Plara-Cikidang-Plara 010817

Catetan sewaktu beredar di Palabuanratu Kabupaten Sukabumi pada Awal Agustus 2017

Photo : Dokumen pribadi

Perjalanan menempuh 120 km dari bandung menuju arah Barat daya provinsi jawa barat tepatnya ke kabupaten sukabumi ditempuh dalam waktu hampir 7 jam perjalanan dengan kondisi traffik yang lumayan padat tersendat. Berarti rata-rata 17 km/jam kecepatan berkendaraan. Penyumbang kemacetan yang cukup signifikan adalah kebijakan buka tutup karena perbaikan jalan di jalan pelabuhan II cikembang. Sehingga kami terdiam menunggu antrian cukup menjemukan.

Berhenti sejenak di area terminal Cikembar untuk menikmati makan siang, ati ayam ditemani telor ceplok bumbu dan sayur paria cukup mengganjal rasa lapar yang mendera. Cukup 10 menit saja maksinya. Rush hitam kembali menyusuri jalan berkelok di menuju palabuanratu.

Photo : Dokumen pribadi

Tiba di lokasi pertemuan, hampir tepat waktu. Ya terlambat 5-10 menit dan segera bergabung dengan Tim Keukeuh Perintis KEK di Jawa barat yang sudah 2 hari lalu bergerak di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung optimalisasi fungsi tim GNCP (sasieureun sabeunyeureun) dengan agenda menerima Assesor dari UGG (UNESCO Global Geopark) yaitu dari Rumania dan Korea Selatan dalam rangka penilaian Geopark tingkat dunia juga melihat langsung puluhan geosite yang terbentang di kabupaten Sukabumi ini khususnya koridor Palabuan ratu – Ciletuh hingga Ujung Genteng. Rapat siang ini dalam rangka pembahasan strategis tentang rencana usulan proposal untuk kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Sukabumi. 

Rapat dipimpin oleh Prof Deny dan Bp Dodi Asisten Ekbang Kabupaten Sukabumi. Dimana Kehadiran Kawasan ekonomi khusus ini adalah fasilitas dari pemerintah yang bertujuan mempercepat investasi masuk ke Indonesia, kawasan dapat meningkat pembangunan infrastrukturnya (klo salah, please koreksi). Termasuk poin-poin penting KEK ini mencakup fasilitasi Perpajakan, kepabeanan, cukai; Lalu lintas barang; Ketenagakerjaan; Keimigrasian dan Perizinan/non perizinan.

Photo : Dokumen pribadi

Syarat yang paling utama menurut Prof Deny adalah status lahan yang clear dan clean. Artinya sudah ada status tanah yang akan diajukan dan dibuktikan dengan sudah adanya sertifikat kepemilikan minimal 100 hektar. Syarat lainnya banyak ada sekitar 17 item, tetapi itu bisa berproses yang tentunya perlu sinergi yang tepat antara pihak-pihsk yang berwenang mengusung yaitu antara pemerintah dan badan usaha, jikalau badan usaha yang menjadi pengusung maka dukungan pemerintah daerah harus betul-betul maksimal karena para pihak ini harus seiring sejalan.

Sebagai calon pengusung KEK di Kabupaten Sukabumi, pa Dani dari Cikidang resort memberikan presentasinya dan menyatakan tertarik untuk menjadi pengusung KEK di kabupaten Sukabumi ini. Meetingpun berakhir dan rombongan melanjutkan untuk mengikuti rubicon kuning meninjau area Cikidang Sukabumi. Perjalanan menuju lokasi ditempuh hampir 1 jam dengan jalan mulus tetapi berliku dan menanjak serta sempit sehingga perlu extra waspada sang pilot mengendarai tunggangannya masing-masing.

Tiba di Lokasi menjelang sore, sejenak rehat sambil menikmati cemilan tradisional. Lalu melihat copy site plan yang ditunjukan sang pemilik. Namun pertemuan tidak bisa lama, karena ada perintah untuk kembali ke Palabuanratu untuk menemani pa Wagub Demiz makan malam, yang rencananya esok akan hadir melepas kepulangan tim Asesor Unesco Global Geopark.

Photo : Dokumen pribadi

Tentu sebelum berpisah diabadikan dulu pose bersama dilatarbelakangi bangunan club house Cikidang yang megah.

Rombongan terbagi dua, ada yang kembali ke palabuanratu dan ada yang lanjut ke Cibadak dan pulang ke Bandung.. of course ke rumah masing-masing. Karena kebetulan penulis masuk kelompok yang balik lagi ke palabuanratu maka tulisan ini berlanjut.

