Rahasia Kegelapan

Kegelapan memberi kesempatan, meraih asa dan harapan dalam sebersit cahaya keabadian.

Kegelapan itu bukan melulu melahirkan ketakutan, tetapi dengan hadirnya gelap maka kita bisa menghitung seberapa terang suatu cahaya berpendar dan menerawang.

Tetapi memang otak kita sudah dibiasakan faham bersama bahwa dibalik kegelapan tersimpan ketakutan, kesedihan, kengerian dan kejahatan yang menjadi suatu alasan untuk menghindari, menjauh ataupun berusaha melupakan.

Kegelapan identik dengan hitam dan hitam itu diandaikan sebagai kegelapan.

Padahal..

Kegelapanlah yang menjadikan sinar bintang dan bulan begitu cemerlang.

Kegelapanlah sebagai batasan ukuran kehadiran cahaya yang penuh harapan.

Kegelapanlah yang memberi ruang kepada otak manusia untuk menghitung intensitas cahaya dan berbagai rumus lainnya sehingga dikenal e=mc’kuandrat’ nya Einstein atau Hukum Stefan Boltzman tentang radiasi kalor yang terkait benda hitam.

Termasuk keindahan alam dikala menjelang senja ataupun pagi menjelang dimana mentari bersiap berlabuh ataupun mentari kembali bersinar, butuh gelap agar moment itu kembali menjadi kenangan.

Satu hal yang pasti, disaat kegelapan menyelimuti bumi di waktu sepertiga malam, saatnya mengakses cahaya Illahi Rabb untuk bertaubat, bersujud, mengadu dan memohon dalam refleksi gerakan sholat Tahajud dan doa kepasrahan.

***

Selamat menjalani minggu terakhir ramadhan 1439 H, biarkan gelap menjadi pengingat dan menyongsong cahaya pintu maaf di awal bulan syawal dengan penuh khidmat.

Penerbangan Komersial Perdana ke Bandara Internasional KJT

Sebuah pengalaman berharga diajakin ikut penerbangan komersial perdana Pesawat Citilink ke Bandara Internasional KJT.

“Haii para pembaca setia blogku… ada yang penasaran dengan cerita ‘KERAMUD’ku gimana kelanjutannya?”

Monggo… cekidot..

…..

Photo : Suasana meriah Warung Pak Umar di Sidoarjo/dokpri.

Tiba kembali di pelataran Hotel Swiss Bell Airport Juanda hampir jam 00.00 wib. Sebenernya jam 20.00 wib udah nyampe, tapi balik lagi ke Bandara Juanda jemput bapak bos yang pake penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusumah trus dilanjut makan nasi soto dulu di RM Warung Pak Umar di Jl. Sedati Gede No 126 Sidoarjo ….. bersama-sama, setelah tuntas baru meluncur kembali ke hotel.

Badan dan pikiran sudah lelah, sangat membutuhkan istirahat sehingga kunci kamar menjadi jalan untuk masuk dan disambut empuknya tempat tidur di lantai 5 Hotel ini.

Eits… jangan tidur duyuuu…. membersihkan diri sudah jadi keharusan. Call ke resepsionis Untuk morning call tuntas dan shalat magrib-isya yang bergandeng mesra dengan ikatan jama qoshor dilanjut tarawih dan witir harus dilaksanakan.

‘Gejeburr!!’
‘Gejebur!!’

Segarnya air menyentuh kulit, sedikit mengurangi rasa lelah.

Tapiii….. meskipun sudah mandi dan berwudhu, prosesi sholat terasa begitu berat seakan setan satu pasukan mengganggu bersama-sama.

Padahal khan bulan ramadhan itu para setan diiket nggak boleh gangguin manusia. “Trus ini siapa yang goda aku?…. jangan-jangan tanpa disadari udah berperilaku mendekati atau mirip setan laknatulloh…. Astagfirullohal adzim.!!”

Lawan dengan sekuat tenaga, tuntaskan shalat meski lelah mendera hingga akhirnya terlelap dipeluk malam yang semakin larut mendekati dini hari, melirik jam di smartphone, pukul 00.57 wib… Zzzzzzz..zzzz

***

‘Kringgg!!!..’
‘Kringgg!!!..’

