapi…. sekarang nggak bahas dulu itu, biarkan semua berjalan dan proses perpindahan penerbangan via bandara Kertajati ini berjalan (semi) alami.

Malam ini ingin menulis tentang sepenggal perjalanan kemarin, setelah ngopay di beberapa tempat di pulai dewata, diawali dengan sruputan domba kopi, dilanjutkan kopi black eye eh panon hideung di Ubud sekaligus bercengkerama dengan luwak asli di Balistar coffee, hingga menikmati kopi seduh praktis dengan pilihan kopi luwak dan kopi peaberry lanang… maka pasangan ngopaynya manaaa?…

Tagline ngopay tak lengkap tanpa ngojay… maka inilah ceritanya, cekidot….

Photo : Garis biru di tengah Kelapa pool / dokpri.

Pertama adalah Swimming pool dengan nama Kelapa pool, tersembunyi di halaman belakang hotel, dengan airnya yang biru memggemaskan, bentuk kolam yang tidak kaku serta dilengkapi jembatan kayu plus tempat bersantai di pinggir kolam. Kedalamannya juga disesuaikan dengan kebutuhan bersantai para penginap, dimulai dari ukuran kedalaman 40 cm untuk anak, lalu 1,15 meter untuk kolam dewasa dan di paling tengah kedalaman 1,5 meter ditandai dengan garis biru gelap yang memanjang membelah kolam renang.

Beberapa kamar hotel yang pool acces, bisa langsung buka pintu dan.memghambur ke kelapa pool, tapi tentu harga kamarnya mihil… nggak nyampe… ini juga kebeneran aja diajakin nginep disini…. malem sebelumnya di hotel lain yang berbeda.. tapi ada juga kolam renangnya.

***

Lalu…..

Main air di Citumang

Main air di Citumang yang ternyata dalam lho….

Photo : Jernihnya air sungai Citumang / dokpri.

CITUMANG, akwnulis.com. Adzan shubuh di aplikasi smartphone membangunkan raga menenangkan jiwa. Segera beranjak wudhu meskipun rasa dingin mendera. Tadinya mau membuka gordeng dan membiarkan mata bisa memandang keindahan alam di HAU Citumang ecolodge ini…. ternyata masih gelaap. Apalagi posisi jendela dinding kontainer ini lebar dan besar sehingga jikalau gordeng dibuka dan suasana terang benderang dalam kamar kontainer maka malah jadi aquarium jikalau dilihat dari luar.

“Emang kamu nginep dimana?”

Monggo baca Nginep di Hutan Citumang, Pangandaran… atau cerita sebelumya yaitu Sunset di Batukaras.

Photo : Jalan menuju Kontainer & glamping / dokpri.

Tepat pukul 06.00 wib baru berani menjejakkan kaki keluar dari kamar kontainer, dengan stelan celana pendek dan sandal gunung karena akan mengeksplorasi alam yang begitu dekaaat dan pasti menantang.

“Sedekat apa?”

Dekat banget kawan, keluar kontainer, turun tangga.. langsung bersua dengan sungai Citumang yang airnya jerniiih bingiiit…. perlahan memasukan kaki ke dalam air bening dingin menyegarkan….

Photo : Sungai Citumang dg variasi kedalaman sd 4-5 meter / dokpri.

Oh iya lupa… diambilin rompi pelampung, fasilitas gratis dari HAU Citumang ecolodge, plus 2 perahu kano warna pink dan biru lengkap dengan dayungnya…. jadi pelampung wajib di pakai karena kedalaman sungainya sangat variatif…. dari mulai semata kaki hingga 10-15 meteran, atau lebih yach?… soalnya nggak berani ngukur kedalamannya.

Photo : Tempat bersantai di sekitar kontainer kamar / dokpri.

