Gayo Wine Stasiun Kopi

Cerita perkembangan blogku sambil menikmati sajian V60 Gayo Wine di dekat Situ Buleud.

Photo : Sajian V60 Gayo wine di Stasiun Kopi / Dokpri.

Perjalanan hidup adalah misteri, meskipun sering kita ingin semua yang akan terjadi adalah sesuai alur fikir diri. Padahal disitulah indahnya kehidupan, ketidaktahuan adalah berkah kehidupan.

Begitupun diriku bersama blog akwnulis.com ini yang sudah melewati tahun pertama. Yup, dahulu masih platform gratisan yaitu akwnulis.wordpress.com. Cukup menikmati dengan berbagai kemudahannya, terutama dari sisi ke praktisan bisa nulis di Smartphone, masukin image, tuntaskan editing dan posting saat itu juga tanpa perlu membuka laptop atau PC.

Kekurangannya cuma satu, ada iklan dari wordpressnya yang tentu tidak bisa diriku kontrol, dan yang keren adalah iklan yang tampil di blog wordpress ini akan sesuai dengan tema iklan yang pernah di klik oleh seseorang yang sering berselancar di dunia maya.

“Wah asyik, blognya banyak iklannya, traktir donk”

“Kamu teh punya villa ya?, kok iklannya vila mulu”

Berbagai pendapat yang memberi semangat untuk membuat blog tersebut menjadi lebih baik dan bebas iklan.

Itu bukan iklan aku hiks hiks hiks.

***

Alhamdulillah seiring waktu, blog inipun sudah menanggalkan embel-embel gratisannya. Namanya menjadi akwnulis.com, dan yang paling signifikan adalah halaman blog ini adalah bersih dari iklan. Sehingga lebih nyaman dalam membukanya.

Eh kok jadi bahas blogku seeeh, kita khan mau ngopi dan nongki-nongki…

“Siaap?…”
Meluncurrrrr

Photo : Salah satu sudut cafe yang bebas asap rokok / dokpri.

Memasuki halaman kafe terasa nuansa cozy yang dibangun. Jajaran kursi outdoor juga yang berada di dalam ruangan. Sebelah kanan langsung terlihat kesibukan beberapa pegawai dan tentunya kasir yang melayani pembayaran.

Yeaah, Akw sudah tiba disini, Stasiun Kopi Purwakarta.

Pilihan tempat di siang hari ini masih sangat mudah, apakah mau smoking room ataupun ruangan yang bebas asap rokok. Pastinya “No Smoking room” jadi pilihan, rekanku yang perokok ngikut aja. Giliran dia mau merokok, yaa tinggal keluar aja, gampang khan.

Photo : Lesehan outdoor Stasiun Kopi / dokpri.

Akw memilih tempat duduknya yang strategis, disamping jendela yang langsung bisa melihat ke arah luar. Jadi kalau janjian dengan seseorang, bisa langsung lihat siapa yang datang, apalagi kalau blind date, siapa tahu yang datang nggak cocok dengan profilenya, khan bisa siap-siap.

****

Sajian pertama adalah kopi Arabica Gayo wine yang menggunakan teknik manual brew V60 dan sajian kedua adalah ‘fied enoki mashroom’, itu tuh jamur enoki digoreng crispi disajikan dengan saos siap cocol. Panduan yang tepat untuk cemilan menjelang makan siang.

Banyak lagi menu lainnya, termasuk kata pelayannya adalah ‘steak maranggi’, tetapi berhubung perut masih agak terisi, ya ditangguhkan dulu pesan makanan beratnya hehehehe.

Kopi Gayo winenya sesuai ekpektasi, disajikan dengan botol server hario dan gelas kecil. Dituangkan perlahan di gelas, srupuuut…. nikmaaat.

Sebuah rasa khas gayo wine menggoyangkan lidah, memberi sensasi rasa fruity yang mengena, paduan rasa berry dan anggurnya memberi suasana berbeda. Meskipun memang cukup kuat rasanya bagi pemula, tetapi nikmatnya disana, disaat lidah dan perasa di sekitar mulut disergap aliran acidity yang medium high dengan body medium tetapi menebal rasa pahit dan asamnya di akhir lidah, sebuah sensasi rasa memberi kesegaran penuh makna.

Photo : Fried Enoki Mushroom siap dinikmati / dokpri.

Nggak lupa juga ngemil jamur enoki goreng crispi sambil berbincang bersama kawan, colek saus sambalnya baru masuk ke mulut, renyah garing dan nikmat, Alhamdulillahirobbil alamin.

Bagi yang penasaran dan kebetulan beredar di Kabupaten Purwakarta, posisinya di pusat kota di dekat Situ Buleud. Tinggal ketik di googlemap ajaStasiun Kopi Purwakarta’, pasti jumpa.

Oh ya, klo bawa mobil parkirannya bisa masuk ke halaman 2-3 mobil ataupun dipinggir jalan saja. Itu jikalau siang hari dan bukan .alam minggu, karena dimalam minggu jalan ini ditutup, menjadi arena rendervouz dan kuliner jalanan yang penuh sesak dengan manusia lalu lalang.

Trus giliran bayar, semua free. Alhamdulillah, Pak Bos Purwakarta datang menemui, menemani minum lopi dan nongki-nongki hingga akhirnya ngebayarin semua yang tersaji, “Hatur nuhun pisan Pak Bos RH”

***

Oke gitu dulu ya para pembaca setia blogku. Selamat menikmati blog ini tanpa iklan dan jangan lupa ngopi,

“Kenapa harus ngopi?”

“Karena pahitnya kopi dapat mengurangi atau menghilangkan pahit getirnya kehidupan”

Sampai jumpa di tulisan berikutnya, Wassalam (AKW).

Millenial dan Sholat Jama 2

Pengalaman menggunakan fasilitas sholat jama di bandara Radin Intan II.