Telepon meja disamping berdering, segara tersadar, bangun dan mengangkat gagang telepon, “Good morning Sir, Morning Call!!”
“Thank you”.

Klik!
Sambungan telepon dari resepsionis hotel ditutup dan menghambur ke kamar mandi untuk membilas diri karena waktu sudah tak bisa kompromi lagi. Jam 03.15 mandipun tuntas, ganti baju, packing dan menghambur ke lobby.. lumayan bisa tidur 2 jam.

Sahur dilakukan super kilat, 2 potong ayam, fish fillet, tumis pakcoy dan 2 botol air mineral tandas hitungan menit. Langsung check out dan bergerak menuju bandara bersama rombongan. Jam 04.00 wib masuk bandara, lalu proses security check hingga akhirnya bersiap di ruang tunggu. Tidak lupa berpose dulu dengan latar belakang informasi penerbangan, termasuk rencana penerbangan ke Bandara Internasional Kebanggaan Jawa Barat dengan kode KJT.

Sholat shubuh berjamaah dilaksanakan di Mushola bandara Juanda bersama calon penumpang dan tak berapa lama panggilan untuk memasuki pesawat Citilink A320-200 dengan nomor penerbangan QG 9820 berkumandang.

***
Pesawat Airbus 320 mulai bergerak menjauhi apron melewati taxiway hingga bergerak menuju landasan pacu. Setelah semuanya siap, Kapten Joko Pitono menerbangkannya dengan gagah. Menuju langit di ketinggian 32.000 kaki dpl dengan kecepatan rata-data 825 km/jam dan cuaca dalam keadaan cerah sehingga estimasi waktu tempuh sekitar 55 menit saja.

***

Photo : Sajian alami semburat pagi diperjalanan menuju Kertajati/dokpri.

Pemandangan pagi dilihat dari jendela pesawat begitu mengesankan. Semburat merah berpadupadan dengan biru dan abu serta gumpalan putih awan kehidupan menghasilkan semarak alam tanpa tandingan. Kuasa Allah kembali tersaji.

Alhamdulillah….

Menengok ke samping semua sedang mengheningkan cipta, menutup kelopak mata dan nafas teratur, sungguh terlihat nikmat sekali. Tak ingin mengganggu kekhidmatan mereka, mencoba jalan-jalan menuju toilet di ekor pesawat Citilink ini.

Eh……. rejeki anak sholeh, ternyata para pramugari lagi ngaso disitu… langsung aja ijin minta berphoto dengan pose spesial ramadhan. Tangan menangkup, badan sedikit membungkuk, berpose untuk “Selamat Hari Lebaran.”

***

Tepat pukul 05.55 Wib, Airbus 320-200 dengan nomor penerbangan …. mendarat mulus pisan di Bandara Internasional Kertajati Majalengka Jawa Barat.

Photo : prosesi Salute Water Canon/dokBIJB

Membawa para penumpang spesial yang terdiri dari KaBiroSPIBUMD Pemprov Jabar beserta jajaran, Direktur Keuangan PT BIJB & rengrengan, Dirut PT Citilink & Jajaran serta Kadishub Jawa Timur & Protokol Setda Jatim mewakili Gubernur Jatim plus para penumpang lainnya disambut dengan prosesi ‘Salute Water Canon” ... itu tuh yang disiram oleh 2 kendaraan water canon Pemadam Kebakarannya Bandara sehingga membentuk gerbang air sebagai bentuk penghormatan terhadap penerbangan komersial perdana ke Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat di Majalengka.

Pas pesawat disiram air… serasa kayak lagi nyuci mobil otomatis.. yang kacanya diguyur semburan air. Terasa dingin dan basah ke kulit kita… karena tetesan air.. ahhay lebay.

Yang pasti perjuangan begadang dan berasa mudik padahal dinas telah terbayarkan dengan suksesnya acara yang diselenggarakan PT BIJB.

Photo : Para Pejabat berpose bersama kru Pesawat/dokpri.

