Mengejar Gas Natural & Gas Pribadi

Urusan gas yang menarik untuk di catat, baik gas alam ataupun gas buatan termasuk gas buatan sendiri.

Photo langit dan taman di halaman Aston Cirebon / dokpri.

Perjalanan nyubuh kali ini menuju salah satu dari tiga daerah metropolitan dan titik pertumbuhan jawa barat yaitu wilayah metropolitan Cirebon Raya. Wuih metropolitan bro, yup memang Cirebon daerah yang sangat potensial. Selain Cirebon Raya ada Metropolitan Bodebekkarpur dan Metropolitan Bandung Raya, itu yang termaktub dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014.

Tapi tulisan sekarang bakal fokus tentang agenda acara terkait urusan energi yang berasal dari gas bumi yang kebetulan memang bakal tempatnya di Cirebon ini. Sebelum jauh bahas urusan di cirebon, tiba-tiba ingatan melayang ke masa kecil… rumah di kampung halaman. Klo inget di rumah, pasti kita akrab banget sama tabung warna biru yang disebut tabung elpiji. Dulu mah minyak tanah buat keperluan rumah tangga. Harap maklum karena bisa menikmati listrik itu di usia SLTP, maklum kampungku masuk daerah IDT…

Masih inget nggak?.. yg program Inpres desa tertinggal?... Jadi hingga tuntas sekolah dasar, sangat akrab ama yang namanya minyak tanah. Buat kompor yang pake sumbu dan juga beraneka lampu bagi penerangan di malam gulita. Ada 6 lampu minyak gantung dan 8 lampu minyak semprong.

Nah jadwal pembersihan kaca dari kesemua jenis lampu tersebut adalah ba’da asyar sekaligus mengisi minyak tanahnya… rutinitas nostalgia yang ternyata membentuk karakter kedisiplinan.

Photo : Aston Hotel Cirebon / dokpri

Balik lagi ke tabung biru yang namanya elpiji, ternyata elpiji itu merk dagang dari Pertamina.Isinya LPG (Liquified Petrolium Gas) yaitu gas minyak bumi yang dicairkan, hasil penyulingan minyak. Caranya dengan di turunkan suhunya dan ditambah tekanan, maka gas berubah jadi cair. Klo search di mbah gugel, LPG itu dalemnya propana (C3H8) dan butana (C4H10) dan sebagian kecil etana (C2H6) dan pentana (C5H12)… jadi inget belajar unsur kimia jaman SMA.. Hehehe. Aslinya si LNG ini tidak berbau sehingga ditambahin ‘mercaptan‘ supaya klo bocor terdengar oleh penciuman, eh tercium oleh hidung dengan baunya yang khas.

Sementara yang dibahas sekarang di lantai 2 Hotel Aston Cirebon adalah gas alam atau gas bumi yaitu bahan bakar fosil yang berbentuk gas. Ieu gas naon deui?.… Nama bekennya LNG (Liquified Natural Gas), gas alam yang didapat dari ladang minyak, ladang gas bumi serta tambang batubara yaitu gas Metana (CH4), molekul hidrokarbon terpendek dan teringan.

Gas alam juga bisa berasal dari pembusukan bakteri anaerob dari bahan-bahan organik biasanya terdapat di daerah rawa-rawa, tempat pembuangan sampah dan penampungan kotoran hewan dan manusia yang disebut ‘biogas‘. Klo gas alam ini didistribusikan yang paling umum adalah melalui pipa-pipa dari sumber gas hingga distribusi kepada pelanggan (end-user) tentunya sangat kompetitip bagi dunia industri yang membutuhkan sumber energi yang besar dan kontinyu. Termasuk juga untuk digunakan di urusan properti seperti apartemen, perhotelan dan transportasi serta berbagai bidang usaha lainnya.

Photo :Para pembicara / dokpri

Semangat membangun jaringan gas antara cirebon – semarang yang berjarak 230 – 235 kilometer ini yang bergema di sini. Sebuah acara kerja bareng Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat bersama PT Rekayasa Industri sebagai Pemegang konsesi pembangunan jaringan gas dengan PT Energi Negeri Mandiri yang merupakan anak perusahaan BUMD provinsi Jawa barat di bidang Energi yaitu PT Migas Hulu Jabar.

Setelah di akhir agustus 2017 lalu MOU, maka PT Rekind & PT ENM tancap gas untuk proses sosialisasi di jabar dan di Jateng sehingga target sehingga kegiatan offtaker gathering dan investor bisa tuntas di 2017, trus dilanjut ke penyusunan Feasibility Study, AMDAL serta pelelangan konstruksi di tahun 2018. Targetnya 2020 sudah bisa beroperasi dan melayani kebutuhan gas di wilayah Cirebon – semarang.

