Delay & Teh Tawar Dingin.

Delay itu sesuatu bro!!, bikin nyesek sama sedih.

“Berhubung alasan operasional, Pesawat Lion Air dengan Nomor penerbangan JT 953 jurusan Bandung, akan diberangkatkan pukul 19.50 waktu setempat. Atas keterlambatan ini kami mohon maaf.”

Suara merdu sang petugas terasa mengeruhkan hati, memaksa menekukkan wajah menambah keluh dan desah nafas tertahan dari para penumpang yang berharap cemas dari tadi.

“Euh delay euy” gerutu bapak tambun yang duduk membelakangi dengan logat sundanya. Terasa menjadi suara aspirasi yang sama tetapi sudah dikumandangkan orang lain lebih dulu. “Ternyata nggak sendirian yang bete karena pengumuman delay ini.”

Pengumuman delay terus beruntun. Diawali dari maskapai Lion Air, Air Asia, Wings Air hingga Citilink serta Garuda Airways… “Wah gaswat nich, jangan-jangan cuaca yang nggak ngedukung”

Rasa penasaran menggerakkan langkah menuju sisi bandara yang bisa melihat lebih dekat ke landasan pacu. Ternyata hujan sangat lebat, mungkin ini yang jadi penyebabnya. Dengan langkah gontai, kembali ke kursi yang setia menemani di ruang tunggu. Kursi yang tak bergeming meski hilir mudik manusia berpindah tempat, ia tetap mematri diri dengn lantai marmer di ruang tunggu Bandara Lombok International Airport (LIA).

Delay menjadi momok (arti dalam bahasa jawa yaa…) bagi para penumpang pesawat udara. Karena berarti waktu yang terbuang dan kesempatan yang sudah digadang-gadang bisa berubah seketika. Menjadi rentetan delay atau keterlambatan lainnya. Klo buat penumpang direct flight ya tinggal sabar menanti untuk diberangkatkan, tapi buat penumpang transit dan melanjutkan dengan penerbangan lain bukan penerbangan lanjutan bisa berabe, bisa ditinggal take off oleh pesawat lanjutannya.

Ah udah ah dari pada termangu malah melamun dan kerap menggerutu atau mencerca maskapai penerbangan, lebih baik waktu yang tersisa digunakan untuk hal-hal yang berguna. Segera menuju mushola, berwudhu lalu jama qashar magrib-isya sebagai bagian dari kewajiban sekaligus berserah diri atas semua keadaan ini.

Nah pas beres sholat, kok kepengen minuman dingin, tapi tanpa gula dan turunannya.

“Tapi air mineral dingin udah bosen, minum apa ya?”…

Bergerak menuju lemari pendingin di salah satu toko di ruang tunggu bandara ini. Berbagai merk minuman teh bergula menyambut dengan suka cita. Berjajar Freastea, Frutty, Teh Sosro, Teh melati, Green tea hingga Thai tea… uh yummy.

Tak kehabisan akal, segera tanya ke pelayan, “Mbak ada Teh dingin tanpa gula?”

“Ada pak, ini ada 2 dari Teh sosro. Ada yang less sugar dan rasa yang tawar”

Hati agak sanksi dengan yang less sugar, yakin ada gulanya meskipun seemprit. Nah yang ‘Teh Tawar’ ini baru denger. Iya beneran ada. Tapi sebelum dibayar ada tulisan ‘Tawar‘, ya udah ditawarlah harganya.

Eh si mbaknya nya marah. Cemberut. Akyu yang bingung, karena khan sesuai dengan tulisan di botolnya untuk di-tawar dulu.

Nggak percaya?… nich gambarnya.

Tapi dari pada nggak jadi minum teh tawar yang sudah diidamkan sejak tadi, perseteruan tawar menawar tak dilanjutkan. Segera membayar sesuai dengan harga yang disebutkan.

Apalagi terdengar suara sendu eneng petugas, “Perhatian-perhatian, para penumpang pesawat udara JT 953 jurusan Bandung, dipersilahkan memasuki pesawat udara melalui pintu 2!!!”

“Alhamdulillahirobbil alamin”

Segera berlari menuju petugas yang berjaga di pintu terakhir sebelum menuju pesawat. Perlihatkan katepe dan tiket sambil mulut notor teh tawar dingin ini… enakkk. Wassalam.

Bismillahi Mazreeha Walmursaha Innarrobbi Laa Gofurrurrohim. (Akw).

Ngopi pagi di Pakuan

Bekerja di pagi hari sambil Nikmati sajian kopi asli di Gedung Negara Pakuan yang penuh harmoni.

Photo : Ruang utama Gd Negara Pakuan / Dokpri.

Disaat sang mentari masih bersembunyi dibalik lelahnya hari, raga ini sudah melesat membelah sepinya jalan menuju kediamanan Gubernur Jabar. Perjalanan dari Cimahi Selatan ke jalan Otista satu Kota Bandung bisa ditempuh 15 menit saja, padahal klo siang hari pas padat-padatnya para pengendara beredar kesana kemari maka bisa 1,5 jam hingga 2 jam.

