Kuli-ner di Kota Padang

Kuli sambil kuli-ner di Kota Padang…

Jadwal siang begitu padat sehingga tak sempat untuk beranjak dari tempat acara. Maka malam hari menjadi pilihan alami, untuk beredar mencari makanan yang ada di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.

Judul resminya ikutan jadi perwakilan peserta ‘Konreg-OPSDA Wilba’ … panjang kan?
Singkatan dari Konsultasi Regional Operasional dan Pemeliharaan Sumber Daya Air yang digawangi sama Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.. ntar ah laporannya, sekarang balik lagi ke makanan dan minuman yaaa cekidot.

Pertama, rendang dan ikan. Nggak nyari diluar soalnya makan siang dan makan malam di hotel Grand Inna Muara juga ada, dan rasanya nikmat..

“Ah Lu mah enak melulu, nggak rame’ Sebuah komplen menghembus di telinga. Nggak pake lama dijawablah dengan sok bijaksana, “Bukan salahku bro, buatku makanan itu hanya dua pilihan, nikmat dan nikmat bingiiit…”

“Ah Lu bisa aja….”

***

Sesaat malam menjelang, belum bisa keluar area hotel karena acara pembukaan masih berlangsung… sudah elekesekeng (Nggak betah duduk. Bahasa sunda).

Akhirnya… jam 22.30 wib acara kelar dan…. cussss segera keluar hotel, apalagi dianter dan disopirin langsung sama Kepala Balai DAS Agam… (kebetulan nebengers, diajak sama Pa Kadis Kehutanan)…

Jadilah menikmati kuliner kedua di Kota Padang, yaitu Sop Durian… uuuh Yummmy…… dilanjut sepiring Sate Padang dengan kuah khasnya yang penuh rasa rempah menghangatkan hati dalam suasana kekeluargaan.

Dilanjutkan Ketiga adalah Durian dan ketan… awww.. ‘Awas Kolesterol!!’, tapi ….. sesuai arahan Gubernur Sumbar Bapak Irwan Prayitno disaat Acara pembukaan, “Jangan takut para hadirin, semua makanan di Kota Padang tidak ada kolesterolnya, selamat menikmati. Kolesterol itu adanya di Laboratorium”

Di daerah Ganting Kota Padang bersua dengan pedagang durian. Meskipun bukan musimnya, tapi ada pasukan durian dari luar Sumbar..
Lagian aku mah rumus yang tadi… pilihan hanya 2, enak dan enak bingiiit.

Segera menikmati si buah harum berlemak, tak lupa mencomot ketan bertabur parutan kelapa… nikmaat, lupakan diet dulu yaa.

Nyam
Nyam
Nyam…..

Akhirnya lewat tengah malam baru bisa kembali ke hotel dengan perut kenyang dan hati was was hehehehe… takut kolesterol.

***

Keempat adalah Roti Jhon, kedainya di pinggir jalan sebrang hotel. Harganya 26Ribu yang kecil dan yang besar 45Ribu dengan aneka tambahan topping seperti sosis, mozarella dan daging.

Karena yang besar sudah habis, maka pesen yang ukuran kecil…. ternyata besarrrr juga lho.

Konsepnya adalah makanan Amrik sonooh… Hotdog. Tapi dinaturalisasi dengan konsep lokal dengan namanya berbau bule, Roti Jhon.

Ukuran kecil ini jadinya 7 potong, bisa buat bertiga lho.

Kelima, ngopiii…. mulai dari kopi pembagian hotel di cangkir putih, espresso panas sambil nongkrong dipinggir kolam renang hingga akhirnya Kopi beneran….. penasaran?.. klik ajaNGOPI di PADaNG…. monggo.

…. bersambung.

Kolam renang Yats Colony Yogyakarta

Berenang riang berbalut kehangatan & keceriaan keluarga di Yogyakarta

Akwnulis.com, Jogja. Birunya air kolam renang berpadu dengan keteduhan menjadi kombinasi indah nan nyaman. Memberi makanan bergizi bagi jiwa yang haus hiburan setelah berjibaku terus dengan pekerjaan dalam jubah kehidupan.

Suasana teduh dan damai adalah obat penenang hakiki, kebersamaan bersama keluarga menjadi semakin terpatri, goreskan tinta emas kehidupan yang mewarnai detak waktu menuju masa depan.

Disinilah sebuah kolam renang yang didesain sedemikian rupa, menjadi daya tarik dan penyempurna sebuah hotel keluarga yang homy banget, makanannya enak, pelayanannya ramah meskipun untuk mendapatkannya perlu berjibaku dulu dalam pertarungan pemesanan online yang nggak kenal belas kasihan.

