Cold Drif Coffee Stocklot

Mencoba Colddrift Arabica di Stocklot.

Sore menjelang dijemput semburat lembayung, sesaat termenung merasakan rasa pegal dan sedikit lelah di leher dan punggung. Termasuk ada sedikit pusing diatas alis mata. Kenapa ya?….. perlahan menarik nafas dan mencoba menghembuskannya sambil berharap bisa mengurangi beban yang mendera dada menelikung rasa.

Ada sedikit kelongsongan dalam jiwa, tapi secuil pusing masih menggigit alis serta bawaannya pengen leyeh-leyeh males-malesan.

Eit.. lawan bro!!!
Enyahkan kemalasan..!!!

Teriak nurani yang selalu menjadi pelita hati dalam segala kondisi. Bangkitlah kawan!!!.

Sambil menghembuskan nafas dengan cepat. Bismillah… kedua tangan direnggangkan, kepala dan pinggang digerak-gerak tidak lupa relaksasi gerakan kaki menjadi kunci pemanasan ini… dan satu lagiii…

***

Bergegas menuju tunggangan kesayangan, stater dan bergerak menuju suatu tempat di daerah Cimahi Selatan. Rasa pusing dan pegal hilang, karena mungkin sudah teralihkan perhatiannya.

Halaman Stocklot Cafe sudah mulai dipadati motor dan mobil. Mungkin moo kongkow trus makan malam. Parkir segera dan menghambur ke dalam, suasana lapang dan penataan kursi yang variatif memberikan kenyamanan.

“Silahkan dilihat menunya dulu kaka”, tangan mungil menyodorkan buku menu sambil memberi seulas senyum.

“Black cofffee, please!!!”

“Americano, longblack, espresso, V60 atau colddrif?”

Waaah menyenangkan sekali, tak banyak basa-basi, “Cold drif please.”

Pamit sesaat dan tak pake lama tersaji sebotol cold drift coffee dan gelasnya, asyiik yuk kita icip-icip.

***

Penyajiannya simpel saja tetapi dibalik kesederhanaanlah terkandung banyak nilai kehidupan. Meskipun ada hal sederhana yang ternyata harganya tidak sederhana. Apa itu?… jawabannya adalah kalau makan sendiri di RM Sederhana dengan menu saji semeja hehehehe.

Rasanya?

Ajib… nikmaat pisan. Dingiinnya membuat tenggorokan dan pikiran seggeeer. Pusing hilang seketika dan pegal pegalpun berangsur musna..

Terasa nikmatnyaa…

Dengan body medium dan acidity yang khas, terasa juga rasa sedikit manis… dan ada rasa mintnya…

Penasaran khan?…

Ternyata beannya adalah Arabica coffee gayo Aceh yang diproses dengan cara cold drif…. alhamdulillah… kembali segar dan ceria.

Yuhhuuu…. nikmatnya kaka.

Wassalam.(AKW).

Aku Tertipu

Sebuah kisahku harus menanggung malu dan dongkol karena kena tipu boadcast messsage WA.

Malam sudah menjelang tiba di pertengahan, kesunyian terasa semakin menelikung sepinya hati tanpa pengharapan. Sayangnya kelopak mata tidak ada tanda-tanda ingin segera menutup dan beristirahat, berserah diri pada Illahi dan berharap besok bisa kembali terbangun untuk melanjutkan usia di alam fana ini. Rasa dongkol masih tersisa dalam dada, akibat rasa penasaran dan dilengkapi kecerobohan, sebuah tindakan bodoh sudah dilakukan sore tadi.

Memang apa yang dilakukan?…

Malu sebetulnya untuk ungkapkan disini, tetapi disisi lain mungkin saja tulisan ringan ini bisa membantu siapapun yang nyasar ke alamat blog ini dan membaca cerita ini bisa sedikit tersenyum dan mengangguk serta akhirnya lebih waspada hadapi berbagai modus ‘penipuan’ via medsos dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di dunia yang datar ini (world is flat).

