2-Ngo Tibra Cafe.

Kembali ke tema utama, 2ngo.

CISARUA, akwnulis.com. Ternyata pemilihan tema dan konsistensi dalam menjaganya terasa semakin dimudahkan dengan setiap momentum yang ada. Tema blog ini dalam tulisannya memang fokus di dua kata, yaitu Ngopay & Ngojay. Dalam pengertian bebasnya yaitu tulisan santai tentang seputar kopi, pokoknya yang terkait atau bisa dikait-kaitkan dengan kopi, ngopi atau ngopay. Lalu tema ngojay adalah sagala we yang urusannya ngojay, berenang kolam renang, laut, balong eh kolam dan urusan air.

Yang termudah adalah ngopilah di sisi kolam renang. Lengkap sudah Ngopay & Ngojay.

Tapi kesempatan itu tidak bisa setiap saat, maka momentum seperti ini segera diabadikan dan selanjutnya tentu dipublikasikan.

Klo di cafe kopi, bisa pesan kopi tapi belum tentu ada kolam renang. Sementara kalau sengaja ke kolam renang untuk berenang, belum tentu dapet kopi nikmat sesuai harapan. Apalagi jika sambil berenang minum kopi, dijamin bakal ditegur oleh pengelola karena jelas menyalahi aturan dan akan mewarnai sedikit kolam renang hehehe.

Maka disinilah momentum takdir memainkan peran dan capture the moment perlu insting yang terasah serta smartphone stanby untuk segera menjepret kenyataan.

Nah kali ini akan berbagi dengan salah satu memontum 2-Ngo ini…. sebuah tempat eksotis di cimahi utara bisa mempertemukan keduanya. Secangkir kopi tanpa gula dengan nuansa biru dari kolam renang yang ada. Tidak lupa tulisan di gelas kertas kopinya adalah ‘Anti pahit pahit club’.

Kopinya memilih cafelatte karena semua berbasis kopi mesin, manual brew V60nya nggak ready hiks hiks hiks. Tapi gpp, segelas latt tanpa gula bisa menjadi pilihan menikmati kopi sambil bersantai di pinggir kolam renang. Lumayan atuh ah.

Jangan dibahas besar dan kecilnya kolam renang, tapi mari nikmati kebersamaan secangkir kopay dengan tempat ngojay.. ay ay ay.

Sruputlah segera karena desir angin di dataran tinggi cimahi utara eh Bandung Barat ini cepat sekali mendinginkan suhu kopi. Sruput.. dan sruputt… habiis.

Lokasi :
TIBRA Cafe & Coffee, Jl. Kolonel Masturi 508A Cisarua KBB.

Mariottalatte Yogya.

Sebuah perjalanan, tugas dan harapan.

CONDONGCATUR, akwnulis.com. Pagi hari sudah kembali menikmati semilir angin kota Yogyakarta dengan memegang erat pinggang mas gojek yang melaju sedikit kencang karena sebuah permintaan. Udara segar dihirup bersama berbagai nuansa kenangan yang begitu kental di kota ini. Sulit memang melupakannya.

Melewati ruas jalan besar dan sesekali masuk jalan kecil plus menyusuri sisi kampus UGM dan terus menuju sebuah hotel yang tertera dalam surat undangan, Hotel JW Marriot Yogyakarta. Perjalanan 17 menit dari jalan sosrowijan ke lokasi. Setelah berterima kasih dan pijit tombol bintang lima dilanjutkan dengan prosesi photo selpi dengan background hotel yang dituju.

Cetrek…
Cetrek..

Ini penting guys, karena setiap photo aktifitas dinas ini bernilai rupiah. Tentu dengan pelaporan rutin dalam aplikasi kegiatan harian dilengkapi syarat lainnya. Kebetulan juga seneng photo selpi, jadi ya saling melengkapi hehehehehe.

Materi rapat nanti di bahas di nota dinas, dalam tulisan singkat ini lebih menyoroti sajian kopinya sekaligus tempat ngojaynya yaitu kolam renang, lha terlalu bertele-tele masa iya berenang di kolam ikan. Apalagi hotel bertabur bintang maka jelas standar kolam renangnya segede gaban. Entar ah, di jam istirahat coba beredar.

