Surprise…

Sebuah kejutan yang mengejutkan…

Photo : Sajian Kopi Arabica Tanjung Smd / dokpri.

Surprise!!!!

Sebuah kata misterius yang sarat dengan rasa emosional maksimal, luapan kekagetan, kebahagiaan dan tentunya kesenangan atau kenikmatan.

Tapi…

Entah ini karena usia, atau mungkin juga karena latar belakang kehidupan biasa yang jarang menghadapi momen kejut mengejut, jadi terasa kok ada sesuatu yang….. dihadirpaksakan….

owwwww….. bahasanya jadi aneh, bukan keterpaksaan tetapi mungkin tantangan untuk menghadirkan suasana keterkejutan pada momentum tertentu.

Yang paling gampang adalah Momentum ulang tahun.

Sangat sering teman-teman, kawan sekantor ataupun orang rumah yang tiba-tiba ngasih kejutan dengan membawa kue ultah lengkap dengan lilinnya dan lagu standar ‘Selamat ulang tahun’.

Ada rasa kaget dan (mungkin) bahagia, meskipun nggak lama kok, karena beberapa menit kemudian harus melepas sandaran rasa senang dan bahagia untuk kembali ke dunia nyata dan menghadapi berbagai urusan yang sudah tak bisa lagi ditunda.

Tak lupa photo-photo bersama, momen tiup lilin lalu pembagian kue dan wajah-wajah ceria kawan, sejawat ataupun keluarga yang hanya hitungan detik sudah bertengger di halaman IG, facebook juga status WA.

-Happy Birthday
-Met Ulang tahun
-Happy Milad
-Wilujeng Dirgayuswa
-Wilujeng Tepang taun, dst

Lalu….? What next?

…….

…….

Cukup lama sang otak terdiam dan otomatis langsung kordinasi intensif dengan perasaan.

Makasih yach, sambil sibuk menjawab ucapan selamat di Japri WA, Telegram, weChat, Line juga di wall IG, FB dan path… eh path udah almarhum… juga senyum sumringah tetap tersungging manakala ucapan selamat ultahnya disampaikan secara langsung dan dilisankan.

“Trus gimana klo kita musti ngasih surprise sama orang terdekat?”

Pertanyaan mendasar yang musti dijawab dengan kejujuran. Pada dasarnya ingin memberi suatu ‘pembeda‘ tapi harus hati-hati juga terjerembab dalam suasana CGTKP (cape gawe teu kapake), maksudnya kita berusaha semaksimal mungkin bikin kejutan.. ternyata diterima dengan biasa saja atau cenderung meremehkan…. duh sakiit hati inih.

Udah mahal-mahal dibeliin sesuatu, ternyata bukan model atau warna itu yang disuka, nyesek tahu… tapi itulah resiko bikin kejutan, ternyata bukan kejutan buat yang dikasih kejutan, tetapi kejutan yang diterima oleh pemberi kejut…. kasiann dech loo.

Tetapi tidak sedikit juga momen kejutan diterima dengan rasa senang dan bahagia atas segala pengertian, perhatian dan pengorbanan untuk memghadirkan sesuatu di hari bahagia. Minimal kue ultahnya, rangkaian bunga-nya ditambah tumpengnya….. Alhamdulillahirobbil alamiin.

Itulah celoteh singkat tentang surprise, meskipun dibatasi oleh sebuah momentum yaitu ulang tahun.

Ilustrasi photo sajian kopi arabica tanjung sumedang sebagai pemanis suasana dan mungkin bisa menjadi surprise bagi yang mendambakannya, srupuut.

Kembali ke urusan ultah mengultah, sejatinya ultah adalah instropeksi diri dan menyelipkan rasa khawatir karena waktu kita di dunia, di rumah sementara ini semakin berkurang dari jatah umur yang sudah ditakdirkan.

“Apakah kita sudah siap dengan perbekalan di dunia abadi, akherat nanti?”