Diskusi hangat di acara ini saling melengkapi, baik dari BPH Migas sebagai pengatur juga para pelaku usaha di wilayah cirebon dan sekitarnya. Semua pihak berharap program ini bisa terwujud, bukan hanya BBG (bolak balik gagal, pinjem istilah pa Karsono Organda Cirebon)… plesetan dari bahan bakar gas (BBG) yang sudah pernah digagas sejak 10 tahun silam dengan berbagai nama termasuk juga program langit biru.

Eh ada yang lupa, si LNG inipun bisa juga di distribusikan menggunakan bejana tekan, tentunya sebelumnya dikompresi dulu. Nama istilahnya Compresed Natural Gas (CNG), kegunaannya adalah kepraktisan dan tentunya ramah lingkungan. Klo di jakarta sudah diterapkan pada busway dan bajaj. Juga didistribusikan untuk industri yang memerlukan gas alam.

Photo : Menu Maksi full / dokpri

Ya udh ah, gitu dulu cerita gas nyah. Soalnya kebanyakan makan siang berlemak jadinya pengen buang gas… ups maaf.

Nah klo yang akan keluar ini namanya kentut atau bahasa kerennya flatus, unsur kimianya adalah : Nitrogen: 20-90%, Hidrogen: 0-50%? Karbon Dioksida: 10-30%, Oksigen: 0-10% dan Methane: 0-10%. Flatus sering bau! Bener nggak?…. gak percaya?… coba aja diisap dech olangan.

Ada beberapa bahan kimia yang berkontribusi mewujudkan urusan bau ini yaitu Skatole (produk sampingan dari pencernaan daging), Indole (produk sampingan dari pencernaan daging), Methanethiol (senyawa sulfur), Dimetil sulfida (senyawa sulfur), Hidrogen sulfida (bau telur busuk, mudah terbakar), Amina yang mudah menguap, Asam lemak rantai pendek, Feses (jika ada dalam rektum) dan bakteri. Eh klo malah bahas kentut… tapi memang itu gas yang akrab juga dengan keseharian kita.

Sebelum berpisah, sebuah pantun dadakan semoga memberi sedikit hiburan dalam pembahasan gas-gas ini.. gasss polll.

“Membawa kawat dicampur abon, menjalin tali memanen kurma.

Diskusi hangat di Aston Cirebon, ngobrolin gas bumi bersama-sama”

Ada satu pantun lagi :

“Mengikat janji menjadi simpul, mencari ikan & cumi-cumi tanpa bertanya.

Hari ini kita berkumpul, jadi saksi terwujudnya pemanfaatan gas bumi di cirebon dan sekitarnya”.

Selesay…..

Akhirnya waktu jualah yang membatasi. Meskipun tetap sehari 24 jam tapi nilai manfaat kembali kepada apa yang kita perbuat. Wassalam. (Akw).

Sumber :

Ide sendiri + google.co.id, wikipedia.com, bphmigas.co.id, bisakimia.com

Kulinas di acara PJT II

Kotretan tentang KuliNas (Kuliner Dinas), makan malam teratur dan terpola standar hotel (table manner) menyajikan kuliner istimewa di acara resmi penuh makna.

Pemandangan kota Jakarta / dokpri.

Sabtu adalah saatnya bercengkerama dengan keluarga, ocon sama orok dan pasti ibunyaa setelah senin hingga jumat malam berjibaku sama kerjaan yang nggak ada brentinya. Tetapi resiko tugas sebagai ASN yang harus siap dengan tugas mendadak, maka meskipun bersama keluarga, status ‘Siaga‘. Siaga trus penggalang baru pandega… eh itu mah Pramuka yach?… siaga ini juga bukan status gunung berapi yach. Tapi bentuk kewaspadaan pribadi karena fungsi memilih abdi negara sebagai profesi.
Sang istripun dengan sedikit murung berjuang untuk mengerti bahwa ini salah satu konsekuensi, mendukung dan berharap segera berkumpul kembali. Alhamdulillah istriku mah bageur dan sholehah.. Aamiin.

Apa yang terjadi?…. tugasss… Yup karena sabtu siang ini harus segera meluncur ke ibukota negara, jakarta. Mendapat perintah dari bos untuk hadiri acara di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta di malam minggu dalam acara ‘Gebyar 50 Tahun Perum Jasa Tirta II’. Berangkaat…. Bismillah.

4 jam perjalanan Bandung – Jakarta dilakoni olangan. Sedikit tersendat dari Km46 Tol Cikampek – Jakarta hingga masuk tol kota. Yang penting tiba di lokasi acara tepat waktu.

