Gerbong Priority

Kerja kerja kerja sambil memaknai perjalanan yang menyenangkan di Gerbong Priority Argo Parahyangan.

Photo : Gerbong Priority tiba di Stasiun Gambir / Dokpri.

Berawal dari sepenggal informasi tentang promosi Gerbong KA Priority dengan rute Bandung-Jakarta yang beredar di medsos. Tertarik?… pasti. Tapi nggak elok juga jikalau tiba-tiba berangkat gitu aja tanpa alasan yang jelas, atuh bisa Penilaian SKP terganggu. Maka disini kekuatan doa menjadi jalan pembuka, meminta kepada Allah sang Maha Mem-bolakbalikan hati.

Tring…

Sebuah disposisi bigboss menugaskan untuk hadir mewakili sebuah acara di Jakarta… ahiiw. Senangnya. Tapi… ternyata acaranya 2 hari, wajib nginep hiks hiks hiks. Dilema. Tapi ya gimana lagi, tugas ini adalah konsekuensi sebagai ASN. Ya jalani dan laksanakan sebaik-baiknya.

***

Shalat shubuh di Mushola Stasiun Cimahi menjadi awal perjalanan pagi ini, setelah beberapa menit yang lalu kedinginan karena dikejar angin dini hari diatas jok grabbike. Udah solat mah tenang. Beberapa menit kemudian terdengar suara nyaring datangnya rangKaian Argo Parahyangan yang kemudian lampu sorot di kepala lokomotif menerangi wajah-wajah penuh penantian.

Loko berhenti diikuti gerbong-gerbongpun ikut menahan langkah agar para penumpang bisa naik dengan nyaman. Tadaaa…. langkah kaki bergerak memasuki gerbong ekskutif dan melewati jajaran kursi penumpang menuju gerbong paling belakang, gerbong priority. Tiket promo seharga 200 ribu dipegang erat ditangan untuk memastikan dapet tempat duduk sesuai ketentuan.

Pintu terbuka, suasana spesial menyambut hangat. Dinding kayu yang elegan dan semerbak parfum ruangan yang lembut memberi kenyamanan. Pantry dan minibar di sebelah kanan serta senyum manis pramugari mengantarkan langkah menuju kursi penumpang. Hanya tersisa 1 kursi sesuai tiket dan sisanya 27 kursi terisi penuh.

Duduk perlahan dan bersandar di kursi seempuk sofa, langsung disodorin kotak snack berwarna hitam. Tak perlu hitungan detik, dibuka… 1 botol air kemasan dan 2 roti tersenyum penuh arti. Melirik ke samping jendela lalu mata beredar menjalari dinding kayu yang mengesankan ini. Trus untuk fasilitas entertainmentnya sebuah televisi flat ukuran 65 inchi memutar film Jurrasic Park 3. Di depan masing-masing penumpang terdapat layar video yang menyajikan film-film serta musik pilihan yang bisa dinikmati privat dengan minta headset ke petugas.

Rasa ngantukpun tertahan karena penaaasaran melihat-lihat fasilitas gerbong priority ini. Pertama kamar mandi, terletak di samping pantry, isi kamar mandinya serasa di hotel, WC duduk dan wastafel plus goyang-goyang, maklum khan kereta apinya lagi jalan.

Lalu di minibar tersedia air panas lengkap dengan kopi/teh celup plus gula and krimer, moo bikin sendiri atau dilayani yaa tinggal reques aja. Untuk lebih melengkapi, segera balik ke kursi, buka tas dan ambil botol cold brewnya manglayang karlina dari @238coffee daan…. rasa khas high acidity-medium body and sweetnya melewati kerongkongan ini memberi sensasi perjalanan yang tak terlupakan.

Puas menikmati area minibar, kembali ke kursi penumpang, mencoba video on demandnya Kawista eh Kereta Api Wisata ini, dengerin musik dan nonton film dengan akselerasi alias dicepet-cepetin 🙂 ada Mission Imposible 3, Transporter juga Poltergeist, Despicable me dan lainnya… ya film produksi 2-3 tahun lalu, tapi dengan kualitas gambar yang bagus, tentu jadi hiburan tersendiri.

