Meditasi di Sensa Hotel Swimming Pool

Main air dan mencoba meditasi, disini.

Photo : Pemandangan jembatan layang paspati / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Iseng nulis tentang kolam renang yang pernah dilihat, dinikmati dan dirasakan ternyata ada hikmah yang tidak terhingga.

Yang paling utama adalah belajar konsentrasi dan menjaga ketenangan serta akhirnya belajar berdamai dengan alam dan memperkuat makna kesendirian dalam hakikat hidup yang sebenernya… “Hiiy kok sendirian bro?”

Maksudnya dari sisi makna hakiki, coba saja berenang dengan tenang. Meluncur dari pinggir kolam, biarkan wajah berada di dalam air dan bergerak perlahan dengan menikmati sentuhan air yang menyegarkan. Jangan diangkat kepalanya untuk ambil nafas, tapi tahan sampai paru-paru hampir tidak kuat menahan keinginan alami mengambil oksigen.

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri

Coba dalam hati berdzikir dan bersyukur atas makna hidup ini. Nah, rasa sendirian akan dirasakan, sepi tidak ada suara lain selain gerakan air yang menenangkan sekaligus bisa menenggelamkan…. itulah suasana kesendirian yang bisa dimaknai sebagai cara memaknai indahnya berkehidupan.

Jikalau sudah tidak kuat, ambillah nafas dan ulangi. Tidak usah takut untuk tiba di ujung kolam selanjutnya, tetapi biarkan air kolam ini mengantar raga hingga tiba ditujuan…. insyaalloh rasa segar bukan ada di phisik saja tetapi jiwa dan pikiran semakin lebih tertata.

Nggak percaya?”… ayo cobaaa…

Jadi mirip meditasi yang sarat dengan konsentrasi. Cuman klo sambil berenang, konsentrasi buyar langsung terasa atau terlihat dari gerakan tubuh yang nggak selaras dan ujung-ujungnya raga perlahan tapi pasti akan tenggelam menuju dasar kolam renang… cobaa geura.

Nah.. kali ini kolam renang di salah satu hotel di jalan Cihampelas Kota Bandung, tepatnya di lantai 3 Sensa Hotel Bandung.

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Sebuah hotel yang mengambil konsep unik futuristik serta menyatu dengan akses mall yaitu Cihampelas Walk atau Ciwalk, serta akses belanja ke toko-toko di sepanjang jalan Cihampelas, plus juga skywalk yang memanjang diatas jalan Cihampelas menambah keunikan Kota Bandung.

Kolam renang yang tersedia, ukurannya sedang dan memang hanya ditujukan untuk tamu hotel yang menginap saja. Ada satu kolam renang anak berbentuk lingkaran dan satu lagi kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter..

Yang menarik adalah salah satu sisi kolam renang ini menghadap langsung ke arah jalan layang pasupati dan pemandangan sebagian lanskap kota bandung sehingga ada beberapa media online yang memasukan kedalam golongan ‘infinity pool’.

Infinity pool itu adalah kolam renang yang tepiannya dirancang menimbulkan kesan memanjang sampai tak terhingga dan seolah menyatu dengan alam sekitarnya. Biasanya dibangun di tebing atau di tepi pantai sehingga menyatu dengan alam, bisa juga menyatu dengan lanskap kota kali yaaa……

Menikmati kolam renang di Sensa Hotel, bicara jenisnya maka masuk ke dalam kategori privat pool dengan bentuk yang geometris. Satu sisi yang langsung bisa melihat pemandangan kota yang dianggap masuk ke kategori infinity pool. Kata aku mah belum, tapi yaa gpp…. asyik juga kok, berenang terus nyantey sambil lihat deretan mobil yang berjajar di atas jembatan layang pasupati karena tersendat kemacetan.

Disisi kolam renangnya ada kursi santai, rumah-rumahan plastik untuk bermain anak dan meja kursi untuk menikmati pemandangan kota bandung juga ada akses tangga ke lantai lain menuju ruang fitnes.