Photo : Dokumen akw

LAMPUNG, akwnulis.com, Ini lanjutan dari tulisan terdahulu : Millenial dan Sholat Jama,

Terdiam sejenak, trus dilihat lagi petunjuk arah ke mushola laki-laki, ternyata belok ke arah kiri. Pantesan ada tanda yang dipasang darurat. Pake kertas HVS, kayaknya sering yang mirip aku, dengan pedenya buka ini pintu, padahal salaaah.

Setelah berbelok kiri lalu belok kanan , akhirnya terlihat gelaran sajadah hijau, “Eh tapi kok kecil banget ya mushola nya?”

Sebuah pertanyaan menggerayangi hati. Perlahan mendekat, dan mendekat. Ternyata…..

“Apa coba?”
“Mau tahu atau tahu banget?”

Duh maaf para pembaca, supaya ada efek penasaran yaaa…..

Ternyata itu adalah fasilitas bandara bagi yang akan menggunakan untuk beribadah sholat jama. Baik jama qashar ataupun sholat jama takdim dan jama takhir. Tulisannya yang cukup mencolok dapat membantu para penumpang yang akan melaksanakan sholat sesuai pilihannya.

Beranjak ke dalam, tersedia mushola kecil yang cukup bersih dengan nuansa kecoklatan. Bisa menampung kira-kira 20 orang jemaah. Sebelum ke mushola disamping kirinya ada tempat wudhu dan di sebelah kanan toilet laki-laki dan perempuan yang diatur terpisah.

“Ya iya terpisah, khan klo barengan mah nggak etis”

***

Penulis segera berwudhu dan kembali ke tempat sholat jama tadi. Memang hanya nampung 6 orang, tetapi cukup bagi yang akan sholat jama.

Bukan apa-apa, jikalau tidak terpisah memang sering menimbulkan kesalahfahaman dan ujungnya kekhusukan sholat yang terkorbankan.

Photo : dokumen akw.

Contoh begini, di mushola yang cukup besar. Kami bertiga sudah mengambil posisi solat di shaf hampir belakang mendekati hijab atau pembatas tempat sholat perempuan, mepet kanan. Maksudnya mengatakan secara tidak tertulis, “Kami lagi sholat jama, yang mau sholat biasa, jangan ikutan”

Eh ternyata tetep aja ada calon makmum yang sebenernya mau sholat dhuhur biasa, ngemakmum ke kami. Meskipun sebenernya tidak apa-apa, tetapi bagi kami yang lagi sholat, jadi sedikit buyar konsentrasi. Mau ngomong, “Ini mah lagi sholat jama” sambil nengok ke belakang.

Atuh BATAL sholatnyaaa……

***

Jadi pemisahan tempat sholat dengan sholat jama menjadi sebuah solusi cerdas dalam menjaga kekhusukan sholat. Disini menjadi menarik, karena yang mau sholat biasa ya pilih di mushola dan yang sholat jama bisa lebih konsentrasi. Di mesjid rest area KM57 Jakarta-Cikampek, pemisahan area shilat jama dengan yang sholat biasa adalah dengan memberikan papan petunjuk di beberapa shaf belakang.

Satu lagi, kalau di mushola Bandara Radin Intan II ini tertutup sementara untuk yang khusus area sholat jama dibatasi oleh kaca dan bisa langsung menembus memandang jalanan di depan bandara. Jadi harus khusyuk sambil memandang tempat sujud, jangan ngitungin jumlah mobil yang lewat hehehehe.

Ntar di postingan selanjutnya bahas sholat jama, karena merupakan fasilitas dari Allah Swt kepada umat muslim.

“Penasaran?”

“Tunggu postingan tulisan selanjutnya” Wassalam (AKW).

Millenial & Sholat Jama

Perjalanan grey millenial ke ujung selatan pulau sumatera

LAMPUNG, akwnulis.com, Bagi milenial kayak penulis ini, maka jalan-jalan itu menjadi sebuah keharusan. Trus yang tidak akan terlupa tentu melaporkan kepada dunia bahwa kita berada disuatu tempat yang menarik, langka, spesial dan amazing deh. Buat apa?… buat ngumpulin jempol dan like yang begitu membahagiakan. Padahal itu kebahagiaan semu yang ternyata melenakan.

“Ah kamu mah sok sok milenial, ngacaaa…!!”

“Lha nggak percaya, aku ini generasi ‘grey millenial’ lho”

“Grey millenial??”

“Iya bener, grey millenial itu generasi berambut abu-abu alias udah beruban tapi kelakuan kayak generasi millenial juga yang peduli sama hal-hal berbau millenial”

“Oiih…. ada-ada aja kamuuuh!!!”

Tapi beneran lho, rasa bahagia yang sering terasa menelusup jiwa adalah manakala postingan status di medsos kita menangguk jempol dan like yang super banyak, apalagi ditambah komen-komen yang bejibun, indeks kebahagian segera meningkat. Padahal itu semua semu. Nggak ada jaminan yang nge-klik like dan love itu memang sangat menyukai postinganmu, mungkin saja karena kasihan atau karena nggak enak udah temenan.

***

Jadi, nggak usah ge-er sama love dan like juga komen di medsos, slow aja. Hidup masih panjang bro. Moo dipenuhin tuh medsos dengan photo dan video hasil jalan-jalan, ya monggo. Mau nggak diposting juga nggak apa-apa, atau mau sekalian pake jasa fotografer profesional di lokasi berwisata, pasti udah sering make aplikasi sweetescape yaaa….

***

Nah perjalanan kali ini nyebrang sedikit pulau jawa melintasi selat sunda yaitu ke Provinsi Lampung, meskipun nggak nyampe Pahawang dan bersua Si Gajah besar di Way Kambas tapi minimal rasa kopi asli robusta lampung dinikmati sembari merenungi hari yang beranjak cepat dari terang menjadi gelap kembali.

