Merenangi Alam.

Kembali nulis kolam renang ah..

Photo : Kolam renang di kaki gunung / dokpri.

SUMEDANG, akwnulis.com. Semilir angin dan sebuah senyuman menyambut hadirnya raga di sebuah tempat alami yang memberikan kedamaian hati. Jiwa sudah bergerak duluan menyecap kesegaran dan keindahan alam yang begitu sempurna.

Dibawah langit yang biru terlihat puncak sebuah bukit dilengkapi dengan berbagai bukit lainnya yang saling mengisi hingga akhirnya hamparan sawah dan gemericik air sungai menjangkau kesadaran bahwa syukur nikmat atas maha karya Illahi tidak akan berhenti.

Melengkapi semua lanscape alam yang begitu mendamaikan hati ini, sebuah kolam renang buatan…. iya pasti buatan atuh, hadir juga dihadapan. Sehingga yang berharap berenang dengan tenang karena dasar kolamnya keliatan, bisa segera buka baju celana dan nyebur di kolam renang.

Tapi tentu saja, yang pertama adalah mendokumentasikannya dengan smartphone kesayangan meskipun ternyata agak sulit mendapatkan gambar tanpa ada orang yang sibuk juga berpose bersama temannya… ya sudah jepret aja.

Kolam renang berair jernih ditemani suasana alami yang murni tentu kenikmatan tersendiri. Ditambah bonusnya adalah manakala sudah bosan di kolam renang tapi masih ingin bermain air… gampang…. keluar dari kolam renang di sisi kanan dan langsung turun ke sungai…

Hah?…

Photo : Sungai alami sejernih hati / dokpri.

Iya aslinya, disamping kolam renang ini adalah sungai kecil berbatu dan berair jernih sejernih cintaku padamu … ahaaay. Memang untuk berenang agak susah, tetapi bermain air dan bercengkerama dengan keluarga, ini alternatif yang menyenangkan juga.

Siapa tahu bertemu udang kecil, burayak, kehkel dan anak bogo… (jangan komplen dengan istilah ini, ini adalah sebutan untuk jenis-jenis ikan kecil alami yang ada di sungai)…. menyenangkan bukan. Tapi…. jikalau bercengkerama disini jangan banyakan, nanti melanggar protokol phisical distancing, apalagi jikalau bercengkeramanya dengan pengunjung lain hehehehe… kecuali yang masih jomlo buat nambah database… itu beda tujuan hehehehe.

Yang pasti tempat ini recomended untuk menyecap suasana alam baik dari sisi perasaan, penciuman dan penglihatan juga sajian makanan yang menggugah selera. Hanya saja fasilitas parkir yang belum memadai serta akses jalan kaki yang lumayan sekitar 600 meteran dan sedikit menanjak, butuh perjuangan.

Oke selamat sore, semoga aktifitas hari ini penuh keberkahan, sehat dan kenyang. Selamat jam seginih, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :

PUTRI RIVER INN
Belakang Kantor Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan. 45311.

Turbulensi Kopi.

Biarkan turun naik & naik turun yang penting sruput dulu.

Photo : Ngopay & Ngojay di Intercontinental / dokpri.

DAGO, akwnulis.com. Semilir angin pagi menyambut raga yang galau karena didera dengan bertubi tekanan luar dalam. Tahapan perjalanan rollercoaster mengemuka dalam minggu-minggu ini.

Siapa suruh keluar zona nyaman, dan tertarik dengan tantangan”

Sebuah pendapat terngiang ringan di telinga kanan, seakan menegaskan bahwa turbulensi rasa dan angin puting beliung kenyataan ini memberi berjuta makna.

Hidup itu tidak selamanya datar kawan, adakalanya menanjak dengan drastis lalu terjerembab karena tidak pas dikala memilih pijakan. Adapula yang sudah berulangkali terjerembab dan kembali bangkit untuk meraih cita-cita yang penuh tanda tanya.

