Beredar di Bendungan Jatigede

Beredar di area bendungan jatigede yang makin hadé.

Photo : Dokumen pribadi

Rabu pagi menyapa diri, bergegas bersama tiga rekan di kantor memasuki toyota rush yang setia menemani hari-hari kami di 6 bulan terakhir ini. Ingin segera berangkat menuju Bendungan Jatigede.

Setelah berdiskusi singkat tentang rute yang akan dilalui akhirnya keputusan diberikan kepada sang google map, dan jalur Kota Bandung – Pintu Tol Pasteur – Tol Cipularang – Tol Cikampek (dikit) – Tol Cipali – keluar Toll gate Kertajati – Jatigede. Pertimbangannya adalah efektivitas dan efisiensi waktu, meskipun bauar tol dan bahan bakar menjadi berlipat.

Segera Rush bergerak lincah membelah keramaian pagi hari menuju pintu tol pasteur. Sepanjang jalan tol betapa nikmatnya sang pilot yang bisa mengemudi dengan leluasa karena kondisi lalu lintas yang lengang, sehingga hanya memakan waktu 1,5 jam sudah bisa keluar pintu tol kertajati, Majalengka.

Terasa agak memutar tapi tidak terlalu jauh karena posisi bendungan jatigede untuk akses masuknya memang terletak diperbatasan kecamatan Tomo kabupaten sumedang dan kadipaten kabupaten Majalengka.

Photo : Dokumen pribadi

Keluar dari pintu tol Kertajati, belok kiri dan ikuti jalan sampai perempatan kadipaten, ada tugu kecil dan kami berputar sedikit bergetak ke arah kanan menuju sumedang. 1 km dari situ setelah melewati jembatan dan gapura selamat datang di Kabupaten Sumedang terdapat pertigaan dan kami belok kiri. Jalan sudah mulus meski terdapat beberapa titik yang rusak tetapi tidak menjadi hambatan. Setelah 15 menit bergerak akhirnya kami memasuki gerbang awal area Bendungan Jatigede.

Setelah berdiskusi dengan satpam tentang maksud dan tujuan, kami diantar menuju gedung satker jatigede dan diterima dengan ramah oleh pak Novan (PPK Bendungan Jatigede) didampingi juga pa Jhoni Konsultan perencanaan Bendungan Cipanas serta rekan-rekan konsultan lainnya.

Diskusi hangat pagi menjelang siang berkisar tentang informasi teknis bendungan jatigede, spesifikasi, luas area, debit air dan tentunya adalah masalah sosial yang ramai dalam proses pembangunan bendungan ini dimana akan beroperasi tahun 2019.

Photo : Dokumen pribadi

Bendungan Jatigede diawali pada tahun 1963 dari sisi konsep konstruksi. Selanjutnya 23 tahun kemudian (1986) tahap persiapan semakin mengerucut dengan penyusunan praDetail Desain oleh SMEC Australia. Review desain 18 tahun kemudian (2004) disiapkan oleh PT Indrakarya-JO-PT Wiratman Consultant dan sertifikat desain dari Kementerian PU didapatkan pada tanggal 23 Februari 2006. Hingga akhirnya pada akhir Agustus  2015 diresmikan pengisian perdana oleh Menteri PU, Gubernur Jawa Barat dan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Photo : Dokumen pribadi

Dan sekarang disaat kami berkesempatan melihat langsung ke area Inti bendungan yakni Spillway dapat terlihat jelas bahwa posisi tinggi permukaan air di Bendungan Jatigede mencapai 243 dpl. Menurut PPK Jatigede, pa Novan, target pengoperasian bendungan ini secara penuh adalah setelah muka air mencapai ketinggian 260 dpl. Meskipun sementara terkunci di 253 dpl karena jika melewati itu akan ada jalan desa yang terendam.

