SATIDI – fbs

Niat baik bersua dengan kenyataan…

CIMAHI, akwnulis.com. Minggu siang bercengkerama bersama anak adalah sebuah momentum yang tak akan terulang. Maka manfaatkan sebaik-baiknya. Jika hari kemarin terpaksa bersama ibunya ikut ayahnya bekerja di kerimbunan hutan ciwidey, lalu kedinginan dan masuk angin karena ketahanan tubuh yang berbeda. Maka hari minggu ini menagih untuk sekedar kongkow dekat rumah sambil ngopi berdua.

Ternyata setelah makanan dan minuman tersaja, anak kesayangan malah sibuk dengan gadgetnya dan memainkan game Sakura School Simulator dengan asyiknya. Langsung ayahnya switch mode ke pilihan ‘soft me time’ alias menyesuaikan diri dengan gadget dan membuat sebuah cerita fiksi singkat berbahasa sunda yang idenya hadir secara tiba-tiba. Tapi ujung mata tetap memperhatijan gerak gerik dan aktifitas anak kesayangan.

Inilah tulisannya…

FIKMIN # SATIDI #

Hiungna motor RX king meulah jalan ciroyom kadèngè halimpu sabab dina cangkèng aya leungeun bèbènè nu pageuh nyekelan. Genep bulan teu panggih, ayeuna karèk bisa ka dayeuh deui.
Kusabab hayang mèrè surprise, ngahaja teu dibèjaan rèk dahar dimana. Teu nyangka ceunah boga kabogoh tèh meuni nyaah tur ngartos.

Nuhun Ayang, impènan Enèng ngawujud, tiasa tuang di restoran ieu”

Soanten nu hipu ngagugah kalbu, tapi teu loba carita. Asup na panto tuluy mayar heula sabab restoranna modèl ‘all you can eat’ atanapi SATIDI (sadayana tiasa dituang).

Pagawè restoran nyayogikeun sagala rupa dina mèja. Kompor mini diluhurna panci kuah tomyam oge hiji deui loyang kanggè babakaran. Hurang, daging lauk jeung daging sapi ipis langsung dipasak, kitu ogè sagala rupa satè, omelèt, sushi, sangu gorèng, beef teriyaki jeung sajabana. Rampus sèèp ku duaan.

Hanjakal nge-datè tèh gorèng tungtungna. Nèng Asih ngaborolo utah uger dina wastafel. Uing kapaksa ngodok liang wastafel sabab ngeuyeumbeu pikagilaeun.

***

Itulah sejumput cerita fiksi super pendek berbahasa sunda atau fiksimini bada sunda (fbs) dengan tema adaptasi dan rasa tanggungjawab seorang kekasih kepada orang yang disayanginya. Meskipun harus bertindak dan berkorban dalam melaksanakannya Selamat menikmati waktu tersisa dari weekend minggu ini, Semangaaat. Wassalam (AKW).

BEGÈR – fbs

Yuk ah nulis lagi…

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah ide terkadang tidak sejalan dengan kesenggangan waktu. Tapi sebuah ide yang hadir lalu diolah menjadi rangkaian kata maka akan hadir sebuah cerita. Meskipun singkat tapi ada maknanya, juga bagi pembaca tidak perlu meluangkan waktu lama, cukup 5 tarikan nafas saja. Dengan catatan yang memahami bahasa sunda, kalau yang masih roaming ya bisa bernafas sepuasnya hehehe.

Ide ini mengambil tema masa sekolah smp di kampung halaman disaat pertama kali melihat guru olahraga yang baru dan berpakaian olahraga yang serba pas. Maka reaksi anak ingusan menjadi beragam. Inilah salah satunya. Selamat menikmati.

FIKMIN # BEGÈR #

Adma olohok basa ningali guru anyar karèk turun tina avanza, aya burinyay nu teu biasa. Jajangungna ratug teu puguh rasa, dibarung ku panasaran hayang ningali deui ningali deui. Bu Susana leumpang andalemi muru rohang guru, dituturkeun ku panon Adma nu hèsè ngiceup deui.

Adma di kelas gulinggasahan, meus meus ningali kaluar jandèla, jiga nu jauh panineungan. Guru nerangkeun ukur pajangan, sabab lelembutanna aya diluar jeung guru olahraga nu anyar.

Sanès bolèkak nu matak eureun rènghap, tapi bulu bitis nu jadi inggis. Ngagurilap nyaangan soca, masihan rasa nu teu biasa. Kitu peta basa Rahwana teu dihaja ningali bitis Dewi Sinta. Ogè Maharajasa waktos ngawitan micinta Kèn dèdès dina carita babad tanah jawa.