Catatan penting, usahakan klo moo berenang diluar jam makan guys. Karena ntar malah jadi tontonan orang, soalnya kolam renang ini berbatasan langsung dengan restoran, terutama meja kursi yang outdoornya. … boro-boro bisa konsentrasi apalagi meditasi, yang pasti jadi ngobrol hepi-hepi. Kecuali memang kamu seneng berenang sambil diliatin orang-orang, itu mah beda lagiiih.

Itulah sekelumit kisahku dengan kolam renang di Sensa hotel. Selamat bersenang-senang, Wassalam (AKW).

Berenang di Aston Tropicana Hotel Bandung

Bercengkerama mesra dalam kesegaran rasa, disini.

Photo : Kolam renang anak dan bola aneka warna / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Jaman baheula eh jaman dulu tempat ini menjadi tempat kawula muda bergaul mencari hura dan jati diri, namanya studio east. Yang hafal dan inget dijamin bukan generasi millenial dan umurnya dapat ketebak hehehe.

Sekarang bangunan itu tetap berdiri dan berganti rupa menjadi hotel, namanya Hotel Aston Tropicana di Jalan Cihampelas Kota Bandung.

Moo promo hotel?”

“Bukan pren, moo lihat kolam renangnya”

Gubraag!!!… “walah berenang lagi toh”

Tanpa terganggu dengan kebingungan penanya, bergegas masuk lift yang pintunya telah terbuka. Dengan keyakinan mantab, pijit nomor enam untuk membawa raga ini melihat dan menikmati kolam renang di hotel yang indah ini.

***

Photo : Kolam renang Hotel Aston Tropicana / Dokpri.

Kolam renang dengan air membiru dil lantai 6 ini cukup menarik selera untuk segera berkecibak mesra. Terdapat 2 kolam renang, yakni untuk anak-anak demgan kedalaman 60 cm. Kolam satu lagi diberi sekat sebagai pembeda kedalaman, yaitu kedalaman 1,2 meter dan 1,5 meter.

Disamping kolam terdapat kursi-kursi bersantai sambil menghirup kesegaran udara Bandung ini. Terdapat juga mini cafe dan meja kursi yang memanjakan penikmat kolam renang dengan sajian minuman dan kudapan yang yummy.

Oh iya, jam operasionalnya mulai 06.00 wib sd 18.00 wib.

Photo : Cafe samping kolam renang / dokpri.

Kolam renang ini relatif tenang dan tidak terlalu ramai, karena berdasarkan kebijakan manajemen hanya bisa diakses oleh tamu hotel yang menginap saja. Tapi minimal info ini bisa nambah-nambahin referensi jikalau pas di Bandung dan nginep disini, jangan lupa berenang eh main air bersama keluarga.

Karena dengan berenang melatih konsentrasi dan menikmati ketenangan dalam kesunyian…

maksudnya?….

ntar diulas ditulisan selanjutnya.

Gak sabar pengen segera turun aah…. Wassalam (AKW).

***

Berenang & Ngasuh di Trans Luxury Hotel Bandung

Mencoba fasilitas kolam renang dan area kids corner, disini.

Photo : Area kolam renang lantai 3 / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Gemericik air memberi nuansa ketenangan, begitupun bercengkerama dengan air menghasilkan rasa senang dan kebahagiaan. Salah satunya adalah kolam renang. Resiko yang dihadapi lebih kecil dan pengorbanannya pun sederhana karena kolam renang bertebaran di seantero kota dengan berbagai karakteristiknya. Dibandingkan harus ke pantai yang cukup jauh dan perlu biaya, khususnya bagi warga Kota Bandung dan sekitarnya.

Bagi yang pandai berenang, datang ke kolam renang menjadi rutinitas yang bikin ketagihan. Buat yang masih belajar, yaa harus semangat supaya akhirnya bisa berenang. Nah giliran yang nggak bisa berenang, jangan khawatir, pilih saja kolam dangkal atau waterboom/waterpark yang tujuannya refreshing bersama keluarga tanpa khawatir tenggelam.

Photo : Kolam renang pasir putih / dokpri.

