Menghijau di California

Nama itu bermakna, sesuatu itu bermaksud tertentu, lalu?

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah nama tempat tentu memiliki arti dan tujuan tersendiri, begitupun penamaan manusia yang sering diistilahkan dalam bahasa sunda, sebuah nama adalah hasil dari proses penggodokan dan diskusi yang alot disebut dengan istilah ‘ngabubur bodas ngabubur beureum‘ …. atau pengertian bebasnya adalah sudah dipikirkan matang-matang dan penuh perhitungan serta pertimbangan, seperti dibuat dengan memasak bubur beras putih dan bubur ketan hitam.

Coba iseng perhatikan nama masing-masing, resapi makna dan ketahuilah artinya. Ada yang berdasarkan nama bulan kelahiran seperti : Agus, karena lahir bulan agustus, septi, okti, novi hingga desi. Bisa juga kombinasi nama hari dan tanggal seperti ‘saptuji‘ artinya lahir hari sabtu tanggal hiji(satu-bhs sunda). Ada juga yang diberi nama sesuai situasi, contoh ‘Aldino‘ sebuah nama agak internasional ternyata sebuah singkatan dari ‘Alhamdulillah dia nongol’, karena memang pas proses kelahirannya agak sulit… nah gitu lho, banyak sekali arti nama lainnya yang berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat dilahirkan.

Trus yang dirasakan oleh penulis, nama itu adalah doa dan juga arah karier ke depan, terlepas itu kebetulan atau cocokologi tetapi menjadi sebuah momen kebetulan yang harus disyukuri.

Namaku ANDRIE dan dengan kenyataan saat ini pas sekali, yaitu diawali dengan sekolah kedinasan, trus lulus mengabdi di kabupaten selama nyaris sembilan tahun lalu pindah ke pemerintah provinsi dan menjadi pegawai negeri atau ASN di daerah provinsi yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga Andrie itu singkatan dari Anak Negara Daerah Republik Indonesiaaaa…….

Bener khaan?……”

Udah ah urusan nama pribadi, sekarang moo nulis tentang sebuah nama di benua amerika sana yaitu daerah California.

Lha ngapain ngebahas California?”

California itu nama…. nama tempat”

Photo : Hidroponik at California / dokpri.

Jadi….. California itu adalah negara bagian terbesar di Amerika Serikat dan di negara bagian inilah terletak kota-kota menarik seperti Los Angeles, San Diego dan San fransisco. Negara bagian ini memiliki luas wilayah 423.970 km persegi dengan jumlah penduduk 39,4 juta jiwa (2017, source : biro sensus AS)…. wadduuh ternyata lebih banyak penduduk provinsi jawa barat yaaa?… provinsi jawa barat jumlah penduduknya 48 juta jiwa dengan luas wilayahnya 35ribu km persegi.. 8% dari luas California.

Lha ngapain ngitung-ngitung itu?”

“Ya biarin aja, peduli amat sih”

“Ih galakkkk…..”

***

“Gini pren, Ini aku lagi di California, tepatnya di rooftop hotel California Jalan Wastukencana Bandung..” belum tuntas berbicara, langsung diserobot komentar, “Jiaah gubrak, dasar luu… kirain beneran di Amrik, trus ngapain disitu?”

Tanpa banyak membuang waktu, segera dijelaskan tentang sekelumit kondisi California versi hotel ini. Klo fasilitas hotel sih biasa saja, hotel dengan kelengkapan meeting dan menginap serta coffeshop yang belum sempet icip-icip.

Photo : Dibalik tulisan nama hotel / dokpri.

Tadinya moo liat kolam renangnya, eh ternyata nggak tersedia. Jadi coba cari lagi objek lain yang menarik….

tadaaa….

Ternyata rooftopnya seger banget. Serba menghijau, tanamannya banyak sekali dan ada gazebo yang berisi aneka tanaman hidroponik.