Jarum jam menunjukan pukul 05.25 wib tepat disaat moncong toyota rush ini memasuki gerbang kediaman jabar satu yang disebut gedung negara pakuan. Disambut kehijauan taman yang asri memberi kesegaran hakiki. Mobil bergerak melengkung ke kiri mengikuti arah jalan menuju parkiran di halaman gedung art deco ini, eh ternyata bukan yang pertama karena sudah berjajar tujuh kendaraan yang bertamu pagi itu.

Setelah parkir sempurna, mengemasi berkas yang harua dibawa. Yah meskipun bukan panitia inti acara pagi ini tapi persiapan itu penting. Jadilah pendukung acara yang baik.

Segera bergegas mengajak kaki untuk melangkah menuju gedung yang indah. Gedung bercat putih terang penuh kelembutan, gedung negara pakuan yang penuh dengan kenangan.

Photo : Stand sarapan / dokpri.

Menaiki sepuluh anak tangga menapaki ruang tunggu tamu terlihat beberapa undangan sedang berbincang. Bergerak memasuki ruang depan disambut kemegahan kursi-kursi dan meja klasik bertabur hiasan ukiran yang mempesona. Belum selesai dari situ, bergerak kembali semakin masuk ke dalam gedung dan di ruang utama sudah tertata 14 meja bundar dengan kanan kiri stand – stand makanan minuman yang dipersiapkan untuk sarapan.

Yummy……

Photo : Stand kopi Java Preanger gnhalu / dokpri.

Daan… yang bikin hati ini lebih berbunga adalah satu stand yang membuat pagi ini semakin ceria dan dijamin acara pagi ini akan lebih berwarna. Gimana ga seneng, grinder listrik ready, bean sudah standbye 2 botol besar, peralatan menyeduhnya ada, kertas filter ada dan tentunya V60pun sudah melambaikan tangan agar segera digunakan. Tidak lupa pemanas air yang berdiam gagah disamping kanan. Tapi masih harus bersabar karena barista sang penyeduhnya belum terlihat. Sabaar.

Tepat jam 06.00 wib para Tamu undangan yang hadir dipersilahkan menikmati hidangan. Pejabat Pemprov Jabar mendominasi, Pangdam III Siliwangi, Bupati Majalengka dan Sekdanya, Kepala BPN Jabar, Kakanwil I BJB & rengrengan. Unsur dari Polda Jabar, Polda Metrojaya, Kodam Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi Jabar, PT. BJB, PT BIJB sudah lengkap dan mulai menikmati hidangan yang tersaji.

Disaat para tamu mengantri di stand makanan berat, segera menyelinap dan berdiri disamping barista gaul, namanya Kang Yuda. Masih muda, gagah dan pinter nyeduh kopi, ya iyaaa atuh… khan dia Baristanya.

Tepat pukul 06.30 wib, Pak Aher muncul dan bergabung bersama tamu undangan untuk bersama-sama sarapan dilanjutkan acara resmi yang dipandu oleh bagian keprotokolan.

Aku mah masih stay ditempat strategis, deket stand kopi. Tapi tetap mengikuti acara dengan khidmat.

Suara grinder menjadi musik pagi yang membumi, memberi suasana ceria di pagi yang sendu ini. Menghancurkan biji kopi java preanger gununghalu menjadi serpihan semi kasar pake ukuran 4,5 sampai 5 sehingga tidak terlalu halus. Tujuannya agar bisa tersaji kopi panas dengan metode V60 yang mengedepankan rasa sweet fruity, terasa maniis gitcu kayak aku… ahay.

Tujuannya menyajikan kopi tanpa gula cenderung fruitty adalah langkah bernas untuk memperkenalkan cara menikmati kopi tanpa gula dengan rasa yang relatif bisa diterima oleh seseorang yang bukan penikmat kopi. Bener saja, seorang bapak gagah berseragam mendekat, “Minta kopinya kang”

“Silahkan pak” Segera mengucur cairan kopi yang harum ke cangkir kopi karena kebetulan baru persekian detik tuntas membuat racikan perdana.

“Duh pahit nich, ga pake gula ya?”, Bapak berseragam meringis. Kami tersenyum, Kang Yudi menjawab, “Nggak pak, ini kopi asli dan dinikmati tanpa gula.”

Setelah bapak tadi berlalu, segera mengambil cangkir yang sudah terisi kopi. Menyeruput pelan-pelan, terasa sensasi manis buah-buahan menyeruak di seluruh rongga mulut. Enak dan kayaknya cocok untuk yang tidak biasa ngopi. Tapi dari sisi body kurang paten, acidity sedang dan ya itu tadi sweety diutamakan. Rasa manis ini didapatkan dari proses penyeduhan diatas V60.

