Menuju Al Muttaqien

Ciri dan cara menuju derajat taqwa, hasil ngikutin ceramah shubuh tadi pagi 310717

Bismillahirrohmannirrohim. 

Photo : Dokumen pribadi

Shalat Shubuh berjamaah mendengarkan alunan merdu sang Imam membaca ayat AlQur’an terasa begitu syahdu dan penuh ketenangan. Maafkan penulis yang belum hafidz qur’an, jadi taunya Imam membaca Surat Alfatihah dan ayat suci Alquran untuk bacaan seterusnya. 

Photo : Dokumen pribadi

Setelah shalat shubuh berakhir, bapak Kadis SDA selaku (giliran) sohibulbait mengantar ceramah shubuh ini dengan penceramah dan sekaligus imam sholat tadi yaitu Prof. Dr. KH. Miftah Faridh.

Photo : Dokumen pribadi
Tema pengajian kali ini adalah nama mesjid kebanggaan pegawai pemprov Jabar yaitu mesjid AlMuttaqien dan yang lebih penting lagi adalah semoga seluruh hadirin dan hadirot yang hadir adalah muttaqin. *kata penceramah lho.

Dan suara, “Amminnnn” pun bergema di shubuh pagi ini.

Apa itu Almuttaqien ?…. 

Amuttaqien adalah orang-orang yang memiliki derajat taqwa. Dimana disebutkan dalam Alqur’an bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bertaqwa.

Ukuran kemuliaan seseorang bukan diukur oleh kekayaan, jabatan, kedudukan dan kepintaran tetapi ukuran kemuliaan adalah dari ketaqwaan dan sebagai petunjuknya, Allah sudah menjelaskan dalam Quran Surat Albaqarah ayat 2. Bahwa Alquran adalah petunjuk untuk mencapai taqwa.

Dilengkapi dalam Quran Surat Alhujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dan manusia yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa.

Photo : dokumen pribadi

Bagaimana ciri-ciri orang yang bertaqwa?

Pertama, jangan terkecoh dengan orang yang memakai baju tanpa kerah, itu mah baju taqwa 🙂 (senyum dulu atuh).

Ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah :

1. Iman yang mantap.

2. Ibadah yang berkualitas

3. Mengingat dosa dan senantiasa bertaubat.

4. Memiliki kesalehan sosial

Pertama, kita semua bersyukur karena islam sudah melekat sejak lahir dari rahim ibunda, itu adalah hidayah karena yang Maha memberi hidayah adalah Allah SWT. Sebagai ilustrasi di McGill University yang beralamat di 3486 McTavish street, Montreal, Quebec Kanada terdapat study islam yang terkenal dimana tokoh-tokoh islam Indonesiapun banyak jebolan dari unversitas tersebut. Mahasiswanya umat islam, yang dibahasnya tentang keislaman tetapi para pengajarnya yang sudah menyandang profesor mayoritas bukan islam, padahal kesehariannya mempelajari, mendalami termasuk praktik langsung di negara islam tetapi tidak beragama islam karena belum mendapat hidayah-Nya.

Kedua, untuk ibadah yang berkualitas maka memiliki arti bahwa ibadah kita plus plus. Contoh klo rajin shalat 5 waktu yang 17 rokaat… itu mah biasa, nilainya C, ya syarat lulus aja itu mah. Tetapi untuk mencapai taqwa harus tambah jadi 30 rakaat sehari dengan qiyamul lail, witir serta sholat sunah lainnya. Zakat tidak hanya 2,5% tetapi itu angka minimal, begitupun dengan ibadah-ibadah lainnya.

Ketiga, selalu mengingat dosa dan selalu bertaubat serta tidak mengulangi kesalahan dan dosa yang sudah diperbuat.