Photo : Hamparan Bandung dilihat dari California / dokpri.

Begitupun pemandangan lepas ke hamparan Kota Bandung, termasuk menikmati keanggunan gunung tangkuban perahu.

Yang pasti mah menjadi bahan buat tafakur, dimana semua keindahan ini adalah rejeki dan nikmat serta berkah kasih sayang Allah Swt. Suasana menghijau di atap kota juga kemampuan indra penglihatan dan seluruh fungsi tubuh untuk merespon ini semua, pada hakikatnya harus menjadi bagian tasyakur bin nikmah dalam menjalani kehidupan ini.

Gitu aja?”

“Iyah….”

Hening sesaat, Wassalam (AKW).

***

Source :
1. Wikipedia/wiki/California
2. Biro sensus AS

Kopi Adrenalin

Menikmati kopi sambil deg-degan… mau?

Photo : Kopi Adrenalin / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Beranjak siang terasa perlu penyegaran sementara meeting terus berlanjut seolah semua masalah diharuskan tuntas segera. Padahal semua masalah ada jamannya dan kekompakanlah yang akan mengakselerasi penyelesaiannya.

Tetapi tetap, secangkir kopi berharap bisa melengkapi. Menghadirkan nuansa ke-mood-an yang bisa menggugah cipta karya dan karsa menghasilkan pemikiran penuh makna.

Bukan berarti kopi adalah segalanya, tapi segala aktivitas ternyata selalu hadir kopi dengan aneka varian bentuk meskipun tetap fatsun bahwa #tanpagula adalah keharusan, wajibbbb hukumnya.

Nah…. sekarang bersua dengan sebuah kopi yang bernama ‘adrenalin coffee’….. woaaaah apa ituuuu?

Nich gambarnya….

***

“Ah itu mah kopi biasa”

Coba perhatikan lebih dekat…..

“Woaaah itu dibawah jalanan yaa?.. mobil2 dan orang?… tinggi banget coy”

Kawan sebelahnya menimpali, “Ah biasa yang gitu mah.. hati2 hoax”

Hanya senyum simpul yang menjadi jawaban awal. Lalu diberikan penawaran untuk ngopi bersama di tempat itu dengan tema kopi Adrenalin.

“Ayo kita lihat, saya masih nggak percaya!!!!”

“Ayo”

Maka berenam kami bergerak menuju lift hotel dan memijit lantai tertinggi, lantai 18.

***

Tatkala pintu lift terbuka, sentuhan angin belum terasa. Tetapi sesaat belok kiri dan memasuki ruangan lounge lantai 18 maka terpampang hamparan rumah dan gunung-gunung yang mengelilingi danau purba cekungan bandung.

Terlihat keempat rekan agak terdiam, tapi didorong untuk terus maju dan melewati jajaran sofa empuk yang menghadap ke arah datangnya angin kehidupan.

Tibalah pada hamparan lantai kaca yang memberi sensasi adrenalin bagi yang takut ketinggian. Menjejak lantai kaca di lantai 18 adalah sesuatu yang berbeda.

Photo : Berpose sambil nyorodcod / dokpri.

Sehingga hal yang wajar jikalau kopi yang diphoto pada tulisan ini memang diberi label ‘Kopi Adrenalin’, meskipun sebenarnya adalah sajian Americano coffee ala Lounge lantai 18 Trans luxury hotel di daerah Gatot subroto Bandung.

Jangan lupa, jauhkan gula dekatkan rasa. Sambil menikmati sensasi melayang di udara.

“Iya euy, butuh adrenalin dan keberanian untuk berdiri di lantai kaca ini, mungkin harus sambil ngopi…” bergetar suara kawanku sambil terlihat lututnya ‘nyorodcod‘… eh gemeteraaan maksutnyaa….. ditimpali tertawa segar dari kawan-kawan lain yang sudah lulus uji adrenalin ini. Kemon Ngopaay, Wassalam (AKW).