V60 itu yang mirip corong dan digunakan untuk nyeduh kopi bubuk. Jangan lupa sebelum nyeduh menggunakan kertas filter yang disiapkan khusus. Tapi sekarang udah banyak yang jual. Harga V60 dari mulai 70ribuan yang berbahan plastik hingga ratusan ribu atau jutaan, itu yang keramik dan stainless stell. Sebelum kopi dituangkan dalam V60 yang udah dilengkapi kertas filter, basahi dulu kertas filter dengan air panas. Lalu tuangkan kopi bubuk yang sudah digiling tadi dengan ukuran 28gr/sajian/cangkir. Air panas yang dituangkanpun harus diukur, kang Yudi ini pake di 75 sd 85 derajat celcius. Jadi termometer adalah teman setia barista.

Proses penyeduhan pun harus bertahap. Tahap awal adalah blooming, yakni menyeduh sedikit bubuk kopi tersebut dengan tujuan melepas CO2 yang terjebak di dalam bubuk kopi. Diam beberapa saat, klo udah kelihatan ngaburukbuk ada gelembung udara itu tandanya proses blooming selesai dan siap seduh.

Ternyata cara nyeduhnya ini yang bisa hasilkan rasa kopi yang berbeda. Jika ingin mendapatkan rasa sweety maka putaran seduhan melingkar searah jarum jam dan berputar dari arah luar sementara untuk meraih rasa body atau level pahitnya kopi (ini biasanya untuk yang udah biasa ngopi item.. ya espresso juga dopio) maka menyeduhnya fokus dari tengah secara dominan.

Karena nempel terus sama sang Barista, maka yang bisa dinikmati adalah 2 cangkir versi sweety dan 2 cangkir versi body yang dapet rasa pahitnya citarasa kopi asli parahyangan dari dataran tinggi Bandung Selatan.

Itulah sekelumit kisah tentang ngopi gratis kedinasan. Pekerjaan tuntas dan ngopi aslipun bisa bergelas-gelas. Jangan merasa ribet dengan proses dan aturan pembuatan kopi yang berbelit dan memakan waktu. Karena jangan salah dalam proses itu terletak suatu makna keindahan. Bagaimana sebuah proses seduhan yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda?…

Amazing bingit dech.

Trus rasanya kok pahit?… coba pelan-pelan dan kontinyu. Maka lidah akan terbiasa dan mampu membedakan mana yang memang dibuat pahit karena ngejar bodi, keasaman aciditynya ataupun rasa manis buah-buahannya. Yakini kopi tanpa gula itu nikmat, tidak pahit karena lebih pahit kehidupan ini.

Jikalau kopi yang tersaji masih teuteeeep terasa pahit, ambil kaca. Sruput kopi pahit sambil pandangi wajah kita yang manis. Insyaalloh hati sedikit berbunga dan mulut senyum dikulum.

“Nanaonan ari kamu, nginum kopi bari ngeunteung?!!”

(“Kamu ngapain, minum kopi sambil bercermin?”) Paling itu yang bakalan terucap.

Nggak percaya? Silahkan coba.

Photo : Gubernur & pimpinan Instansi / dokpri.

Alhamdulillah, pak Gubernur Jabar tuntas berpidato setelah prosesi penandatangan dengan beberapa pihak dalam rangka pengamanan pilkada 2018 dan juga percepatan pembebasan lahan PT BIJB. Diakhiri dengan doa dan photo bersama. Kamipun tuntas menyeruput cangkir kopi ke-5, buatan sang Barista.

Hidup pagi ceria. Wassalam.(Akw).

Berseru hari berkawan hujan.

Biarkan sang hujan menjatuhkan diri ke bumi membuat goresan petualangan yang tak lekang oleh jaman….

Photo : Suasana Cafe di Cimahi Utara / dokpri.

Gemericik butir hujan menyentuh dedaunan dan atap yang menaungi kebersahajaan, membentuk melody kehidupan yang meresonansi jalinan kenyataan menjadi bentuk tafakur yang berbuah hikmah penuh berkah.

Peristiwa jatuhnya hujan terkadang dianggap penghalang, padahal hujan adalah pembawa berkah bagi semesta yang senantiasa menantang. Disitulah bedanya titik hikmah yang bisa menjadi tak serupa karena sudut pandang yang dipahami berdasarkan ilmu yang dimiliki.

Bagaimana cara menikmati gemericik hujan yang datang tidak terduga?….. banyak cara, tapi ada satu yang mudah yaitu ‘berkawanlah dengan dia, kopi’.

Pertama, jika berada di rumah bersama keluarga itulah saat luar biasa. Setelah selarik doa syukur terpanjat tentu menikmati penganan hangat dengan secangkir kopi panas plus senda gurau gelak tawa anak adalah keindahan rasa yang tak bisa dinilai. Tapi ingat usahakan kopi giling yaa… bukan kopi gunting atau sacetan (tah.. tah… tah mulai lagi urusan kopi).

Photo : Double shot espressoku / dokpri.