Bentuk kolam renangnya berkelok-kelok dengan kedalaman berstrata. Untuk dewasa kedalaman hingga 1,5 meter. Ada juga untuk bermain anak dengan dalam 50 cm plus yang paling aman dengan kedalaman 25cm… khusus buat bayi dan balita. Ada juga seluncuran mini buat anak-anak, menyenangkan. Meskipun klo banyakan yaa…. duk dek eh sempit. Tapi over all…. sangat menyenangkan bermain air apalagi bersama keluarga besar.

Akses kamar yang langsung ke kolam renang dilengkapi teras private buat berjemur…. lengkap dengan handuk renang…

Tapi tetep, anak kecil harus full pengawasan khawatir tenggelam karena tidak ada safeguard.

Berdampingan dengan kolam renang terdapat sofa melingkar berwarna eyechatcing, orange. Cukup buat 8 orang dewasa kongkow-kongkow dan bercengkerama.

Trus malam hari suasana kolam renang terlihat lebih indah dengan hiasan lampu di dalam kolam memunculkan efek romantis religius… apaa seeh?

Romantis religius itu maksudnya suasananya syahdu semanis cinta tetapi tetap memegang teguh prinsip-prinsip agama… “Wadduh pemaksanaan pengertian ini mah.”

“Ih gpp… inilah hak penulis untuk menuangkan karya, dan belajar bertanggungjawab atas apa ya g sudah ditulisnya, betulkan?”

“Iya deh.. terseraah!!”

***

Balik lagi ngebahas kolam renangnya, untuk waktu pemakaian… bebas lho… 24 jam kayaknya (soalnya nggak ngecek ke petugas hotel, tapi jam 23.00 masih ada yang kecipak kecipuk berenang kok… ihh jangan-jangan…)

Pokoknya mah instagramable dan cocok buat yang seneng narsis bin eksis.

Tambah lagi area kolam renang ini menjadi spot photo untuk profesional, maksudnya jangan kaget di samping jendela kamar depan kilam renang ada penampakan putri nan cantik jelita berbalut kebaya atau baju pengantin yang mewah mempesona.

Gitu dulu yaaach review kolam renangnya, met bersantai dan berenang di sini. Yang masih penasaran dengan hotel Yats Colony, gugling aja… tring. Langsung ada. Wassalam (AKW).

***

Info awal :
Yats Colony Hotel

Jl. Patangpuluhan No.23, Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55251.

Disarankan klo yang bawa keluarga, pilih kamar yang tipe Na room , itu akses langsung ke kolam renang, ada tempat berjemur private.

***

Met berlibur kawannn…..

Diary Coffee 12

Puisi kopiku selanjutnyaa…

Kembali menjelajahi nikmatnya kopi dalam balutan puisi pribadi yang terkadang maksa supaya miliki akhiran yang senada.

Nggak kerasa udah masuk volume 12, cekidot :

Segelas kopi hasil olah V60
Menemani hari dengan memilih Kintamani
Meski terlihat kurang pekat alami
Masalah rasa lumayan bikin adem ati

Suasana alam yang tenang
Bikin sensasi ngopipun tentram
ANgin berhembus tiada kencang
Janjikan damai di dataran Lembang

***

Dua barista sibuk menata
Aneka kopi semuanya dari tatar jawa
V60 vietnam drift dan ditubruk saja
Juga criossan empuk Gesakopi tersedia

Inilah sebuah cafe
Yang berada di Gedung sate
Klo keluar area kantor bakal berabe
Disini tersaji aneka kopi penghilang bete

***

Belajar Ikhlas | Beresin Baju |

Belajar Ikhlas dari urusan sederhana.. yuk ah.

Photo : Tumpukan pakaian dalam proses seleksi dan kurasi / dokpri

Akwnlis.com | Bandung. Pagi baru beranjak menuju siang di kala ide yang sudah lama terpendam muncul kembali untuk diimplementasikan.

“Ide apa?”
“Beresin baju di lemari!”
“Ih kirain apa”
“Itu butuh keikhlasan lho”

Diskusi kecil ini menjadi kunci dalam mengurai kata sehingga muncul rangkaian kisah singkat tentang ‘belajar ikhlas’.... karena klo tujuannya cuman ngeberesin pakaian di lemari doang…. gampang. Tapi lemari tetep amburadul dan kepenuhan karena ‘belanja terus dikeluarin kagak’ (beterinka)… “bener khan?.. ayo ngakuuu!”