Kopi Kompetensi Pemerintahan

Antara minum kopi dan tes kompetensi, yuuk.

Photo : Sajian dopio di ketinggian / dokpri

CIMAHI, akwnulis.com. Angin bergerak agak tergesa di dataran tinggi wilayah Cimahi Utara. Menemani kumpulan manusia yang memiliki keinginan untuk menambah wawasan tentang ‘Kompetensi Pemerintahan’.

“Naon eta?”

Sebelum terlalu jauh membedah tentang kompetensi pemerintahan maka perlu di charge dulu dengan secangkir kopi yang tentu mengugah hati.

Kopi double espresso alias dopio ditemani secangkir air putih penetral hati bikin semangat diakhir hari untuk bersiap mengikuti uji kompetensi.

Srupuut…. nikmaaat.

Pahitnya dopio eh double espresso bisa mengurangi sesaat rasa pahit getirnya kehidupan, melupakan beban dan pahitnya perpisahan eh perpindahan…. ih curhaat, dan mengembalikan semangat untuk tetap tegar menjalani kehidupan.

Sekarang kembali ke urusan ‘Kompetensi Pemerintahan‘, maka yang musti dibuka-buka kembali adalah dasar aturan yang berupa Undang-undang yaitu UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah pasal 233 dan ditindaklanjuti dengan Pasal 6 ayat 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Kompetensi Pemerintahan.

Photo : Penjelasan tentang Kompetensi Pemerintahan/ dokpri.

Jreng… inilah 7 poin penting yang menjadi standar Kompetensi Pemerintahan, yaitu :
1. Kebijakan Desentralisasi
2. Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah
3. Pemerintahan Umum
4. Pengelolaan Keuangan Daerah
5. Urusan Pemerintah yang menjadi Kewenangan Daerah
6. Hubungan Pemerintah Daerah dengan DPRD, dan
7. Etika Pemerintahan.

… dan jangan salah, kompetensi pemerintahan ini adalah salah 4.. eh salah satu dari 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh pegawai Aparatur Sipil Negara yang menduduki Jabatan pimpinan tunggi, jabatan administrator dan jabatan pengawas pada perangkat daerah… yaitu :
1. Kompetensi Teknis
2. Kompetensi Manajerial
3. Kompetensi Sosial kultural
4. Komptensi Pemerintahan

Walah euy… jadi serius beginih…

Tapi bener juga, PNS eh ASN yang memiliki jabatan harus punya sertifikasi kompetensi sehingga kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan plus sikap para ASN memiliki standarisasi yang terukur dan jelas.

Udah ah yang seriusnya, sekarang makan siang dulu sebelum dilanjut lagi mulek bin pabeulit lagi dengan acara asesmen hari pertama ini.

Photo : Makan siang / dokpri.

Makan siang yang dipilih adalah sepiring kecil makaroni dan daun selada serta beberapa bongkah semangka… itu pencitraan guy.

Jangan terlalu percaya…. karena setelah itu sepiring besar semur daging, macaroni scotel, ikan, daging ayam plus sejumput capcay…. yummy.

Selamat makan siang kawan, Wassalam (AKW).

Berenang di Pandeglang

Berenang di sini, sebagai hiburan dalam perjalanan.

Photo : Kolam renang dini hari / dokpri.

PANDEGLANG, akwnulis.com. Adzan shubuh berkumandang dikala menjejakkan kaki di lobby hotel Horison Altama Pandeglang Provinsi Banten, setelah perjalanan selama 6 jam menyusuri pekatnya malam melintasi 3 provinsi (Jabar-Jakarta-Banten).

Lelah bukan untuk berkeluh kesah, tapi sesaat mendesah untuk selanjutnya musnahkan resah dan hasilkan sesuatu yang bernilai berkah.