Selanjutnya seluruh penumpang keluar pesawat melalui garbarata dan disambut lagu ‘Manuk dadali’ beserta tarian anak-anak berbaju putih yang penuh keceriaan menuju ruang kedatangan yang sudah disetting sedemikian rupa melalui penyambutan khusus…. disambut langsung oleh Dirut PT BIJB dan DirOps PT Angkasapura 2…. semua penumpang perdana dikasih kalungan bunga lho…. serasa atlet yang sukses berlaga di negeri orang dan pulang disambut penuh kebanggaan.

Photo : Pesawat Citilink sebagai pesawat komersial pertama di bandara KJT/dokpri.

Sambutan-sambutan, doa syukur dan photo bersama menutup rangkaian acara yang dipersiapkan dari kemarin. Meskipun perjalanan masih panjang, karena dari Bandara Internasional Kertajati masih harus menempuh jalan darat via tol Cipali – Cipularang hingga akhirnya akan tiba di kantor dan disambut dengan rapat resmi ba’da jumaat…. semangaaat… itu namanya RÉJEN alias ‘resiko jeneng‘ atau konsekuensi jabatan…

Rumusnya simpel…. Jalani, Nikmati dan Syukuri. Wassalam (AKW).

Dinas Luar Injury Time

Tugas dinas di penghujung hari kerja sebelum libur panjang itu adalah sebuah tantangan sekaligus perjuangan.

Photo : Pesawat menunggu penumpang, senja hari di Bandara Husein S/dokpri.

“AllahuAkbar… AllaaahuAkbar!..” Kumandan adzan magrib dari smartphone menggema…. seiring dengan pengumuman dari crew kabin pesawat Citilink jenis Airbus 320 – 200 dengan nomor penerbangan QG 825, “Para penumpang yang terhormat telah tiba saatnya berbuka puasa, selamat berbuka puasa.”

Serentak para penumpang membuka bekal masing-masing untuk menyegerakan berbuka puasa. Ada yang minum air mineral, teh botol dalam kotak atau teh botol dalam kotak, sebutir kurma juga yang nggak bekel cemilan… ngumpet di belakang karena berbuka dengan yang maniiiz… ahiiiw.

Sebuah pengalaman baru di bulan ramadhan ini untuk berbuka puasa di pesawat. Kebetulan pesawatnya masih terdiam di Apron bandara Husein Sastranegara menunggu antrian untuk take off menuju ke Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo Jawa Timur.

You Pegawai negeri ya? Emang udah mulai mudik?.. khan liburannya mulai senen?” Bapak gemuk yang duduk di samping kiri, baru aja kenalan barusan udah memberondong pertanyaan.

Photo : Para pemudik di Ruang tunggu Bandara Husein /dokpri.

Itu yang menggelitik hati menggerayangi lidah untuk segera menjawab, maklum pakaian dinas masih melekat plus name tag dan pangkat serta barang-barang yang dibawa terlihat ‘angkaribung‘ (banyak tas yang dibawa).

“Bapak mau tau atau mau tau banget?”

Bapak gendut tersenyum, “Pengen tau bangeeet” sambil wajahnya berubah manja. Ahaaay.
Hueeek!!, jadi sebeeel. Tapi ditahan kok, nggak boleh bersikap tidak sopan dihadapan orang tua, takut kualat.

Kami ini dalam rangka program KERAMUD pa”

“Apa itu keramud?”

“Itu program khusus pa, program kerja disaat hari terakhir kerja sebelum libur panjang Idul fitri sehingga bergabung dengan para pemudik seperti bapak, jadi rasanya kayak mudik lho. Nah istilah programnya yaitu Kerja Rasa Mudik disingkat KERAMUD hehehehe”

Bapak gendut itu terdiam mendengar penjelasanku, lalu terkekeh, “Ah bisa aja kaww….”

“Hahaha…..”

Akhirnya kami tertawa bersama, berbincang akrab sambil menikmati menu berbuka puasa versi Citilink….
yang terbang menyusuri langit malam di ketinggian 33.000 kaki… hingga akhirnya landing yang nyaman di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Alhamdulillahirobbil Alamin.

Photo : Samwan lagi pesan Takol via aplikasi/dokpri.

Penasaran dengan perjalanan KERAMUD kami?… tunggu postingan selanjutnya guys. Wassalam (AKW).