Jika tak punya coffee maker maka lakukan manual drip dengan V60 atau……. yang paling gampang adalah bikin kopi tubruk. Karena kopi tubruk adalah kepolosan yang menyimpan kejutan rasa nikmat, tanpa banyak basa basi kata Ben (Cicho Jericho) sang Barista dalam Filosopi Kopi The Movie. Tinggal pilih biji kopi pilihan hati, di grinder manual sambil melibatkan rasa dan cinta maka akan memunculkan sebuah citarasa yang tiada tara. Bagaikan kopi ‘tius‘ kopi tradisional dataran Dieng racikan Pak Seno yang bisa mengalahkan ‘Perpecto‘ nya kedai Filosopi kopi.

Kedua, disaat gemericik hujan mendera bumi dan kita posisi sedang dalam garis edar alias sedang beredar, maka menjambangi kedai kopi adalah sebuah sensasi tersendiri. Bisa juga cafe yang miliki varian produk kopi, peralatan dan tentunya barista handal yang ramah dan rendah hati.

photo kopi tersaji by V60 / dokpri.

Bagi penyuka kopi pahit, maka paling simple cukup beberapa pilihan dulu aja. Yaitu espresso, dopio alias double shot espresso atau kopi tubruk, atau bisa juga pake V60. Cold brewpun masih cocok meski dingin bersaing dengan derasnya hujan. Long black juga bisa menjadi teman setia.

Apa lagi klo cafe khan selain citarasa kopi juga pasti menjual suasana, bikin betah berlama-lama. Apalagi bersama istri tersayang yang memang lebih dulu ‘mencintai‘ kopi. Gemericik hujan terdengar berdentang riang, menemani sruput demi sruput angan yang berpendar keindahan.

Itulah secuil rasa yang bisa disesap dan dinikmati bersama sang kopi disaat langit sore sedang sendu terkungkung lembayung ungu. (Akw).

Kepahitan yang melenakan

Perlahan menapak kepahitan dalam ketenangan. Menyentuh rongga perasa dan memahitkan kemauan serta memperjuangkan harapan.

Photo : Cold Drip + Es batu / Dokpri.

Semarak sore terus menggemuruh diiringi alunan bayu berpendar rindu di pelataran kehidupan. Dihadapan terhampar meja besar sebuah bagian pohon yang dipernis sehingga menjadi cerah cemerlang seolah berbalut kristal alam yang memantulkan kerinduan.

Membentuk pantulan rasa yang memberi refleksi nyata tentang apa yang dirasa. Sambil bercengkerama dengan semilir angin sore, sebotol kecil coffee dingin cold press dan segelas es batu menjadi padu serasi yang sukses mengisi siang menuju sore hari.

Photo : Segelas black coffee di sela meeting / dokpri.

Cita rasa coffee arabika yang berani mengoyak ujung lidah dengan ‘pahit tegas’ nya semakun mengukuhkan rasa cinta untuk menikmati kopi… just a coffee… tanpa gula. Jika dulu favorite nongkring itu adalah affogato atau cappucino, dimana sang eskrim vanilla meleleh berpadu dengan rasa kopi pekat, bergumul sesaat hingga akhirnya menyatu dalam cita rasa yang membuat waktu seakan terhenti sesaat untuk ikut menikmati rasa yang tersaji sempurna. Sesekali kopi vietnam-pun menjadi pilihan.

Photo : Kopi luwak dan tumbuk halus merk Kiwari / dokpri.

Sekarang ada perubahan karena sudah cukup lama memisahkan kopi dari gula meskipun lidah belum faham mana robusta dan mana arabica tapi tetap yakin kalau afrikana rasanya beda.. ups ngarang itu mah :).

Photo : Kopi bubuk tumbuk halus sudah ready / Dokpri.

Maksudnya kopi saja tanpa gula, tanpa susu, tanpa krimer, tanpa teman pendamping setianya. Ternyata memang semakin di dekati, semakin penasaran. Biasanya untuk menikmati kopi hitam nan praktis, cukup 2 sachet nescafe kopi hitam dengan secangkir kecil air panas. Tapi semakin mengenal si hitam manis mulai berkolaborasi dengan coffee produk asli bandung yang terkenal yaitu merk Aroma. Meskipun awalnya nebeng bin minta dari istri tercinta yang udah demen lama. Sekarang makin rajin mencoba berbagai kopi hasil dari bumi parahyangan.

Photo : Didit 238Coffee lagi bergaya depan conternya / dokpri.

Apalagi 2 even ngopi saraosna yang digeber temen-temen humas jabar di halaman gedung sate makin melebarkan rasa penasaran dan memperluas ke-kepo-an tentang si hitam ngangenin ini. Ditambah sajian coffee yang diolah versi wine oleh 238coffee dengan tagline ‘sundawine‘ menyajikan rasa ‘berani‘ yang menantang lidah untuk terus menikmati. Meskipun ada pertanyaan menggantung, “Klo bikin mabuk gimana?… khan ga bisa juga disebut mabuk syariah?”