Tiba di sekitar pantai palabuanratu suasana sudah menggelap, segera rombongan kecil menuju rumah makan yang dituju dan….. tadaaa… menu makan malam seafood menyambut… euh menyambut pa wagub maksudnya, kita mah cuman ikut-ikutan.

Photo : Dokumen pribadi

RM Asrie di tepi pantai palabuanratu menyajikan aneka olahan seafood yang menarik selera. Selisih 15 menit, rombongan wagub tiba dan makan malampun dimulai. Sajian udang, kepiting, lobster dan tumis kangkung bersiap disantap. Para pejabatpun berjejer mengelilingi sajian utama bersama sang Naga bonar.

Photo : Dokumen pribadi

Bapak Kadis Kehutanan menemani pa Wagub menyantap lobster, meskipun klo diperhatikan photonya kayak dua orang yang sedang rebutan lobster.. ups maap. Yang pasti pa wagub menikmati sajian yang ada. Penulispun ikutan nimbrung, menikmati makan malam seafood yang melimpah dan gratisss.. karena ada yang bayarin. Hatur nuhun pa Kabiro Umum.

Photo : Dokumen pribadi

Makan malam berakhir ditutup dengan Duren Party, meskipun terus terang nggak berani ngabisin sama cangkangnya, takut disangka ngelmu atau kesurupan.

Gitu dulu yach ceritanya, karena harus segera mencari penginapan di sekitaran palabuanratu yang katanya sudah penuh karena ada even penilaian geopark Ciletuh dari UNESCO yang berlangsung seminggu ini. (Akw).

Update Bandara Kertajati 2)

Diskusi tentang Alternatif pembiayaan pembangunan Bandara Kertajati

​Lanjutt gan.

Ini lanjutan tulisan tentang Bandara kertajati 1).

Photo : Dokumen Pribadi

Sumber pembiayaan bagi PT BIJB bersumber dari APBD provinsi berupa penyertaan modal total 808 miliar rupiah dan sindikasi perbankan syariah dengan total komitmen 906 miliar rupiah dan tahap I baru cair 250 miliar rupiah. Sementara untuk mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur sisi darat dan juga menjaga cash flow perusahaan PT BIJB perlu segera dicarikan solusi pembiayaan yang efektif, mudah dan cepat.

Penjelasan Kepala Biro SPIBUMD tentang pembiayaan ini mengerucut kepada beberapa alternatif solusi, yaitu :

Alternatif Pertama adalah usulan penambahan Penyertaan modal sekitar 200 milyar rupiah pada Perubahan-APBD 2017, tetapi ini riskan mengingat proses APBD yang cukup lama serta ketersediaan anggarannya.

Alternatif kedua, akselerasi pencairan pinjaman sindikasi perbabkan syariah sebesar 656 milyar rupiah.

Alternatif ketiga, melalui penawaran RDPT (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) yang digawangi oleh PT Dana Reksa selaku manajer investasi.

Alternatif keempat, pembiayaan dari sindikasi perbankan konvensional.
Diluar itu juga pa Kabiro membuka peluang untuk altetnatif pembiayaan lainnya yang dapat menjadi solusi pembiayaan bagi PT BIJB.

Dirut PT BIJB melengkapi informasi yang ada dengan menjelaskan progres pembangunan bandara lebih detail dan terperinci serta  langkah-langkah pembahasan dan strategi-strategi yang sudah/sedang dilakukan berdasarkan kajian dari PT SMI selaku financial consultant PT BIJB yang mengerucut pada RDPT dan optimalisasi sindikasi perbankan syariah.

Rame pokoknya diskusinya, termasuk informasi dari Kementerian perhubungan, PT SMI, PT Angkasapura dan pejabat di lingkungan Menko Perekonomian. Rencana di tahun 2018, Kemenhub merencanakan memperpanjang runway menjadi 3000 meter sehingga bisa didarati pesawat jumbo seri 777.

Photo : dokumen pribadi

Terkait proses Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pihak Dana Reksa menjelaskan bahwa proses pendaftaran sedang berlangsung di OJK diharapkan dalam 2 minggu ke depan sudah turun ijin yang merupakan langkah pembuka untuk memulai menawarkan RDPT ini kepada calon investor. Yang butuh perjuangan dan kerja keras adalah bagaimana meyakinkan calon investor tentang jaminan investasi pada proyek pembangunan bandara kertajati ini.