Keempat, memiliki kesalehan sosial. Ini yang menarik karena ternyata untuk mencapai derajat taqwa tidaj cukup hanya beribadah kepada Allah semata tetapi juga bagaimana kualitas hubungan dengan sesama manusia dalam bentuk interaksi yang bervariasi sebagaimana dijelaskan dalam Quran Surat Ali Imron 133-135 yakni :

a. Orang yang ber infak/ berbagi kepada orang lain dalam keadaan lapang maupun sempit.

b. Orang yang bisa menahan dan mengendalikan amarahnya.

c. Orang yang memaafkan kesalahan orang lain, tidak pendendam.

d. Orang yang senantiasa berbuat kebaikan, serta

e. Orang yang jika berbuat keji/dholim kepada orang lain atau diri sendiri segera mohon ampun, dan tidak melanjutkan perbuatannya.

Photo : Dokumen pribadi

Sebagai kalimat penutup, agar lebih mudah dalam menjalani semua petunjuk menuju derajat ketaqwaan, 

Rasulullah menyebutkan agar umatnya untuk menjadi pribadi yang IHSAN dengan dua ciri utama yaitu :
1. Sembahlah olehmu Allah SWT seolah-olah melihat Allah SWT.

2. Kalau tdk bisa melihat Allah SWT, kita harus yakin Allah SWT selalu melihat kita.

Wallahualam bisshowab.

Gitu dech hasil penangkapan panca indera ini yang merupakan salah satu hal yang harus senantiasa di syukuri. Wassalam. (Akw)

Membelah pagi

Coretan singkat rutinitas senin pagi membelah jalan melewati Paspati

Photo : Dokumen pribadi

Membelah paspati dini hari yang sepi menjadi rutinitas alami di senin pagi. Memacu kendaraan serasa di jalan tol, meskipun pasti tetap harus siaga karena bisa saja ada penyebrang tiba-tiba yang mengakibatkan musibah tak terduga, Audzubillahimindzalik. Cuma tak berani memotret sambil menyetir karena itu berbahayyya sodara-sodara…

Sebelum sampai di Paspati, Perempatan jalan pasteur setelah keluar tol pun masih sangat lengang, 1-2 kendaraan yang melintas dengan malas. Lampu pengatur lalu lintas belum menyala, dilihat jam digital di dashboard jam 04.01 wib, “Pantesan masih dini hari.

Beberapa kendaraan plat merah terlihat bergerak di jalan, dan yakin tujuannya sama. Yaitu area gedung sate, gedung bersejarah yang sekaligus sebagai pusat pemerintahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Photo : Dokumen pribadi

Tak perlu berlama-lama, rush hitam sudah turun dari fly over Paspati menuju lapang Gasibu, belok kanan dan belok kanan lagi, gedung sate yang warna warni menyambut diri, ‘Ngabagéakeun.’ Warna warni lampu LED yang terpasang sempurna di Gedung Sate menambah semarak dini hari ini. Perlahan memasuki area parkir yang ternyata masih lengang. Parkir di posisi strategis, itu yang dekat pintu masuk dan mesin absensi digital yang pake pengenalan wajah. Setelah absensi berjalan mulus, segera menghambur ke halaman dan mengabadikan gedung sate yang ‘buricak burinong” (terang semarak berwarna warni).

Photo : Dokumen pribadi

Puas memandangi gedung sate yang berwarna warni, segera menuju tujuan utama yaitu Mesjid AlMuttaqien, mesjid yang indah dan megah di lingkungan Gedung Sate. Dengan tiang -tiang putih menjulang dan nuansa coklat keemasan menambah syahdu suasana kebersamaan dalam balutan rasa tawadhu hamba kepada Allah Subhanahu Wataala.

Photo : Dokumen pribadi

Sebelum berwudhu, mengisi absensi juga penting karena secara administrasi kudu terdata, itu untuk catatan manusianya. Untuk catatan Allah mah jangan khawatir, langsung otomatis tercatat dengan syarat hadir pengajiannya ikhlas bukan karena absensi he he he.

Photo : Dokumen pribadi

Brserak sandal berpadu kebersamaan, semua sepakat untyk bersama-sama beribadah di Mesjid ini, meskipun ada yang terburu-buru yang penting bisa datang sesuai waktunya.