Geus tong loba malaweung, èta susut heula lèho‘, Oji babaturan sabangku ngabèjaan. Teu dijawab tapi leungeun langsung nyusut irung, enya geuning loba meunangna.

Di lapang hareupeun kelas, Bu Susana kaciri sumanget ngalatih barudak kelas salapan. Meuni geulis kacida. (AKW).

***

Terbang, Kopi & Bahagia.

Menikmati kopi sambil terbang adalah bentuk bersyukur, setuju nggak?

CIMAHI, akwnulis.com. Berkeliling ke berbagai tempat dengan alasan tugas adalah sebuah kenyataan. Meskipun terkadang datangnya perintah begitu mendadak. Tidak masalah, karena itulah salah satu resiko pekerjaan dan amanah yang diemban. Jalani saya guys.
Bulan september yang lalu menjadi saksi, betapa perputaran diri ini lumayan aktif. Termasuk pengalaman naik pesawat pertama (lagi) setelah 2 tahun terdiam akibat pandemi covid19 berkecamuk. Tidak terlalu jauh cukup Jakarta – Makassar PP dan Bandung – Yogja PP.

Itu sih baru 2 kali bro, sombong amat, saya sebulan bisa 10 kali penerbangan, nggak pernah ditulis dan di publish!!”

Tiba-tiba sebuah celoteh menyambar dan langsung menohok diri. “Wow, something wrong?” Sesaat terdiam sambil mencoba berfikir jernih. Kenapa ada yang sewot ya?.. padahal ini kan hanya pernyataan pribadi dan di medsos pribadi juga. Tapi kenapa sebuah reaksi begitu tajam menghujam.

Trus mikir juga, jangan jangan banyak juga yang tidak nyaman dengan pernyataan itu karena boro-boro terbang pake pesawat, lha wong keluar kota juga nggak pernah. Disinilah diri ini merasa serba salah. Tapi tentunya perlu dilengkapi disini bahwa bisa naik pesawat lagi adalah sebuah berkah rejeki dan kesempatan dari Illahi untuk menjadi Ibroh dan miliki nilai abadi tentang pemaknaan hidup yang sementara ini.

Maka sebagai bentuk rasa syukur itu adalah menggunakan kesempatan selama di pesawat untuk tetap terjaga. Tidak terpengaruh oleh penumpang kanan kiri yang langsung memejamkan mata sesaat pesawat bergerak di runway untuk tinggal landas. Mungkin bukan ingin tidur, tetapi berusaha memejamkan mata agar proses take off ini tidak terlalu terasa. Sementara diri ini sibuk dengan persiapan gelas kecil dan dokumentasi.

Yup, gelas kaca kecil untuk nanti menuangkan segelas kopi hitam tanpa gula dan dinikmati dengan sruputan perlahan dikala pesawat sedang bergerak diantara awan putih yang berarak begitu indah. “Bukankah ini bentuk rasa syukur atas nikmat-Nya?”

Ternyata, nilai bahagia dan bentuk syukur manusia itu berbeda-beda. Penulis berusaha besyukur dengan meanfaatkan waktu selama penerbangan dengan membuat konten dalam bentuk potongan video dan photo tentang kopi di pesawat termasuk adegan sruputan kopinya karena untuk menepis pendapat ‘No pic Hoax’ dan aktifitas ini membuat bahagia.

Tapi.. disamping kanan dua orang ibu-ibu telah terlelap dalam buaian mimpi dan itulah bahagia buat mereka karena mungkin saja telah berjibakù dengan beban tugas serta kesibukan di daratan, inilah saat yang tepat untuk beristirahat tanpa gangguan. Ada juga yang sibuk dengan gadgetnya dan menonton film-film yang telah di download sebelumnya tentu lengkap dengan headset kekinian.

Sementara di kursi samping lorong, terlihat seorang ibu yang pucat dan tegang dalam menjalani penerbangan ini. Terlihat begitu tersisa eh tersiksa.

Disini perlu disadari bahwa mencari bahagia adalah berbeda setiap orang, meskipun secara umum akan setuju jika kita selalu bersyukur dengan segala keadaan maka kebahagiaan akan datang. Jadi kita sepakat untuk jangan lupa selalu bersyukur dan memanfaatkan weekend ini bersama keluarga meskipun ternyata tuntutan tugas terus mendera. Happy weekend kawan, Wassalam. (AKW).

Jangan malas menulis (KOPI).

Semangat yuk merangkai kata, lawan kemalasan.

