SENJA PENUH WARNA

Sebuah makna di ujung senja.

Photo : Senja penuh warna / dokpri.

SAGULING, akwnulis.com. Bergerak menuju ke ujung janji sambil menyapa semilir angin sore yang berkejaran dengan senangnya. Betapa sang waktu terkadang sering menggoda antara digunakan untuk keluarga atau ternyata harus bekerja. Tapi itulah dinamika, jalani dan hadapi dengan semangat dan ceria.

Sore hampir tiba dikala raga sudah berada di ujung jalan yang di setting dengan beberapa tenda. Tenda yang mulai diisi oleh berbagai persiapan untuk sebuah kesuksesan acara.

Nah sambil mengisi waktu dan mengamati segala persiapan, saatnya hunting dengan keindahan suasana. Menikmati dan tasyakur dengan lukisan alam ciptaan Allah yang mempesona.

Diawali dengan kemegahan lobby gedung dengan lampu-lampu yang mulai menyala. Dilanjutkan dengan memandang takjub lukisan senja yang hadir tiada tara

Photo : Gedung megah di sore ceria/dokpri.

Bukan hanya warna kuning atau merah saja yang sering menjadi gambaran senja. Tetapi begitu lengkap dengan warna ungu, biru, hitam, putih dan hijau didukung oleh kelengkapan lanscape yang saling menguatkan.

Permukaan air danau memberikan efek pantulan, rumput-rumput tinggi berbaris rapih dalam keteduhan serta gradasi langit yang jarang bisa hadir bareng antara biru muda, biru tua, ungu, merah, putih dan magenta… betapa indahnya ciptaan tuhan. Alhamdulilahirobbil alamin.

Meskipun angin malam mulai menerpa, tetapi raga tak bergeming demi menikmati suasana penuh makna. Menghitung batas warna dengan mata telanjang yang mungkin penuh dosa, tetapi semakin menambah makna betapa manusia itu tiada daya upaya didalam cengkeraman kekuasaan-NYA.

Photo : Senja menggoda / dokpri.

Selamat memaknai suasana sambil ikut mendukung persiapan sebuah acara yang akan terlaksana esok hari penuh warna. Wassalam (AKW).

TANJAKAN KANYAAH – fbs

Tungtungna mah MANYUN…

CIANJUR, akwnulis.com. Sebuah saat berteman waktu disitulah kesempatan berpadu. Tanpa perlu berlama-lama, maka goreskan seuntai kata meskipun bisa bermakna ganda.

Photo : Batu manyun / dokpri.

Itulah berkah dalam sebait kata, maka hadirlah tulisan fiksi berbahasa sunda dengan batasan 150 kata.

Cekidot….

FIKMIN # TANJAKAN KANYAAH #

Teu pisan-pisan aya niat ngaraheutkeun manah salira. Teu sirikna sagala rupi perhatosan ditumplekkeun pikeun ngajagi katresna supados manteng salawasna.

Hanjakal geuning tanjakan ti salira matak rieut mayunanna. Saminggon kapengker nyuhunkeun dipangdamelkeun wèbsite anu kumplit sapuratina ditambih hosting unlimited. Ayeuna nambih deui hoyong dipahugi sa sèt komputer pikeun nambangan bitcoin.

Kusabab bogoh tur nyaah, teu seuer saur langsung waè order onlèn sanaos pangaosna matak olohok. Keun wè ah, banda tatalang rasa.

Tapi, tepang tadi wengi geuning tos nambih deui panyuhunkeun tèh. Rada sesah nolakna margi bari ngalèndèan. Antukna ukur unggeuk nu janten pamungkas carita.

Ayeuna kantun hulengna, ngajentul teu puguh rasa. Da geuning panyuhunkeun nu rada pamohalan kedah dipaheutkeun sonten ayeuna. Nyaèta nyungkeun minggon payun lamaran, nu hadirna kedah aya Diva miwah tiasa live dina tipi nasional tur streaming yutub 24 jam campleng.

Wios bedo waè geulis, hampura Akang nu ngan ukur sakieu. Cag

***

fbs : fiksimini basa sunda.

BERTEMU & LUKA.

Penasaran khan?.. monggo dibaca.