Nah salah satu yang menarik perhatian itu adalah fasilitas ibadah untuk muslim di area Bandara Radin Intan II. Beberapa mushola tersebar di dalam bandara, dan disaat kembali check in untuk penerbangan kembali ke Bandung maka mengikuti lagi SOP pemeriksaan bandara yang mau nggak mau diikutin, dari pada nggak boleh ikutan terbang, “Betul khan?”

***

Tuntas pemeriksaan, bergerak mengikuti petunjuk arah menuju mushola yang ternyata terletak di lantai 3. Naik pake elevator dan hampir saja salah buka pintu. Maklum sambil sibuk maenin gadget. Di pintunya tertulis, ‘Bukan mushola’….. (to be continue…)

Kertajati – Lampung

Mengangkasa dari Bandara Kertajati ke Lampung.

LAMPUNG, akwnulis.com, Adzan shubuh berkumandang, disaat raga ini sedang bersiap untuk mengikuti perjalanan takdir hari ini. Segelas air hangat ditambah peras jeruk nipis membuka kesegaran hari ini, menenangkan jiwa serta memberi nuansa beda agar lambung tetap bersahaja.

Perjalanan dimulai dengan menggunakan kendaraan dinas menuju Bandara Kertajati di Majalengka melalui Toll gate Baros 2 yang masih lengang seakan tak punya kawan di pagi buta.

Jiusss…. Innova lama berlari membelah pagi, menyusuri jalan tol Cipularang lalu berbelok kanan memasuki ujung tol Cikampek, dan kembali melesat lurus di mengikuti jalur jalan tol Cikampek – Palimanan.

Perjalanan sepanjang kira-kira 180 km ditempuh dalam waktu 125 menit, berarti kecepatan rata-rata adalah 90 km/per jam, ditambah 15 menit mampir di rest area.

***

Tepat pukul 07.00 wib, kami memasuki gerbang Bandara kebanggaan rakyat jawa barat yaitu BIJB Kertajati, Bandara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka.

Tak lupa segera mencari spot photo yang pas, minimal muka depan bandara baru ini bisa diabadikan dengan smartphone kesayangan menggunakan teknik ‘luckyshot’ alias mimilikan.

Cetrék…
Cetrék.

“Ngapain seeh lu kesini?”

Pasti penasaran yaaach. Setelah hampir 7 bulan pasca penerbangan bersejarah dari Bandung – Kertajati dan pendaratan pesawat kepresidenan yang menjadi momen sejarah pembukaan bandara baru ini. Diriku disibukkan dengan tugas-tugas lain plus mengikuti diklat selama 4 bulan. Sehingga kembali saat ini, baru berkesempatan menginjakkan kaki disini.

daan… yang jadi senengnya, dapet tiket gretongan buat terbang pake pesawat Garuda ke Lampung, Alhamdulillah. Hatur nuhun BIJB.

***

Setelah tuntas acara seremoni parade sambutan, khususnya kata-kata dari Pak Sekda Jabar, “… dengan ini, secara resmi penerbangan perdana pesawat Garuda dari Bandara Kertajati ke Bandara Radin Intan II di Lampung resmi dibuka!!”
Maka… penerbangan dimulai.

Tok tok tok…
“Horeee… prok.. prok.. prok.”

Rame aja pokoknya, trus yang bikin seneng adalah para penumpang yang moo ikutan penerbangan hari ini hampir 80% dari seat yang tersedia di pesawat ATR72-600 udah ludes terjual.

Pak Sekda dan pejabat pemprov Jabar juga Pak Plh Bupati Majalengka hadir pribadi, melepas kepergian ini dengan rasa bangga. Bandara kebanggaan Jawa Barat, bandara yang berada di tanah Majalengka akan semakin maju dan penuh pesona.

“Bismillaahi majreeha wa mursaahaa inna rabbii laghafuurur rahiim” (QS.Hud :41).
‘Dengan nama Allah (semoga) menyertai perjalanan dan mendaratkan (pesawat ini). Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’

***

Perjalanan ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam 10 menit, pesawat ATR72-600 mendarat dengan mulus di Bandara Radin Intan II, Lampung. Membawa kami menginjakkan kaki kembali di tanah Lampung.

Selamat untuk Garuda.
Selamat untuk BIJB.
Selamat untuk seluruh rakyat Jawa Barat.

“Hidup Kertajati!!!”

Akhirnya tuntas juga menulis perjalanan perdana ini, Cimahi – Kertajati, Kertajati – Radin Intan II. Wassalam (AKW).

Meraih Monas

Bekerja sambil berolahraga di area Monumen Nasional Jakarta.

Photo : Situasi Jl. Merdeka Barat menuju J. Thamrin Jakarta

JAKARTA, akwnulis.com, Mendarat di Gambir, atau tepatnya tiba di Stasion Gambir setelah menikmati perjalanan yang begitu lancar dengan Argo Parahyangan begitu menyenangkan. Meskipun kereta yang ditumpangi adalah kelas ekonomi premium, tetapi cukup nyaman, bersih dan bebas asap rokok. Ya sedikit pegal karena kaki tidak bebas bergerak karena berdempetan dengan kursi depannya. Maklum kelas ekonomi premium.

Apalagi godaan kesabaran muncul, di kala kursi depanku langsung ambil posisi kursi dengan sandaran maksimal sehingga hampir mengenai hidung ini. Tadinya mau di damprat, cuman pas liat, ibu-ibu. “Ah nggak berani sama emak-emak mah, biarin aja.” Anggap aja latihan kesabaran.

Dari gambir ke tempat meeting berada di seberang Monumen Nasional. Kami berdua nggak pesen grab dan gojek atau taksi yang ada tetapi menggunakan ‘skuter’ (suku muter : jalan kaki).

