Pilgub – EDM – Tiktok

Nulis kepending Pilgub trus EDM sama Tiktok…

Entahlah…

Malas itu memang misterius, atau sang rajin nulis yang penuh misteri?

Terserrrah deh. Yang pasti postingan blog agak tersendat begitu rupa sehingga biasanya rutin menulis… sekarang agak agak gimana gituuu.

“Mungkin efek pilkada langsung bro?..”

“Maksuttnya?….”

Maksutnya begini.. nich jempol udah gatel pengeeen nulis tentang sesuatu yang berkaitan sama pilgub jabar yang serentak dilaksanain kemarin hari rabu tuh… tanggal 27 Juni 2018. Nggak hanya buat milih gub cagub jabar, tapi total 171 pilkada langsung seantero nusantara.. ajib khan?

Tapi… itu tadi.. agak ngeri nulis urusan politik mah. Jadi nyimak aja di media televisi sama media online wabilkhusus medsos…

Trus mikir lagi… mungkin ada hal lain… yang mengalihkan sang jempol ini sehingga agak tersendat nulis kenulis?… ternyata jreeeng…

Pudding‘ … sebuah channel yutub yang membius anak 2 tahun semata wayang… video unboxing dan aneka mainan anak yang begitu buanyaaak ragam aneka versi… terpaksa ikutan nonton karena khawatir kontennya berbahaya bagi seorang batita…. eh lama2 suka jugaa.

Trus ada lagi……

Sebuah nama yang mencuri perhatian ini dimulai dari pembicaraan kumpul bocah para ponakan… yang ribut urusan jaket hoody bertuliskan ‘Alan Walker’

Sopo yaa?… pokoknya pada ngefans beraat gituuu…

“Siapa Alan Walker (AL) tuh?”

Eh.. para ponakan cengengesan tanpa ngasih penjelasan yang utuh, yoouw maklum dech… masih umur 5 tahun, 7 tahun dan 12 tahun…. ehhh tapi jangan bandingin sama kita di umur yang sama…

Anak sekarang beda… otaknya beda.. gaulnya beda… kemajuaan jamannya udab uedddhan…. jadi siap2 kita yang udah jadi orangtua musti super kreatif dan inovatif mengejar kemajuan jaman dan mengasuh serta mengawal anak di jalan yang benaaar…..

Nah balik ke si AL ini jadi bersentuhan sama EDM… apaaan lagi tuch?… itu tuch Electronic Digital Music, yang dimainin para DJ-DJ terkenal itu tuuch….

Aaah makin jauhhh nich.. tapi si AL ini di usia belia, dianugerahi Allah… karunia kemampuan buat bikin musik via software FL Studio di laptopnya dan nyiptain lagu perdananya ‘Faded’…. yang Bummmm….

Boooming jadi lagu kebangsaan gamers, yutubers, bloggerr sedunia aherat… eh sedunia ding… trus Sony Music menggandengnya… daan makin terkenal…

Moo info lengkap ya gugling aja guys.

Klo mau tau musik EDM… gampang… yang lagi booming EDM-dhutnya ‘Syantiek’nya Sibad… di yutub viewernya udah melesat dan paling unggul saat ini.

Terkait suksesnya Sibad di yutub itu juga andil dari aplikasi medsos berbagi video versi egol-egolan sukahati buatan tiongkok yaitu ‘Tiktok‘ yang nembus 44,3 juta pedownload… melewati yang download aplikasi WA 33 jutaan… daaan mayoritas yang download ‘tiktok’ itu…. saudara kita setanah air… aiiih tiktok yuuuuuu.

***

Itulah cerita singkat yang mengganggu aktifitas menulis blogku beberapa hari ke belakang ini. Sehingga lebih asyik nonton yutub berisi EDMdhut dan kompilasi video tiktok yang akhirnya untuk diriku ini NirFaedah ternyata nyuri kuotanya nggak kira2, padahal udah pake aplikasi ‘Yutube Go’… ampyuuun dech.

So…. kuasai diri.. kendalikan dan pertahanan keajegan diri dan orisinalitas blog akwnulis… simple story with simple language.