Ngemeng-ngemeng disinih nggak bakal bahas detail urusan acara yang pasti ada susunan serta agendanya. Tapi yang dibahas mah urusan hidangan atuh… kuliner hotel yeuh. Tabel manner tea geuning. Yang makan banyak aturan, beda-beda sendok dan pisau dengan sajian yang terdaftar. Yang klo mau makan lirik-lirik dulu, bisi salah pegang pisau atau sendok, soalnya sendok aja ada 3 model. Harap maklum aku mah penikmat kuliner yang tradisional, yang enaknya langsung pake tangan dicomot dan am. Klo ini mah penuh tatakrama dan jangan lupa lap putih berbentuk segitiga sudah siap diatas paha dimana sajian akan segers tiba.

Yuk kita bahas atu-atu. Cekidot.

Photo : dokpri

Sajian perdana air demineral ‘Jatiluhur”, membasahi tenggorokan yang dari tadi dibiarkan kering. Menu pembuka (Appetizer) tersaji di piring putih daging sapi tipis dengan daun parsley dan sebuah bunga oranye putih kemerahan. Nggak banyak cingcong, ambil garpu dan am am am. Urusan rasa sih relatif, yang pasti ada asem dikit dan enak. Giliran bunganya nggak berani makan, meskipun aku berpendapat bahwa sajian makanan itu ideal bisa dimakan semuanya. Ya kecuali duri dan tulang… :).. eits itu juga boleh klo giginya kuat ngegigitnya.

Appetizer / dokpri

Karena penasaran dan kepo, pas pelayan berbaju hitam datang. Ditanya, “Mas klo bunga ini boleh dimakan?” “Jangan pak, itu mah hiasan!” …. Alhamdulillah feeling so good. Tapi bapak yang di samping kiri agak tersipu karena beliau memakan tandas sajian appetizer tersebut tanpa sisa, termasuk bunga hiasannya…. xixixixi.

Soup : Crab bisque with seafood dumplings, parmesan puff pastry straw

Sajian kedua adalah soup kepiting dan bermacam campurannya atau lengkapnya ‘Crab bisque with seafood dumplings, parmesan puff pastry straw’ tersaji semangkuk soup kecoklatan dengan roti bawang. Nggak banyak basa-basi. Sikat habis bersih tak bersisa. Eh sisa ding… mangkok piring dan sendoknya.

Main course : Grilled beef terderloin served with steamed rice, sautéed vegatble and sate maranggi / dokpri

Tibalah menikmati sajian utama (Main course) yang full daging yaitu tenderloin dan sate maranggi ala hotel. Pasti ada nasi dibentuk kerucut jadi tumpeng super mini. Berhubung udah 1 tahun brenti makan nasi ya…. disisa-in dech. Klo tenderloin dan satenya jelas dieksekusi setelah terlebih dahulu dipotong-potong kecil untuk mempermudah penyuapan (ini penyuapan dalam arti sesungguhnya).

Photo makanan penutup / desert

Makanan tersaji untuk menutup sesi table manner ini adalah kue coklat dan mini ice cream atau nama lengkapnya ‘Baked chocolate mouse and apricot cake with almond crumble, fresh raspberries and vanilla bean ice cream’. Hanya berani setotol saja, nyacapkeun kapanasaran. Tak berani dimakan tuntas karena ada protokol makanan yang musti dijaga tegas.

Photo : dokpri

Terakhir tersaji kue-kue dan bola-bola coklat yang terlihat menggoda. Lagi-lagi hanya berani memandang dan mengabadikan saja agar dapat dikenang lebih lama. Plus pilihan hot black coffee atau teh yang menutup resmi jamuan makan malam di acara ini.
Alhamdulillah kenyang, semoga perut tidak berontak dan mencret berkepanjangan (maklum beuteung kampung).

Itulah perjalanan kulinas (kuliner dinas) malam minggu di kota jakarta tepatnya di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski di bilangan bundaran HI – Kebon kacang, Jakarta pusat. Laporan dinasnya sih itu entar di kantor plus berkas visum dan bukti tol serta struk bbm. Ini mah urusan kulinernya aja.

Photo Kadis PSDA mewakili Gubernur, menerima penghargaan / dokpri

Hatur nuhun PJT II atas undangannya, dan Selamat ulang tahun setengah abad dan juga peluncuran bukunya. Serta terima kasih sudah memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai ‘Outstanding Achievement on Environment Water Resources Award’ yang terima oleh Bapak Kadis SDA Provinsi Jawa Barat bersama Bupati Purwakarta dan Kepala BBWS Citarum.

Photo penghargaan & medali / dokpri

Akhirnya acara kelar dan musti kembali bersabar karena keluar gedung parkir lantai 9 hingga keluar ke jalan raya butuh 1 jam. Maklum bentrok sama yang bubaran malem mingguan dari mall ini. Iya acaranya di atas mall di lantai 11. Jadi lumayan pegal nginjak pedal rem menuruni gedung parkiran yang tinggi menjulang. Saking lamanya antri keluar dari parkiran, turun dulu dan ambil photo pemandangan kota jakarta di waktu malam, lumayan.
Perjalanan pulang menuju bundaran HI trus ke Semanggi padat merayap, beruntung kenalan sama bos PDAM Kota Bandung, jadi bisa ngikutin tanpa bingung arah tujuan di jalanan jakarta yang masih membingungkan. Setelah masuk tol kota, kembali nyetir olangan ditemani malam yang telah berganti hari menjadi hari minggu, hari keluarga.