Nge-unboxing Kopi Amrik

Yukk kita Un-boxing Biji Kopi Arabica dari Pegunungan Andes yang dikemas oleh Trader joe’s.

Duhh kangen unboxing kopi bro… tapi di bulan ramadhan ini kesempatan waktunya kudu pinter-pinter. Soalnya klo terburu-buru, rasa dan suasananya bakal kabur dan hanya tersisa kepahitan semata…

Bukan karena tadarus dan shalat tarawih berjamaah tapi si kecil yang makin meningkat usia.. semakin lengket sama ayahnya. Makin manja dan banyak ngatur serta segala pengen tau dan dipegang. Sehingga beberapa kali unboxing kopi.. gagal, karena V60, filter, termometer, timbangan dan gelas ukurnya di pake main sama anak kesayangan.

***

Malam ini disaat jarum jam hampir berhimpit di angka 12, saatnya tiba untuk unboxing setelah sang anak tidur dibuaian ibunya. Itupun penuh perjuangan karena harus bermain dulu, lari kejar-kejaran ataupun baca buku dan mendongeng tentang Omar & Hana versi priangan.

Sambil sedikit berjingkat, peralatan manual brew ditata rapih. Pelan tapi pasti karena jangan sampai terjadi kegaduhan dan bangunkan penghuni rumah lainnya… berabe khan?…

“Kopi apa yang akan dinikmati sekarang?”…. itulah bahasan intinya.

Sekaleng kopi sebanyak 397 gram sudah ready di hadapan…

Kalengnya mirip kaleng susu dancow, dengan label kuning dan hijau..eh biru, tak sabar segera tutup plastik atasnya dibuka… tapp!!!. Ternyata masih ada lagi lapisan perak alumunium foil… pelan-pelan dibuka…

Jrengg….

Harum khas kopi arabica menyambar penciuman, rasa khas yang menyenangkan. Biji kopi arabica menyambut dengan hangat… siap di grinder untuk memecahkan biji hasilkan sensasi kopi yang penuh arti.

Unboxing kopi tengah malam ini cukup spesial karena kopi yang sedang di oprek-oprek berasal dari benua Amrik nun jauh disanah… klo di globe sih cuman sejauh dua jengkal tapi kenyataannya sangat jauh… bisa mencapai waktu 1 bulan lebih karena yang lama itu ngurus visanya hehehehe… atau malah bisa tahunan karena harus nabung dulu untuk biaya perjalananya yang selangit.

Yup… kopi ini adalah kopi organik produksi Trader Joe’s Organic dengan nama ‘breakfast blend’ merupakan 100% arabica whole bean coffee yang berasal dari pegunungan Andes di South America. Tapi nggak dapet tuh keterangan di tanam di ketinggian berapa… yang pasti pegunungan Andes adalah sistem pegunungan yang sangat tinggi di Amerika Selatan.

“Emang kenapa butuh data ketinggian?” .. ada dech.. ntar dibahas di tulisan selanjutnya yaa…

***

Nggak pake lama, manual brew pake V60 dengan panas air 91 derajat celcius dan perbandingan 1 : 14 menghasilkan se teko kopi yang haruuum…. jangan kaget dengan se-teko. Karena yang diseduhnya langsung 48 gram… otomatis air panasnya pun memyesuaikan.

Tuntas sudah kopi dari pegunungan Andes ini berextraksi, Makasih Mr.Endi yang ngasih gratis nich kopi… langsung dibawa dari Amrik sono.. jangan bosen yaaa… sekali lagi makasih.

Nggak pake lama, gelas kaca kesayangan segera diisi cairan kopi yang udah ready…. surupuut… kumur dikit… glek..

Enak?… enaaaaak atuh. Kopi item manual brew panas2 di tengah malem yang sunyi… Fabi ayyi alaa irobbikuma tukadziban… gratis deuh hehehehehe.

Karakter arabicanya dapet, acidity medium, aroma harum, bodynya lite dan ada taste floral serta mint yang muncul… yang pasti rasanya ringan dqn menyenangkan tetapi selarik body membekas di lidah dan memang cocok dengan taglinenya ‘breakfast blend’ … bisa menemani sarapan kita dengan nyaman karena rasa bodynya tidak terlalu tebal tetap harum kopi dan profile taste mint serta floralnya yang bikin ketagihan.