CIREBON, akwnulis.com. Sebuah pertemuan yang tidak disengaja terkadang harus berujung dengan sejumput luka. Apalagi ternyata luka yang hadir berupa guratan cerita yang mengakar dalam ketidakberdayaan serta runtuhnya dinding kepercayaan.

Itulah sebuah frase yang menyiratkan sebuah KECEWA.

Padahal jemari yang mengetik dengan rasa yang ada mungkin saja berbeda, itulah kekuatan literasi bahasa.

Photo : Kumbang Koksi / dokpri.

Jadi, janganlah ikutan galaw dan berprasangka yang tidak-tidak manakala menemukan untaian kata dengan ‘tone’ KECEWA.

Karena jika kecewa, segera ganti vokal akhirnya dengan hurup e, maka segera akan terobati. Tapi resep ini tidak berlaku untuk perasaan muak atau NGEWA (bahasa sunda)… karena hasil akhirnya berbahaya… 🙂

Ngartos teu?”

Terserah sih, mengerti dan tidak itu adalah hak anda para pembaca setia blog ini, bukan kewajiban. Jadi silahkan saja yaah…yang pasti mah mari kita kembali ke paragraf awal tentang sebuah jumpa yang berakhir kecewa.

Karena awalnya bersua tanpa sengaja dengan si kecil lucu sang kumbang koksi yang seksi dengan warna merah penuh sensasi. Tiba-tiba hinggap di jemari tanpa basa basi dengan menghadirkan senyum yang saling mengisi. Maka tak ada kata lain selain memandang dan menikmati berbagai gerakannya dari mulai kepak sayap hingga gerakannya mengitari area jari jemari.

Tapi… itu tadi, ternyata di akhir harus tertoreh luka dan kecewa karena ternyata kumbang koksi ini yang juga sering disebut ‘sesedanan’ ini memiliki bentuk pertahanan atau perlawanan dengan mengeluarkan cairan yang berbau tidak enak.

Padahal bukan ancaman, tetapi hanya jemari lain ingin menyentuh, ternyata dimaknai sebuah serangan yang akan membuat dia terjatuh.

Jemari terpaksa ditepis dan sang kumbang koksi pergi tanpa perlu menangis. Selamat jalan kawan tak terduga yang datang tanpa berkabar tetapi harus pergi karena kesengajaan. Udah ah jangan nulis yang bikin galau ah. Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

***

Catatan :
Kumbang koksi atau Ladybug, Coccinellidae. Salah satu hewan kecil anggota Ordo Coleoptera.

TOS WAKTOSNA – fbs

Teu aya kecap nu tiasa disebat…

CIMAHI, akwnulis.com. Aya rindat soca nu nyarengan angkatna waruga, aya sèrèdèt hatè basa anjeun ngalèngkah nonggongan bèja. Asa teu nyangki, geuning kedah kieu dina ahirna.

Photo : Pileuleuyan / dokpri.

Sanaos dikiatkeun supados cisoca teu murubut maseuhan raga, geuning sesah da èta mah tos aya tidituna. Kantun nyayogikeun salosin salempay kanggo nyusut sagalana.

Janten tèga waè ieu tèh?” Geter soanten ngawakilan kapeurih, rasa hanjakal bet patepang basa harita.

Terang bakal kieu mah, teu kedah tepang teras kenalan nya nèng?”

Sumuhun Akang, duh hapunten samudaya kalepatan”

Soanten nu biasana halimpu, ayeuna mah asa seukeut ngarakacak manah. Ngaguratan nasib janten pasiksak teu puguh rasa. Marojèngja.

Sababaraha kali meureumkeun soca, sugan wè ieu tèh ukur impènan nu henteu nyata. Mung hanjakal dina mangsana beunta, anjeun tèh beuki nebihan bari ngagupay panungtungan.

Tungtungna mah nyuuh kana taneuh bari ngagukguk, ngabahèkeun bangbaluh rasa. Nitip ieu sadayana, supados hampang deui dina mayunan kanyataan yèn anjeun tos miang muru harepan sèwang-sèwangan. Cag. (AKW).

***

Fbs : fiksimini basa sunda, genre tulisan cerita fiksi singkat berbahasa sunda dengan maksimal 150 kata sudah membangun sebuah cerita.