Perlahan tapi pasti badan mulai terendam dan…. 10 meter bergerak, kaki sudah tidak bisa menapak ke dasar sungai…. dilihat bahwa kedalaman sungai sekitar 2 hingga 3 meteran, dasar sungai bisa dilihat karena begitu jernihnya air yang mengalir ini.

Agak menegangkan tetapi tetap tenang karena banyak kawan-kawan. Bergerak lagi, air sungai mendangkal dan terdapat sebuah bendungan yang membentuk kolam buatan berkedalaman 1,5 meter. Serasa mandi berenang di kolam renanggg…..

Photo : Berpose di bendungan / dokpri.

Didepannya adalah tanggul bendungan yang diperkirakan 20 meteran tingginya. Dibalik tanggul bendungan itulah aliran sungai berwarna hijau seolah terdiam padahal menyisakan kedalaman yang cukup bikin menegangkan… dalem banget bro dan masih suasana hutan yang tenang tapi bisa menghanyutkan atau malah menenggelamkan.

Oh ya, bendungan ini juga berfungsi menjadi irigasi, mengatur aliran air untuk fungsi pengairan. Nah selokan pengairannya itu bisa digunakan untuk papalidan… palid = hanyut, euh maksudnya body rafting... tapi jangan sendirian.. khawatir ketiduran dan hanyut sendirian, apalagi terhanyut dalam kenangan para mantan….. beraat bingit kawann.

Photo : bersiap loncat ke saluran irigasi / dokpri.

Jadi bareng-bareng kawan, dijamin rame ramai, penuh canda dan gelak tawa serta menghasilkan pengalaman tak terlupakan…..

Jadi tidak ada pilihan lain, buat yang penasaran. Datanglah ke Pangandaran, selain sensasi bermain air di pantai juga bisa menikmati sensasi adrenalin dengan air tawar yang dingin menyegarkan dan dijamin jadi pengalaman tak terlupakan. Wassalam (AKW).

Kolam Renang Sheraton Bandung

Menikmati segarnya suasana di Kolam renang Hotel Sheraton Bandung.

Photo : Kolam renang bentuk spinner di Sheraton Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Seiring liukan angin dan nyiur melambai, pesan kedamaian dan rasa tenang menyentuh di kalbu dan menambah kesegaran fikir di pagi yang cerah ini.

Air kolam renang yang biru membiru, melambai manja mengajak bercengkerama. Saling bersua dalam suasana pagi ceria, mengkecipakkan rasa dan gemericik air yang tak pernah bosan dalam berbagai bentuk serta keadaan.

Kolam renang dewasa dan kolam renang anak berdekatan tapi area terpisah. Kedalaman 30cm kolam anak memberi kesempatan untuk bermain air bersama si kecil. Lalu di kolam dewasa, bisa berendam atau berenang atau hanya main air saja… ah itu khan pilihan.

Bentuk kolam renang yang tidak kaku, seperti bintang segitiga dengan setiap ujungnya membulat, sehingga seolah ada 3 kubu sudut cengkerama yang bisa digunakan. Mirip spinner, mainan anak yang pernah booming beberapa waktu lalu, yang diputer-puter di telapak atau di jemari dan memunculkan warna warni sesuai lampunya... “Kebayang nggak?…?

Kedalamannya ada 2 variasi, 1,3 meter dan 1,5 meter….. buat orang dewasa (yang belum lancar berenang) nggak usah khawatir…. kaki masih bisa napak kok, nggak bakalan minta tolong karena ternyata harus ‘tenggelam‘ seperti tulisan fiksi terdahulu yang berjudul ‘TULUNG-fbs*).’

Kolam renang ini terletak di Jl. Ir. H. Juanda No.390, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135, yaitu Hotel Sheraton Bandung & Tower. Fasilitas kolam renang ini merupakan bagian dari tempat menarik yang bisa digunakan bagi penginap di hotel ini. Tetapi jangan khawatir, yang tidak menginappun boleh menggunakan kolam renang ini dengan biaya 150K/person, baik weekday dan weekend harganya sama. Dengan duit segitu, paketnya tidak saja akses ke kolam renang, tetapi juga sauna dan jacuzi, jadi satu paket gitcu….