Ternyata, keinginan menggabungkan Ngojay (berenang) dan Ngopay (ngopi sruput kopi) langsung cespleng dikabulkan Tuhan. Pertama adalah ruang meeting dilantai 2 acara Kemenparekraf ini tersedia mesin kopi… yuhhhu… minimal espresso, latteĀ  cappucino, americano bisa direquest.

Setelah bersabar 24 jam lebih karena ‘gagal ngopi’ hehehehehe.. lengkapnya di tulisan ini YOGYA, KOPI & MATI. maka sekarang diberi jawaban dan kesempatan yang lengkap. Bisa ngopay daaan….

Kedua, ternyata pemandangan dari koridor depan ruang meeting tersebut adalah kolam renang infinity pool yang luas… Alhamdulillah lengkap sudah.

Maka sebelum acara resmi dimulai, langsung pesen kopi caffelatte dan mengabadikannya dengan background kolam renang.

Cetrek…. inilah hasilnya.

Sebuah gambar yang mewakili tema besar dari blog ini yaitu ngopay dan ngojay, memberi kesan tersendiri. Meskipun jelas bahwa ini bukan hanya kebetulan dan keberuntungan saja. Tetapi sebuah takdir dari Illahi Rabbi. Maka tunduk syukur dan berdua adalah sebuah ritual pribadi dari segala kemudahan ini. Baru setelah itu srupur tiada henti…. eh… maksudnya sruput dulu dan jika dimungkinkan pesan lagi. Karena petugas hotel yang menggawangi mesin kopi tetap setia berada disisinya dan disibukkan dengan reques para penikmat dan pecinta kopi yang hadir dari berbagai penjuru nusantara untuk hadir di meeting ini.

Sebuah nama tersemat untuk secangkir kopi ini, yaitu Mariotalatte Yogya. Maafkan jika terkesan maksa, namun itulah keindahan kata yang menjadi pengingat tentang sebuah rasa, kesan, tempat dan kenyataan.

Selamat ngopay dan diskusi kawan. Wassalam (AKW).

TERAPI IKAN & LUWAK LIAR

Menanti magrib sambil dicumbu bibir imut terapi ikan.

GARUT, akwnulis.com. Cerita perjalanan kali ini bertema binatang lho, yaitu kombinasi dua jenis binatang berbeda yaitu ikan dan luwak. Mereka berdua bisa dipertemukan oleh sebuah cerita yang penulis susun berdasarkan pengalaman nyata.

Tema utama dalam tulisan selama ini adalah ngopay kohitala alias minum kopi dengan sajiannya kopi hitam tanpa gula, tentu dengan penyeduhan manual yang hasilkan citarasa apa adanya sekaligus mengeksplorasi rasa biji kopi yang sebenarnya.

Tetapi di bulan ramadhan ini aktifitas ngopay jelas berhenti disiang hingga magrib tiba, karena penulis sedang berpuasa. Sementara gelora menikmati kohitala tetap bisa terlaksana setelah tarawih atau ba’da isya, hanya saja penyajian di rumah tentu akan hadirkan kebosanan bagi pembaca. Juga biji kopinyapun tak banyak pilihan yang ada, tinggal kopi arabica natural sugih wangi dan arabica wine java preanger papandayan saja.

Maka perjalanan ke garut ini menjadi kesempatan untuk kembali eksplorasi kopi yang ada, tanpa tersekat batasan dari stok kopi yang ada. Hanya saja karena masih siang, mampirlah untuk shalat dhuhur asyar di sebuah mesjid yang asri yaitu mesjid Iqro di daerah leles kabupaten garut.

Mesjid ini begitu nyaman, bersih dan luas, ada yang unik bahwa untuk di dekat mihrab imam terdapat undakan anak tangga dan space untuk shalat. Begitupun di kanan kiriya ada lantai dengan ketinggian berbeda. Ini mempermudah membedakan bagi calon makmum untuk bergabung di jamaah shalat biasa ataupun jamaah shalat jama.