Selamat wayah kieu. Gudbaaay (AKW).

Ganti Bos

Pergantian itu alami dan perubahan itu niscaya. Jadi?….

Photo : Halaman buku berganti ditemani secangkir kopi/dokpri.

Berganti pimpinan…… secara otomatis berganti ritme dan suasana kerja. Karena setiap orang yang menjadi pimpinan memiliki karakter unik masing-masing.

Bagaimana sikap sebagai bawahan?

Gampang… segera adaptasi alias menyesuaikan.

Hehehe ngomong yang gampang, pelaksanaannya butuh sikap sungguh-sungguh dan ikhlas lho brow..

Kenapa?.. karena sifat dasar manusia pasti sudah nyaman dengan sebuah rutinitas dan kebiasaan yang telah terlaksana sedemikian lama…

Apalagi pas dapet zona nyaman… pasti ingin mempertahankan kondisi yang sudah tercipta.

Dengan adanya perubahan bos baru, maka galau mendera. Khawatir dapet tugas yang berat dan takut nambah tugas kerjaan.

Padahal… perubahan itu keniscayaan. Tidak ada di dunia fana ini yang tetap, semua berubah seiring gerakan waktu yang tak mau menjeda diri barang semenit, karena itu takdir sang waktu.. terus berjalan.. tik.. tak.. tik.. tak.

Jadi yang terpenting adalah…. atur mindset dan cek rasa ikhlas kita untuk menuju perubahan. Trus jalani pekerjaan sebagai wahana ibadah dan mencari nafKah bagi keluarga.

Tetapi tetap berpegang kepada regulasi agar tata nilai diri tetap berisi. Utamakan kesantunan dan tentu komunikasi yang elegan sehingga proses perubahan ini akan landai tanpa hambatan dan rintangan.

Ksatria baja hitam aja ‘Berubaaah!!!!’ Masa kita nggak?

Yang senyum dan paham ksatria baja hitam berarti udah berumur kepala 4 yaa.. ayo ngaku..

***

Jadi tidak perlu khawatir dengan bos baru. Gaya dan pola kepemimpinannya tentu harus kita ikuti sesuai dengan aturan, yang baiknya di ikuti.

Trus…… klo ada yang kurang baik, monggo pasang kuda-kuda gunakan jurus ‘halimunan‘. Agar bisa sedikit hilang dari pandangan tapi tetep berada di lingkaran.

Ah kok jadi ngoceh terus… udah ah. Kerja yuk… pertama sesuai tupoksi… selanjutnya sesuai tupoksi… tapi yaa kadang-kadang ada juga tugas lain yang mungkin agak sesuai tupoksi…

By the way.. tupoksi tuh singkatan dari tugas pokok dan fungsi yaa…. bukan tukang tepok yang seksi.. 🙂

Selamat malam kawan. Selamat menyesuaikan dan menua bersama heu heu heu. (AKW).

Cerita Ramadhan – Pentakbir Misterius

Acara Takbiran di Mesjid yang berakibat fatal akibat adanya Pentakbir Misterius. (Cerita terakhir edisi Cerita Ramadhanku tahun ini)

Photo : Ilustrasi suasana di dalam mesjid/dokpri.

Selepas ikut jamaahan shalat isya, kami… berlima sudah prepare phisik dan mental untuk melaksanakan tugas sebagai petugas takbir cilik di Mesjid Besar Gununghalu…..

Yup… umur kami masih cilik-cilik.. aku 10 tahun sama dengan Dade dan Hendra sementara Yayan dan Deden lebih tua 1 tahun… kami sama di kelas 4 SDN Gununghalu I dan SDN Gununghalu IV sekaligus sepengajian di pengajian rutin ‘Mang Ikin’ Mesjid Besar Gununghalu.

Tahun lalu kami masih anak bawang dan belum diberi kepercayaan sebagai petugas takbir karena dianggap masih kecil…. padahal kami semua memang masih kecil heu heu heu…

Nah tahun ini amanah tugas ini diberikan kepada kami untuk memback-up para orangtua yang tentu sudah standbye dari tadi..