GARUT, akwnulis.com. Minggu ini terasa tantangan berat untuk ‘sekedar‘ menulis di blog kesayanganku. Biasanya 3 hingga 4 tulisan singkat nan sederhana bisa dihasilkan. Tentunya bukan tulisan yang bisa masuk standar media tapi hanya sekedar tulisan singkat pemuas dahaga dan pengalih perhatian dari segala kesibukan yang ada. Bisa juga pengganti ‘me time’ yang tetap perlu dilestarikan. Jika dahulu adalah momotoran, atau traveling ke alam bebas, juga nongkrong olangan sambil menikmati sajian kulineran. Maka sekarang diutamakan dengan keluarga, karena kebersamaan ini yang menjadi nilai penting bagi perjalanan kehidupan sekarang dan yang akan datang.

Evaluasi singkatpun berkutat di kepala dan jika kesibukan serta rutinitas menjadi kambing hitam ketidakmenulisan minggu ini, kayaknya kurang pas karena ada produk pribadi lainnya yang tetap bisa dibuat, yaitu posting di channel youtubeku @andriekw. Postingnyapun lumayan 8 menit lebih.

Kayaknya ini yang menjadi penyebabnya, membuat video aktifitas ngopay dan ngojay lalu posting di channel youtube kayaknya yang buat menulis agak terhenti. Perlahan terdiam dan merunut aktifitas harian belakangan ini.

Ternyata faktor pertama lebih signifikan, yaitu kesibukan kerja ditambah dengan perjalanan tugas dinas yang ternyata memforsir pisik dan mental guys. Maksudnya adalah, selama ini aktifitas bisa dilakukan diperjalanan baik di mobil atau pesawat dalam kondisi normal, sementara minggu lalu perjalanan ke Singajaya Garut selatan begitu menegangkan dan memualkan sehingga pusing di belakang kepala begitu lama hinggap dan tak hilang-hilang. Apalagi staf pendamping yang begitu merana karena pergi ke tempat acara harus tertunda karena muntah-muntah hingga semua sisa-sisa lambung tak tersisa. Ternyata sepulang acarapun harus kembali jongkok pinggir jalan untuk muntah parah yang kedua, tak kuat menghadapi ombak banyu dari goyangan mobil double kabin menurun naiki jalan berkelak kelok di daerah Singajaya tepatnya di Desa Cigintung.

Untungnya sebelum tiba di Singajaya masih bisa ngopi cantik di cafe Dongeng Tberace Cisurupan, lalu pulang nonton wayang adalah menikmati Sop panas dini hari di daerah Cikajang. Bisa sedikit mengurangi kepusingan apalagi ditambah diskusi ringan dengan anak muda penuh semangat yang mengelola kios kopi tentu dengan sajian manual brew V60 yang nikmat dan penuh kehangatan.

Hingga akhirnya diputuskan bermalam di salah satu villa di daerah Cipanas Garut untuk menjaga stamina dan kondisi memang sudah lelah baik penumpang, pendamping dan pengemudi.

Faktor kedua adalah kemalasan, dengan justifikasi rasa lelah dan terbatas waktu maka kesempatan buat tulisan menjadi tertahan. Inilah yang tersulit dalam menjalani kehidupan, karena musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri.

Tapi sebagai pembelaan diri, minimal dengan segala keabsenan menulis di minggu ini. Tetap ada ada produk pribadi yang dihasilkan yaitu 9 menit video singkat yang diupload di channel youtube pribadi. Meskipun mayoritas tema dan ceritanya adalah tentang kopi dan ngopi. Tetapi sesekali urusan pekerjaan hadir melengkapi postingan videonya. Yup sesekali saja kariweuhan ditampilkan, karena ini media sosial pribadi, klo mau lengkap ya tinggal lihat media sosial resmi milik dinas.

Begitulah goresan kata kali ini, setelah tertunda beberapa kali karena berbagai faktor tadi. Paling penting adalah menjaga konsistensi bahwa smartphone yang dimiliki memiliki fungsi produksi. Selamat pagi dan mari bersyukur sambil merangkai asa di hari ini. Wassalam (AKW).

Espresso Pagi

Sruput dulu pagi-pagi…. biar suegeer.

BANDUNG, akwnulis.com. Mata terdiam memandang segelas kecil cairan pekat yang mengharumi kenyataan pagi ini. Gelasnya memang kecil alias mini banget tetapi tulisannya sudah menjawab sepintas tentang kepenasaran pembaca yakni satu kata ‘Espresso‘.

Singkat kata bahwa espresso ini adalah istilah yang hadir begitu jauuh dari benua eropa sana, tepatnya di italia. Asal kata dari ekspress yang berarti cepat, yakni menyajukan kopi secara cepat dan bisa dihabiskan dengan cepat karena hanya sekali tenggak bisa segera tuntas.