***

Bener juga, perlu keikhlasan lho guys…

Pertama, ikhlas meluangkan waktu. Karena klo nggak gitu, pasti kelewat terus tuh agenda bebereeees lemari baju. Hari kerja jelas sulit hari libur seringnya bentrok sama agenda jaga atau agenda lainnya.

Jadi musti diyakinkan dulu, niat dan waktunya.

Kedua, Ikhlas untuk mengeluarkan baju yang jarang dipakai. Segera pisahkan dan berikan kepada orang lain. Bisa sodara dekat, sodara serumah atau ke tetangga dan yang membutuhkan. Disini butuh keteguhan hati, karena biasanya akan bertentangan dengan perasaan. Apalagi pas pakaian itu memiliki nilai kenangan yang sangat kuat, seperti pemberian dari pacar eh gebetan…. mantan… ups…… orangtua, pimpinan atau pasangan hidup.

Photo : Pakaian hasil seleksi / dokpri

Padahal, klo emang udah nggak nyaman atau malah udah kesempitan (misalnya) dan masih layak pakai, maka diberikan kepada orang lain akan membuka peluang pahala lho.

Lagian jangan terjebak dengan kenangan.

Karena…

Kenangan itu bukan ada di barang tetapi kenangan itu melekat di hati dan pikiran… ahaaay.

Ketiga, ikhlas juga dalam membagikan. Jangan terjebak dengan sikap ‘riya‘, membagi-bagi dan muncul rasa bahwa kita bisa memberi kepada orang lain secara langsung. Saran mah hindari, biarkan pakaian bekas yang masih layak itu bermanfaat bagi siapapun tanpa berharap diucapkan terima kasih atau mengharuskan baju ini buat si anu, yang ini buat si Fulan…. ikhlaskan saja.

Sekali lagi… Ikhlaskan saja.

Gitu mas bro, hikmah dari beres-beres lemari pakaian hari ini sangat berhubungan dengan niat dan sikap serta dibarengi rasa ikhlas.

“Kang!!, Alhamdulillah lemari pakaianku sekarang agak kosong… aku ikhlas moo order baju lagi via onlen mumpung ada diskon promo”

“Upsss… bukan ikhlas belanjaa….”

***

Itulah sebuah fragmen kecil kehidupan yang beraroma hikmah tentang belajar ikhlas. Wassalam (AKW).

Kopi Simpanan Mertua

Menikmati Kopi Simpanan Mertua, cekidot.

Photo : Secangkir Kopi Jantan Simpanan Mertua / dokpri

Mencari tempat untuk menikmati sajian kopi dengan manual brew di Kota Medan membawa raga ini beredar via grab menuju satu tempat di Kota Medan yaitu Jalan Setia Budi… itulah tempat ngopi sejati…. kata mbah Gugel.

Namanya Repvblik Kopi, menarik sungguh… eh sungguh menarik. Makun semangat tuh menuju kesana.

Pas nyampe.. suasana bangunan lama yang elegan dengan ramah menyambut kami. Kombinasi warna putih dan hijau menyiratkan kejayaan masa lampau berpadu dengan sajian yang nanti akan dinikmati.

Photo : Repvblik kopi di sore hari / dokpri

Tetapi ternyata kedatangan kami kurang pas waktunya, 30 menit lagi akan tutup, karena buka dari pagi hingga jam 18.00 wib saja.

Jadi……

Yang ready hanya Kopi tubruk aja dan yang pake mesin… espresso saja… eeuhh…

Agak terdiam sesaat….. mikir dulu.

Tring..!!!

“Pesen mbak kopi tubruk spesial disini dan cemilan yang ada aja”

“Oke pa, kopinya ada Kopi Simpanan Mertua… Kopi Jantan sebentar dibuat”

“Wah apa itu?”

Mbaknya hanya tersenyum, “Saya buatin dulu pesanannya ya pak, waktunya terbatas, ntar saya jelasin”

Kami mengangguk meng-iya-kan.

***

Setelah tersaji dihadapan kami, ternyata Kopi Jantan dari Kopi Simpanan Mertua rasanya beda, acidity yang khas dan body medium yang dihasilkan dari biji kopi arabika mandailing yang sudah disimpan dulu selama 3 tahun sebelum proses roasting memberi pengalaman berbeda. Meskipun penyajiannya dengan tubruk saja, ada aroma dan rasa yang spesial… kebayang klo di manual brew dengan V60 atau kalita….. wuiiih yakinnn tuh originalitas rasa yang muncul akan mencengangkan….