Well makin melebar nich bahasan,
tapi juga nambah wawasan pengetahuan.
Kegamangan calon investor ini terkait beberapa hal yang belum tuntas, karena akan berpengaruh kepada ekuitas perusahaan di masa depan diantaranya :

1. Status Bandara Husein Sastranegara

2. KSO Kerjasama operasi PT BIJB dengan PT  Angkasapura II.

3. Inbreng lahan Pemprov Jabar.

4. Kejelasan aksesibilitas ke bandara dari jalan tol dan akses jalan non tol.

Makin siang makin memanas, tetapi kondisi tetap terkendali karena semburan sejuk AC memberi ketenangan. Apalagi sodoran box snack mengalihkan sesaat konsentrasi tentang diskusi ini (konsentrasi sayah maksudnyahh).

Akhirnya bapak Asdep Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur selaku pimpinan rapat menyimpulkan tentang harus ada langkah kongkrit dari semua pihak untuk memecah kebuntuan ini yang tentunya tidak lepas dari permasalahan yang membuat galau para calon investor.

Pertemuan ditutup meskipun belum menyelesaikan masalah tetapi minimal peta permasalahan dan alternatif solusi sudah ada secercah cahaya yang mungkin terang berpijar dan menyelesaikan semuanya. Sekaligus juga warming up untuk rapat sore hari yang akan dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan dihadiri bapak Wagub Jabar, Deddy Mizwar.
Pertemuan ditutup seiring dengan pembagian kotak makan siang karena waktu di jam dinding yang menempel setia di ruang rapat sudah melewati pukul 13.15 wib. Kotak diterima dengan sukacita karena cocok dengan keinginan stomach yang sudah kukurubukan alias berteriak alami karena sudah lapar. 

Tetapi tangan tidak jadi memulai makan siang karena ternyata kotak makan ini hanya berlaku untuk pagi dan petang, bukan untuk siang. Nggak percaya?… nich lihat bungkusnyaah.

Photo : dokumen pribadi
Percaya khan?… akhirnya rombongan bergerak keluar area lapangan banteng dan makan siang Soto Pak Sadi di jalan Ir  H. Juanda, di traktir pak Kadis Perhubungan Jabar, “Hatur Nuhun pak Kadis.”

Photo : dokumen pribadi



Wassalam. (Akw)

Bandara Kertajati 1)

Update info progres pembangunan bandara kertajati per juli 2017 dlm Rakor di Kemenko Perekonomian.

Gambar : paparan PT BIJB di crop.

Nah sekarang share cerita dinas dulu dech, agak serius yach. Tapi penting kok. Nggak percaya?… baca aja sendiri.

Cerita sekarang adalah urusan rapat Koordinasi tentang rencana pembiayaan dan skema operasional Bandara Internasional Jawa Barat atau disebut Bandara Kertajati yang merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres Nomor 58 tahun 2017, penyempurnaan dari Perpres 3 Tahun 2016.

Hari ini, tanggal 1 Agustus 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian bertempat di Gedung Ali Wardana, komplek Lapangan Banteng Jakarta mengundang seluruh stakeholder  untuk urun rembug duduk bersama menyelesaikan berbagai permasalahan yang menjadi kendala di lapangan. 

Sumber : dokumentasi pribadi

Kehadiran kami di lantai 3 gedung Ali Wardana disambut suasana taman yang asri dan menyejukkan. Tetapi tidak bisa berlama-lama karena rapat segera dimulai. Bapak Asisten Deputi  Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur memimpin jajannya pertemuan. Sebagai pendahuluan maka Kadis Perhubungan Jawa barat  menjelaskan secara detail tentang progres BIJB ini.

PT BIJB adalah Badan Usaha Milik Daerah Pemprov Jabar yang ditugaskan untuk membangun dan mengkoordinasikan berdirinya Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan penlok dari Gubernur jabar maka 1800 Hektar telah terhampar dan 957 hektarnya sudah dibebaskan alias dibeli lahannya oleh pemprov jabar dengan total anggaran sebesar 852 miliar rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa barat Tahun Anggaran 2009 sampai dengan 2016 lalu. Tahun anggaran 2017 di Perubahan-APBD dialokasikan 140 miliar rupiah dan usulan untuk APBD 2018 sebesar 70 miliar rupiah untuk biaya pembebasan lahan lanjutan.