Udah dulu ah, yang pasti Alhamdulillah dini hari sudah landing di bandung eh cimahi kétang, dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Wassalam. (Akw).

Renungan Suci 2017

Ikut mengisi kemerdekaan dan menghormati para pahlawan bangsa, Dirgahayu Indonesiaku.

Photo gdsate : dokpribadi.

Selarik cahaya di langit menggandeng bintang yang setia menghias malam. Beraneka warna ceria menambah gagah bangunan tua bersejarah yang sekaligus adalah kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Gedung Sate.

Terlihat kendaraan banyak terparkir serta hilir mudik manusia dengan menggunakan jas dasi lengkap kopeahnya. Ada apa gerangan?….

Yang pasti bukan hajat kawinan atau khitanan, tapi semua pegawai pemprov Jabar yang diberi amanah jabatan sedang hadir bersama dalam rangka resiko jeneng alias resiko jabatan untuk mengikuti rangkaian acara HUT Republik Indonesia ke 72 tingkat Provinsi Jawa Barat, dimana malam ini adalah acara ‘Renungan Suci.’

Bicara resiko jeneng atau resiko jabatan maka kehadiran para pejabat struktural dari seantero jawa barat tentu karena rumus kewajiban dan tertuang dalam surat edaran yang beredar beberapa waktu lalu. Wajib hadir tanpa kecuali, meskipun yang sakit mah pasti mengecualikan diri. Tapi sakit beneran bukan sakit pura-pura karena malas datang malam-malam, itu namanya ‘nyakit.’

Photo sedang isi absensi : Dokpri.

Absensi double di pintu masuk Gedung sate menjadi magnet tersendiri. Semua antri dan membubuhkan tanda tangan sesuai kolom yang tersedia. Di bagian dalam gedung sate tersedia bandrek bajigur dan seupan cau serta kue-kue lainnya. Organ tunggal di sudut kiri semakin meyemarakkan malam sebelum berangkat bersama ke Taman makam pahlawan.

Photo Bis pengantar : Dokumen Pribadi.

Pukul 23.00 semua bergerak menuju TMP Cikutra dimana upacara Renungan Suci akan dilangsungkan. Fasilitas negarapun kembali tersedia, bis – bis berbaris di depan gedung sate sudah siap mengantar para peserta upacara. Bisnya pun keren-keren lho. Tetapi yang menggunakan kendaraan pribadipun tidak dilarang, yang penting semua menuju ke lokasi renungan suci. 

Photo pintu masuk TMP Cikutra

Perjalanan dengan bis VIP milik Pemprov Jabar hanya 10 menit saja. Kami sudah tiba di halaman TMP Cikutra. Terlihat jejeran parkir kendaraan para peserta renungan suci sudah ngentep peda. Di hadapan terlihat tangga batu yang diapit oleh 2 tugu batu besaaar yang menyambut kedatangan para peserta renungan suci malam ini. Terasa suasana takzim dan penuh penghormatan atas jasa para pahlawan kusuma bangsa. Tepat melewati dua tugu besar yang menjadi gerbang masuk TMP, berhentilah sejenak, sikap sempurna dan berikan penghormatan terbaikmu, lalu melangkah mantap menuju tempat upacara.

Photo : Dokumen pribadi.

Jajaran nisan putih berbaris rapi, menjadi tanda bersemayamnya 5.688 raga para pahlawan yang telah berjuang untuk meraih kemerdekaan 72 tahun lalu. Selain pejuang yang raganya bersemayam disini. Banyak juga para pejuang yang dimakamkan diluar taman makam pahlawan. Semoga kehadiran kami para peserta apel kehormatan dan renungan suci ini adalah salah satu bentuk perhormatan dan penghargaan dari kami sebagai generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan ini dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Satu hal yang harus diperhatikan sebagai peserta apel kehormatan dan renungan suci ini pada saat penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin komandan upacara, kita harus ikhlas dan jangan berharap dijawab atau ada yang balas hormat.

Karena klo ada yang balas, itu berabe. Hehehe.

Tepat pukul 00.00 Wib Tanggal 17 Agustus 2017 acara Apel Kehormatan dan Renungan Suci digelar. Semua khidmat mengikuti acara ditengah temaram malam dan suhu dingin menggetarkan tulang.

Photo : Dokumen pribadi

Setelah selesai rangkaian acara, semua bergerak meninggalkan TMP Cikutra kembali ke rumah dan keluarga masing-masing. 