Ahh… semakin nyesek jika ingat pertanyaan itu, terasa berat langkah dan mata sembab karena dirasa diriku ini sangat tidak berharga di mata Allah Sang Maha Pencipta, karena hanya dengan Ridho-Nya maka kita bisa memasuki surga.

Amalan yang kita lakukan sebaik-baiknya belum sebanding dengan nikmat kehidupan yang sudah diberikan oleh Allah Subhanahu Wataala. Apalagi kalau ibadah asal-asalan…. “Moo gimana nanti?”

“Astagfirullohal adzim… Mohon ampuni dosa hamba ini”

Tertunduk dan hati mengguncang dikala menghadapi dilema kehidupan, seperti pesta ultah dan meniup lilin sebagai tanda penghormatan, perlahan tapi pasti harus dikurangi dan kembali kepada tuntunan qurani. Minimal bisa memaknai momen ultah itu adalah suasana penuh berkah dalam semangat tasyakur binnikmah.

Selamat Ulang Tahun, Happy Milad Kawan. Selamat merenungi umur yang kian berkurang, dan selamat dalam berbuat lebih baik dari hari ini dimasa yang akan datang. Wassalam (AKW).

Rosti Arafatea.

Nikmati rosti sambil ngasuh sang putri.

Photo : Rosti siap saji / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Perpaduan hasil alam dengan komposisi dan racikan yang tepat maka akan menghasilkan produk premium dengan rasa yang luar biasa dan keharuman menggoda.

“Kopi apa lagi a?, bosen ih?”

Keep calm, ini bukan kopi tapi rosti!” Sebuah jawaban tegas yang bikin penasaran.

“Maksutnyaaah?”

Segera disodorkan bungkus cokelat yang ada, buka dan disorongkan ke hidung yang sedang penasaran, “Wuiih harum… euh harum mawar yang menyegarkan”

Dengan senyumku yang khas, segera luncuran kata mendera menjelaskan sebuah cerita tentang ROSTI, atau ditulisnya ‘rose tea‘ hehehehehe….. artinya teh mawar, yaitu sebuah produk mix antara teh hijau dengan bunga mawar yang menghasilkan sajian teh yang menyehatkan ditambah harumnya bunga mawar yang memanjakan perasaan, srupuut… nikmat dan damai.

“Dapet dari mana a?”

Pertanyaan kepo yang perlu penjelasan, ini rose tea-nya beli dong. Merknya Arafa Tea, sebuah merk teh yang sudah lama malang melintang tidak hanya di jawa barat tetapi juga mancanegara. Ownernya adalah bagian dari saksi hidup sekaligus perjalanan hidup membangun bisnis teh di jawa barat dalam pasang surut bisnis per-enteh-an. Nama pendirinya Ibu Ifah syarifah.

Penasaran?… gugling aja deh.

Photo : Moment behind the scene / dokpri.

Yang pasti sambil ngasuh anak semata wayang, nyeduh rosti… eh rose tea, currrr pake air panas… biarin dulu 10 menitan… baru dituangkan pada gelas kaca kesayangan… tidak lupa mengabadikan gambar bersama sang asisten cilik yang ngintil dan nempel terus sama ayahnya.

Srupuut…. Suegeer visan…. beneraan.

Malam menuju larut tetapi anak kesayangan masih main dan terus berlanjut, resiko siang harinya nggak bisa jumpa ayah maka dikompensasi di malam hari, bermain dan bernyanyi padahal malam sudah terus beranjak menuju dini hari. Semangaaat… sruput rusuh sambil terus ngasuh, Wassalam (AKW).

Ngopay di Rancasalak Garut

Sinergi dalam nyeruput kopi disini, Rancasalak Garut.

Photo : Tempat manual brew oleh para Barista / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Sebuah sinergi harus diawali dengan aksi dan semangat membuka diri, apalagi sekarang ini adalah jamannya berkolaborasi maka sebuah kerjasama adalah sesuatu yang banyak musti dilakoni.