“Why?”
“Ngirit yaaa?”

Kembali senyuman yang menjadi jawaban. “Mau tau alasannya?”

“Kami lagi mengembalikan kembali pola olahraga rutin harian yang sudah bertahun-tahun ini dilakukan dengan asal-asalan dan sesempetnya aja. Padahal olahraga rutin jalan kaki minimal 30 menit tanpa jeda per hari itu bisa menjaga metabolisme tubuh khususnya pencernaan sehat dan lancar.”

Photo : Arus lalin di Jl. Merdeka Barat / akw.

Dan inilah aktifitas yang dilakukan, jalan kaki keluar dari stasiun gambir, mlipir ke kiri area monumen nasional dan berjalan menuju ruang meeting di seberang sana di Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Lumayan 30 menit bisa dilalui dengan berjalan dan ada bonusnya lho, yakni meraih Monas.

“Maksuuudnya?”

“Iya mencapai puncak Monas dengan satu gerakan tambahan”

***

“Bagaimana caranya?”

Tanpa perlu banyak penjelasan, segera ambil ancang-ancang. “Satu.., duaa…., loncattt”

3x loncat akhirnya bisa meraih Monas, Alhamdulillah. Lumayan ngos-ngosan dan keringat mengalir deras setelah berjalan cepat dari Stasiun Gambir.

Tuntas meraih Monas, kembali berjalan menuju tempat meeting di Gedung Sapta Pesona Lantai 14. Tidak lupa menaiki jembatan penyebrangan dan mengabadikan kondisi lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat termasuk yang menuju Jalan Thamrin Jakarta Pusat.

***

Jadi, hari ini bisa berdampingan antara tugas meeting di Jakarta dengan olahraga harian minimal, yaitu 30 menit plus plus berjalan kaki, maksudnya plus loncat hehehehe. Meskipun cerita jalan kaki ini belum tuntas, karena usai meeting adalah kembali mengejar jadwal kereta sesuai karcis yang dipegang. Semoga tidak hujan dulu, sehingga bisa kembali berjalan kaki dengan senang hati. Wassalam (AKW).

Kopi Ethiopia Duromina Sejiwa

Menikmati kopi afrika bersama ibu negara.

Photo : Sajian kopi Arabica Ethiopia Duromina / akw.

BANDUNG, akwnulis.com, Bangunan lantai 2 bercat putih dengan kaca bening memberi akses pandangan menerawang dan terbuka. Terletak di Jalan Progo Kota Bandung, bernama Cafe Sejiwa.

Melewati cafe ini sangat sering karena dekat dengan tempat bekerja kadang sambil jalan kaki di pagi hari dan dipastikan masih tutup. Di kala sudah buka, nggak punya waktu untuk sekedar mampir. Ya sudah, nanti aja kalau sempet.

Apalagi Ibu negara juga reques, pengen nyoba nongki disitu. Ya sudah cocok deh. Perlu kordinasi dan diskusi lebih lanjut. Kemungkinannya di hari wiken, klo nggak sabtu ya minggu.

Tapi, itupun masih ada tapi. Ibu negara juga dines antara sabtu dan minggu.

‘Garuk garuk nggak gatal deh‘ (garo garo teu ateul, bhs sunda).

Akhirnya mah gimana nanti sajaaah..

***

Ternyata, takdir itu memang rahasia kawan.

Ibu negara kebetulan ada tugas di dekat kantorku, dan jam istirahat bisa dimanfaatkan ngopi bersama, alhamdulillah.

Mau cerita makanan di Cafe ini ya?”
“Nggak, aku mah mau cerita sajian kopinya”

“Ih gitu kamu mah, kirain mau review sajian makanan dan minumannya!!!”

“Jangan marah atuh, da aku mah pengen nulis kopi, yaa tambah suasana lainnya yang bisa dirasakan langsung”

“Ya nyerah, gimana kamu aja”

Bukan tidak mau menulis tentang makanannya, tapi khan memang nggak makan. Ntar nggak obyektif. Jadi inilah cerita tentang kopi yang tiada henti.

Trus juga jangan nge-judge, “Kok ngopinya kopi di luar jawa barat atau malah kopi luar negeri, nggak cinta kopi jabar ya?”

Diriku ini dengan segala keterbatasan, yaa ngopi sesuai dengan stok kopi yang ada. Trus kalau di cafe, situasional. Jikalau ada sponsor maka coba yang specialty coffee. Tapi klo sendirian, yaa cari kopi yang harganya terjangkau dengan saku.

“Ih kapan cerita kopinya?”
“Bentaaar atuh laaah”

***

Yang disajikan sesuai pesanan adalah kopi arabica Ethiopia Duromina.

“Kenapa milih itu?”
“Karena harganya tengah-tengah”

Jadi dari penelusuran singkat di daftar menu yang bejibun, khusus untuk manual brew terbagi menjadi 3 pilihan. Ada kopi lokal, kopi internasional dan terakhir specialty.
Nah kopi internasionalnya arabica Ethiopia Duromina.

Yang bikin bangga, specialty coffeenya adalah Arabica Gunung Puntang, alhamdulillah. Tapi nggak pesen itu karena baru kemarin nyeduh sendiri di kantor.

Sekarang ke kopi ethiopia yaa…. klo liat tulisan di botol kopinya, ada taste notenya stonefruit, blacktea, bergamot, cocoanibs.

“Naon eta?”
“Stonefruit itu bisa apel, apricot dan cherry, bergamot sejenis jeruk dan cocoanibs adalah biji cocoa”

Cuma karena keterbatasan pengalaman rasa dan memang bukan tukang icip icip rasa kopi, jadi yang dapat dirasakan tastenya memang acidity medium dengan selarik rasa segar jeruk serta rasa pahit yang simpel, menebal diujung, baru itu saja.