Trus yang penting juga adalah silaturahmi dengan penumpang disamping kanan, seorang bapak yang simpatik, Dosen dan pimpinan Lab Mesin di ITB, bapak DR Ir.Iman, menimba pengalaman dan cerita tentang beberapa hal, Alhamdulillah.

***

Perjalanan 3 jam terasa lebih singkat, karena baru saja mencoba sedikit terlelap… eh udah ada pengumuman bahwa Kereta Api tiba di Stasiun Bekasi. Tentu tak berapa lama lagi Jatinegara dan akhirnya Stasiun Gambir sebagai tujuan akhir. Segera mempersiapkan diri. Membaca kembali bahan-bahan rapat terkait Universal Akses dan Pokja Sanitasi Jawa Barat.

Buat yang penasaran bisa buka IG Kawisata.

Wassalam.
Aryaduta-Jakarta, 130318. (AKW).

Kuliner dini hari

Dinginnya pagi jangan menjadi alasan untuk berdiam diri, tapi sebuah tantangan untuk nikmati kuliner penuh arti.

Gelap masih menyelimuti hari, ditemani gigitan lembut dinginnya pagi yang mencengkeram raga dari segala sisi. Tapi itu semua tidak menyurutkan langkah untuk terus menyusuri jalan kehidupan yang terbentang di hadapan.

Bergerak menyusuri jalan perumahan yang masih sepi seolah kehidupan sedang berjeda. Tapi beberapa rumah sudah mulai terdengar gemericik air, sementara dengkuran halus masih mendominasi kenyataan. Ahh.. biarkan saja. Itu khan sesuai dengan komitmen masing-masing dengan prinsip hidupnya.

“Trus kamu ngapain jam segini sudah beredar?”, sepotong tanya lewati nalar, memberi peluang untuk tersenyum dan menjawab, “Ya pengen aja, apa pedulimu?” Agak ketus jawaban yang keluar, tapi tidak menjadi awal perseteruan karena dialognya masih berada dalam satu kepala.

Beberapa pemulung terlihat sudah berdinas, mengais kotak sampah warga untuk mengumpulkan plastik atau barang bekas yang mungkin berharga. Meskipun disaat diri ini melewati mereka, sapaan salam hanya dijawab dengan tatapan tanpa kata. Kembali permakluman menggema, mungkin memang sedang menghemat suara.

Setelah berjalan hingga 1,5 kilometer akhirnya tujuan pun sampai. Seorang ibu tua berkerudung menyambut dengan senyum ramahnya. Sementara satu tangan lagi sibuk mengatur posisi kayu bakar agar hasilkan panas yang sesuai. Harum adonan tepung beras dan oncom berpadu membuat aroma khas di pagi ceria, dingin dan lembab hilang sudah tergantikan oleh suasana penuh kehangatan.

Tak banyak cakap karena ternyata banyak juga yang datang mendekat. Transaksi singkat diperkuat oleh cahaya lampu mobil yang berkilat-kilat, menyaksikan peralihan barang dan uang di pagi buta penuh kekaguman.

Pilihan rasa terbatas tapi itulah yang menjadi makna kualitas. Menjaga rasa pantas serta kekuatan originalitas, membuatnya bertahan jalanani perubahan jaman tanpa takut turun kelas. Kuncinya adalah ikhlas dan melayani pembeli dengan prioritas.

Suguhan raja dan rakyat biasa atau disingkat SURABI, penganan sederhana yang miliki seribu makna. Meski pilihannya hanya surabi oncom dan surabi kinca, tapi disitulah sejarah kuliner lokal tetap membahana. Ibu tua ini berjualan dini hari mulai jam tiga, hingga ludes tepat jam lima. Jikalau jam enam pagi baru tiba, maka hanya rasa hampa yang akan mengemuka.

Wilujeng berburu dan menikmati surabi asli tanpa toping dan aneka varian yang warna warni.

Lokasi : di Sebrangnya Jalan Raya Kerkof No. 71 Leuwigajah Cimahi Selatan. Sebelum gapura pintu masuk Perumahan Cipta Mas Leuwigajah. Jam operasional 03.00 sd 05.00 wib… ya kadang ampe jam 06.00 Wib. Wassalam. (AKW).