Beberapa tulisan terdahulu sudah membahas beraneka kolam renang yang kebetulan pernah dikunjungi, dilihat dan dirasakan. Meskipun baru sebagian kecil, dan beberapa yang bisa dituangkan dalam artikel blog ini, tapi minimal menjadi jejak digital positif dengan informasi yang moga-moga inspiratif.

Dari mulai kolam renang di Hotel Borobudur, Hotel Aryaduta Tugu tani dan Hotel Merlyn Park Jakarta Pusat, Kolam renang Cipaku di Bandung Utara, kolam renang Siliwangi, Hotel Preanger, Hotel Aryaduta, Hotel Crown Bandung, Pemandian air panas Sariater Subang, Hotel Gracia, Hotel Horison Altama Pandeglang, Hotel Metro Kota Tasikmalaya dan tentu akan menyusul cerita kolam renang di tempat lainnya.

“Kamu berenang atau cuman liat kolam renang, atau jangan-jangan hmya ngongkrong liat yang renang?”

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri.

Sebuah pertanyaan yang sudah dijawab pada postingnya ini, cekidot.

Wew…. Disini Jawabannya.

Pilihan berenang di lantai 3 Hotel Trans Luxury Bandung yang terletak di Jalan Gatot Subroto Bandung.

Tempat berenang yang lengkap dan sesuai dengan tema luxury yang menjadi tagline hotel ternama ini. Kolam renang dewasa ukurannya belum versi olimpic tetapi dilengkapi dengan pool bar yang memanjakan para ‘perenang‘ untuk bersantai sambil berendam sekaligus menikmati segarnya minuman.

Trus, kolam kecil untuk anak juga ada dan satu lagi yang menarik adalah kolam untuk anak dengan pasir putihnya, ini yang menjadi ciri khas, sehingga putra putri kita bisa bermain air tawan serasa di pinggir pantai yang berpasir putih. Lifeguard juga standbye di pos nya dengan kursi yang tinggi, memastikan keamanan dan keselamatan para pengunjung dan penikmat kolam renang.

Ada juga fasilitas seluncuran yang menyenangkan plus juga area air mancur yang bisa diinjak sambil basah-basahan.

Di dekat pintu masuk kolam renang juga ada cafe dengan aneka sajian minuman serta kudapan, enak euy banyak pilihan….

Photo : Kids area / dokpri.

Satu lagi klo bicara tentang pengasuhan, eh mengasuh anak maksudnya. Ada tempat kids area di dekat kolam renang ini. Jadi kalau dari lobby naik lift ke lantai 3. Nah pas kluar lift… klo belok kiri berarti kolam renang, lurus itu ke kafe, maka belok kanan… lurus, disitu kids corner dengan peralatan mainan yang cukup lengkap.

Photo : Kids Area / dokpri.

Cuman musti hati-hati, karena pas pintu masuk ada counter ice cream baskin robin dan haagendazs…. rasa enaknya bikin ketagihan dengan harga yang lumayan.

Kemungkinan besar sang anak akan minta es krim dulu baru main di dalam. Hati-hati disini adalah jangan sampai anak kita terlalu banyak makan ice cream dan makanan minuman yang manis-manis…. nanti giuuuung…. hehehe bukan deng, khawatir kebanyakan makan gula bisa berakibat atraktif gerakannya atau bila menjadi kebiasaan dan menjadi kegemukan.

Jadi ngasuh anaknya bisa beberapa pilihan, berenang dan bermain pasir putih, nongkrong atau bermain di kids corner eh kids area lantai 3 Hotel Trans Luxury Bandung. Gitu cerita singkatnya kawan, Wassalam (AKW).

***

Catatan :

Untuk yang mau menikmati fasilitas kolam renang tanpa menginap bisa juga. Tarifnya 100rb/orang untuk akses ke kolam renang atau 150rb/orang dengan fasilitas akses ke kolam renang dan makanan seharga 100rb di cafe di samping kolam renang dengan menu yang sudah ada.

Buat yang kepo, bisa dibuka di website atau telepon langsung ke resepsionis di nomor telepon 022-87348888.

