Filosofi (kehidupan) Kopi.

Hidup memang harus berpegang filosofi.

SEMARANG, akwnulis.com. Raga bergegas bersama jiwa yang meranggas, menuju sebuah tempat yang diharapkan bisa menjadi pemuas hasrat yang berkelas.

Tapi…. ternyata harapan tinggal harapan, semua buyar hanya karena jarum jam yang tak mau berhenti sehingga kedatangan ini seolah tiada arti.

Agenda padat dalam kunjungan kerja ini memang merupakan settingan bersama, sehingga jam 22.00 wib baru bisa membuka pintu cafe filosofi kopi di Kota Lama Semarang dan bergegas memesan manual brew…. tapi, penolakan halus karena sudah last order begitu meremukkan hati.

Sedih menggunung tanpa bisa menuangkan dalam kata, hanya wajah membesi saja yang mewakili kecewa ini. Apa mau dikata, kopi manual sudah tidak bisa diharapkan, tinggal balik kanan perlahan dan keluar dari area ini dengan meninggalkan kenangan, kenangan nyesek yang sulit jikalau diruangkan dalam kata atau teriakan.

Lalu apa selanjutnya?”

Tak perlu jawaban dengan kata-kata karena raga gontai ini segera keluar area cafe dan terus bergerak menjauh dengan berusaha tetap tegak berjalan meski menanggung kegalauan tidak terkira.

Itulah kehidupan, tidak selalu harapan menjadi kenyataan. Tetap bersyukur dengan segala kemudahan meskipun kecewa itu normal selama berada pada batas kesantunan. Air mata meleleh hanyalah ekspresi dukungan raga bahwa ada sejumput luka yang menjejak di dada. Insyaalloh seiring desau angin malam…. perlahan tapi pasti akan menghilang rasa galau ini…. dan tergantikan kecerian, ……..meskipun untuk sementara masih dalam fase keterpaksaan, terpaksa menerima kenyataan.

Sedih…..

Akhirnya langkah terus menyeret raga menuju tujuan lain yang mungkin miliki cita rasa berbeda, sementara sang waktu mengintai tanpa kompromi dan basa – basi. Tapi ingat kawan, hidup terus berlanjut dan jiwa tetap berdenyut. Wassalam (AKW)

***

Lokasi :
Filosofi Kopi Kota Lama.
Jl. Letjen Suprapto No.61-63 Purwodinatan. Kec. Semarang Tengah Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ngopay Ngojay (lagi).

Ngopay lagi.. ngojay lagiii.

SEMARANG, akwnulis.com. Kombinasi tema tulisan blogku kembali terjadi disini, yaitu bergabungnya kata Ngopay dan Ngojay.

Ngopay itu kata gaul dari Ngopi alias minum kopi dan Ngojay itu bahasa sunda yang artinya berenang. Ngopaynya diwakili secangkir kopi yag siap di sruput dan ngojaynya sudah jelas terwakili oleh kolam renangnya… “Trus berenang nggak?”

Itu sih relatif, tergantung moodnya. Tetapi yang pasti, kolam renangnya sudah tersedia.

Kolam renangnya agak kecil sebagai kelengkapan dari fasilitas hotel, tetapi cukup lumayan dan agak tertutup meskipun aksesnya dari restoran tetapi tidak terlalu terbuka.. kmh sih?..

Kopinya standar hotel saja, cukup melengkapi prinsip kohitala meskipun rasanya jauh dibanding manual brew V60 sendiri, tetapi inilah yang ada dan mari kita nikmati dan syukuri.

Oh iya, hadir juga laptop sebagai kawan setia yang mengawal keberhasilan tugas dan tuntasnya pekerjaan selama ini. Apalagi dikala ide mengalir maka penuangan kata (mungkin) lebih tertampung oleh laptop karena besar dibandingkan smartphone yang berukuran dimensi kecil…. tapi klo nulis tulisan ini mah tetep aja di smartphone dengan metode 2 jempol… maksudnya yang ngetiknya jempol kanan dan jempol kiri.

Selamat ngopay dan ngojay serta Selamat pagi dan selamat berkarya kawan, Wassalam (AKW).

****

Lokasi :
Hotel Pesonna Semarang
Jl. Depok No.33 Kembangsari, Kota Semarang Jawa Tengah.

Kopi Kotjok.

Dingin…. kotjok dulu.

Photo : Kopi Kotjok mini Americano / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Dikala jadwal makan tiba dan posisi sedang di sekitar jalan braga maka coba cari pengganjal perut yang cepat dan dipastikan enak.

Sebenernya banyak pilihan, sekaligus ngopi bin ngopay, tetapi waktu sangat terbatas sehingga harus segera diambil keputusan tuntas sebelum berlanjut ke meeting berikutnya yang harus dimulai tepat waktu.

