Gendong istri yuk

Silaturahmi RT dan hikmah pahala bagi suami yang gendong istrinya.

Minggu pagi adalah hari keluarga, bangun pagi sholat shubuh, lanjut untel-untelan sama anak istri. Becanda atau mungkin akhirnya terlelap lagi. Hanya saja ternyata tidak sebebas yang dibayangkan karena undangan silaturahmi halal bihalal RT sekitar rumah serta undangan pernikahan kolega telah mengingatkan untuk beranjak dari comport zone meluk bantal istri dan anak, bergeser mencari selarik handuk untuk menemani pasca membilas diri.

Silaturahmi di RT sekitar rumah menjadi urusan prioritas karena merupakan moment yang langka. Karena senin hingga jumat berangkat pagi pulang petang & sabtu jika tidak ada tugas maka mengantar istri yang bekerja, minggunya jadwal keluarga. Maka bertemu tetangga hanya sebatas say hello saja. Tidak sempat berkongkow ria ngadu bako baceprot durarang duraring.

Maka bersama istri dan ibu mertua hadir bersama, bersukaria karena kembali bisa bersua dengan para tetangga.

Tepat pukul 10.00 pagi, MC memulai acara dilanjutkan lantunan ayat suci alqur’an serta saritilawah yang petugasnya para tetangga. 

Lalu parade sambutan dari para pemimpin mulai dari Pak RW, Pak RT hingga sepatah kata dari tetangga yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Acara pokok adalah Tauziah oleh Ustad Zaenal Abidin yang energik serta bersuara merdu membawa hadirin begitu terlarut dengan rangkaian kata dan kalimat yang mengupas aturan agama dalam keseharian.

Halal bihalal adalah istilah yang merupakan genuine product made in Indonesia. Kenapa?…

Karena istilah ‘Halal Bihalal‘ tidak akan ditemukan di negeri arab ataupun di negara timur tengah lainnya karena bukan bahasa arab. Meskipun maknanya jelas adalah sebuah momen silaturahmi saling bermaaf-maafan pasca bulan ramadhan berakhir.

Bulan ramadhan adalah ajang pelatihan, diklat kepribadian secara komprehensif, tarbiyah riyadhoh dimana hasilnya itu akan terlihat di bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya. Apakah masih shaum sunnah, qiyamul lail, tadarus, berzakat serta perbuatan baik lainnya seperti di bulan ramadhan atau tidak?, berzakat adalah ciri kepedulian kepada sesama.

Lalu pasca ramadhan kita malah kembali ke kebiasaan awal?… berarti diklat ramadhannya belum berhasil.

Ada sebagian ulama menyampaikan bahwa ciri seseorang yang mendapatkan malam lailatulqodar adalah seseorang yang amaliyahnya semakin baik di bulan syawal dan bulan-bulan seterusnya.

Beranjak kepada silaturahmi tadi, jangan dulu berkoar untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga sebelum dengan orang terdekat di rumah dulu silaturahmi terjalin sempurna. Akan berwujud keluarga harmonis dan bahagia.

Rasulullah mencontohkan kedekatan dengan istri itu adalah senantiasa menyebut atau memanggil istrinya itu dengan nama yang penuh keindahsn dan rasa cinta. Mendudukkan istri diatas pangkuannya sambil melantunkan bacaan ayat suci Alqur’an. Kerennn dech.

Sekarang bagi yang sudah berkeluarga maka belajarlah menggendong istri masing-masing dengan syarat ikhlas dan ridho. Ada hadits menyebutkan bahwa jika seorang suami menggendong istrinya maka dosa suami akan diampuni seberat berat badan sang istri. Jadi bagi para istri yang montok bin gemuk tidak perlu gamang diet mati-matian karena justru makin berat sang istri makin banyak dosa suami yang diampuni, dengan syarat sang suami mau ngagandong dengan tulus & ikhlas.