Photo : Dokumen pribadi

Dengan total biaya investasi USD 467.448.027,62 ini maka terdapat 5 manfaat besar yaitu :

1. Untuk memenuhi kebutuhan irigasi Rentang dengan area irigasi 90.000 Ha yang meliputi 37 kecamatan di 3 kabupaten yaitu wilayah Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

2. Penyediaan Air baku dengan kapasitas 3.500 lt/detik, simultan juga dengan rencana pembangunan SPAM Regional Cirebon Raya yang terus berproses pada saat ini.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan kapasitas 11 MW atau rata-rata produksi 580GWH/tahun.

4. Area Pariwisata sangat terbuka untuk dikembangkan dimana zona-zona wisata sudah diatur penempatannya termasuk saat ini sedang berproses tahap pendahuluan untuk pengajuan usulan wilayah di pinggir Waduk Jatigede ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus bidang pariwisata.

5. Dan yang pasti adalah berfungsi untuk pengendalian banjir untuk 14.000 Ha area.

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi hangat inipun dilanjut sambil peninjauan, tidak lupa berphoto dengan latar belakang hamparan air dan tulisan ‘Bendungan Jatigede’. Pada saat meninjau spillway khususnya di area inlet for irrigation tunnel & inlet for divesion tunnel agak merinding juga karena ketinggiannya begitu mendebarkan hati. Tapi wajah tetap tegar, khan malu sama tuan rumah dan temsn-teman. Handphone dipegang erat karena takut lepas dan terhempas ke bawah sana… ihhh ngeri.

Photo : Dokumen pribadi

Akhirnya sesi kunjungan di lokasi bendungan berakhir sementara dengan photo bersama lagih. Cuman belum bisa pamit karena tawaran makan siang cukup menjanjikan, apalagi mentari sudah bergeser dari atas ubun-ubun dimana sudah saatnya makan…. eh shalat dhuhur ding.

Toyota rush bergerak mengikuti petunjuk tuan rumah untuk keluar area menuju arah pulang. Tidak jauh dari lokasi bendungan, di sebelah kiri jalan telah menyambut dengan khidmat, pelayan RM Saung Panyawangan. RM lesehan di pinggir kebun jati dengan menu favorit adalah karedok (kata pa Novan), saya nyoba tongseng dan sop kaki… uenakk rekk dan teman kami berpesta ikan bakar, pete bakar serta ayam goreng tidak lupa minuman yang menyegarkan yaitu kaljer (kalapa jeruk).

Photo : Dokumen pribadi

Sambil menunggu makanan terhidang, kami shalat berjamaah di mushola terbuka dan selanjutnya gampang ditebak… makan sajian dengan nikmat dan cepat.

Alhamdulillah, dan akhirnya ucap syukur kepada Illahi serta thank you berat buat pa Novan dkk yang meluangkan waktu menerima, mengantar dan menjelaskan konten serta mentraktir kami.

Rush pun bergerak cepat meninggalkan area Waduk Jatigede menuju pintu tol Kertajati dan kembali ke Gedung Sate. (Akw 21/07)

Photo loncat & Aku. Kamu?..

Ternyata berlevitasi telah dilakukan 3 tahun lalu dan sekarang dilanjut lagi. Hayuu… cobaa.

Menatap layar gadgetku, tersenyum sendiri melihat photo-photo terbang kawan-kawan dan juga bos-bosku. Mereka melayang beberapa senti diatas tanah, dengan wajah ceria dan sebagian tahan nafas. Sedikit tergurat rasa lelah, tapi sesaat terhapus oleh suasana gembira.

Wajar temen-temen dan para bos merasa hepi karena hasil photonya menyenangkan hati. Itupun bukan hasil instant, karena perlu persiapan untuk meloncat berulang kali agar mendapatkan moment terbaik.

Memang untuk berlevitasi alami butuh perjuangan lebih keras, tapi minimal sampai level jumpshot ceria sudah bisa dicapai. Alhamdulillah.

Levitasi adalah seni photography yang menghasilkan photo melawan gravitasi. Seakan terbang tidak menapak bumi, tapi bukan terlihat meloncat. Klo terlihat meloncat, itu namanya ‘jumpshot‘.

