Mesjid & Pendopo Cianjur

Menjejak di rumahMu dilanjutkan berdiskusi tentang sesuatu.

Photo : Interior mesjid agung Cianjur / dokpri.

CIANJUR, akwnulis.com Perjalanan pagi memberi nuansa kesegaran, juga cenderung masih lengang melewati rute Padalarang Rajamandala.

Mau kemana kawan?”

“Beredar donk, masa kalah sama dodol. Dodol aja piknik”

“Ah basiii!!!, dodol sekarang nggak hanya piknik, tapi sudah bersinergi dengan coklat dan berubah sebutan menjadi chocodot.”

“Iya maaf, aku mau ke Cianjur”

“Gitu donk, jawab gitu aja susah”

Nggak ada sanggahan lagi selain sunggingan senyum penuh arti yang menemani pagi hari ini.

***

Tanpa banyak rintangan, perjalanan Ke Cianjur berjalan lancar hingga tiba di sisi bangunan bersejarah yaitu mesjid agung Cianjur. Dalam waktu yang singkat sebelum meeting berlangsung, sujud munajat menjadi cara mujarab untuk meraih ketenangan dan mengumpulkan keberanian karena segala tampilan dalam kehidupan, segala kemampuan berdiplomasi harus atas ijin Allah sang Maha Pencipta.

Photo : Mesjid agung Cianjur / dokpri.

Ornamen mesjid agung mensiratkan keagungan, ketenangan dan kedamaian. 2 rakaat menjadi nikmat, membuat tenang rasa dan raga untuk menjalani kehidupan di dunia fana serta (semoga) menjadi bekal nanti di akherat sana.

Tak lupa dari luarpun, mencoba mengabadikan sisi mesjid dengan sudut ala-ala, yang penting bangunan mesjid dan menara dapat masuk dalam satu frame gambar kamera.

Tuntas dari situ, segera bergerak menuju pendopo, rumah dinas bupati yang anggun dan penuh nilai ornamen bangunan kerajaan masa lalu, disitulah sebuah acara akan terlaksana.

Photo : Kereta kencana / dokpri.

Tetapi sebelum memasuki pendopo, ada 2 kereta kencana yang terparkir eh berada di samping kanan depan pendopo dilindungi bangunan beratap joglo. Yang menarik adalah ukiran di depan kereta tersebut adalah replika kepala binatang yang dibuat dengan presisi dan kelembutan.

Photo : Ruang pendopo Bupati Cianjur / dokpri.

Tiba di pendopo disambut dengan semangat kebersamaan, kehangatan yang mensiratkan kekeluargaan menjadi pembuka diskusi tentang bagaimana bersinergi. Diawali dari saling memahami, saling menghargai dan memposisikan diri dalam satu kesatuan gerak demi tercapainya maksud dan tujuan bersama.

Sinergi bukan hanya sebatas retorika janji, tetapi sekecil apapun harus ada langkah implementasi. Wassalam (AKW).

Kopi Promosi, Mutasi & menanti.

Prosesi Pelantikan Jabatan, Rotasi dan Promosi ditambah Ngopi… ajiib pisan.

Photo : Coffee La Granada / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Ucapan selamat memang akan memberikan semangat, untuk segera bekerja dengan baik sesuai dengan amanat. Tetapi ternyata ada juga ucapan selamat yang diterima dengan terperanjat, seolah tidak siap dengan sebuah tugas yang hebat, tapii…. semoga itu hanya sesaat, dan selanjutnya langsung bekerja dengan giat… Semoga.

Perubahan dalam hidup adalah keniscayaan, sehingga pilihannya sederhana, hadapi, terima dengan lapang hati segala amanah yang menghampiri, jalani, nikmati dan syukuri.

Termasuk perubahan kedudukan atau perpindahan karena jabatan akibat sebuah prosesi mutasi, baik itu rotasi apalagi promosi, tiada jalan lain selain hadapi dan jalani.

Selamat kepada Akang Teteh Kakak Adik dan Kolega semuanya yang menjadi bagian penting dalam prosesi pelantikan kali ini, terutama yang berubah, meningkat atau bergeser jabatannya, itulah jalan hidupnya… perubahan ini dibuktikan dengan tulisan dalam surat keputusan dan dimulai dengan upacara akbar dengan baju kebesaran (Bukan kegedean tapi baju PSH,.. itu tuh baju jastong alias jas sepotong yang sering dipake sama para guru pengajar SD SMP SMA… inget nggak?)