Salah satu yang bikin semangat adalah kecipak air menyegarkan dari kolam renang yang segera menyambut dikala raga ini tuntas cek in dan bergerak menuju kamar. Sayangnya sang kolam masih dalam proses pembersihan sehingga harus bersabar dikala ingin bercengkerama dalam basah yang menyegarkan.

***

Tuntas meeting adalah saat yang tepat untuk mencoba bercengkerama dengan segarnya rasa dan biru kemilau kolam renang di hotel ini.

Photo : Kolam renang di sore hari / dokpri.

Memang bukan infinity pool, ataupun berukuran olimpic yang panjang dan luas. Tetapi mensyukuri kesempatan sekecil apapun adalah nilai hakiki dalam kehidupan.

Jadi segeralah berubah, menyesuaikan kostum agar cocok dengan kolam renang. Bukan pake solempak yang terlalu minim, bukan pula pake jas dasi trus loncat nyebur ke kolam sementara peserta dan panitia rapat lainnya masih bergerombol di sekeliling kolam renang.

Bersabarlah…..

Biarkan waktu bernafas sejenak, melepaskan sisa resah yang mungkin masih tersimpan di ujung dada pengharapan.

Photo : slice fruit with hot lemon / dokpri.

Akhirnya sore haripun menyapa, sepi suasana membuka peluang untuk bercengkerama dalam kesegaran kolam berkelok dengan kedalaman 1,2 meter ini.

Ditemani payung-payung warna warni penghibur lara hati, cukup sebagai penggugah raga memberi modal kesegaran sebelum berjibaku kembali dengan kepadatan lalu lintas Pandeglang – Jakarta – Bandung.

Gejebur!!!!!

Selamat #ngojay, Wassalam. (AKW).

Kopi Ki Oyo – Rancah

Yuk seduh kopi robusta organik dari Ciamis…

Photo : Kopi Ki Oyo siap saji / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah wadah silinder hadir dihadapan, bergambar wajah orangtua dan disamping kanannya beberapa tangkai daun dan buahnya berwarna merah. Wuih itu khan gambar biji kopi mentah atau cerri, ini pasti kopi didalamnya.

Benar saja, tertulis “Kopi Ki Oyo” kopi khas Ciamis.

Dari packingnya yang sudah gaul abis menandakan semangat inovasi dan menyajikan produk patut diacungi jempol. Termasuk menurut ownernya, Pak Hendri. Produk kopi ini sudah masuk ke beberapa supermarket di Kota Tasikmalaya, ajib pisan nya.

“Ini berasal dari kebun kopi pribadi, milik keluarga pak, kami petik, sangrai dan digiling hingga di pakcing seperti ini. Ini untuk bapak, selamat menikmati kopi khas daerah Rancah Kabupaten Ciamis”.

Photo : Owner Kopi Ki Oyo, Mang Hendri / dokpri.

Tak ada kata menolak, selain ucapan terima kasih dan syukur atas kesempatannya menerima kopi khas keluarga pa Haji Oyo langsung dari ownernya. Nggak juga nanya harga karena ini diberikan gratis alias free…. Alhamdulillah yach.

***

Esok harinya di rumah, segera disiapkan peralatan seduh manualku. V60 dan kertas vilternya.. eh filternya, juga air panas 200 ml pada suhu 89° celcius mengekstraksi 30 gram kopi bubuk Ki Oyo sehingga menghasilkan sajian kopi harum alami. Kopi organik jenis robusta ini mengeluarkan aroma segar perkopian yang menenangkan pikiran.

Tanpa berlama-lama, maka hasil seduhan ini disrupuuut… sambil dinikmati. Bodynya yang tebal bikin mata terbelalak, aciditynya nyaris tidak ada… yaa karena memang jenisnya robusta. Tastenyapun lebih fokus kepada pekatnya rasa, tapi tetap enak untuk dinikmati.

Photo : Manual brew V60 Kopi Ki Oyo siap dinikmati / dokpri.