Kebetulan ingat ada roti enak di jalan braga ini, salah satunya di toko French…. meluncurrr… eh melangkah tergesa menuju tempat yang dituju.

Tanpa basa-basi langsung pesan roti cheesenya dan segelas americano si kopi hitam tanpa gula.

Sambil menuju tempat duduk, mata tertuju ke etalase kaca kulkas… eh ada yang menarik… mendekatlah… dan dibaca perlahan.. k-o-p-i-k-o-t-j-o-k.. kopi kotjok… oh kopi kocok.. pake ejaan lama tho….xixixixi.

Nggak pake lama, buka kulkasnya, ambil botolnya brrrrrr…. dingin, dan dibawa ke meja dimana semuanya akan dinikmati… segera.

Lucu dech…. botol plastiknya berbalut tulisan ‘Kopi Kotjok Mini Americano’…. dingin lagi. Langsung dibuka, baca Basmalah… sruput dikitt…

Segeer dingin… rasa kopi hambar bergula hadir menyapa lidah yang dahaga…. hanya berani seteguk saja, lalu diberikan kepada rekan yang ternyata juga mau alias kabita… monggo… es kopi bergula berpindah raga… tapi nggak apa-apa karena rasanya ‘sangat biasa‘… minimal bisa merasakan ngotjok dulu sebelum ngopay hehehehe…. ngotjok botol kopi yaaaa…. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : French Bakery, Jl. Braga N0.35 Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, 40111.

Blossom Coffee Couple.

Ngopi bersama istri, disini….

Photo : Blossom Coffee Couple / dokpri.

KBB, akwnulis.com. Menikmati kopi sendiri mungkin bisa hadirkan inspirasi, tetapi menikmati kopi bersama istri, itu lebih memiliki arti.

Kebersamaan bersama pasangan di tengah bejibun tugas dan tekanan pekerjaan adalah waktu yang sangat langka, sehingga jangan dilewatkan manakali momen itu hadir.

Salah satunya adalah ngopi bersama atau diriku minum kopi dan istri minum yang lain….. “Setuju nggak?”

Setuju aja yaa… supaya cepet kelar hehehehe.

Ngopay kali ini di salah satu cafe yang sudah berulangkali dijambangi, malah sekarang mengeluarkan kupon loyalty…. 10x kedatangan dan dibuktikan dengan cap di kupon, maka dapet 1 cup coffee gratis lho…. lha jadi iklan inih mah.

Kembali ke NGoBstri (ngopi bersama istri) maka pilihan sajiannya kali ini adalah manual brev V60 arabica pulu-pulu toraja untukku dan istriku menikmati segelas thai tea booba less ice….. segeer.

Body pulu-pulu yang kental dengan kepahitan, serta high acidity memberi sensasi ninggal yang meyakinkan hati sementara istri juga menikmati paduan rasa yang hadir dari thai tea, plus sensasi kunyah booba yang bikin ketagihan (katanya).

Waktu kongkow tidak perlu lama, tetapi kualitas hadir bersama dalam suasana sedikit santai serta berbincang ringan adalah berkah, serta salah satu perekat indahnya pernikahan yang (insyaalloh) Sakinah mawaddah warahmah.

Selamat menikmati berkah weekend bersama keluarga, Wassalam (AKW).

***

Lokasi : BLOSSOM COFFEE – KBP

Kopi Busa.

Ah busa berbusa…

Seiring waktu yang bergerak maju, selaras gerak dengan bertambah pengalaman untuk terus berpacu. Terkadang rehat sejenak adalah keharusan semu, karena dikala beristirahatpun ternyata otak terus bekerja memikirkan aneka rupa.

Begitupun dengan busamu yang mencoba mengalihkan keseriusanku, mungkin bisa memberi sesaat santai sambil menyeruput kopay……

Srupuut…….

Ahh lupaaa, ternyata ini kopi bergula.. tidaaaak….

Arabica Kintamani Stasiun Purwakarta cafe.

Sruput kopi di stasiunnya kopi….

Photo : Sajian arabica bali kintamani dg V60 / dokpri.

PURWAKARTA, akwnulis.com. Sang arabica bali kintamani hadir dihadapan dalam sajian rapih bersahaja berkawan satu cookies sebagai pemanis dan gelas server untuk bersiap isinya diteguk di kala dahaga kohitala terus mendera.

Malam belum terlalu lama hadir menggantikan peran senja, tetapi gelap sudah pasti melingkupi semua alam semesta raya. Maka rehat sejenak dengan menikmati sajian manual brew v60 kopi hitam tanpa gula adalah sebuah niscaya yang memberi pengalaman berbeda serta hasilkan aneka makna.