Bagi yang belum ikutan berprosesi mutasi, kalem saja, semua ada saatnya. Jangan terjebak dengan anggapan mahluk, bahwa tidak atau belum promosi karena tidak mampu, tapi yakini bahwa keberhasilan bisa juga berupa keberuntungan, keberuntungan ini bukan sembarang keberuntungan karena keberuntungan disini adalah ‘Berjumpanya kesiapan dengan kesempatan.’

Mungkin belum ikutan karena masih harus terus ‘sharpen the saw’ dan ‘Seek first to understand, than to be understood’…..

…..hingga saatnya tiba, why not?…. itulah sekelumit cerita kehidupan.

“Trus kopi apa yang cocok dengan momen ini?”

“Emmmmh… bentaar… bentaar!!”

Bisa coba nikmati Kopi La Granada di Toby’s Estate Coffee & roastery Pascal23 yang miliki body yang soft dan flavour black tea & lemon plus fig yang asalnya dari Quindio Columbia, kayaknya bisa sedikit menenangkan hati dari rasa galau atau ketidakjelasan rasa karena dimutasi ke tempat yang terasa belum berkenan di hati (Padahal khan jabatan nggak bisa milih)

Photo : Coffee geulis dan teteh manies / dokpri

Jadi inget arahan bos di masa lalu, “Jabatan itu P3G!!”
“Artinya bos?”
“Prestasi Prestasi Prestasi…. dan akhirnya Ghoib”
“Ohh….”melongo weeh.

Kopi selanjutnya yang bisa bikin ceria adalah Arabica Ciwidey yang disajikan di Cafe MOKKA Pascal23 Hypersquare Bandung. Insyaalloh bikin ceria, pasca mutasi apalagi promosi. Coba aja perhatikan sajian kopinya…. sajian kopinya nikmat dengan body medium dan low acidity, after tastenya menenangkan dengan rasa fruitty dan tamarind serta selarik cocoa serta backgroundnyapun bisa menambah semangat, apagi jikalau sang background sambil tersenyum….. ahaaay.

Ah sudah ah… sekali lagi selamat menempati amanah jabatan baru, baik bergeser apalagi naik level, perlu kemampuan untuk adaptasi dan bersabar menghadapi proses perubahan. Jadilah pejabat yang amanah, serta bersama-sama bahu membahu mewujudkan ‘jajulaba de inoko’..

“Waw, apa itu Jajulaba de Inoko???”

Mau tau?… itu singkatanku yaitu Jabar Juara Lahir bathin dengan Inovasi dan Kolaborasi….

Selamat ngopi, wilujeng rotasi dan promosi ataupun yang setia menanti. Wassalam (AKW).

Kopi & Merger

Ngobrolin merger, lebih asyik sambil ngopay…

Photo : Sajian V60 Arabica Toraja / dokpri.

CIREBON, akwnulis.com. Tulisan kali ini diawali oleh sebuah kalimat tanya, “Kenapa BPR harus merger?”

“Weits nggak bahas kuuupi bos?”
“Nggak atuh, jangan kopi melulu, supaya variatif dan berwarna”

“Oke, kopi khan mewakili warna hitam atau coklat, lha BPR entar nampilin warna apa kang”

“Yaaa… entar aja liat sendiri”

Balik lagi ke pokok pertanyaan diatas, yang dimaksud disini BPR adalah Bank Perkreditan Rakyat.

“Bentar.. bentar, apa bedanya dengan Bank Umum?”

“Ya jelas beda donk, dari tulisannya aja beda, trus klo disingkat, BPR dan BU, jelaaaaas beda!!!”

Jawaban yang tegas tapi maksa, memaksakan kehendak itu namanya.

Photo : Tampak depan cafe Keboen nDalem / dokpri.

Nggak usah jadi perdebatan, kita balikin aja pada aturan, dimana semua urusan bank ini berkiblat sama UU No.10/1998 Tentang Perbankan. Di UU ini dijelaskan pengertian bank dan pembagian istilah atau pengertiannya.

Nih klik aja, Perbedaan Bank Umum dan BPR.

Terkait pertanyaan awal tentang merger, maka perlu dijelasin dulu tentang makna dari kata ‘merger’.

Merger adalah……

Kata Mbah Van the Grinten, Merger atau fusi adalah berleburnya/bersatunya beberapa perusahaan sehingga dari sudut pandang ekonomi menjadi satu kesatuan… gitu pren.. trus…

Nich klo pengertian versi UU 40/2007 Tentang Perseroan Terbatas pasal 1 angka 9, merger atau dikenal dengan istilah penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva perseroan yang menggabungkan diri beralih kepada perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnya status perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.