“Allaaaaaahu Akbar….Allaaaahuakbar… Allaaaahu Akbar… Laaaa ilaaa haillallaaaah huwawlaaa hu akbar, Alaaaaahuakbar Walillaaaa ilham…”

Kalimat takbir saling bersahutan dan memberi getar kerinduan serta kesedihan… betapa ramadhan sudah pergi.. dan semoga bisa berjumpa dengan ramadhan tahun depan…

Eh tapi seneng juga… baju baru, banyak makanan, banyak angpaw… libuuur lagi…. ahhh senang nyaa.

Ba’da isya kami sepakat pulang dulu ke rumah masing2. Persiapan bawa perlengkapan.

***

Pukul 10.15 menit kami semua sudah berkumpul di mesjid. Mengelilingi beraneka makanan yang tersaji diatas nampan. Ada papais, kolontong, ranginang, rangining, opak, saroja,kulub cau, kulub hui, cuhcur, wajit, angleng, dodol, bugis, nagasari, kulub taleus, kurupuk jengkol dan beraneka wafer serta kue warungan lainnya. Dua buah mikropon sudah siap, yang satu sedang dipegang Dade yang begitu antusias menyuarakan takbir. Pa Haji Uye dan Pa Haji Enus juga masih ada serta beberapa bapak-bapak lainnya… tapi udah terlihat terkantuk-kantuk…. saatnya bertugass nich.

Oh iya air minum yang tersedia, 2 teko besar yang berisi air tawar dan teh manis. Trus kopi satu termos besar ditambah berjejer gelas besar berisi air nira (lahang) plus rokok yang disimpan di gelas juga… tapi itu haram buat kami. Rokok mah buat orang2 dewasa dan orangtua.

Klo pas nggak pegang mikropon.. ya makan.. nyemil hidangan… minum air nira dan kopi… ketawa2.. main bedug atau ‘ngadulag‘ ….
‘Dug dulug dug dag…. dug dulug dug dag...’ diiringi shalawat…

Tapi klo udah bosen… jadinya lagu “Aaku punya anjing kecil… ku beri nama (nyebut nama temen yang ada)… ketawaa.. mukul bedug dan kentongan… juga sembungi2 nyalain petasan dan mercon.. atau malah kejar-kejaran dalam mesjid yang begitu luas.. pokonya senanggg dech.

***

Waktu tak terasa beranjak hampir mencapai tengah malam. Kami berlima tetap bertahan bertugas hingga nanti pukul 01.00 dini hari dan berganti dengan akang2 di pengajian yang ternyata sebagian sudah datang… mungkin takut ketiduran.

Orang tua tinggal Mang Osid dan guru ngaji kami, itupun terkantuk-kantuk…. hingga jam 23.12 wib. Beliau berdua pamit pulang dulu..

Inilah saatnya…..

Jreng… kami berlima berkuasa atas 2 mikropon di mesjid besar ini. Rebutan mix dan berlomba mengumandangkan Takbir semerdu mungkin. Suara cempreng kami membahana atas bantuan 4 Toa (Merk speaker jaman harita) yang terpasang di atas menara mesjid… bergema ke pelosok kampung dan menggetarkan yang mendengarkan… ahaay lebay.

Lewat tengah malam. Kami mulai kelelahan dan kekenyangan… tapi teriak di mikropon terus dikumandangkan..

“Allaaahu akbar… Allaaahuakbar… Allaaahh akbar… laaaila haillallah huwallahu Akbar… Allaaaahuakbar walillaa ilham.”.. meskipun dengan suara mulai serak.

***

Disaat kami berlima sedang ngariung di tengah mesjid, sudut mataku melihat gerakan sesuatu di luar samping kanan mesjid.. “Hei ada orang diluar, siapa ya?”... wajah kami berlima agak menegang.

Maklum karena menjelang akhir bulan ramadhan ini agak rawan pencurian.. termasuk kencleng mesjid disikat. Jadi kami langsung curiga pas liat ada seseorang mengendap-endap. Aku dan Yayan beringsut perlahan, berjingkat menuju ke kanan mesjid….