Photo : Kolam renang dari arah lobby hotel / dokpri.

Suasana alami penuh keasrian dan hijau menentramkan memberi kesempatan jari jemari mengetikkan untaian kata yang rebutan dengan keinginan untuk loncat ke kolam renang dan bercanda dengan kesegaran.

Tapi itulah kenyataan, keseimbangan mengetik oleh jemari dan keinginan segera berenang dapat dipahami sebagai bagian proses memilih dan bermain di tataran skala prioritas. Jadi tinggal berfikit rasional saja, jus do it. Yang penting jangan kebalik,.. loncat ke kolam dulu sambil ngetik di layar keyboard virtual di smartphone… dijamin berabe dan berpeluang memberenangkan smartphone di kolam renang…. fatal pisan tah.

Jam operasional kolam renang selama 12 jam, mulai 06.00 wib sd 18.00 wib saja, dan di kolam dewasa dibatasi umur anak minimal 12 tahun. kalau di kolam anak, tidak dibatasi umur, silahkan saja…. cuman piraku we orang dewasa kukucuprakan di situ, kecuali dengan judul ‘lagi ngasuh’.

Satu lagi, tidak ada lifeguard jadi betul-betul mengamankan diri sendiri dan keluarga, karena kolam renang menjadi tempat berbahaya, baik anak kecil apalagi balita yang tak tahu bahaya besar mengintainya.

Jadi, segera berubah…. menggunakan pakaian renang dan kacamatanya. Lalu perlahan masuk ke kolam renang ini…. berendam aja sambil jongkok, hingga air memenuhi batas leher. Maklum belum lancar berenang. Heu heu heu... yang pasti naungan alam daun nyiur melambay memberikan aura ketenangan ditengah hiruk pikuk kegalauan yang tak berkesudahan.

Selamat beraktifitas hari ini, Wassalam (AKW).

Tulung – fbs*)

Ningali kolam renang, janten aya ideu carita, cag.

Photo : Kolam renang Sheraton Hotel Dago Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sampulurna awak matak ngahudangkeun kahayang, basa ningal Anjeun hanjat tina cai nu hérang ngagenclang. Pinareup sareng tarangbaga nu dihalangan ukur ku lawon ipis tur sakedik, matak hélok tur pikabitaeun.

Angin isuk ngagelebug maksa rumasa ngariutkeun kahayang, tapi panon teu bisa ngiceup, ngadon molotot. Mapay sampulurna kulit ti luhur sausap rambut dugi ka handap sausap jeungkal, sanajan ukur ti kajauhan.

“Kadieu…”

Gebeg!!! reuwas nataku, Anjeun ngagupayan. Uing buru-buru ngadeukeutan, “Aya pikersaeun naon Enéng”

“Manawi teu kaabotan, tiasa nyuhunkeun bantosan Aa?”

Duh soanten nu halimpu, matak ngagebrukeun kalbu ngempraykeun haté, bungah pisan atoh teu aya hingga.

“Punten manawi tiasa pangmilarikeun geulang, bilih murag tadi waktos kokojayan”

“Mangga geulis”

Teu antaparah deui, langsung ngadeukeutan sisi balong, gajleng.. gejebur!!!

Photo : Kolam renang anak di Sheraton Bdg / dokpri.

Mimitina mah karasa seger awak panggih jeung cai, ngan hanjakal geuning suku téh teu bisa ngadampal balong, mangkaning ngojay can lancar. Satekah polah leungeun jeung suku pakupis, awak diancul-ancul. Tungtungna leuleus, eungap, ranyay tuluy poék, “Tuluuung…”

***

Lalaunan kongkolak soca dibuka, “Ieu dimana, geuning loba jelema?”