Cocok dengan sifat generasi millenial dan zelenial yang semuanya harus serba cepat dan praktis guys. Tapi kenyataannya masalah cepat mungkin cocok tetapi masalah rasa itu berbeda. Generasi millenial dan zelenial ini cenderung kurang suka sajian espresso original alias 7-9 gram bubuk lembut kopi yang disemburkan air panas sebanyak 45 ml, tentunya semburannya bukan pake mulut karena akan menimbulkan kejijikan karena ada unsur cudah eh ludah tetapi menggunakan mesin kopi yang miliki standar sendiri. Karena rasanya original yakni kopi murni alias ada kepahitan yang nyata.

Sebagai bukti adalah lebih banyak kopi warna warni dengan aneka cairan sirup yang digandrungi. Plus elemen lain seperti boba, konyaku dan nata de coco.

Kalau penulis sih sudah masuk generasi antara, yakni antara 40 ke 45 maka lebih fokus saja menikmati sensasi kepahitan rasa yang hadir dari sajian secangkir kopi epresso saja. Airnya sdikit tapi ekstraksinya ajib sehingga mampu membuat lidah bergetar dan rongga mulut terdiam dalam sensasi kepahitan yang komprehensif.

Jika belum puas maka pesan lagi saja double shot espresso atau disebut juga dopio. Weleeh ternyata pahit bingit…. tambahkan saja dengan air panas maka namanya berubah menjadi secangkir longblack.

Itulah pesanan yang tersaji saat ini, secangkir longblack dan secangkir kecil espresso. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu ekstraksi bubuk kopi yang diproses via mesin. Juga sama-sama disajikan tanpa gula. Pembedanya adalah 1 elemen saja, longblack itu ditambah 1 shot espresso lagi dan tambah air panas, itu saja.

Kepahitan yang dihadirkan tetap sama, namun dari tujuan menjadi berbeda. Espresso lebih cocok dinikmati pada waktu yang terbatas sedangkan jika butuh waktu kongkow atau menyendiri lebih lama maka longblacklah sebagai teman setia. Jangan khawatir dengan rasa pahit yang dihadirkan, karena disitulah kenikmatan yang bisa dirasakan.

Yuk ah, sruput dulu agar kesibukan pagi ini bisa diawali dengan semangat dan kesegaran. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Warung kopi eh cafe.

TIPS anti Galau2 – Ngopay Kopi Mandja.

Menikmati salah satu obat anti galau.

CIMAHI, akwnulis.com. Perjalanan siang yang cukup terik mengantarkan raga bergerak menjalani aliran kehidupan yang terus mengalir. Sementara perut mulai bernyanyi karena waktu makan siang sudah hampir terlewati. Jam tangan menunjukan pukul 14.55 wib. Tidak ada pilihan, berarti harus segera menepi dan mencari tempat yang menjual makanan dan dapat segera dinikmati.

Namun kemacetan mendera cukup panjang dan tidak seperti biasanya. Biasanya cuma padat saja, tidak sampai tersendat dan terdiam seperti sebuah hubungan pertemanan yang berubah menjadi percintaan hingga akhirnya bubar dan nggak temenan lagi… “Halaah kok malah jadi cerita perpisahan sih?”

Gpp atuh, ini khan sebuah cara menghibur diri daripada harus cemberut dan sumpah serapah. Karena tetap saja kemacetan tak bergeming, dan semua terdiam mengikuti perkembangan.

Begitupun raga ini, senyuman berusaha ditampilkan meskipun kekesalan karena kemacetan sudah memuncak memenuhi ubun-ubun. Tapi pikiran rasional harus dijaga, mungkin saja ada kejadian luar biasa di depan sana sehingga menghambat perjalanan semua.

Memang kesal dan galau itu milik semua dan secara harfiah serta sunatullah, rasa ini adalah sebuah keniscayaan dikala kitapun memiliki kemampuan untuk merasakan senang gembira bahagia dan ceria.

Bagaimana mungkin kita tahu perasaan gembira dan bahagia makanakala kita tidak paham tentang arti dan rasa galau sedih dan duka?”

Itu bukan pertanyaan retorika tetapi sebuah kalimat yang menyadarkan kita bahwa kehidupan itu penuh dinamika. Senang dan sedih, suka dan duka ataupun happy dengan galau serta banyak lagi pasangan dalam perjalanan kehidupan seperti siang dan malam serta laki-laki dan perempuan.

Jika ditulisan sebelumnya ada tips bahwa obat galau itu adalah POSTING & LUPAKAN GALAU. Itu hanya salah satu tips saja karena setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam melawan dan menyelesaikan kegalauan yang melanda. Dari beberapa respon terhadap tulisan awal ternyata selain posting di medsos maka pilihan obat galau adalah makan dan ngemil lho. Ada juga yang mengalihkan kegalauan dengan merokok, memancing atau touring motor atau mobil sambil menikmati suasana alam dan kuliner yang dilewati.