Raga dan jiwa dibasuh air wudhu yang dingin menyegarkan, bersiap mengikuti shalat shubuh berjamaah dan mendengarkan ceramah pengajian pagi yang senantiasa di nanti di senin pagi.

Bismillahirrohmannirrohim.

Suara syahdu bapak K.H  Miftah Faridh selaku Imam sholat shubuh pagi ini begitu menggetarkan hati, mendengarkan alunan kalam suci Illahi dilanjutkan dengan ceramah yang bertema Almuttaqien, (orang-orang yang bertaqwa), sesuai dengan nama mesjid ini.

Ceramahnya ntar ditulis selanjutnya, sabar yaa….  (Akw)

Bersepeda itu Takdir.

Manfaatkan mode switch dalam jalani takdir kehidupan.

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Hidup itu unik dan penuh dinamika serta terkadang miliki daya kejut yang perlu dihadapi dengan keikhlasan. Karena dengan keikhlasan maka perjalanan kehidupan ini terasa lebih nyaman. Juga kepasrahan serta yakin kepada takdir Illahi. Tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur dalam catatan Allah SWT tetapi kita manusia tidak diberi kemampuan untuk tahu.

Inilah sekelumit ceritanya,… ahayy.

Kamis sore, sambil menyetir kendaraan. Sang otak nggak mau diam, merancang rencana esok hari dengan segala pertimbangan subjektif dan objektif. Evaluasi singkat sambil meraba lemak yang mulai bertumpuk kembali di pinggang kanan kiri, maka jawabannya adalah “kurang olahraga“… dengan misi itu di break down menjadi strategi dan akhirnya mengerucut dalam kebijakan. Dikerucutkan lagi menjadi program, dan implementasinya adalah Rencana Kerja untuk sasapedahan esok hari… 

Nyampe rumah pas adzan magrib berkumandang. Segera bergegas membersihkan diri sebelum ocon dengan putri semata wayangku. Mandi 5 menit bisa kelar dan dijamin badan agak bersih. Kenapa harus kilat?… karena panggilan, “Ayahh… ayaah” dan gedoran tangan mungil di pintu kamar mandi akan berkumandang jika lebih dari 5 menit di kamar mandi.

Wajar toh anak kangen sama ayahnya yang sibuk bekerja dan pulang kerja (hampir selalu) disaat mentari sudah tenggelam dari cakrawala.

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Setelah shalat isya, anak cantik sedang asyik makan dengan ibu dan neneknya. Perlahan ke belakang dan mempersiapkan sepeda serta kelengkapannya untuk digunakan besok pagi ke kantor. Kacamata, sepatu, kaos kaki, celana berpelana, hingga manset dan topi sepeda sudah disiapkan untuk menyambut esok hari. Setelah tuntas segala persiapan untuk esok, kembali bercengkerama dengan anak tercinta hingga menemaninya berdoa sebelum tidur sambil netek ke ibunya. 

Ternyata selesai doa dibaca bukan terlelap yang ada tetapi mata kembali cerah cénghar dan ceria. Jadilah malam itu begadang hingga tengah malam. Bergantian menemani anak 16 bulan yang tak henti berjalan dan berlari kesana kemari.

Sambil nungguin sang anak yang terus bermain, melirik handphone karena indikator kelap kelip menandakan ada sesuatu. Waktu menunjukan pukul 23.11 wib, ternyata ada pesan whatsaps dari bos.

“… besok hadiri agenda rapat di Hotel Mulia Jakarta jam 08.30 wib s.d selesai…”

Lemaslah sudah karena program kegiatan yang dirancang sesuai misi pribadi esok hari harus bubar berantakan.

Segera dijawab pesan tersebut, …”Siap pa, laksanakan.”

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Segera otak pake mode switch dan merunut rencana tindak. Tak banyak langkah yang harus dijalani, yaa kalau dirinci sebagai berikut :

 1. Hapus rencana bersepeda esok hari.

2. Cari temen yang bisa nyetir untuk ke jakarta. Soalnya jumat sore dari jakarta ke bandung itu perlu perjuangan dan kesabaran ( ….pernah trauma macet jakarta ke bandung 8 jam dong).