Setelah tuntas melaksanakan shalat barulah bersua dan bercengkerama dengan ikan – ikan kecil di dalam kolam yang begitu aktif membersihkan kulit mati di kakiku dengan judul fish spa atau terapi ikan.

Yup, mesjid Iqro ini begitu memanjakan siapapun yang akan menunaikan sholat dengan suasana yang adem dan dilingkupi pohon rindang plus fasilitas ditengah area masjid antara tempat wudhu dan tempat shalat terdapat kolam ikan yang berisi ikan-ikan khusus untuk lakukan terapi ikan.

Memang perlu waspada dengan terapi ikan ini karena beberapa pakar kesehatan memperingatkan kemungkinan penyebaran penyakit. Tapi menurut penulis, yang terpenting kaki yang direndam dan dikerubutin oleh ikan imut tapi agresif ini tidak ada luka terbuka sekecil apapun sehingga menghindari peralihan virus dan bakteri.

Tuntas shalat dhuhur dan asyar dalam kerangka jama qoshor, saatnya merendam kaki dan bercengkerama dengan mulut ikan imut yang terlihat bersemangat mencopoti kulit mati. Geli sekali rasanya juga seperti kesemutan, tetapi setelah konsentrasi dan mengatur nafas perlahan… Alhamdulillah… tetap geliii guys.

Kaki kiri tidak berani berlama-lama di rendam dalam air kolam ini karena masih ada jahitan pasca operasi yang khawatir menimbulkan luka baru karena di ciumi oleh bibir lembut kawanan ikan imut ini. Khan berabe nanti kalau terluka lagi.

Lalu kaitannya dengan binatang luwak adalah dikala adzan mahrib berkumandang, maka segera berbuka dengan potongan buah – buahan yang manis dan dilanjutkan shalat magrib. Lalu acara inti bersama luwak adalah menikmati sajian kohitala arabica java preanger Luwak liar dari gunung papandayan, cerita lengkapnya di KOPI LUWAK LIAR CIPANAS GARUT.

Maka tuntas sudah tulisan bertema 2 binatang ini, ikan di kolam dan luwak di biji kopi berjumpa bersama dalam tulisanku karena keduanya dalam waktu yang sama berjumpa di kabupaten garut. Selamat bermalam minggu dan bertarawih bersama. Srupuuut, Wassalam (AKW).

KOLAM RENANG & MOMENTUM.

Menangkap momentum memaknai kata.

Photo : Mentari pagi di Kolam renang Hotel Preanger / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah kesempatan terkadang hadir tanpa di duga, dan yang terbaik dari kesempatan yang hadir adalah menangkap kesempatan itu.

Emangnya bentuknya phisik bisa ditangkap?”

Jangan kaku kawan, menangkap di sini adalah melakukan tindakan sesuai momentum kesempatan yang ada”

Anggukan singkat menandai kesepahaman, jangan sampai kata ‘menangkap’ malah bermakna objek benda seperti bola atau piring, gelas, ballpoin, buku yang sedang beterbangan tertiup angin atau terlempar karena gerakan emosional… “Duh duh duh, siapa lempar siapa?”

Kalem saja, ini hanya istilah. Bukan berarti beterbangan pring dan gelas serta barang-barang lainnya. Tetapi bagaimana menangkap momentum yang hadir dalam kesempatan pertama.

Trus kamu sekarang nangkap momentum apa?”

Ah jadi pertanyaan terus, Gini deh jawabnya. Momentum yang ditangkap kali ini adalah mewujudkan janji kepada diri sendiri bahwa blog pribadi ini mengusung tema inti NGOPAY dan NGOJAY.

Nah tulisan ngopay alias ngopi sudah banyak, dan tulisan terakhir adalah KOPI KESEMPURNAAN.

Giliran tulisan tentang NGOJAYnya ini yang terkait dengan momentum. Bukan aktifitas berenang yang ingin ditampilkan, tetapi momentum hadirnya sang mentari pagi dan prosesi terbenamnya sang surya yang diabadikan melalui jepretan lensa kamera hape dengan suasana kolam renang, itulah momentum yang ada.

Photo : Senja di tepi kolam renang Hotel Preanger / Dokpri.