Jadi, dikala diharuskan lakukan sesuatu dalam waktu yang terbatas, maka tidak banyak galau, tetapi segera bergerak. Ikuti ritmenya dan nikmati alunan ketidakrutinannya sehingga akhirnya terasa melodi turbulensi bisa membuat senyum dikala ramai dan terbahak manakala sepi.

Memang pasti ada jetlag karena sudah sangat jarang melakukan pendadakan, tapi ibarat bersepeda meskipun sudah lama jarang menaikinya, masih bisa menjalaninya… menikmati meskipun sedikit oleng ke kanan dan ke kiri.

Sebagai pelengkap menapaki turbulensi hati maka perlu ada penyeimbang yang mengembalikan kekisruhan otak dan nurani agar kembali damai seperti hari-hari yang telah terlewati.

Caranya sederhana, ingat tagline awal corat coretku ini yaitu ‘ngopay dan ngojay‘…. aktifitas yang berbeda tetapi ada kemiripan tulisan dan pelafalan….. yang artinya ‘minum kopi dan berenang’…..

Jadi dikala kesempatan itu datang, ambil secepat kilat dan biarkan suasana turbulensi musnah berganti kesegaran raga dan hilangkan dahaga. “Nggak percaya?… monggo di coba“.

Photo : Infinity pool at Intercontinental Hotel Dago Pakar / dokpri.

Sruput secangkir kopi double espresso sambil menikmati keindahan infinity pool yang dikelilingi kehijauan alami, memberikan ketenangan yang hakiki. Melepaskan dari kegalauan, dan mengembalikan percaya diri bahwa perjalanan ini memang betul terjadi.

Selamat bertasbih dengan untaian hari, jalani ketidakpastian dengan sepenuh arti dan biarkan semesta yang memetakan arah takdir hingga pada saatnya tentu akan hadir. Wassalam (AKW).

Biru di Hilton

Akhirnya bisa lihat lagi…

Photo : Swimming Pool Hotel Hilton Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Pagi cerah mengharu biru, mengantarkan raga menuju kawah candradimuka. Biarpun baru pada tahap pendakian pertama tetapi ternyata segumpal khawatir hadir menemani ketidaktahuan.

Itulah kehidupan, perjalanan menuju sebuah titik yang sudah ditentukan seyogyanya adalah memulai titik baru perjalanan yang nantinya perlu pendalaman, percepatan dan tentu saudaraan.

Nah daripada kegalauan malah datang mendera tanpa belas rasa, lebih baik bercerita tentang sebuah suasana damai yang ada di lantai 6 hotel ternama.

Kehadiran disini memang bukan untuk bercengkerama dengan kesegaran air bening penuh suka, tetapi menghadiri meeting perdana yang dilaksanakan di hotel semenjak merebaknya pandemi corona.

Berbagai protokol kesehatan diberlakukan dari semenjak masuk area hotel hingga ruangan meeting yang sulit melakukan bisik-bisik karena posisi duduknya masing-masing berjarak 1,5 meter, padahal banyak rahasia kehidupan yang ingin di curhatkan heuheuheu.

Handsanitizer juga disediakan masing-masing satu botol kecil begitupun di pintu masuk ada juga hand sanitizer untuk umum plus tissu dan bunga, pengen liat photo dan tulisannya klik DISINI.

Dilantai 6 lah kedamaian terasa, semilir angin bercengkerama dengan gemericik sendu air kolam renang memberi sensasi keindahan yang sulit untuk dilukiskan. Andaikan tidak ada batas policeline… eh covidline kali yaa… karena bentuknya hanya seutas maka sudah dipastikan meloncat dan byuuur….. bergabung dan bercengkerama dengan kesegaran tiada tara sambil menghirup oksigen dengan bebas….. segaaarnyaaah.

Terima kasih Ya Allah atas kemudahan bernafas, kebebasan menghirup oksigen sepuasnya dan tentunya kenikmatan semuanya tiada hingga dalam menjalani kehidupan fana ini.