Intinya adalah penggabungan perusahaan dan salah satu dari perusahaan penggabungan itu menjadi perusahaan baru dengan menanggung hak dan kewajiban dari seluruh perusahaan yang bergabung tadi.

“Walahh serius pisaaan… ngopaynya mana?”

Klo urusan ngopay maka segera…. cusssss…….. bergerak di daerah Kota Cirebon ke arah pelabuhan, tepatnya di Keboen nDalem Cafe & Roastery, Jalan Kesambi No 65 Cirebon.

Photo : Sang Baristi Keboen nDalem cafe / dokpri.

Sang Barista, Mas Uyun langsung meracik Arabica Toraja dengan komposisi 1 : 20 (by request) dengan panas 89° celcius menggunakan V60 dalam prosesi manual brew-nya. Tidak lupa sang Baristi hadir juga menemani dan membuat sajian kopi lainnya.

Srupuut…. nikmaaat, rasa murni kopi asli menyecap di hati. Mengubah cuaca panas Kota Udang Cirebon menjadi adem…

Ya iya khan ini pake AC dalam ruangan… Hehehehe iya juga.

“Eh… Jadi lanjutan penjelasan BPR harus merger itu gimana?”

“Kalem ah… yuk ngopay dulu….”

Srupuut, …… sabar yaa, tunggu tulisan berikutnya. Wassalam (AKW)

***

Bandara, Kopi & Bank.

Menghubungkan bandara dengan perbankan dan kopi, bisa gitu??

Photo : Suasana Cafe Kopi Apik Majalengka / dokpri.

MAJALENGKA, akwnulis.com. Kabut tipis menemani hadirnya kenangan, semerbak harum kopi yang telah terekstraksi memberi spirit baru dalam menjalani hari, hari yang begitu padat dengan agenda bejibun hingga malam menuju larut.

Yup, perjalanan pagi hari dari bandung menuju bandara kertajati dan menghasilkan beberapa tulisan yang (semoga) ada manfaat bagi siapapun yang memang perlu, terkait dengan fasilitas – fasilitas umum bandara dari kacamata seorang penumpang, diantaranya :

1. Fasilitas Bandara Kertajati 1.
2. Fasilitas Bandara Kertajati 2.

eh kembali ke depan meja ini…. Kopinya keburu dingin klo ngetik terus… padahal setelah beres ngopay musti balik lagi ke bandara kertajati untuk melihat suasana bandara di malam hari.

Photo : Sajian V60 Arabica Naganingrum / dokpri.

Sebelum itu, maka mari kita nikmati sajian Barista Majalengka, tepatnya di cafe apik yang beralamat di jalan Satari 239 Majalengka. Bean yang dipilih adalah Kopi Arabica Naganingrum dan Kopi Sugihwangi, … namanya keren-keren khan?..

Untuk masalah rasa hanya satu, dicoba.. dicoba.. dicoba. Maka Diki sang barista segera beraksi, menggrinder bean naganingrum lalu memproses ekstraksi manual brew dengan perbandingan 14gr bean dengan 200ml air panas 86° celcius…. currrr…. clak clak clak.

Nggak berapa lama sudah tersaji di meja, di sebuah cafe yang hommy, agak sempit duk dek sih…. tapi menambah keakraban karena pageye-geye…. Kebetulan juga cafenya penuh dan ramai, termasuk lengkingan suara parau sang pengamen jalanan yang tiba-tiba hadir di dekat meja kami…

“Ayyyyaaahhhh…. dalam hening sepiii kuriiiiindu…… 🎶🎼🎵dst”

Photo : Akses Bandara yang terang / dokpri.

Sajian kopi V60 naganingrumnya beraroma harum, bodynya medium dengan acidity low after tastenya kurang berasa di bibir… eh di lidah… ada sedikit tamarind, tapi selarik saja… lumayan menemani malam yang dingin dan mengembalikan mood sebelum bertugas eh memantau kembali kondisi bandara kertajati.

Sajian kopi tetep aja disruput tandas, karena sari-sari kopinya masih ada. Tak lupa berbincang dulu sebelum pamit dengan sang barista, nambah saudara dan jaringan sesama penikmat kopi, siapa tahu besok lusa bisa kembali dan bersua lagi.