3. Cek Tiket kereta api via aplikasi PT KAI, sesuai perkiraan, untuk pulangnya sold semua gerbong dan semua jam.

4. Ngasih pengertian ke istri klo besok harus ikut terbangun dini hari, klo poin ini ‘aman‘ karena istriku faham kondisi kerjaan suamiww..

5. Masang alarm 30 menit sebelum berangkat, buat jeda mandi, ganti baju dan berhias… aww.

6. Terakhir yang terberat…. lupakan dulu rencana bersepeda esok hari dan mungkin terganti kesempatan di lain hari.

Gitu aja dulu…

Selamat menjalani takdir masing-masing :). (22/07) (Akw)

Gendong istri yuk

Silaturahmi RT dan hikmah pahala bagi suami yang gendong istrinya.

Minggu pagi adalah hari keluarga, bangun pagi sholat shubuh, lanjut untel-untelan sama anak istri. Becanda atau mungkin akhirnya terlelap lagi. Hanya saja ternyata tidak sebebas yang dibayangkan karena undangan silaturahmi halal bihalal RT sekitar rumah serta undangan pernikahan kolega telah mengingatkan untuk beranjak dari comport zone meluk bantal istri dan anak, bergeser mencari selarik handuk untuk menemani pasca membilas diri.

Silaturahmi di RT sekitar rumah menjadi urusan prioritas karena merupakan moment yang langka. Karena senin hingga jumat berangkat pagi pulang petang & sabtu jika tidak ada tugas maka mengantar istri yang bekerja, minggunya jadwal keluarga. Maka bertemu tetangga hanya sebatas say hello saja. Tidak sempat berkongkow ria ngadu bako baceprot durarang duraring.

Maka bersama istri dan ibu mertua hadir bersama, bersukaria karena kembali bisa bersua dengan para tetangga.

Tepat pukul 10.00 pagi, MC memulai acara dilanjutkan lantunan ayat suci alqur’an serta saritilawah yang petugasnya para tetangga. 

Lalu parade sambutan dari para pemimpin mulai dari Pak RW, Pak RT hingga sepatah kata dari tetangga yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Acara pokok adalah Tauziah oleh Ustad Zaenal Abidin yang energik serta bersuara merdu membawa hadirin begitu terlarut dengan rangkaian kata dan kalimat yang mengupas aturan agama dalam keseharian.

Halal bihalal adalah istilah yang merupakan genuine product made in Indonesia. Kenapa?…

Karena istilah ‘Halal Bihalal‘ tidak akan ditemukan di negeri arab ataupun di negara timur tengah lainnya karena bukan bahasa arab. Meskipun maknanya jelas adalah sebuah momen silaturahmi saling bermaaf-maafan pasca bulan ramadhan berakhir.

Bulan ramadhan adalah ajang pelatihan, diklat kepribadian secara komprehensif, tarbiyah riyadhoh dimana hasilnya itu akan terlihat di bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya. Apakah masih shaum sunnah, qiyamul lail, tadarus, berzakat serta perbuatan baik lainnya seperti di bulan ramadhan atau tidak?, berzakat adalah ciri kepedulian kepada sesama.

Lalu pasca ramadhan kita malah kembali ke kebiasaan awal?… berarti diklat ramadhannya belum berhasil.

Ada sebagian ulama menyampaikan bahwa ciri seseorang yang mendapatkan malam lailatulqodar adalah seseorang yang amaliyahnya semakin baik di bulan syawal dan bulan-bulan seterusnya.

Beranjak kepada silaturahmi tadi, jangan dulu berkoar untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga sebelum dengan orang terdekat di rumah dulu silaturahmi terjalin sempurna. Akan berwujud keluarga harmonis dan bahagia.

Rasulullah mencontohkan kedekatan dengan istri itu adalah senantiasa menyebut atau memanggil istrinya itu dengan nama yang penuh keindahsn dan rasa cinta. Mendudukkan istri diatas pangkuannya sambil melantunkan bacaan ayat suci Alqur’an. Kerennn dech.