Long wiken (weekend) kerja.

Ini sih hanya curhat, “Dear diary online…..”

Libur panjang yang diawali dari hari jumat ini tentu menjadi dambaan para pekerja kantoran yang selama ini berjibaku mengabdi melaksanakan aneka tugas dan kerja demi sebongkah rupiah yang dinanti di akhir bulan ataupun awal bulan untuk para pegawai negeri dan ASN.

Photo : Suasana minggu malam menjemput istri/dokpri.

Mungkin sudah ada yang berencana akan kemana bersama siapa dalam mengisi long wikend ini. Urusan kemana sih relatif gampang di jaman now mah, tinggal buka smartphone, ketik di search enggine keyword : ‘best destination at... (pilih kota)’…
Murudul tah.. eh maaf, segera bejibun info tentang lokasi tujuan liburan atau wisata dengan berbagai info dan cerita.

Jangan percaya gitu aja, cek and ricek wajib kawan. Hasil googling bisa ditinjut (ditindaklanjuti) dengan telepon langsung ke nomor yang tertera di website resminya. Supaya tidak perangah disaat tiba di lokasi wisata ternyata menjumpai harga yang jauh lebih mihil.

Kedua adalah dengan siapa moo long wiken?

Bareng keluarga, anak istri.. itu yang ideal. Manfaatkan waktu libur untuk membangun quality time dengan keluarga tercinta. Karena apa?… karena e karena... itu yang akan menjadi investasi jangka panjang kita. Terutama psikologi anak yang dekat dengan orang tua terutama ayah, memberi kestabilan emosi bagi sang anak di saat dewasa nanti.

Trus klo ada printah di long wiken?….

Ga usah jadi nightmare juga pren. Tapi lihat substansi, klo bisa dikerjain sambil kumpul anak istri. Ya beri pengertian istri dan anak, minta waktu barang sejenak. Untuk buka laptop dan udah beres send by email ke bos.. tuntas.

Photo : Menjemput sore bersama anak semata wayang / dokpri.

Yang berabe di saat perintahnya musti hadir di kantor, rapat bersama.. itu mah perlu negosiasi bilateral dengan berbagai pihak heu heu heu. Terutama anak istri yang berharap banyak untuk bisa libur bersama.

Dilema melanda, antara cinta dan tugas mendera. Disini yang muncul adalah kompromi, meskipun terkadang mood udah rusak. Tapi apa mau dikata. Nasi sudah menjadi bubur, tinggal tambahin abon dan irisan cakue. Lumayan ngenyangin.

Ya jikalau bukan rutinitas dan urgenitasnya level super prioritas, apa mau dikata… resiko jeneng. Terpaksa ubah liburan menjadi rapat, eh jangan terpaksa ding, tapi ‘belajar ikhlas.’

Kecuali klo rapat di hari libur itu menjadi rutin…. itu mah…. yaa gitu dech.

Eh klo nglantur. Back to topic, dengan siapa kita long wiken?..

Lebih ideal lagi ajak keluarga besar sabondoroyot. Resikonya perlu kordinasi lintas generasi dan kepastian sharing biaya. Kecuali siap nanggung semua, itu lain urusan. Tinggal atur agendanya kumaha, diskusikan, sepakati… deal and go.

Trus klo yg belum punya pasangan, moo wiken ma siapa?…

Jangan kecil hati mblo, siapa tau dapet jodoh di tempat wisata. Manfaatkan waktu sendiri untuk memaknai kehidupan ini sambil mensyukuri nikmat Illahi. Karena jika sudah berpasangan nanti akan beda lagi nilai syukur nikmat itu…

Ini mah bocoran… klo udah nikah mah, wisata itu nikmat pisan ama istri, apalagi klo anak nggak ikut dan dititipin ke mertua… upssst teganya.

Udah ah, gitu aja curhat di long wiken ini. “Kenapa nulis ini?… ” “karena memang nggak long wiken.”

Hari jumatnya nglembur setengah hari, sambil antar jemput istri yang masuk kerja. Sabtu di rumah bersama anak istri. Minggunya kembali anter istri kerja.

Kacian dech….

Yaa.. kembali itu tadi, obatnya adalah belajar ikhlas dan belajar bersyukur.