Kang Sugih sang barista segera beraksi, meracik kopi arabica bali kintamani. Tentu dengan komposisi 1 : 15, 20gram biji kopi langsung di grinder dan bersentuhan dengan air panas 86° celcius….. currrrrr…..

Lumayan cukup lama menunggu prosesi manual brew ini, tapi ternyata memaknai prosesnya menjadi rasa tasyakur tersendiri. Bagaimana suatu komposisi dimainkan dengan peran masing-masing menghasilkan ekstraksi yang akhirnya satu rasa saling melengkapi, bagaikan sebuah orkestra pernikahan.

Suami dan istri adalah sebuah komposisi yang saling melengkapi untuk menghasilkan harmoni kehidupan berumah tangga. Jika terlalu banyak airnya maka terjadi rasa cawerang atau hambar, begitupun dengan pernikahan. Atau jikalau kopinya terlalu banyak sehingga dominan, maka kepahitan yang mengganggu perasaan.

Disinilah peran sang barista membuat prosesnya bisa saling melengkapi dan menerima. Dalam pernikahan maka peran barista ada di suami dan di istri yang senantiasa terbuka dan menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing pasangan untuk saling melengkapi dan berbagi….

Ahaaay, kok dari kopi jadi bahas suami istri?….”

Photo : Kedai stasiun Kopi Purwakarta / dokpri.

Senyuman menjadi jawaban, tapi dalam hati yang terdalam memang inilah salah satu cara diriku memaknai kehidupan, diwakili oleh cerita kopi dan menyambung dengan makna bersuami istri…. setuju khan?

Balik lagi ke arabica bali kintamani, inilah yang sekarang dinikmati… srupuuuut….

Woaah body strongnya hadir, pahitnya menggoda. Aciditynya stabil di medium serta after taste datar plus ada kepahitan yang ‘ninggal‘….. di akhir sruputan. Untuk suhu hampir pas dengan seleraku, tapi kayaknya kalau di atas 90° celcius mungkin lebih baik… ini mah masalah selera saja, overall sajiannya nikmat.

Tapi sruputannya nggak bisa lama, karena harus segera pulang dan bersua dengan istri dan keluarga tercinta. Selamat malam semua, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :

Kedai Stasiun Kopi Purwakarta, Rest Area Km72 Tol Cipularang.

Arabica Gununghalu di BReW Me.

Penasaran.. brew me yuuk

Photo : Arabica Gununghalu di Brew me / dokpri.

KARAWANG, akwnulis.com. Senja hampir tiba disaat mata terpana karena di seberang kanan jalan ada sesuatu yang menarik yaitu tulisan ‘BREW ME‘….seduhlah aku dan kau kan nikmat, gitu katanyaaah…. langsung rem dan puter arah dech… ciiiiit….

Cafenya masih baru bangettt… coffeeshopnya baru 3 hari, hihihi…. tapi kalau cafenya udah 3 bulanan lebih katanya….. hayuuu mari dicoba.

Peralatan sajian manualnya lengkap, dari mulai rockpresso, corong V60, vietnam drip, dan kertas filter serta tentu… beannnya….

Ternyata yang ada terdapat 3 pilihan bean, gayo takengon, solok dan gununghalu…. ihhh ketemu disiniiih…. langsung pilih gununghalu untuk beannya…. lanjuuut.

Photo : Sang barista Mr Bong beraksi / dokpri.

Sang Barista Anthony Bong meracik dengan serius, komposisi 1 : 15 menjadi pilihannya dan panasnya 87° celcius menghadirkan sajian ciamik harum nan menggoda.

Body strongnya hadir menyegarkan suasana, memberi semangat baru setelah lelah berkutat seharian dengan angka dan barisan kata. Aciditynya eh keasamannya mencubit bibir adalah khasnya arabica gununghalu menerbangkan angan mudik ke kampung halaman serta rasa berry sebagai aftertaste menemani kenikmatan sruput kohitala sore ini… yummmy.

Metode 4-6nya Tetsu Katsuya, Juara Dunia Brewing 2016 dari jepang digunakan oleh Bong Sang Barista sehingga tersaji sajian ciamik seperti ini.

Pengalaman berharga di negeri Karawang ini semakin melengkapi cerita kopi eh ngopi di berbagai tempat (terutama) di jawa barat.

Photo : Dimsum & jasmine tea / dokpri

Menu lainnya banyak juga, tetapi karena targetnya adalah ngopi manual brew V60 maka sajian kopi arabica gununghalu ini sudah cukup…. apalagi ditambah dengan sajian dimsum dan jasmin tea… makiiin lengkap sudaaah.

Selamat ngopay kawan, dan selamat sore di hari ini, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe BREW ME
Galuh mas Citywalk Blok B no.19 Karawang, Jawa barat.