Sekarang bagi yang sudah berkeluarga maka belajarlah menggendong istri masing-masing dengan syarat ikhlas dan ridho. Ada hadits menyebutkan bahwa jika seorang suami menggendong istrinya maka dosa suami akan diampuni seberat berat badan sang istri. Jadi bagi para istri yang montok bin gemuk tidak perlu gamang diet mati-matian karena justru makin berat sang istri makin banyak dosa suami yang diampuni, dengan syarat sang suami mau ngagandong dengan tulus & ikhlas.

Sebaliknya untuk sang istri ada juga pahala besar yang bisa dilakukan di rumah masing-masing. Secara mendasar bahwa tugas mengurus anak, mengurus rumah, mencari nafkah adalah tugas & kewajiban suami. Tugas istri simpel sekali. Syarat masuk surga bagi seorang istri ada 3, yaitu : taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah dam terakhir taat kepada suami. Maka hal-hal yang diperintahkan suami wajib hukumnya selama tidak melanggar norma masyarakat dan aturan agama

Apalagi ikhlas menjalaninya. Mencuci pakaian suami dengan ikhlas maka mendapatkan 1000 pahala, 1000 kebaikan dan 1000 ampunan dosa. Tinggal dikalikan saja, apalagi jika nyuci baju suami yang bejibun. Atau lebih mantap lagi jika sang istri memandikan suami.

Kembali kepada momen silatutahmi pasca lebaran maka yang diharapkan adalah peningkatan ibadah dan amaliyah kita di bulan syawal & seterusnya hingga kita semuanya adalah hamba yang cumlaude dari diklat ramadhan sebulan penuh.

Acara halal bihalal ditutup dengan musafahah salam-salaman. Tidak sempat mencicipi makanan yang tersaji karena harus segera mengejar waktu memenuhi undangan pernikahan di pusat Kota Bandung.

*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam

Wassalam WrWbr

@andriekw Argoparahyangan 120717

Duit ketelen mesin CDM

Sekelumit curhat disaat duit yg disetor ketelen mesin CDM sodaranya mesin ATM.

Assalamualaikum Wr Wbr.

Libur lebaran masih tersisa 3 hari lagi, arus balik mulai terasa berdenyut. Jalur langganan macet udh pasti stuck dan perjalanan terhambat. Jalur nagreg-gentong total macet setiap hari. Tol cipali arah jakarta sejak hari kamis (29/06) sudah padat dan berimbas kemacetan di beberapa titik yaitu di sebelum masuk rest area dan pas masuk tol cikampek (… ini reportase pribadi, soalnya ngerasain macet hari kemarin, kuningan-cimahi musti 7,5 jam :)).
Udah ah cerita macet nggak ada selesainya. Moo cerita hari ini, dapet tugas buat setorin duit. Meskipun libur khan sekarang ada CDM (Cash Deposit Machine). Itu temennya ATM, klo ATM buat ngambil duit, klo CDM bisa setor duit dan udah banyak bank-bank nyediain fasilitas ini meskipun areanya masih di kota besar khususnya di lokasi kantor-kantor cabang.

Kejadiannya ya sesuai judul, duitnya masuk mesin CDM tapi bukti transaksinya “transaksi dibatalkan”.. setor 2jt, keluar lagi 1jt nah yang 1jt ngilang masuk mesin dech… panik pasti terasa, tapi ngadepin kejadian nggak terduga musti tenang. 

Nah tips untuk setor di CDM dan terhindar dari ketertelanan atau memang udah ketelen inget-inget nich :

0. Sebelum beraktifitas menyetorkan duit jangan lupa berdoa dulu dan jangan terburu-buru, kalaupun ada antrian ya tetap kita konsentrasi.

1. Sebelum memasukan duit, periksa perlembar tidak boleh robek, terlipat, kusut, terhekter, terselotif.. pokoknya wajib mulus sebab kita urusan sama mesin yang nggak punya perasaan.