Sekali lagi, met wiken and long wiken pren, Wassalam. (AKW).

Tubruk hingga Tosca Coffee

Disaat rasa pusing melanda di perjalanan, kopi pahit adalah obat mujarab. Dari tubruk hingga manual brew bikin harimu jauh dari kelabu.

Pagi gerimis di stasiun Cimahi tidak menciutkan nyali untuk tetap melangkah pergi. Masuk ke gerbong ekonomi Argo Parahyangan yang akan mengantarkan diri memenuhi janji untuk bersua dengan seseorang di seberang depan Taman Suropati dan satu lagi di bilangan Epicentrum Jakarta.

Sesaat kemudian sang ular besi bergerak dengan gemeretak dan desisan panjangnya. Meliuk dan bergerak cepat melahap rel yang mulai menanjak selepas daerah padalarang. Setelah duduk tenang di kursi penumpang, mencoba pejamkan mata sebentar saja. Sayang, mata tak mau terpejam karena diganggu beraneka pikiran yang terlintas di kepala tanpa jelas tujuannya.

Yang pertama pasti kangen sama si kecil yang tadi masih terlelap pada saat ayahnya harus berangkat dan juga ibunya. Meskipun sudah coba dibangunkan dari mimpinya tapi si kecil hanya memicingkan sedikit mata belo-nya, trus bobo lagi. Ya sudah ditinggal dengan bisikan lembut di telinga mungilnya, “Assalamualaikum.. ayah berangkat dulu.”

Kedua, so pasti urusan kerjaan. Meski pasukan ada beberapa yang ‘jaga warung’ , tapi tetep aja direction jarak jauh berlaku, jangan sampai melenceng dari rencana.

Ketiga, misi keberangkatan ke ibukota menjadi penting karena akan berkonsultasi tentang sesuatu yang strategis dan menjadi konsentrasi kebijakan baik pusat dan daerah terkait pembiayaan infrastruktur.

Wuih serius pisaan…..

Soalnya makin bingung baca regulasi, ya udah tanya sana sini terutama lembaga yang nerbitin regulasi itu. Tapi sorry sobat, konten konsultasinya nggak dibahas disini yaa… Ntar dibuat di laporan resmi dengan sebutan ‘Telaahan staf’ …. disini dibahas pusingnya aja hehehehe.

Cara terbaik mengurangi atau menghilangkan keruwetan di dalam kepala ini nggak terlalu rumit. Tinggal mau bergerak… eh berdiri dulu, trus jalan melewati koridor tengah dari 2 gerbong penumpang hingga tiba di kompartemen makan minum.

Melangkah sambil agak goyang-goyang jaga keseimbangan hingga akhirnya 2 gerbong terlewati. Ahaa…. kompartemen makan pas kosong, bisa duduk dengan nyaman dan order ‘Obat penghilang keruwetan’ yaitu…. segelas kopi pahit, titik.

Ya meskipun dapetnya kopi hitam tubruk tanpa gula, cukuplah untuk sesaat menenangkan jiwa mendamaikan pikiran sambil mencecap cairan hitam panas dengan penuh kenikmatan… Alhamdulillah.

Tiba di Gambir disambut sapa sopan supir Grab yang langsung standbye di pintu selatan. Tanpa basa basi membawa kami menuju tempat konsultasi yang pertama.

Seiring detik terus berdetak, 2 tempat konsultasipun sudah dijabanin. Bersua dengan teman-teman baru yang langsung akrab serta memberikan motivasi dan solusi serta berbagi kreasi agar kita terus bekerja dan lakukan aksi. Pertemuan pertama di sekitaran Taman Suropati berjalan lancar, begitupun pertemuan selanjutnya di bilangan Epicentrum penuh keakraban. Meskipun sebelum sampai lokasi ada sedikit salah belok hingga grabnya terdiam karena tiba-tiba mentok di daerah Imperium. Maklum kurang konsentrasi, mustinya Epicentrum eh salah jadi Imperium.

Tuntas berkonsultasi, kembali ke Gambir untuk nebeng lagi sama sang Argo Parahyangan agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta di rumah yang penuh warna dan drama.