Nggak kerasa se-teko kopi panas amrik tinggal tersisa setengahnya… menemani malam yang sudah menuju dini hari. Alhamdulillah berkesempatan meng-unboxing kopi malam eh menjelang pagi dini hari ini.

Hayu ngopi sobaaaat. Wassalam (AKW).

Resah Menyore.

Mengurai kata mengukir sa-émbara…

Resah itu secercah yang ditumpuk maka membuncah. Meluapkan banjir emosi yang tak tertahan oleh janji. Biarkan niat beringsut perlahan menuju seperempat malam yang penuh kekaguman.

Sejumput doa yang bertabur permintaan dunia kurang lengkap jikalau urusan akherat jadi nomor dua. Paketnya tidak terpisah tetapi saling melengkapi.

Seleksi alam sedang berlangsung, begitupun hiruk pikuk seleksi manusia untuk merengkuh sebuah impian yang berupa jabatan. Menguji diri sambil menilai dedikasi diri, karena sang penentu diakhir nanti adalah Allah SWT. Manusia memandang proses ini adalah mewujudkan tulisan takdir di lauh mahfudz menjadi lebih membumi melalui tangan manusia yang sedang memiliki kuasa.

Genderang sayembara telah ditabuh dan membahana, hadirkan sosok calon pengganti bos dalam proses mencari yang terbaik dari semua calon yang tersaji.

***

Sambil menikmati semilir angin sore, raga bersantai sejenak diatas kursi di pinggir kolam renang, tetapi jiwa dan pikiran telah beredar, bermanuver secepat kilat menghilang menuju peradaban, sambil tak lupa tetap merajut manfaat silaturahmi bersama bumi. (AkW)

Batu Ngampar

Batu ngampar di Walungan, carita reujeung salira.

#FikminBasaSunda

Cai walungan hérang ngagenclang méré rasa tengtrem sakaligus honcèwang. Hiliwir angin ngélékéték pucuk awi, nyieun harmoni sora wirahma nu nurihan ati. Batin dareuda basa nempo batu ngampar, nu kantos dianggo calik, ngaréndéng sasarengan.

Harita, walungan Cidadap jadi saksi sajatining asih nu nepungkeun urang duaan. Salira tisolédat ba’da ngisang margi nincak batu leueur, di Leuwi Lutung. Uing nu keur ngarit rikat luncat muru walungan. Arit jeung tolombong jukut dibabétkeun, pikeun nyalametkeun salira.

Alhamdulillah, salira kadudut balik ka darat saacan dirawu lulun samak. Sanajan anggoan rangsak suku pasiksak.

Ti saprak éta, janten wanoh tur daria teras teu lami janten bébéné pangreugreug haté.

Hanjakal mung 3 sasih tiasa reureujeungan téh. Salira dina batu ngampar éta di legleg caah déngdéng, basa bebersih rurusuhan. Margi busiat waktos nuju ngarambét sisi walungan. Tilu dinten nembé kapendak, ngabugang.

Cai ngagenclang ukur harepan, hiliwir angin kantun lamunan. Geuning sadayana badami pikeun meunggaskeun pangharepan. (AKW).

Historical Flight Kertajati Bab 2

Lanjutan goresan pena momen bersejarah Penerbangan Pertama Pesawat Komersial dari Bandung ke Kertajati.

Historical Flight Kertajati 2

Berlanjuut yaaaa….. inilah lanjutan dari Historical Flight Kertajati.

Memasuki tangga pesawat Batik Air terasa rasa bangga semakin membahana… meskipun masih terselip khawatir… diijinin terbang nggak sama orban?. Bukan irban ya… klo irban tuh inspektur pembantu (pejabat di inspektorat yang punya fungsi pengawasan)… ini mah orban yaitu otoritas bandara. Yaitu Unit pelaksana teknis dibawah Dirjen Perhubungan Udara (DPU) Kemenhub yang punya gawe pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan di bandar udara.

Jangan dipikirin… ah… Bismillah wae.