Ada juga yang menggunakan photoshop dan diedit sehingga melayang hasilnya. Tapi aku mah yach… alirannya yang alami ajah. Biarin ngesang (berkeringat) dikit, itu resiko perjuangan. Trus pakenya juga bukan kamera DLSR, cukup gadget we yang ada, khan cuman buat seru-seruan. Saat itu Samsung Galaxy Note 3 yang mulai digunakan cukrak cekrek.

Tapi sejak kapan yach mulai gandrung dengan gaya photo melayang?

……..

Penasaran… coba diingat..

Sumber : capture screen my IG

Eh sekarang khan jaman canggih. Tinggal buka instagram olangan… dan tralala… ternyata baru 3 tahun lalu, Agustus 2014 dan korban perdananya yang musti keringatan karena musti loncat 20x lebih adalah kawan-kawan di tempat kerja lama di jalan malabar Kota Bandung.

Sumber : capture screen my IG

Ada temen yang moo upacara HUT Kemerdekaan RI ke-69 dibajak dulu buat loncat-loncat pake baju Korpri, trus dilanjut bapak satpam yang baik hati sedang nyapu halaman.. disuruh juga lompat-lompatan dan diabadikan dengan smartphone yang ada.

Sumber : capture screen my IG

Begitupun di akhir agustus ada acara pekan olahraga di halaman gedung sate, 3 rekan berseragam olahraga melompat bersama. Termasuk sepupu yang sedang berwisata ke Tahura Dago, tak lepas dari permintaan untuk meloncat dan lumayan keren hasilnya (maaf muji sendiri).

Sumber : capture screen my IG

Dan sekarang, 3 tahun berlalu. Semangat jumpshot dan levitasi kembali menggelora. Tentu dengan strategi bagaimana agar tidak banyak loncat tapi hasilnya yahuud.

Jumpshotku di P. Belitung, 2017

Ternyata tetep saja harus take gambar lebih dari 10x loncat untuk satu photo melayang. Tapi hikmahnya memang terasa suasana gembira dan keceriaan serta dipaksa berolahraga dengan mode loncat-loncat ceria. 

Berlevitasi di Tanjung Aan, Lombok, 2017.

Cerita tahun ini tentang jumpshotku terasa lebih berwarna karena ada kawan yang pintar mengambil gambar pose melayang plus pelajaran berharga dari anak-anak kecil yang piawai bermain smarphone  sehingga bisa ikutan ‘terbang’ dan ‘melayang’.

Photo : Dokumen Pribadi

Terakhir ini photo Mr T yang cool dan cuek, akhirnya tertarik untuk mencoba sesaat terlepas dari bumi menjejak eksistensi.

Yang penting adalah, jalani kegiatan ini easy going, manfaatkan moment perjalanan baik urusan dinas atau pribadi dan jangan lupa, suruh orang lain loncat dan hasilkan photo ‘melayang’nya. 

Wassalam.

@andriekw

Gajahenam,   syawal 1438  H

Si kecil terampil di Tanjung Aan.

Pelajaran penting dari sekumpulan bocah cilik di Tanjung Aan, P. Lombok.

Photo : dokpri versi panorama

‘Ala bisa karena biasa’ pepatah lama terngiang dan terbukti. Tidak perlu melihat usia, karena keahlian itu bukan sudah berapa lama hidup di dunia. Tetapi berapa sering kita melakukan aktivitasnya. Setekun apa kita berusaha dan sekeras apa keinginan kita untuk bisa, itu yang menjadi poin pentingnya. Ditambah motivasi untuk menjadi bisa. 

Bicara motivasi itu sangat beraneka, ada yang mengejar keahlian karena mengejar pujian, tetapi tidak sedikit bahwa keahlian diyakini bakal mendatangkan kesejahteraan. Selain pujian, motivasi bisa timbul karena cacian, hinaan dan cibiran. Tinggal bagaimana mental kita menghadapi semuanya.