Begitupun dengan hari ini, berdiskusi bersama membahas sebuah aplikasi yang berguna untuk membantu menyeleksi para calon direksi yang akan menjadi pemimpin di lembaga keuangan ini.

Tak lupa dengan kenikmatan menyeruput kopi, perlu suatu sinergi dari sajian yang diharapkan dengan pola pikir dan keihklasan untuk menikmati kepahitan yang akan sirna menjadi rasa nikmat yang sulit dilukiskan dengan syarat adalah penuh rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

Photo : Arabica wet hull Sunda Hejo / dokpri.

Apalagi jikalau tempat yang dituju ternyata butuh perjuangan untuk mencapainya, semakin terasa kesan dan keinginan untuk menikmatinya secara langsung di lokasi yang sebenarnya, sebuah daerah yang bernama jalan Rancasalak, Kadungora Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.

Sebenarnya menikmati hasil roasting dari cafe Rancasalak ini sudah beberapa kali dan pernah ditulis di postingan terdahulu, salah satunya yang berjudul Sunda Hejo. Yup nama cafenya Sunda Hejo, sebuah tempat kongkow ngopay yang ternyata cukup ramai dengan aneka varian menu yang menyenangkan.

Tapi tetap, tujuan utamanya adalah ngopay, langsung diseduh sama yang barista yang bertugas, Yi Rizal. Pilihan pertama mencoba arabica wet hulled dengan komposisi 1:12, menggunakan peralatan V60 dan panas suhu air panasnya 90° celcius dengan pola putar searah jarum jam.

Hasilnya sebuah sajian kopi yang harum, body serta acidity standar… cocok buat pemula dengan after taste berry ada muncul selarik waktu.

Yang menarik, setelah kami duduk di kursi sambil ngobrol, sang barista mendekat dan menanyakan kesan kami terhadap sajian kopinya.

“Gimana kakak, sajian kopinya”

“Standar, cocok untuk pemula, bisa dipilihin bean recomended supaya lebih strong?”

“Siap Kakak, saya coba arabica pitalola yaa, pake komposisi 1:10 ya, dengan panas 90° celcius dan putarannya tetap ke kanan, ditunggu kakak’

” Oke dik, ditunggu”

***

Percakapan ringan mengalir meskioun diselingi sholat magrib bergiliran serta ke toilet bergiliran maklum toiletnya cuman 1 buah.. eh satu pintu, didalamnya agak luas dan ad 1 wc duduk, 1 toilet kencing cowok dan wastafel.

Photo : Arabica Pitaloka sunda hejo / dokpri.

Sajian yang kedua ini cukup nendang, strong tapi nggak bitter, harumnya dapet, aftertastenya muncul juga rasa buah-buahan rumpun berry dan selarik caramel dan keharuman asap.... Buat penikmat sajian ini cocok, klo buat pemula mah khawatir kaget dan trauma minum kopi tanpa gula.

Masalah harga per sajian agak lupa, karena ternyata ada kolega yang ikut gabung dan ikut ngebayarin… baik bingit yaaaa.

Selamat menikmati kehidupan dan jangan lupa menikmati sajian kopay, dimana bumi dituju disitu menikmati kopi jangan diganggu hehehehe, Wassalam (AKW).

***

Alamat :
Cafe Sunda Hejo, Kp. Rancasalak rt/rw.02/03 Rancasalak, Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44153 Indonesia

Setangkup Bunga Milad

Sebuah rasa yang terwujud dalam rangkaian bunga.

Photo : Ayshaluna Binar membawa setangkup bunga / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Setangkup bunga adalah tanda, bahwa perhatian, harapan dan cinta akan terus menggema. Berpuluh mawar muda memberi kesegaran tiada hingga, dipadu dengan baby breath, solidago dan leather leaf.