“Alhamdulillah Jang, manéh salamet. Ari can bisa ngojay, ulah ngajago ngagejebur dina kolam nu 3 meteran” Sorongot life guard, Uing tungkul, éra. Nu awak sampulur duka kamana, tinggal Uing teu walakaya. (AKW).

***

*)fbs : fiksimini bahasa sunda.

Catatan : Cerita ini hanyalah fiksi khayalan, tetapi mungkin terjadi. Dengan settingan berada di pinggir kolam renang tentu menikmati keindahan ciptaan Tuhan adalah keniscayaan, yaitu badan-badan mulus dengan balutan swimsuit.

Saking terpesonanya, sehingga disaat Eneng syantik memanggil dan minta tolong, tanpa pikir panjang segera dipenuhi dengan meloncat ke dalam kolam renang. Untuk mencari gelangnya yang hilang.

Masalahnya adalah : Kolamnya berkedalaman 3 M dan ternyata peloncat ini belum lancar berenang….

Akibatnya hampir fatal, untung segera diberikan pertolongan.

Nilai pentingnya adalah jangan silau dengan kecantikan dan keseksian perempuan sehingga permintaannya langsung dipenuhi tanpa berfikir rasional tentang kenyataan dan kemampuan.

Selamat berhari Senin kawan, Wassalam (AKW).

Berenang di Hotel Margo

Berbasah ria di The Margo hotel, baru meeting.

photo : Swimming pool Margo Hotel / dokpri.

DEPOK, akwnulis.com. Di kala sang mentari masih malu-malu menampakkan diri, raga ini sudah bergerak sendiri menuruni titian janji, berjingkat perlahan tapi pasti menjauhi peraduan dan akhirnya menuju lantai yang telah ditentukan.

Tepatnya lantai 3 yang menjadi tujuan, keluar dari lift belok kanan langsung disambut oleh si belang putih merah ati yang akan menemani dalam prosesi pengeringan nanti.

Melewati pintu kaca dan berjumpa dengan gemericik air kolam renang yang menenangkan jiwa dan mengajak raga untuk bercengkerama.

‘Jangan lupa buka baju dulu’

Jeburrrr!!!….

Kesegaran menyeruak menyentuh pori yang butuh kesegaran. Adrenalin meningkat seiring lamanya badan menahan nafas, lantai kolam renang yang biru menghasilkan siluet indah hasil kolaborasi cahaya dan gerakan air yang dinamis optimis.

Swimming pool Hotel Margo di jalan Margonda Kota Depok ini memang nyaman, meskipun ukurannya bukan kelas olimpic, tapi lumayan buat hiburan dan bersantai sambil melihat pandangan ke arah jalan raya dan mukanya mall margonda.

Kolam dewasa dengan kedalaman 160 cm dan kolam anak 60 cm, dilengkapi air yang menyemprot dari ujung kanan kiri, memberi kesan meriah dan menyenangkan.

Cuman musti hati-hati berenangnya, jangan sambil mangap, ntar nggak sengaja neguk air kolam dan dilanjutkan neguk lagi…. maka kerugian buat kita, pertama shaumnya batal trus kedua rasanya nggak enak karena sudah diberi kaporit ehh mentah lagi airnya..

Berenang kesana kemari akhirnya berhenti karena memgingat di bulan ramadhan ini musti jaga stamina serta bersiap ikutan meeting pagi ini.

“Lha emang sekarang jam brp?”

“Jam 06.15 mas”

“Busyeet niat banget kamu…”

Hanya senyum dan gejebur yang menjawabnya. Tidak ada niat berlebihan, tapi sedikit menikmati fasilitas di sela kerjaan yang bejibun dan injury time moo libur…. khan hal yang wajar.

Selamat beraktifitas dan bersiap menjalani libur panjang Idul Fitri 1440 H. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
The Margo Hotel, Jl. Margonda Raya No.358, Kemiri Muka, Kec. Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424.