Dinginnya malam terus menguntit raga yang bergerak meniti kepastian sang waktu. Rembulan hilang dibalik pekatnya awan dini hari. Tetapi satu hal yang tetap terpatri, aku bangga menjadi bagian NKRI.

170817 

Dirgahayu Republik Indonesia tercintaku. (Akw).

Plara di pagi ceria

Beredar sekitar pantai dan pelabuhan ikan Plara sebelum ikutan melepas kepergian para assesor UGG.

Photo : Dokpri

Adzan shubuh ternyata terlewati saking nikmatnya menyusuri alam mimpi. Untungnya tak berapa lama bisa segera terbangun dan tergopoh berwudhu. Tuntas shalat segera mandi dan bersiap karena agenda hari ini masih padat.

Sebelum menuju lokasi acara, liat jam ternyata masih pukul 06.17 Wib. “Wah bisa beredar dulu di pantai dan pelabuhan ikan nich”

Tak butuh keputusan lama-lama, segera diarahkan rush hitam menuju arah barat palabuanratu, tujuan terdekat yaa… pantai Karanghawu.

Photo : Dokpri

Hanya 15 menit sudah sampai di lokasi dan prinsip yang dianut anak muda sekarang adalah No photo is hoax. Atuh terpaksa harus berpose dan lumayan ngos-ngosan karena ikutan loncat-loncat demi tuntutan yang mainstream yaitu jumpshoot mania. Ada juga yang saking asyiknya meloncat tidak sadar kulit perut ikut terkuak karena ingin melihat pemandangan Pantai Karang hawu.

Photo : Dokpri

Onggokan karang yang berjajar di pantai karanghawu menjadi saksi kehadiran kami. Deburan air asin menambrak karang menjadi sensasi tersendiri. Sepatu lapangan sangat cocok untuk menjejak karang meskipun agak berat disaat meloncat karena ditarik sang gravitasi.

Tuntas beredar di pantai Karanghawu, ditutup oleh segelas kopi pahit dadakan ala warungan yang ternyata kopi sachet sudah berpadu gula. Terpaksa diteguk meski sayang sudah melanggar protokol diet yang ada. Sekali-kali boleh dooonk, please.

Photo : Dokpri

20 menit kemudian, sudah beredar di pasar ikan pelabuhan palabuanratu. Melihat beraneka ikan segar yang begitu menarik hati. Tetapi karena elmu milih ikan seger sangat minim, takut katipu, juga yang pasti mah bekel terbatas… hehehe bilang atuh titatadi. Jadinya cuman mondar mandir jeprat jempret saja sambil membalas tawaran pedagang dengan senyum setulus dan semanis mungkin.

Photo : Dokpri

Ternyata beraneka warna cat perahu, amis segar ikan laut, cumi dan teman-temannya memberi sensasi tersendiri. Maklum karena jarang beredar di pinggir laut jadi terasa menyenangkan.

Photo : Dokpri

Akhirnya sang waktu jua yang harus memisahkan daku dengan suasana pagi ceria. Segera menuju area Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mengikuti acara pelepasan Tim Assesor dari UGG (UNESCO Global Geopark) yaitu dari Rumania dan Korea Selatan dalam rangka penilaian Geopark tingkat dunia yang telah berkeliling menilai dan pastinya melihat langsung puluhan geosite yang terbentang di kabupaten Sukabumi ini yang secara resmi dilepas oleh Bp Wagub Jabar Demiz dan Bupati Sukabumi serta Tim GNCP lainnya.

Photo : Dokpri

Besar harapan bahwa Geopark Ciletuh ini bisa menjadi Geopark tingkat dunia yang diakui secara formal. Seiring doa sejuta harap terpanjat demi wujudkan cita, salah satu kawasan di Jawa barat yang diakui Dunia. Hidup GNCP.

Setelah acara resmi berakhir, maka kamipun kembali bertolak menuju Bandung untuk mengejar agenda selanjutnya.

Bye plara (04/08). (Akw)

Plara-Cikidang-Plara 010817

Catetan sewaktu beredar di Palabuanratu Kabupaten Sukabumi pada Awal Agustus 2017

Photo : Dokumen pribadi

Perjalanan menempuh 120 km dari bandung menuju arah Barat daya provinsi jawa barat tepatnya ke kabupaten sukabumi ditempuh dalam waktu hampir 7 jam perjalanan dengan kondisi traffik yang lumayan padat tersendat. Berarti rata-rata 17 km/jam kecepatan berkendaraan. Penyumbang kemacetan yang cukup signifikan adalah kebijakan buka tutup karena perbaikan jalan di jalan pelabuhan II cikembang. Sehingga kami terdiam menunggu antrian cukup menjemukan.