Ntar ditulis di tulisan selanjutnya setelah nanya ustad dan ulama.

Photo : Hario Dripper V60 + Filter / dokpri.

Nah supaya lebih kukuh dalam menikmati kopi hitam ini, coba ikutan beli V60 yang terjangkau plus filternya. V60 atau visixty… kata urang sunda mah ‘pisikti‘ hihihi… kata sayah ketang. Yang bentuknya mirip cangkir tapi dibawahnya bolong. Disimpan diatas gelas, bejana atau wawadahan untuk menampung coffee siap minum.

Pas udah beli tuh pede aja, langsung pake. Cuci dulu ding. Simpen diatas gelas, pasang kertas penyaring, isi dengan kopi bubuk. Currr…. dituang air panas dari dispenser.

Daaan…. hasilnya cawérang alias hambar. Itulah namanya sotoy tanpa ilmu, tapi hikmahnya jadi tau, klo caranya salah ya hasilnya ga sesuai harapan.

Coldbrew Sunda Wine / dokpri

Setelah sadar bahwa semuanya ada ilmunya baru nonton blog tentang kopi dan baca-baca yutub… ternyata tekniknya salah.

Malu aku… malu aku.

Kesalahan pertama, kertas penyaringnya setelah disimpen di V60 musti di basahin dulu dengan air panas hingga merata. Kesalahan kedua, air panas yang dituangkan musti panasnya stabil dengan suhu tertentu. Ketiga, nuangin air panasnya pun ada teknik tersendiri. Pokona mah semua ada ilmunya.

Berhubung senjatanya baru V60 + filter didukung dispenser doang, akhirnya ngalah dech… ambil kunci motor, nggak lupa ajak anak istri dan ngloyor ke kedai kopi… ngopi yuuuk. Wassalam. (Akw).

Ngopi saédanna.

Hayu édankeun lur…

Photo : Ngopi sareng dunungan ogé balad gawé / doklang.

Jelema pabeulit patingkuriling, dahareun ngaleuya. Oncor badag oncor leutik nyaangan kariaan. Peuting karék gé ngarawu poék, langsung hégar méncrang caraang. Ahéng pisan. Jampana pasulabreng pinuh ku rupa-rupa kukuluban. Papais, bugis, hui, sampeu jeung suuk ngabibita nu ngaliwat. Aya ogé duét maut, bandrék bajigur.

Nu matak uruy mah, loba pisan jongko dadakan, iimahan maké kenténg kararas dipasieup daun jagong ngora jeung tangkal kopi. Aya réwuan jongko, nu panglobana tukang kopi nu datang ti sikluk gunung, ti juru pasir ngadon adu rasa adu jajatén. Ogé kiripik kicimpring, opak jeung pilus teu hilap burayot sareng rangesing ngabagéakeun rahayat nu datang ngadon sukan-sukan di pakarangan karajaan.

Sagala rupa kopi sayogi, nu diolah biasa ogé anu diteureuy heula ku careuh tuluy dipodolkeun, réwak béak ku rahayat. Barungah bari surak. Jaipongan jeung wayang golék teu maké eureun. Éh eureun kétang pas adan isya jeung subuh.

Hayu ngopi saédanna… éh saraosna.(Akw).

Ayo Loncat di Bandara Kertajati

Beredar di lokasi Bandara Kertajati BIJB di Majalengka yang udah makin keren, dan kita berjumpshoot & levitasi. Kemoon.

Siang terik menemani raga yang bergerak lincah menjelajah sisi darat (calon) bandara internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. Titik pertama yang krusial adalah titik nol akses bandara yang sudah tuntas di bangun, di hotmix siap pakai yang nantinya bakalan nyambung ke jalan provinsi. Sekarang masih proses pembebasan lahannya. Klo cuman photo bareng mah biasa, tapi supaya lebih kerasa. Maksudnya kerasa terengah-engahnya… mari kita loncat, jumpshoot time fren….!!!

Photo : dokpri

Kesempatan pertama, Kang DAJ yang menjajal kemampuan terbangnya dengan gaya gokilnya. Jump….

Dan hasilnya keren, loncat dan ceria.

Photo : dokpri

Trus Mr J nggak mau kalah, segera siaga menunggu hitungan ketiga. Lompatan pertama masih belum memuaskan, loncatan kedua baru terlihat mampu melawan gravitasi dengan gaya ”X’ nya yang selalu diandalkan. Yang keren dan pasti (nggak sengaja) adalah bayangan yang di hasilkan berbentuk bayangan Drone.. iya drone. Aduh jadi kangen DGI Spark dech…. ups.
Trus karena ternyata klo saya yang loncat dan diphotoin orang lain ternyata gagal terus, kalahka cape loncat-loncat tapi hasilnya jelek khan nguras energi dan esmosi… emosi maksudnya.

Jadi…?