***

Diawali dengan ‘Tring!!’ Notifikasi masuknya pesan di aplikasi Whatsapps memang bikin penasaran, apalagi ini wapri (WA-private). Klo biasanya pake istilah Japri (Jalur pribadi), sekarang mah wapri klo pake aplikasi WA ya temen-temen. Sebuah postingan yang isinya :

..Adidas is giving 2500 Free pair of shoes to celebrate it’s 69 anniversary, get your free shoes at @http://www.adidas.de/shoes…

Yang wapri kawan senior dan satu kantor, tentu bisa dipercaya karena mengingat reputasinya selain sebagai abdi masayarakat juga memiliki bisnis keluarga yang menjanjikan. Sehingga reflek tautan tersebut di klik dan merasa yakin ini adalah informasi yang sangat berharga.

Dan ternyata entah kenapa, keinginan pengen sepatu Adidas gratis menghapus rasa waspada berganti semangat untuk mengklik? Ikuti tautan link yang tersaji….

Tadaaa…..

Sepintas memang meyakinkan, kita dibawa ke tampilan halaman web yang bergambar sepatu dan dus sepatu yang berjajar dan ‘seolah’ siap dibagikan. Ada 3 kuisioner yang sebenernya dijawab yes or no, tetep aja kita akan terpilih.

Ada verifikasi seolah-olah sedang di proses dan akhirnya kita terpilih… seneng khan?… beluuum

Ada tahapan selanjutnya :
1. Icon Whatsapps
2. Claim

Petunjuknya agar kita share dulu info ini ke 20 kontak WA kita, klo udah beres maka bisa klik CLAIM yang nantinya proses pengiriman akan diinformasikan via email kita yang sudah diinput pada tahapan awal…. sampai disini aku masih tertipuu.

Dong… dong…

Setelah tuntas share tautan/link ke 20 kawan …. tik tok tik tok

Mengisi formulir onlinenya sudah dan sudah juga share link nya kepada 20 kontak WA. Sekarang harap-harap cemas pas moo klik panel bertuliskan ‘claim’. Yang kebayang adalah diminta alamat email lalu berkomunikasi untuk alamat pengiriman sepatu gratis tersebut.

Asyikkk….

Nggak pake lama, panel ‘claim’ di klik… daan…..

Agak loading lama……

Muncul rasa curiga…
Eh masih khusnudzon..

Tapi curiga..

Tiba-tiba layar hape berpindah aplikasi dari web ke aplikasi youtube… nah lo.

Akun youtube muncul, sebuah tutorial yang terkait hadiah-hadiah gratis dengan syarat harus subscribe dulu dan…. dimatikan.

Sesaat terdiam
Nafas tersengal…

“Sialan aku tertipu mentah2!!!! Grrrrrrrr!!”

***

Tapi nggak jadi marah-marah, yang ada malu sendiri. Kok bisa ketipu sih mass?… kok nggak cek dulu bener enggaknya.. tabayuun mass…. ah dong dong. Beribu penyesalan dan malu karena SentitiMuter (sembrono, tidak teliti dan mudah tergiuur).

Maafkan kawan-kawan dan sahabat yang sudah keburu menerima link iklan Adidas bagi-bagi sepatu gratis dari ku di Whatsapss.. sekali lagi maaf.

Jangan dibuka.. itu penipuan.

***

Sambil masih menyesal, searching di internet… ternyata udah lama dibahas modus penipuan ini… makin malu lagi dech.

Jadi buat men temen jangan mudah tergiur kayak aku yaach.

Trus kalaupun tergiur… tabayun atau cek and ricek dulu supaya nggak menyesal dan dongkol.

Tetap waspada meskipun ya g share di WA adalah orang yang kita percaya. Karena percaya itu bukan sama orang tetapi kita harus dan hanya percaya kepada Allah SWT.

***

Supaya mengobati kedongkolan, langsung mampir di warung Goedank Rest Area 125. Pesen kopi Arabica Java Preanger di seduh pake V60. Yummy.. seger lagi. Hatur nuhun. (AKW).

Diary Coffee 9

Puisi ke-9 tentang kopi hitam dan kawanannya.