Photo : dokumen pribadi

Disini, di sebuah tanjung yang berpemandangan indah tepatnya Pantai Tanjung Aan Kawasan Mandalika Pulau Lombok. Masuk wilayah administratif Kabupaten Lombok Tengah. Tanjung Aan ini hanya satu dari sekian banyak spot yang bisa jadi tempat selpi, welpi atau jumpshot dan tentu para penggiat levitasi. Pokoknya ngemanjain banget orang yang suka photo2. Klo photografer profesional tidak usah dibahas, kita mah yang amatiran, berbekal smartphone canggih yang kameranya punya aneka fungsi tapi kita nggak tau cara pakenya kecuali cekrak cekrek selpi dan selpi hehehehe.

Klo buat apdet status di medsos dan hahahihi chat di WA, Bbm, Line dan sebagainya itu biasa. Tapi giliran kamera… ya cukrak cekrek aja. 

Photo : dokumen pribadi

Di Tanjung Aan ini membuka mata kami dan pepatah tadi terngiang kembali. Rombongan yang mayoritas orang tua, menduduki jabatan mentereng ternyata mati kutu dan tak bisa komentar dari celetukan anak kecil, “Yach hape nya jelek!!!”, “Yang serius donk pa, dengerin aba-aba!” dan menuruti celetukan serta perintah mereka.

Kami masuk golongan anak muda yang tergabung dalam rombongan besar inipun tersenyum dikulum melihat pa bos disuruh berulang-ulang meloncat demi hasil photo jumpshot yang keren. Atau juga diberi instruksi untuk berlari dan berpose dan berlari untuk dapatkan photo panorama yang menarik.

Photo : dokumen pribadi

Mereka masih anak usia SD kelas 4-5, dengan kaos lusuh wajah kusam tetapi mata terang  berbinar. Menyambut kami yang masuk area pantai dengan tawaran untuk membantu memphoto kami dengan HP kami. Awalnya terasa risih karena ngikutin terus sambil rewel mirip anak minta jajan. Tetiba muncul rasa iba, disodorkanlah smartphone kami dan langsung jemari mungil mereka bergerak lincah dan instruksi, “Ayo kita photo dorong pulau, terbang atau tembak-tembakan.” 

Photo : dokumen pribadi
Kami bengong sesaat dan coba ikuti intruksi. “Nah gitu pa, nich hasilnya”, hanya beberapa detik tersaji gambar yang tepat. Kami jadi semangat dan mencoba photo terbang…. tralaaaa… hasilnya luar biasa. Teman lain yang awalnya tidak mau bekerjasama dengan anak-anak kecil inipun jadi penasaran dan nyodorin hape masing-masing. 

Photo : dokumen pribadi



“Jelek ini henpunnya, ga ada mode panorama,” dengan bersungut-sungut anak kecil menyodorkan kembali hp ke yang punya. Teman saya menggerutu, “Sialan, jauh2 ke lombok eh diceramahin anak kecil klo hp nya jelek..”

Nasiib… nasib.


Photo : dokumen pribadi
Tak putus asa, akhirnya nebeng dech photo loncat dan sebagainya pake photo temen dengan komando dari anak kecil yang begitu terampil serta profesional. 

Photo : dokumen pribadi

Setelah tuntas, mereka tidak matok bayar berapa. “Lima ribu aja om”, gitu jawabnya. Tapi nggak tega, jadi meluncurlah duit lembaran 20rb an dan lumayan juga karena yang ngasih lebih dari satu orang.

Akhirnya kami kembali ke Bis travel yang setia mengantar kami. Menyisakan kenangan indah pemandangan mandalika dan wajah polos sang anak kecil yang begitu terampil menggunakan mode kamera di smartphone kami-kami.

Wassalam

@andriekw 190717

Kepala Kakap & Burung Punai

Enaknya kepala kakap dan burung punai goreng, yummy…

Sumber photo : Dokumen pribadi

Tawaran makan siang gratis memang tak bisa ditolak, apalagi setelah meeting sang perut sudah kerasa nagih untuk diisi. Maklum 18 jam perut hanya diisi air putih dan teh saja plus dua glek VCO dan setetes madu… 

Lagi pengobatan?..