Sumber : dokumentasi pribadi

Kadishub Jabar dengan gagah dan lugas menjelaskan juga tentang progres pembangunan konstruksi di sisi darat per juli 2017 yang meliputi pekerjaan infrastruktur bandara (84,9%), pekerjaan terminal utama bandara (33,2%) dan pekerjaan bangunan operasional (75,4%) dengan total pembangunan fasilitas sisi darat mencapai 49,8%. 

Sementara untuk sisi udara yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat yakni Kemenhub dan BUMN dengan total anggaran kurun waktu 2013 s/d 2017 sebesar 854 miliar rupiah mencakup runway 81%, Apron 58% dan Taxiway 67%.

Belum puas dengan persen-persenan, maka lanjut lagi penjelasan tentang progres pembangunan yang meliputi Fasilitas navigasi penerbangan (Tower) 67%, fasilitas bahan bakar (hidran pit) 97%, fasilitas meteorologi (gedung) 81%, fasilitas air 90% dan listrik 75%.

Panas sudah otak ini mendengarkan paparan yang berkelindan angka persentase. Serasa belajar hitung-hitungan baheula di bangku sekolah dasar pas dapet guru killer

Balik ke topik awal, yang pasti bandara Kertajati ditargetkan bisa soft launching pada triwulan I tahun depan, 2018. Otomatis semua pelaksanaan pembangunan fasilitas bandara harus terintegrasi dalam satu tujuan bersama meskipun kebijakan, sumber dana juga kajian keilmuannya berbeda-beda.
Pada sesi pembahasan tentang skema pembiayaan untuk dana pembangunan saat ini, giliran pa Kabiro SPIBUMD yang mengupas tuntas tentang struktur pembiayaan dan rencana tindak pembiayaan selanjutna. Serta uang cash yang diperlukan untuk mengamankan cash flow dari PT BIJB ini.

Tapi sabar yach… sementara sampe sini dulu. 

To be continue…… (Akw)

Sanitasi bersemi di Malabar

Corat coret tentang sosialisasi Pokja Sanitasi Provinsi Jawa Barat.

Photo : Dokumentasi Pribadi

Pagi sedikit beranjak siang, bergulir waktu tak pernah sedetikpun terdiam. Hadirinpun sudah bersiap untuk memulai perhelatan yang diberi judul sosialisasi Kep.Gubernur Jabar Nomor 660/Kep.576-SPIBUMD/2017 tentang Kelompok Kerja Sanitasi Daerah Provinsi Jawa Barat bertempat di Ruang Malabar, Basement Gedung Sate.

Meskipun para punggawa Sanitasi yang tergabung dalam Tim Sapatu41 tidak bisa hadir secara lengkap, tetapi komunikasi tetap terjaga berkat kemajuan teknologi. Khususnya WA grup sanitasi Jabar yang selalu on minimal untuk say hellow dan sisanya berbagi info tentang seabreg aktivitas lintas OPD yang mengusung semangat sanitasi.

Jika merujuk ke pemerintah pusat yang menjadi jargon adalah PRogram PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman), untuk di Jawa barat memiliki keunikan dan originalitas karena sudah memiliki roadmap yang jelas dan terukur yang disebut RAM-IP poin16 yaitu ‘Sanitasi Lingkungan Kabupaten/Kota’, itu tercantum dalam SK Gubernur Jawa barat Nomor 500/Kep.66-Org/2014. 

RAM-IP itu singkatan dari Rencana Aksi Multi Pihak Implementasi Pekerjaan yang memuat 37 Program dan kegiatan unggulan Provinsi Jawa Barat. Jadi sebuah payung hukum yang memberi ruang untuk bekerja lintas dinas nyebrang OPD untuk mensukseskan banyak hal wabil khusus tentang sanitasi.

Pembagian bidang mencakup 5 aspek yaitu Perencanaan; Pendanaan; Teknis; Kesehatan, Komunikasi & pemberdayaan masyarakat; Monitoring Evaluasi dan Sekretariat.

Jika di tahun-tahun sebelumnya yang menggawangi itu adalah Bappeda-DisPerkim-Dinkes-DisLH-BiroSPIBUMD + Satker dan Konsultan. Dengan Kepgub terbaru ini pelibatan OPD semakin marak dan menggairahkan dengan bergabungnya Diskominfo, DisPemberdayaanMasyDesa, DisSDA, DisDik, BPKAD dan saudara kandung beda ibu lain bapak yaitu Biro Produksi & Industri.