Kopi hitam kembali jadi tulisan
Sajak singkat keseharian
Tak terasa sudah diary ke sembilan
Itu bukti bahwa hidup memang menyenangkan

Jumat pagi beredar di dago atas
Menemui seorang pejabat teras
Berbincang ramai dengan tema tak terbatas
Disajikan kopi hitam bergelas-gelas

Awalnya membahas pengelolaan air minum
Terus berlanjut urusan lebih umum
Ngobrolin juga persiapan shaum
Diakhiri Assalamualaikum

Costarica bean giliran dicoba
Di Noah Barn ini adanya
Sambil jumpa sang kawan lama
Sang motivator kita

Costarica bean pahit terasa
Agak sepet dan ada asamnya
Dipikir-pikir dan dirasa
Java Arabica memang jagonya

Tugas mendadak harus ke bandara
Yang akan beroperasi segera
Sebuah kebanggaan semua
Bandara Kertajati di majalengka

Espresso di Tanamera
Balikin semangat makin membara
Jalani takdir tanpa hura-hura
Srupuuut nikmat tiada tara

Menuju kertajati Majalengka
Kembali mampir di rest area
Espresso single tutup dahaga
Di tambah ayam tak cukup dua.

***

Terbang ke yogyakarta
Dalam rangka mencari makna
Malioboro kembali bersua
Kopling (kopi keliling) menyambut dengan setia

Begitupun di Bakmi Mbah Gito
Kopi tubruk sudah bersalto
Tidak lupa segera ambil photo
Dekat di hati jauh di mato

Begitulah diary pekan hari ini
Selamat memaknai hari
Jangan lupa secangkir kopi
Menemani hari meraih janji.

*)Catatan : Tulisan yang tertuang ini tiada niatan pamer. Tapi hanya mencoba berbagi minum kopi asli, kopi hitam eh item tanpa gula tanpa susu. Juga memang rejekinya, ada aja yang nyuguhin dan mentraktir sehingga kopi hitam terus tersaji. Wassalam (AKW).

Excelso Arabica Gold

Sekarang manual brew dulu Arabica Gold Excelso ah… bener nggak rasanya sesuai yang tertera di kemasannya.

Sebuah merk excelso Arabica Gold memberi sensasi malam ini. Spicy and Tangy menjadi tagline produksi PT Santos Jaya Abadi, Sidoarjo Indonesia ini. Body 60%, Acidity 60% itu yang tercantum dibungkusnya.

Percaya?… jangan ah. Mening coba dulu.

Seperti biasa, berV60 dengan seduhan air 90 derajat celcius. Tidak lupa filternya di basahin dulu dan airnya dibuang untuk membersihkan dulu larutan yang mungkin masih tersisa di filter sebelum dilakukan manual brew. Putaran standar searah jarum jam hasilkan cucuran air kopi yang aduhai.

Hasilnya dituang dalam dua gelas kecilku dan ditemani sisa bean yang ada segera diabadikan dengan Samsung A5.. cetreek… jadi dech photo diatas tadi.

Oh iya nggak lupa untuk latar belakang dan alasnya digunakan bekas kalender berwarna putih… jrenggg.

Setelah di icip-icip kumur dikit.. lumayan aciditynya medium-high dan Body medium, aroma juga lumayan. Tastenya ada sedikit fruitty tapi tidak mengarah rasa tertentu, agak sulit mendefinisikan.

***

Satu kesimpulan adalah dibalik kepahitan itu ada aneka rasa yang menyenangkan. Dan yakinlah bahwa pahitnya kopi bisa mengalihkan pahit getirnya kehidupan ahaaay…

Sebuah proses tidak akan menghianati hasil. Prosesnya panjang dan pake hati, hasilnyapun tidak mengecewakan.

Hatur nuhun. (AKW).

Wadul

Ulah ngawadul ah…

#Fikmin.

Photo : “Ieu nuju ngawadul?.. cobi tebak para sadérék.”/poltang.

*** WADUL ***

Haté kabéngbat ku rindat socana, manah ngaguruh janten hilap kana sagala rupi pangaweruh. Teu pira pédah anjeun ngaharéwos, “Mang ulah geruh.”

Geuning ngagem rusiah téh matak bagja, mimitina mah. Tapi geuning lila-lila téh teu karasa jadi tukang ngawadul jeung jago nyingcetkeun omongan. Sabab naon, sakali ngawadul ditutupan ku wadul nu lianna.

Tapi mun geus panggih jeung anjeun, sok leketey amarah ngilang diganti nyaah. Komo mun ngupingkeun soanten halimpuna, “Sabar nya Mang, ieu dina raraga ngudag kahayang.” Uing unggeuk jiga bueuk.

Tapi geuning, waktu jeung jaman mah tara codéka. Geus mangsana kudu nyaho saujratna, ngabolékér dosa manéhna. Geuning jangji téh ka sasaha, kabéh ngeukeuweuk harepan jeung angin surga. Padahal ukur haseup rahul nu jauh di alak paul.