Selamat tinggal kolam renang lantai 6, raga ini harus kembali ke tempat meeting dilantai 3. Selamat menjalani hari ini kawan. Wassalam (AKW).

Illy Americano Aston Pasteur.

Ngopay dan Ngojay di Aston Pasteur…

Photo : Illy Americano / dokpri.

Bandung, Akwnulis.com. Pagi hadir disambut dengan senyuman dan harapan, itulah kehidupan. Apalagi jika dilengkapi dengan segelas kopi hitam dipinggir kolam renang, serasa lengkap sudah kehidupan hari ini.

Yang lengkap tentu tagline blog ini, ngopay dan ngojay. Ngopaynya ada dengan gelas illy putih, ngojaynya jelas karena kolam renang tersedia. “Apalagi coba?”... tinggal sruput tipis tipis, ucul ucul…*) (aww bahasa planet)… gejeburrrr…….

*)buka baju celana dengan segera dan tentu sisakan solempak eh celana renang, karena kalau dibuka semua khawatir mengganggu ketentraman dan ketertiban hotel yang ada.

Kopi hitam yang tersaji adalah americano standar hotel, jadi secara rasa harus bersiap dengan sesuatu yang biasa, tetapi kelebihannya adalah suasana pinggir kolam renang yang membuat kedamaian sekaligus keceriaan.

Nyebur nggak?

Pertanyaan yang menggantung, karena jelas tidak bisa dijawab sempurna. Lha wong kesini nya juga mau meeting dan meetingnya marathon lagi, 4 agenda meeting lho (aww… sombong), tapi itulah kenyataan yang harus dijalani dan dihadapi.

Photo : Kolam renang aston pasteur / dokpri.

Meeting pertamalah yang bisa hasilkan gambar ngopay dan (tempat) ngojay/berenang, karena meetingnya semi formal di meja pinggir kolam renang. Sehingga sebuah dokumentasi bisa didapat tanpa mengabaikan tujuan me-rapat.

Meeting kedua dan ketiga sudah tidak bisa lepas dari konten materi, meskipun kopi hotel tersedia free tapi kebanyakan minum khawatir menghitam hehehehe… jadi dibatasi saja dimulai dari diri sendiri. Selamat menikmati hari ini kawan, Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Hotel Aston Pasteur – Bandung.

Libur & Syukur.

Mari berlibur dan bersyukurr…

Photo : Libur & Syukur / dokpri.

DUNIA, akwnulis.com. Menikmati kesegaran pagi sambil bercengkerama dengan suasana berbeda itu bisa membuat jiwa tenang dan hati lebih adem tertata. Begitupun dengan urusan pekerjaan rutin, sementara ‘lupakan‘ atau pura-pura dilupakan hehehehe…
karena super susah, apalagi jaman sekarang yang disupport dengan berbagai aplikasi canggih… jarak jauh tidak masalah yang penting ada jaringan internet dan smartphone yang senantiasa menyala.

Jadi, bijaklah membagi hati dan pikiran, membagi porsi liburan serta urusan rutinitas kantoran. Karena saling berhubungan erat, liburan butuh dana dan dana hadir karena bekerja. Bekerjapun butuh rehat liburan, jangan sampai terjebak rutinitas tiada akhir. Liburnya juga musti dengan keluarga, karena keseimbangan sejati kehidupan dunia salah satunya adalah keseimbangan antara hubungan pekerjaan dengan hubungan keluarga. Jangan tanya proporsinya karena masing-masing berbeda, tanya saja, “Rutin liburan tiap tahun sama keluarga nggak?”...

Photo : Mentari bersiap sembunyi / dokpri.

Liburan bukan berarti harus jauh dan berbudget besar, tetapi yang minimalispun bisa seperti berkemah di kebun sekitar rumah bersama keluarga akan menjadi pengalaman indah.