Photo : Kopi dan laptop = kerja sambil ngopay / akw.

Oh iya, sajian Arabica Ethiopia Duromina ini dengan menggunakan metode manual brew V60. Disajikan dalam nampan mini beralaskan kertas dengan tulisan ‘sejiwa’, botol servernya bener-bener botol dan cangkirnya menggunakan cangkir espresso warna coklat ditambah dengan segelas sedang air putih dengan es batu.

Ibu negara asyik dengan hidangan dan minumannya. Alhamdulillah, akhir kesampaian berdua nongkrong disini meskipun dalam waktu yang terbatas.

Euh, ada sedikit agak kurang nyaman. Pas ke toiletnya, ternyata bekas seseorang merokok. Akibatnya asap bergulung di dalam toilet yang sempit dan terasa begitu menyesakkan. Cuma posisi terjebak karena nggak kuat nahan kencing. Jadinya kencing sambil menghirup asap rokok dalam ruang sempit, nasiib.

Udah ah, yang pasti untuk sajian kopinya enak. Harga persajian kopi manual berkisar antara 25ribu – 55ribu. Srupuuut, tandas. Hatur nuhun (AKW).

Kopi & Rejeki

Bisa menyeruput kopi itu adalah rejeki, maka bersyukurlah.

Photo : Sajian Kopi Luwak Arabica Preanger / akw.

BANDUNG, akwnulis.com, Ketika ada sebagian rekan yang komplen, karena dianggap ngafe melulu demi nyeruput kopi. Trus bikin tulisan yang memunculkan hasrat keinginan mencicipi (kabita), muncul dilema.

Bukan maksud memamerkan kenikmatan nyruput aneka kopi, tetapi memang nikmat, “Kumaha atuh?”

Jadi dari lubuk hati yang terdalam, mohon dimaafkan diri yang fana ini. Jikalau tulisan ngupi-nya bikin ngences…. emang nikmat bingit brow heu heu heu.

Saat yang sama ada juga yang menyangka diri ini memiliki bertumpuk kopi aneka sumber yang nggak pernah habis…. Amiin Yaa Robbal Alamin.

Justru dengan kehadiran kopi yang terbatas maka diabadikan melalui tulisan serta photo pribadi sehingga tidak hanya menikmati secara langsung tetapi juga merasakan secara imajinasi dengan membaca tulisan.

Yang masih penasaran, monggo DM. Klo stok masih ada dan tentu waktu luang plus dispenser ada air siap minumnya, maka dibuatin dengan seduhan via corong V60 di ruanganku, “Nah, adil khan?”

Untuk yang di cafe atau kedai kopi, silahkan saja beredar sendiri atau ngajak akuuu… jangan lupa nraktirrr yaaa.

***

Sebagai contoh, ini salah satu ceritanya.

Beres rapat di salah satu kantor pemerintah di Jalan Braga Kota Bandung. Sebuah penawaran dari pejabat di Bapenda, sulit untuk ditolak. Dengan berjalan kaki menyusuri trotoar serta 2 kali menyebrang. Tiba lah di Restoran Braga Permai.

Tujuannya?… Ngopiiii.

Yach rejeki nggak mungkin ditolak, dan sekarang kesempatan menikmati Kopi specialty di sinih…

Kesempatan berharga ini sungguh sayang untuk dilewatkan. Maka pesanan 2 set Kopi Luwak Arabica Preanger ala Resto Braga Permai menjadi pilihan bersama.

Singkat cerita, kopi yang dipesan sudah tersaji. Harumnya mana tahaaan.

Srupuut barengan…

Aromanya harum, body medium cenderung tebal di akhir kata eh di akhir lidah. Acidity medium high alias haseum pisan (please… jangan bayangin pantat luwak). Taste fruitty plus tamarin.

“Harga hampir 100ribu per sajian juga nggak terasa berat kok, karena dibayarin hehehe. Nuhun Pa F”

Sambil ngobrol ngaler ngidul dalam waktu terbatas, akhirnya kopi yang tersaji tandas.

Nah itu contohnya. Mangga atuh dikantun heula, Wassalam (AKW).

Salad & Kendali diri

kendali-diri-adalah-prinsip-abadi-dalam-jalani-kehidupan-ini

Bada magrib adalah saat penting mengendalikan diri dari masalah yang akut salama ini.

“Kenapa ba’da magrib?”
“Memang masalah apa?”

Ah kepo, ini khan hanya sebuah ungkapan saja. Pengertian ba’da magrib atau setelah datangnya waktu magrib adalah waktu malam hari yang selalu memggoda untuk makan sesuatu.

“Oh kegendutaan yaaa?”
“Bukan kegendutan, tapi gendut bingiit”

Yups, kegendutan adalah sebuah bukti peperangan abadi di dalam diri dengan tema pengendalian diri. Melawan dan mengendalikan diri sendirilah yang menjadi kunci.

“Udah ah, jangan bahas gendut. Memang sudah begini kenyataannya”

Tapi usaha perlu dilakukan agar kesehatan tetap terjaga.

Setelah mengarungi berbagai cara diet yang ada, baik diet kovensional hingga yang ekstrim. Ternyata prinsip utamanya ada 3, yaitu Niat – Kendali diri – Disiplin.

Niat sangat penting, tetapi tidak cukup itu. Maka aksi menjadi penting, disinilah prinsip Disiplin dan Kendali diri menjadi sangat penting. Dua prinsip ini berdampingan lho guys.

Nah di level kendali diri inilah ujian terberat. Karena jikalau kendali diri ini terlampaui maka Disiplin akan tegak dengan sendirinya. Bener nggak?

“Trus apa urusannya dengan waktu ba’da magrib?”