Untung wé bisa beunta ayeuna, mun henteu, meureun tiwas cilaka. “Dadah babay béb” Ceuk uing bari ngingkig, anjeun imut kanjut bari samutut.

***

*)Catetan : bilih panasaran kana ilustrasi poto diluhur. Éta téh nuju ngabuktoskeun kempés heunteuna ban mobil. Janten ngabuktoskeun sanés ‘wadul’.

“Teras naon hubunganna sareng dongéng ‘wadul’?… Ah teu aya. Da geuning ban téh leres kempés. Héhéhé, Wilujeng imut ka***t.” (AKW).

Kolam renang Hotel Dafam Yogyakarta

Berenang lagi di Kolam renang pribadi hehehe di Kota Yogyakarta.

Semilir pagi di daerah Dagen Malioboro Kota Yogyakarta masih membuai sebagian besar para pelancong di penginapan dan kamar hotel masing-masing. Beberapa becak dan bemot (becak motor) masih terlihat setia menjaga parkir depan hotel, menanti datangnya rejeki dari penghuni hotel yang ingin diantar menuju tujuan masing-masing.

Dari lantai 6 terlihat aktifitas pagi yang masih mayoritas diselimuti mimpi padahal adzan shubuh sudah tuntas dari tadi. Lantai 6 ini tempat bersantai sekaligus kolam renang yang merupakan fasilitas hotel. Di sekitar kolam renang ada beberapa kursi santai, model kursi bar lengkap dengan mejanya yang mengarah ke depan hotel. Bagi yang takut ketinggian tidak disarankan.

Sambil menunggu jam 06.00 WIJ (waktu indonesia jogja), leha-leha sejenak sambil ngetik di smartphone… bahan posting blog hari ini.

Kenapa jam 06.00?… karena itu waktu dibolehkannya kolam renang digunakan, itu kata petugas hotel.

Tapii udah pengen nyebur nich… ahh Gpp diskon 30 menit lah… dan 05.30 WIJ sudah mulai masuk kolam renang,… ternyata airnya nggak terlalu dingin… enakeun seger.

Tidak lupa pemanasan dulu, supaya berenangnya nyaman… ahiiw serasa private pool weh… kesana kemari bolam balik karena kolamnya bukan standar olimpic tapi cukup buat berenang maksimal 5 orang. Klo buat main air ya bisa sampe 15 orang.. tapi bakal kebayang penuh sesaknya.

Tak terasa waktu terus bergerak, aneka gaya dilakukan. Mulai dari gaya bebas, gaya kupu-kupu hingga gaya batu…

Tau nggak gaya batu?… itu yang loncat ke kolam renang trus masuk ke dalam air dan tahan sampai nafasnya abis.. baru naik ke permukaan…

Ih atuh itu mah tenggelam… ya iya khan namanya juga gaya batu… pasti tenggelam. Klo yang ngambang… namanya ‘gaya batu apung’ hehehehehe.

***

Setelah bolak balik berenang beraneka gaya, capai juga… tetapi semburat mentari pagi mulai menembus frame kehidupan, munculkan refleksi kekinian yang penuh kehangatan.

Bergerak ke pinggir, naik ke permukaan dan duduk. Sejenak menghela nafas sambil bersyukur dengan nikmat Illahi setelah menikmati berenang di kolam renang pribadi ( soalnya yang nginap di hotel belum ada yang ke kolam renang), kecuali seorang kawan yang sibuk dengan smartphonenya mengabadikan indahnya sunrise di Kota Yogyakarta.

***

Entah kenapa, sejak beberapa waktu belakangan ini kolam renang menjadi fasilitas utama yang dipikirkan manakala ada kegiatan di hotel, moo dalam kota ataupun luar kota.

Nggak wajib ada siih, tapi klo ada, pasti lebih menyenangkan.

Coba menerung eh merenung sesaat, “Kenapa ya?”

Jawabannya yaitu tadi… seneng aja. Apalagi sejalan sama hobinya jari ngetik di smartphone urusan apapun. Tapi klo seputar kerjaan sih nggak terlalu di ekspose di blog pribadi, meskipun ada beberapa.

Nah kembali ke kolam renang dan pakem blog yang dipake tetep menjunjung originalitas. Tulisan dan photo adalah jepretan sendiri dengan smartphone ini. Bagus atau tidak, itu mah subjektif. Kecuali yang nyebut jelek itu banyakan… berarti emang jelek hehehehe.