Setangkup bunga adalah ungkapan rasa, sebuah perwujudan bahagia karena telah bersama dan terus bersama dalam wujudkan keluarga sakinah mawaddah warrahmah di hari Miladmu, my beloved wife.

Tidak banyak yang bisa ditulis, apalagi dalam bahasa inggris. Tetapi jaman sekarang sudah praktis, tinggal pinter-pinter koordinasi, maka akan hasilkan sesuatu dengan presisi.

Photo : Met Milad my beloved wife / dokpri.

Met Milad Sayangku, Istriku. Semoga berkah umur, rejeki, kesabaran dan juga bahagia adalah semua yang dirasa… Alhamdulillah.

Rangkaian bunga yang dibawa oleh anak kita, Binar. Itulah salah satu wujud perayaan yang sesungguhnya.

Secarik kertas menemani setangkup bunga,

……“After All These years, you are still my Queen.
Have a blessed birthday, My Wonderful Wife.”

Makasih IG : Theflowershop, rangkaian bunga ciamik dan tuntas pada waktu yang tepat. Wassalam (AKW).

Kopi BGG

Secangkir kopi hitam dan kenangan masa silam.

Photo : Kopi BGG berlatar Gn Geulis / dokpri.

JATINANGOR, akwnulis.com. Semilir angin harapan yang berhembus dari gunung manglayang menerbangkan angan ke masa silam.

Dikala rabu siang dan sabtu atau juga hari minggu harus pakepuk berkoordinasi demi terwujud 1 flight yang terdiri dari 3 orang mitra plus 1 bapak bos…. dan segera turun ke lapangan untuk bermain golf.

Di hari sabtu atau minggu, jam 06.00 wib sudah nyampe disini karena harus segera mengantar bos bergabung dengan pemain lain, jangan tanya jam berapa dari rumah dinas yang berada di kawasan bandung utara… so pasti nyubuh.

Pada saat bapak bos sudah turun ke lapangan golf, maka saatnya ‘me time’, meskipun tidak bisa pergi dari area Bandung Giri Gahana Golf & resort tetapi disini banyak pilihan kegiatan untuk membunuh bosan mengisi waktu dengan berbagai kelakuan.

Photo : Secangkir kopi BGG & Ikan Koi / dokpri.

Terkadang berenang, fitnes, ikutan sauna ataupun latihan mukul bola golf (practise) di dekat kantin bawah. Yang paling sering berselancar di menu restoran, mengunjungi eh menyicipi beraneka menu makanan yang tersedia… free.. karena nanti dibayarin bapak bos, “Baik bingit khaan?”

Nah jam makan siang standby jikalau bapak bos main 9 hole. Tetapi klo 18 hole maka dilanjut sampai sore…. nunggu lagi sambil jalan-jalan atau main tenis di belakang daan…. makan lagiiii. Efeknya samping depan belakang lho… maksudnya lemak di badan… sehingga dalam 3 tahun bertugas… naik berat badan suangat signifikan.. dari lulus kuliah 59 kg jadi 101 kg…… wuiiih penggemukan berhasil.

Maksudnya nggak hanya makan disini, tapi juga di tempat dan kegiatan lain…. dulu… 18 tahun lalu… oh my god… wiss tuwirr…. tobaaat.

Photo : Photo bersama-sama / Pic by IS.

Inilah tempatnya, Bandung Giri Gahana Golf & Resort dimana sekarang bisa hadir lagi disini menjejakkan kaki dan menyandarkan perasaan dalam acara silaturahmi dinas yang penuh kekeluargaan.

Kopi hitam jatah rapat hotel di cangkir putih menjadi teman pagi ini, tanpa gula diantara kita. Kopi tersaji berlatar belakang gunung geulis membuat suasana kembali memgingat ke masa-masa melankolis. Sebuah momen awal bekerja yang optimis dan belajar memahami apa yang disebut ‘realistis‘.

Sruputtt dulu bray….

Selamat memungut kenangan sambil menyeruput kopi pembagian. Wassalam (AKW).