Sebaliknya untuk sang istri ada juga pahala besar yang bisa dilakukan di rumah masing-masing. Secara mendasar bahwa tugas mengurus anak, mengurus rumah, mencari nafkah adalah tugas & kewajiban suami. Tugas istri simpel sekali. Syarat masuk surga bagi seorang istri ada 3, yaitu : taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah dam terakhir taat kepada suami. Maka hal-hal yang diperintahkan suami wajib hukumnya selama tidak melanggar norma masyarakat dan aturan agama

Apalagi ikhlas menjalaninya. Mencuci pakaian suami dengan ikhlas maka mendapatkan 1000 pahala, 1000 kebaikan dan 1000 ampunan dosa. Tinggal dikalikan saja, apalagi jika nyuci baju suami yang bejibun. Atau lebih mantap lagi jika sang istri memandikan suami.

Kembali kepada momen silatutahmi pasca lebaran maka yang diharapkan adalah peningkatan ibadah dan amaliyah kita di bulan syawal & seterusnya hingga kita semuanya adalah hamba yang cumlaude dari diklat ramadhan sebulan penuh.

Acara halal bihalal ditutup dengan musafahah salam-salaman. Tidak sempat mencicipi makanan yang tersaji karena harus segera mengejar waktu memenuhi undangan pernikahan di pusat Kota Bandung.

*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam

Wassalam WrWbr

@andriekw Argoparahyangan 120717

Duit ketelen mesin CDM

Sekelumit curhat disaat duit yg disetor ketelen mesin CDM sodaranya mesin ATM.

Assalamualaikum Wr Wbr.

Libur lebaran masih tersisa 3 hari lagi, arus balik mulai terasa berdenyut. Jalur langganan macet udh pasti stuck dan perjalanan terhambat. Jalur nagreg-gentong total macet setiap hari. Tol cipali arah jakarta sejak hari kamis (29/06) sudah padat dan berimbas kemacetan di beberapa titik yaitu di sebelum masuk rest area dan pas masuk tol cikampek (… ini reportase pribadi, soalnya ngerasain macet hari kemarin, kuningan-cimahi musti 7,5 jam :)).
Udah ah cerita macet nggak ada selesainya. Moo cerita hari ini, dapet tugas buat setorin duit. Meskipun libur khan sekarang ada CDM (Cash Deposit Machine). Itu temennya ATM, klo ATM buat ngambil duit, klo CDM bisa setor duit dan udah banyak bank-bank nyediain fasilitas ini meskipun areanya masih di kota besar khususnya di lokasi kantor-kantor cabang.

Kejadiannya ya sesuai judul, duitnya masuk mesin CDM tapi bukti transaksinya “transaksi dibatalkan”.. setor 2jt, keluar lagi 1jt nah yang 1jt ngilang masuk mesin dech… panik pasti terasa, tapi ngadepin kejadian nggak terduga musti tenang. 

Nah tips untuk setor di CDM dan terhindar dari ketertelanan atau memang udah ketelen inget-inget nich :

0. Sebelum beraktifitas menyetorkan duit jangan lupa berdoa dulu dan jangan terburu-buru, kalaupun ada antrian ya tetap kita konsentrasi.

1. Sebelum memasukan duit, periksa perlembar tidak boleh robek, terlipat, kusut, terhekter, terselotif.. pokoknya wajib mulus sebab kita urusan sama mesin yang nggak punya perasaan.

2. So pasti kita punya kartu ATM bank tersebut, langkah2 setornya mirip sama ambil duit di ATM. Masukan PIN, ntar pilih menu setor tunai, masukin duit yg udah dicek, ntar mesinnya ngitung, udah ada jml nominal klik yes, beres dech. Jangan lupa tanda bukti diambil buat bahan laporan ke istri, khan yg disetorin duit istri hehehe.