Diskominfo akan menjadi pintu pembuka untuk akselerasi informasi tentang sanitasi melalui website resmi jabarprov.go.id ataupun menjadi materi dalam agenda jukrak (pertunjukan rakyat).

DisPemberdayaanMasyDesa dengan fungsi koordinasi dan pembinaan 5.320 Desa di seluruh Jabar khususnya urusan Pasyandu, Pamsimas hingga para kader yang menjadi saniter. Meskipun kewenangan provinsi terbatas karena sekat otonomi daerah, tetapi hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk bagaimana tetap bisa mensosialisasikan dan memberi pemahaman tentang pentingnya sanitasi ini.

Dinas Pendidikan jelas menjadi wajib untuk mengusung program sanitasi ini karena generasi penerus tingkat pelajar ada disini. Maka sangat perlu doktrin sanitasi ini melekat di benak menempel di sanubari siswa siswi para pelajar yang akan mewarnai nasib negara indonesia di masa yang akan datang.

Dinas Sumber daya air adalah dukungan untuk penyediaan air baku yang menjadi faktor penting dalam bersanitasi. Ditambah peran BPKAD yang diharapkan selain muara dalam mekanisme penganggaran juga sebagai pengatur pengelolaan keuangan khususnya program sanitasi yang mayoritas melalui pola Bankeu ke Kabupaten/kota.

Photo : FB pa Lucky

Diskusi terus berlanjut dan pendamping setia yakni pak Takdir, Bu Vivi dan bu Ajeng memberi semangat untuk terus membahas tentang pokja sanitasi ini. Sementara smartphone disimpan dulu karena di FB begitu beraneka indahnya photo tentang keindahan Ciletuh geopark yang dijelajahi pa Kombes Lucky hari ini. Terus bu Eva sedang cuti dan ibu Kombes dari dinkes dan Bappedapun terbentur agenda yang lebih prioritas. Termasuk bapa Kasatker pencetus ide ‘-sapatu41-‘ yang belum direalisasikan wae.

Photo : Dokumen Pribadi

Sebuah kenangan acara Kick off meeting bulan April  2017 menjadi penghibur kehampaan ini sehingga tetap bisa tersenyum meskipun kangen membuncah. 

Serta mantera Pokja Sanitasi Jabarpun berkumandang yaitu :

Penganggaran TERDISTRIBUSI

Informasi TERINTEGRASI

Tata Kerja SINERGIS

Sasaran OPTIMIS REALISTIS
Hatur nuhun (Akw).

FGD ttg Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek

Reportase pribadi diskusi FGD bareng stakeholder dipimpin Kadishub Jabar (25/07) tentang Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek.

Photo : Dokumen pribadi

Pembahasan tentang kemacetan di tol Jakarta – cikampek menjadi bahasan menarik dalam FGD (Focus group discusion) yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Selasa (25/07). Karena dirasakan oleh banyak pihak bahwa perjalanan melewati tol jakarta – cikampek belakangan ini menjadi suasana yang tidak menyenangkan dengan kemacetan yang luar biasa.

Termasuk para pegawai PT Jasa Marga sendiri yang notabene operator jalan tol tersebut tidak menggunakan mobil via jalan tol tetapi menggunakan moda transportasi kereta api.

Photo : Dokumen pribadi

Kadis Perhubungan Provinsi Jawa Barat membahas tentang Konsep tentang konsepsi pembangunan jawa barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran yang tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014.

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa barat sebesar 5,67% diatas rata-rata pertumbuhan nasiobal sebesar 5,02%. Sebaran kawasan industri serta profil angkutan barang dimana hingga bulan juni 2017 masih 92% menggunakan transportasi jalan raya.

Kondisi eksisting di area jalan tol jakarta – cikampek terdapat 4 pembangunan yang berskala nasional yaitu :

1. Pembangunan jalan tol elevated II Tol Cikampek – Bandung.

2. LRT jabotebek

3. Pembangunan simpang susun  Cibitung – cilincing.

4. Kereta Cepat Jakarta Bandung

Jika tidak diantisipasi segera maka kemacetan akan semakin parah dan tidak terkendali. 

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi berlangsung dinamis dengan pembicara selanjutnya adalah Dirlantas Polda Jabar yang membahas poin-poin penting keberhasilan penanganan kemacetan ini yang harus dilakukan jika bicara jangka pendek adalah dengan contra flow dan buka tutup gerbang tol secara bergiliran. Serta pemanfaatan teknologi ter-anyar seperti pada saat penanganan lalu lintas mudik dan balik lebaran tahun ini seperti RTMC dan ATCS. 