Kopi Lembang Pak Ali.

Ngopay kopi dari pak Ali…..

Photo : Nyeduh kopi sambil ngasuh / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Tanggal merah ditengah minggu tentu menjadi anugerah, bisa dimanfaatkan untuk mencurahkan perhatian kepada anak semata wayang juga pasti kepada ibunya.

Tapi tetap, ngopay jalan terus. Peralatan manual brew V60 sudah siap di rumah dan di kantor. Sehingga tidak perlu dibawa kesanah kesinih…. cukup bermodal niat, kesempatan, kopi bubuk dan air panas 90°… maka bisa ngopay dengan nikmat.

“Trus sama anak gimana?”

Sebuah pertanyaan yang menarik, tapi itulah indahnya mengasuh anak sambil ninyuh… eh sambil nyeduh kopi ala manual… maka pola seni dan kompromi yang dimainkan.

“Gimana caranya?”

“Bentar atuh… sekarang pilih dulu, kopi mana yang akan diseduh manual”

“Ayahhh…..!!!, hayu main di kotak” rengekan manja anak princes segera disambut dengan anggukan dan senyuman.

Horeee!!!,

Binar berjingkrak kegirangan. Raga ini beringsut menuju ‘kotak‘, selembar karpet tebal yang berisi mainan dengan pagar plastik yang terbuka. Sebagai wilayah demarkasi untuk bermain dan berkreasi sang anak tercinta.

***

Jadi….. nyeduh kopinya sambil ngasuh. Sehingga kompromi terjadi… gambar proses seduhan kopi yang tadinya hanya kopi diatas corong V60 dan bejana saji serta gelas kecil kaca kesayangan, harus bersanding dengan warna warni ceria dari mainan disney yang ada yakni donald duck yang lagi boncengan sama mickey mouse.

Eh ternyata photo sajian kopinya jadi aneka warna. Ngasuh jalan dan ngopaypun tetap terlaksana, kehidupan terus berjalan.

Kali ini hadir kopi tanpa label, pemberian dari Bapak Ali yang punya sendiri kebun hingga produk kopi dari daerah Lembang… disaat bersua minggu lalu, memberi sebungkus kopi bubuk ukuran kira-kira 200gr.

Alhamdulillah, milik tah….

Photo : Manual brew v60 kopi pak Ali / dokpri.

Sore ini di eksekusi dengan fi-sixti, suhu air 89° celcius dengan komposisi 1:1, yups.. 30gr beradu dengan 300 ml air….. jreng jreng.. tes.. tes.. tes.

Dikala bungkus coklatnya dibuka, rasa harum aroma kopi terasa menyambar penciuman. Ada rasa buah yang muncul tapi sulit mendefinisikan, pokoknya selarik banyangan rasa manis hadir dalam sekejap.

Penasaran….. setelah tetesan air seduhan tertampung sempurna. Pindah ke gelas duralex kecil… srupuuut…

Hei…. rasanya enak kawan. Body medium cenderung boldnya menyisakan after taste yang ninggal diujung lidah belakang, meskipun tidak lama tapi berpadu dengan acidity medium khas kopi arabica menambah nikmat ngopay sore ini. Dari sisi tastenya ada selarik rasa lemon, dan kakao plus setipis rasa karamel.

Ah takut salah… coba sruput lagi…. slurp.. slurpp….

Enak euy… dikala temperaturnya menurun. Body dan aciditynya menguat… pahitnya sedikit meningkat tetapi makin nikmat. Karena pahit asamnya sajian kopi bisa mengurangi dan menutupi pahit asamnya kenyataan hidup…. eaaaaa, apa seeeh kamuuh.

Sruput lagii…….

Hatur nuhun Pak Ali, wilujeng ngopay bray. Wassalam (AKW).

***

Kopi Liberika ‘Baheula’.