“Wahhh rumah dan halamannya luas dong, bisa dipake tempat berkemah”

“Alhamdulillah itu doa, maksudnya cari perkemahan dekat rumah hehehehe”

***

Kembali ke topik kesegaran pagi, maka dimanapun liburan usahakan kurangi leyeh-leyeh atau tidur di kamar hotel. Meskipun raga lelah, tetapi kesempatan eksplorasi sekitar area hotel atau penginapan bisa menghasilkan momen penting dan menggugah rasa tasyakurbinnikmah atas kesempatan rejeki yang ada.

Paling gampang adalah cek fasilitas hotel dari mulai jogging track, taman, kids corner, toko souvenir, kolam renang, tempat gym, rooftop, mushola, toilet umum dan tangga darurat.

Wuih kayak tugas bodyguard ya”…

Ih bukan, itu adalah tahapan identifikasi spot photo yang mungkin masuk kategori intagramable dan facebookable. Klo sekiranya udah ada titik-titiknya maka diesplorasilah pada saat yang tepat.

Sebagai contoh adalah jangan sampai salah waktu, mau ambil photo sunrise tapi bada ashar…. yaaa nggak ada donk, kecuali piknik liburannya ke pantai, maka sore hari adalah saat tepat untuk abadikan sang mentari yang berlabuh di pangkuan malam… itulah sunset.

Photo : Mengintip mentari dibalik pucuk pagi / dokpri.

Selamat berburu gambar liburan yang menyenangkan hati, jangan tertekan jikalau unggahan photo hasil liburan kita ternyata tidak atau kurang diapresiasi dalam bentuk like dan jempol ataupun komentar di medsos kita, lha wong kita mah bukan artis atau influenser…. eh bener ya nulisnya?… kita mah cuman sebutir debu diantara kecamuk badai informasi yang memenuhi ruang sosial di dunia maya kita.

Jadi photo dan video momen liburan adalah penting, tetapi yang paling penting memaknai bahwa kesempatan memotret dan memvideo pengalaman momen liburan bersama keluarga adalah atas ijin kuasa Allah SWT. Urusan viral dan tidak di medsos, itu mah anggap hiburan semata saja.

Posting dan biarkan, sesekali buka jikalau ada yang komentar, selanjutnya… biarkan mengalir dalam ritme kehidupan.

Selamat menikmati dan memaknai liburan bersama keluarga tersayang, Wassalam (AKW).

Infinity pool & wild animal

Bercengkerama dengan kesegaran ditemani hewan liar yang eksotis di bumi pasuruan.

Photo : Berenang di temani si leher panjang / dokpri.

PRIGEN, akwnulis.com. Kolam renang yang berbatasan langsung dengan alam adalah sebuah dambaan. Bagaimana tidak, jernihnya air berpadu dengan kesegaran pagi ditemani binatang liar yang hanya berjarak selemparan batu.

Kolam renangnya terbagi menjadi 2 bagian yang disetting seperti menyatu. 1/4nya untuk kolam renang anak dengan kedalaman 80 cm dan sebagian besarnya adalah kolam renang remaja eh dewasa dengan kedalaman 1,4 meter. Airnya dingin tetapi menyegarkan dan tidak ada bau kaporitnya. Dengan bentuk kolam renang melengkung berkelok dan langsung berbatasan dengan tebing sekaligus pembatas taman satwa liar maka memberikan nuansa ‘infinity pool‘ yang khas karena bukan saja lanskap alam yang terasa menyatu tetapi begitu dekat dengan binatang liar adalah sebuah pengalaman penuh syukur yang tidak bisa dijumpai setiap hari.

Photo : Infinity pool with wild animal / dokpri.

Jerapah dengan leher jenjangnya menemani aktifitas renang di pagi ini, begitupun kijang dan burung unta hilir mudik sambil gangguin zebra serta badak yang asyik mengunyah sarapannya. Beda dengan hippo si Kudanil, masih bermalas-malasan di kolam renangnya sendiri.