Aneka Gaya pasca Meeting di Ibukota

Aneka gaya pasca meeting di Jakarta…..

Photo : Loncat basa basi / Pic by Mr Fd.

JAKARTA, akwnulis.com. Panas udara ibukota tidak menyurutkan langkah untuk terus bergerak menyusuri kenyataan… trotoar maksudnya, tetapi malah memberi nuansa berbeda dibandingkan melewati jalan Jenderal Sudirman Jakarta ini pake kendaraan… asli beda banget.

Tadi sih adem di ruang rapat, tapi pas keluar….. wuuuz… panas hawa menerpa meskipun ditemani angin yang setia.

Berjalanlah di trotoar segede gaban lebarnya… serasa dimana gituuu.

Pokoknya terasa beda, tanpa sadar kelakuan kekanak-kanakan muncul dan langsung ambil posisi…. eh belum, minta rekan untuk mengabadikan… gaya andalan.. loncaat tapi jaim… pengennya levitasi tapi jadinya loncat basa-basi heuheuheu.

Berjalanlah beriringan sambil tak lupa melihat suasana gedung-gedung pencakar langit pencabik harapan…. terus berjalan riang sekitar 1 km menuju stasiun MRT terdekat.

“Lha moo naik MRT lagi?”

Pertanyaan bingung dari seorang kawan yang sudah ikut beberapa kali naik MRT di agenda rapat sebelumnya.

“Ih kamu mah, aku khan belum pernah naik MRT…. sama kamu!”

“Ih jijaay…..🤣🤣🤣”

Keringat mulai muncul di ujung pori-pori, tapi kebersamaan menjadi penyejuk dilengkapi kelakar ringan tanpa beban, seolah tugas yang ada begitu ringan, padahal………

Padahal …. cukup menyita waktu, tenaga, uang dan pikiran.

***

Photo : Tiduran di MRT aah / dokpri.

Proses masuk MRT nggak kaku lagi karena beberapa orang sudah terbiasa, tetapi bagi yang belum pernah, kesempatan pertama itu adalah sebuah pengalaman berharga. Jadi wajar jikalau kembali muncul perilaku kekanak-kanakan, sikap memalukan yang mungkin terekam cctv di di dinding MRT, betapa manusia dewasa itu adalah anak-anak yang terkungkung raga menua.

Tuntas menggunakan MRT berpindah dengan skuter (suku muter) alias jalan kaki dari stasiun MRT menuju apartemen yang disewa oleh kawan-kawan perbankan….. pengen tahu aja.

Photo : Ngetik laporan di tempat yg nyaman / dokpri.

Namanya Apartemen Frazer Setiabudi Jakarta, … wah pengalaman baru nich… cemunguutt.. ngagidig… keringetan.

Masuk ke lokasi apartemen… wuih adem, naik ke lantai 4 apa 14 ya?… lupaa euy, ikutan masuk kamarnya… buseeet luas bangeet, kamarnya ada 3 buah dengan 1 kamar besar lengkap dengan toiletnya. Ada juga toilet diluar, trus ruang tamunya nyaman, televisi terkini yang besar deng sofa empuk, ada ruang makan yang bisa juga dipake buat meeting terbatas. Pantry, kulkas, dispenser…. ah jadi pengen bawa keluarga.

Photo : Kolam renang di lihat dari kamar / dokpri.

daan…… kolam renangnya dong… pikabiteun….

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri.

Kolam renangnya outdoor terletak di lantai bawah sejajar dengan restoran dan pintu masuk tadi.

Kolam renang dewasanya nyaman banget, lengkap dengan fasilitas kursi santainya dan juga ada tenda peneduhnya. Kolam anak posisi terpisah dengan kedalaman 50 cm dan di dekatnya ada tempat permainan anak… pokoknya buat bawa keluarga… meskipun harga per kamarnyapun ajiib…. tapi minimal tahu dulu.