Kopi Liberika Baheula, sensasi rasa berbeda. yuk cobaa…

Photo : Proses manual brew V60 Kopi Liberica Baheula / dokpri

BANDUNG, akwnulis.com. Senin pagi sebelum apel rutin terjadi, maka sempatkanlah memproses ekstraksi manual brew sebuah kiriman kopi yang dinanti-nanti sejak dua minggu lalu. Kopi yang unik dari daerah Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Ternyata kiriman kopi ini sudah tiba seminggu lalu di meja satpam, namun kesibukanlah sehingga baru saat ini tiba ditanganku…. Alhamdulillahirobbil alamin.

Peralatan lengkap membuat proses bisa dimulai dengan cepat. Corong V60 menjadi pasti, filter dan air panas harus berada pada ukuran yang pas. Begitupun gramasi dari kopi yang masih tersegel rapi, harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditulis dengan tinta abadi…. ahaay lebay.

Kopinya ini yang bikin penasaran, namanya Kopi Liberika. Jenis kopi yang berbeda dengan kopi jenis arabica ataupun robusta.

Jenis kopi liberika ini dari sejarahnya didatangkan ke Indonesia karena memiliki kekuatan lebih baik menghadapi penyakit karat daun yang sangat mudah menyerang tanaman kopi arabica, dengan ukuran buah ceri yang besar hingga 2x lipat buah arabica, serta tinggi pohon bisa mencapai 9 meter, menarik untuk dipetik dan diproduksi. Tetapi dari sisi komposisi hasil proses pengolahan, para petani enggan menanam kopi liberika ini karena penyusutan dari biji basah hasil panen menjadi biji kopi kering itu sangat signifikan, cuman dapet 10 persennya… jadi dianggap kurang menguntungkan.

Kata siapa itu mas?”
“Ya.. baca literatur dong,… iqro.. iqroo”

Lamjuut…. eh lanjuut….

Nah klo kopi liberica yang ada dihadapanku ini berasal dari beberapa pohon peninggalan belanda yang dirawat dan dipelihara turun temurun hingga saat ini serta di proses hasil kopinya secara tradisional (baca di bungkusnyah… hehehehe).

Jadi penasaran…..

Secara umum, Kopi arabica menjadi favoritku untuk belajar menjadi penikmat kopi tanpa gula. Karena dengan metode manual brew yang tepat akan menghasilkan sajian aneka rasa yang bikin dunia serasa berbezaa… eh berbeda. Acidity dan aneka rasa after tastenya, itu yang bikin sensasi berwarna.

Meskipun kopi Robusta juga sekali-kali dinikmati jikalau sedang butuh kafein tinggi.

Nah… sekarang hadir kopi liberika BAHEULA, kiriman dari Presiden of Pamulihan Distric, Mr Harry. Sebuah produk kopi yang mengusung metode tradisional dengan cara-cara kearifan lokal. Dimulai dari memetik buah cerrinya yang matang, dijemur, ditumbuk dengan halu (tongkat kayu), disangrai dan akhirnya disaring sehingga menghasilkan bubuk kopi liberika Baheula, untuk dinikmati.

Dengan packing 100 gr, terlihat kompak dengan label berwarna hijau. Memberikan identitas produk kopi yang jelas dengan tata cara tradisional. Masalah rasanya, mari kita coba.

Currr……

Air panas bergumul perlahan dengan bubuk halus kopi liberika. Menaro sambil berekstraksi dan akhirnya menghasilkan kopi tanpa ampas diatas gelas server……

Setelah berpindah ke gelas kaca kecil, langsung di sruputtt….. panassss….. makanya hati-hati dong nyuruputnya.

Ada sensasi aroma yang enak, harum dan cenderung fruitty. Acidity medium dan body lite. Lebih condong ke karakteristik kopi arabica tetapi liberika memiliki karakter aroma keharuman yang berbeda.

Niikmaat…..

Meskipun agak sulit menampilkan profile kopinya secara lengkap karena sudah dalam bentuk bubuk halus, tetapi tetap bisa dinikmati aroma, acidity, body termasuk after tastenya.

Harumnya yang menyegarkan bikin ketagihan, aroma ini yang menjadi suasana pagi menjadi lebih berseri meskipun akhirnya harus berpisah sejenak karena panggilan untuk mengikuti apel di senin pagi.