Photo : Para Kuwu dan sekdes/Fb pak Virda DE

Memasuki pesawat Batik Air jenis Airbus A 320 dengan ID 8170 disambut senyum ramah para pramugari yang berbaju brukat putih dan bawahannya kain corak merah khas Lion Air Grup serta berkerudung merah. Kami duduk sesuai tiket yang sudah dipegang masing-masing.

Semua penumpang tertib memasuki pesawat dan sebelumnya mengabadikan diri di depan pesawat sambil megang spanduk ‘Historical Flight’ yang tersedia… wajah sumringah tak bisa disembunyikan.. semua tersenyum ceria… bahagia dan bangga.

Para rombongan Kuwu, Sekdes dan Pak Camat Kertajati memasuki pesawat yang akan terbang pertama kali dan mendarat di wilayahnya… di Kertajati. Pesawat dengan kapasitas 150 orang hampir sepenuhnya sest terisi.

Memandang ke luar dari jendela pesawat terlihat para tamu undangan VVIP dan VIP termasuk para kepala OPD bergegas menuju tangga pesawat Garuda… bersiap terbang bersama.

***

Photo : Bersama pa Risad Bu Jatti, para Kabag terdahulu/dokpri.

Terlihat sebuah helikopter terbang mendekati landasan Bandara Husein Sastranegara… diyakini itu adalah pak Gubernur Ahmad Heryawan yang terbang dari Kertajati.

Lho kok?… ya iya atuh. Khan tadi pagi pak Aher udah standby di Kertajati untuk menyambut pak Presiden beserta rombongan, trus sekarang terbang ke Bandung untuk bareng-bareng terbang lagi dengan pesawat Garuda yang akan menjadi Historical Flight bagi Pesawat Komersial yang terbang dari Bandung ke Kertajati.

Ting… tong…. pengeras suara di pesawat mulai bersuara, “Para tamu undangan yang terhormat. Selamat datang di Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 1870 pesawat Airbus A320 yang akan terbang dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara internasional Jawa Barat di Kertajati……..”

Belum tuntas pengumuman yang disampaikan oleh pramugari…

Prok.. prok.. prooook.. prokk

Tepuk tangan seluruh penumpang membahana… terharu… bangga dan syukur bercampur aduk… Alhamdulilllah… terasa merinding merasakan kebanggaan ini.

Terima kasih Ya Allah
Terima Kasih Pak Aher
dan Terima Kasih bapak Jokowi.

Hati masih tergetar mendengar pengumuman, “Para tamu yang terhormat…….” karena biasanya pengumuman di pesawat adalah, “Para penumpang yang terhormat..”

Pesawat Batik Air mulai bergerak dan snack serta air mineral mulai dibagikan oleh para pramugari…. mata para penumpang… berkaca-kaca… bahagia.

***

Photo : Biro SPIBUMd & Setda plus/dokpri.

Penerbangan memakan waktu 25 menit. Disaat pengumuman dari pilot bahwa pesawat siap mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati… kembali hati tergetar… sebentar lagi… sebentar lagii….

Jesss…… roda pesawat menapak lembut di runway Kertajati.. landing ya g sempurna dan tentunya leluasa dengan panjang ranway 2500 meter serta lebar 60 meter… nikmat pisan eta pendaratan… hipuu.

Prok.. prok.. prok.
Alhamdulillahirobbil alamin..

Kembali tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan yang menjadi penumpang istimewa di pesawat Batik Air…. merasakan sensasi penerbangan bersejarah dan pendaratan bersejarah pesawat komersial dari Bandung… ah terharu.

***

Pesawat berbelok melewati taxiway dan perlahan tapi pasti mendekati apron… setelah parkir tepat di tempatnya. Giliran garbarata mendekati pintu depan… plek… nempel… dan para tamu undangan diperkenankan memasuki terminal penumpang melewati garbarata berkarpet merah…… kereeen.

***

Selanjutnya kami bergabung dengan para pegawai dan pimpinan PT BIJB dengan seragam Koko yang sama untuk bersiap menyambut kedatangan pesawat Garuda yang membawa bapak Gubernur Jawa Barat beserta ibu dan seluruh tamu undangan VVIP & VIP… tatapan ceria, kekaguman dan optimis terpancar dari wajah-wajah hadirin. Karena banyak yang baru menginjakkan kaki di terminal bandara yang begitu megah dan mewah wah… wah.