Deg.. deg.. deg… deg.

Ternyata… sosok yang sudah dikenal. Mang Yaya. Sedang mengendap-endap menuju tempat wudu… “Kirain siapa” “Iya euy, udah tegang gini” Kami berdua menarik nafas lega dan kembali beringsut menuju ruang tengah mesjid, mikrofon menunggu.

Berlomba melantunkan takbir di malam kemenangan.

***

Tengah malam baru saja terlewati, kami berlima sudah kelelahan dan hampir kehabisan suara. Orang dewasa dan orangtua sudah tidak ada di mesjid… kami berusaha melanjutkan tugas mengumandangkan takbir dengan sisa-sisa tenaga.

‘Tring!!!….’

Sebuah ide brilian muncul di otak ini.

Aku bergerak keluar lingkaran dan menuju halaman mesjid sebelah kiri. Benar saja Mang Yaya sedang lakukan gerakan sholat…. diluar.. di emper mesjid.

Perlahan didekati. Ditunggu hingga sholat sunatnya usai.

Setelah selesai sholatnya, Aku merapat, “Mang maaf, hayu kita di dalam mengumandangkan takbir”

“Uaah uuh uuh” Mang Yaya menganggu dengan mata berbinar. Segera masuk ke mesjid bersamaku. Teman-teman bingung dan tidak percaya.

“Dri kamu ngapain bawa Mang Yaya ?” Dade nanya dan wajahnya tegang.

“Kalem atuh, kita khan udah cape. Ini ada bala bantuan, yaa kita kasih kesempatan dong” Jawabku tenang, Dade terdiam.

Tap… mikropon dipegang Mang Yaya, ……

“Uaaaaa..uwaaaaaauuuu!!!! Uh oahuuuuuu… oahuuuuuuuii!!!
Auuuuuuh oihuuuuuu!!!”

Kami bersorak berlima dan tertawa terbahak-bahak menyaksikan ‘Pembaca Takbir Dadakan’ yang begitu kocak dan semangaat…. tapi lafalnya nggak jelas. Karena memang Mang Yaya ini nggak lancar ngomong alias tuna wicara atau ‘pireu‘…. gayanya selangit.. mirip rocker internasional.

Berlima terpingkal-pingkal hingga airmatapun berderai…

“Uaaaaa..uwaaaaaauuuu!!!! Uh oahuuuuuu… oahuuuuuuuii!!!
Auuuuuuh oihuuuuuu!!!”

“Hahaha hahaha…..”

“Xixixixi…..”

Sambil mulut penuh opak dan ranginang, mulut terbuka lebar lihat adegan Mang Yaya megang dua mikropon sekaligus… Ajibb dech…

Hampir 15 menit Mang Yaya teriak2 nggak jelas karena memang sulit berbicara. Seantero kampung heboh karena menyangka petugas takbir sedang main-main.

Bapak ketua DKM, guru ngaji kami dan beberapa tokoh masyarakat tiba-tiba sudah ada dihadapan kami, terdengar suara menggelegar, “Berhenti Takbirnya Mang!!!!”
Mang Yaya terdiam, trus bergeser tanpa ekspresi… ngloyor aja keluar mesjid.

Photo : Suasana shalat Ied/dokpri.

Kami berlima serasa menciut, karena tatapan para orang dewasa yang tiba-tiba ada di mesjid tertuju kepada kami, tatapan tajam yang mengancam, mencekam.

“Kalian…. keluar semua sekarang juga.!!! Berbaris di kolam depan!!” Guru ngaji kami bersuara lantang. Kami berdiri dan berjalan menuju kolam depan mesjid.

Ternyata di luar mesjid sudah banyak orang, termasuk ibu-ibu dan anak-anak, padahal ini jam 01.00 wib lho…

“Ada apa ini?” Aku berbisik ke Deden. Eh ternyata terdengar sama guru ngaji kami, “Ini gara-gara kalian, semua warga terbangun karena suara Takbir ngaco dari speaker mesjid!!!!”