Ada juga mengalihkan kegalauan ini dengan menulis sebait puisi dan sejengkal kalimat untuk menggambarkan kegalauan. Juga bernyanyi baik di kamar mandi, di ruang karaoke atau tampil di panggung dan mendapat applaus tepukan tangan atas keberaniannya.

Nah tips tambahan dari penulis adalah jika galau melanda yang dilakukan adalah :
a. Memunguti kata di dalam kepala dan menjalinnya menjadi kalimat reka yang bisa hadirkan makna.
b. Menikmati prosesi penyeduhan kopi manual hingga tersaji menjadi segelas kecil penuh rasa.
c. Menyeruputnya dan merasakan sensasinya hingga dituangkan kembali dalam tulisan yang sedehana.
d. Mensyukuri kenyataan meskipun dengan segala kondisi dan keadaan, serta berharap semua bisa kembali baik-baik saja.
e. Melamun atau meditasi dan mencoba mengosongkan pikiran hingga terlarut dengan suasana alam.
f. Lanjutan dari poin e adalah berusaha segera tidur agar bisa menikmati keceriaan dalam mimpi indah yang penuh ketenangan.

Udah dulu ya, berhubung sekarang ada sedikit galau akibat paragraf awal yaitu kemacetan. Maka mlipir dulu ke kanan untuk melaksanakan tips poin b dan c yaitu menikmati sajian kohitala (kopi hitam tanpa gula) di Kedai Kafe Mandja Kolmas, sambil menunggu kemacetan terurai. Srupuuut, Wassalam (AKW).

*****

Cafe KOPI MANDJA
Jl. Kol. Masturi No.101 Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi Jawa Barat 40511

GALAU?.. Posting aja di Medsos.

Jangan galau ah…. biarkan saja atuh.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah rasa adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada mahluknya. Meskipun tidak semua bisa memaknai bahwa dibalik rasa ada sejumput cerita yang terkadang rumit jika harus dibagikan dalam bentuk cerita. Karena tidak semua orang bisa lantang menyuarakan kata dan menyampaikan secara gamblang apa yang dirasa. Itulah salah satu dinamika kehidupan yang nyata.

Nah, media sosial bisa menjadi jembatan kegawalauan.. eh typo.. kegalauan rasa dari setiap individu. Menjadi tempat berbagi yang ternyata bisa ditentukan sendiri oleh pemilik akun. Apakah memang ingin dilihat publik atau sebatas lingkaran bestie saja, atau malah hanya sebagai catatan pribadi sehingga privat akun menjadi pribadi… tinggal memilih.

Meskipun mayoritas dikala galau dan sedih, kepengennya tuh dilihat orang lain di medsos dan diperhatikan atau dipedulikan oleh teman-teman dengan taburan jempol dan komentar. Terlepas yang ngasih jempol itu memang murni hadir dari hati atau iseng dan juga karena belas kasihan, yang penting sebuah jempol adalah bentuk atensi apalagi komentar yang senada, tentu menjadi penyemangat untuk kembali bangkit dan lupakan kegalauan.

Kalau kamu sendiri gimana?”

Nah, saya sih lebih berusaha mengubah energi sedih ini dan rasa galau itu menjadi bentuk lain yang berbeda tapi tentu bikinnya sederhana. Baru diposting di medsos pribadi. Biasanya gabungan gambar dan kata-kata bias yang miliki banyak makna sehingga membebaskan siapapun yang melihatnya untuk mengartikan perasaan yang sedang melanda.

Apakah peduli dengan jempol dan komentar?”

Saya sadar diri bukan influencer atau orang terkenal, jadi hadirnya jempol – jempol dan like like serta komentar di media sosial lebiih dimaknai general saja. Jadi mengalirlah seiring takdir menggiring mahluk dan cerita masing-masing.

Yang penting apa yang diposting tidak menyinggung orang atau pihak lain. Ada sentuhan seni dan permainan kata serta terdapat kedalaman makna. Itu kata penulis sih, terserah kata orang lain. Serta yang paling utama adalah mengalihkan kegalauan dan kesedihan dari diri ini ke postingan medsos yang bakal dilihat banyak orang. Jadi khan nggak bete lagi…. gituuu.

Udah ah, mau posting dulu di medsosku yach. Wassalam (AKW).

KOPI CINTA di Kota MAKASSAR.