Di stasiun Gambirlah bisa bersua dengan Reza dan Richard sang Barista muda dan Iman di Cafe Tosca. Cafe simpel yang memberi sajian membahana, pilihan lengkap bagi pecinta black coffee ataupun coffee artnya dengan liukan ganas lukisan rasa diatas permukaan mocachino dan cappucino. Peralatan manual brew mulai dari Hario V60, Kalita hingga aeropress hingga mesin kopi yang standbye untuk sajikan espreso dan dopio…. Yummy dech.

Tanpa membuang waktu, Reza segera memproses manual brew Kalita dengan Ethiopia bean. Sebuah proses yang menarik, seperti yang mengada-ngada pake kertas filter segala, 28 gram menjadi panglima begitupun grinder di level 4 menjadi nyata. Suhu 90 derajat celsius mewakili kesempurnaan rasa berpadu dengan teknik blooming dan brewing yang penuh akurasi maka tersaji segelas ramuan hitam penuh sensasi. Itulah sensasi proses manual brew yang penuh misteri serta beraneka makna… lebaay dech.

Seruput pertama di coba oleh sang Barista sebelum siap disajikan kepada sang Penikmat. Alasannya sederhana, “Khawatir rasa tidak sesuai asa ataupun kalau beracun maka sang Barista yang akan terkapar pertama.”

……Ah bisa ajah. Yang penting adalah segera sajikan manual brew Ethiopia versi kalitanya… aromanya sudah menyambar ujung hidung dan disaat perlahan dikumur dan diteguk maka rasa body mediumnya dapet dan low aciditynya plus sedikit sweet memberi kesan lapang dan nikmat.

Hanya 3x teguk, tandas sudah sajian pertama. Yang selanjutnya dijajal adalah bean Tolu Batak. Tetap dengan teknik manual brew kalita yang disajikan apik oleh sang Barista Tosca Cafe. Mau tau rasanya?… lebih nendang bro. Bodynya strong dipadu acidity medium, aroma jelas berikan suguhan keharuman yang mendamaikan.

Sruput… jleb…

Srupuut… mmmmmm… Yummy

Nikmat dan nikmat pisaaan..

Tapi ternyata pesta kecil ini harus bubar karena sang Argo Parahyangan tak mau kompromi dengan keterlambatan. Siapa yang telat ya ditinggal. Segera bayar sesuai sajian kenikmatan dan …..

“Kereta Argo Parahyangan jurusan Bandung telah tersedia di jalur dua…!!”

Kembali panggilan membahana, membuat kaki mempercepat langkah dan pamitan kepada sang Barista yang sebenernya sudah siap-siap di depan mesin kopinya untuk wujudkan double espresso andalannya.

Ciao… selamat bertemu di lain waktu. Wassalam. (Akw).

21 Pengertian Jalan

Terdapat 17 + 4 Pengertian tentang Jalan yang mungkin bisa nambah wawasan dan mewarnai perjalanan hidup kita semua.

Jalan itu definisinya adalah Prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan / atau air, serta diatas permukaan air kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel. Ps1.4.

1. Jalan Umum : Jalan yang diperuntukan untuk lalu lintas umum

2. Jalan Khusus : Jalan yang dibangun oleh instansi, Badan Usaha, Perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri.

3. Jalan Sistem Jaringan Primer : Sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang & jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan.

4. Jalan Sistem Jaringan Sekunder :
Sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang & jasa untuk masyarakat didalam wilayah perkotaan.

5. Jalan Arteri : Jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.

6. Jalan Kolektor : Jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang,
Kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi.

7. Jalan Lokal : Jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

8. Jalan Lingkungan : Jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat dan rata-rata kecepatan rendah.

9. Jalan Nasional : Jalan Arteri dan Jalan Kolektor dalam Sistem Jaringan Jalan Primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, dan jalan strategis nasional serta jalan tol.

10. Jalan Provinsi : Jalan Kolektor dalam Sistem Jaringan Jalan Primer yang menghubungkan ibukota provinsi denfan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota dan jalan strategis provinsi.

Photo : Akses masuk pintu Tol Soroja/Dokpri.

11. Jalan Kabupaten : Jalan lokal dalam Sistem Jaringan Jalan Primer yang tidak termasuk Jalan Nasional & jalan provinsi yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibukota kecamatan, ibu kota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal serta jalan umum dalam jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.