Lokasinya memang cukup menantang, tetapi pengalaman yang didapatkannyapun memang sebanding dan menjadi kenangan tak terlupakan. Suasana alam sekitar dan keakraban kolam renang yang seolah tanpa batas ini bisa memberi ketenangan dan kedamaian meskipun hanya sesaat, dan membebaskan jiwa untuk keluar dari cengkeraman rutinitas kerja yang tiada pernah ada habisnya.

Photo : Bersantai sama Binar / pic by MRY

Petugas penjaga kolam renang sekaligus sebagai petugas yang memberikan pinjaman fasilitas handuk hotel siaga selama kolam renang ini bisa digunakan oleh penginap di hotel Baobab Safari Resort, termasuk bersikap tegas jikalau ada kemungkinan potensi bahaya tenggelam terutama anak-anak yang tanpa sadar bergeser ke kolam renang dewasa yang memang tidak diberi pembatas khusus. Maka dampingilah anak anda jika berenang atau bermain air disini, klo anak orang lain mau didampingi juga, lihat dulu apakah ada ayah ibunya atau tidak… jangan sampai niat baik jadi salah.

Oh iya.. ke lokasi ini bisa diakses dari Kota Malang atau dari Kota Surabaya, atau yang luar kota, bisa dari Bandara Juanda Sidoarjo yang pake pesawat dengan perkiraan perjalanan 2 jam menggunakan tol.

Kalau kami sekeluarga setelah menempuh perjalanan 16 jam dari bandung menggunakan KA Malabar dan tiba di kota malang tepatnya di stasiun kota malang, dilanjutkan dari stasiun kota malang menggunakan mobil sewaan plus sopir menempuh perjalanan 55 menit hingga tiba di hotel Baobab safari resort ini.

Cukup jauh memang, tapi terbayarkan dengan pengalaman yang didapatkan.

Selamat berlibur, salah satunya dengan aktifitas berenang di infinity pool berlatar belakang suasana hutan dan ditemani hewan-hewan liar. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Baobab Safari Resort
Prigen Kab Pasuruan Provinsi Jawa Timur.

Kopi Sore di Sampireun.

Kopi sore di ujung senja.

GARUT, akwnulis.com. Angin semilir membelai wajah lelah yang sedang bersandar santuy di kursi kayu setelah berlari-lari kecil mengelilingi eh mengitari keindahan danau alami yang memiliki daya tarik tersendiri.

Sambil menarik nafas panjang, hadirlah secangkir kopi hitam yang masih mengepulkan asap kesempurnaan. Berlatar pagar tanaman (bukan pagar makan tanaman yaaa) dan suasana sore yang menuju temaram, keberadaan secangkir kohitala melengkapi ke-santuy-an ini dan memberi aneka makna.

Jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota, terhindar dari hinggar bingar klakson karena kemacetan lalulintas dan gerutu penumpang yang terjebak dalam labirin jalan di kota Bandung… disini tenang dan tentram kawan.. meskipun memang harus mengorbankan waktu dan sebagainya… tapi itulah kehidupan.. ada pengorbanan dan hadirlah suatu harapan. Meskipun itu semua adalah secuil fragmen kehidupan yang memberi pelajaran bahwa apapun yang terjadi senantiasa di syukuri dan ditafakuri.

Photo : Danau Kampung Sampireun / dokpri.

Pahitnya kopi hitam yang menyapa indera perasa di ujung lidah ternyata bisa berpendar menjadi gula-gula kehidupan dengan rasa manis alami yang sulit membuat definisi, inilah salah satu dari unlimited-nya nikmat Illahi yang (kembali) wajib disyukuri.

Kembali semilir angin sore membawa berita bahwa sebentar lagi Adzan mahrib akan menggema. Sungguh tidak terasa, serasa sekejap bersandar di kursi dan menikmati kopi ini… ternyata waktu begitu cepat berlalu.

Mari bergegas kawan, memenuhi panggilan Illahi untuk bersujud sesuai dengan janji. Wassalam (AKW).

Swimming Pool Santika Cipanas.

Mengejar kesegaran di kaki gunung Guntur.