Kamu Lucu tapi Geli

Ah… Kamu lucuuuu…

KBB, akwnulis.com. Bersua dengan kamu memang tanpa sengaja, tetapi kerling mata dan gesture tubuh indahmu mendadak mempesona.

Photo : Taman mini bingit / dokpri.

Tak bisa mata lepas dari gemulainya, padahal jelas kamu bukan siapa-siapa.

Mencoba menahan diri untuk terdiam dan seolah tak peduli, tetapi tarikan keinginan begitu kuat untuk mendekatimu. Merasakan dan melihat lebih rinci tentang segala keindahanmu. Dilihat dan diamati seksama setiap senti tubuhmu yang mewakili betapa Maha Besarnya Illahi. Menciptakan mahluk indah yang begitu rinci dan seksi.

Tapi, setelah begitu dekat denganmu. Barulah disadari bahwa ada gelitik geli dalam hati melihat bulu halusmu dan berbagai sudut tubuhmu yang meruncing dan menghadirkan kegarangan dalam kelembutan.

Terpaksa  akhirnya menahan diri dan harus memastikan bahwa kehadiran dalam pertemuan ini harus tetapi menjaga jarak menghindari persentuhan dan menjaga perasaan.

Photo : Lucu tapi geli / dokpri.

Karena jika tidak, maka kemungkinan rasa kegelian menyebar dan mungkin ditambah panas dan gatal yang tak berkesudahan.

Selamat menghiasi taman kehidupanku dengan kehadiranmu yang lucu imut meskipun menyimpan rasa geli dan kemungkinan menyebarkan kegatalan hakiki. Ternyata keindahan akan terpancar manakala dilihat dan diamati saja, karena jika diraba maka tanggung sendiri akibatnya.

Happy wiken kawan, Wassalam (AKW).

Strong Acidity Coffee

Diawali dari harapan dan berujung pada syukur atas semua kenikmatan.

BDG, akwnulis.com. Jikalau jumat lalu bersua dengan biji kopi yang masih hijau meranum di dataran tinggi Ciwidey tepatnya di kecamatan Pasir jambu. Maka sekarang berhadapan dengan sang barista yang memberi peluang untuk memilih sebanyak-banyaknya opsi bean, suhu, ritual penyeduhan dengan putar kanan searah jarum jam.

Photo : Si Hijau misteri / dokpri.

Jangan sambil terlalu lama, mari putuskan pemilihan kopi ini dengan cara seksama.

Kali ini, keinginan menikmati coffee dengan strong acidity menyeruak dalam hati. Jadilah mata menjelajah mengitari botol-botol kaca besar yang berisi aneka bean yang menarik hati. Sambil tak lupa tanya-tanya sana sini

Tetapi akhirnya, pilihan jatuh kepada BANCEUY arabica medium air roasted yang diproduksi SIKICOFFEE.

Langsung order….

Sambil menanti barista mengolah rasa, maka sebuah syukur kembali membuka. Betapa seiring waktu dan kesempatan yang ada, kembali bisa menikmati.. eh akan menikmati kohitala di tempat-tempat yang berbeda dan miliki sejuta makna.

Alhamdulillah….

Nggak pake lama, sebuah sajian ciamik kopi hitam tanpa gula dengan metode manual brew V60 telah hadir dilengkapi keterangan bahwa suhu yang digunakannya dipastikan 90° celcius… tak sabar segera mencoba.

Tapi jangan lupa, diabadikan dulu sebelum dinikmati sebagai bukti bahwa hadirnya kohitala ini bosa terbingkai abadi.

Sruputan pertama memberikan sensasi nyata tentang kekuatan acidity alami yang dihasilkan dari biji kopi hasil ekstraksi bersua dengan kucuran air bersuhu tinggi…. nikmat tiada henti.

Photo : Strong Acidity Coffee / dokpri

Bodynya sih medium, tapi aciditynya wow haseum pisan…  dengan profile fruitty dan tamarind serta suasana cafe yang cozy, memberikan kesempatan untuk sedikit menghela nafas dalam deru tugas yang begitu bertubi.