12. Jalan Kota : Jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan antar pusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat pelayanan dengan persil, menghubungkan antar persil, serta menghubungkan antar pusat pemukiman yang berada di dalam kota.

13. Jalan Desa : Jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antar pemukiman di dalam desa serta jalan lingkungan.

14. Jalan Bebas Hambatan (freeway) adalah Jalan umum untuk lalu lintas menerus dengan pengendalian jalan masuk secara penuh dan tanpa adanya persimpangan sebidang serta dilengkapi dengan pagar ruang milik jalan, paling sedikit 2 lajur setiap arah, dan dilengkapi dengan median.

15. Jalan Raya (Highway) adalah jalan umum untuk lalu lintas menerus dengan pengendalian jalan masuk secara terbatas dan dilengkapi dengan median paling sedikit 2 lajur setiap arah.

16. Jalan Sedang (Road) adalah Jalan umum dengan lalu lintas jarak sedang dengan pengendalian jalan masuk tidak dibatasi, paling sedikit 2 lajur untuk 2 arah dengan lebar paling sedikit 7 meter.

17. Jalan Kecil (street) adalah Jalan umum dengan lalu lintas setempat, paling sedikit 2 lajur untuk 2 arah dengan lebar paling sedikit 5,5 meter.

Catatan : 17 pengertian jalan ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2008.

Dalam UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terdapat juga pengertian tentang jalan yaitu pengelompokan kelas jalan berdasarkan fungsi dan intensitas lalu lintas guna kepentingan pengaturan penggunaan jalan dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan adalah :

1. Jalan Kelas I yaitu Jalan Arteri dan Kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 mm, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 mm, ukuran paling tinggi 4.200 mm dan muatan sumbu terberat 10 Ton.

2. Jalan Kelas II yaitu Jalan Arteri, Kolektor, Lokal dan Lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 mm, ukuran panjang tidak melebihi 12.000 mm, ukuran paling tinggi 4.200 mm dan muatan sumbu terberat 8 Ton.

3. Jalan Kelas III yaitu Jalan Arteri, Kolektor, Lokal & Lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 mm, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 mm, ukuran paling tinggi 3.500 mm dan muatan sumbu terberat 8 Ton.

4. Jalan Khusus yaitu Jalan Arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar melebihi 2.500 mm, ukuran panjang melebihi 18.000 mm, ukuran paling tinggi 4.200 mm dan muatan sumbu terberat lebih dari 10 Ton.

Total jadi 21 buah Pengertian Jalan. Jalan yuuk. (AKW).

Delay & Teh Tawar Dingin.

Delay itu sesuatu bro!!, bikin nyesek sama sedih.

“Berhubung alasan operasional, Pesawat Lion Air dengan Nomor penerbangan JT 953 jurusan Bandung, akan diberangkatkan pukul 19.50 waktu setempat. Atas keterlambatan ini kami mohon maaf.”

Suara merdu sang petugas terasa mengeruhkan hati, memaksa menekukkan wajah menambah keluh dan desah nafas tertahan dari para penumpang yang berharap cemas dari tadi.

“Euh delay euy” gerutu bapak tambun yang duduk membelakangi dengan logat sundanya. Terasa menjadi suara aspirasi yang sama tetapi sudah dikumandangkan orang lain lebih dulu. “Ternyata nggak sendirian yang bete karena pengumuman delay ini.”

Pengumuman delay terus beruntun. Diawali dari maskapai Lion Air, Air Asia, Wings Air hingga Citilink serta Garuda Airways… “Wah gaswat nich, jangan-jangan cuaca yang nggak ngedukung”

Rasa penasaran menggerakkan langkah menuju sisi bandara yang bisa melihat lebih dekat ke landasan pacu. Ternyata hujan sangat lebat, mungkin ini yang jadi penyebabnya. Dengan langkah gontai, kembali ke kursi yang setia menemani di ruang tunggu. Kursi yang tak bergeming meski hilir mudik manusia berpindah tempat, ia tetap mematri diri dengn lantai marmer di ruang tunggu Bandara Lombok International Airport (LIA).