Lagi diet?….
Nggak!!, cuman mencoba gaya hidup yang insyaalloh cocok untuk diri ini. Dan yang terpenting adalah pola gaya hidup (diet) ini akrab bingit dengan yang namanya rumah makan padang. Karena rumus sederhananya adalah Stop Karbohidrat, Stop Gula dan Ganti Lemak. Serta dipadu dengan pola puasa… entar aja dongeng lengkapnya yach. Khan moo cerita dulu tawaran makan siang lho, bukan cerita diet he he he.

Sumber photo : Capture Google maps

Ternyata tidak jauh dari sekitaran Monas tempat meeting pertama, dalam kendaraan tebengan yang meluncur membelah jalanan siang jakarta yang padat menuju bilangan pasar baru, tepatnya di jalan Krekot Bunder. RM Padang Medan Baru, itu nama rumah makannya. Tiba di depannya, sudah penuh mobil berderet parkir. Terlihat dari luar tidak terlalu luas. Tetapi setelah kaki menjejak ke dalam rumah makan, terasa luas dan panjang. Maka tanpa basa-basi menuju tempat yang sudah disediakan oleh sponsor :), duduk manis sambil ngeceng makanan yang disajikan, terutama itu tadi kepala kakappp…

Sumber photo : Dokumen pribadi

Ternyata kesampaian juga menikmati sajian kepala kakap di rumah makan ini. Termasuk bonus yang juga andalannya adalah burung punai goreng. Sedikit lebih kecil dari puyuh dan dagingnya empuk serta harum. Sajian rendang dan balado lainnya tidak sempat dicicipi karena sudah keburu terhipnotis oleh lezatnya kepala kakap dan burung punai goreng.. of course Tanpa Nasi.

Sayangnya burung punai goreng lupa diabadikan dulu, karena baru saja dihidangkan langsung menjadi rebutan para hadirin penikmat makan siang ini, kalaupun photonya adalah tumpukan tulang belulangnya serasa tak elok karena tidak beda dengan kumpulan tulang ayam goreng.

Maksi ini ditutup dengan segelas jus alpukat tanpa gula. Disajukan cepat dan betul-betul alpokat mentega less water, less Ice and no sugar. Segerrr. Nikmat. 
Alhamdulillah perut kenyang pikiran tenang. Sebagian teman berpindah duduk ke ruangan tanpa AC atau di luar area rumah makan untuk melakukan ‘ritual’ pembakaran sebatang dua batang rokok. 
Pas nyari toilet dan mushola, pegawai menunjuk arah belakang. Segera bergerak dan dibalik banyak orang cacaleuhakan eh makan-makan tersembunyi mushola yang asri dan bersih lengkap dengan tempat wudhu yang nyaman. Pokoknya musholanya rekomended dech… kecil tapi nyaman.

Setelah semua selesai maka rombongan dengan beberapa mobil bergerak ke tempat meeting berikutnya. Terima kasih kepada sponsor yang sudah mentraktir kami semua, semoga dibalas dengan rejeki yang lebih banyak dan berkah.

Wassalam

@andriekw kihapit160717

Pepatah dari Mataram

Berkesempatan shubuh berjamaah serta pengajian singkat di Mesjid Raya Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Perjalanan hidup meniti waktu adalah misteri, tiada hak kita diberi untuk tahu tentang masa yang akan datang. Itu adalah ujian keimanan dimana kita harus meyakini takdir masing-masing.

Begitupun tulisan ini tertuang setelah nurani tersentuh hingga raga tergerak disaat malam hari melintas bangunan megah nan indah, mesjid yang besar serta dikelilingi selasar yang ditopang berpuluh tiang yang anggun dan tenang. Karena agenda acara masih padat maka berkunjung ke mesjid tersebut sekaligus untuk mengikuti shalat berjamaah esok hari sambil menikmati megahnya Mesjid Raya Hubbul Wathon Islamic Center NTB.