Photo : Menyambut Bos Kita bp Arifin Plt KabiroSPiBuMd/dokpri.

“Reueus nya, urang gaduh bandara” (Bangga sekali ya, kita punya bandara), celoteh seorang bapak kepada rekannya sambil terus mengamati semua sudut bandara…

Photo : Bersama bu Mpop Kabag/dokpri.

Diriku tersenyum dan sangat setuju dengan pendapat itu… aslinya banggaa bingiit.

***

Photo : Menyambut bapak Gubernur Aher kebanggaan kami/dokpri.

Pa Aher tiba bersama rombongan, dikalungi karangan bunga dan diberondong wartawan. Lalu bergerak memasuki lorong bandara dan disambut oleh para petugas termasuk kami ‘petugas dadakan’ dan meneriakkan kata-kata penyambutan, “Selamat Datang di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Wilujeng Sumpingggg!!!”

Pa Aher dan ibu Netty tersenyum juga rombongan di belakangnya… beliaupun berkenan menyalami kami dan berbincang sesaat… Kami bangga dengan Bapak.

***

Photo : Aa Gym lagi Tausiah/dokpri.

Photo : Pa Aher lagi sambutan/dokpri.

Semua memasuki area bandara di lantai dua… wajah-wajah kagum dan senang terlihat memancar… lalu rombongan menaiki eskalator menuju lantai 3 disambut marawis dan shalawat…. terlihat jajaran kursi putih dan meja-meja bundar serta terlihat sebuah panggung besar dengan backdrop ‘Tasyakuran Historical Flight Bandara Kertajati’ bernuansa latar biru yang menenangkan….

Sekali lagi alhamdulillah… ketegangan di masa persiapan terbayarkan dengan pendaratan sempurna di Kertajati… saatnya menikmati suasana. Biarkan protokoler dan EO yang mengatur acara selanjutnya. Diriku mencari tempat duduk dan berbaur dengam para tamu undanganmengikuti tahapan-tahapan acara. Sambutan Dirut PT BIJB, Pa Gubernur ditutup dengan Tausiah singkat Aa Gym tentang 5 ciri bersyukur hingga tiba saatnya waktu berbuka puasa…

Photo : Tawa bahagia bapak Slamet/Dokpri.

Setelah adzan tiba, masih dilanjut sedikit tausiah Aa Gym dan jeng jreeng…. saatnya ngabatalan berbuka puasa.

Photo : para tamu undangan mirip jemaah umroh/dokpri.

Para tamu undangan yang sebelum naik pesawat di bandara husein sudah dibekali merchandise, segera diambil kotak berisi snack berat dan air mineral untuk berbuka puasa. Para tamu undangan VVIP dan VIP diarahkan ke jajaran hidangan dan duduk di meja-meja bundar dan undangan lainnya mendapatkan tumpeng mini yang menjadi menu buka puasa yang bersejarah ini.

Photo : Botram di lantai bandara/dokpri

***

Photo : Berpose setelah check in di Kertajati/dokpri.

Shalat magrib di mushola yang nyaman tuntas dilakukan, check in di counter BIJB berjalan lancar. Sambil menunggu panggilan boarding, berkeliling menikmati suasa di lantai 3 bandara kebanggaan rakyat Jawa Barat ini. Mengabadikan beberapa patung hasil seniman kahot Bapak Nyoman Nuarta, seakan memasuki galery seni yang penuh nilai hakiki… terasa keunikan dan keunggulan bandara ini.

Photo : Galery I nyoman Nuarta/dokpri.

Tapi tidak sempat berkeliling ke tempat lainnya karena panggilan boarding terdengar membahana. Masuk ke pesawat via Garbarata dan kembali duduk di kursi 4E Batik Air.

***
Akhirnya.. setelah 25 menit di angkasa. Batik Air mendarat di Bandara Husein dengan sedikit guncangan disaat roda pesawat menyentuh runway.

Alhamdulillahirobbil alamin. Tuntas sudah mengikuti rangkaian prosesi penerbangan bersejarah ke Bandara Kertajati.

Segera bergerak pulang ke rumah untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta. Wassalam (AKW).