Kami berpandang-pandangan, lalu menunduk sambil tersenyum kecut.

***

Dini hari menjelang, dan kami berlima dihukum direndam di air kolam yang dingin menusuk kulit. Tidak lama sih, cuman 20 menitan…. cukup bikin badan menggigil dan otak membeku. Tapi yang berat itu denger ceramah, omelan dan doktrin dari guru ngaji kami serta bapak ketua DKM, katanya perilaku kami berlima itu salah besar.

Aku terdiam sambil bicara dalam hati, “Padahal niat kami baik lho…. memberi kesempatan kepada seseorang untuk ikut bertakbir… sekaligus penasaran klo yang nggak lancar bicara itu takbirannya gimana….”

Setelah kena hukuman, kami disuruh pulang ke rumah masing-masing dan besok pagi sudah siap di mesjid lagi untuk membantu panitia sholat Iedul fitri.

***

Hari lebaran sudah usai, dan di hari ketiga setelah itu, kami berlima kompak nggak ada suara.. alias peuyeuh bin peura.. serta badan panas dingin.. “Mungkin kualat kali yaaa?”

***

Beberapa kali berjumpa dengan Mang Yaya, orang yang baik dan mau bantu-bantu apapun tanpa minta imbalan. Memang tuna wicara tetapi Orangnya jujur dan polos serta sabar.
Beliau pasti langsung acungin jempol tanda ‘mantapppp‘.. plus gerakan tangan seolah sedang takbiran pake mikropon.

Lalu teriak…..

“Uaaaaa..uwaaaaaauuuu!!!! Uh oahuuuuuu… oahuuuuuuuii!!!
Auuuuuuh oihuuuuuu!!!”

“Maafkan Kami ya Mangg….”

Wassalam (AKW).

***

Catatan : Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung saudara kita yang difabel tapi hanya sekedar berbagi kisah kenakalan masa kecil. Hatur nuhun.

Happy Eid Mubarrak 1439 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

Adzan magrib sore ini merupakan akhir dari bulan Ramadhan 1439 Hijriyah dan berganti menjadi 1 syawal 1439 H, karena sebagaimana dipahami bahwa kalender penanggalan islam menggunakan patokan terbitnya malam diawali adzan magrib (qomariyah).

Inilah buka puasa terakhir, penutup perjuangan, ibadah dan berbagai laku bajik yang diganjar berlipat-lipat pahala oleh Allah SWT. Termasuk yang sangat dinanti oleh umat islam dimanapun berada adalah mendapatkan rejeki lailatul qodar yang datang di malam ganjil minggu terakhir ramadhan.

Sebuah tradisi bermaaf-maafan dan ucapan selamat idul fitri begitu ramai sekarang, meskipun bukan lisan yang terucap tetapi tulisan dan photo yang mewakili kehendak telah memenuhi kontak aplikasi whatsapp plus telegram dan FB sementara via sms masih ada satu dua.

Ada yang ngirim ucapan sebelum tiba hari lebaran karena khawatir crash klo bareng2 kirim message sebelum atau sesudah idul fitri.… jiga jaman baheula. Ada juga pas hari H.

Tulisan dan photo beredar cepat tanpa batas wilayah, menyasar ke segenap penjuru dunia.

Sekarang mah infrastruktur telekomunikasi nasional kayaknya udah bisa handle service dari seluruh masyarakat indonesia sehingga bisa layani semaksimal mungkin.

Dengan rangkaian kata puitis mendayu-dayu juga yang simpel ringkas tapi paten… daaaan ada juga yang buru-buru atawa kurang konsentrasi…. ngirim ucapan orang lain.. copas gitu. Mungkin maksudnya baik, tapi lupa nama pengirimnya nggak diedit…. jadi salah dech… plus sedikit malu hehehehe.

Diriku juga nggak mau ketinggalan, kolaborasi sama istri bikin ucapan selamat idul fitri donk… manfaatin kemajuan teknologi dengan beragam aplikasi…. cekidottt.

Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri

1 Syawal 1439 Hijriyah.

Taqobalallahu Minna Waminkum.

*Andriekw-Mia & Binar*

Wassalam.

Binar Time

Saatnya ngasuh anak yang berkualitas.

Photo : Pose gaul ngikutin gaya anak/dokpri

Libur menjelang Idul Fitri 1439 H tahun ini memang spesial, begitu panjang dan bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Tetapi satu hal yang prioritas adalah menjaga kedekatan dengan ananda Ayshaluna Binar Wardana sekaligus ibunya… pasti atuh ibunya.. kumaha siiih.

Trus bukan berarti ibadah bulan ramadhannya terabaikan.. itu mah nggak usah dibahas disini. Biarkan daku dan Allah SWT aja yang tahu….

Photo : Ikutan pake aplikasi kekinian, binar dan anak kakak/dokpri.

Daan….. dikarenakan ibunya masih bekerja meskipun libur panjang sudah dimulai termasuk musti gawe di wikend (maklum tenaga medis), praktis kehadiranku buat ngasuh si kecil jadi maksimal.

Ternyata ayahnya ada di rumah itu ngebuat Binar manja bingiit… nggak mau ditinggal barang sedetik, kencing ke kamar mandi aja susah. Apalagi ditinggal mandi… gedor-gedor pintu kamar mandi sambil nangis teriak sekencang-kencangnya,

“Ayaaaah…!!!”
“Ayaaaahhh..!!!.”

Pokoknya nggak mau jauh-jauh dari ayah. Makan minta disuapin, jalan-jalan, nonton tayangan ‘pudding toys, mickey mouse, omar hana, donald duck hingga HI5’ …. joget2, loncat2 dan berlari kesana kemari….

“Ternyata mirip kelakuanku di masa kecil hehehe”… Aku tersenyum sendiri, teringat cerita ibunda dan bapak tercinta yang dulu begitu sabar dan telaten merawat dan mengurus serta menjags anak laki-lakinya yang nggak mau diem serta banyak ‘kamonesan.”

Sekarang giliranku mengasuh dan mengurus anak yang begitu aktif, lincah sekaligus mudah mewek klo keinginannya tidak dipenuhi…. alias sudah paham memanfaatkan senjata ‘nangis’nya untuk mencapai tujuan.

Tindakan tegas melarang anak untuk lakukan sesuatu menghadapi tantangan serius karena berada di rumah mertua, perlu strategi khusus.

Jadilah ayahnya kelinci percobaan anak umur 2 tahun 3 bulan ini. Dari mulai didandanin pake kacamata mainan, topi mainan, di ulas lipstik hingga belepotan hingga disapu blas-on pink yang membuat pipi merona heu heu heu…

Alhamdulillah waktu libur ini begitu berkualitas…

*)Maaf photo berlipstik cemongnya tidak ditampilkan. Khawatir ada cowok yang seneng, soalnya jadi cantik bingit… ahaaay. Wassalam (AKW).

Dapet Hadiah 100 Juta

Pas liburan moo lebaran dapet SMS menang hadiah 100 juta… Senangnyaaa… eh tapi…

Minggu pagi saatnya rehat bersama keluarga, setelah berjibaku bekerja di minggu terakhir hingga beredar ke Jakarta – Bandung – Majalengka – Bandung – Surabaya – Kertajati Majalengka dan Bandung lagii…… sebelum akhirnya libur panjang menjelang Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Dinas Luar Rasa Mudik.

Yang pasti semua tugas jalani dengan semangat dan kerja keras, meskipun jaga kesehatan juga suaangat penting. Karena… klo udah drop nambru bin tumbeng, yang ngurus dan repot itu keluarga di rumah. Rekan kerja dan atasan mungkin bersimpati, tetapi terbatas oleh jam kerja dan hierarki. Sementara anak istri adalah yang secara hakiki peduli, meskipun….. hubungan kerja juga jangan terbatas tupoksi tapi kekeluargaan dan silaturahmi yang terus abadi…

eh kok jadi bahas itu ya?…

Minggu pagi ini dapet supriss….. eh surprise lho…

Kejutaaan…

SMS penting dari nomer tak dikenal… ternyata dapet hadiah 100juta….