Hatur nuhuun.

Itulah sejumput cerita singkat tentang kopi liberika ‘baheula‘ yang diproduksi oleh Kelompok Tani Karya Mandiri Prima Desa Sukawangi Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Kopinya nikmat, Hatur nuhun kirimannya Pak Camatt. Wassalam (AKW).

***

Menghijau di California

Nama itu bermakna, sesuatu itu bermaksud tertentu, lalu?

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah nama tempat tentu memiliki arti dan tujuan tersendiri, begitupun penamaan manusia yang sering diistilahkan dalam bahasa sunda, sebuah nama adalah hasil dari proses penggodokan dan diskusi yang alot disebut dengan istilah ‘ngabubur bodas ngabubur beureum‘ …. atau pengertian bebasnya adalah sudah dipikirkan matang-matang dan penuh perhitungan serta pertimbangan, seperti dibuat dengan memasak bubur beras putih dan bubur ketan hitam.

Coba iseng perhatikan nama masing-masing, resapi makna dan ketahuilah artinya. Ada yang berdasarkan nama bulan kelahiran seperti : Agus, karena lahir bulan agustus, septi, okti, novi hingga desi. Bisa juga kombinasi nama hari dan tanggal seperti ‘saptuji‘ artinya lahir hari sabtu tanggal hiji(satu-bhs sunda). Ada juga yang diberi nama sesuai situasi, contoh ‘Aldino‘ sebuah nama agak internasional ternyata sebuah singkatan dari ‘Alhamdulillah dia nongol’, karena memang pas proses kelahirannya agak sulit… nah gitu lho, banyak sekali arti nama lainnya yang berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat dilahirkan.

Trus yang dirasakan oleh penulis, nama itu adalah doa dan juga arah karier ke depan, terlepas itu kebetulan atau cocokologi tetapi menjadi sebuah momen kebetulan yang harus disyukuri.

Namaku ANDRIE dan dengan kenyataan saat ini pas sekali, yaitu diawali dengan sekolah kedinasan, trus lulus mengabdi di kabupaten selama nyaris sembilan tahun lalu pindah ke pemerintah provinsi dan menjadi pegawai negeri atau ASN di daerah provinsi yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga Andrie itu singkatan dari Anak Negara Daerah Republik Indonesiaaaa…….

Bener khaan?……”

Udah ah urusan nama pribadi, sekarang moo nulis tentang sebuah nama di benua amerika sana yaitu daerah California.

Lha ngapain ngebahas California?”

California itu nama…. nama tempat”

Photo : Hidroponik at California / dokpri.

Jadi….. California itu adalah negara bagian terbesar di Amerika Serikat dan di negara bagian inilah terletak kota-kota menarik seperti Los Angeles, San Diego dan San fransisco. Negara bagian ini memiliki luas wilayah 423.970 km persegi dengan jumlah penduduk 39,4 juta jiwa (2017, source : biro sensus AS)…. wadduuh ternyata lebih banyak penduduk provinsi jawa barat yaaa?… provinsi jawa barat jumlah penduduknya 48 juta jiwa dengan luas wilayahnya 35ribu km persegi.. 8% dari luas California.

Lha ngapain ngitung-ngitung itu?”

“Ya biarin aja, peduli amat sih”

“Ih galakkkk…..”

***

“Gini pren, Ini aku lagi di California, tepatnya di rooftop hotel California Jalan Wastukencana Bandung..” belum tuntas berbicara, langsung diserobot komentar, “Jiaah gubrak, dasar luu… kirain beneran di Amrik, trus ngapain disitu?”

Tanpa banyak membuang waktu, segera dijelaskan tentang sekelumit kondisi California versi hotel ini. Klo fasilitas hotel sih biasa saja, hotel dengan kelengkapan meeting dan menginap serta coffeshop yang belum sempet icip-icip.

Photo : Dibalik tulisan nama hotel / dokpri.

Tadinya moo liat kolam renangnya, eh ternyata nggak tersedia. Jadi coba cari lagi objek lain yang menarik….

tadaaa….