Nah ini penjelasannya adalah, betapa sulitnya mengendalikan diri memakan sesuatu di waktu-waktu ini. “Ah dasar gembul we kamu mah!”

***

Nah sekarang ada salah satu tips untuk menjaga prinsip Disiplin dan Kendali diri pada waktu malam hari. Caranya yaitu mengalihkan apa yang mau dimakan dan bagaimana cara menyajikannya.

Sebagai bocoran, mengendalikan rasa lapar bisa juga dengan melakukan proses persiapan dalam menyajikan makanan tersebut.

Nah ini yang mau disampaikan sekarang, jadi di saat perut kukurubukan (keroncongan), maka segera mencari stok sayuran di kulkas. Ambil, pilih dan bersihkan sendiri. Potong-potong dengan pisau berlandas talenan.

Yang tersisa hanya romane dan selada, tapi tidak mengapa, itu sudah cukup mengganjal perut di malam minggu yang damai ini.

Sebagai pendukung, balsamic vinnegar dan cuka apel disiapkan. Meskipun akhirnya thousand island saus yang bisa menemani aneka sayuran ini masuk ke mulut dan bergabung di dalam lambung. Semoga bisa mengendalikan diri dan tetap disiplin dengan aktifitas ini. Hatur nuhun (AKW).

Kopi Arabica Amungme

Menikmati kopi Papua dengan metode seduh V60.

BANDUNG, akwnulis.com, Jumat pagi, idealnya berolahraga sebelum bekerja. Tetapi karena tuntutan tugas maka olahraganya dipending dulu. Kembali berbaju batik, celana panjang hitam tapi sepatu tetep sepatu olahraga warna hitam.
Siapa tahu ditengah kesibukan bisa sambil ber-jogging sejenak.

Berpapasan dengan beberapa kawan dari unit dan divisi lain, mereka berbaju olahraga lengkaaap… aiih pengen.

Tapiii…. nggak mungkin ah.
Bete dech.

***

Disaat menghela nafas mencoba mengurangi ke-bete-an. Ternyata dihadapan sudah ada Bu Hj N nenteng sebungkus kopi, “Pak, ini kopi papuanya buat bapak!”
“Alhamdulillah bu, hatur nuhun”

Woaaa.. badmood sekejap hilang, tergantikan dengan kesenangan untuk menyeduh kopi yang terbungkus wadah hitam mengkilat keemasan.

***

Ucapan terima kasih dilanjutkan dengan gerak cepat, mengingat acara rapat pukul 09.00. Berarti ada 1,5 jam lagi… yaa 45 menit buat ngopi cukup, sisanya buat prepare meetingnya.

Teko pemanas air segera diisi dan langsung nyolok ke listrik. Filter dipasang, timbangan digital bersiap. Bejana server sudah siap karena memang selalu ada di meja disertai termometer batang yang khusus buat ngukur suhu air. Jadi jangan takut kotor bekas dikempit ketek hehehehe.

Trek!!!

Suara ketel yang mati otomatis karena panasnya sudah mencapai maksimal.

Cuurr… air panas menggelegak dimasukan ke bejana kaca bercorong panjang, di diamkan sesaat. Tujuannya supaya airnya nggak 100° celcius tapi turun ke 90°-an celcius.

3 menit berlalu dan termometer menunjukan suhu 91° celcius, inilah saatnya.

Eh jangan lupa kertas filternya dibasahi dulu, protap wajib tuuuh.

***

Kopi arabica Amungme Gold ini berasal dari Povinsi Papua tepatnya dari Gunung Nemangkawi. Nama amungme sendiri berasal dari nama suku di Papua yang mulai membudidayakan atau menanam kopi disana. Varietas kopi arabica dan diolah secara organik. Kopi ini disebut juga sebagai ‘kopi termahal‘…

“Serius?”
“Serius banget, maksud termahal ini adalah proses pengangkutan setelah panen ke tempat roasting dan pengepakan itu butuh diangkut helikopter bukan jalan darat, jadi kebayang mahalnya khaaan!”

“Iya bener juga”

Aku tersenyum, meskipun harga dipasaran tidak semahal itu. Dijual kisaran 185K – 200K per 250 gram, udah banyak juga yang jualan online.

Segera teko kaca beraksi mengantar aliran air panas menari diatas kopi yang sudah pasrah diatas corong V60. Haruum….

***

Nah untuk rasa, bentarrr kita sruput dulu….

_srupuuut__

Keharuman menyeruak memberi sensasi kesegaran. Bodynya strong, pahit yang kuat dengan citarasa khas, tapi ada taste mocca juga selarik karamel yang memberi perbedaan. Aciditynya low, lebih dominan body yang kuat. Nikmat.

Udah dulu yaa….

Nggak bisa menikmati berlama-lama, karena persiapan meeting sudah menanti.

“See you next time guy, have a nice day”

***

Segera raga ini bergegas ditemani kawan-kawan 1 divisi. Menyebrang gedung memasuki basement, disitulah tempat meeting pagi ini. Wassalam (AKW).

Penjelasan Singkat Dokumen Usulan KEK

Bagi yang pengen tau secara umum dokumen usulan KEK, boleh baca-baca dan pedomani.

BANDUNG, akwnulis.com. yang disajikan pada tulisan kali ini tentang ‘Penjelasan singkat dokumen pengusulan KEK’, meskipun nggak singkat-singkat amat. Malah terasa panjang lho.

Trus ini mayoritas copas dari Permenko Perekonomian Nomor 7/2011. Kelebihannya adalah ini ditulis ulang oleh dua jempolku, demi menjaga originalitas marwah blog yang sedang dibangun ini… ahaay.

Monggo diaos…..