***

Sebelum beranjak pergi, tiba-tiba berkelebat di fikiran sebuah Undang-Undang. UU 10 Tahun 2008 Tentang Perbankan.

“Lho kok jauh pikirannya, dari Bandara trus kopi sekarang bank?”

“Suka-suka aku, kepala kepala aku, ya bebaas moo mikir apa aja”

Diskusi tidak berlanjut, tetapi produktifitas berfikir harus terus dan tentunya dituliskan di layar smartphone menggunakan keyboard virtual… ta daaaa……

Kaitannya adalah……….. Bandara perlu pendanaan yang sangat besar, baik dari perencanaan, pembangunan hingga pengoperasian dan pemeliharaannya, dimana sumber pembiayaannya tentu salah satunya berasal dari perbankan atau kita kenal dengan sebutan bank.

Bank menurut UU 10/2008 pasal 1 ayat 2 adalah sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak.

Tuh khan dari sisi pengertian mah bertujuan mulia lho, terus pengertian Bank menurut Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 31 maka bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran.

Tah lumayan khan nambah pengetahuan, “Trus apa hubungannya dengan kopi?”….

“Kopi berfungsi memberi semangat untuk mempelajari hubungan bandara dengan bank!!! 🤣🤣🤣”

“Ah teu pararuguh kamuh mah”

Heu heu heu heu……

Ih nggak percaya, sok aja coba. Menikmati kopi bikin mood lebih baik dan bisa mikir lebih banyak, cobain ayooo….

Srupuuut…. Go.

Photo : Ikutan nongkrong di posko terpadu pukul 22.30 wib / dokpri.

Kami berangkat kembali, dari arah kota Majalengka menuju Bandara Kertajati (lagi) disaat waktu menunjukan pukul 21.45 Wib. Semangaat. Hatur nuhun (AKW).

Fasilitas Bandara Kertajati 1)

Mengecek dan nyobain beberapa fasilitas bandara Kertajati : Toilet – Mushola – ATM.

Photo : Pintu Gerbang Bandara Kertajati / dokpri.

KERTAJATI, akwnulis.com. Turun dari mobil Toyota Hiace punyanya travel CTU (City Trans Utama) yang akses langsung ke lantai 3 terminal keberangkatan penumpang pesawat di Bandara Kertajati.

Ini tulisannya tentang antar moda, Menjajal perjalanan Antar moda ke Bandara Kertajati.

Photo : Eksis bersama duyuu / pic by Cacam.

Sebelum memasuki pintu kaca bandara, maka seperti biasa berphoto bersama sebagai bukti kehadiran disini sekaligus untuk bahan eksistensi diri di dunia media sosial.

Lalu kami berjalan menuju pintu masuk melalui akses penerbangan internasional lho.

“Kok bisa?”
“Ya khan hari ini belum ada penerbangan lagi, jadi bisa akses dari sini”
“Ohh gitu…..”

Masuk melewati pintu pemeriksaan dan tas serta peralatan elektronik melewati mesin x-ray dengan para petugas yang ramah tapi tetap waspada.

Masuklah kami ke bandara yang begitu megah dan indah ini… meskipun memang masih sepi. Tapi hadirnya kami semoga bisa memberi warna berarti. Demi kemajuan dan kesiapan Bandara Internasional Kertajati ini menjadi bandara yang sibuk, keren dan tentu kebanggaan warga jabar tentunya.

Kami berlagak sebagai calon penumpang pesawat yang akan terbang dari bandara Kertajati hari ini. Jadi berkeliling sambil menikmati fasilitas, itu yang dilakukan.

Bergerak…..

Fokus pertama, kelengkapan toilet dan mushola, terletak di sayap kanan dan kiri bandara. Toilet wanita, toilet pria dan juga untuk yang berkursi roda serta nursery room, lengkap tersedia.

Berjalan agak ke dalam, tersedia ruangan untuk mandi dilengkapi dengan air hangat…. aiiih senangnya… pengen nyoba mandi, tapi takut ditinggal pesawat yang bisa terbang kapan saja… ahh lebaay kaaau.

Photo : Kamar mandi bandara lt 3 / pic by Fauzi.

Ada 16 kamar mandi dengan fasilitas air hangat, 8 buah untuk pria dan 8 buah ruang mandi wanita, cukup buat menyegarkan tubuh dan pikiran sebelum melakukan penerbangan jarak jauh baik luar jawa juga (nantinya) penerbangan luar negeri.