Insyaalloh pada hari minggu, 30 juli 2017 di Bundaran HI, Jakarta. Kadishub Jabar dan Dirlantas Polda Jabar akan menerima Penghargaan Presiden yang diserahkan Wapres atas keberhasilannya dalam mengamankan dan lancarnya arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Photo : Dokumen pribadi

Karena dampak kemacetan memiliki implikasi yang luas tidak hanya kerugian langsung seperti penggunaan bahan bakar dan waktu perjalanan yang panjang, tetapi hilsng juga kesempatan melakukan kontrak, deal deal dan transaksi keuangan akibat terjebak macet berjam-jam.

Perwakilan dari PT Jasa Raharja, PT KAI, Pelindo II, PT Jasa Marga, Kadin dan para akademisi saling bertukar pangdangan dan sharing keilmuan serta pengalaman terutama kaitan forecasting kondisi jalan tol sesuai dengan perspektif dan kajian masing-masing yang memang perlu dikaji secara akademis tetapi juga berpacu dengan waktu untuk target implementasinya. Pada intinya pihak terkait siap mendukung program pemerintah di bidang transportasi ini.

Kesimpulan dari FGD ini adalah :

1. Merancang pergerakan arus transportasi darat  dialihkan menggunakan Kereta api dan laut (pelabuhan)

2. Mengatur pergerakan orang dan barang dengan mengoptimalkan pola rekayasa lalu lintas.

3. Mengatur tarif moda transportasi pengganti; 

4. Perlu regulasi dari pemerintah pusat untuk mengatur pergerakan manusia dan barang serta bersifat mengikat bagi semua pihak.

Photo : Dokumen pribadi

Demikian tulisan singkat tentang FGD yang bertema kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek akibat pembangunan 4 proyek strategis ini. Setelah ditutup acara ini dilanjutkan makan siang dan ternyata menimbulkan antrian panjang, sehingga disarankan melakukan rekayasa lalu lintas menggunakan contra flow he he he. (Akw)

Beredar di Bendungan Jatigede

Beredar di area bendungan jatigede yang makin hadé.

Photo : Dokumen pribadi

Rabu pagi menyapa diri, bergegas bersama tiga rekan di kantor memasuki toyota rush yang setia menemani hari-hari kami di 6 bulan terakhir ini. Ingin segera berangkat menuju Bendungan Jatigede.

Setelah berdiskusi singkat tentang rute yang akan dilalui akhirnya keputusan diberikan kepada sang google map, dan jalur Kota Bandung – Pintu Tol Pasteur – Tol Cipularang – Tol Cikampek (dikit) – Tol Cipali – keluar Toll gate Kertajati – Jatigede. Pertimbangannya adalah efektivitas dan efisiensi waktu, meskipun bauar tol dan bahan bakar menjadi berlipat.

Segera Rush bergerak lincah membelah keramaian pagi hari menuju pintu tol pasteur. Sepanjang jalan tol betapa nikmatnya sang pilot yang bisa mengemudi dengan leluasa karena kondisi lalu lintas yang lengang, sehingga hanya memakan waktu 1,5 jam sudah bisa keluar pintu tol kertajati, Majalengka.

Terasa agak memutar tapi tidak terlalu jauh karena posisi bendungan jatigede untuk akses masuknya memang terletak diperbatasan kecamatan Tomo kabupaten sumedang dan kadipaten kabupaten Majalengka.

Photo : Dokumen pribadi

Keluar dari pintu tol Kertajati, belok kiri dan ikuti jalan sampai perempatan kadipaten, ada tugu kecil dan kami berputar sedikit bergetak ke arah kanan menuju sumedang. 1 km dari situ setelah melewati jembatan dan gapura selamat datang di Kabupaten Sumedang terdapat pertigaan dan kami belok kiri. Jalan sudah mulus meski terdapat beberapa titik yang rusak tetapi tidak menjadi hambatan. Setelah 15 menit bergerak akhirnya kami memasuki gerbang awal area Bendungan Jatigede.

Setelah berdiskusi dengan satpam tentang maksud dan tujuan, kami diantar menuju gedung satker jatigede dan diterima dengan ramah oleh pak Novan (PPK Bendungan Jatigede) didampingi juga pa Jhoni Konsultan perencanaan Bendungan Cipanas serta rekan-rekan konsultan lainnya.