2. So pasti kita punya kartu ATM bank tersebut, langkah2 setornya mirip sama ambil duit di ATM. Masukan PIN, ntar pilih menu setor tunai, masukin duit yg udah dicek, ntar mesinnya ngitung, udah ada jml nominal klik yes, beres dech. Jangan lupa tanda bukti diambil buat bahan laporan ke istri, khan yg disetorin duit istri hehehe.

3. Pas kejadian ketelen, yg paling penting jangan panik. Tenang dulu. Tarik nafas sejenak dan konsentrasi. Trus inget2 itu duit apa dan siapa, klo duit hasil nemu sih ikhlasin aja, tapi klo duit sisa THR apalagi titipan istri atau malah punya orang, ya mesti diperjuangkan untuk kembali.


4. Pegang tanda bukti setoran ataupun struk pembatalan yang keluar dari ATM/CDM karena dibutuhkan pas laporan ke customer Center.

5. Photo mesin CDM yang nelen duit kita, selain buat kenang-kenangan ada kode mesin CDM yang dibutuhkan pas pelaporan.

6. Cari petugas satpam bank tersebut, karena posisi mesin CDM ini melekat di kantor cabang maka so pasti ada satpam yang bertugas. Klo udah ketemu lapor dulu dan minta kertas sama pinjem balpoin.

7. Telepon Customer Centernya. BCA 1500888 Bank Mandiri 14000 , BTN 1500286 dan sebagainya (googling aja yach untuk customer center bank lainnya. Sampaikan laporan peristiwa penelanan. Maka kita diminta nyebutin nomor kartu ATM dan biodata kita, insyaaloh hafal kok.  Setelah itu baru dicocokkan  tanggal kejadian dan mesin CDMnya (tercetak di struk pembatalan transaksi), termasuk sampaikan nominal duit yang ditelannya.

8. Setelah jelas laporan diterima, kita diberi tahu nomor laporan kita, biasanya 10 angka, itu yg perlu kita catat dg pulpen pinjaman. Untuk pengecekan proses pengembalian uang yg ditelan tadi. Proses pengembalian paling cepet 3 hari, jadi musti sabar.

Itu aja dulu cerita hari ini. Semoga nggak kejadian sama temen-temen. Apalagi klo pas mudik di luar kota, eh tapi klo mudik khan jarang yang setor duit di CDM tapi nguras ATM buat bagi2 rejeki di kampung… Ciaooo.
Wassalam.

@andriekw Cisarua300617

Belajar dari Kehilangan

Mencoba belajar dari sebuah proses kehidupan yang terjadi dalam kefanaan.

Sebuah kata yang begitu akrab dengan jalinan kehidupan, sering hadir dalam beraneka sesi perjalanan dalam kefanaan. Ya… karena sesuai kodrat kehidupan bahwa semua ada pasangannya, siang dan malam, atas dan bawah, senang dan susah, juga menemukan atau mendapatkan dan pasangannya adalah kehilangan.

Kehilangan asal kata dari hilang, kita semua pasti bersepakat bahwa hilang itu berarti sudah tidak ada lagi di rengkuhan kita, sudah tidak tahu ada dimana, juga secara phisik tidak terlihat oleh indera mata, telah jauh dari indera penciuman kita dan tentunya tak ada sayup tinggal senyap yang menghampiri indera pendengaran kita, lalu hanya memori yang merekamnya dalam relung kenangan yang begitu dalam.

Tingkatan kehilangan sangat variatif, dari mulai level kehilangan biasa, lebih kehilangan dan sangat sangat kehilangan. Ini tergantung dari dua faktor penting yaitu :

a. Seberapa besar pengorbanan yang dilakukan demi mendapatkannya.

b. Seberapa berharga keberadaannya

Jenis yang hilang itu bisa phisik juga non phisik, jika bicara benda maka kecenderungannya adalah kehilangan phisik dan sedikit psikis. Contoh barang yang pernah diberikan oleh seseorang dan terasa berharga. Disaat hilang maka 2 rasa tadi mendera, apalagi jika hubungan personal tidak ada masalah, tentu sulit untuk melupakan benda tersebut.