Mencoba Kopi penuh romantisme, ternyata…

MAKASSAR, akwnulis.com. Menikmati kopi dapat dimaknai dari berbagai sisi, tidak hanya dari rasa tetapi ada asa juga pembeda dari setiap sajian yang ada. Kalau bicara idealisme maka ada 2 golongan besar sumber rasa kopi yaitu jenis beannya, apakah arabica, robusta atau liberica. Tapi jika berbicara praktis maka pertanyaan sederhananya adalah kopi menggunakan mesin atau diproses secara manual?.. nah pertanyaan lanjutannya menjadi panjang jika dikaitkan kesana kemari, meskipun pasti bahwa rasa menjadi yang utama. Apalagi jika sudah bersua dengan susu dan jenis jenis gula, maka aneka rasa menjadi variatif dan ini yang malah menjadi lebih menarik.

Karena penulis adalah aliran kohitala, maka kenikmatan secangkir kopi tanpa gula adalah sebuah hal yang nyata. Maka kecenderungannya adalah kopi hitam tanpa gula dengan model seduhan manual yang menggunakan filter, baik V60, flatbottom atau cemex. Tetapi jika tidak berjumpa, maka kohitala produk mesinpun tidak mengapa. Pilihannya sangat terbatas yaitu espresso, dopio, americano, long black saja karena disaat memilih cafelatte dan capucinno maka campuran foam susu telah merubah formulasi kohitala.

Ih kami idealis bingit, udah ngopi mah ngopi ajaa, nggak bisa nikmati hidup”

Bisikan atau komentar agak pedas kadang hadir menemani kenikmatan ini. Namun yang terpenting adalah sebuah prinsip tentang bahagia. Bahagia itu unik kawan, dan setiap manusia memiliki nilai bahagia masing-masing. Nah urusan menikmati kopi hitam tanpa gula ini sebuah kebahagiaan, karena tidak setiap orang bisa menikmatinya. Merasakan selarik manis dan aneka rasa asam yang mengitari lidah dan mulut padahal jelas – jelas kopinya hitam tanpa gula. Ini bisa hadir secara maksimal jika dilakukan seduhan menggunakan pola manual. Jika produk mesin, maka rasanya bisa ditebak. Kepahitannya mendatar dan flat.. eh sama ya? Sementara acidity dan aftertastenya agak sulit untuk ditangkap oleh indera pengecap ini.

Tapi lagi-lagi, menikmati kopi hitam tanpa gula bukan hanya rasa. Ada asa dan suasana yang menjadi kenikmatan lainnya termasuk keunikan nama kopi tersebut. Kali ini ada penamaan kopi yang menjadi daya tarik yaitu KOPI CINTA.

Kopi cinta, sebuah sebutan yang memberi kesempatan angan untuk berimajinasi dan menerka-nerka, makna dari kopi ini. Tentu ada yang berharap ada sisi romantisme pas menikmati kopi ini, atau mungkin benih cinta akan hadir pada saat menyeruput kopi ini. Bisa juga disajikan dalam cangkir berbentuk hati.

Maka cara terbaiknya adalah ayo kita buktikan saja. Memasuki tempat makan yang mengklaim merk kopi penuh romantisme…

Ternyata ini hanya branding marketing semata, karena resminya ini adalah rumah makan soto lamongan Cak Har dan ada menu kopi dengan label KOPI CINTA, itu saja. Karena pilihan kopinya hanya berdasarkan mesin saja dan kohitalapun hanya pilihannya americano dan espresso saja. Tapi supaya tidak penasaran maka pesan juga sajian sotonya yang memang memiliki rasa asli soto di pulau jawa sehingga serasa tidak berada di pulau sulawesi. Kehangatan kuahnya dan juga taburan koya sebagai ciri khasnya menambah kenikmatan rasa di sore hari penuh makna.

Kembali ke kopi cinta, pesanan americano tiba dengan cup putih dan ada cap dengan tulisan kopi cinta. Urusan rasa dan sebagainya biasa saja, seperti americano lainnya. Tidak ada analisis body, acidity dan aftertaste disini. Ya nikmati saja tanpa membawa perasaan yang beraneka.

Kalau melihat suasanapun biasa saja, tidak tampak romantisme yang berlebihan. Tentunya acungan jempol untuk ownernya yang bisa membawa dan bertahan dengan menu makanan yang jelas jelas bukan makanan khas makassar. Sruput dulu guys kopi cintanya, lumayan.

Tuntas menikmati kopi cinta tanpa cinta ini, maka raga bergerak ke luar kota menuju bandara yang akan menerbangkan semua rasa ini kembali ke bandung via penerbangan jakarta. Wassalam (AKW).