3. Pas kejadian ketelen, yg paling penting jangan panik. Tenang dulu. Tarik nafas sejenak dan konsentrasi. Trus inget2 itu duit apa dan siapa, klo duit hasil nemu sih ikhlasin aja, tapi klo duit sisa THR apalagi titipan istri atau malah punya orang, ya mesti diperjuangkan untuk kembali.


4. Pegang tanda bukti setoran ataupun struk pembatalan yang keluar dari ATM/CDM karena dibutuhkan pas laporan ke customer Center.

5. Photo mesin CDM yang nelen duit kita, selain buat kenang-kenangan ada kode mesin CDM yang dibutuhkan pas pelaporan.

6. Cari petugas satpam bank tersebut, karena posisi mesin CDM ini melekat di kantor cabang maka so pasti ada satpam yang bertugas. Klo udah ketemu lapor dulu dan minta kertas sama pinjem balpoin.

7. Telepon Customer Centernya. BCA 1500888 Bank Mandiri 14000 , BTN 1500286 dan sebagainya (googling aja yach untuk customer center bank lainnya. Sampaikan laporan peristiwa penelanan. Maka kita diminta nyebutin nomor kartu ATM dan biodata kita, insyaaloh hafal kok.  Setelah itu baru dicocokkan  tanggal kejadian dan mesin CDMnya (tercetak di struk pembatalan transaksi), termasuk sampaikan nominal duit yang ditelannya.

8. Setelah jelas laporan diterima, kita diberi tahu nomor laporan kita, biasanya 10 angka, itu yg perlu kita catat dg pulpen pinjaman. Untuk pengecekan proses pengembalian uang yg ditelan tadi. Proses pengembalian paling cepet 3 hari, jadi musti sabar.

Itu aja dulu cerita hari ini. Semoga nggak kejadian sama temen-temen. Apalagi klo pas mudik di luar kota, eh tapi klo mudik khan jarang yang setor duit di CDM tapi nguras ATM buat bagi2 rejeki di kampung… Ciaooo.
Wassalam.

@andriekw Cisarua300617

Belajar dari Kehilangan

Mencoba belajar dari sebuah proses kehidupan yang terjadi dalam kefanaan.

Sebuah kata yang begitu akrab dengan jalinan kehidupan, sering hadir dalam beraneka sesi perjalanan dalam kefanaan. Ya… karena sesuai kodrat kehidupan bahwa semua ada pasangannya, siang dan malam, atas dan bawah, senang dan susah, juga menemukan atau mendapatkan dan pasangannya adalah kehilangan.

Kehilangan asal kata dari hilang, kita semua pasti bersepakat bahwa hilang itu berarti sudah tidak ada lagi di rengkuhan kita, sudah tidak tahu ada dimana, juga secara phisik tidak terlihat oleh indera mata, telah jauh dari indera penciuman kita dan tentunya tak ada sayup tinggal senyap yang menghampiri indera pendengaran kita, lalu hanya memori yang merekamnya dalam relung kenangan yang begitu dalam.

Tingkatan kehilangan sangat variatif, dari mulai level kehilangan biasa, lebih kehilangan dan sangat sangat kehilangan. Ini tergantung dari dua faktor penting yaitu :

a. Seberapa besar pengorbanan yang dilakukan demi mendapatkannya.

b. Seberapa berharga keberadaannya

Jenis yang hilang itu bisa phisik juga non phisik, jika bicara benda maka kecenderungannya adalah kehilangan phisik dan sedikit psikis. Contoh barang yang pernah diberikan oleh seseorang dan terasa berharga. Disaat hilang maka 2 rasa tadi mendera, apalagi jika hubungan personal tidak ada masalah, tentu sulit untuk melupakan benda tersebut.

Jika yang hilang adalah mahluk hidup seperti binatang kesayangan, maka rasa kehilangan mungkin bisa tergantikan dengan membeli binatang yang baru, meskipun tidak mirip 100% tapi minimal dapat menggantikan dan mengisi ceruk kehilangan yang pernah terasa begitu mendera.