Delay menjadi momok (arti dalam bahasa jawa yaa…) bagi para penumpang pesawat udara. Karena berarti waktu yang terbuang dan kesempatan yang sudah digadang-gadang bisa berubah seketika. Menjadi rentetan delay atau keterlambatan lainnya. Klo buat penumpang direct flight ya tinggal sabar menanti untuk diberangkatkan, tapi buat penumpang transit dan melanjutkan dengan penerbangan lain bukan penerbangan lanjutan bisa berabe, bisa ditinggal take off oleh pesawat lanjutannya.

Ah udah ah dari pada termangu malah melamun dan kerap menggerutu atau mencerca maskapai penerbangan, lebih baik waktu yang tersisa digunakan untuk hal-hal yang berguna. Segera menuju mushola, berwudhu lalu jama qashar magrib-isya sebagai bagian dari kewajiban sekaligus berserah diri atas semua keadaan ini.

Nah pas beres sholat, kok kepengen minuman dingin, tapi tanpa gula dan turunannya.

“Tapi air mineral dingin udah bosen, minum apa ya?”…

Bergerak menuju lemari pendingin di salah satu toko di ruang tunggu bandara ini. Berbagai merk minuman teh bergula menyambut dengan suka cita. Berjajar Freastea, Frutty, Teh Sosro, Teh melati, Green tea hingga Thai tea… uh yummy.

Tak kehabisan akal, segera tanya ke pelayan, “Mbak ada Teh dingin tanpa gula?”

“Ada pak, ini ada 2 dari Teh sosro. Ada yang less sugar dan rasa yang tawar”

Hati agak sanksi dengan yang less sugar, yakin ada gulanya meskipun seemprit. Nah yang ‘Teh Tawar’ ini baru denger. Iya beneran ada. Tapi sebelum dibayar ada tulisan ‘Tawar‘, ya udah ditawarlah harganya.

Eh si mbaknya nya marah. Cemberut. Akyu yang bingung, karena khan sesuai dengan tulisan di botolnya untuk di-tawar dulu.

Nggak percaya?… nich gambarnya.

Tapi dari pada nggak jadi minum teh tawar yang sudah diidamkan sejak tadi, perseteruan tawar menawar tak dilanjutkan. Segera membayar sesuai dengan harga yang disebutkan.

Apalagi terdengar suara sendu eneng petugas, “Perhatian-perhatian, para penumpang pesawat udara JT 953 jurusan Bandung, dipersilahkan memasuki pesawat udara melalui pintu 2!!!”

“Alhamdulillahirobbil alamin”

Segera berlari menuju petugas yang berjaga di pintu terakhir sebelum menuju pesawat. Perlihatkan katepe dan tiket sambil mulut notor teh tawar dingin ini… enakkk. Wassalam.

Bismillahi Mazreeha Walmursaha Innarrobbi Laa Gofurrurrohim. (Akw).

JALAN Versi AKW

Jalan-jalan harus sambil paham tentang pengertian jalan. Mau tau?… yuk atuh kita baca.

Pagi mas bro. Sekarang moo nulis tentang sesuatu yang udah lumrah kita tahu tapi giliran ditanya apa pengertiannya?

Pasti jawabannya, “Ya.. itu.. ya ono”

Coba dech, “Apa pengertian JALAN?”

Diem khan…. 🙂

Klo ngobrolin jalan, pasti semua orang sudah tau. Lha wong tiap hari musti nginjek jalan klo mau aktivitas. Minimal nggak nginjek beneran, ya ngelewatin diatas kendaraan. Moo milik sendiri, pinjeman, masih cicilan atapun angkol alias angkutan online. Dari mulai jalan gang, jalan perumahan, jalan gede yang agak besaran dikit. Itu tuh yang klo 2 mobil papasan musti ati-ati, klo nggak spion bisa ilang atawa rusak. Agak jauh lagi jalan gede yang pake pembatas di tengahnya hingga jalan tol.

Yang bikin ngegelitik tuh, klo ngikutin definisi aturan, apa pengertiannya jalan?… ubek ubek ubek, tanya sono-sini plus donlot via gugel. Dapet tuh Undang2nya, UU 38 Taun 2004 tentang Jalan. Kelar rasa penasaran, buka-buka halaman.. widihh tebel bingit. Lha gimana bacanya?… waktunya kapan?.. pertentangan bathin dimulai.