Beberapa tulisanku tentang kolam renang nich pantengin… eh klik aja bro :
1. KOLAM RENANG CIPAKU
2. KOLAM RENANG HOTEL ARYADUTA JAKARTA
3. KOLAM RENANG HOTEL MERLYNN PARK JAKARTA
4. KOLAM RENANG HOTEL MASON PINE
5. MARI MAIN AIR YUK & 6. NGOJAY.

Ternyata baru sedikit ya.. tapi gpp dikit-dikit lama-lama jadi bukit.

***

Akhirnya jadwal sarapan yang harus menghentikan aktifitas menyenangkan ini. Segera meraih handuk dan kembali ke kamar 509 untuk membersihkan diri, membersihkan hati di Hotel Dafam Malioboro Yogyakarta. (AKW).

Tebing Breksi bikin iri.

Menjajal Tebing Breksi meski tak direncana tetapi berakhir ceria. Edisi beredar di Jogja.

Perjalanan bersama setelah seharian melaksanakan 3 paket meeting dan kunjungan… itu ruar biasa.

Kunjungan terakhir ke Instalasi Pengolahan Air Limbah Sewon memberi pengalaman tersendiri, yang penasaran bisa Klik Disini IPAL SEWON.

Sekarang acara bebas dan segera suara mayoritas ibu-ibu yang berkuasa. Dari opsi kembali ke hotel versi bapak-bapak yang langsung pupus oleh jeritan ibu-ibu yang bersama-sama bersuara, “Breksi.. breksi.. breksiii!!”

Segera pilot elf pariwisata mengarahkan kendaraan sesuai harapan dan keinginan meninggalkan daerah Sewon Kabupaten Bantul menuju Tebung breksi yang katanya seksi… seksi apanya ya? Jadi penasaran.

***

Perjalanan terasa begitu singkat padahal sekitar 19Km-an.. maklum sambil ngalehleh kecapean alias tertidur pulas. Alhamdulillahnya nggak ada yang iseng motoin posisi terkulai karena semuanya tidur serempak kompak dan penuh kebersamaan ditemani musik alami dari mulut bapak-bapak… zzzzz… kerrr.. keeer.. woaaaah.

Gujleeg!!!, mobil melewati gundukan dan jalan berlubang. Membangunkan sebagian besar penumpang termasuk diriku. Ternyata sedang menanjak di jalan desa, jalan terlihat di beton mulus tapi ada beberapa gundukan yang harus dilewati perlahan. Jalanan sempit yang agak rawan jika ada bus pariwisata melintas, sehingga perlu bergiliran. Untungnya kami ber-16 pakenya mobil elf yang praktis dan bertenaga besar.

***

Tebing Breksi adalah objek wisata baru yang dikembangkan dengan memadukan dan mengedepankan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan bekas galian batu ini menjadi sebuah kawasan wisata yang ciamik. Tak berani berkomentar banyak karena harus dapet informasi primer dari narsum yang tepat.

Jadi cerita ini adalah apa yang di rasa oleh diri sendiri dan dibalut asumsi serta prediksi plus tungak-tengok dikit di wikipedia.. apa bener Tebing Breksi ini seksi?

Cekidot….

Dari jalanan kecil ada petunjuk belok kiri, elf menuju kesitu dan jalan sedikit menurun. Baru 50 meter, kami terperangah karena ternyata di hadapan kami sebuah tempat parkir yang besar, banyak bis pariwisata berjajar parkir dan tak terhitung jumpah mobil pribadi plus ratusan atau ribuan orang tengah asyik dengan kesibukannya masing-masing.

Tiket masuk gratis tapi dikenai biaya seikhlasnya… pantesan rame bingiiit.. khan kita mah seneng yang gratisan hehehehe.. yang bayar hanya parkir pas masuk kawasan tersebut, Motor Rp 2.000, Mobil Rp 5.000, Mobil dan bis pariwisata 15.000. Untuk pengunjung mah saridona (seikhlasnya)… asyik khan gan?

***

Shalat dhuhur asyar Jama qoshor di mushola outdoor yang bersih dan nyaman sekaligus tempat wudhu dan toilet yang bersih membuat betah berlama-lama. Deretan warung makanan yang tertata apik memanjang di kedua sisi dengan aneka makanan yang variatif. Plus meja kursi yang khas di depan warung masing-masing plus kursi meja kayu di trap bawah yang makin memanjakan pengunjung untuk bersantai.