By the way, penerbangan umroh secara berkala sudah dilakukan tetapi memang belum setiap hari. Trus penerbangan haji semoga tahun depan bisa terwujud setelah 2 tahun ini berjuang untuk memenuhi segala syarat dan prasyarat yang harus dipenuhi.

***

Fokus kedua adalah ketersediaan mushola, tempat beribadah bagi umat muslim. Posisinya dekat toilet baik di sayap kiri dan sayap kanan.

Musholanya nyaman dengan hamparan karpet merah marun, tempat wudhu yang berjajar banyak serta pemandangan depan mihrab yang langsung melihat pemandangan lantai dua tempat penumpang yang akan boarding…. nyaman dan damai rasanya.

Photo : Mushola di sayap kiri lt 3 / dokpri.

Begitupun dengan mushola di sayap kanan, akses langsung pemandangan ke boarding room.

Jangan lupa siapkan boarding pass anda dan juga tanda pengenaal….

Fokus ketiga, adalah kelengkapan akses duit alias klo butuh duit pas di bandara….. Mesin ATM… tau khan singkatannnya?.. mesin buat ngambil duit sendiri atau.. ATM (Ambil Tsendiri Money 😀😀🤣🤣)…. maksa dikit boleh khaaan.

Jadi… keluar dari area toilet, kamar mandi air hangat dan mushola, segera nyari mesin ATM… clingak clinguk.. clingak clinguk.

Agak susah juga nyari ATM, setelah akhirnya bingung sendiri….. nanya dech ama petugas.

“Sebelah sana pak” Sambil menunjuk ke belakang. Penasaran, langkah kaki bergerak menuju arah yang dituju, memang dari arah depan tidak terlihat apalagi dari toilet…. ya iya atuh. Posisi ATM tersebut berada di tengah arah belakang lantai 3 ini…. nyaris tidak terlihat alias tersembunyi.

Photo : ATM bersama di lt 3 / dokpri.

Tetapi memang itu adalah arah menuju tangga ke ruang boarding setelah check in di lantai 3, jadi bakalan terlewati. ATM yang tersedia adalah 2 unit ATM bersama yang dapat digunakan oleh berbagai kartu ATM… dengan syarat untuk Kartu debit tentu saldonya ready dulu.. baru bisa ditarik.

Jadi meskipun ini ATM Bersama, tetep aja menggunakannya giliran, seorang-seorang. Nggak boleh bersama-sama, khawatir malah confused dan akhirnya error lho guys.

Photo : Kantor Kas BJB & 2 ATMnya / dokpri.

Turun ke lantai 2, belum nemu ATM lagi dan di lantai 1 baru ketemu 4 buah ATM sekaligus termasuk kantor kas PT BJB Tbk. 2 buah ATM bersama dan 2 buah ATM BJB terletak di depan kantor BJB yang sudah bisa digunakan untuk bertransaksi termasuk ‘najongkeun‘.. 🤣🤣🤣…

“What the meaning -najongkeun- sir?’

“Itu tuch, aktivitas merehab atau merestruk utang….”

“Ohhh….. “

Ah udah ah, kok malah bahas urusan unfaedah, ini khan lagi obrolin fasilitas bandara kertajati.

Satu lagi ada fasilitas money changer BRI, tapi isinya belum lengkap. Semoga segera dilengkapi dalam waktu dekat.

Photo : BRI money changer / dokpri.

Oke guys, itu tiga fokus lainnya tentang bandara ini, setelah ditulisan sebelumnya membahas tentang Antar Moda ke Kertajati’... semoga tulisan ini bisa melengkapi informasi bagi para calon penumpang pesawat terbang yang akan menggunakan bandara ini, insyaalloh mulai tanggal 15 Juni 2019… eh hari ini yach?…

Bener bingit, kemooon… terbaaang. (AKW).

Antar Moda Bdg – Bandara Kertajati.

Uji coba salah satu antar moda, dari Bandung ke Bandara Kertajati pake Toyota Hiace CKU.

Photo : Diskusi sebelum pergi / dokpri.

KERTAJATI, akwnulis.com. Berita tentang rencana pengalihan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka semakin santer tersaji diberbagai media dan dilisankan di beberapa acara seremonial oleh para pejabat, tepatnya hari sabtu tanggal 15 Juni 2019…. woaah menghitung hari atuh.

Boleh baca juga artikel ‘Fasilitas Bandara Kertajati 1.’

Pertanyaan paling gampang, “Untuk para penumpang dari Kota Bandung atau daerah lain pake apa?”