Tapi gepepe…. ini juga rejeki… yuk kita nikmati.

Untuk espresso lebih terasa dari harumnya aroma kopi, untuk rasa hampir mirip kopi lainnya karena proses mekanik mesin membuat rasa original biji kopinya tersamarkan dan cenderung rasa pahitnya yang menyapa lidah.

Sayang sekali waktu ternyata tak bisa kompromi, setelah teguk terakhir lalu kami pamit meninggalkan kafe kopi yang elegan ini. Eh nggak lupa bayar bill-nya dulu. Wassalam (AKW).

Data Potensi SDA di Jabar

Sekarang menyajikan data singkat dulu di Bidang SDA di Jabar.. monggo.

Photo : Suasana di salah satu RM di Soreang / dokpri

Bicara retorika memang dapat menarik massa, membuai dan membenarkan apa yang sedang disampaikan dengan semangat membara. Tetapi satu hal yang tidak boleh terlupa, bahwa semua bukan angan-angan saja, sehingga inilah yang menjadi dasarnya yaitu Data, Data, Data dan Data.

Maka tulisan-tulisan blog selanjutnya menyitir dan menampilkan beberapa data yang mungkin penting, minimal bagi penulis dadakan ini….

Setelah kemarin mencoba menyimpan data singkat teknis tentang salah satu rencana pembangunan Bendungan di Jawa Barat yaitu Bendungan Ciawi juga sekilas tentang per-Keretaapian, sekarang nulis lagi tentang potensi SDA di Jawa Barat.

Nggak terlalu banyak mikir karena tinggal baca, ketik di hape pake jempol sendiri…. posting dech… ini dia datanya :

Data Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Barat.

1. 200 buah DAS
2. 3.506 sungai (2.265 Sungai Lintas & 1.239 Sungai Non Lintas).
3. 831 Situ
4. 20 Waduk
5. 23 Embung
6. 1015.867 Ha Areal Irigasi (Luas sawah). Dengan perincian : 405.510 Ha Irigasi Kewenangan Pusat, 100.600 Ha Kewenangan Provinsi, 365.577 Ha Kewenangan Kab/Kota, 144.180 Ha Irigasi Desa, 89,032 Ha Sawah Tadah Hujan. (Sumber : Balai Pusat Data & Informasi SDA).

Trus bicara dasar hukum, supaya nggak lupa segera ditulis ulang landasan hukum yang ada tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di Jawa Barat… sementara judul peraturannya dulu yaa… silahkan donlot di JDIH Jabar atau di Produk Hukum SDA.

Monggo :

Dasar Hukum Pengelolaan SDA Provinsi Jawa Barat :

1. UU 11/1974 Pengairan
2.PP 22/1982 Tata Pengaturan Air
3. PP 23/1982 Irigasi
4. PP 21/2008 Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Alam
5. PP 121/2015/2015 Pengusahaan Sumber Daya Air.
6. PermenPUPR 04/PRT/M/2015 Kriteria & Penetapan Wilayah Sungai
7. PermenPUPR 07/PRT/2015 Pengamanan Pantai
8. PermenPUPR 13/PRTIM/2015 Penanggulangan Darurat Bencana akibat Daya Rusak Air.
9. PermenPUPR 14/PRT/2015 Kriteria & Penetapan Status Daerah Irigasi
10. PermenPUPR 17/PRT/2015 Pedoman Pembentukan TKPSDA pada Tingkat Wilayah Sungai
11. PermenPUPR 18/PRT/2015 Iuran Eksploitasi & Pemeliharaan Bangunan Pengairan
12. PermenPUPR 21/PRT/2015 Eksploitasi & Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tambak
13. PermenPUPR 23/PRT/2015 Pengelolaan Aset Irigasi
14. PermenPUPR 26/PRT/2015 Pengalihan Alur Sungai &/ Pemanfaatan Ruas Bekas Sungai
15. PermenPUPR 27/PRT/2015 Bendungan
16. PermenPUPR 28/PRT/2015 Penetapan Garis Sempadan Sungai, Sempadan Danau
17. Pergub Jabar 98/2015 Kebijakan Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi, & Hidroligi Daerah Provinsi Jawa Barat.
18. Pergub Jabar 41/2014 Pola Pengelolaan SDA WS Ciwulan Cilaki
19. Pergub Jabar 42/2014 Pola Pengelolaan SDA WS Cisadea Cibareno
20. Pergub Jabar 20/2017 Rencana Pengelolaan SDA WS Ciwulan Cilaki
21. Pergub Jabar 21/2017 Rencana Pengelolaan SDA WS Ciwulan Cilaki.