Jika mentari pagi menyeruak diantara gedung dan pepohonan merambatkan cahaya berpadu dengan kolam anak yang membulat dan seakan timbul, maka hadirlah keindahan.

Begitupun di sore hari dikala mentari siap menenggelamkan diri di balik gedung-gedung di sebelah barat Hotel Preanger. Maka semburat keindahan sore melengkapi ekspresi kolam renang dewasa yang terdiam tanpa kata.

Itulah tangkapan kamera dan sejumput olah kata, melengkapi makna menangkap momentum yang penuh makna. Selamat berkarya, Wassalam (AKW).

Kenangan Kesegaran – Trans Hotel Bdg

Menikmati kenangan…

Photo : Swimming pool Trans Hotel Bdg – siang / Dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Dalam gemericik air dan hempasan lembut di pasir putih, disanalah tersaji ketenangan sore ini. Meskipun sesaat tapi cukup memberi hiburan pada jiwa yang sedang merindu begitu hebat.

Panggilan menyegarkan dari permukaan air kolam terpaksa ditepiskan tanpa alasan yang bisa menjadi pembenar. Tapi terkadang dalam kehidupan, perlu menolak tanpa jelas alasannya. Ya tolak saja. Titik.

Meskipun sejumput analisis selalu membuntuti suatu tindakan. Begitupun kali ini, alasan sedang shaum peringkat pertama. Karena kalau jadi berenang, khawatir menelan air kolam dan membatalkan puasa yang sedang berjalan.

Dahulu, menu berenang di siang bolong pas ramadhan adalah keharusan sekaligus kehausan. Menjadi modus melepas dahaga tanpa terlihat manusia, padahal Tuhan tahu. Tapi itu kenakalan remaja. Sekarang sudah remako atau remaki*), sudah bukan saatnya lagi curi-curi minum air kolam renang hehehehe…. tahan dan tahan, maka tuntaslah puasa hari ini dengan kumandang adzan mahrib yang begitu dinanti.

Photo : Swimming pool Trans Hotel Bdg – malam / Dokpri.

Alasan kedua bisa saja bentuk badan yang sudah custom, “Tahu khan ukuran custom?”

Ukuran custom itu adalah ukuran tubuh yang hanya diketahui oleh Tuhan, pasangan dan tukang jahit. Biasanya kombinasi ukuran. Leher, bahu dan dada itu ukuran XL tetapi pas perut dan pinggang jadi 4XL. Turun ke Paha dan betis jadi XL lagiiii… wkwkwkwkw…..

Sebagai pelepas rindu bergejebur dan bercengkerama bersama kesegaranmu, maka dokumentasi photo dan video yang mewakili. Minimal meskipun tidak bersentuhan dalam keintiman alami, tetap punya arsip dan dokumentasi bahwa daku pernah kembali kesini.

Tidak lupa dikala senja berganti warna, menggelap dalam malam yang merona. Maka mengabadikan suasana kolam renang lantai tiga Trans Hotel Bandung ini menjadi fitur wajib, sebelum meninggalkannya dengan sejuta kenangan yang tak lekang oleh harapan.

Selamat malam kawan, mari menunda kesegaran tetapi kembali ke halaman mesjid untuk melengkapi ibadah di malam-malam terakhir ramadhan. Wassalam (AKW)

***

*)remako : remaja kolot dan remaki adalah remaja aki-aki.

Latte & Konsentrasi malam.

Kembalikan Konsentrasiku….

Photo : Kolam renang Hotel Preanger / dokpri.

PREANGER, akwnulis.com. Buka puasa penuh kebahagiaan, disambut dengan sukacita dan rasa syukur tiada hingga dikala bisa mencapai hari ke-13 di bulan Ramadhan 1442 H ini. Seteguk qurma dan 3 butir air mineral menjadi pembuka, dilanjut shalat magrib dan bersiap makan besarr…. tapi sebagai peran pencitraan, photo yang hadir adalah sepiring salad, padahal… ada kawan-kawan eh makanan lain yang menemani persuapan malam ini.

Dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dan jaga jarak, plus membawa alat shalat masing-masing.