GARUT, akwnulis.com. Sebuah pemandangan segar membiru membentang penuh keanggunan. Mengajak siapapun yang datang untuk bercengkerama dalam jalinan keakraban penuh sukacita.

Kembali ke hamparan kaki gunung guntur di daerah Cipanas Kabupaten Garut Jawa Barat tepatnya di sebuah hotel yaitu Hotel Santika Cipanas.

Kesegaran begitu menggoda dengan air kolam renang yang jernih, udara segar serta mentari pagi yang hangatkan badan serta harapan.

Photo : Kolam anak dan kolam dewasa Hotel Santika / dokpri.

Dengan jam operasional yang panjang yaitu mulai 07.00 pagi hingga jam 21.00 wib dimana terdapat petugas lifeguard yang standby maka akan terasa lebih tenang memilih waktu ataupun membawa sang anak berenang eh bermain air di kolam. Sementara diluar jam tersebut, tidak ada petugas meskipun tidak dilarang untuk kokojayan (berenang-b.sunda).

Kolam renangnya ada 2, satu untuk dewasa dengan ukuran mini olimpic dan satu lagi berbentuk lingkaran adalah kolam renang anak-anak dengan kedalaman 60cm dengan kondisi airnya dingin… mau yang hangat alami harus merapat ke arah lebih dekat kaki gunung salah satunya di Hotel Tirta Gangga Cipanas.

Photo : Ini Kolam ikan / dokpri.

Juga jangan terkecoh, jika sang anak malah main air di kolam lain. Di depan restonya ada kolam ikan berbentuk persegi panjang yang sepintas bisa saja disangka sang anak adalah kolam renang hehehehe

Cuma aku sih merasa nggak private, pas berenang bisa ditonton banyak orang dari balkon kamar ataupun dari tempat meeting di lantai 2, kecuali emang yang seneng diperhatikan orang lain… beda cerita itu mah.

Selamat berbasah-basah di Cipanas Garut. Happy Wikeend, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Hotel Santika Cipanas Garut
Jl. Cipanas Baru, Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151

Kopi Harmoni.

Ngopay dan sedikit bersantay… sebelum kembali berjibaku dengan segala macam kerjaan.

Photo : Ngopay & Nonton Ngojay / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Pembahasan angka-angka prediksi tahun depan terus bergulir hingga tadi malam. Tak kalah dengan waktu yang semakin larut, pembahasan terus berlanjut. Terkadang hadir sebuah tanya, “Ngapain siih sampe.malem-malem begini bahas kerjaan?”

Tiada jawaban yang lugas, karena semuanya hadir dalam momentum yang pas. Tugas harus tuntas dalam waktu yang terbatas, jadi…. lanjuttt di gasss…..

Meskipun kekuatan phisik dan otak ada batasnya, …. jadi ada saatnya harus rehat sejenak menarik nafas dalam tenang tanpa ditekan oleh beban tugas yang ternyata tak pernah ada habisnya…. ya begitu resiko bekerja bro…. berbahagialah, diluar sana banyak orang yang memdambakan posisi kita, tapi mereka tidak bisa… jadi mari kita bekerja bersungguh-sungguh meskipun tidak lupa sedikit rilex adalah keharusann juga.

Caranya?”

Aku sih gampang, keluar ruang rapat, menuju coffeeshop dan pesanlah sajian kopi hitam tanpa gula (kohitala)…. lalu cari spot skitar coffeeshop. Bisa nongkrong di bar atau di meja yang tersedia. Tapi pilihan kali ini berbeda, ngopinya dipinggir kolam renang yang diclaim airnya hangat… yaa hangat-hangat aiir kuku dech.

Jadilah rehat yang berkualitas, lumayan bisa mengurangi beban otak yang dibanjiri variasi angka realita dan forecasting setahun kedepan. Kopi yang dibuat dengan tubrukan perlahan ini adalah arabica garut (ceunah kata pelayannya)… lumayan acidity khas garutnya hadir…. srupuuuut.

Setelah itu beranjak menuju kamar dan menyempatkan mandi sebelum rebahan hingga tertidur hingga hari pagi.