‘Penjelasan singkat dokumen pengusulan KEK’

1. Formulir
Formulir menggunakan format sebagaimana diatur dalam pedoman ini yang memuat antara lain : identitas pengusul dan KEK yang diusulkan, dukungan pemerintah daerah, lokasi, tata ruang, rencana pengembangan KEK, dan potensi investor.
Formulir diisi lengkap baik ditulis tangan atau dicetak serta ditandatangani oleh pengusul yang direkatkan materai secukupnya.

2. Surat kuasa otorisasi (jika pengusul merupakan konsorsium)
Surat kuasa otorisasi mengacu kepada format yang ditetapkan dalam pedoman ini yang memuat antara lain : identitas para anggota konsorsium, kesepakatan untuk mengusulkan KEK, rencana penunjukan Badan Usaha serta hak dan kewajiban penerima kuasa konsorsium.
Surat kuasa otorisasi diisi lengkap baik ditulis tangan atau dicetak serta ditandatangani oleh seluruh anggota konsorsium pengusul yang direkatkan materai secukupnya.

3. Akta pendirian Badan Usaha.
Fotocopi Akta pendirian Badan Usaha yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.

4. Profil keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang sudah diaudit.
Laporan keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang sudah diaudit, atau dalam hal perusahaan baru maka profil keuangan 3 tahun terakhir dari para para pemegang saham yang sudah diaudit KECUALI untuk BUMN dan BUMD.
Dalam hal pengusul merupakan konsorsium, maka profil keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang sudah diaudit dari masing-masing anggota konsorsium.

5. Persetujuan dari pemerintah kabupaten/kota yang disampaikan oleh Badan Usaha dengan menyertakan :
a. Pernyataan lokasi KEK telah sesuai dengan RTRW kabupaten/kota yang disertai dengan Perda yang ditetapkan. Dalam hal lokasi KEK yang diusulkan lintas kabupaten/kota maka lokasi yang diusulkan tersebut harus sesuai dengan RTRW masing-masung Kabupaten/kota yang disertai dengan Perda. Dalam hal Perda masih dalam proses penyesuaian, pernyataan dilampiri peraetujuan substansi dari Badan Kordinasi Penataan Ruang Nasional.

b. Komitmen pemerintah kabupaten/kota mengenai rencana pemberian insentif berupa pembebasan atau keringanan pajak daerah dan retribusi daerah serta kemudahan.

6. Surat pernyataan mengenai kepemilikan nilai ekuitas paling sedikit 30% dari nilai investasi pengembangan KEK yang diusulkan.
Surat pernyataan memuat antara lain : modal perusahaan (baik berupa kas, simpanan, tanah dan bangunan atau barang bergerak lainnya), surat pernyataan diisi lengkap baik ditulis tangan atau dicetak serta ditandatangani pengusul yang direkatkan materai secukupnya.

7. Deskripsi rencana pengembangan KEK yang diusulkan.
Deskripsi rencana pengembangan KEK yang diusulkan paling sedikit memuat rencana dan sumber pembiayaan serta jadwal pembangunan KEK.
a. Rencana meliputi kegiatan yang akan dikembangkan, tahapa pembangunan, zonasi kawasan, pembangunan infrastruktur.
b. Sumber pembiayaan harus mencantumkan rencana pembiayaan dan jadwal pengeluaran dana.
c. Jadwal pembangunan KEK, yang meliputi : pembebasan lahan dan pelaksanaan pembangunan fisik. Pembangunan KEK harus siap beroperasi dalam waktu 3 tahun setelah penetapan KEK.

8. Peta detail lokasi pengembangan serta luas area yang diusulkan.
a. Peta yang dapat menunjukan akses menuju lokasi pengembangan dalam ukuran A3.
b. Peta topograpi (dikeluarkan oleh Bakosurtanal), delineasi kawasan, serta mencantumkan skala dan luas kawasan.

9. Rencana peruntukan ruang pada lokasi KEK yang dilengkapi peraturan zonasi.
a. Lokasi yang diusulkan untuk KEK telah memuat rencana zonasi.
b. Rencana pengaturan terhadap karakteristik masing-masing zona.

10. Studi kelayakan ekonomi dan keuangan.
a) Studi kelayakan ekonomi.
Studi kelayakan ekonomi memberikan informasi tentang analisis biaya dan manfaat dengan dan tanpa adanya pengembangan KEK.
Komponen analisis biaya langsung dan tidak langsung terdiri dari :
1) Biaya Pra Investasi
2) Biaya pengadaan tanah
3) Biaya pembangunan
4) Biaya operasi dan pemeliharaan
5) biaya yang ditampung pemerintah.

Komponen analisis manfaat langsung dan tidak langsung dengan dan tanpa adanya KEK.
1) Peningkatan Pendapatan Nasional & Regional
2) Penambahan atau penghematan devisa
3) Penambahan lapangan pekerjaan
4) Penambahan pendapatan pajak

b) Studi kelayakan keuangan.
Studi kelayakan keuangan memberikan informasi tentang analisis kebutuhan biaya pengembangan KEK, pendapatan dari pengembangan KEK, dan profitabilitas usaha.
Asumsi dalam perhitungan kebutuhan biaya meliputi :
1) persentase biaya desain dan studi kelayakan dari total investasi.
2) luas lahan
3) luas bersih lahan yg dapat sewakan.
4) Volume kerjaan galian/ tahu tambang
5) Harga pasar pembebasan lahan
6) Biaya relokasi penduduk
7) Pajak
8) Pentahan pengembangan
9) Sumber pembiayaan : persentase pinjaman dan ekuitas
10) Tingkat bunga (jika ada sumber pembiayaan dari pinjaman)
11) Jangka waktu pengembalian pinjaman
12) Tingkat bunga selama konstruksi.