Diantar taksi yang setia 24 jam di depan hotel Golden Palace Mataram, menyusuri jarak 3,4 km hanya 5 menit saja, kami berdua tiba di pelataran Bangunan mesjid raya. Bergegas menaiki tangga pelataran dan disuguhkan halaman dalam yang luas.

Menyambut kami nuansa emas begitu bersinar dan kembali kami takjub karena keindahan bangunan yang dilengkapi 4 buah eskalator karena posisi mesjid harus kembali naik. Pilihan selain eskalator bisa juga meniti tangga yang cukup lumayan. Sebelum naik eskalator,mnenyempatkan diri mengambil gambar bedug besar yang berada di samping kanan.

Memasuki mesjid raya disambut dengan bentangan anggun karpet merah, ornamen islami memberi nuansa agamis serta murah di dinding atas menambah semua pesona. Usai menunaikan sholat sunnat tahiyatul masjid, adzan shubuh berkumandang. Maka kembali lakukan sholat rawatib dan dilanjutkan sholat shubuh berjamaah.

Usai sholat, dzikir berkumandang berpadu dengan do’a dan dilanjutkan dengan kajian islam berupa ceramah dan tanya jawab bersama TGH Mahalli Fikri dengan tema ‘Menyambung silaturahim’.

Menyambung silaturahim adalah jewajiban manusia yang tidak bisa ditawar-tawar karena Allah SWT tidak akan merahmati manusia yg tidak punya rasa rahim kepada sesama. Silaturahim harus tersambung dg baik terus menerus. Sebagaimana dalam sebuah hadits shohih yang artinya : ...tidak akan masuk surga bagi yang memutuskan silaturahim.

Manusia ditakdirkan sebagai mahluk Ijtima’i, yaitu mahluk yang membutuhkan keberadaan dan bantuan orang lain atau dalam istilah para ahli, manusia itu adalah mahluk sosial.

Nabi Adam diciptakan di surga dan tentu ada teman-temannya serta pasangannya. Dengan jenis mahluk yang berbeda yaitu golongan malaikat, golongan jin dan juga golongan setan. Berbicara tentang pasangan maka sudah jelas manusia itu pasangannya manusia, bukan jin atau malaikat apalagi setan. Meskipun bicara tingkatan makrifat, setan atau iblis bisa jadi lebih tinggi derajatnya dari manusia (Nabi Adam) karena iblis bisa berdialog dengan Alkah SWT. Iblis menjadi dihinakan karena sikap sombongnya menentang perintah Allah SWT untuk menghormati Nabi Adam.

Manusia akan sakinah jika menikah dengan manusia. Kehidupan penuh kecintaan dan kasih sayang, Tarohum almutahalim, Timbal balik saling menghormati.

Semua tindak langkah perbuatan bersumber dari hati, maka harus dipastikan hati ini bersih dari hal-hal yg merusak dan mengganggu. Penuhi hati dengan cinta da kasihn sayang. Berusahalah untuk menghindari 6 sikap mental yang bisa merusak silaturahim yaitu yang singkat TENGIL.

T : Takabur

E : Egois

N : Norak

G : Galak

I : Iri

L : Licik

Takabur adakah sikap merendahkan orang lain, merasa paling pintar paling tahu

Egois jelas sebuah sikap ingin menang sendiri, tidak mau memikirkan orang lain.

Norak atau kajuman sudah jelas perbuatan riya, katena akan berbuat baik dengan hatapan mendapatkan pujian.

Galak adalah sikap mudah marah dan emosi tinggi sumbu pendek, tidak memiliki kesabaran dan kelembutan.

Iri jelas sikap yang harus dihindari meskipun butuh perjuangan berat agar kita tetap ikhlas terhindar dari iri dengki.

Terakhir Licik, memanfaatkan berbagai cara, tipu-tipu untuk keuntungan sendiri atau kelompoknya.

Itulah 6 sikap yang harus dihindari karena bisa merusak sikaturahim.

Usai mengikuti pengajian tersebut, bergerak melewati karpet merah, menuruni tangga dan berjalan menuju keluar. Tidak lupa mengabadikan sudut bangunan berlatar siluet langit disaat akan segera terbit.