Berhenti sejenak di area terminal Cikembar untuk menikmati makan siang, ati ayam ditemani telor ceplok bumbu dan sayur paria cukup mengganjal rasa lapar yang mendera. Cukup 10 menit saja maksinya. Rush hitam kembali menyusuri jalan berkelok di menuju palabuanratu.

Photo : Dokumen pribadi

Tiba di lokasi pertemuan, hampir tepat waktu. Ya terlambat 5-10 menit dan segera bergabung dengan Tim Keukeuh Perintis KEK di Jawa barat yang sudah 2 hari lalu bergerak di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung optimalisasi fungsi tim GNCP (sasieureun sabeunyeureun) dengan agenda menerima Assesor dari UGG (UNESCO Global Geopark) yaitu dari Rumania dan Korea Selatan dalam rangka penilaian Geopark tingkat dunia juga melihat langsung puluhan geosite yang terbentang di kabupaten Sukabumi ini khususnya koridor Palabuan ratu – Ciletuh hingga Ujung Genteng. Rapat siang ini dalam rangka pembahasan strategis tentang rencana usulan proposal untuk kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Sukabumi. 

Rapat dipimpin oleh Prof Deny dan Bp Dodi Asisten Ekbang Kabupaten Sukabumi. Dimana Kehadiran Kawasan ekonomi khusus ini adalah fasilitas dari pemerintah yang bertujuan mempercepat investasi masuk ke Indonesia, kawasan dapat meningkat pembangunan infrastrukturnya (klo salah, please koreksi). Termasuk poin-poin penting KEK ini mencakup fasilitasi Perpajakan, kepabeanan, cukai; Lalu lintas barang; Ketenagakerjaan; Keimigrasian dan Perizinan/non perizinan.

Photo : Dokumen pribadi

Syarat yang paling utama menurut Prof Deny adalah status lahan yang clear dan clean. Artinya sudah ada status tanah yang akan diajukan dan dibuktikan dengan sudah adanya sertifikat kepemilikan minimal 100 hektar. Syarat lainnya banyak ada sekitar 17 item, tetapi itu bisa berproses yang tentunya perlu sinergi yang tepat antara pihak-pihsk yang berwenang mengusung yaitu antara pemerintah dan badan usaha, jikalau badan usaha yang menjadi pengusung maka dukungan pemerintah daerah harus betul-betul maksimal karena para pihak ini harus seiring sejalan.

Sebagai calon pengusung KEK di Kabupaten Sukabumi, pa Dani dari Cikidang resort memberikan presentasinya dan menyatakan tertarik untuk menjadi pengusung KEK di kabupaten Sukabumi ini. Meetingpun berakhir dan rombongan melanjutkan untuk mengikuti rubicon kuning meninjau area Cikidang Sukabumi. Perjalanan menuju lokasi ditempuh hampir 1 jam dengan jalan mulus tetapi berliku dan menanjak serta sempit sehingga perlu extra waspada sang pilot mengendarai tunggangannya masing-masing.

Tiba di Lokasi menjelang sore, sejenak rehat sambil menikmati cemilan tradisional. Lalu melihat copy site plan yang ditunjukan sang pemilik. Namun pertemuan tidak bisa lama, karena ada perintah untuk kembali ke Palabuanratu untuk menemani pa Wagub Demiz makan malam, yang rencananya esok akan hadir melepas kepulangan tim Asesor Unesco Global Geopark.

Photo : Dokumen pribadi

Tentu sebelum berpisah diabadikan dulu pose bersama dilatarbelakangi bangunan club house Cikidang yang megah.

Rombongan terbagi dua, ada yang kembali ke palabuanratu dan ada yang lanjut ke Cibadak dan pulang ke Bandung.. of course ke rumah masing-masing. Karena kebetulan penulis masuk kelompok yang balik lagi ke palabuanratu maka tulisan ini berlanjut.

Tiba di sekitar pantai palabuanratu suasana sudah menggelap, segera rombongan kecil menuju rumah makan yang dituju dan….. tadaaa… menu makan malam seafood menyambut… euh menyambut pa wagub maksudnya, kita mah cuman ikut-ikutan.

Photo : Dokumen pribadi

RM Asrie di tepi pantai palabuanratu menyajikan aneka olahan seafood yang menarik selera. Selisih 15 menit, rombongan wagub tiba dan makan malampun dimulai. Sajian udang, kepiting, lobster dan tumis kangkung bersiap disantap. Para pejabatpun berjejer mengelilingi sajian utama bersama sang Naga bonar.

Photo : Dokumen pribadi

Bapak Kadis Kehutanan menemani pa Wagub menyantap lobster, meskipun klo diperhatikan photonya kayak dua orang yang sedang rebutan lobster.. ups maap. Yang pasti pa wagub menikmati sajian yang ada. Penulispun ikutan nimbrung, menikmati makan malam seafood yang melimpah dan gratisss.. karena ada yang bayarin. Hatur nuhun pa Kabiro Umum.