Bismillah…..

Nah, beres tarawih bersama ternyata ada pertemuan lagi…. alamak, udah nggak konsentrasi, pengen segera pulang. Bercengkerama dengan keluarga kecil yang setia menanti.

Photo : Buah & sayur pembatal / dokpri.

Tapi, tugas adalah amanah dan dengan segala keikhlasan hati, musti dijalani. Meskipun tentu ada sejumput rasa keluarga yang menyeruak tanya, kenapa belum juga pulang untuk segera bersua.

Disinilah peran hati dan setampuk doa, semoga keluargapun bisa ikhlas dengan keadaan dan saling mendukung demi kemajuan.

Sebagai penguat konsentrasi dalam pertemuan malam ini, maka kehadiran secangkir cafelatte adalah jawaban tepat. Perpaduan susu skim dan espresso berpadu lembut memenangkan hati dan memberi efek untuk memgembalikan konsentrasi.

Berpikir lebih fokus dalam kerangka solutif dengan berusaha mengarahkan sebuah keputusan yang mengerucut serta dapat ditentukan tingkat keberhasilan dalam implementasinya.

Emang ngobrolin apa?”

Pertanyaan kepo hadir menemani, tapi bukan jawaban yang hadir untuk menghilangkan dahaga keingintahuan tetapi senyuman terbaik yang biasanya jitu menunda rasa penasaran orang lain terhadap aktifitas kita.

Photo : Cafelatteku Yummy / dokpri.

Mungkin tidak lama rasa penasaran itu akan kembali dengan pertanyaan yang sama, atau malah terlupa karena ada urusan lain yang lebih prioritas di masing-masing sektornya.

Akhirnya pertemuan tuntas dan hasilkan butir-butir kesepahaman yang harus ditindaklanjuti. Keluar dari tempat pertemuan, Alhamdulillah berkesempatan memgambil gambar suasana kolam renang di suasana malam. Ada lampu-lampu berwarna yang menceriakan suasana serta rasa yang berbeda. Maka tak lupa diabadikan untuk disajikan di blog ini.

Yuk ah pulang, untuk bersiap besok berjibaku dengan tugas rutin dan tugas NRP (nampi rupi-rupi padamelan)… atau menerima tugas – tugas lain diluar tupoksi yang kerap menghampiri di senin pagi.

Semangaat Kawan, jangan kendor. Wassalam (AKW).

Semangat PACING pentul.

Yuk Nulis lagi…

Photo : Pacing Pentul / dokpri

KBB, akwnulis.com. Kesibukan terkadang menjadi sebuah alasan dalam kembali rutin menulis di blog sederhana ini. Bertubi tugas dan aneka kegiatan menyita sang waktu sehingga agak sukit mengajak jemari menari di atas keyboard virtual yang setia menanti.

Padahal gadget tetap akrab di genggaman, hanya sayang mengerjakan hal lain yang memang itu dibutuhkan. Pikiran senantiasa dipenuhi berbagai pikiran dan aneka kemungkinan. Sehingga mengumpulkan sebuah fokus pada satu sasaran ternyata butuh perjuangan.

Kenapa begitu?”…. karena sasaran penyelesaian tugasnya banyak dan beraneka rupa dan pikirannya ngarancabang (nggak fokus), segala dipikirin dalam waktu yang sama. Akhirnya malah jadi puyeng dan kurang produktif.

Tapi sekali lagi, itu ternyata jangan menjadi halangan dalam menuangkan kata sehingga menjadi jalinan cerita. Dalam tugas apapun, dimanapun dan kapanpun.

Bismillah… tetaplah menulis kawan.

Masa 2 bulan sebagai waktu adaptasi, memberi modal diri untuk kembali rutin menulis dan mengatur ritme keseharian yang memang sering sekali bersua dengan kejutan – kejutan. Tapi itulah kehidupan, selalu berubah seiring waktu yang tak pernah berhenti bergerak.

Tema kopi dan kolam renang atau lebih mudah disebut NGOPAY & NGOJAY, tentu tetap menjadi tema pegangan meskipun untuk NGOPAY di siang bulan ramadhan adalah TerLARANG karena membatalkan shaum. NGOJAYpun agak dihindari karena khawatir kehausan dan icip-icip air kolam renang hahahaha…..