Yang lebih rumit adalah yang telah hilang itu adalah manusia, apalagi pasangan hidup yang telah berjuang bersama merajut rumah tangga hingga berpuluh tahun. Maka kehilangan atau kepergiannya dari sisi kehidupan kita, bukan hanya kehilangan phisik semata tetapi kehilangan psikis yabg terenggut terasa begitu berat dan menyesakkan dada. Ditambah lagi kepergian yang begitu tiba-tiba tentu semakin memperdalam palung kesedihan di samudera hati yang terdalam. 

Padahal kepergian seseorang dalam bentuk kematian adalah kepastian yang akan terjadi pada semua orang. Hanya satu sama lain tidak ada yang tahu kapan akan berpulang, kembali ke haribaan Allah Subhana Wataala.

Tahapan kehilangan itupun bermacam-macam, dimulai dari :

a. Tidak percaya

Dalam tahap ini jika benda maka akan terus dianggap ada dan diyakini dengan berbagai cara, tetapi jika manusia meskipun kita ikut melakukan prosesi pemakamannya tetapi seolah masih ada didekat kita, menemani dan serasa ada di sekitar kita apalagi jika melihat photo, video rekaman ataupun berbagai benda yang pernah menjadi saksi kebersamaan sewaktu masih hidupnya.

b. Mencari

Maka aktifitas yang dilakukan adalah mencari dan mencari serta terus berusaha mengembalikan keadaan harus seperti semula.

c. Kecewa

Ternyata akhirnya tidak bisa ditemukan dan kenyataan bahwa seseorang yang meninggal tidak akan kembali maka rasa kecewa dan marahlah yang membuncah hingga berujung pada kesedihan yang berlarut. Kecewa dan marah terhadap kenyataan & bersedih yang berlebihan, termasuk bisa saja terjebak untuk berburuk sangka kepada Allah Swt yang memberikan nasib memilukan ini.  Tahapan ini sangat perlu keseimbang jiwa dan kekokohan iman, karena bisa berakibat fatal. Psikis yang tidak stabil bisa mengakibatkan phisikpun terganggu. Bisa saja berakibat kejiwaan atau minimal sakit-sakitan karena tidak siap menerima kenyataan.

d. Pasrah  & menerima

Tahap akhir adalah pasrah dan berserah diri, meyakini bahwa kehilangan itu terjadi karena kita menemukan atau memilikinya. Jika tidak ingin hilang atau kehilangan, hindari memiliki benda ataupun bertemu dengan seseorang yang begitu berharga bagi kita.

Tapi tidak mungkin karena itu proses kodratiyah dan merupakan jalinan takdir bagi masing-masing individu. Cara terbaik adalah pertebal keimanan sehingga memberi motivasi untuk menggerakan nurani dan raga ini agar secara kaffah (komprehensif) berserah diri serta senantiasa percaya bahwa kejadian di dunia ini bukan random semata, tetapi merupakan gerakan dan gelimbsng ritmis yang telah diskenario oleh Allah Sang Maha Pencipta.

Jikapun ternyata untuk seseorang yang telah pergi dari sisi kita, telah lulus berjuang hidup di dunia fana. Cara terbaik disaat rindu dan ingin jumpa tak bisa tertahan lagi. Segera tundukan raga rapatkan nurani, bermunajat kepada Alkah yang maha sempurna, hamburkan untaian doa agar menjadi penyambung rasa penguat bekal bagi yang telah kekal di alam akherat.

Mari jalani tahapan kehidupan fana ini dengan berpedoman pada tuntunan agama sehingga disaat terjadi peristiwa tidak terduga seperti kehilangan barang ataupun terpisahkan oleh kematian, harus diyakini itu adalah skenario yang terbaik menurut Allah Swt. 

Wallahualam bisshhowab

@andriekw Cimohay23.23.190617