Baca lagi berita juga medsosnya BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat), disebutin udah ada beberapa kali rapat pembahasan dengan para operator pengusaha antar moda dan disebutkan sudah siap melayani perjalanan calon penumpang dari berbagai kota untuk mengantar ke bandara kertajati dan juga para penumpang pesawat yang turun di Bandara Kertajati untuk dilanjutkan ke kota tujuan.

Photo : Daftar antar moda / sumber website bijb.

Disebutin diantaranya DAMRI, City Trans Utama, Eca Express, Lintas, dan P trans, di website bijb.co.id juga dicantumkan nomor kontak yang bisa dihubungi…. Pertanyaannya, “Udah siap belum nggak siih antar moda-nya?”….. ” Harus dicoba langsung inih maah”

Ciusss….. cari-cari info, kontak sana sini dan searching info tentang kesiapan antar moda.. kemon guys.

***

Hasilnya … jengjreeeng.
…. sabar yaa.

Jreng….

Pertama rencana pengen naik armada DAMRI dari Pool Kebon Kawung Bandung deket Stasiun Kereta Bandung,…. ternyata sekarang belum ada yang jalan ke Kertajati, tetapi pada saat tanggal 15 Juni 2019, dipastikan DAMRI sudah ready….. gagal nyobain DAMRI, tapi gpp, … nanti aja pada waktunya.

Photo : Shuttle di depan hotel Topas Pasteur / dokpri.

Kedua kontak-kontak dengan berbagai pihak dan tentu dengan BIJB,… akhirnya kami mendapat akses dengan salah satu travel yang siap yaitu CTU.. City Trans Utama… awalnya kirain shuttle eh travel City Trans… ternyata beda lagi… ya udah gpp…. kemooon coba.

Akhirnya sepakat, rabu pagi (12/06) mencoba armada shuttle CTU, dan dipilihin yang VIP… iya vip ya?… Mobil Toyota Hiace 2019 2500cc dengan 7 kursi penumpang yang empuk dan nyaman…. dilengkapi colokan usb di setiap kursi buat ngecas hape dan sebagainya juga tempat dudukan botol minuman. Kaki juga nyaman karena jarak cukup lega…. harga per orang untuk rute Bandung ke Kertajati Bandara dan sebaliknya Rp 105.000,-.. itu harga promo, klo normalnya Rp 120.000,-/per orang.

Photo : Para penumpang di dalam Hiace / pic mr IH.

Oh iya, shuttlenya dari Hotel Topas Pasteur dan rutenya melalui GT Pasteur menyusuri Tol Cipularang lalu masuk Tol Cikampek dan melanjutkan ke Tol Cipali hingga akhirnya keluar di KM158 GT Kertajati. Keluar tol sudah jelas petunjuknya… pertigaan belok kiri dan ikuti petunjuk hingga akhirnya ada pertigaan lagi… belok kiri… udah masuk jalan Akses Bandara Kertajati… Horeee.

Perjalanan dari Bandung tepatnya shuttle Hotel Topas hingga tiba di Terminal keberangkatan Bandara Kertajati adalah kira-kira 180 menit atau 2,5 jam perjalanan….

Kemooon terbang…. eh belum, ini khan uji coba dulu.

Photo : Pose hepi yang mau berangkat ke Kertajati / dokpri.

Untuk penumpang yang perlu travel CTU ini juga travel-travel lainnya, di lantai 1 Bandara Kertajati sudah tersedia 1 counter pembelian tiket yang merupakan gabungan dari berbagai operator antar moda dengan berbagai kota tujuan, seperti Bandung, Cirebon, Bekasi dan Kuningan.

Photo : Counter aneka Shuttle antar moda di lt.1 Bandara Kertajati / dokpri.

Gitu dech pengalaman singkat nyobain salah satu antar moda dari Bandung ke Bandara Kertajati, pake CTU, City Trans Utama… over all, enakeun, empuk dan perjalanan nyaman, juga ada karaokenya, meskipun kemarin didominasi lagu koplo Nella K dan Via V…. jadi hafal lagunya hihihihi.

Photo : Kendaraan Toyota Hiace mendarat di area keberangkaran bandara Kertajati / dokpri.

Makasih Bu An-BIJB atas kemudahannya juga Mas Sudar yang jadi pilot eh sopir Hiace kemarin. Semangaaat…….

Boleh baca juga artikel ‘Fasilitas Bandara Kertajati 2.’

Sekarang moo beredar dulu di Bandara nich, ada 3 lantai yang mau diubek. Wassalam (AKW).