Diskusi hangat pagi menjelang siang berkisar tentang informasi teknis bendungan jatigede, spesifikasi, luas area, debit air dan tentunya adalah masalah sosial yang ramai dalam proses pembangunan bendungan ini dimana akan beroperasi tahun 2019.

Photo : Dokumen pribadi

Bendungan Jatigede diawali pada tahun 1963 dari sisi konsep konstruksi. Selanjutnya 23 tahun kemudian (1986) tahap persiapan semakin mengerucut dengan penyusunan praDetail Desain oleh SMEC Australia. Review desain 18 tahun kemudian (2004) disiapkan oleh PT Indrakarya-JO-PT Wiratman Consultant dan sertifikat desain dari Kementerian PU didapatkan pada tanggal 23 Februari 2006. Hingga akhirnya pada akhir Agustus  2015 diresmikan pengisian perdana oleh Menteri PU, Gubernur Jawa Barat dan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Photo : Dokumen pribadi

Dan sekarang disaat kami berkesempatan melihat langsung ke area Inti bendungan yakni Spillway dapat terlihat jelas bahwa posisi tinggi permukaan air di Bendungan Jatigede mencapai 243 dpl. Menurut PPK Jatigede, pa Novan, target pengoperasian bendungan ini secara penuh adalah setelah muka air mencapai ketinggian 260 dpl. Meskipun sementara terkunci di 253 dpl karena jika melewati itu akan ada jalan desa yang terendam.

Photo : Dokumen pribadi

Dengan total biaya investasi USD 467.448.027,62 ini maka terdapat 5 manfaat besar yaitu :

1. Untuk memenuhi kebutuhan irigasi Rentang dengan area irigasi 90.000 Ha yang meliputi 37 kecamatan di 3 kabupaten yaitu wilayah Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

2. Penyediaan Air baku dengan kapasitas 3.500 lt/detik, simultan juga dengan rencana pembangunan SPAM Regional Cirebon Raya yang terus berproses pada saat ini.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan kapasitas 11 MW atau rata-rata produksi 580GWH/tahun.

4. Area Pariwisata sangat terbuka untuk dikembangkan dimana zona-zona wisata sudah diatur penempatannya termasuk saat ini sedang berproses tahap pendahuluan untuk pengajuan usulan wilayah di pinggir Waduk Jatigede ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus bidang pariwisata.

5. Dan yang pasti adalah berfungsi untuk pengendalian banjir untuk 14.000 Ha area.

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi hangat inipun dilanjut sambil peninjauan, tidak lupa berphoto dengan latar belakang hamparan air dan tulisan ‘Bendungan Jatigede’. Pada saat meninjau spillway khususnya di area inlet for irrigation tunnel & inlet for divesion tunnel agak merinding juga karena ketinggiannya begitu mendebarkan hati. Tapi wajah tetap tegar, khan malu sama tuan rumah dan temsn-teman. Handphone dipegang erat karena takut lepas dan terhempas ke bawah sana… ihhh ngeri.

Photo : Dokumen pribadi

Akhirnya sesi kunjungan di lokasi bendungan berakhir sementara dengan photo bersama lagih. Cuman belum bisa pamit karena tawaran makan siang cukup menjanjikan, apalagi mentari sudah bergeser dari atas ubun-ubun dimana sudah saatnya makan…. eh shalat dhuhur ding.

Toyota rush bergerak mengikuti petunjuk tuan rumah untuk keluar area menuju arah pulang. Tidak jauh dari lokasi bendungan, di sebelah kiri jalan telah menyambut dengan khidmat, pelayan RM Saung Panyawangan. RM lesehan di pinggir kebun jati dengan menu favorit adalah karedok (kata pa Novan), saya nyoba tongseng dan sop kaki… uenakk rekk dan teman kami berpesta ikan bakar, pete bakar serta ayam goreng tidak lupa minuman yang menyegarkan yaitu kaljer (kalapa jeruk).

Photo : Dokumen pribadi

Sambil menunggu makanan terhidang, kami shalat berjamaah di mushola terbuka dan selanjutnya gampang ditebak… makan sajian dengan nikmat dan cepat.

Alhamdulillah, dan akhirnya ucap syukur kepada Illahi serta thank you berat buat pa Novan dkk yang meluangkan waktu menerima, mengantar dan menjelaskan konten serta mentraktir kami.