Jika yang hilang adalah mahluk hidup seperti binatang kesayangan, maka rasa kehilangan mungkin bisa tergantikan dengan membeli binatang yang baru, meskipun tidak mirip 100% tapi minimal dapat menggantikan dan mengisi ceruk kehilangan yang pernah terasa begitu mendera.

Yang lebih rumit adalah yang telah hilang itu adalah manusia, apalagi pasangan hidup yang telah berjuang bersama merajut rumah tangga hingga berpuluh tahun. Maka kehilangan atau kepergiannya dari sisi kehidupan kita, bukan hanya kehilangan phisik semata tetapi kehilangan psikis yabg terenggut terasa begitu berat dan menyesakkan dada. Ditambah lagi kepergian yang begitu tiba-tiba tentu semakin memperdalam palung kesedihan di samudera hati yang terdalam. 

Padahal kepergian seseorang dalam bentuk kematian adalah kepastian yang akan terjadi pada semua orang. Hanya satu sama lain tidak ada yang tahu kapan akan berpulang, kembali ke haribaan Allah Subhana Wataala.

Tahapan kehilangan itupun bermacam-macam, dimulai dari :

a. Tidak percaya

Dalam tahap ini jika benda maka akan terus dianggap ada dan diyakini dengan berbagai cara, tetapi jika manusia meskipun kita ikut melakukan prosesi pemakamannya tetapi seolah masih ada didekat kita, menemani dan serasa ada di sekitar kita apalagi jika melihat photo, video rekaman ataupun berbagai benda yang pernah menjadi saksi kebersamaan sewaktu masih hidupnya.

b. Mencari

Maka aktifitas yang dilakukan adalah mencari dan mencari serta terus berusaha mengembalikan keadaan harus seperti semula.

c. Kecewa

Ternyata akhirnya tidak bisa ditemukan dan kenyataan bahwa seseorang yang meninggal tidak akan kembali maka rasa kecewa dan marahlah yang membuncah hingga berujung pada kesedihan yang berlarut. Kecewa dan marah terhadap kenyataan & bersedih yang berlebihan, termasuk bisa saja terjebak untuk berburuk sangka kepada Allah Swt yang memberikan nasib memilukan ini.  Tahapan ini sangat perlu keseimbang jiwa dan kekokohan iman, karena bisa berakibat fatal. Psikis yang tidak stabil bisa mengakibatkan phisikpun terganggu. Bisa saja berakibat kejiwaan atau minimal sakit-sakitan karena tidak siap menerima kenyataan.

d. Pasrah  & menerima

Tahap akhir adalah pasrah dan berserah diri, meyakini bahwa kehilangan itu terjadi karena kita menemukan atau memilikinya. Jika tidak ingin hilang atau kehilangan, hindari memiliki benda ataupun bertemu dengan seseorang yang begitu berharga bagi kita.

Tapi tidak mungkin karena itu proses kodratiyah dan merupakan jalinan takdir bagi masing-masing individu. Cara terbaik adalah pertebal keimanan sehingga memberi motivasi untuk menggerakan nurani dan raga ini agar secara kaffah (komprehensif) berserah diri serta senantiasa percaya bahwa kejadian di dunia ini bukan random semata, tetapi merupakan gerakan dan gelimbsng ritmis yang telah diskenario oleh Allah Sang Maha Pencipta.

Jikapun ternyata untuk seseorang yang telah pergi dari sisi kita, telah lulus berjuang hidup di dunia fana. Cara terbaik disaat rindu dan ingin jumpa tak bisa tertahan lagi. Segera tundukan raga rapatkan nurani, bermunajat kepada Alkah yang maha sempurna, hamburkan untaian doa agar menjadi penyambung rasa penguat bekal bagi yang telah kekal di alam akherat.

Mari jalani tahapan kehidupan fana ini dengan berpedoman pada tuntunan agama sehingga disaat terjadi peristiwa tidak terduga seperti kehilangan barang ataupun terpisahkan oleh kematian, harus diyakini itu adalah skenario yang terbaik menurut Allah Swt. 

Wallahualam bisshhowab

@andriekw Cimohay23.23.190617