Photo : Pose dulu ah / dokpri

Itu dulu yaach…. sekarang moo liat dulu proses penyambutan Gubernur dan Wagub Jabar yang baru.. Wassalam (AKW).

Coffee Gayo Wine

Menikmati sensasi Coffee Gayo Wine dengan Manual brew V60… seduh olangan.

Photo : Biji yang cantik mengkilap / dokpri.

Nggak pake lama, sang gunting menunaikan tugasnya. Membuka lapisan alumunium foil yang berisi biji misterius dengan lempeng mata tajamnya. Meskipun sepintas sudah bisa merasakan aroma rasa luar biasa, tetapi belum tuntas jikalau tidak melakukan proses penyeduhan mandiri dengan peralatan yang ada.

Yup… Coffee Gayo Wine yang segera di eksekusi dengan manual brew V60, kemoooon….

“Peralatan siaap?”
“Siaaaap”

Grinder langsung menggerakkan sendok dengan pikiran telekinetiknya, meraih biji kopi yang begitu cantik mengkilap. Dimasukan ke atas wadah penggilingan, stel ukuran 6-7 agar cocok untuk bubuk kopi yang bersiap diseduh ala Barista lalala…

Sesaat terperangah karena selain harum, bijinya mengkilat seperti berminyak. Tapi pas diraba tidak ada yang menempel di jari, berarti memang mengkilat alami, entahlah. Yang pasti penampilan bijinya cantik.. jadi sayang untuk menggrindernya.

“Tapi apa daya… kecantikannya harus melalui proses penghancuran menjadi serpihan-serpihan kecil untuk memberi peluang rasa nikmat yang tiada taraaa!!”

“Ihh kamu mah lebay, sok puitis. Gancang di seduh, sudah nggak sabar nich!!!”

“Ahiiiy!!!”

***

Corong V60 udah memasang sendiri kertas filternya, air memanaskan diri hingga mencapai 92 derajat celcius. Filternya mengguyur diri agar bersih dari residu pabrikan…. dan segera memasangkan dirinya pada gelas kaca yang setia menanti tetesan ekstraksi yang penuh aksi.

Photo : Hasil manual brew V60 Coffee Gayo Wine / dokpri.

Currrr…… pelan-pelan aliran air panas bersuhu 92 derajat celcius berpadu dengan biji kopi Gayo Wine hasil hunting di Kota Medan minggu lalu.

Tetes pertama dan tetes selanjutnya begitu memukau terlihat di gelas kaca. Prosesi ekstraksi biji kopi menjadi sebuah momen alami yang penuh sensasi. Harum semerbak kuan merebak, jadikan malam ini begitu semarak.

“Tuh kalah ka berpuisi lagi kamu teh!!!”

“Ih bawel pisan”

Diskusi monolog terus berlanjut, menjadi hiburan sambil menunggu ekstraksi kopi berkumpul sempurna.

***

..Surupuut… surupuut..

Deng…. agak terdiam. Kaget juga merasakan sensasi Acidity yang tinggi plus serasa ada rasa wine alami yang menstimulasi syaraf rasa semakin terbuka. Taste fruttynya muncul, rasa anggur kolesom… eh kok jadi kolesom…

Maksutttnya… rasa anggur yang berfermentasi terasa memanjakan lidah. Sensasi acidity berbeda yang ditampilkan oleh Kopi Gayo Wine ini. Kayaknya klo yang nggak biasa ngopi, musti pelan-pelan, takut kaget dan kenapa kenapa.

Trus setelah cairan kopinya masuk ke tenggorokan, eh masih nyisa rasa tebalnya di bibir bawah dan bertahan beberapa saat… yummy… hmmmm… enaaak brow.

Srupuut…. gleek.. glek.. glek.

Oke, itu dulu dech review versiku tentang Gayo Wine. Jangan komplen klo seakan berlebihan, tapi ini kenyataan.

Baca juga :

Kopi Kerinci

Kopi BTH

Kopi Manglayang Karlina

Jikalau beda pendapat juga dipersilahkan. Karena beda pendapat itu perlu, apalagi kita khan beda pendapatan…. upss naha kadinya (kesitu).

Udah ah, jadi ngelantur nulisnya, selamat menikmati, Wassalam”(AKW).