Photo : dokpri

Sambil ngetest trek jalan akses bandara BIJB sekaligus udah lama nggak nunggangin roda dua. Mumpung yang lain lagi sibuk liat sitemap, buru-buru jajal si hijau ramping KLX… brumm. Brummm.

Puas puter-puter, rombongan bergerak ke gedung terminal bandara. Otomatis cari spot yang tepat untyk bikin orang lain terbang. Lho kok ngurusin orang lain bukannya gawe?… ih usil, gawe so pasti. Ini mah sisi lain. Opini pribadi, ntar laporan resmi dibuat.

Kapan?.. ya entar 🙂

Ternyata di area Apron bandara yang luaaas pisan dan cuaca cukup terik sehingga menghela nafas dikit aja langsung keringetan, apa lagi klo inget kamu (naon seeh ga puguh-puguh). Dengan background menara pengawas yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui AirNav akhirnya ada juga yang menjajal loncat dan sesaat berpisah dari bumi.

Photo : dokpri

MR AR mencoba meloncat dan ria, meski hasilnya belum maksimal tapi untuk loncatan perdana udah dapet nilai lumayan kata aku mah.

Photo : dokpri

Mr Af yang juga nyoba berjumpshoot dengan gaya andalannya. Berhasil terbang sesaat dengan backgroud Menara pengawas Airnav. Helm putihnya entah kemana.  Rompi mengawal dengan ketat takutnya jatuh, padahal helm berfungsi ya minimal kepala terlindungi. Klo lutut?… ya sakit pastinyah.

Photo : dokpri

Trus Mr DR meloncat dengan ceria dannn.. Mr TT berlevitasi ria, semakin handal bapak pejabat tinggi ini berlevitasi. Soalnya modalnya cukup, wajah cool, kumis rapih plus badan ringan…. cocok khan?.. jadi photonya bisa melayang.

Setelah itu rombongan balik dech ke basecamp tempat pertemuan awal. Menyisakan kebanggaan melihat progres pembangunan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Cengkareng dan Bandara Pertama yang dirintis, dibangun dan tentu nantinya dikelola serta offcourse dimiliki Pemerintah Provinsi yaitu Pemprov Jabar.

Hatur nuhun. (Akw).

​Poko’e loncat 1)

Poko’e loncat dulu, cekrek, jadi dech jumpshoot with luckyshoot. Ini edisi 1, jadi berlanjut guys.

Virus jumpshoot alias berpose sambil loncat makin merambah disekitar teman-teman. Terutama teman2 sepekerjaan yang senang dengan hasil photo amatiran pake hape dengan mode cameraotomatis bawaan pabrik. Bukan nggak mau pake mode-modean di fungsi kamera, tapi ada kepuasan tersendiri manakala hassilnya keren padahal luckyshoot alias mimilikan. Berikut bukti-bukti photo loncat dengan beraneka tempat, cekidot.

1. Mr. EP

Sumber : mr EP via WA

Belajar loncat sekalian vacancy di negeri orang itu sesuatu bangeet. So pasti ini loncatnya di Sumatera barat, jelas-jelas belakangnya rumah gadang… bukan rumah Be-gadang ya guys.

Sumber : mr EP via WA
Yakin ini juga di Sumbar. Loncat di pantai sambil kaki menghilang dan tangan menyilang. Uhuy. Happy jump brow…

2. Mr Cacam S

Photo : Dokumen pribadi

Meskipun masih blur tapi semangatnya musti diapresiasi. Sambil nunggu rapat dimulai di Pavilijoen Hotel Bandung, ya nyempetin lompat perdana sambil ragu-ragu. Ya lumayanlah.

3. Mr HF

Gerakan melayang ala shaolin di Cikidang Sukabumi menjadi ciri khas mr HF. 

Gerakan kungfu jurus andalan kembali diperagakan. Meskipun mata burial buncelik yang penting raga melayang lepas dari tumpukan karang di Pantai Karanghawu Palabuanratu.

4. Mr Bamb

Menyaingi peloncat pertama, dengan lokasi di pantai pangandaran maka hasil loncatannya ini dijamin basah antara cipratan air laut dan keringet karena ajrut-ajrutan.

5. Mr X

Loncatan pertama dan masih blur, tapi gpp sing penting luooncaat rek!!.

6. Lombar

Lokasi Pantai Katanghawu, Palabuanratu Kabupaten Sukabumi.
(Akw).

Pengajian Shubuh 030717

Mencoba meng-extraksi ceramah Shubuh berjamaah di senin pagi 030717

Intisari Pengajian Senin Shubuh 03 Juli 2017 di Mesjid Al Muttaqin.

Imam & Khotib : Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan

Ibadah sholat yang paling berat adalah sholat shubuh, meskipun hanya 2 rakaat ternyata butuh perjuangan untuk bisa konsisten melaksanakannya tepat waktu, dan kedua adalah sholat isya. Ada Haditsnya yang berbunyi bahwa : “Sholat paling berat untum orang munafik adalah sholat shubuh lalu sholat  Isya”.