Itulah warna warni kehidupan, ada saatnya kita melihat harapan tumbuh yang diwakili biji kopi hijau memukau. Seiring waktu, harapan ini berproses, berinteraksi, berproses dan bergerak dengan berbagai pihak hingga akhirnya…… (ceritanya dipersingkat saja…) sekarang dapat tersaji menjadi nyata dalam bentuk secangkir kopi.

Sruput lagi… Alhamdulillahirobbil alamin. Wassalam (AKW).

PASANGAN

Sejalan tapi belum tentu seiring secara fungsi.

Terkadang, Pasangan yang ada bukan bicara rasa. TETAPI, bagaimana saling menjaga.

Photo : Pasangan Serasi / dokpri.

Contohnya Hand sanitizer mini dan sajian Kohitala V60.

Apakah berhubungan langsung?… tentu tidak. Jikalau dipaksakan disemprotkan ke gelas berisi kopi sajian manual brew v60, maka yang terjadi adalah pembolayan (cancel) untuk meminumnya karena jelas beresiko. Kecuali isinya diganti gula cair hehehehe…..

Teu nyambung sih, tapi lebih tenang menikmati kopi sambil sebelumnya semprotkan cairannya ke tangan dan gosokan dengan merata, baru ambil gelas untuk sruput tanpa perlu lama-lama.

Nah sekarang terasa terlindungi… karena tidak ada jaminan bahwa gelas yang tersaji dari sang baristi mungkun saja membawa kuman, virus atau bakteri

Wilujeng.. selamat menikmati kopi dengan hati yang lebih damai tanpa basa-basi. Wassalam, (AKW).

KOPI ADAPTASI

Sruput Kopinya dan mari berkarya..

Pagi yang cerah dilengkapi dengan gerakan seribu langkah. Harapannya adalah kembali berolahraga meskipun bukan bergerak di alam bebas tetapi menjalani perputaran kaki sambil mengelilingi seluruh sudut area kantor yang ternyata cukup luas juga.

Photo : Kopi Adaptasi / dokpri.

Jam ditangan kiri menunjukan 2 ribu langkah telah terpenuhi, cukup sebagai awalan pagi ini. Berkeliling seluruh sudut ruangan di kantor baru dari mulai halaman depan hingga sudut arsip di lantai 3 paling belakang.

Setelah puas berkeliling, maka kembali ke depan dan menjumpai sudut khusus yang dikawal sang barista.

Kopiiii……

Maka diskusi sengit membahas body, acidity dan after taste sang kopi yang menjadi pilihan pagi ini…… tapi yang hadir bukan manual brew v60 tetapi cafelatte… dan tanpa gula.

Tadinya agak terhenyak karena berbeda dengan apa yang ada di benak ini, tapi tak masalah karena yang terpenting adalah sang gula terpisah, itu saja

Kecewa?… karena biasanya disajikan manual brew V60 kohitala tetapi ternyata yang datang adalah sajian cafelatte?”

Photo : Berkeliling Kantor / dokpri.

Tentu tidak kawan, hidup itu adalah bersyukur dan adaptasi. Senantiasa berubah dan bergerak seperti yang dicontohkan jarum jam yang selalu setia menghitung ritme kehidupan.

Jadi, meskipun yang hadir cafelatte, nikmati dan syukuri saja… trus setelah terucap Bismillah maka selanjutnya sruputlah perlahan…. srupuut… slruup.. nikmaat.

Yuk menyesuaikan dengan kenyataan. Selalu semangat dan berihtiar tentu dengan pikiran yang dipenuhi harapan kebaikan. Amiiin… Wassalam (AKW).

PINDAH

Akhirnya Kenyataan terjadi juga…

Photo : Berpose setelah pelantikan / dokpri.

SANGKURIANGDUA, akwnulis.com. Semilir angin sore kembali menggetarkan hati, mengingatkan kembali bahwa sebuah kenyataan telah berbeda dan harus dihadapi tanpa banyak basa basi.

Sesaat masih berfikir ini semua adalah mimpi, tetapi ternyata inilah kenyataan hakiki.