Jangan lupa siapin kostum yang pas yaa…. kaos dan celana kargo atau celana pendek plus sepatu outdoor atau sendal gunung… itu yang pas. Tapi kalaupun pake batik ya gpp… harap maklum beres kondangan langsung wisata xixixixixi….

***

Pilihan berkeliling lokasi ada 2 pilihan kendaraan tapi masing-masing ada konsekuensinya.

Pertama, menggunakan kendaraan offroad berupa jeep yang sudah berjajar menanti. Tapi ya siap2 rogoh kocek agak dalam… kayaknya. Soalnya nggak nanya2 berapa tarifnya.

Kedua, skuter. Nah ini mah gratis karena singkatan dari ‘suku muter’ alias kaki yang bergerak. Gratisss tis.. bayarannya adalah bersyukur kepada Allah SWT sudah diberikan nikmat kesehatan termasuk kaki yang kuat tanpa keluhan apapun… Amiin Yaa Robbal Alamin.

Tebing pertama adalah sebuah tebing batu Breksit… nah itu dia kenapa disebut kawasan wisata tebing breksit, karena awalnya ini adalah tempat penambangan rakyat dan yang diambil adalah batu breksit. Digunakan sebagai bahan dasar ukiran yang bernilai ekonomi.

Trus ada penelitian para ahli dan hasil penelitian pada ahli geologi ternyata batu breksi ini masuk ke dalam golongan batu purba yang berusia ribuan tahun… jadi nggak boleh diambil atau ditambang sembarangan.

Trus gimana?…

Kebijakan pemerintah untuk menutup begitu saja tentu akan berdampak terhadap sumber mata pencaharian masyarakat. Maka dalam rangka menjaga urusan ferut yang fundamental ini, perubahan menjadi tempat wisata yang baru adalah pilihan cerdas.

Sehingga batuan breksit dapat lestari dan masyarakat tetap berseri karena tidak terganggu kehilangan periuk nasi.

***

Yang bikin menarik diriku ada beberapa hal meskipun kunjungan inipun sangat singkat dan dadakan, tapi biasanya yang singkat dan mendadak itu yang ngangenin… apa seeeh.

Pertama, sinergi masyarakat seakan terbangun sempurna (ini mah analisis subyektif awaminisme), siapa berbuat apanya jalan apa adanya, bagian tiket parkir, yang jualan makanan, jagain mushola dan toilet, jagain spot photo diatas bukit yang disetting dengan kreatifitas hingga penggunaan alat mekanik yang bisa bikin pengunjung duduk diatas sangkar burung berbentuk telur setengah dan dikerek 2-3 meter diatas tanah trus di photoin sama yang jagain nya… bayar nya?… nah ini yg kedua.

Kedua, pola pembayarannya sukarela alias saridona tapi tidak gratis. Dan itu berlaku sejak pintu masuk. Yang dipatok hanya parkirnya saja sementara untuk masuknya pengunjung… terserah yang penting ngasih.. keren khan? Itu tidak hanya berlaku di pintu masuk, tetapi di tiap spot untuk berphoto, petugasnya sukarela membantu, motoin dan tidak minta bayaran tapi tersedia kencleng atau tempat uang dengan nominal bebas…. jadi siapin recehan. Karena klo duitnya 100rebuan trus berphoto buat dipasang di medsos di 10 spot.. atuh kudu 1 juta khan… nggak bangeet hehehehe… tapi juga jangan ngasih 1000 perspot bro… ingat toilet aja 2000 rupiah hehehehe.

Ketiga, dukungan fasilitas parkir yang luas serta infrastruktur pendukung seperti bangunan warung2, toilet dan mushola yang nyaman… bikin iri dech.

Keempat, adalah kreatifitas menyambungkan dengan tempat wisata lainnya yang bertebaran di sekitar tebing breksi tersebut sehingga para pengunjung mendapat kesempatan pilihan wisata yang beragam.

Udah itu aja dulu ah… udah sore, sebelum meninggalkan area tebing breksi ini tak lupa mengambil photo semburat mentari sore yang seakan nempel dengan tebing breksi. Haturnuhun, Wassalam. (AKW).