Maka bagi pemegang jabatan di Pemprov Jabar di- “motivasi” dengan rumus ‘resiko jeneng”, maka senin shubuh dijamin sholat shubuh berjamaah.

Ajaran nabi Muhammad adalah  penuhi shaf yg paling depan. Yg paling afdol kanan imam, baru kiri imam, pemahaman ini seolah sederhana padahal sangat mendasar. dan Shaf terdepan itu yg paling besar pahalanya bagi laki-laki serta untuk shaf perempuan sebaliknya.

Dalam pengajian senin pagi pertama kali sesudah Idul Fitri 1 Syawal 1438 hijriyah ini beberapa hal penting adalah :

Dulu.. pengertian sunnah adalah dikerjakan dapat pahala, tidak dikerjakan tdk dapat siksa. Sekarang harus kita rubah paradigma itu bahwa dengan kita meninggalkan ‘Sunnah’ maka kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala. Salah satu ibadah sunnah adalah Shalat rawatib, fungsi sholat sunnah rawatib adalah untuk menyempurnakan shalat wajib kita.

Selanjutnya Hikmah Ramadhan adalah :

1. Optimis, pagi sahur – magrib yakin bisa berbuka.

Sikap optimis sdh dpt pahala. Jangan puas dengan kesalehan pribadi tetapi harus dilengkapi dengan kesalehan sosial dimana kebaikan kita dinikmati manfaatnya oleh orang lain. Tetangga, tpt kerja, dimanapun, baik dengan ucap tingkah, perbuatan juga dengan karya dan konsep, khususnya untuk ASN adalah Inovasi pelayanan publik.

Allah menyenangi sifat optimis.

Mari berMimpi sehebat-hebatnyanya karena mumpung gratis.

2. Disiplin, tdk ada yg berani berbuka sblm magrib. Tidak makan setelah shubuh.

3. Kebersamaan, berjamaah.

Ukurannya yang paling tengah.

Klo puasa sunnah berat karena minim kebersamaan. Sementara puasa ramadhan di laksanakan bersama-sama sehingga lebih semangat dan termotivasi termasuk malu klo ketauan batal. 

Poin penting juga dalam konteks Ibadah yaitu butuh pengulangan. Sebagaimana Mekanisme pembersihan jiwa melalui :

Sholat wajib untuk detox harian, shalat jumat untuk detox mingguan, dan bulan ramadhan yang ditutup dengan shalatidul fitri sebagai mekanisme bebersih jiwa tahunan.

Tindakan yang sederhana sepertidisiplin buang sampah dulu aja perlu perjuangan panjang. Karena tanda peradaban besar  adalah berhasil mengolah sampah, berhasil memelihara hutan dan air.

Inti dari tanda keberhasilan ramadhan adalah Perubahan menuju yang lebih Baik.

Wassalamualaikum WrWbr

Duit ketelen mesin CDM

Sekelumit curhat disaat duit yg disetor ketelen mesin CDM sodaranya mesin ATM.

Assalamualaikum Wr Wbr.

Libur lebaran masih tersisa 3 hari lagi, arus balik mulai terasa berdenyut. Jalur langganan macet udh pasti stuck dan perjalanan terhambat. Jalur nagreg-gentong total macet setiap hari. Tol cipali arah jakarta sejak hari kamis (29/06) sudah padat dan berimbas kemacetan di beberapa titik yaitu di sebelum masuk rest area dan pas masuk tol cikampek (… ini reportase pribadi, soalnya ngerasain macet hari kemarin, kuningan-cimahi musti 7,5 jam :)).
Udah ah cerita macet nggak ada selesainya. Moo cerita hari ini, dapet tugas buat setorin duit. Meskipun libur khan sekarang ada CDM (Cash Deposit Machine). Itu temennya ATM, klo ATM buat ngambil duit, klo CDM bisa setor duit dan udah banyak bank-bank nyediain fasilitas ini meskipun areanya masih di kota besar khususnya di lokasi kantor-kantor cabang.

Kejadiannya ya sesuai judul, duitnya masuk mesin CDM tapi bukti transaksinya “transaksi dibatalkan”.. setor 2jt, keluar lagi 1jt nah yang 1jt ngilang masuk mesin dech… panik pasti terasa, tapi ngadepin kejadian nggak terduga musti tenang. 

Nah tips untuk setor di CDM dan terhindar dari ketertelanan atau memang udah ketelen inget-inget nich :

0. Sebelum beraktifitas menyetorkan duit jangan lupa berdoa dulu dan jangan terburu-buru, kalaupun ada antrian ya tetap kita konsentrasi.

1. Sebelum memasukan duit, periksa perlembar tidak boleh robek, terlipat, kusut, terhekter, terselotif.. pokoknya wajib mulus sebab kita urusan sama mesin yang nggak punya perasaan.