Tetaplah segar dan penuh semangat dalam menjalani dinamika kehidupan ini, seperti tegak berdirinya Pacing Pentul (Costus spicatus) dengan warna merah membaranya, hijau dedaunannya serta  ketinggian batang yang bisa mencapai 2 meter memberikan semangat keindahan pagi sekaligus memiliki kandungan guna yang bisa menjadi bagian pengobatan herbal.

Mau kepo tentang Pacing Pentul?… searhing aja di Gogle dan Yahoo.. lengkap tuh….

Udah ah nulisnyah…

Nantikan tulisan tentang KOPi-nya di kotretan selanjutnya. Selamat berhari Minggu. Wassalam. (AKW).

Kolam Renang Luxton Cirebon.

Sesaat menikmati temaram kesegaran…

CIREBON, akwnulis.com. Terdiam dalam temaram sambil merenungi sebuah kenyataan ternyata bisa menghadirkan sejumput rasa nyaman. Kegalauan yang mendera bisa berangsur mereda karena dibelai oleh desau angin malam yang tanpa beban masa lalu.

Photo : Swimming poll Luxton Cirebon / dokpri.

Ada sebuah keinginan untuk membuka helai pakaian dan bercengkerama dengan kesegaran air kolam renang. Tetapi apa mau dikata ternyata jam operasionalnya yang membatasi perjumpaan ini.

Jadi cukup mematung dan menyerap energi malam sambil tiduran diatas rangkaian rotan berbentuk kursi santai. Terasa tulang punggung relax dan dapat berisirahat setelah seharian menopang pergerakan raga yang tak henti mengerjakan bejibun aktifitas.

Area kolam renang ini terletak di lantai 5 Hotel Luxton Cirebon, sebuah kolam renang berbentuk dinamis karena berlekuk dan multifungsi. Selain bisa untuk berenang juga merupakan tempat bersantai sambil menikmati sajian minuman hangat.

Ada kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,5 meter dan dibatasi tangga melengkung tersedia juga kolam renang anak, lebih aman karena dengan pembatas yang jelas. Tetapi tetap pengawasan orang dewasa menjadi kewajiban. Karena bagi anak kecil, dalamnya kolam dewasa itu sangat berbahaya seperti dalamnya keinginan dan permintaanmu dikala ditanyakan tentang apa yang kamu mau. Terpaksa mundur teratur tanpa banyak gaya.

Ah kok jadi nglantur ya?…. musti ngopi dulu klo model gini mah. Tapi suasana sekarang, hasrat nongki – nongki terpaksa harus ketat kendali karena secara nyata kita semua belum terbebas dari pandemi.

Photo : Suasana Siang hari / dokpri.

Jadi puaskan diri dulu dengan memandang air kolam yang mulai temaram serta langit kota Cirebon yang mulai ceria ditemani sang bintang. Selamat malam, Wassalam. (AKW).

TEMAN TAPI BUKAN.

Hadir bersama bukan berarti harus memaksa.

JATINANGOR, akwnulis.com. Berdiam di balkon hotel sambil menikmati membirunya suasana di kolam renang terasa mendamaikan hati yang sedang terguncang.

Setelah sekian hari ternyata masih lekat dari ingatan bahwa persahabatan itu tidak abadi. Hanya kepentingan yang memiliki keabadian, itu istilah kawanku yang lain, kebetulan salah satu politikus negeri ini.

Tadinya berbagai harapan telah disematkan, gagasan untuk maju bersama menapaki dunia begitu jelas terpampang di depan mata.

Eh ternyata hanya beberapa kalimat saja yang meruntuhkan semuanya. Pondasi pertemanan luruh menjadi butiran kehampaan yang mungkin tiada akhir.

Rencana untuk membuat dan mewujudkan kebaikan di lingkungan masyarakat dan mengawal pemberdayaan bagi saudara yang kurang mampu sudah terpampang. Langkah-langkah sistematispun begitu rapih disusun bertaut saling melengkapi.