Ngopi di ANATOMY COFFEE

Menyusuri trotoar dan Ngopi sebentar.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah langkah kaki menemani pergerakan pagi, menapaki trotoar di jalan merdeka bandung. Sebuah hal yang tidak disengaja, tetapi ternyata memang insting ngopay eh ngopi semakin terasah. Jadi begitu cepat sudut mata melihat sesuatu yang berhubungan dengan kopi. Bisa nama cafe atau warung, juga juntrungan kopinya itu sendiri. Jadi seperti magnet gitu lho. Padahal sebenarnya terhadap kopi tuh nggak gitu gitu amat, tapi amat gitu gitu.

Begitupun pagi ini, langkah kaki terayun sebenernya untuk memenuhi target 6 ribu langkah harian. Nah pas hampir melewati dpan Gramedia jalan merdeka, sudut mata menangkap sesuatu tentang kopi. Sebenernya agak terhalang pohon, tetapi dengan mundur 2 langkah, maka tulisan di kaca bisa dibaca dengan sempurna, ANATOMY COFFEE buka mulai jam 08.00 wib.

Wuih mantaabs itu, tadinya mau menyeberang dan meloncati pembatas di tengah median jalan karena memang lalu lintas masih lengang. Tapi nurani memgingatkan bahwa ada aturan yang tidak perlu dilanggar, namun ikuti demi kebaikan. Sesaat terdiam dan mencoba diskosi antara akal sehat dan otot kaki untuk hadirkan solusi.

Akhirnya putusan ideal yang diambil, kembali melangkah di trotoar jalan merdeka sisi kanan hingga ujung dan menaiki jembatan penyebrangan. Menaiki anak tangga dengan hati-hati dan sedikit terengah karena cukup mendaki. Setiba diatas JPO bisa sedikit beristirahat dengan alibi ambil photo jalan dari atas, padahal mengatur nafas agar kembali stabil penuh keteraturan.

Perlahan turun di undakan tangga yang membawa raga ke seberang jalan merdeka tepatnya di pelataran mall BIP (Bandung Indah Plaza). Berjalan perlahan selangkah demi langkah…. ya iya selangkah selangkah, masa langsung melangkah dua kaki, atuh loncat itu mah. Lokasi yang dituju berada di bawah GGM.. pasti tau khan singkatannya :)… yang penasaran pasti langsung searching hehehe.

Dari luar memang seperti cafe kecil saja, eh pas masuk mau order ternyata dibelakang tempat order terdapat ruangan luas dan beberapa meja kursi tertata untuk diduduki dan menikmati pilihan kopi sambil ngobrol bersama kawan dan kolega.

Pilihan kopinya lumayan banyak, tetapi sejalan dengan waktu yang terbatas, maka pilihan utama adalah sajian kohitala (kopi hitam tanpa gula) dengan bean yang tersedia. Nama kopinya Kopi Taneuh Sunda dan pilihan kali ini adalah manual brew V60 Kopi Taneuh Sunda Gulali.

Ada 2 pilihan kak, yang aromanis dan sunda gulali”
“Oke, beannya sunda gulali saja”

Setelah membayar maka bergerak ke arah area outdoor dan tertarik dengan tulisan Mbah Sapardi Joko Damono yang terpampang di putihnya dinding.

Yang fana adalah waktu, Kita yang Abadi, Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga, sampai suatu hari kita lupa untuk apa”

Ah rangkaian kata yang sarat makna. Menambah selera untuk mengikutinya, terus menulis meskipun dalam segala kesibukan yang ada karena merangkai kata membantu kita untuk tidak mudah lupa.

Akhirnya kohitala hadir dalam kebeningan gelas kaca. Langsung disruput tanpa perlu bertanya dan rasanya menyenangkan. Ada selarik manis menemani kehangatan rasa kopi yang tersaji. Bodynya medium dan aciditynya pas tidak terlalu tajam dan mengagetkan. Juga suhu airnya menjaga stabilitas aciditynya pada level yang sama, sekitar 90 – 94° celcius saja.

Srupuut guys, wualaah segeer pisan. Alhamdulillah.

Nikmati sensasi minum kopi meskipun di waktu yang terbatas janji, biarpun waktu yang hadir sesaat namun memberi makna yang kuat. Selamat weekend kawan, Wassalam (AKW).

MENULIS DIATAS LANGIT

Menulis itu bahagia, apalagi menulisnya di atas awan

LAUT JAWA, akwnulis.com. Perjalanan menjelajahi udara dengan pesawat Airbus A320 ini menjadi pengalaman perdana pasca covid19 melanda dunia, maka ekspresi berbagai rasa sudah terangkung dalam tulisan sebelumnya yaitu  AKHIRNYA TERBANG LAGI.

Mengapa perjalanan dengan pesawat menjadi menyenangkan buatku?”