Ternyata rooftopnya seger banget. Serba menghijau, tanamannya banyak sekali dan ada gazebo yang berisi aneka tanaman hidroponik.

Photo : Hamparan Bandung dilihat dari California / dokpri.

Begitupun pemandangan lepas ke hamparan Kota Bandung, termasuk menikmati keanggunan gunung tangkuban perahu.

Yang pasti mah menjadi bahan buat tafakur, dimana semua keindahan ini adalah rejeki dan nikmat serta berkah kasih sayang Allah Swt. Suasana menghijau di atap kota juga kemampuan indra penglihatan dan seluruh fungsi tubuh untuk merespon ini semua, pada hakikatnya harus menjadi bagian tasyakur bin nikmah dalam menjalani kehidupan ini.

Gitu aja?”

“Iyah….”

Hening sesaat, Wassalam (AKW).

***

Source :
1. Wikipedia/wiki/California
2. Biro sensus AS

Kopi Adrenalin

Menikmati kopi sambil deg-degan… mau?

Photo : Kopi Adrenalin / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Beranjak siang terasa perlu penyegaran sementara meeting terus berlanjut seolah semua masalah diharuskan tuntas segera. Padahal semua masalah ada jamannya dan kekompakanlah yang akan mengakselerasi penyelesaiannya.

Tetapi tetap, secangkir kopi berharap bisa melengkapi. Menghadirkan nuansa ke-mood-an yang bisa menggugah cipta karya dan karsa menghasilkan pemikiran penuh makna.

Bukan berarti kopi adalah segalanya, tapi segala aktivitas ternyata selalu hadir kopi dengan aneka varian bentuk meskipun tetap fatsun bahwa #tanpagula adalah keharusan, wajibbbb hukumnya.

Nah…. sekarang bersua dengan sebuah kopi yang bernama ‘adrenalin coffee’….. woaaaah apa ituuuu?

Nich gambarnya….

***

“Ah itu mah kopi biasa”

Coba perhatikan lebih dekat…..

“Woaaah itu dibawah jalanan yaa?.. mobil2 dan orang?… tinggi banget coy”

Kawan sebelahnya menimpali, “Ah biasa yang gitu mah.. hati2 hoax”

Hanya senyum simpul yang menjadi jawaban awal. Lalu diberikan penawaran untuk ngopi bersama di tempat itu dengan tema kopi Adrenalin.

“Ayo kita lihat, saya masih nggak percaya!!!!”

“Ayo”

Maka berenam kami bergerak menuju lift hotel dan memijit lantai tertinggi, lantai 18.

***

Tatkala pintu lift terbuka, sentuhan angin belum terasa. Tetapi sesaat belok kiri dan memasuki ruangan lounge lantai 18 maka terpampang hamparan rumah dan gunung-gunung yang mengelilingi danau purba cekungan bandung.

Terlihat keempat rekan agak terdiam, tapi didorong untuk terus maju dan melewati jajaran sofa empuk yang menghadap ke arah datangnya angin kehidupan.

Tibalah pada hamparan lantai kaca yang memberi sensasi adrenalin bagi yang takut ketinggian. Menjejak lantai kaca di lantai 18 adalah sesuatu yang berbeda.

Photo : Berpose sambil nyorodcod / dokpri.

Sehingga hal yang wajar jikalau kopi yang diphoto pada tulisan ini memang diberi label ‘Kopi Adrenalin’, meskipun sebenarnya adalah sajian Americano coffee ala Lounge lantai 18 Trans luxury hotel di daerah Gatot subroto Bandung.

Jangan lupa, jauhkan gula dekatkan rasa. Sambil menikmati sensasi melayang di udara.

“Iya euy, butuh adrenalin dan keberanian untuk berdiri di lantai kaca ini, mungkin harus sambil ngopi…” bergetar suara kawanku sambil terlihat lututnya ‘nyorodcod‘… eh gemeteraaan maksutnyaa….. ditimpali tertawa segar dari kawan-kawan lain yang sudah lulus uji adrenalin ini. Kemon Ngopaay, Wassalam (AKW).