Rush pun bergerak cepat meninggalkan area Waduk Jatigede menuju pintu tol Kertajati dan kembali ke Gedung Sate. (Akw 21/07)

Bersua dengan Dewan Nasional KEK

Reportase sesi II bertemu dengan Dewan Nasional KEK bersama pengusul dan Tim KEK jabar

Pertemuan antara Sekretaris Dewan Nasional KEK dengan Calon pengusung KEK Aerocity Kertajati yaitu AerocityDev BIJB didampingi Tim KEK Jabar berlangsung di Gedung MR 21 Jalan Menteng Raya No. 21 Jakarta Pusat pada hari rabu, 12 Juli 2017 pukul 14.00 Wib sampai 16.00 Wib.

Meskipun beberapa anggota Tim Pendamping dan Perintis KEK Jabar ada yang harus balik arah di daerah Taman Ismail Marzuki karena gedung pertemuannya kelewat. Tetapi sesuai jadwal semua bisa berkumpul tepat waktu di lantai 13 Gedung MR 21 dimana Sekretariat Dewan Nasional KEK bermarkas.

Acara diawali pembukaan oleh pa Enoh S selaku sekretaris Dewan Nasional KEK dilanjutkan dengan pemaparan pendahuluan dari Ketua Tim Pendamping KEK Jabar (Pa AsdaEkbang) yang membahas tentang konsepsi pembangunan Jawa Barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran.

Setelah memperkenalkan Tim KEK Provinsi Jawa Barat, AsdaEkbang menjelaskan terkait rencana pengusulan beberapa kawasan di provinsi jawa barat untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), ada 6 wilayah yang sedang berproses yaitu :

1. KEK Aerocity BIJB di Kertajati Kab. Majalengka.

2. KEK Walini TOD KCIC di Kabupaten Bandung Barat.

3. KEK Pangandaran.

4. KEK Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi.

5. KEK Jatiluhur Kabupaten Purwakarta; dan

6. KEK Jatigede Kabupaten Sumedang.

dan…….. hari ini adalah pembahasan awal terkait usulan KEK Aerocity yang diusung oleh AerocityDev sebagai anak perusahaan dari PT BIJB sebagai salah satu BUMD milik Pemprov Jabar yang dihadiri langsung oleh Dirut PT BIJB bp Virda Dimas beserta Tim.

Pa Virda Dirut PT BIJB menjelaskan bahwa pihaknya melalui AerocityDev mengajukan KEK dalam konsep aerotropolis, kota terpadu yang menggabungkan fungsi Bandara dengan investasi usaha, kawasan bisnis, residensial, taman bermain kelas dunia seta fungsional lainnya dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Progres pembangunan bandara hingga awal Juli 2017 total mencapai 48,6% yang meliputi 3 segmen yaitu 1) Infrastruktur utama (runway-taxiway-jalan layang dst), 2) Terminal utama dan 3) Infrastruktur penunjang. Direncanakan seluruh konstruksi rampung di bulan desember 2017 dan Triwulan I Tahun 2018 bisa dilakukan soft launching.

Juga paparan pendukung untuk memotret kesiapan Tim Aerocity dalam proses menjadi Kawasan Ekonomi khusus.

Tanggapan dari Sekretaris Dewan Nasional KEK cukup menyejukkan dan bisa memberi semangat bagi calon pengusul dan Tim KEK Jabar untuk segera melengkapi dan memenuhi 17 item prasarat yang harus dimiliki oleh pengusul.

Terdapat 3 poin penting yang harus dicermati yaitu :

1. Legalitas lahan yang akan diusulkan.

2. Rencana Bisnis, dan

3. Pengusung usulan KEK (PT BIJB)

Saran selanjutnya adalah terkait konsep bisnis yang akan dibangun di aerocity sebaiknya tidak mengganggu bisnis-bisnis yang sudah ada di Jawa barat, memiliki keunikan tersendiri, atau diajukannya sebagai KEK yang pertama dengan tema ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Anggota Dewan Nasional KEK lainnya mengingatkan bahwa KEK ini adalah fasilitas untuk menarik minat investor, jangan dibiarkan setelah PPnya terbit. Tetapi dimanfaatkan segera. Termasuk juga sinergi dengan pemerintah daerah terutama terkait pembangunan infrastruktur regional plus komitmen Pengusung dalam proses usulan dan pelaksanaan yang memerlukan waktu cukup panjang.

Diskusi ringan menjadi tambahan dalam acara pertemuan perdana ini, tak terasa adzan ashar sudah berlalu 30 menitan. Tim penggiat KEK jabarpun berangsur bubar jalan, kembali ke bandung melalui jalur jalan tol dan kereta api.

*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam,

@andriekw Gajahenam 150717