Rp 100.000.000,00….. woooooy

Dapet rejeki nomplok, pas moo ngadepin lebaran… dapet Cek Tunai 100 juta bro…. kabayang angka enolnya juga ada 8.. delapan. Wuoooow khan?..

Trus yang ngirimnya perusahaan bonafid, PT Telkomsel. Memang nomor hapeku Simpati so pasti kesempatan itu datang…. Alhamdulillah.

Ampe gemeteran nich badan saking nggak percayanya… kok tiba2 jadi orang kaya… layar hape di liat berulang-ulang…. melihat SMS yang masuk… pemberitahuan dapett 100 juta rupiah…

“Yeaah.. yeaaah…” berjoget dengan riang.

“Trus cara klaimnya gimana?”

Ternyata ada petunjuknya di web resmi PT Telkomsel tinggal klik aja… dengan alamat : aww.hadiah-tsel777.blogspot.com …

Wuihhh mantebbs nih Telkomsel, bikin webnya merakyat bingit… soalnya mirip juga ama blog akyu yang pake blogspot.com…..

bener2 mengakrabkan diri dengan khalayak warganet… jadi nggak canggung bukanya.

Klik!!!…..

Teeeeng muterrr… loading… tadaaa…

Sajian halaman web yang meriaah dengan warna merah cerah, bertaburan tulisan telkomsel dan aneka info yang mencerahkan.

Ijh76k79

… itu kode kemenanganku via sms tadi dan kudu dicocokkan dulu dengan hadiah yang tertera.. ah paten benaar. Pengamanannya berlapis sehingga terjamin keselamatannya… baca lagi aaah.. apa perintah lainnya.

…. (lagi baca dulu….)….

Di tata tertib aturan pengambilan hadiah nomor 1 bikin pencerahan baru, ternyata ada UUD No 32 Pasal 331 ayat 23 Tentang KSSM (Kecemburuan Sosial dan Sesama Masyarakat) yang mengatur tentang cara menghindari adanya pemalsuan pemenang, iri hati dan cemburu sosial….

weleeeh ini kereen… ngasih wawasan tingkat tinggi. Ternyata ada UUD lain selain UUD 1945… asli.. kereen.

….. Trus di sebelah kanan webnya ada surat pengesahan dari POLRI plus ada juga mejeng photo petinggi POLRI…. dan pejabat lainnya… wuihh keren pisan… makin nggak sabar pengen dapet 100juta… ooohhh serasa tumpukan duit udah dipangkuan.

Makin dibaca aturan dalem web ini
.. makin hebring. Sangat jelas dan runut tata cara nya termasuk nggak boleh bilang-bilang sama siapapun.. karena selain bakalan hangus.. dan dialihkan kepada orang lain… juga melanggar UUD tadi… yang nomornya bolak balik.. 23 pasal 331 ayat 23.

Tapi…..

Tapi karena ini bulan ramadhan yang penuh berkah sudah seharusnya kita lebih banyak berbagi dibanding bulan-bulan lainnya…. sehingga info ini harus tersebar luas agar… duit 100juta nya bisa diterima oleh yang lebih membutuhkan…

Urusan melanggar UUD No 32…. semoga dimaafkan ya.. soalnya minta mbak gugle nggak nemu. Jadi nggak bisa baca secara lengkap padahal khan pengen hafal serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari terutama menghindari kecemburuan dan iri hati. Karena hati adalah segumpal organ tubuh yang sangat strategis, yang harus dijaga sepenuh jiwa.

Mari jaga hati masing-masing…….

***

Selamat atas pengalihan 100juta ini kepada pembaca yang lain. Semoga tulisan ini bisa menggerakkan siapapun untuk selalu cek and ricek jikalau dapat berita atau SMS yang menggiurkan…

Padahal… Penipuan.

Selamat solat tarawih sahabat, Wassalam. (AKW).