Photo : Dokumen pribadi

Makan malam berakhir ditutup dengan Duren Party, meskipun terus terang nggak berani ngabisin sama cangkangnya, takut disangka ngelmu atau kesurupan.

Gitu dulu yach ceritanya, karena harus segera mencari penginapan di sekitaran palabuanratu yang katanya sudah penuh karena ada even penilaian geopark Ciletuh dari UNESCO yang berlangsung seminggu ini. (Akw).

Update Bandara Kertajati 2)

Diskusi tentang Alternatif pembiayaan pembangunan Bandara Kertajati

​Lanjutt gan.

Ini lanjutan tulisan tentang Bandara kertajati 1).

Photo : Dokumen Pribadi

Sumber pembiayaan bagi PT BIJB bersumber dari APBD provinsi berupa penyertaan modal total 808 miliar rupiah dan sindikasi perbankan syariah dengan total komitmen 906 miliar rupiah dan tahap I baru cair 250 miliar rupiah. Sementara untuk mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur sisi darat dan juga menjaga cash flow perusahaan PT BIJB perlu segera dicarikan solusi pembiayaan yang efektif, mudah dan cepat.

Penjelasan Kepala Biro SPIBUMD tentang pembiayaan ini mengerucut kepada beberapa alternatif solusi, yaitu :

Alternatif Pertama adalah usulan penambahan Penyertaan modal sekitar 200 milyar rupiah pada Perubahan-APBD 2017, tetapi ini riskan mengingat proses APBD yang cukup lama serta ketersediaan anggarannya.

Alternatif kedua, akselerasi pencairan pinjaman sindikasi perbabkan syariah sebesar 656 milyar rupiah.

Alternatif ketiga, melalui penawaran RDPT (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) yang digawangi oleh PT Dana Reksa selaku manajer investasi.

Alternatif keempat, pembiayaan dari sindikasi perbankan konvensional.
Diluar itu juga pa Kabiro membuka peluang untuk altetnatif pembiayaan lainnya yang dapat menjadi solusi pembiayaan bagi PT BIJB.

Dirut PT BIJB melengkapi informasi yang ada dengan menjelaskan progres pembangunan bandara lebih detail dan terperinci serta  langkah-langkah pembahasan dan strategi-strategi yang sudah/sedang dilakukan berdasarkan kajian dari PT SMI selaku financial consultant PT BIJB yang mengerucut pada RDPT dan optimalisasi sindikasi perbankan syariah.

Rame pokoknya diskusinya, termasuk informasi dari Kementerian perhubungan, PT SMI, PT Angkasapura dan pejabat di lingkungan Menko Perekonomian. Rencana di tahun 2018, Kemenhub merencanakan memperpanjang runway menjadi 3000 meter sehingga bisa didarati pesawat jumbo seri 777.

Photo : dokumen pribadi

Terkait proses Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pihak Dana Reksa menjelaskan bahwa proses pendaftaran sedang berlangsung di OJK diharapkan dalam 2 minggu ke depan sudah turun ijin yang merupakan langkah pembuka untuk memulai menawarkan RDPT ini kepada calon investor. Yang butuh perjuangan dan kerja keras adalah bagaimana meyakinkan calon investor tentang jaminan investasi pada proyek pembangunan bandara kertajati ini.


Well makin melebar nich bahasan,
tapi juga nambah wawasan pengetahuan.
Kegamangan calon investor ini terkait beberapa hal yang belum tuntas, karena akan berpengaruh kepada ekuitas perusahaan di masa depan diantaranya :

1. Status Bandara Husein Sastranegara

2. KSO Kerjasama operasi PT BIJB dengan PT  Angkasapura II.

3. Inbreng lahan Pemprov Jabar.

4. Kejelasan aksesibilitas ke bandara dari jalan tol dan akses jalan non tol.

Makin siang makin memanas, tetapi kondisi tetap terkendali karena semburan sejuk AC memberi ketenangan. Apalagi sodoran box snack mengalihkan sesaat konsentrasi tentang diskusi ini (konsentrasi sayah maksudnyahh).

Akhirnya bapak Asdep Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur selaku pimpinan rapat menyimpulkan tentang harus ada langkah kongkrit dari semua pihak untuk memecah kebuntuan ini yang tentunya tidak lepas dari permasalahan yang membuat galau para calon investor.

Pertemuan ditutup meskipun belum menyelesaikan masalah tetapi minimal peta permasalahan dan alternatif solusi sudah ada secercah cahaya yang mungkin terang berpijar dan menyelesaikan semuanya. Sekaligus juga warming up untuk rapat sore hari yang akan dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan dihadiri bapak Wagub Jabar, Deddy Mizwar.
Pertemuan ditutup seiring dengan pembagian kotak makan siang karena waktu di jam dinding yang menempel setia di ruang rapat sudah melewati pukul 13.15 wib. Kotak diterima dengan sukacita karena cocok dengan keinginan stomach yang sudah kukurubukan alias berteriak alami karena sudah lapar. 