Photo : Ngopi & Meeting / dokpri.

Esok hari diawali sarapan dan basa-basi, maka dimulailah meeting finalisasi. Pertemuan tertinggi bagi lembaga ini, mengusung tema optimis realistis maka angka yang disajikan naik turun tipis-tipis. Tidak lupa kopi arabica wine papandayan mendampingi dalam cangkir putih bersih berseri.

Selamat berdiskusi angka prediksi dengan berbagai asumsi, yang pasti akhirnya semua harus diputuskan dalam bentuk legalisasi. Wassalam (AKW).

Swimming pool Hilton Bdg

Memandang Kolam renang dan menulislah…

Photo : Swimming pool Hilton Bandung 11.00pm / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Garis pantulan lampu malam menyambut tuntasnya malam meeting malam ini diatas permukaan air kolam renang yang tenang namun menghanyutkan. Suasana lelah phisik karena aktifitas full dari pagi hari hingga hampir menjelang tengah malam ini ditambah ikut berfikir mempengaruhi kelelahan psikis yang juga harus dinetralkan lagi.

Memandang kolam renang adalah langkah awal penyegaran, idealnya adalah buka pakaian formal dan dengan celana renang langsung ngjebur kedalam kolam renang lalu bercengkerama dalam balutan kesegaran.

Tapi, kenyataan berkata lain. Terkadang harapan bertentangan dengan kenyataan. Malam ini cukup memandang saja tanpa bisa bercengkerama. Selain jam operasionalnya memang sudah habis, juga tak mungkin tiba-tiba maksain loncat ke kolam sementara bos melenggang sendiri menuju lobby hotel, khan nggak sopan.

Jadi selama ini nulis tentang kolam renang itu belum tentu berenang?

Tiba-tiba pertanyaan menohok muncul dihadapan. Yaa… disenyumin ajaa.. eh orang yang nanya dijawab dengan jawaban universal saja.. senyummmm.

Tapi juga sambil mikir…. jangan-jangan pertanyaan itu bener, maka otak segera merunut pengalaman masa lalu, merunutkan dalam tabel virtual kehadiran di kolam renang dengan posisi ngjebur atau tidak……. srettt….tik tok tik tok.

Photo : Temaram di kolam renang / dokpri.

Well…. overall terjadi perbandingan signifikan antara tulisan kolam renang yang sambil ngjebur dengan tulisan kolam renang yang hanya memandang, photo dan tulis dengan perbandingan 85% vs 15%…. masih jauh lebih banyak ngejeburnya.. berarti yang di swimming pool ini masuk 15%nya…. langsung aja disampaikan secara lisan jawabannya.

Ah nggak percaya, itu mah akal-akalan kamu aja, dasar pembual!”

Wuih ada yang marah, karena argumentasinya terpatahkan. Tapi buat apa berdebat?…. lagian mau orang lain berpendapat apapun tentang tulisan ini…. ya monggo.

Beda pendapat itu khan biasa, apalagi beda pendapatan hehehehe.

Ya sudah ah, mari kita pulang,.. eh anter ibu bos dulu hingga masuk ke mobilnya…. baru bergerak ke basement, ambil mobil dan cusss…… bergerak menembus keramaian lalulintas malam di kota bandung menuju rumah tinggal di perbatasan kota.

Sebuah nilai hari ini adalah, tidak perlu reaktif dengan pendapat orang. Hadapi dengan tenang dan lengkapi dengan analisis singkat berdasarkan data pribadi yang memiliki akurasi tinggi…

Apa seeh ngomong apa? hehehehe

Sambil menyetir akhirnya senyum-senyum sendiri, terbebas dari tugas hari ini dari pagi hingga malam ini. Semoga esok tidak sesibuk hari ini, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Hotel Hilton Bandung
Jl. HOS Cokroaminoto No.41-43 Arjuna, Kec. Cicendo Kota Bandung Jawa Barat.
Telp : 022-86066888