***

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Suasana yang nyaman tidak membuat terlena, tetapi digunakan untuk membuat laporan kepada pimpinan tentang meeting tadi, kesimpulan meeting dan sudah tentu langkah tindak lanjut.

Waktu 1 jam begitu berharga, maka gunakan sebaik-baiknya karena semua berbalut tugas negara. Meskipun…. Akhirnya jadwal kereta-lah yang memisahkan kita, harus berpisah dengan kenyamanan apartemen dan segar kolam renangnya, kembali berjibaku dengan lalu lintas ibu kota untuk mengejar jadwal kereta. Wassalam (AKW).

Berangkaaat…..

Ngopay & Ngojay di Karawang.

Ngopay Ngojay Curhaaat……

Photo : Kolam Renang Hotel Akshaya Karawang / dokpri.

KARAWANG, akwnulis.com. Panasnya siang ini di daerah Teluk Jambe Kabupaten Karawang terobati oleh gemericik air di kolam renang yang merayu dengan aroma biru penuh kesegaran.

Dengan bentuk kolam renang yang dibuat berkelok, kedalaman flat 1,5 meter memanjakan penginap dan pengunjung untuk segera ngejebur dan bercanda ria bersama di area Hotel Akshaya.

Sayangnya, 2 agenda rapat marathon harus dijalani dan dihadapi. Semua rapat membahas tentang pertanggungjawaban tahunan, otomatis musti konsentrasi dalam melihat angka capaian dibandingkan target yang sudah ditentukan lebih dahulu.

Photo : Kolam renang anak dan dewasa / dokpri.

Apalagi mengacu pada pasal 33 ayat 1 PMDN 118/2018, sudah jelas bahwa Evaluasi itu adalah perbandingan antara target dan realisasi, titik.

Tapi dalam forum curhat tertinggi sebuah perseroan, maka diskusi hangat yang bersahutan antara reasoning dengan sanggahan akan berpadu dibalut oleh regulasi dan pembelaan….. yang penting kita kedepankan kepala dingin dengan semangat edukatif solutif…. ngomongin kepala dingin, maka berenanglah yang pas… paas bingit, tapi……

Tapi khan nggak pantas, peserta rapat keluar ruangan… eh liat kita lagi asyik berenang supaya kepala dingin meskipun hati panas dan kesel karena pengurus tidak bisa mencapai target.

Photo : Nge-Double espresso dulu yukk / dokpri.

Ada cara lain, pas break maka bergeraklah ke restoran dan pesan segelas kopi double espresso…. bawa di tepi kolam renang… angkat cangkir mininya…. srupuut… glek…… satu kali tandasss…… maka rasa mantaps kepahitan double espresso menyeruak memenuhi indera perasa dan menenangkan jiwa.

“Trus otak panas gimana?”

Sabarrr…. perlahan tapi pasti, pas jiwa sudah tenang maka syaraf ke otakpun ikutan tenang, tensi esmosi.. eh emosi akan berkurang dan otak akan kembali fresh, dingin dan rilex, percayalah.

“Kok cuma double espresso, nggak ada kopi manual brewnya?”

Belum ada ternyata, baru kopi tanpa gula versi mesin yang tersedia… it is Okey, ini juga lumayannn.

Photo : Forum curhat tertinggi / dokpri.

Akhirnya menjelang sore, 2 rapat kinerja tahunan bisa dituntaskan. Meskipun ada dinamika yang tidak terelakkan, tapi itulah bagian dari proses pembelajaran. Diskusi hangat demi status Acquit et de charge, juga melebar ke urusan masa jabatan dan mekanisme pengusulan pengurus…

Makin rameeee… meskipun akhirnya harus fatsun kepada regulasi, tetapi semua pihak menjadi mengerti dan memahami.

Selamat beraktifitas di awal minggu ini kawan. Kerja total, ngopay santai, giliran ngojay lihat-lihat kesempatan. Wassalam (AKW).