Packing yang pas dengan isi kopi bubuk halus 150 gr, dengan harga jual di online antara 40ribu sd 47ribu (cek via tokopedia dan bukalapak, soalnya klo nanya langsung ama ownernya nggak enak… takut malah dikasih lagi beberapa kaleng gratis… khan jadi gimana gituuuh).

Kopi Robusta ini cenderung lebih menarik dicampur gula atau susu, bagi yang tidak biasa dengan rasa kopi pahit, karena sudah jelas bahwa #tidakadaguladiantarakita. Untuk penikmat kopi tanpa gula, maka nikmatilah kepahitan kopi robusta ini dengan senyum penuh keihlasan….

Apalagi dapetnya free, tinggal seduh dan nikmati. Tidak lupa ucapkan terima kasih kepada yang memberi. Jangan kapok ya… eeeh kok malah minta lagi… yu ahh.. srupuuut.

Selamat beraktifitas di hari selasa pagi yang segar ceria, Wassalam. (AKW).

Arabica Papua di Tasikmalaya.

Menikmati kopi di kota Tasikmalaya…

Photo : Kopi & Bekjul / dokpri.

TASIKMALAYA, akwnulis.com. Adzan magrib akhirnya berkumandang, tepat beberapa menit setelah rapat ditutup dengan kesepahaman dan tentunya kesepakatan.

Tak berlama-lama, segera tunaikan shalat dan berkemas untuk kembali pulang setelah giat marathon meeting nonstop senin-jumat di minggu ini.

Dari mulai berendam di Subang, tidur di kamar nyem-POD di Stasiun gambir, hingga menikmati kopi kupu-kupu di Banten dan balik ke Bandung ditemani kopi reska di Kereta Api Argo Parahyangan hingga akhirnya sekarang terdampar di Kota Tasikmalaya.

Seminggu yang penuh dinamika, jangan ditanya cape dan tidak karena bukan untuk dikeluhkan. Jalani, syukuri dan nikmati.

Photo : Kopi papua siap dinikmati / dokpri.

Seperti saat ini, dihadapan telah tersaji Kopi Papua dengan metode Vietnam drip. Disebuah kedai kopi yang bernama Warung Kopi Lawas, artinya warung kopi jadul dengan interior cafe sedehana dan berdiri sejak tahun 2010 lalu..

Wuiih udah 9 tahun berarti yaa…

Lokasinya di sekitar mesjid agung Tasikmalaya, tepatnya di Jalan Empang No. 18 Empangsari Tawang Kota Tasikmalaya.

Photo : Daftar menu warung kopi lawas / dokpri.

Sajian menu bervariasi dan kopinyapun beraneka macam, dari mulai kopi jabar hingga aneka kopi nusantara. Tadinya moo pesen kopi arabica ciwidey, eh ternyata abis. Jadinya kopi arabica papua dech.

Didalam warung tersedia meja-meja coklat dan disampingnya ada juga ruangan ngopi plus di halaman… di trotoar juga disediakan meja kursi… cocok buat kongkow sambil ngopay, memperhatikan lalulintas jalan dan orang yang melintas menyusuri takdir kehidupan.

***

Photo : Suasana di halaman warung / dokpri.

Setelah bersabar menanti tetesan terakhir dari drip diatas cangkir, maka sruputan perdana menjadi penting…. srupuuut.

Woaah nikmat kawan, bodynya medium bold dan aciditynya masih terasa meskipun tidak terlalu asem. Tastenya hadir selarik berry dan…. harumnya kopi papua ini lumayan menarik hati. Ditambah dengan suasana yang menyenangkan, termasuk disaat akan mempotret secangkir kopi ini ternyata backgroundnya motor merah masa lalu, jelas konsep jadul warung kopi ini makin terasa.

Photo : Tempat pesan di warung kopi lawas / dokpri.

Sajian menu lainnya, ada juga roti dan teman2-nya, tapi dengan waktu yang terbatas maka ngopi hitam papua tanpa gula saja yang menjadi pilihan.