Tapi semangat tinggi musti dijaga, lawan kemalasan. ‘Iqro’ … kata Alqur’an juga, Bacalah!!!

Jadi, Jalan itu definisinya adalah Prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan / atau air, serta diatas permukaan air kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel. Ps1.4.

Wow ternyata jalan tuh bukan hanya yang diatas tanah bro, dibawah air juga masih disebut jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya. Diitung-itung secara garis besar ada 17 istilah yang musti dipahami… woyy pusing pale niich.

Tapi tuh dia lagi2, kembali terusik dan tertantang buat coba baca, coba hafalin (yakin sulit bingit) hingga muncul inspirasi dari pengalaman terindah masa SMU ngapalin rumus kimia, khan itu pake singkatan tuh… siapa tau cocok buat ngapalin tentang pembagian jalan.

Secara garis besar, dari sisi peruntukannya, jalan terbagi jadi 2 yaitu jalan umum dan jalan khusus.

Jalan Umum adalah Jalan yang diperuntukan untuk lalu lintas umum. Sementara Jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, Badan Usaha, Perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri. Tuh udah 2 jenis tentang jalan. Nah jalan khusus nggak dibagi lagi, tapi jalan umum terbagi 4 lagi yang disingkat dengan SIFUSTAKEL (itu singkatan versiku yaa… jangan pada protes).

SIFUSTAKEL yang artinya SIstem, FUngsi, STAtus dan KELas.

Jadi jalan umum itu yang pertama adalah Sistem Jaringan jalan berarti saling berhubungan menjadi kesatuan dari berbagai jenis jalan. Sistem Jaringan jalan ini terbagi menjadi 2 sistem yaitu PRISEK (bukan bhs inggris yaaa….) atau Sistem Jaringan Jalan PRImer dan Sistem Jaringan Jalan SEKunder.

Kedua, Jalan umum itu berdasarkan fungsinya terbagi menjadi 4 bagian yaitu Jalan Arteri, Jalan Kolektor, Jalan Lokal dan Jalan Lingkungan atau supaya nggak mudah lupa ya kita singkat aja menjadi kata baru yaitu ARKOLOLI (ARteri KOlektor LOkal dan LIngkungan).

Ketiga, Jalan umum berdasarkan status dibagi menjadi 5 status. Nah yang ini hati2 karena tidak ada jalan yang statusnya Jomblo, LDR ataupun HTS (Hubungan tanpa status). Yang jelas kelima status jalan ini lebih didasari batas kewilayahan yaitu Jalan nasional, Jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota dan jalan desa atau klo disingkat adalah NASPROKAKODES.

Keempat, Jalan Umum ini terbagi atas kelas. Lagi-lagi ini bukan urutan kelas 1, 2 dan seterusnya tetapi terbagi 4 menjadi : Jalan Bebas hambatan, jalan raya, jalan sedang dan jalan kecil. Mau disingkat lagi supaya mudah ngapalin?…
Singkatannya adalah BEHARASEDKEC. Pembagian kelas jalan ini berdasarkan spesifiKasi penyediaan prasarana jalan untuk pengaturan penggunaan jalan dan kelancaran lalu lintas. Diatur dengan UU 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan Raya.

Kesimpulannya tentang jalan ini coba apalin dulu aja dech :

SIFUSTAKEL Dibagi 4 yaitu :

PRISEK 2
ARKOLOLI 4
NASPROKAKODES 5
BEHARAYSEDKEC 4

Jadi jalan terbagi 2 yaitu jalan umum dan jalan khusus, trus jalan umum itu ada 15 Kriteria bro… jadi totalnya ada 17 khaan…

Semoga tulisan ini bikin penasaran, so capcus donlot UU 38/2004 & UU 22/2009… Baca tuntas bro… ada semua pengertian lengkap.6

Atau… Klik ini aja :

21 PENGERTIAN JALAN.

Wassalam (AKW).

Catatan : Singkatan-singkatan yang dibuat itu murni niatan agar mempermudah menghapal dan selanjutnya memahami.