Perpindahan sebetulnya adalah hal biasa, dan jikalau dihitung berdasarkan catatan numerik maka merupakan jabatan ke struktural ke-15, atau klo dilengkapi dengan jabatan fungsional ‘buntut gajah’ dan sebagai staf yang baik karena sedang tugas belajar atau berpindah dari kabupaten ke provinsi, maka total dengan pelantikan ini adalah 19 kali…. waaah berarti sesuai dengan gelar yang disandang, M.Si (Mutasi Selalu Ikut) heu heu heu…

Hanya kali ini begitu mengharu biru karena ternyata disadari atau tidak, momentumnya begitu nyata. Disaat lagi sayang sayangnya harus berpisah karena sebuah komitmen pegawai negeri untuk siap ditempatkan dimana saja (asal di Bandung…. Amiiiin YRA).

Jangan salah sangka bahwa sayang pada siapa, tetapi ini sebuah ungkapan yang sebenarnya dikala hubungan tugas bersama seluruh mitra nyaris terjalin sempurna dan bersiap menapaki tantangan bersama dalam mengarungi terjangan gelombang serta tarian luwes untuk mensinkronkan regulasi dengan tetap menjaga sebuah nilai keuntungan dan akhirnya deviden bagi pemegang saham yang selalu dinanti.

Photo : Berempat untuk berpisah / dokpri.

Disadari atau tidak, ternyata memang cukup lama berada di Biro yang menaungi pembinaan Badan Usaha Milik Daerah. Meskipun setiap dua tahun sekali berpindah bagian, tetapi total di 3 jabatan ini ternyata memakan waktu 6 tahun. Waktu yang cukup panjang dan penuh makna serta asa.

Secara tergesa jemari tergerak mengabadikan momentum kebersamaan dengan meramu video dengan sumber photo-photo di hape lalu upload di youtube… ternyata…. banyak yang komplen karena dianggap tidak termasuk kenangan… padahal… memang baru sebagian photo-photo ditampilkan karena alasan data kepenuhan sehingga berganti memory card.

Tenang kawan, akan ada video lainnya dengan cerita ‘AKW di Biro BUMD‘. Sekarang sedang berjuang mengumpulkan kembali photo-photo lainnya yang sudah berserak ditempat yang berbeda.

Ya, disebutnya Biro BUMD saja ya. Karena seiring perjalanan kedinasan, nama biro ini sudah berganti 4 kali….

Jadi, nanti ada cerita lainnya yaa….. sekarang mah yang pengalaman terdekat saja dulu yaaa…..

Photo : Jalan pagi terakhir di Biro / dokpri.

Juga yang tak kalah penting adalah memetakan tugas-tugas di jabatan lalu sekaligus bersiap beradaptasi dengan lingkungan baru yang menantang karena dunia eh bidang berbeda dengan pekerjaan selama ini.

Selamat menjalani dan mensyukuri hari ini dan mengharap berkah untuk hari esok. Bismillah.Wassalam (AKW).

DITEPAK – fbs

Geuning kitu lur…

FIKMIN # DITEPAK #

Photo : Ieu Kèrèsèk / doklang.

Patalimarga pasosorè di wewengkon Cihaliwung pabeulit da hayang paheula-heula. Geus ilahar sok aya nu ngabantuan ngatur jalan.

Jorojoy aya niat hayang mèrè dahareun, ulah duit sarebuan waè. Ngadeukeutan parapatan, kaciri nu keur riweuh leungeun pakupis bari gogorowokan, “Maju mang, majuu…. èta nu hareup eureun heula!”

Pas geus deukeut pisan, kaca mobil di buka, leungeun katuhu ngasongkeun kèrèsèk, “Ieu bolu hatur lumayan”

Plak, leungeunna lain nampa kantong kèrèsèk, kalah ka ditepak, murag ka jalan.

Gejul Siah” Uing nutup kaca bari kekerot, gas ditincak ngadius samutut.

Acong tukang ngatur jalan nyisi ka pos ojèg, reureuh heula.

Kunaon euy?” Jang Otay nanya.

Eta supir rèk nipu deui cuy, mèrè kèrèsèk bari ngagorowok ‘bolu’, padahal jiga kamari eusina runtah pikarujiteun”

Gableg wèh mobil, ari kalakuan teu balèg”

Sabar Cong, boa teuing nu ayeuna mah jelema bener”

Duanana papelong-pelong, tuluy lalaunan leumpang muru ka parapatan.

Kaciri bolu siffon jeung cau bolen, ambarayah pejèt kagèlèng.