Itulah sejumput cerita yang didapat di Mesjid Raya NTB 12 Syawal 1438 Hijriyah.
*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam

Wassalamualaikum Wrwbr

@andriekw Praya060717

Kunker Testimoni ke KEK Mandalika NTB

Tulisan singkat giat kunker Tim KEK Jabar ke Kawasan KEK Mandalika di Lombok NTB 5-6 Juli 2017

Laporan Kunker Testimoni Tim KEK Pariwisata Provinsi Jawa Barat tanggal 5 – 6 Julii 2017 ke KEK Mandalika di Kab. Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan dipimpin Bapak Asisten Ekbang Setda Provinsi  Jawa barat dan diikuti oleh Kepala BP2D, Kepala Biro Dalbang, Kepala Biro SPIBUMD, Inspektorat, DisPerkim, DisOrda, DisPMPTSP, Dirut PT BIJB, PD Jawi, PT. Jasa Sarana, Pemkab Sukabumi, Pemkab Sumedang, KCIC.

Kegiatan Hari Ke I, 5 Juli 2017  

Pertemuan dengan Pemkab Lombok tengah dan Tim ITDC di kantor Bupati Lombok Tengah & Jajaran didampingi Kasubdit Asdep Kemenpar pa Burhan membahas ttg :

1. Best practise Pemkab Lombok Tengah dalam mewujudkan KEK Pariwisata Mandalika hingga terbit PP No. 52 Tahun 2014.

2. Syarat penting KEK pariwisata agar segera terwujud ada beberapa hal yaitu : 

a. Komitmen dan Sinergis  antara  Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkab khususnya Kebijakan dan regulasi.

b.  Fokus terhadap bidang pariwisata yang tertuang dalam RPJMD serta RTRW.

c. Ketersediaan Lahan yang dimiliki oleh pihak tertentu dlm kondisi clear & clean.

d. Leadership dari Bupati beserta jajaran SKPDnya khususnya Dinas pariwisata, unsur Swasta yang fokus mewujudkan bidang pariwisata serta memahami secara utuh potensi yang dimiliki daerah.

e. Pengusul adalah Badan usaha dalam hal ini BUMN yaitu ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) yg memiliki semangat untuk memajukan daerah.

f. Rencana aksi untuk mewujudkan KEK pariwisata ini juga melibatkan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah baik di level provinsi juga di kabupaten Lombok Tengah.

g. Meskipun APBD terbatas, tetapi SKPD bahu membahu untuk mendukung bidang pariwisata serta melobi provinsi dan pusat untuk dukungan anggaran.

3. AsdaEkbang prov Jabar menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan dalam rangka percepatan penyusunan proposal dari 6 KEK pariwisata yang akan diusulkan serta  memperkenalkan Tim kordinasi dan Tim perintis KEK pariwisata di Jawa barat.

Hari ke II, 7 Juli 2017

Kunjungan ke Lokasi proyek KEK Mandalika dan Objek wisata.

1. Pertemuan dg manajemen proyek KEK pariwisata Mandalika yaitu Ibu Indah dari ITDC dan Admintratur KEK mandalika yang dijabat oleh KadisPMPTSP Kab Lombok Tengah menjelaskan tentang  area KEK Mandalika seluas 1.035 Hektar dengan kepemilikan lahan adalah milik pemerintah yang HPLnya dipegang oleh ITDC.

2. Faktor penting dalam pengusulan dan pengembangan KEK pariwisata adalah : 

a. Pertanahan.

b. Infrastruktur & fasilitas kawasan.

c. Kelembagaan & SDM.

d. Perangkat pengendalian administrasi. (Sistem pelayanan perijinan dan sistem pengelolaan kawasan)

e. Investasi

3. Poin penting dalam proses pemenuhan persyaratan pengajuan menjadi KEK pariwisata adalah kristalisasi komitmen khususnya untuk sarana infrastruktur dalam bentuk MOU antara pemda dengan PT PLN terkait ketersediaan listrik, PT Telkom untuk teknologi informasi, PDAM untuk ketersediaan air bersih di kawasan KEK tersebut. MOU tersebut menjadi lampiran penting dalam pemberkasan administrasi untuk menerbitkan PP tentang KEK tersebut. Yaitu terbitnya PP No 52 Tahun 2014 untuk KEK Mandalika.

4. Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi pembangunan mesjid dan objek wisata di area KEK Mandalika diantaranya Pantai Kuta lombok dan Pantai Tanjung Aan. 

Demikian laporan kami.

*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam

Wassalam

Ber-Levitasi di Pulau Belitung

Akhirnya sebuah cerita tentang kami, grup dadakan yang senang loncat-loncat meski usia sudah tidak muda tuk wujudkan photo-photo levitasi kami

Demi mewujudkan mimpi bersama untuk dapat menghasilkan photo levitasi terbaik kami, maka disaat yang memungkinkan di sela pekerjaan yang bejibun, kami berusaha membuat photo levitasi terbaik versi kami.

Agar hasil photo levitasi kami tidak terlalu mengecewakan maka lokasi pemotretan harus yang kereen. Meskipun kami kurang berhasil atau tidak berhasil melayang… yaa minimal jump shot di dapat atau paling minimal lokasi dan pemandangan yang ada tidak kalah ciamik.

Baca juga : 

  • Mimpi & persiapan betLevitasi

Maka…… eksotisme Pulau Belitung menjadi pilihan kami yang kebetulan mendapat kesempatan berkunjung ke sini dalam rangka menunaikan pekerjaan. Suatu kebetulan atau keberuntungan?… yang pasti harus disyukuri dan ditafakuri.

Perkenalkan anggota levitasi kami yaitu :
1. Mr P

Anggota kami yang pertama mr P, orangnya humoris dan pantang menyerah, kuat mental diketawain banyak orang tapi tetap cool. Wajah sumringah dan ceria. Berlokasi di pantai putih Pulau Lengkuas Belitung, loncatannya begitu membahagiakan kami.

Akhirnya nyerah setelah 25x loncat, “Nanti dicoba besok setelah tenaganya pulih kembali”, ujar Mr P sambil telentang ngos ngosan di pantai.

Dan…. ternyata kata-katanya menjadi kenyataan. Dengan background replika SD muhammadiyah Gantongnya Andrea Hirata, mr P berhasil loncat dan menghasilkan jump shot ciamik di dekat bendera. Hebaat!!!!

2. Mrs L

Dia anggota baru tetapi cepat belajar, mungkin juga karena tubuhnya ringan sehingga berhasil meloncat meski belum sepenuhnya melayang.
Good job mis!!

3. Mr K

Ini anggota lama dan sudah sehati dengan penulis sehingga cukup lompat sekali sudah berhasil melepas pijakan di pantai.

Tapi ternyata susah juga, semua butuh pengorbanan no pain no gain ceunah dan akhirnya berhasil melayang di atas pasir pantai Lengkuas Belitung.

Selanjutnya posisi hormat bendera berhasil didapatkan di halaman SDnya Laskar Pelangi meski belum sempurna berlevitasi yaa… minimal sudah mendekati.

4. Mr L

Ini sih jump shot, tapi lumayan untuk pemula. Dan ekspresinya sangat cocok seperti yang di kejar monster laut… tulung.. tulung.

5. Mr A

Sebut saja begitu, penulispun harus berpeluh dulu sebelum dapat gerakan loncat yang membanggakan.
Jump shot di pasir putih Pantai Lengkuas Belitung.

(Hampir) levitasi di SDnya Laskar Pelangi, tapi kok jadi bantet yaa?….

Lokasi di Kecamatan Gantong Belitung Timur.
Itulah cerita tim levitasi kami yang bernama PLLAK team, gabungan dari nana-nama depan kami.
Salam melayang

Salam jumpshot

Salam Levitasi
Ciaooo….

@andriekw 

Belitong15160617