Namun apa daya, semua berbeda setelah diskusi kita malam lalu.

Ternyata semesta menyertai kejadian ini, dimana secangkir kopi berdampingan dengan segelas jus jeruk yang segar. Terlihat saling melengkapi dalam memenuhi selera rasa. Kopi sebagai penguat adrenalin dan jus jeruk menyegarkan sekaligus meningkatkan imunitas tubuh.

Tapi jikalau dicampur lalu diminum, maka bukan rasa enak yang akan hadir tetapi sesuatu rasa yang menyulitkan mulut dan lidah menerimanya.

Nggak percaya, silahkan coba”

Jadi marilah kita berdampingan dalam mewujudkan tujuan tanpa memaksakan harus bersatu atau berampur sehingga menghasilkan rasa baru yang nggak jelas dan membingungkan.

Berjalan seiring kewenangan dan saling membantu pada saat-saat diperlukan. Diluar itu tetap berada di gelas masing-masing. Bersiap disruput tanpa harus dicampur dan bikin ribut.

Selamat Libur panjang kawan, tetap di rumah dan terus berkarya. Wassalam (AKW).

Merenangi Alam.

Kembali nulis kolam renang ah..

Photo : Kolam renang di kaki gunung / dokpri.

SUMEDANG, akwnulis.com. Semilir angin dan sebuah senyuman menyambut hadirnya raga di sebuah tempat alami yang memberikan kedamaian hati. Jiwa sudah bergerak duluan menyecap kesegaran dan keindahan alam yang begitu sempurna.

Dibawah langit yang biru terlihat puncak sebuah bukit dilengkapi dengan berbagai bukit lainnya yang saling mengisi hingga akhirnya hamparan sawah dan gemericik air sungai menjangkau kesadaran bahwa syukur nikmat atas maha karya Illahi tidak akan berhenti.

Melengkapi semua lanscape alam yang begitu mendamaikan hati ini, sebuah kolam renang buatan…. iya pasti buatan atuh, hadir juga dihadapan. Sehingga yang berharap berenang dengan tenang karena dasar kolamnya keliatan, bisa segera buka baju celana dan nyebur di kolam renang.

Tapi tentu saja, yang pertama adalah mendokumentasikannya dengan smartphone kesayangan meskipun ternyata agak sulit mendapatkan gambar tanpa ada orang yang sibuk juga berpose bersama temannya… ya sudah jepret aja.

Kolam renang berair jernih ditemani suasana alami yang murni tentu kenikmatan tersendiri. Ditambah bonusnya adalah manakala sudah bosan di kolam renang tapi masih ingin bermain air… gampang…. keluar dari kolam renang di sisi kanan dan langsung turun ke sungai…

Hah?…

Photo : Sungai alami sejernih hati / dokpri.

Iya aslinya, disamping kolam renang ini adalah sungai kecil berbatu dan berair jernih sejernih cintaku padamu … ahaaay. Memang untuk berenang agak susah, tetapi bermain air dan bercengkerama dengan keluarga, ini alternatif yang menyenangkan juga.

Siapa tahu bertemu udang kecil, burayak, kehkel dan anak bogo… (jangan komplen dengan istilah ini, ini adalah sebutan untuk jenis-jenis ikan kecil alami yang ada di sungai)…. menyenangkan bukan. Tapi…. jikalau bercengkerama disini jangan banyakan, nanti melanggar protokol phisical distancing, apalagi jikalau bercengkeramanya dengan pengunjung lain hehehehe… kecuali yang masih jomlo buat nambah database… itu beda tujuan hehehehe.

Yang pasti tempat ini recomended untuk menyecap suasana alam baik dari sisi perasaan, penciuman dan penglihatan juga sajian makanan yang menggugah selera. Hanya saja fasilitas parkir yang belum memadai serta akses jalan kaki yang lumayan sekitar 600 meteran dan sedikit menanjak, butuh perjuangan.

Oke selamat sore, semoga aktifitas hari ini penuh keberkahan, sehat dan kenyang. Selamat jam seginih, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :

PUTRI RIVER INN
Belakang Kantor Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan. 45311.