2. So pasti kita punya kartu ATM bank tersebut, langkah2 setornya mirip sama ambil duit di ATM. Masukan PIN, ntar pilih menu setor tunai, masukin duit yg udah dicek, ntar mesinnya ngitung, udah ada jml nominal klik yes, beres dech. Jangan lupa tanda bukti diambil buat bahan laporan ke istri, khan yg disetorin duit istri hehehe.

3. Pas kejadian ketelen, yg paling penting jangan panik. Tenang dulu. Tarik nafas sejenak dan konsentrasi. Trus inget2 itu duit apa dan siapa, klo duit hasil nemu sih ikhlasin aja, tapi klo duit sisa THR apalagi titipan istri atau malah punya orang, ya mesti diperjuangkan untuk kembali.


4. Pegang tanda bukti setoran ataupun struk pembatalan yang keluar dari ATM/CDM karena dibutuhkan pas laporan ke customer Center.

5. Photo mesin CDM yang nelen duit kita, selain buat kenang-kenangan ada kode mesin CDM yang dibutuhkan pas pelaporan.

6. Cari petugas satpam bank tersebut, karena posisi mesin CDM ini melekat di kantor cabang maka so pasti ada satpam yang bertugas. Klo udah ketemu lapor dulu dan minta kertas sama pinjem balpoin.

7. Telepon Customer Centernya. BCA 1500888 Bank Mandiri 14000 , BTN 1500286 dan sebagainya (googling aja yach untuk customer center bank lainnya. Sampaikan laporan peristiwa penelanan. Maka kita diminta nyebutin nomor kartu ATM dan biodata kita, insyaaloh hafal kok.  Setelah itu baru dicocokkan  tanggal kejadian dan mesin CDMnya (tercetak di struk pembatalan transaksi), termasuk sampaikan nominal duit yang ditelannya.

8. Setelah jelas laporan diterima, kita diberi tahu nomor laporan kita, biasanya 10 angka, itu yg perlu kita catat dg pulpen pinjaman. Untuk pengecekan proses pengembalian uang yg ditelan tadi. Proses pengembalian paling cepet 3 hari, jadi musti sabar.

Itu aja dulu cerita hari ini. Semoga nggak kejadian sama temen-temen. Apalagi klo pas mudik di luar kota, eh tapi klo mudik khan jarang yang setor duit di CDM tapi nguras ATM buat bagi2 rejeki di kampung… Ciaooo.
Wassalam.

@andriekw Cisarua300617

Mimpi bikin photo Levitasi

Tulisan iseng demi sebuah mimpi menghasilkan photo levitasi

Niatnya ngikutin grup photograpy yang membuat photo melayang, melawan gravitasi. Grupnya disebut aliran levitasi. Untuk mewujudkan hal tersebut ternyata banyak faktor penentu. Diantaranya :

1. Niat.

Niat ini adalah faktor strategis utama karena bisa mendongkrak keinginan serta memberi motivasi lebih kepada siapapun yang ingin menghasilkan gambar photo levitasi terbaik. 

2. Daya tahan phisik.

Daya tahan phisik menjadi hal yang diperhitungkan karena proses pengambilan gambar harus didukung kemampuan loncat – loncat dan loncaaat yang mumpuni.

3. Tidak pemalu

Nah perilaku pemberani menjadi penting, apalagi pas lincat-libcat depan orang banyak. Klo anak kecil sih dimaklum atau Abege. Klo orang tua mah ntar disangka masa kecil tidak bahagia. Tapi demi hasil yang endeees blegedes mantaab, rasa malu ditekan dan loncaaat.. jepret.

4. Sarapan 

Faktor penting adalah isi perut dengan sesuatu, minumal segelas teh hangat atau kopi hitam tanpa gula. Jangan terjebak sarapan itu nasi dan kawan-kawannya lho guys. Bisa juga cuman setetes madu ditambah 2 sendok Virgin Coconut Oil. Ciaooo…

5. Pakaian

Harus diingat bahwa pakaianpun harus yang berbahan kuat. Khawatir pas melompat dengan gerakan tiba2 langsung robek, apalagi depan orang banyak. Bisa jadi bahan tertawaan dan memori kelam seumur hidup.

6. Kamera

Peralatan yang ideal adalah Kamera LSR atau D-LSR tapi asumsi itu bisa salah, karena dengan kamera smarphonepun bisa hasilkan photo levitasi yang bagus. Tinggal menghafalkan shutter lag nya dan pencahayaan yang pas, jadi deh.

7. Jempol sensitif.

Jadi sang ibu jari wajib banyak berlatih untuk memencet shotter atau layar Hape tepat waktu, karena urusannya detik demi detik.

Catatan terakhir adalah jangan terjebak dengan jump shot alias photo loncat. Levitasi itu loncat dengan seni, yaitu ekspresi datar, pakaian tidak tersingkap tetapi mengambang diatas bumi.

Udah ah segitu dulu.

@andriekw Cimohay_170617