Tentu saja menyenangkan karena ada kesempatan untuk berkonsentrasi membuat tulisan tentang berbagai hal, meskipun tetap frame utamanya adalah tema NGOPAY & NGOJAY, yaitu sekitar cerita kopi, ngopi dan ngopi serta hal hal yang terkait dengan ngojay (berenang). Bisa berenang di kolam renang, pinggir pantai, sungai, kolam ikan ataupun di bathtube hehehe… bukan berenang ini mah tapi berendam.

Tentu full doa, karena harapan keselamatan menjadi utama. Agar bisa kembali ke rumah dan bersua bersama keluarga tercinta. Momentum take off dan landing jangan dijadikan momen menulis, tapi saat kontemplasi tentang betapa tidak berdayanya kita, manusia tanpa campur tangan Allah yang maha kuasa. Artinya kuatkan doa dan niat bahwa perjalanan ini adalah bagian dari ibroh sambil memaknai kekuasaan Illahi.

Nah kalau pramugari sudah mulai hilir mudik di koridor, saatnya menulis di note smartphone. Eh jangan lupa dari sebelum take off, mode airplane sudah on dan sementara terputus dengan dunia luar. Langsung menulis ya jangan bobo, kalau mau bobo mah di rumah aja heuheuheu. Kecuali bobo eh tidur memejamkan mata ini adalah teknik mengusir ketakutan karena pobia ketinggian, karena jelas ini tinggi sekali yakni 35 ribu kaki diatas permukaan laut, tepatnya laut Jawa.

Maka mulailah menulis, satu kata dua kata hingga akhirnya hasilkan kalimat berbuah karya. Tapi ingat, jangan dulu di upload di blog http://www.akwnulis.com dulu, karena hal ini perlu koneksi internet yang otomatis menyalakan akses jaringan telepon seluler dan berpotensi mengganggu jalur komunikasi penerbangan.

Menulis apa?”

Nah ini sih diserahkan kembali kepada jempol dan kata hati. Apa yang terasa itulah yang menjadi buah kata. Jangan berfikir ideal, biarkan saja mengalir tanpa banyak berfikir bahwa ini layak atau tidak layak. Menulis dan menulislah.

Saking asyiknya menulis tidak memperhatikan ibu yang disebelah kiri kursi wajahnya putih bukan karena perawatan, tapi ternyata stres karena takut ketinggian jadinya pucat pasi. Konsentrasi menulis sedikit terganggu karena suara safety belt ibu itu yang ngak bisa terkunci terus.

Trek, trek… terlihat ibu itu panik. Pas diperhatikan wah posisinya salah. Maka sambil menengok ditegurlah perlahan, “Maaf bu, itu posisinya terbalik”

Ibu itu mendongak, lalu mengikuti intruksi dan ‘trek‘ safetybeltnya terpasang sempurna. Ibu wajah putih pucat itu perlahan memerah.

Terima kasih ya dik”
Sama-sama bu”

Sebelum menulis dilanjutkan ternyata pramugari lewat di lorong penumpang sambil menawarkan berbagai sajian makanan dan snack serta minuman. Langsung pesan, “Kopi hitam tanpa gula satu ya mbak”
“Oke pak, 15 ribu”

Tring….. tak sampai satu menit, secangkir kopi sudah tersaji. Menemani perjalanan terbang perdana ini. Ngomong- ngomong terbang perdana dan bersejarah, maka ingatan bergerak di 4 tahun silam, inilah catatannya HISTORICAL FLIGHT KERTAJATI.

Melengkapi sajian kopi dan cara menikmatinya, dari saku jasket dikeluarjan gelas pyrex mini kesayangan. Lalu dari cangkir kertas perlahan tapi pasti dituangkanlah cairan coklat ke gelas kaca. “Eh kok nggak hitam ya cairannya?”

Coba dinikmati, srupuut… oalah ternyata kopi dan krimer tapi tanpa gula. Ya sudahlah lanjutkan saja srhputannya. Kepikiran mau komplen, eh tapi ini kan di pesawat. Ya sudah segini juga lumayan. Kalau mau minum kohitala manual brew V60 dan hangat, ya bekel sendiri atuh. Jadi ingat penerbangan tahun 2019, itu sengaja bawa kopi hangat dan dinikmati dipesawat ini tulisannya Ngopi HALU DI LANGIT.

Ya begitu dulu ya tulisannya, jadi sekali lagi kalau naik pesawat jangan lupa berdoa dan manfaatkan waktu tanpa koneksi dunia ini dengan menulis bagi yang suka nulis. Kalau yang suka tidur ya bobo, yang suka makan ya ngunyah aja terus tapi jangan lupa tawarin penumpang kanan dan kirinya siapa tahu laper juga hehehehe. Karena tentu saja kesenangan masing-masing orang itu berbeda.

Selamat beraktifitas dari hari kamis ceria. Wassalam. (AKW).