Trus di seberangnya ada juga Cafe Ara. Hanya saja tidak ada kopi yang disajikan manual. Hanya kopi versi mesin yang tersedia yaitu espresso, dopio, longblack dan americano plus latte dan coldbrew. Akhirnya hanya sayhello saja….

Tetapi yang pasti rasa kopi papua ala warung kopi Lawas bisa sedikit mengobati kerinduan mengopay manual ditengah berjibakunya tugas dan pengharapan. Wassalam (AKW).

Pencitraan Sarapan

Biarkan photo sarapan hadir tanpa persepsi apapun, tetapi…

Photo : Breakfast at RM Mergosari / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Jangan terlalu percaya dengan sajian tulisan dan photo-photo di medsos. Jangan terjebak citra dimana semua ingin tampil tidak apa adanya. Begitupun gambar yang muncul di awal tulisan ini.

Jika melihat photo diatas, maka kecenderungan netizen adalah sang penulis dipersepsikan sedang diet dan hanya makan sayur dan buah. Demi sejuta alasan yang terkadang tidak relevan. Mungkin pengen turun berat badan, mungkin pengen meningkatkan kualitas kesehatan atau mungkin juga pupujieun karena disuruh oleh pasangan.

Sebenernya tidak, photo tadi adalah buah karya isengisasi. Menggabungkan antara buah-buahan untuk sarapan dengan lalaban sayuran di RM Mergosari, trus di salah satu RM di daerah Leles dan menu maksi di Tasikmalaya.

Disaat kawan yang lain mengunyah ayam goreng, tahu tempe goreng dan tentunya sambal khasnya yang bikin bakul nasi cepat tandas, maka menata potongan buah dan sayur menjadi aktifitas menyenangkan.

Kamu pengen kurus ya?… sarapannya buah?”

“Bukan ih… klo pengen kurus mah gampang, berhenti aja makan hehehehe…. ini lebih ke rintisan untuk kualitas hidup yang lebih baik”

Lalu ada yang berteriak, “Itu khan pencitraan saja, sebenarnya sambil makan nasi dan lauk pauknya dengan lahap”

Nah klo untuk model menuduh seperti ini, tanggapi dengan santai dan acuh saja. Polanya kafilah menggonggong dan anjing berlalu… eh kebalik. Anjing menggonggong kafilah berlalu.

Photo : Sarapan di salah satu RM di Leles Garut / dokpri.

Sekali lagi jangan terlalu baper dengan postingan orang, jangan juga kepo dan punya kebiasaan stalking alias membuntuti seseorang via update status di medsos. Ntar malah ngebangun persepsi sendiri yang mungkin menyesatkan.

Meskipun memang ada juga yang rajin bangeeet upload status, komentar dan berbagai aktifitasnya seriiiing sekali…. yaaa mungkin itu pengecualian. Tapi sekali lagi, jamannya memang jaman narsis. Jamannya pengen exsis, apalagi nilai kebahagiaan harian bagi sebagian besar orang terletak dari jumlah jempol dan komentar…. meskipun ada sebagian kecil orang bisa menjadi kaya raya karena like dan komen, tapi itu bisa dihitung dengan jari.

Photo : Maksi di Hotel Metro Tasikmalaya / dokpri.

Percayalah, jempol like dan komentar tidak berarti benar-benar menyukai, bisa saja karena kasihan atau mungkin iseng juga mijit-mijit like dan komen…

Jadi inilah jaman anomali, dimana bahagia bisa tergantung dari pijitan ibu jari. Juga informasi yang beredar saat ini, mungkin saja sampah yang tak mesti diamini.

Sekali lagi, hati-hati.

Selamat menikmati hari, tanpa terjebak dari iri dengki karena rutin menilik status medsos orang selain diri. Selamat bermalam minggu, Wassalam (AKW).