Tetapi tangan tidak jadi memulai makan siang karena ternyata kotak makan ini hanya berlaku untuk pagi dan petang, bukan untuk siang. Nggak percaya?… nich lihat bungkusnyaah.

Photo : dokumen pribadi
Percaya khan?… akhirnya rombongan bergerak keluar area lapangan banteng dan makan siang Soto Pak Sadi di jalan Ir  H. Juanda, di traktir pak Kadis Perhubungan Jabar, “Hatur Nuhun pak Kadis.”

Photo : dokumen pribadi



Wassalam. (Akw)

Bandara Kertajati 1)

Update info progres pembangunan bandara kertajati per juli 2017 dlm Rakor di Kemenko Perekonomian.

Gambar : paparan PT BIJB di crop.

Nah sekarang share cerita dinas dulu dech, agak serius yach. Tapi penting kok. Nggak percaya?… baca aja sendiri.

Cerita sekarang adalah urusan rapat Koordinasi tentang rencana pembiayaan dan skema operasional Bandara Internasional Jawa Barat atau disebut Bandara Kertajati yang merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres Nomor 58 tahun 2017, penyempurnaan dari Perpres 3 Tahun 2016.

Hari ini, tanggal 1 Agustus 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian bertempat di Gedung Ali Wardana, komplek Lapangan Banteng Jakarta mengundang seluruh stakeholder  untuk urun rembug duduk bersama menyelesaikan berbagai permasalahan yang menjadi kendala di lapangan. 

Sumber : dokumentasi pribadi

Kehadiran kami di lantai 3 gedung Ali Wardana disambut suasana taman yang asri dan menyejukkan. Tetapi tidak bisa berlama-lama karena rapat segera dimulai. Bapak Asisten Deputi  Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur memimpin jajannya pertemuan. Sebagai pendahuluan maka Kadis Perhubungan Jawa barat  menjelaskan secara detail tentang progres BIJB ini.

PT BIJB adalah Badan Usaha Milik Daerah Pemprov Jabar yang ditugaskan untuk membangun dan mengkoordinasikan berdirinya Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan penlok dari Gubernur jabar maka 1800 Hektar telah terhampar dan 957 hektarnya sudah dibebaskan alias dibeli lahannya oleh pemprov jabar dengan total anggaran sebesar 852 miliar rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa barat Tahun Anggaran 2009 sampai dengan 2016 lalu. Tahun anggaran 2017 di Perubahan-APBD dialokasikan 140 miliar rupiah dan usulan untuk APBD 2018 sebesar 70 miliar rupiah untuk biaya pembebasan lahan lanjutan.

Sumber : dokumentasi pribadi

Kadishub Jabar dengan gagah dan lugas menjelaskan juga tentang progres pembangunan konstruksi di sisi darat per juli 2017 yang meliputi pekerjaan infrastruktur bandara (84,9%), pekerjaan terminal utama bandara (33,2%) dan pekerjaan bangunan operasional (75,4%) dengan total pembangunan fasilitas sisi darat mencapai 49,8%. 

Sementara untuk sisi udara yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat yakni Kemenhub dan BUMN dengan total anggaran kurun waktu 2013 s/d 2017 sebesar 854 miliar rupiah mencakup runway 81%, Apron 58% dan Taxiway 67%.

Belum puas dengan persen-persenan, maka lanjut lagi penjelasan tentang progres pembangunan yang meliputi Fasilitas navigasi penerbangan (Tower) 67%, fasilitas bahan bakar (hidran pit) 97%, fasilitas meteorologi (gedung) 81%, fasilitas air 90% dan listrik 75%.

Panas sudah otak ini mendengarkan paparan yang berkelindan angka persentase. Serasa belajar hitung-hitungan baheula di bangku sekolah dasar pas dapet guru killer

Balik ke topik awal, yang pasti bandara Kertajati ditargetkan bisa soft launching pada triwulan I tahun depan, 2018. Otomatis semua pelaksanaan pembangunan fasilitas bandara harus terintegrasi dalam satu tujuan bersama meskipun kebijakan, sumber dana juga kajian keilmuannya berbeda-beda.
Pada sesi pembahasan tentang skema pembiayaan untuk dana pembangunan saat ini, giliran pa Kabiro SPIBUMD yang mengupas tuntas tentang struktur pembiayaan dan rencana tindak pembiayaan selanjutna. Serta uang cash yang diperlukan untuk mengamankan cash flow dari PT BIJB ini.

Tapi sabar yach… sementara sampe sini dulu. 

To be continue…… (Akw)