Biaya modal (capital expenditure/capex) meliputi :
1) biaya pra investasi
2) biaya pembebasan lahan
3) biaya penyiapan lahan, pembangunan prasarana dan fasilitas umum
4) biaya pembelian peralatan
5) biaya pembangunan bangunan fisik (untuk disewakan)

Biaya operasi (operating expenditure/opex) meliputi :
1) biaya pengembalian pinjaman (principal dan bunga)
2) biaya tenaga kerja
3) biaya promosi
4) biaya pengoperasian dan pemeliharaan
5) biaya menyangkut pelayanan (listrik, air, keamanan, sampah, limbah dsb.

Struktur modal dan sumber pembiayaan terdiri dari :
1) besarnya ekuitas
2) besarnya pinjaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1) Analisis pasar
Gambaran potensi pasar domestik san internasional untuk menyerap produk yang akan dihasilkan, gamabaran pesaing di masa yang akan datang, dan analisis segmentasi pasar, serta positioning usaha yang akan dikembangkan.

2) skema pemasaran lahan
Mencakup berbagai opsi, seperti : sewa lahan jangka panjang, sewa lahan jangka pendek, penyewaan bangunan kantor.

3) pendapatan
Asumsi besarnya tarif sewa dengan rencana kenaikan secara berkala yang merupakan pendapatan bagi pengembang.

4) rencana pentahapan
Rencana pentahapan pengembangan dengan masing-masing luas aliihan.

5) struktur kerjasama pemerintah swastanya.

Analisis kelayakan disimulasikan dengan base case, optimis, dan pesimis, dengan metode analisis kelayakan keuangan :
1. Financial internal rate of return (FIRR)
2. Financial Net Present Value (FNPV)
3. Debt service coverage ratio (DSCR)
4. Project loan life coverage ratio (PLLCR)
Analisis resiko (eksternal dan internal) dan pengelolaan resiko
Analisis kepekaan terhadap potensial resiko.

11. Rencana dan sumber pembiayaan
a) rencana alokasi pembiayaan untuk pembangunan dan pengoperasian KEK berdasarkan tahap pembangun.
b) sumber pembiayaan mengenai pembayaran internal (APBN, APBD dll) dan eksternal (loan, obligasi, PPP, etc)

12. Analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
a) dalam hal usulan KEK berupa rencana usaha dan/atau kegiatan baru dan/atau rencana kawasan, maka wajib dilengkapi dokumen lingkungan hidup (AMDAL dan/atau Upaya Pengelolaan Lingkungan/UPaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL) yang telah disetujui/disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan perUUan.
b) dalam hal usulan KEK adalah usaha dan/atau kegiatan dan/atau kawasan yang telah berjalan/beroperasi hanya dapat ditetapkan sebagai KEK jika telah memiliki dokumen lingkungan hidup yang telah disetujui/disahkan oleh pejabat yang berwenang selama tidak mengubah desain, lokasi, kapasitas, bahan baku.
c) pengajuan usulan KEK dapat dilakukan secara pararel dengan proses permohonan izin lungkungannya. Namun, penetapan keputusan usulan KEK dimaksud hanya dapat dilakukan setelah izin lingkungan kelayakan diterbitkan.

13. Usulan jangka waktu beroperasinya KEK dan rencana strategis pengembangan KEK.
Jangka waktu beroperasinya KEK adalah jangka waktu masa berlakunya KEK sejak penetapan.
Rencana strategis pengembangan KeK memuat antara lain pentahapan pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan KEK.
Jangka waktu dan renstra pengembangan KeK dapat dicuplik dari studi kelayakan ekonomi dan keuangan.

14. Izin lokasi
Izin lokasi diperlukan dalam hal lahan yang akan digunakan oleh KEK belum dimiliki atau dikuasai oleh pengusul. Terhadap lahan yang trlah dimiliki atau dikuasai pengusul dibuktikan dengan adanya bukti hak atas tanah (HGB atau HGU).
Izin lokasi dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten/kota setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kantor Pertanahan setempat dan sesuai dengan ketentuan perUUan.

15. Penetapan lokasi atau bukti hak atas tanah.
Penetapan lokasi diperlukan dalam hal lahan yang akan digunakan untuk KEK belum dimiliki atau dikuasai oleh pengusul. Terhadap lahan yang telah dimiliki atau dikuasai pengusul dibuktikan dengan adanya bukti hak atas tanah (Hak pengelolaan’ HGB atau HGU).
Penetapan lokasi dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten/kota setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kantor Pertanahan setempat dan sesuai dengan ketentuan perUUan.

16. Rekomendasi dari otoritas pengelola infrastruktur pendukung.
Rekomendasi diberikan dalam bentuk surat dari otoritas pengelola infrastruktur yang diperlukan dalam pengembangan KEK antara lain : listrik, gas, air bersih, pengelolaan limbah, pelabuhan, bandara, telekomunikasi.

17. Pernyataan kesanggupan melaksanakan pembangunan dan pengelolaan KEK.
Kesanggupan dituangkan dalam surat pernyataan yang memuat antara lain : identitas pengusul, pernyataan kesanggupan untuk melakukan pembebasan tanah, membangun dan mengelola KEK.

18. Komitmen pemerintah kabupaten/kota terkait rencana pemberian insentif dan kemudahan.
Komitmen pemerintah kabupaten/kota dibuat dalam bentuk nota kesepahaman antara pemerintah kabupaten/kota dan dewan perwakilan rakyat kabupaten/kota yang memuat antara lain :
a) rencana pemberian insentif berupa pembebasan atau keringanan pajak daerah dan retribusi daerah;
b) penyediaan anggaran
c) kemudahan pelayanan (Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
Dalam hal insentif pembebasan atau keringanan pajak daerah dan retribusi daerah telah ditetapkan di dalam Perda, maka Perda dimaksud merupakan komitmen pemerintah kabupaten/kota.

***

Ntar dilanjut lagii… pegel juga nih jempol. (AKW).